• Tidak ada hasil yang ditemukan

Executive Sum Rispam Kutim 070222 OK

N/A
N/A
rintan juwita

Academic year: 2025

Membagikan "Executive Sum Rispam Kutim 070222 OK"

Copied!
144
0
0

Teks penuh

(1)

PEMERINTAH KABUPATEN BERAU

PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

EXECUTIVE SUMMARY

SUMM

(2)

KATA PENGANTAR

Penyusunan Review Rencana Induk SPAM Kabupaten Kutai Timur merupakan implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 122 tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minum.

Penyusunan Rencana Induk SPAM ini mengacu kepada Peraturan Menteri PUPR Nomor 27/PRT/M/2016 tentang Penyelenggaraan SPAM. Arah studi ini memberikan gambaran kebutuhan air minum, potensi air baku dan menyusun skenario/program pengembangan RISPAM di Kabupaten Kutai Timur sampai dengan tahun 2041.

Akhirnya, Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada segenap pihak yang telah membantu merampungkan dan terlibat aktif dalam penyusunan RISPAM Kabupaten Kutai Timur. Semoga buku ini dapat bermanfaat dalam mendukung upaya Pengembangan SPAM di Kabupaten Kutai Timur.

Sangatta, Desember 2021

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR... i

A. PENDAHULUAN ... 1

A.1 LATAR BELAKANG ... 1

A.2 MAKSUD DAN TUJUAN... 1

A.3 SASARAN ... 2

A.3 LOKASI KEGIATAN ... 2

A.4 LINGKUP KEGIATAN... 2

A.5 KELUARAN ... 3

A.6 LANDASAN HUKUM... 3

B. GAMBARAN UMUM KABUPATEN KUTAI TIMUR ... 4

B.1 KARAKTERISTIK FISIK DASAR ... 4

B.2 PENGUNAAN LAHAN ... 12

B.3 KONDISI SARANA DAN PRASARANA ... 14

B.4 KONDISI SOSIAL EKONOMI... 17

B.5 FUNGSI DAN PERAN KABUPATEN KUTAI TIMUR ... 21

B.6 KEUANGAN DAERAH ... 23

C. SPAM EKSISTING KABUPATEN KUTAI TIMUR ... 28

C.1 UMUM ... 28

C.2 ASPEK TEKNIS ... 31

C.3 ASPEK NON TEKNIS ... 40

C.4 KENDALA DAN PERMASALAHAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM ... 45

D. STANDAR DAN KRITERIA PERENCANAAN ... 47

D.1 STANDAR KEBUTUHAN AIR ... 47

D.2 KRITERIA PERENCANAAN ... 47

D.3 PERIODE PERENCANAAN... 50

D.4 KRITERIA DAERAH PELAYANAN ... 50

E. KEBUTUHAN AIR MINUM ... 51

E.1 RENCANA PEMANFAATAN RUANG ... 51

E.2 RENCANA DAERAH PELAYANAN ... 51

E.3 PROYEKSI JUMLAH PENDUDUK ... 56

E.4 PROYEKSI KEBUTUHAN AIR MINUM ... 58

(4)

G.3 TINGKAT PELAYANAN ... 81

G.4 RENCANA PENTAHAPAN PENGEMBANGAN (5 TAHUNAN) ... 82

G.5 KEBUTUHAN AIR ... 92

G.6 ALTERNATIF RENCANA PENGEMBANGAN ... 97

G.7 PENURUNAN TINGKAT KEBOCORAN ... 98

G.8 POTENSI SUMBER AIR BAKU ... 99

G.9 KETERPADUAN DENGAN PRASARANA DAN SARANA SANITASI ... 103

G.10 PERKIRAAN KEBUTUHAN BIAYA ... 105

H. ANALISIS KEUANGAN ... 113

H.1 KEBUTUHAN INVESTASI DAN SUMBER PENDANAAN ... 113

H.2 DASAR PENENTUAN ASUMSI KEUANGAN ... 123

H.3 HASIL ANALISIS KELAYAKAN ... 123

I. PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN PELAYANAN AIR MINUM ... 126

I.1 ORGANISASI ... 126

I.2 SUMBER DAYA MANUSIA ... 133

I.3 PELATIHAN ... 136

I.4 PERJANJIAN KERJASAMA... 136

(5)

DAFTAR TABEL

Tabel 1 Luas Daerah Menurut Kecamatan di Kabupaten Kutai Timur, 2020 ... 10

Tabel 2 Penggunaan Lahan Menurut Kawasan di Kabupaten Kutai Timur ... 13

Tabel 3 Luas Wilayah, Penduduk, Persentase Penduduk, dan Kepadatan Penduduk Kabupaten Kutai Timur menurut Kecamatan, 2020 ... 17

Tabel 4 Jumlah Penduduk Kabupaten Kutai Timur Menurut Kecamatan, 2010-2020 ... 19

Tabel 5 Realisasi Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017-2019 (dalam rupiah) ... 23

Tabel 6 Proyeksi Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020 (dalam rupiah) .. 24

Tabel 7 Proyeksi Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021 (dalam rupiah) ... 25

Tabel 8 Realiasi Belanja Daerah Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017-2019 (dalam rupiah) .. 26

Tabel 9 Proyeksi Belanja Daerah Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020 (dalam rupiah) ... 26

Tabel 10 Proyeksi Belanja Daerah Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021 (dalam rupiah) ... 27

Tabel 11 Realisasi Pembiayaan Daerah Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017-2019 (dalam rupiah) ... 27

Tabel 12 Proyeksi Pembiayaan Daerah Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020 (dalam rupiah) 28 Tabel 13 Proyeksi Pembiayaan Daerah Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021 (dalam rupiah) 28 Tabel 14 Daftar SPAM Perumda Air Minum Tirta Benua Kutai Timur ... 29

Tabel 15 Cakupan Pelayanan SPAM Ibu Kota Kabupaten Kutai Timur ... 33

Tabel 16 Cakupan Pelayanan SPAM IKK Kutai Timur ... 36

Tabel 17 SPAM Bukan Jaringan Perpipaan (BJP) Kabupaten Kutai Timur ... 40

Tabel 18 Desa dan Penerima Manfaat Program PAMSIMAS Kabupaten Kutim, 2021... 40

Tabel 19 Laporan Keuangan Neraca ... 40

Tabel 20 Laporan Keuangan Laba Rugi ... 41

Tabel 21 Laporan Arus Kas ... 41

Tabel 22 Pendapatan Air per Kelompok Tarif ... 42

Tabel 23 Analisis Full Cost Recovery ... 43

Tabel 24 Permasalahan Aspek Teknis SPAM Perumda Air Minum Tirta Tuah Benua Kutai Timur ... 46

Tabel 25 Kategori Wilayah Perencanaan ... 47

Tabel 26 Kriteria Utama Penyusunan RISPAM ... 50

Tabel 27 Rencana Daerah Pengembangan SPAM Ibukota Kabupaten di Kabupaten Kutai Timur ... 51

Tabel 28 Rencana Daerah Pelayanan SPAM Kabupaten Bukan Jaringan Perpipaan di Kabupaten Kutai Timur ... 51

Tabel 29 Rencana Daerah Pengembangan SPAM (Eksisting) Ibu Kota Kecamatan Perpipaan di Kabupaten Kutai Timur ... 54 Tabel 30 Rencana Daerah Pengembangan SPAM Perdesaan Perpipaan di Kabupaten Kutai

(6)

Tabel 38 Rencana Tahapan Pengembangan (Lima Tahunan) Zona-2 periode perencanaan

tahun 2022– 2041 Kecamatan Kab. Kutai Timur (PKL /PPK/ Pusat Permukiman) ... 88

Tabel 39 Kehilangan Air Di IPA Perumda Air Minum Tirta Tuah Benua Kutai Timur ... 93

Tabel 40 Total Kebutuhan Air Minum Rata-Rata (Qr) di Kabupaten Kutai Timur ... 94

Tabel 41 Total Kebutuhan Air Minum Hari Maksimum (Qmax) di Kabupaten Kutai Timur .... 94

Tabel 42 Total Kebutuhan Air Minum Jam Puncak (Qpeak)di Kabupaten Kutai Timur ... 95

Tabel 43 Tabel Rekapitulasi Proyeksi Kebutuhan Air Minum Ibu Kota Kabupaten (Qrata-rata) ... 95

Tabel 44 Tabel Rekapitulasi Proyeksi Kebutuhan Air Minum Ibu Kota Kabupaten (Qmax) .... 95

Tabel 45 Tabel Rekapitulasi Proyeksi Kebutuhan Air Minum Ibu Kota Kecamatan (Qrata-rata) ... 95

Tabel 46 Rekapitulasi Proyeksi Kebutuhan Air Minum Ibu Kota Kecamatan (Qmax) ... 96

Tabel 47 Rekapitulasi Proyeksi Kebutuhan Air Minum Perdesaan (Qrata-rata) ... 96

Tabel 48 Rekapitulasi Proyeksi Kebutuhan Air Minum Perdesaan (Qmax) ... 97

Tabel 49 Rekomendasi Potensi Sumber Air ... 99

Tabel 50 Potensi air tanah dangkal di wilayah studi... 102

Tabel 51 Rekapitulasi Kebutuhan Investasi Kabupaten Kutai Timur Tahun 2022 – 2041 (Rp. 000) ... 106

Tabel 52 Program Kegiatan Pengembangan SPAM ... 117

Tabel 53 Prasyarat bagi Kabupaten Kutai Timur untuk mendapatkan pendanaan APBN .... 118

Tabel 54 Ringkasan Perkiraan Anggaran Biaya Tahap I s/d Tahap III ... 121

Tabel 55 Analisis Kelayakan ... 124

Tabel 56 Contoh alternatif pilihan bentuk lembaga pengelola SPAM disesuaikan dengan aspek teknis sistem pengolahan dan potensi cakupan pelayanan ... 129

Tabel 57 Pelaksana Penyelenggara SPAM ... 130

Tabel 58 Kebutuhan Sumber Daya Manusia untuk melengkapi struktur Organisasi BUMD Perumda Air Minum Tirta Tuah Benua Kabupaten Kutai Timur ... 133

Tabel 59 Rencana Kebutuhan Kualifikasi Latar Belakang Pendidikan / Disiplin Ilmu Karyawan Perumda Air Minum Tirta Tuah Benua Kabupaten Kutai Timur ... 134

Tabel 60 Kebutuhan Pelatihan Untuk Pengelola SPAM Terutama Perumda Air Minum ... 136

(7)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Peta Kemiringan Lereng Kabupaten Kutai Timur ... 5

Gambar 2 Peta Morfologi Kabupaten Kutai Timur ... 6

Gambar 3 Peta Geologi Kabupaten Kutai Timur ... 7

Gambar 4 Peta Hidrogeologi Kabupaten Kutai Timur ... 9

Gambar 5 Peta Administrasi Kabupaten Kutai Timur ... 11

Gambar 6 Peta Topografi Kabupaten Kutai Timur... 12

Gambar 7 Peta Daerah Pelayanan Perumda Air Minum Tirta Benua Kutai Timur ... 31

Gambar 8 Daerah Pelayanan Unit SPAM Kecamatan Sangatta Utara ... 34

Gambar 9 Diagram Struktur Organisasi Perumda Air Minum Tirta Tuah Benua Kutai Timur . 44 Gambar 10 Peta Pengembangan Wilayah/Daerah Pelayanan (Zonasi) Kabupaten Kutai Timur ... 56

Gambar 11 Daerah Aliran Sungai di Kabupaten Kutai Timur... 59

Gambar 12 Peta Sebaran Sumber Daya Air Kabupaten Kutai Timur ... 61

Gambar 13 Peta Cekungan Air Tanah Kabupaten Kutai Timur ... 64

Gambar 14 Peta Daerah Rawan Air ... 67

Gambar 15 Rencana Struktur Ruang Kabupaten Kutai Timur ... 69

Gambar 16 Rencana Kawasan Strategis Kabupaten Kutai Timur ... 69

Gambar 17 Rencana Pola Ruang Kabupaten Kutai Timur ... 70

Gambar 18 Rencana Kawasan Lindung Kabupaten Kutai Timur ... 70

Gambar 19 Rencana Kawasan Budidaya Kabupaten Kutai Timur ... 71

Gambar 20 Peta Pembagian Wilayah/Zoning ... 79

Gambar 21 Peta Pelayanan Zona -1 Perkotaan Ibu Kota Kabupaten dan Ibu Kota Kecamatan (Penyangga Ibu Kota kabupaten/Pusat Kegiatan Wilayah) ... 80

Gambar 22 Peta Pelayanan Zona 2, Ibu Kota Kecamatan (Pusat Kegiatan Lokal dan Pusat Pelayanan Kawasan/Pusat Permukiman) ... 80

Gambar 23 Peta Pelayanan Zone-3 Pedesaan (Pusat Pelayanan Lingkungan/Pedesaan) ... 81

Gambar 24 Pengembangan Daerah Pelayanan Ibu Kota Kabupaten (Wilayah Perkotaan dan Permukiman Penyangga Kota) ... 87

Gambar 25 Peta Potensi Sumber Air Terbesar Di Wilayah Kabupaten Kutai Timur ... 101

Gambar 26 Skema Pendanaan Sistem Penyediaan Air Minum ... 117

Gambar 27 Struktur Organisasi Perumda Air Minum Tirta Tuah Benua Kabupaten Kutai Timur ... 131 Gambar 28 Bentuk Struktur Organisasi PDAM / Perumda Air Minum dengan tiga Direktur 132

(8)

A. PENDAHULUAN

A.1 LATAR BELAKANG

Salah satu komitmen pemerintah Indonesia dalam pencapaian target SDGs, dan target pemerintah sesuai Rencana Strategi Nasional tahun 2030 yaitu 100-0-100 diartikan bahwa target 100 % pelayanan air minum, 0 % wilayah kumuh, dan 100 % pelayanan sanitasi.

Akses pelayanan air minum sampai saat ini berdasarkan data dari Kantor PDAM Kabupaten Kutai Timur pada tahun 2013 cakupan layanan PDAM terhadap rumah tangga telah mencapai 22,28%, dengan Air Baku Utama 3.251.618 m³ dan jumlah air yang disalurkan 2.288.850 m³.

Kabupaten Kutai Timur memiliki luas wilayah 35.747,50 km2 dengan jumlah penduduk 434.459 jiwa pada tahun 2020, terdiri dari 18 Kecamatan.

Lembaga pengelola SPAM di seluruh Kabupaten/Kota di Kabupaten Kutai Timur sudah dibentuk berupa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Saat ini telah terbentuk 1 PDAM, dimana Kecamatan Sangatta Utara membentuk PDAM yaitu PDAM Tirta Tuah Benua yang sekarang berubah menjadi PERUMDA Air Minum Tirta Benua Kutai Timur.

Berdasarkan aspek geografis, wilayah kabupaten dengan Ibukota Sangatta Utara ini mempunyai posisi yang strategis baik di tingkat Provinsi Kalimantan Timur maupun regional Kalimantan yang didasari pada beberapa hal yaitu:

1. Terletak pada poros regional lintas trans Kalimantan yang menghubungkan wilayah Kalimantan Utara dengan jalur Kabupaten Nunukan – Malinau – Bulungan (Kota Tanjung Selor) – Berau (Kota Tanjung Redeb) ke Kota Samarinda langsung ke Balikpapan serta ke Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat;

2. Terletak pada poros pertumbuhan kawasan ekonomi terpadu SASAMBA (Samarinda- Samboja-Balikpapan) dan kawasan segitiga pertumbuhan Bontang-Sangatta-Muara Wahau dan Sangkulirang;

3. Terletak di sepanjang Selat Makassar yang merupakan alur pelayaran nasional, regional dan internasional.

Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, perlu direncanakan peningkatan pelayanan air minum di Kabupaten Kutai Timur yang mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan di masa mendatang berdasarkan rencana pengembangan kawasan tersebut di atas.

A.2 MAKSUD DAN TUJUAN 1. Maksud

Maksud dari kegiatan Review Rencana Induk Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM) Kab. Kutai Timur ini adalah untuk membantu Pengguna Jasa dalam menyiapkan perencanaan pembangunan infrastruktur SPAM Kabupaten Kutai Timur.

(9)

2. Tujuan

Tujuan dari kegiatan Review Rencana Induk Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM) Kab. Kutai Timur ini adalah tersedianya dokumen Review Rencana Induk Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM) Kab. Kutai Timur.

A.3 SASARAN

Sasaran pelaksanaan kegiatan penyusunan Review Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum Kabupaten Kutai Timur ini adalah:

1. Identifikasi permasalahan pengembangan SPAM di Kabupaten Kutai Timur.

2. Identifikasi kebutuhan pengembangan SPAM (Unit air baku, produksi, transmisi, distribusi dan cakupan pelayanan).

3. Tersusunnya strategi dan program pengembangan SPAM (pola investasi dan pembiayaan, dan tahapan rencana pembangunan SPAM).

A.3 LOKASI KEGIATAN

Lingkup wilayah Penyusunan Review Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum Kabupaten Kutai Timur adalah meliputi seluruh wilayah administrasi Kabupaten yang terdiri dari 18 kecamatan.

A.4 LINGKUP KEGIATAN

Ruang lingkup kegiatan Penyusunan Review Rencana Induk Pengembangan SistemPenyediaan Air Minum (RISPAM) Kab. Kutai Timur adalah:

1) Tahap Persiapan

- Menyiapkan peralatan;

- Menyusun jadwal kerja.

2) Tahap Pengumpulan Data

Melakukan pengumpulan data sekunder yang diperlukan antara lain:

- Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW);

- SPAM eksisting, baik melalui jaringan perpipaan dan bukan jaringan perpipaan.

(10)

2. Evaluasi kondisi eksisting SPAM - Rencana Jaringan;

- Program dan kegiatan pengembangan;

- Kriteria dan standar pelayanan;

- Rencana sumber dan alokasi air baku;

- Rencana keterpaduan dengan sarana dan prasarana sanitasi;

- Rencana pembiayaan dan pola investasi;

- Rencana pengembangan kelembagaan.

4) Tahap Pembahasan kegiatan dan pelaporan

Melakukan rapat pembahasan bersama Direksi Teknis dan unsur-unsur yang terlibat dalam penyusunan dokumen Review RISPAM.

A.5 KELUARAN

Keluaran yang diharapan dari kegiatan ini adalah dokumen Review Rencana Induk Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM) Kabupaten Kutai Timur yang muatannya sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku sehingga bisa ditindaklanjuti oleh penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum Pemerintah Kabupaten Kutai Timur untuk menjadi dokumen legal Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.

A.6 LANDASAN HUKUM

1. Undang-Undang Nomor 17 tahun 2019 tentang Sumber Daya Air;

2. Undang - undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;

3. Undang-undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup.

4. Undang-undang No. 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang;

5. Undang-undang Nomor 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.

6. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya;

7. Peraturan Pemerintah Nomor 2 tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal.

8. Peraturan Pemerintah Nomor 121 tahun 2015 tentang Pengusahaan Sumber Daya Air.

9. Peraturan Pemerintah Nomor 122 tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minum 10. Peraturan Pemerintah nomor 23 tahun 2006 tentang Badan Layanan Umum;

11. Peraturan Pemerintah Noomor 29 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi;

(11)

12. Peraturan Menteri PUPR Nomor 29/PRT/M/2018 tentang Standar Teknis Standar Pelayanan Minimal Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat.

13. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 114 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah.

14. Peraturan Menteri PUPR Nomor 19/PRT/M/2016 tentang Pemberian Dukungan Oleh Pemerintah Daerah Dalam Kerjasama Penyelenggaraan SPAM.

15. Peraturan Menteri PUPR Nomor 27/PRT/M/2016 tentang Penyelenggaraan SPAM, 16. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 70/2016 tentang Subsidi Tarif Air Minum.

17. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 71 tahun 2016 tentang Perhitungan dan Penetapan Tarif Air Minum.

18. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 907/MENKES/SK/VII/2002 tentang Standar Air Baku.

B. GAMBARAN UMUM KABUPATEN KUTAI TIMUR

B.1 KARAKTERISTIK FISIK DASAR 1. Iklim

Keadaan iklim di Kabupaten Kutai Timur banyak dipengaruhi oleh lintang dan topografi wilayahnya. Kabupaten Kutai Timur beriklim hutan tropika humida dengan suhu udara rata-rata 26 0C, dimana perbedaan suhu terendah dengan suhu tertinggi mencapai 50 – 70 0C. Curah hujan di Kabupaten Kutai Timur bervariasi mulai dari wilayah pantai hingga ke pedalaman yang semakin meningkat. Jumlah curah hujan rata-rata di wilayah kabupaten ini berkisar antara 2000 – 4000 mm/tahun, dengan jumlah hari hujan rata-rata adalah 130-150 hari/tahun. Temperatur rata-rata berkisar antara 26 0C dengan perbedaan antara siang dan malam antara 5 – 7 0C.

2. Kemiringan Lereng

Kondisi kemiringan lereng wilayah Kabupaten Kutai Timur bervariasi, yang terdiri dari:

pantai, dataran, berbukit hingga pegunungan pantai.

- Satuan pegunungan meliputi hampir dua pertiga wilayah yang sebarannya

(12)

- Satuan Pedataran menempati bagian selatan, meliputi pedataran pantai dan di sekitar Sungai Manumbar, Sungai Kaliorang dan Sungai Bengalon dengan kemiringan lereng 0 - 15%.

Gambar 1 Peta Kemiringan Lereng Kabupaten Kutai Timur

3. Morfologi (Bentuk Lahan)

Berdasarkan kondisi morfologinya, Kabupaten Kutai Timur dibagi dalam beberapa satuan morfologi yaitu morfologi pegunungan, morfologi perbukitan bergelombang, morfologi karst, dan morfologi pedataran, dengan uraian sebagai berikut.

- Morfologi pegunungan, morfologi ini hampir dua pertiga wilayah survey membentuk jajaran puncak gunung yang memanjang dengan arah timur – barat dan sebagian dengan arah barat laut – tenggara, puncak yang cukup tunggi terdapat di bagian barat adalah Gunung Kulat dan Gunung Beriun. Pada umumnya gunung-gunung ini memperlihatkan lereng dan tebing yang terjal dengan kemiringan lereng >40o.

- Morfologi perbukitan bergelombang, tersebar secara setempat-setempat di bagian utara selatan dan timur. Keadaan morfologinya bergelombang halus –kasar dan mempunyai lereng antara 15% - 40%. Satuan morfologi ini ditempati oleh beberapa satuan batuan sedimen yang tidak mengalami karstifikasi dan satuan batuan vulkanik yang berupa batuan terobosan.

(13)

- Morfologi Karst, satuan morfologi ini tersusun oleh batu gamping koral, berupa bukit-buit kerucut yang runcing dan lembah yang sempit. Umumnya bukit kerucut ni terdapat di bagian barat, sedangkan di bagian timur bukit kerucut tidak begitu runcing (agak membundar) dan lembahnya luas. Satuan ini didominasi oleh batuan dari formasi Tabalar yang terdiri dari batu gamping berwarna putih, pejal dan di bagian bawahnya berlapis secara selaras tertindih oleh formasi Tindihantu yang terdiri dari batugamping koral. Morfologi Karst di daerah survey mempunyai kemiringan lereng antara 15 - > 40 % . Puncak tertinggi berad di Pegunungan Mangkalit.

- Morfologi pedataran, satuan ini menempati bagian selatan, barat daya dan timur laut, melampar sepanjang garis pantai dengan lebar berkiswar antara 50 – 250 meter. Stuan pedataran ini umumnya menempati pada daerh aliran sungai dan tepian pesisir pantai dengan kemiringan lereng 0-5%, tersusun oleh endapan aluvial yang terdiri atas: kerakal, kerikil, pasir , lanau, lempung, lumpur, sisa tumbuhan dan kepingan cangkang dan koral.

Gambar 2 Peta Morfologi Kabupaten Kutai Timur

(14)

Struktur geologi yang dijumpai di daerah ini adalah sesar, lipatan dan kelurusan yang terdapat dalam batuan tersier dan Pra Tersier. Untuk pola sesarnya tersebut pada umunya sesar normal dan sesar mendatar dengan bentuk perlipatan yang terindikasi sebagai perlipatan berupa sinklin dan antiklin, secara umum sesar maupun bentuk kelurusan yang terjadi berpola barat laut dan barat daya tenggara.

Untuk kegiatan tektonik di daerah ini dimulai masa Plio-Plistosen yang mengakibatkan ketidakselaraan dengan batuan yang lebih tua dan pengaktifan kembali struktur – struktur geologi yang terbentuk sebelumnya.

Gambar 3 Peta Geologi Kabupaten Kutai Timur

5. Hidrogeologi

Sumber daya air di Kutai Timur yang dapat dikembangkan adalah sungai bawah tanah, mata air, air permukaan dan air tanah.

Air yang terdapat di dalam tanah atau batuan tidak dapat dipisahkan dengan proses karstifikasi yang membentuk bentang alam karst. Hidrologi karst juga merupakan interaksi aktif antara batuan yang mudah larut (batu gamping) dengan air meteorik (hujan) salah satunya membentuk pola aliran sungai bawah tanah yang bergerak melalui saluran.

Kawasan karst mempunyai cadangan sumber daya air bawah tanah yang potensial karena air yang merasap ke dalam batu gamping, kemudian tertampung dan terdistribusikan di sepanjang sistem percelahan dan lorong bawah tanah (gua) sebagai aliran sungai bawah

(15)

tanah, kadang-kadang aliran sering mengalami penundaan dalam penyaluran sebelum keluar menjadi mata air.

Beberapa mata air yang terdapat di tekuk bukit bukit batu gamping yang muncul adalah akibat terpotongnya muka air tanah oleh bidang topografi. Di Kutai Timur sering dijumpai mata air yang cukup potensial yang mana oleh penduduk setempat air tersebut disalurkan ke kampung-kampung terdekat dengan cara menggunakan jaringan pipa dan setempat telah dimanfaatkan untuk irigasi pertanian.

Sungai-sungai yang mengair di bagian barat Kutai Timur (sekitar gunung Sekerat) mempunyai pola aliran subretangular dengan sungai utama adalah sungai Kaliorang yang mengalir dari arah Barat ke Timur dan bermuara d teluk Golok sekitar selat Makasar.

Sungai – sungai lainnya bersifat musiman kecuali sungai Selangkau dan Lubuktutung.

Sedangkan di Kutai Timur bagian Timur (sekitar pegunungan Mangkaliat), sungai yang berhulu di pegunungan Mangkaliat mempunyai pola aliran sugai subradier, sebagian wilayah ini aliran sungainya masuk ke dalam tanah melalui rucutan (sink) yang ada, beberapa sungai besar yang megalir di daerah ini antara lain S. Manumbar dan S.

Sembalun, sedang sungai-sungai kecil lainya umumnya berupa sungai musiman.

Berdasarkan Peta Cekungan Air Tanah yang diterbitkan oleh Direktorat Gelogi Tata Lingkungan dan Pertambangan - Departemen Energi Dan Sumber Daya Mineral 2004, Cekungan Air Tanah (CAT) yang terdapat di Kabupaten Kutai Timur adalah:

 CAT Muarakarangan tersebar disebagian wilayah Kecamatan Sangkurilang.

 CAT Mangkaliat tersebar disebagian wilayah Kecamatan Sandaran.

 CAT Teluk Sumbang tersebar disebagian wilayah Kecamatan Sandaran.

 CAT Samarinda tersebar di Kecamatan Sangata yang berbatasan dengan Kota Bontang.

(16)

Gambar 4 Peta Hidrogeologi Kabupaten Kutai Timur

6. Geografi

Kabupaten Kutai Timur secara geografis terletak pada 115 o 56’26” Bujur Barat 118o58’19”

Bujur Timur dan 1 o 52’39” Lintang Utara 0 o 02’11” Lintang Selatan. Pada awal dibentuk, Kabupaten Kutai Timur terdiri dari 5 kecamatan namun berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur Nomor 16 Tahun 1999, kecamatan di Kutai Timur dimekarkan menjadi 11 kecamatan dan pada Tahun 2005 berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Kutai Timur Nomor 12 Tahun 2005 dimekarkan lagi menjadi 18 kecamatan.

Batas-batas wilayah Kabupaten Kutai Timur secara administratif, adalah:

 Sebelah Utara: Berbatasan dengan Kecamatan Talisayan dan Kecamatan Kelay (Kabupaten Kutai Timur);

 Sebelah Selatan: Berbatasan dengan Kecamatan Bontang Utara (Kota Bontang), Kecamatan Marang Kayu dan Kecamatan Muara Karam (Kabupaten Kutai Kartanegara);

 Sebelah Timur: Berbatasan dengan Selat Makassar dan Laut Sulawesi;

 Sebelah Barat: Berbatasan dengan Kecamatan Kembang Janggut dan Kecamatan Tabang (Kabupaten Kutai Kartanegara).

Secara administratif pemerintahan, saat ini Kabupaten Kutai Timur memiliki 18 wilayah kecamatan. Sebelum diresmikan menjadi kabupaten baru, Kabupaten Kutai Timur hanya memiliki 5 kecamatan yaitu Kecamatan Sangatta, Muara Bengkal, Muara Ancalong, Muara Wahau dan Sangkulirang. Untuk memudahkan koordinasi pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan, Pemkab Kutai Timur dengan Perda Nomor 16 Tahun 2000 meresmikan 6

(17)

kecamatan baru, yaitu Kecamatan Busang, Telen, Kongbeng, Bengalon, Kaliorang, dan Sandaran (Gambar 2.1).

Berdasarkan aspek geografis, wilayah kabupaten dengan Ibukota Sangatta ini mempunyai posisi yang strategis baik di tingkat Provinsi Kalimantan Timur maupun regional Kalimantan yang didasari pada beberapa hal yaitu :

1. Terletak pada poros regional lintas trans Kalimantan yang menghubungkan wilayah Kalimantan Utara dengan jalur Kabupaten Nunukan – Malinau – Bulungan (Kota Tanjung Selor) – Kutai Timur (Kota Tanjung Redeb) ke Kota Samarinda langsung ke Balikpapan serta ke Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat;

2. Terletak pada poros pertumbuhan kawasan ekonomi terpadu SASAMBA (Samarinda- Samboja-Balikpapan) dan kawasan segitiga pertumbuhan Bontang-Sangatta-Muara Wahau dan Sangkulirang;

3. Terletak di sepanjang Selat Makassar yang merupakan alur pelayaran nasional, regional dan internasional. Posisi strategis ini juga didukung dengan berbagai faktor internal yang ada di Kabupaten Kutai Timur antara lain:

a. Kekayaan sumberdaya alam yang sangat besar, meliputi sumberdaya alam batubara, minyak bumi dan sumberdaya mineral industri (granit, pasir kuarsa, lempung, batu gamping, dsb.);

b. Kekayaan sumberdaya kehutanan dan keanekaragaman hayati.

Kekayaan sumberdaya kelautan (perikanan, dsb.) Kabupaten Kutai Timur mempunyai potensi sumberdaya alam yang besar, baik berupa bahan tambang, hutan, pertanian dan lain-lain. Apabila sumberdaya alam tersebut tidak dikelola maka akan menimbulkan dampak buruk bagi kualitas lingkungan hidup.

Kabupaten Kutai Timur memiliki luas wilayah 35.747,50 km2 atau 17% dari luas wilayah Provinsi Kalimantan Timur. Selanjutnya luas wilayah dapat dirinci menurut luas wilayah per kecamatan sebagai berikut.

Tabel 1 Luas Daerah Menurut Kecamatan di Kabupaten Kutai Timur, 2020

Kecamatan Ibukota Kecamatan Luas km2

Muara Ancalong Kelinjau Ilir 2.739,30

Busang Long Lees 3.721,62

Long Mesangat Sumber Sari 526,98

Muara Wahau Muara Wahau 5.724,32

Telen Juk Ayak 3.129,61

Kongbeng Miau Baru 581,27

Muara Bengkal Muara Bengkal Ulu 1.522,80

(18)

Kecamatan Ibukota Kecamatan Luas km2

Sangkulirang Benua Baru Ilir 3.322,58

Kaliorang Bangun Jaya 438,91

Sandaran Manubar 3.419,30

Kaubun Bumi Etam 257,45

Karangan Karangan Hilir 3.064,36

Kutai Timur Sangatta Utara 35.747,50

Sumber: Kabupaten Kutai Dalam Angka 2021

Berdasarkan Tabel 2.1. Kabupaten Kutai Timur memiliki 18 kecamatan yang terbentuk sejak 2005 yang terbagi dalam 132 desa dan 2 kelurahan. Kecamatan yang memiliki desa terbanyak adalah Kecamatan Sangkulirang sebanyak 15 desa, sedangkan yang memiliki desa paling sedikit adalah Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan yaitu masing- masing hanya 3 desa dan 1 kelurahan.

Gambar 5 Peta Administrasi Kabupaten Kutai Timur

7. Topografi

Topografi Kabupaten Kutai Timur bervariasi berupa dataran landai, bergelombang hingga berbukit-bukit dan pegunungan serta pantai dengan ketinggian tanah bervariasi antara 0 - 7 m hingga lebih dari 1000 meter dari permukaan laut. Sebagian besar wilayah Kabupaten Kutai Timur mempunyai kelerengan diatas 15%, dengan total luas wilayah 2.516.233 Ha (76.37% dari total luas lahan). Wilayah dengan kelerengan di atas 40% mempunyai areal yang cukup luas, tersebar diseluruh wilayah, khususnya terkonsentrasi di bagian barat laut dengan ketinggian lebih 500 meter di atas permukaan laut. Wilayah dengan

(19)

karakteristik topografi seperti ini termasuk dalam kategori lahan kritis yang sangat potensial mengalami degradasi lingkungan berupa erosi tanah.

Wilayah dengan kelerengan dibawah 15% (< 2 s/d 15) merupakan Kawasan yang relatif datar dan landai, dengan luas 778.686 Ha (23,63%). Kawasan ini hanya terdapat di Kecamatan Sangatta, Muara Bengkal, Muara Ancalong dan sebagian Muara Wahau dan Sangkulirang. Daerah yang berbatasaan dengan Kabupaten Kutai Timur pada Kecamatan Sangkulirang, Muara Wahau dan Muara Ancalong merupakan daerah pegunungan kapur.

Wilayah dengan daerah pegunungan dan perbukitan mempunyai areal paling luas yaitu 1.608.915 Ha dan 1.429.9222,5 Ha.

Gambar 6 Peta Topografi Kabupaten Kutai Timur

B.2 PENGUNAAN LAHAN

Penggunaan lahan di Kabupaten Kutai Timur cukup bervariasi. Sebanyak 43,08 persen di antaranya merupakan lawasan hutan. Hutan di Kutai Timur dikasifikasikan menjadi: Hutan

(20)

Lahan pertanian sebanyak 9,28 persen atau sekitar 296.119,33 ha. Berdasarkan jumlah ini dibagi untuk pemanfaatan perkebunan, sawah, dan lahan pekarangan. Penggunaan lahan di Kabupaten Kutai Timur paling banyak untuk aktivitas pertambangan batubara yaitu sebesar 0,70 persen atau sekitar 22.410,51 ha.

Tabel 2 Penggunaan Lahan Menurut Kawasan di Kabupaten Kutai Timur

No Kawasan Luasan (ha)

I Kawasan Lindung 722.935,06

- Hutan Lindung 397.098,56

- Kaw. Resapan Air 9.646,38

- Konservasi Mangrove 12.626,87

- Kaw. Gambut 33.611,32

- Karst 58.133,11

- KSA/KPA 187.877,62

- Hutan Kota 41,92

- Taman Wisata Alam 33,88

- Tubuh Air 23.865,39

II Kawasan Budidaya Kehutanan 1..491.841,86

- Hutan Produksi 668.924,10

- Hutan Produksi/APL 21.809,49

- Hutan Produksi/HPK 24.078,43

- Hutan Produksi Konversi 61.739,10

- Hutan Produksi konversi/APL 1.540,25

- Hutan Produksi Terbatas 707.832,82

- Hutan Produksi Terbatas/APL 468,32 - Hutan Produksi Terbatas/HPK 5.449,35 III Kawasan Budidaya Nonkehutanan 1.120.445,29

- Perkebunan 892.580,59

- Permukiman Perkotaan 9.517,62

- Permukiman Pedesaan 77.396,83

- Kawasan Bukit Pelangi 280,25

- Pertambangan 17.521,16

- Pertanian Tanaman Pangan 46.265,79

- Kaw. Food Estate 62.546,78

- Kaw. Industri 4.942,02

- Waduk/ Bendungan 3.440,56

- KIPI/Maloy 5.272,44

- Kaw. Pelabuhan 120,9

- Pelabuhan BatuBara 120,9

Sumber: BPS, Kabupaten Kutai Timur Dalam Angka Tahun 2014

(21)

B.3 KONDISI SARANA DAN PRASARANA 1. Air Limbah

Sistem pengelolaan limbah di Kabupaten Kutai Timur meliputi:

1. Sistem pembuangan limbah domestik komunal dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) domestik; dan

2. Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Batotak.

Menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur jumlah keluarga dengan akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak (jamban sehat) pada tahun 2020 sebanyak total 123.722 atau 94,1%.

2. Persampahan

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kutai Timur, saat ini tingkat pelayanan pengelolaan sampah di Kabupaten Kutai Timur pada tahun 2019 yaitu sebesar 43,24% dan pada tahun 2020 sebesar 44,78% dengan cakupan pelayanan dua kecamatan yaitu Kecamatan Sangatta Utara dan Kecamatan Selatan. Menurut Peraturan Bupati Nomor 19 tahun 2017 tentang Pembentukan dan Organisasi serta Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Kebersihan pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kutai Timur, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sendiri dibawahi oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kebersihan yang tugasnya adalah mengawasi kebersihan dan penanganan sampah wilayah. Terdapat dua UPT yang ada di Kabupaten Kutai Timur yaitu UPT Sangatta Selatan dan UPT Sangatta Utara. Sedangkan kecamatan diluar itu, pelayanan pesampahan dikelola oleh setiap desa atau biasa disebut BUMDes atau Badan Usaha Milik Desa, dimana yang desa itu sendiri memfasilitasi pelayanan pengelolaan sampah secara mandiri dengan alat angkut yang beragam dan pola pengumpulan yang berbeda-beda.

Beberapa wilayah pedesaan di Kabupaten Kutai Timur yang tidak memperoleh pelayanan persampahan biasanya akan melakukan pemusnahan sampah secara mandiri yaitu dengan cara membakar sampahnya atau membuang sampahnya ke badan sungai.

3. Drainase

Sistem jaringan drainase pada wilayah perencaraan ada dua jenis, yaitu saluran drainase primer dan saluran drainase sekunder. Sistem saluran drainase primer meliputi seluruh sungai pada wilayah perencanaan yang tersebar di seluruh kecamatan. Mulai dari hulu sungai pada Kecamatan Muara Wahau, Busang dan Muara ancalong hingga ke seluruh sungai yang tersebar di wilayah perencanaan. Untuk sungai yang terpanjang terletak di Kecamatan Muara Wahau dengan panjang 319 Km.

(22)

4. Listrik

Pada tahun 2020 PLN Kutai Timur memproduksi tenaga listrik sebesar 194 juta KWh yang terjual sebanyak 255 juta KWh. Terlihat terjadi peningkatan produksi dan konsumsi listrik.

Peningkatan terjadi diakibatkan pemasangan intalasi listrik di Kabupaten Kutai Timur yang terus digenjot dari tahun ke tahun agar tidak ada lagi wilayah di Kabupaten Kutai Timur yang tidak teraliri listrik.

Di Kabupaten Kutai Timur, terdapat satu Kantor Unit Layanan Pelanggan PT. PLN, yaitu PLN ULP Sangatta. tercatat jumlah pelanggan PLN ULP Sangatta tahun 2020 adalah 70.769 atau naik 9.400 pelanggan dibanding 2019.

5. Telekomunikasi

Di ibukota Kabupaten Kutai Timur telah terpasang Sentral Telepon Otomat untuk melayani kebutuhan dasar telekomunikasi, bisnis dan aktifitas lainnya. Selain itu juga dapat dilakukan komunikasi jarak jauh dengan jaringan komunikasi selular: Telkomsel, Satelindo, Excelcom. Untuk wilayah perdesaan ketiga jenis jaringan telekomunikasi tersebut sebagian ada yang sudah beroperasi dan sebagian wilayah perdesaan lainnya sedang dalam taraf persiapan. Adapun jumlah menara telekomunikasi di Kutai Timur yang tercatat adalah sebanyak 201 menara.

Permasalahan yang ada dalam sektor telekounkasidi Kalimatan Timur antara lain belum meratanya pengembangan sarana dan prasarana telekomunikasi (BTS) khususnya di wilayah perdesaan, serta layanan masyarakat berbasis ICT (Information and Communication Technology) belum optimal.

6. Jalan

Jalan dan jembatan merupakan prasarana yang sangat penting bagi penunjang sarana angkutan darat. Sesuai dengan fungsinya, kondisi jalan sangat mempengaruhi kelancaran hubungan dari satu wilayah ke wilayah lain. Pada tahun 2020, panjang jalan di Kabupaten Kutai Timur adalah 1.647,76 Km, dengan 387,54 Km jalan dengan tingkat kewenangan Negara, 156,45 Km jalan dengan tingkat kewenangan Provinsi, dan 1.105,77 Km jalan dengan tingkat kewenangan kabupaten.

Jika ditinjau menurut kondisi jalan pada tahun 2020, 32,58% kondisi jalan di Kabupaten Kutai Timur masih dikategorikan rusak, dan hanya 12,11% saja jalan yang dikategorikan dalam kondisi baik.

Kondisi jalan yang kurang baik/rusak dapat mengakibatkan suatu wilayah menjadi terisolir dan perkembangannya menjadi tertinggal dari daerah lain.

7. Irigasi

Daerah irigasi yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi, terdiri atas:

(23)

 Daerah Irigasi Kaubun di Kecamatan Kaubun;

 Daerah Irigasi Sumbersari;

 Daerah Irigasi Muara Ancalong;

 Daerah Irigasi Tanah Abang;

 Daerah Irigasi Santan;

 Daerah Irigasi Kaliorang; dan

 Daerah irigasi Kaubun Makroman.

8. Objek Wisata

Kabupaten Kutai Timur memiliki Obyek Wisata yang beragam, baik wisata alam, agrowisata, maupun wisata budaya. Wisata alam di daerah ini antara lain berupa keindahan laut dan pegunungan yang terbentang luas, wisata hutan tropis yang lebat, dengan keanekaragaman jenis flora dan fauna yang terdapat di Kawasan Taman Nasional Kutai serta wisata budaya meliputi peninggalan sejarah dan keanekaragaman tradisi, kesenian lokal yang menarik.

Wisata alam yang terdiri dari wisata bahari, pantai, petualangan dan wisata alam buatan.

Wisata ini terdapat di sepanjang pesisir Kabupaten Kutai Timur, dan Khusus untuk wisata bahari yang sudah akan dikembangkan adalah di Kecamatan Sangkulirang (Pulau Birahbirahan). Dan untuk Wisata pantai yang menjadi tujuan wisatawan adalah Pantai Teluk Lombok dan Aquatik.

Wisata budaya yang terdiri dari tari tradisional, seni teater, band, drama, orkes melayu, musik tingkilan, rebana, hadrah dan kesenian dari masyarakat pendatang yang berkembang di daerah Kabupaten Kutai Timur antara lain: Kuda Kepang, Ludruk, Ketoprak, Wayang Kulit, Barongsai, Tari dan Modeling, Sandur, Karawitan, Reog, Sinden, Obyek Wisata ini berkembang di daerah Kabupaten Kutai Timur dan tersebar di semua kecamatan.

9. Sarana Pendidikan dan Kesehatan

Kemajuan dunia pendidikan pada suatu wilayah tidak lepas dari campur tangan pemerintah baik pemerintah pusat maupun daerah. Salah satu wujud peran serta pemerintah dalam kemajuan dunia pendidikan adalah peningkatan jumlah sekolah daritahun ke tahun. Sampai dengan tahun 2020, jumlah sekolah yang ada di Kabupaten Kutai Timur berdasarkan tingkat pendidikan adalah TK (Taman Kanak-Kanak) sebanyak

(24)

Pada tahun 2019, Kabupaten Kutai Timur tercatat memiliki 4 rumah sakit, 21 puskesmas, 110 balai pengobatan, dan 316 posyandu yang tersebar di kecamatan. Jumlah ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya.

Sedangkan mengenai tenaga kesehatan, Kabupaten Kutai Timur memiliki tenaga medis sejumlah 145 orang, tenaga keperawatan sebanyak 547 orang, tenaga kebidanan sejumlah 476 orang, tenaga kefarmasian sebanyak 82 orang, serta tenaga kesehatan di bidang gizi sebanyak 25 orang. Pada tahun 2019, Kutai Timur memiliki 71 dokter umum, 25 dokter gigi, 46 dokter spesialis, serta 3 dokter gigi spesialis dan dokter gigi subspesialis.

Ketersediaan jumlah tenaga medis di Kutai Timur masih mengalami ketimpangan di mana jumlah dokter, baik dokter umum maupun spesialis masih banyak terdapat di kecamatan Sangatta Utara sebagai ibu kota kabupaten.

B.4 KONDISI SOSIAL EKONOMI 1. Kependudukan

Karakteristik wilayah Kabupaten Kutai Timur yang sangat luas namun jumlah penduduk yang tidak banyak menyebabkan kepadatan penduduk di Kabupaten Kutai Timur tahun 2020 hanya mencapai 12 jiwa/km2.

Kepadatan Penduduk di 18 kecamatan cukup beragam dengan kepadatan penduduk tertinggi terletak di Kecamatan Sangatta Utara sebagai ibu kota pusat pemerintahan memiliki nilai kepadatan penduduk yang sangat tinggi dengan kepadatan sebesar 98 jiwa/km2 dan terendah di Kecamatan Busang sebesar 2 jiwa/km2. Terjadinya kepadatan penduduk yang tinggi bisa disebabkan karena kecenderungan penduduk untuk memilih tempat tinggal yang baik, strategis, tanah subur, cukup air dan daerah yang aman.

Sangatta Utara, Bengalon, dan Sangatta Selatan adalah 3 kecamatan dengan urutan teratas yang memiliki jumlah penduduk terbanyak yang masing-masing berjumlah 122.839 jiwa, 41.154 jiwa, dan 30.977 orang. Sedangkan kecamatan yang paling sedikit penduduknya yakni Busang sebanyak 5.890 jiwa.

Tabel 3 Luas Wilayah, Penduduk, Persentase Penduduk, dan Kepadatan Penduduk Kabupaten Kutai Timur menurut Kecamatan, 2020

Kecamatan Luas Wilayah

(km2) Penduduk

Persentase Penduduk

%

Kepadatan Penduduk

Muara Ancalong 2.739,9 14.489 3,41 5,29

Busang 3.721,62 5.890 1,39 1,58

Long Mesangat 526,98 7.427 1,75 14,09

Muara Wahau 5.724,32 30.830 7,27 5,39

Telen 3.129,61 10.752 2,53 3,44

Kongbeng 581,27 30.504 7,19 52,48

Muara Bengkal 1.522,8 14.241 3,36 9,35

Batu Ampar 204,5 8.069 1,90 39,46

Sangatta Utara 1.262,59 122.839 28,95 97,29

Bengalon 3.196,24 41.154 9,70 12,88

(25)

Kecamatan Luas Wilayah

(km2) Penduduk

Persentase Penduduk

%

Kepadatan Penduduk

Teluk Pandan 831 14.933 3,52 17,97

Sangatta Selatan 1.660,85 30.977 7,30 18,65

Rantau Pulung 143,82 12.305 2,90 85,56

Sangkulirang 3.322,58 23.501 5,54 7,07

Kaliorang 438,91 15.333 3,61 34,93

Sandaran 3.419,3 11.920 2,81 3,49

Kaubun 257,45 15.794 3,72 61,35

Karangan 3.064,36 13.376 3,15 4,37

Kutai Timur 35.748,1 424.334 100 11,87

Sumber: Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Kutai Timur - Diolah, 2021

Berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Kutai Timur penduduk Kabupaten Kutai Timur tahun 2020 sebanyak 424.334 jiwa yang terdiri atas 226.969 jiwa penduduk laki-laki dan 197.365 jiwa penduduk perempuan. Sementara itu besarnya angka rasio jenis kelamin tahun 2020 sebesar 115. Rasio Jenis Kelamin (Sex Ratio) adalah perbandingan antara jumlah penduduk laki-laki dan perempuan di suatu daerah pada suatu waktu tertentu. Dapat disimpulkan pada tahun 2019, di Kabupaten Kutai Timur terjadi fenomena dalam 100 penduduk perempuan terdapat 115 penduduk laki-laki.

Pertumbuhan penduduk di Kabupaten Kutai Timur selama 10 tahun (tahun 2010 – 2010) untuk masing-masing kecamatan memilik laju pertumbuhan yang variatif, bahkan beberapa kecamatan diantaranya memiliki laju pertambahan penduduk yang negatif.

Tercatat kecamatan dengan laju pertambahan penduduk tertinggi adalah kecamatan Kongbeng sebesar 4,86%, disusul Kaubun 4,40%, dan Kaliorang 3,51%. Sedang kecamatran dengan laju pertambahan penduduk negatif terbesar adalah Teluk Pandan - 5,54%, berikutnya Muara Bengkal -2,01%, dan Busang -0,74%. Kabupaten Kutim lajut pertambahan penduduknya adalah 0,63%.

(26)

Tabel 4 Jumlah Penduduk Kabupaten Kutai Timur Menurut Kecamatan, 2010-2020 No Kecamatan Tahun

2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021*

1 Muara Ancalong 14.031 16.922 18.926 18.853 15.470 13.157 13.067 13.377 14.278 14.574 14.489 14.416 2 Busang 5.914 6.973 8.008 7.866 6.066 5.520 6.174 6.181 6.180 6.053 5.890 5.574 3 Long Mesangat 6.886 8.343 9.690 9.811 7.399 7.235 7.682 7.549 7.252 7.304 7.427 7.032 4 Muara Wahau 21.502 26.474 32.347 37.136 26.624 30.344 26.426 28.014 29.187 30.097 30.830 31.079 5 Telen 8.185 10.365 12.814 12.980 9.706 10.057 11.625 11.475 10.966 10.906 10.752 10.457 6 Kongbeng 16.453 19.220 28.085 31.334 25.184 22.866 27.997 28.444 28.736 29.715 30.504 30.809 7 Muara Bengkal 16.135 18.175 21.962 21.202 16.604 16.698 13.832 14.178 14.346 14.487 14.241 14.086 8 Batu Ampar 6.847 6.897 7.961 7.851 5.924 6.076 7.246 7.386 7.832 8.052 8.069 7.920 9 Sangatta Utara 116.210 144.176 168.036 175.179 130.268 127.817 119.855 120.955 124.789 123.145 122.839 124.183 10 Bengalon 27.158 28.258 49.703 52.821 39.221 38.789 43.086 42.602 40.792 41.267 41.154 41.005 11 Teluk Pandan 21.690 22.415 28.379 30.291 18.754 17.209 16.506 16.178 15.710 15.286 14.933 14.714 12 Sangatta Selatan 34.267 39.125 43.553 44.164 33.403 34.403 31.429 31.585 31.479 31.098 30.977 31.223 13 Rantau Pulung 8.696 10.094 12.014 12.574 9.104 10.083 10.956 11.001 11.460 11.927 12.305 12.601 14 Sangkulirang 24.373 23.391 25.754 26.859 20.560 20.508 22.831 22.906 23.074 23.591 23.501 23.894 15 Kaliorang 9.299 14.389 16.928 17.605 13.056 13.466 14.445 14.448 14.431 14.857 15.333 15.628 16 Sandaran 9.249 10.096 11.810 13.441 9.693 11.130 12.146 12.245 11.712 11.926 11.920 11.044 17 Kaubun 9.171 10.059 13.978 15.875 12.595 14.686 15.700 15.725 15.268 15.533 15.794 15.994 18 Karangan 11.572 15.493 17.775 18.909 13.067 13.464 14.550 14.376 13.268 13.087 13.376 12.788 Kutai Timur 367.638 430.865 527.723 554.751 412.698 413.508 415.553 418.625 420.760 422.905 424.334 424.447

Sumber: Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Kutai Timur, 2021

*) Data Tahun 2021 adalah angka Semester I.

(27)

2. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

Nilai PDRB merupakan hasil penjumlahan nilai tambah bruto seluruh sektor ekonomi yang dihasilkan selama satu tahun. Hasil perhitungan sangat sementara angka nominal PDRB Kabupaten Kutai Timur tahun 2020 sebesar 115,79 triliyun rupiah. Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya angka tersebut mengalami penurunan karena adanya ketidakstabilan harga beberapa komoditas unggulan dan dampak dari pandemi covid-19 yang berperngaruh terhadap aktifiitas perekonomian masyarakat di Kabupaten Kutai Timur.

Seperti kita ketahui bersama bahwa di Kabupaten Kutai Timur terdapat tambang Batubara yang memiliki konstribusi sangat besar dalam pembentukan nilai PDRB. Jika dilihat dari kontribusinya, sektor pertambangan dan penggalian menyumbang 77,74% dari total PDRB pada PDRB ADHB 2020.

Penghitungan PDRB atas dasar harga konstan ditujukan untuk melihat pertumbuhan ekonomi secara riil tanpa dipengaruhi perubahan harga barang dan jasa yang dihasilkan dalam proses pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kutai Timur sebesar -3,21 persen.

Berdasarkan harga konstan 2010, nilai PDRB Kutai Timur pada tahun 2020 mengalami penurunan. Penurunan dipengaruhi oleh terganggunya aktivitas produksi pada seluruh lapangan usaha imbas dari Pandemi Covid-19 yang mengakibatkan anjloknya nilai tambah yang dihasilkan. Nilai tambah atau PDRB Kutai Timur atas dasar harga konstan 2010, hanya mencapai 92,59 triliun rupiah. Angka ini merosot dari 95,66 triliun rupiah pada tahun 2019.

Kondisi ini memberi dampak pada pertumbuhan ekonomi tahun 2020 yakni berkontraksi tinggi atau tumbuh negatif 3,21 persen, jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi tahun sebelumnya yang mampu tumbuh positif 7,99 persen.

Struktur ekonomi merupakan indikator untuk melihat peranan masing-masing sektor terhadap pembentukan PDRB. Sektor Pertambangan dan Penggalian memberikan konstribusi terbesar terhadap pembentukan PDRB Kabupaten Kutai Timur. Besaran nilai konstribusi sektor pertambangan dan penggalian terhadap struktur perekonomian Kabupaten Kutai Timur adalah sebesar 77,74 persen. Sedangkan sektor lain yang juga memberikan nilai konstribusi cukup besar terhadap pembentukan perekonomian Kabupaten Kutai Timur adalah sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan (9,16 persen).

Besarnya peranan berbagai lapangan usaha ekonomi dalam memproduksi barang dan jasa sangat menentukan struktur ekonomi suatu daerah. Struktur ekonomi yang terbentuk dari nilai tambah yang diciptakan oleh setiap lapangan usaha menggambarkan seberapa besar ketergantungan suatu daerah terhadap kemampuan berproduksi dari setiap lapangan usaha. Selama lima tahun terakhir (2016-2020) struktur perekonomian Kutai Timur masih didominasi oleh 3 (tiga) kategori lapangan usaha, diantaranya Pertambangan dan Penggalian; Pertanian, Kehutanan,dan Perikanan; dan Industri Pengolahan. Hal ini dapat dilihat dari peranan masing-masing lapanganusaha terhadap pembentukan PDRB Kutai

(28)

Diantara ketiga lapangan usaha tersebut, Pertambangan dan Penggalian mengalami penurunan peranan. Sebaliknya, Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan serta Industri Pengolahan peranannya mengalami kenaikan. Untuk lapangan usaha lainnya, cenderung berfluktuaksi dan memiliki peranan masing-masing kurang dari 3 persen.

Salah satu penyebab menurunnya peranan Pertambangandan Penggalian adalah berkurangnya luas areal pertambangan, karena semakin lama ketersediaan sumber daya mineral tidak terbarukan tersebut lambat laun akan habis.

Faktor lainnya ialah terjadinya pandemi Covid-19 menyebabkan kondisi ekonomi dunia yang tidak stabil, yang mempengaruhi harga komoditas dan berkurangnya permintaan produk tambang dari luar negeri memicu penurunan peranan lapangan usaha ini utamanya di tahun 2020.

Nilai PDRB per Kapita Kutai Timur atas dasar harga berlaku sejak tahun 2016 hingga 2020 cenderung fluktuatif. Pada tahun 2016 PDRB per kapita tercatat sebesar 331,25 juta rupiah.

Sedangkan pada tahun 2020 nilainya meningkat hingga mencapai 376,19 juta rupiah per kapita seiring dengan peningkatan nilai PDRB dan Jumlah Penduduk.

B.5 FUNGSI DAN PERAN KABUPATEN KUTAI TIMUR 1. Fungsi Kabupaten Kutai Timur

Fungsi Kabupaten Kutai Timur berdasarkan RTRW Nasional adalah sebagai:

1. Didalam sistem perkotaan nasional, Sangata (IIIB) termasuk kedalam kota-kota yang perlu dikembangkan atau ditingkatkan fungsinya sebagai pusat pertumbuhan nasional yaitu sebagai Pusat Kegiatan Wilayah.

2. Penetapan Tanjung Sangatta sebagai pelabuhan pengumpul di dalam RTRWN.

Fungsi Kabupaten Kutai Timur berdasarkan RTRW Provinsi adalah sebagai:

1. Penetapan Sangata sebagai Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) didalam RTRWN telah diakomodir didalam RTRW Provinsi kalimantan Timur. Arahan fungsi utama yang diemban oleh Sangata sebagai PKW adalah : (i) pusat perdagangan dan jasa; (ii) pusat pariwisata budaya; (iii) pusat pemerintahan kabupaten.

2. PKL di Kabupaten Kutai Timur meliputi Muara Bengkal, Muara Wahau, Sangkulirang Dalam RTRW Kabupaten Kutai Timur arahan pembagian pusat-pusat kegiatan di Kabupaten Kutai Timur, yaitu sebagai berikut:

1. PKW, terdapat di Kota Sangatta Kecamatan Sangatta Selatan dan Kecamatan Sangatta Utara.

2. PKL terdiri atas:

a) Sangkulirang di Kecamatan Sangkulirang;

b) Muara Wahau di Kecamatan Muara Wahau; dan c) Muara Bengkal di Kecamatan Muara Bengkal.

3. PPK, terdiri atas:

(29)

b) Kaliorang di Kecamatan Kaliorang.

4. PPL, terdiri atas:

a) Muara Ancalong di Kecamatan Muara Ancalong;

b) Busang di Kecamatan Busang;

c) Kongbeng di Kecamatan Kongbeng;

d) Teluk Pandan di Kecamatan Teluk Pandan;

e) Batu Ampar di Kecamatan Batu Ampar; dan f) Sandaran di Kecamatan Sandaran.

g) Karangan di Kecamatan Karangan

h) Rantau Pulung di Kecamatan Rantau Pulung i) Long Mesangat di Kecamatan Long Mesangat j) Telen di Kecamatan Telen

k) Kaubun di Kecamatan Kaubun

2. Peran Kabupaten Kutai Timur

Peran Kabupaten Berau berdasarkan RTRW Nasional adalah sebagai :

1. Pembangunan jalan bebas hambatan Bontang - Sangata (III/6) dan Sangata - Maloy (IV/6).

2. Pelabuhan Pengumpul di Tanjung Sangatta (II/3) dan Pelabuhan Pelabuhan Angkutan Penyeberangan di Desa Sakka (II/2).

3. Pembangkitan Tenaga Listrik di Kabupaten Kutai Timur (III/ 1)

4. Kawasan Andalan Sangkulirang, Sangata, dan Muara Wahau (Sasamawa) - (II/D/2)

- (II/F/2) - II/B/2 - II/H/2 - II/C.2 - III/E.2 - II/A/2

- industri - perikanan - perkebunan - kehutanan - pertambangan - pariwisata - pertanian

(30)

Samarinda, Sanga-Sanga, Muara Jawa, dan Balikpapan (Provinsi Kalimantan Timur) (ll/A/2).

6. Kawasan Jantung Kalimantan (Heart of Borneo) (Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah) (lll/B/2).

Peran Kabupaten Timur berdasarkan RTRW Provinsi adalah sebagai :

1. Sesuai dengan kewenangan wilayah provinsi, didalam RTRW Provinsi Kalimantan Timur ditetapkan 3 (tiga) Pusat Kegiatan Lokal (PKL) di wilayah Kabupaten Kutai Timur.

2. Arahan pengembangan sistem infrastruktur didalam RTRW Provinsi Kalimantan Timur memberikan arahan dalam sistem transportasi, sistem jaringan energi, kelistrikan dan migas; sistem jaringan sumberdaya air, serta sistem jaringan telekomunikasi.

3. Didalam RTRW Provinsi Kalimantan Timur, merupakan arahan sebaran kawasan lindung.

4. Kawasan-kawasan budidaya ruang daratan di wilayah Kalimantan Timur, mencakup di dalamnya kawasan-kawasan pesisir, lokasinya tersebar ke seluruh wilayah Kabupaten dan Kota. Kawasan-kawasan budidaya di Kabupaten Timur.

5. Penetapan Kawasan Strategis Provinsi

Kawasan strategis provinsi sebagaimana terdiri atas:

a. kawasan yang memiliki nilai strategis dari sudut kepentingan ekonomi yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi provinsi meliputi:

1. Kawasan Industri Oleochemical Maloy di Kabupaten Kutai Timur;

2. Kawasan Agropolitan Regional di Kabupaten Kutai Timur.

b. Kawasan yang memiliki nilai strategis dari sudut kepentingan fungsi dan daya dukung lingkungan hidup di dalam wilayah provinsi meliputi:

3. Kawasan Ekosistem Karst Sangkulirang Mangkalihat; dan

B.6 KEUANGAN DAERAH

Anggaran Pendapatan Kabupaten Kutai Timur pada tahun 2019 adalah Rp2.521.309.628.322,00, sedangkan anggaran belanja Kabupaten Kutai Timur Rp2.817.970.923.000,00. Dari tahun ke tahun, anggaran pendapatan Kabupaten Kutai Timur paling banyak bersumber dari dana perimbangan. Pada tahun 2019 dana perimbangan Kabupaten Kutai Timur mencapai 58,38 persen dari total anggaran pendapatan Kabupaten Kutai Timur. Selama 5 tahun terakhir, anggaran pendapatan dan belanja terbesar ada di tahun 2019.

1. Penerimaan Daerah

Tabel 5 Realisasi Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017-2019 (dalam rupiah)

Uraian Realisasi *)

(31)

Tahun 2017 (Rp) Tahun 2018 (Rp) Tahun 2019 (Rp) PENDAPATAN

DAERAH 2.313.030.073.128,44 3.159.094.050.724,79 3.967.561.012.360,17 PENDAPATAN ASLI

DAERAH 174.641.081.100,59 144.594.266.979,72 207.991.778.309,17 Pajak Daerah 105.236.329.357,00 64.296.215.593,74 109.901.499.522,61 Retribusi daerah 7.272.918.766,00 6.987.885.840,00 9.405.179.349,00 Hasil pengelolaan

keuangan daerah yang dipisahkan

8.414.031.130,64 7.471.365.194,28 7.378.191.206,88 Lain-lain PAD yang sah 53.717.801.846,95 65.838.800.351,70 81.306.908.230,68 PENDAPATAN

TRANSFER 1.975.520.191.118,00 2.829.337.750.981,00 3.534.677.684.615,00 Pendapatan Transfer

Pemerintah Pusat – Dana Perimbangan

1.527.826.847.118,00 2.291.810.160.981,00 2.708.779.804.360,00

Dana Bagi Hasil Pajak 113.389.307.457,00 210.988.623.151,00 224.602.117.809,00 Dana bagi hasil bukan

pajak (Sumber Daya Alam)

722.093.831.363,00 1.369.165.385.570,00 1.707.614.135.375,00

Dana alokasi umum 565.517.743.274,00 552.776.510.000,00 5 84.855.941.000,00 Dana alokasi khusus 126.825.965.024,00 158.879.642.260,00 191.707.610.176,00 Pendapatan Transfer

Pemerintah Pusat – Lainnya

7.500.000.000,00 9.000.000.000,00 33.274.329.000,00

Dana Otonomi Khusus 0,00 0,00 0,00

Dana Penyesuaian 7.500.000.000,00 9.000.000.000,00 33.274.329.000,00 Pendapatan Transfer

Pemerintah Daerah – Lainnya

378.425.844.000,00 440.712.590.000,00 609.873.551.255,00

Pendapatan Bagi Hasil

Pajak 378.425.844.000,00 440.712.590.000,00 609.873.551.255,00 Bantuan Keuangan 61.767.500.000,00 87.815.000.000,00 182.750.000.000,00 Bantuan keuangan

dari Pemerintah Daerah Provinsi lainnya

61.767.500.000,00 87.815.000.000,00 182.750.000.000,00

LAIN-LAIN

PENDAPATAN YANG SAH

162.868.800.909,85 185.162.032.764,07 224.891.549.436,00

Pendapatan Hibah 45.533.263.328,85 44.652.798.981,69 55.630.147.500,00 Pendapatan Lainnya 117.335.537.581,00 140.509.233.782,38 169.261.401.936,00

(32)

Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan

8.376.180.000,00 6.384.944.669,00 Lain-Lain Pendapatan Asli

Daerah Yang Sah

75.007.512.600,00 75.885.361.436,00 Dana Perimbangan 2.342.094.721.000,00 2.304.773.163.000,00 Dana Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil

Bukan Pajak

1.445.618.514.000,00 1.503.360.067.000,00

Dana Alokasi Umum 640.371.096.000,00 571.773.275.000,00

Dana Alokasi Khusus 256.105.111.000,00 229.639.821.000,00 Lain-Lain Pendapatan Daerah

Yang Sah

1.073.121.586.400,00 727.778.257.090,00

Pendapatan Hibah 69.150.198.090,00 69.150.198.090,00

Dana Bagi Hasil Pajak Dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya

624.398.875.310,00 370.570.766.000,00 Dana Penyesuaian dan

Otonomi Khusus

21.627.027.000,00 18.863.980.000,00 Bantuan Keuangan dari

Pemerintah Daerah Provinsi Lainnya

174.500.000.000,00 87.250.000.000,00

Pendapatan Lainnya 183.445.486.000,00 181.943.313.000,00

JUMLAH PENDAPATAN DAERAH

3.628.600.000.000,00 3.190.569.051.195,00

Sumber: Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Timur 2021

*) Lampiran Peraturan Bupati Kabupaten Kutai Timur No 26 Tahun 2020

**Proyeksi BPKAD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020

Tabel 7 Proyeksi Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021 (dalam rupiah)

URAIAN PROYEKSI TAHUN 2021

PENDAPATAN 2.987.797.000.000,00

PENDAPATAN ASLI DAERAH 164.328.835.000,00

Pajak Daerah 83.807.705.850,00

Retribusi Daerah 8.216.441.750,00

Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan 6.573.153.400,00

Lain-lain PAD yang sah 65.731.534.000,00

PENDAPATAN TRANSFER 2.790.602.398.000,00

Pendapatan Transfer Pusat 2.372.012.038.300,00

Dana Perimbangan 2.205.971.195.619,00

Dana Transfer Umum 1.985.374.076.057,10

Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak 1.389.761.853.239,97

- Bagi Hasil Pajak 166.771.422.388,80

- Bagi Hasil Bukan Pajak 1.222.990.430.851,17

Dana Alokasi Umum 595.612.222.817,13

Dana Transfer Khusus 220.597.119.561,90

Dana Alokasi Khusus 220.597.119.561,90

Dana Insentif Daerah 23.720.120.383,00

Dana Desa 142.320.722.298,00

Pendapatan Transfer Antar Daerah 418.590.359.700,00

Dana Bagi Hasil Provinsi 334.872.287.760,00

(33)

Dana Bantuan Keuangan 83.718.071.940,00

LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SAH 32.865.767.000,00

Pendapatan hibah bosnas 32.865.767.000,00

Sumber: Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Timur 2021

2. Pengeluaran Daerah

Tabel 8 Realiasi Belanja Daerah Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017-2019 (dalam rupiah)

Uraian Realisasi*)

Tahun 2017 (Rp) Tahun 2018 (Rp) Tahun 2019 (Rp) BELANJA 2.120.926.482.398,72 2.853.990.613.877,32 3.376.054.592.875,04 BELANJA OPERASI 1.512.870.305.404,52 2.008.394.549.841,33 2.309.944.499.613,03 Belanja Pegawai 593.902.968.771,00 703.515.152.924,25 710.044.009.363,76 Belanja Barang 848.270.525.065,52 1.182.212.489.304,64 1.510.449.236.359,27

Belanja Bunga 0 0 0

Belanja Subsidi 5.351.612.000,00 493.666.000,00 916.478.000,00 Belanja Hibah 62.087.899.568,00 121.418.341.612,44 88.037.993.890,00 Belanja Bantuan Sosial 3.257.300.000,00 754.900.000,00 496.782.000,00 BELANJA MODAL 606.770.976.994,20 843.100.468.535,99 1.064.610.093.262,01 Belanja Modal Tanah 4.377.373.000,00 53.689.563.016,00 35.595.135.488,00 Belanja Modal

Peralatan dan Mesin

155.736.469.081,20 152.056.735.146,99 249.896.990.586,75 Belanja Modal Gedung

dan Bangunan

137.693.732.210,00 117.951.192.790,00 236.642.802.784,00 Belanja Modal Jalan,

Irigasi dan Jaringan

260.938.563.750,00 465.968.018.113,00 478.743.251.738,26 Belanja Modal Aset

Tetap Lainnya

48.024.838.953,00 53.434.959.470,00 63.731.912.665,00 BELANJA TIDAK

TERDUGA

1.285.200.000,00 2.495.595.500,00 1.500.000.000,00

Belanja Tak Terduga 1.285.200.000,00 2.495.595.500,00 1.500.000.000,00 Sumber: Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Timur 2021

Tabel 9 Proyeksi Belanja Daerah Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020 (dalam rupiah)

Uraian Tahun 2020* Tahun 2020 Perubahan**

Belanja Tidak Langsung 1.192.904.315.352,00 1.427.342.135.513,00

Belanja Pegawai 618.752.981.899,00 806.587.440.773,00

Belanja Hibah 122.907.600.000,00 104.312.600.000,00

Belanja Bantuan Sosial 750.000.000,00 -

Belanja Bantuan Keuangan kepada Pemerintahan Desa

449.993.733.453,00 410.442.094.740,00

(34)

*) Lampiran Peraturan Bupati Kabupaten Kutai Timur No 26 Tahun 2020

**Proyeksi BPKAD Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020

Tabel 10 Proyeksi Belanja Daerah Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021 (dalam rupiah)

Uraian Tahun 2021 (Rp)

BELANJA OPERASI 1.329.660.244.224,00

Belanja Pegawai 981.445.183.168,00

Belanja Barang dan Jasa 332.415.061.056,00

Belanja Bunga 0

Belanja Subsidi 0

Belanja Hibah 15.000.000.000,00

Belanja Bantuan Sosial 800.000.000,00

BELANJA MODAL

1.306.473.755.776,00 Belanja Tanah

Belanja Peralatan dan Mesin Belanja Jalan

Belanja Irigrasi dan Jaringan Belanja Modal dan Aset Tetap

BELANJA TAK TERDUGA 1.500.000.000,00

Belanja Tak Terduga 1.500.000.000,00

BELANJA TRANSFER 350.163.000.000,00

Belanja Bagi Hasil Pajak Daerah dan Retribusi 8.081.750.000,00

Belanja Bantuan Keuangan Desa dan Parpol 222.688.250.000,00

Belanja Dana Desa 119.393.000.000,00

TOTAL BELANJA 2.987.797.000.000,00

Sumber: Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Timur 2021

3. Pembiayaan Daerah

Tabel 11 Realisasi Pembiayaan Daerah Kabupaten Kutai Timur Tahun 2017-2019 (dalam rupiah)

Uraian Realisasi

Tahun 2017 (Rp) Tahun 2018 (Rp) Tahun 2019 (Rp) PEMBIAYAAN DAERAH 16.944.834.473,08 31.095.984.483,80 23.432.241.233 Penerimaan Pembiayaan 16.944.834.473,08 31.095.984.484 23.432.241.233 Sisa lebih perhitungan

anggaran tahun

sebelumnya (SILPA)

16.944.834.473,08 23.432.241.233,27 31.095.984.483,80

Pinjaman Dalam Negeri 0,00 0,00 0,00

Penerimaan Kembali Piutang

0,00 0,00 0,00

Pengeluaran Pembiayaan

0,00 0,00 0,00

Penyertaan Modal (Investasi) Pemerintah Daerah

0,00 0,00 0,00

Pembayaran Pokok 0,00 0,00 0,00

Gambar

Tabel 3 Luas Wilayah, Penduduk, Persentase Penduduk, dan Kepadatan Penduduk  Kabupaten Kutai Timur menurut Kecamatan, 2020
Tabel 4 Jumlah Penduduk Kabupaten Kutai Timur Menurut Kecamatan, 2010-2020  No  Kecamatan  Tahun
Tabel 9 Proyeksi Belanja Daerah Kabupaten Kutai Timur Tahun 2020 (dalam rupiah)
Tabel 10 Proyeksi Belanja Daerah Kabupaten Kutai Timur Tahun 2021 (dalam rupiah)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Sesuai ketentuan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 sebagaimana telah diubah beberapa

bahwa dengan memperhatikan ketentuan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006

bahwa berdasarkan ketentuan dalam Pasal 39 ayat (1) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri

bahwa dengan telah ditetapkannya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 tahun 1998 tentang Kepengurusan Perusahaan Daerah Air Minum dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1

Berdasarkan Peraturan Direksi PERUMDA Air Minum Tirta Rangga Nomor : 01 Tahun 2020 tentang penghargaan kepada pelanggan PERUMDA Air Minum Tirta Rangga Kabupaten Subang, yang

bahwa sesuai dengan ketentuan Pasal 105A Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13

bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 18 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 64 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat

bahwa dalam rangka pelaksanaan ketentuan Pasal 47 Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri