PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
Kepemimpinan
Dalam penyusunan skripsi ini penulis mengambil judul : “Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Pada Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan”. Analisis Gaya Kepemimpinan Terhadap Kepuasan Kerja Pada Dinas Penataan Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan.
Gaya Kepemimpinan
Macam-macam Kepemimpinan
Gaya kepemimpinan otokratis ini menempatkan pemimpin sebagai sumber kebijakan. Pemimpin adalah segalanya. Bawahan dipandang sebagai orang yang melaksanakan perintah. Karena itu. Beberapa gaya kepemimpinan akan mempunyai tingkat efektivitas yang berbeda-beda, tergantung pada faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pemimpin tersebut.
Pengertian Kepuasan Kerja
Penelitian ini dilakukan di Makassar tepatnya di Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan. Sumber data konsumen berupa responden pada lingkup dinas tata ruang dan permukiman Provinsi Sulawesi Selatan. Subyek penelitian ini adalah 50 responden pada Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan.
Berdasarkan definisi di atas, maka populasi penelitian ini sebagian besar adalah konsumen dari ruang Dinas Penataan Fisik dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden petugas tata ruang dan permukiman di Provinsi Sulawesi Selatan adalah Golangan II. Melihat hasil analisis menunjukkan bahwa gaya pengelolaan yang diharapkan oleh Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan adalah “memuaskan”.
Saat ini sedang dilakukan penelitian mengenai “Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Pada Dinas Penataan Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan.”
Faktor – factor Yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kepuasan Pegawai
Dapat disimpulkan bahwa sampel merupakan sebagian dari populasi yaitu 50 responden Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan. Identitas pegawai juga dapat ditunjukkan dengan mengelompokkan pendidikan terakhir pegawai tersebut khususnya dalam aktivitas kerja di Dinas Tata Ruang dan Perumahan Provinsi Sulawesi Selatan. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden pegawai Penataan Ruang dan Permukiman di Provinsi Sulawesi Selatan mempunyai pendidikan sarjana.
Sebanyak 40 responden dijadikan konsumen dalam penelitian ini, tersebar di berbagai instansi tata ruang dan permukiman di Provinsi Sulawesi Selatan. Berdasarkan data yang diperoleh dari pegawai Dinas Penataan Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan melalui kuesioner yang telah ditentukan, diperoleh gambaran data mengenai gaya kepemimpinan sebagai berikut. Berdasarkan data yang diperoleh dari pegawai Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan melalui kuesioner yang telah diisi.
Berdasarkan hasil penelitian pada pegawai Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi SUL-SEL, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut.
Lokasi Dan Waktu Penelitian
Metode Penelitian
Menurut Tika, pengumpulan data merupakan suatu prosedur yang sistematis dan baku untuk memperoleh data yang diperlukan. Observasi adalah suatu cara dan teknik pengumpulan data dengan cara mengamati dan mencatat secara sistematis gejala-gejala atau fenomena-fenomena yang ada pada objek penelitian. Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan, buku-buku (perpustakaan) atau pihak lain yang menyediakan data yang berkaitan erat dengan objek dan tujuan penelitian.
Jenis dan Sumber Data
Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan, buku-buku (perpustakaan) atau pihak lain yang menyediakan data yang berkaitan erat dengan subjek dan tujuan penelitian. pendapat, sikap, pengalaman) secara perseorangan atau kelompok, hasil pengamatan terhadap peristiwa atau kegiatan, dan hasil tes. Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara. Peneliti memperoleh informasi terkait masalah yang ditelitinya melalui buku, jurnal, skripsi, internet, dan alat lain yang berkaitan dengan keputusan pembelian.
Data utama penelitian ini diperoleh melalui penelitian lapangan, peneliti memperoleh data langsung dari pelanggan pertama (data primer). Dalam penelitian ini yang menjadi subyek penelitian adalah masyarakat sekitar pada Dinas Penataan Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan. Data dari kuisioner, pengumpulannya dilakukan dengan teknik kuisioner yang dikelola secara personal, yaitu kuisioner yang disampaikan dan dikumpulkan langsung oleh peneliti (Indriantoro dan Supomo, 2002 :154).
Populasi dan Sampel
Metode Analisis Data
GAMBARAN UMUM
Sejarah Terbentuknya Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi
Pada periode ini, kemajuan pembangunan yang dicapai oleh Departemen Pekerjaan Umum sangat mengesankan, meskipun pada tahap ini Departemen Pekerjaan Umum harus selalu meningkatkan fasilitas transportasi dan perumahan. Dan pada tahap ini, Departemen Pekerjaan Umum juga menyandang predikat sebagai sektor penciptaan lapangan kerja di Makassar. 241/111/1991 tentang Pembentukan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sulawesi Selatan pada Cipta Karya yang harus mampu tumbuh dan berkembang dengan sendirinya. Oleh karena itu, terdapat upaya untuk meningkatkan terciptanya pembangunan yang kuat dan hal ini merupakan langkah menuju terwujudnya maksud dan tujuan rencana pembangunan lima tahun (REPELITA) pemerintah.
16 tanggal 31 Januari 2001 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Penataan Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan, pada periode ini Dinas Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karya berubah nama menjadi Dinas Penataan Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan Melayani.
Visi dan Misi
Fungsi dan Tugas
Di bawah kepemimpinan kepala departemen, tugas pokok Departemen Penataan Ruang Daerah adalah melaksanakan perencanaan, evaluasi dan revisi serta pemeriksaan Penataan Ruang. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden petugas penataan ruang dan permukiman di Provinsi Sulawesi Selatan berusia antara 19 hingga 28 tahun. Identitas pegawai juga dapat ditampilkan melalui pengelompokan kelompok yang menggambarkan tingkatan kelompok pegawai khususnya pada pekerjaan Dinas Tata Ruang dan Peraturan Provinsi Sulawesi Selatan.
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah gaya kepemimpinan (X1), sedangkan variabel terikatnya adalah kepuasan kerja yang dinotasikan dengan (Y). Untuk melihat pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kepuasan kerja pada Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan digunakan analisis regresi sederhana dengan menggunakan SPSS (Statistical Problem Service Solution), maka terlebih dahulu dibuat tabel regresi gaya kepemimpinan dengan kepuasan dibuat saat bekerja di Dinas Penataan Ruang dan Pertamanan. Hasil analisis regresi linier sederhana menunjukkan bahwa kedua variabel jumlah pegawai yang memiliki gaya kepemimpinan (X) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Kepuasan Kerja (Y) yang terlihat dari hasil perhitungan. nilai konstanta (α) dan nilai koefisien regresi (b) Penataan ruang dan permukiman provinsi Sulawesi Selatan.
R menunjukkan bahwa hubungan antara variabel bebas yaitu gaya kepemimpinan dengan kepuasan kerja pada Dinas Pertanahan dan Perumahan sebesar 9,64% yang berarti hubungan antar variabel tersebut sangat erat. Persamaan regresi linier sederhana yaitu Y X berarti terdapat hubungan positif dan signifikan antara gaya manajemen dengan kepuasan kerja. Namun demikian, masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk lebih meningkatkan efektivitas dan efisiensi penerapan gaya pengelolaan pada Dinas Tata Ruang dan Permukiman.
Dinas Penataan Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan perlu lebih meningkatkan gaya kepemimpinan dan kompensasi pegawai karena terbukti berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja serta mampu menumbuhkan persepsi positif pegawai terhadap tempat kerjanya. Bapak/Ibu/Saudara/Saya dipilih sebagai responden untuk memberikan pendapat sebagai masukan untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kepuasan kerja karyawan.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Indentitas Responden
Definisi Operasional dan Pengukurannya
Data ini menunjukkan mayoritas responden menyatakan sangat setuju dengan pertanyaan tersebut, bagi saya inovasi adalah seorang pemimpin yang selalu memberikan bimbingan, arahan dan dorongan kepada karyawannya. Pada item yang berbunyi: “Bagi saya, kepemimpinan dapat menciptakan suasana kerja yang kondusif” (pada pertanyaan kedua), hasil yang diperoleh adalah: 18 responden (45%) menyatakan sangat setuju, 20 responden (50%) menyatakan sangat setuju. setuju, 2 responden (5%) menyatakan tidak setuju. Data tersebut menunjukkan bahwa kesepakatan dengan pimpinan dapat menciptakan suasana kerja yang kondusif. Data ini menunjukkan mayoritas responden menyetujui isu kepemimpinan yang mengambil alih tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepada karyawan.
Data tersebut menunjukkan bahwa mayoritas responden menyatakan sangat setuju dengan pertanyaan Pimpinan selalu memberikan kesempatan promosi kepada karyawan guna meningkatkan kinerja karyawan. Data ini menunjukkan bahwa sebagian besar setuju. Bagi saya, atasan saya memahami dan memahami permasalahan yang terjadi di tempat kerja. Hasil yang diperoleh adalah 23 responden (57,5%) menyatakan sangat setuju, 12 responden (30%) menyatakan setuju, 5 responden (12,5%) menyatakan tidak setuju. Data ini menunjukkan bahwa mereka sangat setuju dengan pertanyaan Keadaan kondisi ruang kerja saya sangat baik sehingga membuat saya merasa nyaman.
Data ini menunjukkan bahwa kami sangat setuju dengan pertanyaan tersebut, bagi saya gaji dapat memberikan kepuasan dalam bekerja.
Analisis Gaya Kepemimpinan Terhadap Kepuasan Kerja Pada Dinas
Hasil yang diperoleh adalah 14 responden (35%) menyatakan sangat setuju, 24 responden (60%) menyatakan setuju, 2 responden (5%) menyatakan tidak setuju. Service Solution) dengan terlebih dahulu membuat tabel regresi gaya manajemen dan kepuasan kerja pada Dinas Penataan Ruang dan Permukiman. Untuk mendapatkan hasil yang positif dan signifikan maka variabel Gaya Kepemimpinan dan Kepuasan Kerja dilakukan dengan menggunakan perhitungan regresi linier sederhana yang dapat dilihat pada Tabel 8 dibawah ini dengan hasil sebagai berikut.
Konstanta sebesar 3,353 berarti koefisien regresi yang menunjukkan kepuasan kerja sebesar 3,353% meskipun tidak dilakukan intervensi. Nilai koefisien regresi sebesar 0,997 yang berarti jika variabel Gaya Kepemimpinan meningkat sebesar 1% maka variabel kepuasan kerja karyawan akan meningkat sebesar 9,97%. Pada tabel 10 diatas diketahui nilai thitung sebesar 4,338 sedangkan ttabel sebesar 1,68595 dengan tingkat signifikansi 5%, df(38) dari (tabel distribusi t) jika dibandingkan dan signifikan terhadap variabel dependen.
R2 menunjukkan naik turunnya variabel, kepuasan kerja ditentukan oleh gaya kepemimpinan sebesar 92,9%, sedangkan sisanya sebesar 57,1% ditentukan oleh variabel yang tidak dilakukan peneliti.
Pembahasan Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil analisis koefisien regresi sebelumnya dapat dikatakan bahwa hubungan antara gaya kepemimpinan dengan kepuasan kerja adalah positif dan berkaitan erat. Artinya gaya kepemimpinan sangat perlu diterapkan agar pegawai dapat segera meningkatkan kapasitas kerjanya. Jika dikaitkan dengan tujuan organisasi, maka gaya kepemimpinan pada dasarnya adalah upaya untuk menyesuaikan diri dengan peraturan organisasi agar tujuan organisasi tercapai.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang termasuk dalam variabel X (gaya kepemimpinan) dan Y (kepuasan kerja) mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan. Nilai t hitung sebesar 4,338 lebih besar dari t tabel yaitu sebesar 1,68595 karena nilai t tabel diterima artinya terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel X dan Y. Nilai korelasi (r) sebesar 0,964 karena adanya hubungan antara variabel X dan Y. variabelnya sangat dekat dan hasil analisis menunjukkan bahwa kontribusi gaya kepemimpinan berkisar 90% yang tergolong tinggi.
Hal ini menunjukkan bahwa faktor lain di luar kajian penelitian lebih besar pengaruhnya terhadap kepuasan kerja karyawan, terdapat indikasi adanya penurunan permasalahan yang terjadi di kantor yang belum diteliti oleh peneliti karena kurangnya perhatian karyawan. dalam melaksanakan pekerjaannya Uji signifikansi antara pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kepuasan kerja pejabat Tata ruang dan pemukiman di Provinsi Sulawesi Selatan menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan dapat mempengaruhi kepuasan kerja.