PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pendidikan pada dasarnya merupakan interaksi antara pendidik dan peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan yang berlangsung dalam lingkungan tertentu. Guru merupakan pendidik yang mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses belajar mengajar, tanpa adanya pendidik maka apapun tujuan pendidikan yang dirumuskan akan tercapai oleh peserta didik. Guru juga harus mempunyai kompetensi untuk melaksanakan pendidikan pada umumnya dan proses belajar mengajar pada khususnya.
Membangun pemahaman pendidikan agama Islam pada peserta didik memerlukan berbagai pendekatan dalam proses belajar mengajar. Agar pendidikan agama Islam yang diatur dalam kurikulum dapat terwujud, maka harus dilaksanakan melalui suatu proses yaitu proses belajar mengajar. Namun permasalahan yang penulis lihat saat ini di lapangan adalah kebiasaan guru yang belum memahami dan menyadari pentingnya kegiatan proses belajar mengajar dalam pengembangan potensi siswa dalam pendidikan.
Pelaksanaan proses belajar mengajar pendidikan agama Islam dalam peran kegiatan guru merupakan faktor utama keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan. Seorang guru tidak hanya wajib memperhatikan faktor fisik saja, namun yang tidak kalah pentingnya adalah faktor psikis. Implementasi peran guru dalam proses belajar mengajar pendidikan agama Islam pada siswa di SMP Negeri 22 Satap Kepulauan Selayar”, karena peran guru dalam proses belajar mengajar sangat menentukan keberhasilan suatu proses belajar mengajar. .
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
Konsep Belajar mengajar Pendidikan Agama Islam
Kegiatan belajar mengajar merupakan suatu proses untuk mengembangkan potensi dalam pembelajaran pendidikan agama Islam yang menjadi tolak ukur keberhasilan guru dalam proses belajar dan mendidik peserta didik. Makna kata “pendidikan” dan kata “Agama Islam” yang masing-masing telah dijelaskan di atas, dapat digabungkan menjadi suatu pengertian yang utuh tentang Pendidikan Agama Islam. Untuk memahami pembelajaran secara mendalam perlu dipahami istilah-istilah seperti disiplin (ta'dib), belajar (ta'lim), pendidikan (tarbiyah).Istilah-istilah tersebut mengandung makna belajar (irtiyad).
Struktur konsep terbiyah meliputi unsur ilmu ('lim), bimbingan (ta'lim) dan latihan yang baik (tarbiyah). Jadi konsep ta’dib mencakup tarniyah dan ta’lim serta mengandung unsur hikmah Ilahi. Sebagai seorang pendidik yang menamakan pendidikan agama Islam, jelas bahwa pendidikan Islam memiliki transmisi proses pengajaran yang lebih nyata dibandingkan dengan pendidikan pada umumnya, meskipun lembaga-lembaga tersebut memiliki muatan yang serupa.
Tujuan pendidikan agama Islam adalah untuk meningkatkan keyakinan, pemahaman, penghayatan dan pengalaman peserta didik terhadap agama Islam sehingga menjadi umat Islam yang beriman kepada Tuhan dan bertakwa serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, sosial, berbangsa dan bernegara. 16. Maka dapatlah difahami bahawa tujuan mempelajari agama Islam adalah untuk membentuk insan yang beriman dan bertakwa serta sentiasa meningkatkan keimanannya dengan memupuk pengetahuan dan pengalamannya tentang agama Islam supaya menjadi seorang muslim yang terus berkembang dari segi ilmu. keimanan dan ketakwaannya kepada bangsa dan negara sehingga tercapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Proses Belajar Mengajar
Nama kegiatan atau usaha pendidikan tentang agama Islam disebut pendidikan agama Islam.17. Dalam hal ini pendidikan agama Islam sejajar atau satu kategori dengan pendidikan matematika, pendidikan jasmani, pendidikan biologi, dan lain-lain. Oleh karena itu diharapkan pengajaran pendidikan agama Islam di sekolah dapat membentuk kesalehan pribadi dan kesalehan sosial serta mampu mewujudkan persaudaraan Islam dalam arti seluas-luasnya.
Proses belajar mengajar pendidikan agama Islam merupakan suatu proses yang menghasilkan beberapa perubahan tingkah laku seseorang yang relatif permanen sesuai dengan tujuan pendidikan agama Islam yang meliputi aspek kognitif, efektif dan psikomotorik. Pendidikan agama Islam yaitu upaya mendidik agama Islam atau ajaran Islam beserta nilai-nilainya agar menjadi pedoman hidup (pandangan dan sikap hidup) seseorang. Dalam pengelolaan interaksi belajar mengajar, guru harus menyadari bahwa pendidikan agama Islam tidak hanya dirumuskan dari segi normatif, pelaksanaan interaksi belajar mengajar adalah untuk membentuk suatu nilai dalam diri siswa.
35 Sulaiman, Strategi Pengajaran Pendidikan Agama Islam Progresif di Sekolah, (Universitas Islam Negeri Ar-Ranity) hal. Selayar secara khusus mengenai implementasi peran seorang guru dalam proses pembelajaran pendidikan agama Islam bagi siswa di SMP Negeri 22 Satap Kepulauan Selayar 2. Alat ini layak digunakan karena adanya saling keterbukaan antara peneliti dan sumber informasi sehingga agar ia dapat menyiapkan data lengkap berupa pertanyaan-pertanyaan yang diajukan langsung kepada sumber informasinya. seorang guru pendidikan agama Islam di SMP 22 Satap Kepulauan Selayar diwawancarai.
Menerapkan peran seorang guru dalam proses pembelajaran pendidikan agama Islam pada siswa di SMP Negeri 22 Satap Kepulauan Selayar. Dalam proses belajar mengajar pendidikan agama Islam, penekanannya selalu pada interaksi antara guru dan siswa, yang harus diikuti dengan tujuan pendidikan agama. Berdasarkan wawancara yang diperoleh penulis, penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa melalui bimbingan, peserta didik dapat menjadi muslim yang tangguh dan mampu mewujudkan ajaran pendidikan agama Islam dalam kehidupan sehari-hari, sehingga menjadi manusia yang manusiawi.
Hal ini dapat tercipta melalui peran serta guru khususnya guru pendidikan agama Islam. Seluruh guru di SMP Negeri 22 Satap Kepulauan Selayar khususnya guru pendidikan agama Islam harus mampu menyajikan bahan ajar dengan menggunakan alat atau media walaupun sederhana. Hal ini sangat penting agar pengajaran menjadi menarik dan meningkatkan pemahaman siswa. Upaya apa saja yang telah Anda lakukan untuk memberikan pemahaman dan bimbingan mengenai pembelajaran pendidikan agama Islam?
Peran Guru dalam Proses Belajar Mengajar Pendidikan Agama Islam
- Guru dalam Proses Belajar Mengajar
- Peran Guru dalam Proses Belajar Mengajar
METODE PENELITIAN
- Jenis Penelitian
- Lokasi dan Objek Penelitian
- Fokus dan Deskriptif Penelitian
- Sumber Data
- Instrumen Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian lapangan, yaitu penulis terjun langsung ke tempat penelitian yaitu di SMP Negeri 22 Satap Kepulauan Selayar untuk memperoleh data permasalahan yang diteliti, dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Peneliti memilih lokasi di SMP Negeri 22 Satap Kepulauan Selayar, dengan objek penelitian adalah guru dan siswa di SMP Negeri 22 Satap Kepulauan Selayar. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah guru dan siswa SMP Negeri 22 Satap Kepulauan Selayar.
Metode observasi ini digunakan untuk mengetahui proses belajar mengajar serta situasi dan kondisi di SMP Negeri 22 Pulau Satap. Penulis terjun langsung ke lapangan untuk mengamati dan mendapatkan gambaran SMP Negeri 22 Satap Kepulauan Selayar. Awalnya SMP Negeri 22 Satap Kepulauan Selayar merupakan sekolah yang jauh dari SMP Negeri 1 Benteng Selayar.
Dan sebelumnya SMP Negeri 22 Satap Kepulauan Selayar diberi nama SMP Negeri 3 Satap Pasimasunggu seiring berjalannya waktu oleh SMP Negeri 3 Satap. Pasimasunggu diubah menjadi SMP Negeri 22 Satap Kepulauan Selayar karena saat itu setiap kecamatan mempunyai SMP. Basli Ali sebagai Bupati Selayar. Dengan demikian, jumlah guru saat itu sebanyak 12 orang. Guru resmi ada 5 orang, sedangkan guru kontrak ada 1 orang. Dan 6 orang menjadi anggota kehormatan. SMP Negeri 22 Satap Kepulauan Selayar terletak di Binanga Nipa desa Bonto Saile.
Kompetensi guru dalam menguasai materi dan disiplin dalam melaksanakan tugasnya serta motivasi mengajar sangat penting untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Untuk mengetahui situasi guru di SMA Negeri 22 Satap Selayar tahun pelajaran 2018-2019, anda dapat lihat tabel berikut. SMP Negeri 22 Satap Selayar sudah menggunakan Kurikulum 2013 pada Kelas VII sedangkan Kelas VIII dan IX masih menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Kendala yang dihadapi guru dalam pelaksanaan proses belajar mengajar siswa di SMP Negeri 22 Kepulauan Selayar.
Kepala SMP Negeri 22 Satap Kepulauan Selayar hendaknya memberikan perhatian kepada para guru untuk meningkatkan kapasitas dan keahliannya sehingga dapat meningkatkan perannya khususnya bagi siswa sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran, mengubah dan meningkatkan kualitas dan kuantitas siswa. .
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum Lokasi Penelitian
- Identitas SMP Negeri 22 Satap Kepulauan Selayar
- Visi Dan Misi SMP Negeri 22 Satap Kepulauan Selayar
- Sejarah Umum SMP Negeri 22 Kepulauan Selayar
Berdasarkan wawancara yang diperoleh, peneliti menyimpulkan bahwa ada banyak cara yang biasa digunakan guru untuk berinteraksi dengan siswa dan. Berdasarkan wawancara dengan Bpk. Arman Jaya, penulis menyimpulkan bahwa pertama, kemampuan akademik siswa diprediksi memiliki kecerdasan yang tinggi.
Implementasi Peran Guru dalam Proses Belajara Mengajar Pendidikan
Kendala yang dihadapi Guru dalam Proses Belajar Mengajar pendidikan
Usaha yang dilakukan Guru dalam Proses Belajar Mengajar Pendidikan
PENUTUP
Kesimpulan
Faktor internal yaitu hal-hal atau keadaan yang timbul dari dalam diri siswa yaitu kurangnya motivasi belajar siswa, pengaruh lingkungan dan pengaruh lingkungan dalam dan luar sekolah, b) faktor eksternal yaitu hal-hal atau keadaan yang berasal dari luar siswa itu sendiri yaitu kurangnya media pembelajaran seperti kurangnya buku pelajaran dan komputer, sehingga guru kurang membekali siswanya dengan pendidikan iptek yang bersifat praktik. Upaya yang dilakukan guru adalah guru mengembangkan tugas-tugas yang cukup kompleks, tidak hanya mengajar, tetapi juga melihat apakah siswa siap dan sanggup menerima pendidikan jasmani dan non-jasmani.
Saran
Muhaimin, dll dan terdaftar sebagai mahasiswa Fakultas Agama Islam RPP apa saja yang dipersiapkan guru sebelum melaksanakan kegiatan belajar mengajar?
Metode pengajaran seperti apa yang biasa digunakan guru untuk menumbuhkan rasa keagamaan pada siswa? Upaya atau strategi yang dilakukan guru PAI dalam proses belajar mengajar agar dapat melakukan interaksi yang baik dengan siswa.