,/
FAKTOR PENYEBAB MASALAH DALAM BELAJAR PESERTA DIDIK DI KELAS XI SMA NEGERI I RAO
KABUPATEN PASAMAN
ARTIKEL
0leh:
ZULPAN EFEI\DI
IYPM:1f060164PROGRAM
STUDIBIMBINGAN DA}[ KONSELING Sf,KOI.AH TINGGI
KEGT'RUAN DAI\{ILMU PENDIDIKAN
(STKIP) PGRI
SUMATERA BARAT
PADANG2016
tr
I i
l I
I{
!I
I
,l
i.F A K T O R P E N Y E B A B M A S A L A H D A L A M B E L A J A R P E S E R T A D I D I K D I K E L A S X I S M A N E G E R I I R A O K A B U P A T E N
P A S A M A N
By:
Zulpan Efendi * Ahmad Zaini, S.Ag., M.Pd. **
Suryadi, M.Pd. **
Student Guidance and Counseling STKIP PGRI West Sumatra
ABSTRACT
This research is motivated by the presence of students who lack motivation in learning, less concerned about the material identified by the teachers, indifferent to the teacher's explanations, not serious when asked, no concentration in the study, less doing the exercises the formula given by the teacher (not task) less pecaya in asking, have a habit of studying irregular.
The purpose of this study was to mendreskripsikan: 1). Physical factors, 2). Psychological factors, 3). Family factors, 4). Factors school. 5). Community factors.
This research is quantitative descriptive. Sampling was conducted using simple random sampling technique. The study population is students SMA N 1 Rao Pasaman of class XI totaling 286 people. A sample of 74 people. The instrument used in this study was a questionnaire. Data analysis technique used is the technique level of achievement and techniques percentage of respondents
.The results of this study revealed that the factors causing problems in learning can be seen from 1) physical factors that are in the moderate category. 2) psychological factors are in many category 3). family factors in middle category, 4) school factors are in many categories. 5) community factors are in many categories. Based on the results of the study can be recommended to students in order to still be able to know how factors that cause problems in learning so that learners can avoid and enthusiasm in learning.
Keywords: Causes Problems in Learning
PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan, yang mana pendidikan akan mendorong manusia untuk belajar aktif, madiri dan memberdayakan semua potensi yang ada dalam dirinya.
Sebagaimana yang dijelaskan dalam Undang- undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa:
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana Penyelenggaraan setiap jenis dan jenjang pendidikan, belajar adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental. Nasution (2011:61) menyimpulkan, belajar adalah usaha untuk menyesuaikan diri terhadap kondisi-kondisi
atau situasi-situasi di sekitar kita. Sedangkan menurut Djamarah (2002:2) belajar adalah aktivitas yang dilakukan individu secara sadar untuk mendapatkan sejumlah kesan dari apa yang telah dipelajari dan sebagai hasil dari interaksinya dengan lingkungan sekitarnya.
Menurut Gagne (Susanto, 2012:1) belajar dapat didefinisikan sebagai suatu proses dimana suatu organisme berubah perilakunya sebagai akibat pengalaman.
Jadi, dapat dipahami bahwa belajar sangat penting. Dengan memiliki proses belajar yang baik dan optimal untuk melakukan kegiatan belajar, besar kemungkinan peserta didik yang belajar itu akan memperoleh hasil belajar yang baik.
Sebaliknya jika belajar peserta didik untuk
belajar kurang baik dan kurang optimal ada kemungkinan peserta didik tersebut akan memperoleh hasil belajar yang kurang baik.
Hal ini dikarenakan proses belajarnya tidak berlangsung secara baik dan sempurna.
Menurut Aunurrahman (2009:177) adapun masalah belajar ialah: masalah internal dan masalah eksternal. Masalah Internal adalah: ciri khas/karakter peserta didiksikap terhadap belajar, motivasi belajar, konsentrasi belajar, mengolah bahan belajar, menggali hasil belajar, rasa percaya diri, kebiasaan belajar. Sedangkan faktor eksternal belajar adalah: faktor guru, faktor sosial, sarana dan prasarana. Selanjutnya, Syah mengemukakan (2008:132) bahwa faktor yang menimbulkan masalah belajar adalah faktor eksternal adalah faktor lingkungan sosial dan lingkungan non sosial.
Belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku seseorang.
Sebagaimana Slameto (2010:2) menyatakan bahwa belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.
Sejalan dengan pendapat di atas Djamarah (2002:13) menjelaskan bahwa belajar merupakan serangkaian kegiatan jiwa raga utuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungan yang menyangkut kognitif, afektif dan psikomotor.
Dalyono (2007:212) menjelaskan bahwa belajar merupakan suatu perubahan dalam tingkah laku, dimana perubahan itu dapat mengarah kepada tingkah laku yang lebih baik, tetapi juga ada kemungkinan mengarah kepada tingkah laku yang lebih buruk.
Menurut Aunurrahman (2009:177) adapun masalah belajar ialah: masalah internal dan masalah eksternal. Masalah Internal adalah: ciri khas/karakter peserta didiksikap terhadap belajar, motivasi belajar, konsentrasi belajar, mengolah bahan belajar, menggali hasil belajar, rasa percaya diri, kebiasaan belajar. Sedangkan faktor eksternal belajar adalah: faktor guru, faktor sosial, sarana dan prasarana. Selanjutnya, Syah mengemukakan (2008:132) bahwa faktor yang menimbulkan masalah belajar adalah faktor eksternal adalah faktor lingkungan sosial dan lingkungan non sosial. Berdasarkan pendapat di atas disimpulkan bahwa setiap peserta didik memiliki kebutuhan sebagai seorang peserta didik yang harus dapat terpenuhi. Jadi, ketika
kebutuhan tersebut tidak dapat terpenuhi secara maksimal maka proses belajar di kelas akan terganggu yang mana nantinya akan berakibat kepada ketidaknyamanan saat berada di kelas.
Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan pada tanggal 17 Oktober 2015 dengan 3 orang guru mata pelajaran bahwa adanya peserta didik yang kurang memiliki motivasi dalam belajar, kurang peduli terhadap materi yang dijelaskan oleh guru, acuh dengan penjelasan guru, tidak serius ketika bertanya, tidak kosentrasi dalam belajar, kurang mengerjakan latihan-latihan rumus yang diberikan oleh guru(tidak mengerjakan tugas) kurang pecaya diri dalam bertanya, mempunyai kebiasaan belajar yang tidak teratur. Jika hal ini terus dibiarkan, akan berdampak buruk pada hasil belajar peserta didik.
Selanjutnya, berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan 6 orang peserta didik pada tanggal 17 Oktober 2015 masih ada sebagian temannya yang kurang motivasi dalam belajar dapat dilihat dari faktor kesehatan bahwasanya daya tahan tubuhnya rendah karena kurang tidur, kurang peduli terhadap materi yang dijelaskan oleh guru, disebabkan metode belajar kurang menarik.
Takut ketika bertanya karena tidak percaya diri dengan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Tidak konsentrasi dalam belajar akibat dari posisi kelas yang berdekatan dengan toilet sekolah. Malas untuk mengerjakan latihan dirumah karena suasana rumah dan alat-alat belajar tidak lengkap.
Tidak mampu menangkap materi yang dijelaskan guru karena belum makan dan faktor kelelahan. Sulit untuk mengingat kembali materi yang diajarkan sebelumnya karena kesibukkan di luar sekolah.
Berdasarkan identifikasi masalah diatas, batasan masalah dalam penelitian ini dibatasi pada faktor penyebab masalah dalam belajar peserta didik yang difokuskan:
1. Masalah belajar peserta didik yang dilihat dari faktor internal di kelas XI SMA N 1 Rao.
2. Masalah belajar peserta didik yang dilihat dari faktor eksternal di kelas XI SMA N 1 Rao.
Berdasarkan batasan masalah di atas maka dapat dirumuskan “Apa saja faktor penyebab masalah dalam belajar peserta didik
di kelas XI SMA Negeri I RAO kabupaten pasaman”
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan:
1. Masalah belajar peserta didik dilihat dari faktor internal di kelas XI SMA N 1 Rao.
2. Masalah belajar peserta didik dilihat dari faktor eksternal di kelas XI SMA N 1 Rao.
METODE PENELITIAN
penelitian ini disebut penelitian deskriptif kuantitatif. Menurut Narbuko (2009:44) penelitian deskriptif yaitu penelitian yang berusaha untuk menuturkan pemecahan masalah yang ada sekarang berdasarkan data- data, jadi ia juga menyajikan data, menganalisis dan menginterpretasi.
Penelitian ini yang menjadi populasi adalah peserta didik XI di SMA N 1 Rao yang terdaftar pada Tahun Ajaran 2014/2015 yang berjumlah sebanyak 286 orang. Dalam pengambilan sampel, peneliti menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah 74 orang.
Jenis data pada penelitian ini adalah interval. Menurut Mahmud (2011:148) data interval adalah data yang berasal dari objek atau kategori yang diurutkan berdasarkan atribut tertentu, dan jarak antara tiap objek atau kategori adalah sama.
Sumber data penelitian adalahsumber dari mana data tersebut diperoleh”.Dalam penelitian ini sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, sumber data primer dalam penelitian ini adalah bersumber dari peserta didik di kelas XI di SMA N 1 Rao yang terdaftar pada tahun ajaran 2015/2016. Data sekunder dalam penelitian ini didapat dari Tata Usaha SMA N 1 Rao tahun ajaran 2015/2016.
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket. Untuk pengolahan data dilakukan dengan menggunakan rumus persentase. Menurut Sudijono (2010: 43) persentase dapat dihitung dengan rumus:
P = x 100%
Keterangan:
P = Tingkat persentase
f = Frekuensi yang sedang dicari persentasinya
N = Number of cases (jumlah frekuensi / banyaknya individu)
HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Faktor Penyebab Masalah dalam Belajar Peserta Didik ditinjau dari Faktor Jasmaniah.
Berdasarkan hasil analisis data pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa faktor penyebab masalah dalam belajar peserta didik di kelas XI SMA Negeri I Rao Kabupaten Pasaman ditinjau dari faktor jasmaniah, dari 78 peserta didik di kelas XI terdapat 43 orang peserta didik yang berada pada kategori sedang dengan persentase 58,11%. 16 orang peserta didik yang berada pada kategori banyak dengan persentase 21,62%. 13 orang peserta didik berada pada kategori sangat banyak dengan persentase 17,57%. Selanjutnya, 2 orang peserta didik yang berada pada kategori sedikit dengan persentase 5,40%.
Kemudian tidak terdapat peserta pada kategori sangat sedikit dengan persentase 0,00%. Dapat disimpulkan bahwa rata- rata faktor penyebab masalah dalam belajar peserta didik di kelas XI SMA Negeri I Rao Kabupaten Pasaman di tinjau dari faktor jasmaniah berada pada kategori sedang.
2. Faktor Penyebab Masalah dalam Belajar Peserta Didik ditinjau dari Faktor Psikologis
Berdasarkan hasil analisis data pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa faktor penyebab masalah di kelas XI SMA Negeri I Rao Kabupaten Pasaman ditinjau dari faktor psikologis, dari 74 peserta didik di kelas XI terdapat 38 orang peserta didik berada pada kategori banyak dengan persentase 51,35%. 27 peserta didik berada pada kategori sedang dengan persentase 36,49%. 6 orang peserta didik berada pada kategori sangat banyak dengan persentase 8,11%. Selanjutnya, 3 orang peserta didik berada pada kategori sedikit dengan persentase 4,05. Kemudian tidak terdapat peserta didik pada kategori sangat sedikit dengan persentase 0,00%.
Dapat disimpulkan bahwa rata-rata faktor penyebab masalah dalam belajar peserta didik di kelas XI SMA Negeri I Rao Kabupaten Pasaman ditinjau dari faktor psikologis berada pada kategori banyak.
3. Faktor Penyebab Masalah dalam Belajar Peserta Didik ditinjau dari Faktor Keluarga
Berdasarkan hasil analisis data pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa faktor penyebab masalah dalam belajar peserta didik di kelas XI SMA Negeri I Rao Kabupaten Pasaman ditinjau dari faktor keluarga, dari 74 peserta didik di kelas XI terdapat 32 orang peserta didik yang berada pada kategori sedang dengan persentase 43,24%. 26 orang peserta didik yang berada pada kategori banyak dengan persentase 35,14%. 8 orang peserta didik yang berada pada kategori sedikit dengan persentase 10.81%. selanjutnya, 8 orag peserta didik yang berada pada kategori sangat sedikit dengan persentase 10,81%.
Kemudian tidak terdapat peserta didik yang berada pada kategori sangat sedikit dengan persentase 0,00%. Dapat disimpulkan bahwa rata-rata faktor penyebab masalah dalam belajar peserta didik di kelas XI SMA Negeri I Rao Kabupaten Pasaman ditinjau dari faktor keluarga berada pada kategori sedang.
4. Faktor Penyebab Masalah dalam Belajar Peserta Didik ditinjau dari Faktor Sekolah Berdasarkan hasil analisis data pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa faktor penyebab masalah dalam belajar peserta didik di kelas XI SMA Negeri I Rao Kabupaten Pasaman ditinjau dari faktor sekolah, dari 74 peserta didikdi kelas XI terdapat 36 orang peserta didik yang berada pada kategori banyak dengan persentase 48,65%. 18 orang peserta didik yang berada pada kategori sedang dengan persentase 24,32%. 11 orang peserta didik yang berada pada kategori sangat banyak dengan persentase 14,86%. Selanjutnya, 9 orang peserta didik yang berada pada kategori sedikit dengan persentase 12,16%. Kemudian tidak terdapat peserta didik yang berada pada kategori sangat sedikit dengan persentase 0,00%. Dapat disimpulkan bahwa rata-rata faktor penyebab masalah dalam belajar peserta didik di kelas XI SMA Negeri I Rao Kabupaten Pasaman ditinjau dari faktor sekolah berada pada kategori banyak.
5. Faktor Penyebab Masalah dalam Belajar Peserta Didik ditinjau dari Faktor Masyarakat
Berdasarkan hasil analisis data pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa faktor penyebab masalah dalam belajar peserta didik di kelas XI SMA Negeri I Rao Kabupaten Pasaman ditinjau dari faktor masyarakat, dari 74 peserta didikdi kelas XI terdapat 32 orang peserta didik yang berada pada kategori banyak dengan persentase 43,24%. 22 orang peserta didik yang berada pada kategori sedang dengan persentase 29,73%. 11 orang peserta didik yang berada pada kategori sangat banyak dengan persentase 14,86%. Selanjutnya, 9 orang peserta didik yang berada pada kategori sedikit dengan persentase 12,16%. Kemudian tidak terdapat peserta didik yang berada pada kategori sangat sedikit dengan persentase 0,00%. Dapat disimpulkan bahwa rata-rata faktor penyebab masalah dalam belajar peserta didik di kelas XI SMA Negeri I Rao Kabupaten Pasaman ditinjau dari faktor masyarakat berada pada kategori banyak.
KESIMPULAN
Berdasarkan analisis data dan pembahasan maka dapat diambil kesimpulan mengenai faktor penyebab masalah dalam belajar peserta didik di kelas XI SMA Negeri I Rao Kabupaten Pasaman.
Temuan penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Faktor penyebab masalah dalam belajar peserta didik ditinjau dari faktor jasmaniahtergolong pada kategori sedang.
2. Faktor penyebab masalah dalam belajar peserta didik ditinjau dari faktor psikologis tergolong pada kategori banyak.
3. Faktor penyebab masalah dalam belajar peserta didik dalam belajar dilihat pdari faktor keluarga tergolong pada kategori sedang.
4. Faktor penyebab masalah dalam belajar peserta didik dilihat dari faktor sekolah tergolong pada kategori banyak.
5. Faktor penyebab masalah dalam belajar peserta didik dilihat dari faktor masyarakat tergolong pada kategori banyak.
SARAN
Berdasarkan kesimpulan di atas maka dalam penelitian ini, peneliti ingin mengajukan beberapa saran kepada:
1. Peserta didik
Diharapkan kepada peserta didik mengetahui bagaimana faktor penyebab masalah dalam belajar dan peserta didik bisa menghindari masalah dalam belajar.
2. Guru BK, sebagai bahan masukan untuk menyusun program pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah, agar peserta didik bisa menghindari faktor penyebab masalah dalam belajar.
3. Guru bidang studi, sebagai bahan masukan dalam mengembangkan pendekatan serta metode pembelajaran bagi peserta didik untuk dapat menghindari masalah dalam belajar.
4. Kepala Sekolah
Membantu dan memfasilitasi peserta didik, agar peserta didik dapat meningkatkan belajar dengan baik.
5. Pengelola program studi
Diharapkan kepada pengelola program studi bimbingan dan konseling agar dapat dijadikan masukan dalam meningkatkan mutu pendidikan untuk mengaplikasikan ilmu di lapangan dan sebagai masukan dalam mengembangkan mata kuliah yang berhubungan dengan perkembangan peserta didik dan agar dapat memberikan amanah terhadap mahasiswa PPLBKS untuk melakukan PL di SMA Negeri I Rao Kabupaten Pasaman.
6. Peneliti selanjutnya
Agar dapat menjadikan penelitian ini sebagai pedoman dan urgensi dalam mengembangkan pembahasan tentang faktor penyebab masalah dalam belajar peserta didik dalam bentuk variabel lainnya.
KEPUSTAKAAN
Aunurrahman. 2010. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Alvabeta
Dalyono. 1997. Psikologi Pendidikan. Jakarta:
Rineka Cipta
Djamarah, Syaiful Bahri. 2002. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Mahmud. 2011. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia Narbuko, Cholid dan Achmad, Abu. 2009.
Metodologi Penelitian. Jakarta: Bumi Aksara
Nasution. 2011. Belajar dan Mengajar.
Jakarta: Bumi Aksara
Slameto. 2010. Belajar dan Pembelajaran.
Bandung: Alfabeta
Syah, Muhibbin. 2011. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung:
Remaja Rosdakarya.