1
Tanya Jawab
Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 13/10/DPbS tanggal 13 April 2011 Perihal
Penilaian Kualitas Aktiva Bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah
Frequently Asked Question:
Q: Apakah latar belakang penerbitan ketentuan dalam Surat Edaran ini?
A: Latar belakang penerbitan Surat Edaran ini adalah untuk memberikan aturan pelaksanaan mengenai kriteria penggolongan kualitas Aktiva Produktif dalam bentuk Pembiayaan sebagaimana diatur dalam Peraturan Bank Indonesia No.13/13/PBI/2011 tanggal 24 Maret 2011 tentang Penilaian Kualitas Aktiva Bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah (PBI Kualitas Aktiva).
Q: Apakah kriteria penggolongan kualitas Aktiva Produktif dalam bentuk lainnya (misalnya Surat Berharga Syariah, Penempatan Pada Bank Lain, serta Penyertaan Modal) dan Aktiva Non Produktif diatur dalam Surat Edaran ini?
A: Kriteria penggolongan kualitas Aktiva Produktif dalam bentuk lainnya dan Aktiva Non Produktif tidak diatur dalam Surat Edaran ini karena telah diatur dalam PBI Kualitas Aktiva.
Q: Apakah terdapat perbedaan pengaturan kriteria penggolongan kualitas aktiva produktif dalam bentuk Pembiayaan yang diatur dalam Surat Edaran ini dibandingkan dengan Surat Edaran sebelumnya?
A: Pengaturan penggolongan kualitas Pembiayaan dalam SE Ektern ini tidak banyak mengalami perubahan dari sebelumnya kecuali untuk Pembiayaan Mudharabah karena dimungkinkan tidak adanya angsuran pokok secara berkala sehingga pengklasifikasian penggolongan kualitas Pembiayaan Mudharabah dan Musyarakah akan dibedakan menjadi 2 yaitu dengan angsuran pokok dan tidak ada angsuran pokok.
Q: Bagaimana kriteria penggolongan kualitas aktiva untuk pembiayaan Mudharabah dan Musyarakah yang tidak ada angsuran pokok?
A: Kriteria penggolongan kualitas aktiva untuk pembiayaan Mudharabah dan Musyarakah yang tidak ada angsuran pokok, diatur sebagai berikut:
Lancar
pembiayaan belum jatuh tempo; dan
2 RBH ≥ 80% PBH
Dalam perhatian Khusus
terdapat tunggakan pelunasan pokok < 1 bulan setelah jatuh tempo; dan RBH ≥ 80% PBH
Kurang Lancar
terdapat tunggakan pelunasan pokok 1 bulan namun < 2 bulan setelah jatuh tempo;
dan/atau
30% < RBH/PBH < 80%
Diragukan
terdapat tunggakan pelunasan pokok 2 bulan namun < 3 bulan setelah jatuh tempo;
dan/atau
RBH/PBH ≤ 30% selama 3 periode pembayaran Macet
terdapat tunggakan pelunasan pokok 3 bulan setelah jatuh tempo; dan/atau RBH/PBH ≤ 30% selama > 3 periode pembayaran
Q: Mengapa ketentuan mengenai Kualitas Penyediaan Dana di Daerah Tertentu tidak diatur lagi dalam Surat Edaran ini?
A: Dalam PBI Kualitas Aktiva sebelumnya diatur bahwa Penyediaan Dana di Daerah Tertentu sampai dengan Rp1 milyar hanya didasarkan pada faktor penilaian kemampuan membayar. Mengingat dalam PBI Kualitas Aktiva yang baru diatur bahwa penilaian kualitas pembiayaan sampai dengan Rp1 milyar hanya berdasarkan kemampuan membayar maka otomatis sudah termasuk untuk Penyediaan Dana di Daerah tertentu karena nilainya sama. Dengan demikian, penjelasan lebih lanjut mengenai Penyediaan Dana di Daerah Tertentu tidak diatur lagi dalam surat Edaran ini.