• Tidak ada hasil yang ditemukan

PT Bank Ina Perdana Tbk

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PT Bank Ina Perdana Tbk"

Copied!
73
0
0

Teks penuh

(1)

Periode 30 September 2017 (Tidak Diaudit)

31 Desember 2016 (Diaudit)

Dan

(2)

PT Bank lna Perdana Tbk

Jl. Abdul Muis No. 40 Jokodo 10160

Phone :021 3859050

Fox.

:021 3859041

SURAT PERNYATAAN DIREKSI

TENTANG TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN KEUANGAN

PERIODE 30 SEPTEMBER 2017,31 DESEMBER 2016 DAN 30 SEPTEMBER 2016

PT BANK INA PERDANA TbK

Kami yang bertanda tangan di bawah ini:

1.

Nama Alamat Kantor Alamat Domisili/sesuai KTP Nomor Telepon Jabatan

2.

Nama Alamat Kantor Alamat Domisili/sesuai KTP Nomor Telepon Jabatan Menyatakan bahwa:

:

Edy Kuntardjo

:

Wisma BSG, Lantai 1,

Jalan Abdul Muis No. 40, Jakarta 10160

:

Taman Alfa lndah BA2O RT. 008

RW

007 Joglo

-

Kembangan, Jakarta Barat

:

O21

-

385 9050

:

Direktur Utama

:

Kiung Hui Ngo

:

Wisma BSG, Lantai 1,

Jalan Abdul Muis No. 40, Jakarta 10160

:

Cfuster Navana NV 1 121, Modernland Tangerang

:

021

-

385 9050

:

Direktur

1.

Bertanggung

jawab atas

penyusunan

dan

penyajian

laporan

keuangan

PT

Bank

Ina Perdana Tbk ("Baf,k");

2.

Laporan keuangan Bank

telah

disusun

dan

disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku di Indonesia;

3. a.

Semua informasi dalam laporan keuangan Bank telah dimuat secara lengkap dan benar;

b.

Laporan keuangan Bank

tidak

mengandung informasi atau

fakta

material yang tidak

benar, dan tidak menghilangkan informasi atau fakta material; dan

4.

lGmi bertanggung jawab atas sistem pengendalian internal Bank. Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.

Jakarta, 30 Oktober 2017

20*

4177385

Edy Kuntardio

(3)

Halaman LAPORAN KEUANGAN

Surat Pernyataan Direksi tentang Tanggung Jawab atas Laporan Keuangan PT Bank Ina Perdana Tbk untuk Tahun-tahun yang Berakhir 30 September 2017, 31 Desember 2016 dan 30 September 2016.

LAPORAN KEUANGAN - Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 30 September 2017, 31 Desember 2016 dan 30 September 2016.

Laporan Posisi Keuangan 1

Laporan Laba Rugi Komprehensif 3

Laporan Perubahan Ekuitas 4

Laporan Arus Kas 5

(4)

Catatan 30-Sep-2017 31 Desember 2016 ASET

Kas 2 21,747 16,641

Giro pada Bank Indonesia 2,4 139,193 129,101

Giro pada bank lain 2,5 605 165

Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank lain 2,6 235,643 185,987

Efek-efek 2,7 822,417 641,985

Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali 2,8 520,873

-Kredit yang diberikan 2,9

Pihak berelasi 32 118,261 73,978

Pihak ketiga 1,201,335 1,304,175

1,319,596 1,378,153

Dikurangi:

Cadangan kerugian penurunan nilai 2,9 (43,637) (21,675)

Kredit yang diberikan-neto 1,275,959 1,356,478

Piutang bunga 10,32 10,559 11,229

Beban dibayar dimuka 2,11,32 17,304 8,958

Aset tetap 2,12

Biaya perolehan 14,951 14,157

Akumulasi penyusutan (11,672) (10,624)

Aset tetap-neto 3,279 3,533

Agunan yang diambil alih 2,13 21,163

-Aset pajak tangguhan-neto 2 1,202 1,765

Aset lain-lain - neto 2,14 14,585 3,247

TOTAL ASET 3,084,529 2,359,089

(5)

Catatan 30-Sep-2017 31 Desember 2016 LIABILITAS DAN EKUITAS

LIABILITAS

Liabilitas segera 2,15 1,766 890

Simpanan dari nasabah 2,16

Pihak berelasi 32 220,373 165,773

Pihak ketiga 1,639,305 1,635,188

1,859,678 1,800,961

Simpanan dari bank lain 2,17 11,123 62,140

Utang pajak 2,18a 2,687 3,946

Utang bunga 20,32 4,920 4,414

Liabilitas imbalan kerja 2,19 3,099 1,939

Liabilitas lain-lain 21 10,227 2,094

TOTAL LIABILITAS 1,893,500 1,876,384

EKUITAS

Modal saham -

nilai nominal Rp 100 per saham Modal dasar - 20.000.000.000 saham dan 6.320.000.000 saham masing-masing

pada tanggal 30 September 2017 dan 31 Desember 2016. Modal ditempatkan dan disetor

-penuh -2.725.000.000 saham

pada tanggal 30 September 2017 dan 31 Desember 2016. 22 272,500 272,500

Agio 23 149,080 149,080

Dana setoran modal 24 695,371

-Beban komprehensif lain-neto 2,506 (2,371)

Saldo laba

Telah ditentukan penggunannya 25 14,391 10,744

Belum ditentukan penggunaannya 57,181 52,752

EKUITAS 1,191,029 482,705

TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 3,084,529 2,359,089

(6)

Catatan 30-Sep-17 30-Sep-16

PENDAPATAN (BEBAN) BUNGA

Pendapatan bunga 2,26 190,567 181,529

Beban bunga 2,27 (91,928) (105,127)

Pendapatan bunga-neto 98,639 76,402

PENDAPATAN OPERASIONAL LAINNYA

Provisi dan komisi selain dari pemberian kredit 2 1,073 897

Pendapatan administrasi 871 852

Keuntungan perubahan nilai wajar efek-efek

yang diperdagangkan - neto 750 3,035 Keuntungan atas penjualan efek-efek

yang diperdagangkan-neto 3,472

-Lain-lain 831 259

TOTAL PENDAPATAN OPERASIONAL LAINNYA 6,997 5,043

BEBAN OPERASIONAL LAINNYA

Beban umum dan administrasi 29 29,393 20,467

Beban tenaga kerja 28 34,906 29,085

Penyisihan (pembalikan)kerugian 2

penurunan nilai 29,322 6,561 Lain-lain 951 764

TOTAL BEBAN OPERASIONAL LAINNYA 94,572 56,877

LABA SEBELUM BEBAN PAJAK 11,064 24,568

BEBAN PAJAK

Pajak kini 2,988 6,275

Pajak tangguhan -

-2,988 6,275

LABA TAHUN BERJALAN 8,076 18,293

Penghasilan (Beban)komprehensif lain Pos-pos yang tidak akan

direklasifikasi ke laba rugi: Pengukuran kembali

liabilitas imbalan kerja 2 - 369 Pajak penghasilan terkait 2 - (92)

277 Pos-pos yang akan

direklasifikasi ke laba rugi:

Keuntungan (kerugian) yang belum di realisasi atas perubahan nilai wajar efek-efek yang

tersedia untuk dijual 4,877 3,451

Pajak penghasilan terkait 2 - (863)

4,877 2,588

Penghasilan (Beban) komprehensif lainnya

tahun berjalan-setelah pajak 4,877 2,865

TOTAL PENGHASILAN KOMPREHENSIF

TAHUN BERJALAN 12,953 21,158

LABA PER SAHAM DASAR (nilai penuh) 30 2.96 8.08

(7)

yang belum direalisasi Kembali Atas

Modal Saham Tambahan atas efek-efek Liablitas Imbalan

Ditempatkan dan Modal Telah Ditentukan Belum Ditentukan Tersedia untuk Dijual

kerja-Catatan Disetor Penuh Disetor Penggunaannya Penggunaanya neto neto Total Ekuitas

Saldo pada tanggal 1 Januari 2016 210,000 65,492 7,368 37,892 (567) (753) 319,432

Penawaran Umum Terbatas I (PUT I) 62,500 87,500 - - - - 150,000 Biaya emisi PUT I - (3,912) - - - - (3,912) Penghasilan komprehensif lain-neto - - - - (1,673) 622 (1,051)

Pembentukan cadangan umum 25 - - 3,376 (3,376) - - -Laba tahun berjalan 2016 - - - 18,236 - - 18,236

Saldo tanggal 31 Desember 2016 22,23,24,25 272,500 149,080 10,744 52,752 (2,240) (131) 482,705

Penghasilan komprehensif lain-neto - - - - 4,877 - 4,877 Pembentukan cadangan umum 25 - - 3,647 (3,647) - - -Dana setoran modal 24 - 695,371 - - - - 695,371 Laba tahun berjalan (9 bulan) - - - 8,076 - - 8,076

Saldo tanggal 30 September 2017 22,23,24,25 272,500 844,451 14,391 57,181 2,637 (131) 1,191,029

Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan.

(8)

30-Sep-17 30-Sep-16 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI

Penerimaan bunga, provisi dan komisi 191,239 216,981

Pendapatan operasional lainnya 2,773 5,043

Pembayaran bunga (91,422) (104,702)

Pembayaran beban operasional lainnya (29,296) (20,120)

Pembayaran beban tenaga kerja (33,746) (27,713)

Pembayaran pajak penghasilan (2,794) (4,165)

Arus kas dari sebelum perubahan

dalam aset dan liabilitas operasi 36,754 65,324

Perubahan dalam aset dan liabilitas operasi (Kenaikan) penurunan aset operasi:

Efek-efek yang diperdagangkan - 10,691 Efek-efek yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi (68,766) -Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (520,873) (18,899)

Kredit yang diberikan 51,198 21,212

Beban dibayar di muka (8,346) (1,214)

Aktiva pajak tangguhan 563

-Aset lain-lain (28,762) (1,610)

(Penurunan) kenaikan liabilitas operasi

Liabilitas segera 877 (421)

Simpanan dari nasabah 58,718 119,500

Simpanan dari bank lain (51,017) (1,203)

Utang pajak (1,453) (85)

Liabilitas lain-lain 8,131 645

Kas neto diperoleh (digunakan untuk)

aktivitas operasi (522,976) 193,940

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI

Perolehan efek-efek (140,663) (495,271)

Perolehan aset tetap - (1,461)

Perolehan aset tidak berwujud (3,740) (957)

Pembelian aset tetap (794)

-Penerimaan efek-efek yang telah jatuh tempo 120,000 160,680 Penerimaan dari penjualan efek-efek tersedia untuk dijual (96,412) 44,632 Penerimaan atas penjualan aset tetap - -Arus kas neto digunakan untuk aktivitas investasi (121,609) (292,377) ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN

Penerimaan dari Penawaran Umum Terbatas 703,050 150,000 Biaya emisi dari Penawaran Umum Terbatas (7,679) (3,912) Arus kas neto diperoleh dari aktivitas pendanaan 695,371 146,088

(KENAIKAN) PENURUNAN NETO KAS DAN SETARA KAS 50,786 47,651

KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 331,894 290,754

KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 382,680 338,405

Kas dan setara kas terdiri dari :

Kas 21,747 16,436

Giro pada Bank Indonesia 139,193 141,990

Giro pada Bank Lain 605 440

Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain 221,135 139,876

Efek-efek yang jatuh tempo dalam tiga bulan atau kurang sejak

tanggal perolehan - 39,663

Jumlah kas dan setara kas akhir tahun 382,680 338,405

(9)

1. Umum

a. Pendirian Bank

PT Bank Ina Perdana Tbk ("Bank") didirikan di Jakarta pada tanggal 9 Februari 1990 berdasarkan Akta No. 32 tanggal 9 Februari 1990 dibuat di hadapan Winnie Hadiprodjo, S.H., notaris pengganti dari Kartini Muljadi S.H., notaris di Jakarta, yang kemudian diubah berdasarkan Akta Perubahan Akta Pendirian No. 79, tanggal 22 Mei 1990, dibuat di hadapan Kartini Muljadi, S.H., notaris di Jakarta, yang menyetujui perubahan nama Bank dari PT Bank Ina menjadi PT Bank Ina Perdana. Akta pendirian Bank tersebut telah mendapatkan pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C2-3639 HT.01.01.Th.90, tanggal 23 Juni 1990 sebagaimana telah diumumkan pada Berita Negara Republik Indonesia No. 84 Tambahan No. 4242 tanggal 19 Oktober 1990.

Anggaran Dasar Bank telah mengalami beberapa kali perubahan, perubahan terakhir berdasarkan Akta No. 51 tanggal 15 November 2016 dari Leolin Jayayanti, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, mengenai perubahan pasal-pasal Anggaran Dasar Perseroan terkait peningkatan modal dasar Bank dari Rp 632.000.000.000 (enam ratus tiga puluh dua miliar Rupiah) menjadi Rp 2.000.000.000.000 (dua triliun Rupiah). Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat keputusan No. AHU-0021631.AH01.02.Tahun 2016 tanggal 17 November 2016 serta telah dilaporkan kepada OJK melalui surat No. OJK/DIR/138/1116 tanggal 18 November 2016.

Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Bank, ruang lingkup kegiatan Bank adalah melakukan usaha di bidang perbankan sesuai dengan undang-undang dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Bank telah memperoleh izin usaha untuk beroperasi sebagai bank umum dari Menteri Keuangan Republik Indonesia dengan Surat Keputusan Nomor: 524/KMK.013/1991,selanjutnya Bank melakukan operasi komersial pada bulan Juli 1991. Bank berkantor pusat di Wisma BSG, Jalan Abdul Muis No. 40, Jakarta. Pada tanggal 30 September 2017, Bank memiliki 9 kantor cabang, 9 kantor cabang pembantu, 5 kantor kas dan 17 jaringan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) (tidak diaudit),dimana pada tanggal 7 Juni 2017 cabang baru yang beralamat di Jalan Gatot Subroto No 334,Denpasar,Bali resmi beroperasi.

Pada tanggal 31 Desember 2016, Bank memiliki 8 kantor cabang, 9 kantor cabang pembantu, 5 kantor kas dan 17 jaringan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) (tidak diaudit). Pemegang saham pengendali (PSP) adalah PT Philadel Terra Lestari dan Oki Widjaja dengan Pemegang saham akhir adalah Pieter Tanuri dan Oki Widjaja sesuai surat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No: SR-177/D.03/2015 tanggal 16 September 2015.

b. Penawaran Umum Saham Perdana di Bursa Efek Indonesia

Pada tanggal 31 Desember 2013, Bank memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui surat No. S-484/D.04/2013 untuk penawaran umum perdana atas 520.000.000 lembar saham Bank dengan nilai nominal Rp100 (Rupiah penuh) per saham pada harga penawaran Rp240 (Rupiah penuh) per saham. Saham-saham Bank telah tercatat di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 16 Januari 2014.

(10)

Pada tanggal 24 Juni 2016, Bank melakukan Penawaran Umum Terbatas I dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (“HMETD”) kepada para pemegang saham Bank sejumlah 625.000.000 (enam ratus dua puluh lima juta) lembar saham biasa atas nama dengan nominal Rp100 (Rupiah penuh) per lembar saham pada harga penawaran Rp240 (Rupiah penuh) per saham. setelah mendapat Surat Pemberitahuan Efektifnya Pernyataan Pendaftaran dari Kepala Eksekutif Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. S-322/D.04/2016.

Selanjutnya pada tanggal 20 Februari 2017, Bank melakukan Penawaran Umum Terbatas II (PUT-II) dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (“HMETD”) kepada para pemegang saham Bank sejumlah 2.929.375.000 (dua miliar sembilan ratus dua puluh sembilan juta tiga ratus tujuh puluh lima ribu) lembar saham biasa atas nama dengan nominal Rp100 (Rupiah penuh) per lembar saham pada harga penawaran Rp240 (Rupiah penuh) per saham,setelah mendapat Surat Pemberitahuan Efektifnya Pernyataan Pendaftaran dari Kepala Eksekutif Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. S-50/D.04/2017, tanggal 3 Februari 2017.

Berikut adalah kronologis pencatatan saham Bank pada bursa efek di Indonesia sejak Penawaran Umum Perdana:

Jumlah Saham/

Number of Shares

Penawaran Umum Perdana

di tahun 2013 2.100.000.000

Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu

(Rights Issue) I 625.000.000

Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu

(Rights Issue) I 2.929.375.000

Total 5.654.375.000

Total Saham yang tifdak dicatatkan (1%) 56.543.750

Total Saham yang Dicatatkan di Bursa 5.597.831.250

Pada tanggal 30 September 2017, sebesar 99% atau sebanyak 5.597.831.250 saham Bank telah tercatat di Bursa Efek Indonesia.

c. Dewan Komisaris,Direksi dan Karyawan

Pada tanggal –tanggal 30 September 2017 dan 31 Desember 2016 susunan Dewan Komisaris dan Direksi Bank adalah sebagai berikut:

30 September 2017 31 Desember 2016

Dewan Komisaris:

Komisaris Utama Independen : Birawa Natapradja, S.H. Birawa Natapradja, S.H. Komisaris Independen : Hari Sugiharto Hari Sugiharto

Komisaris : Winadewi Hanantha Winadewi Hanantha

(11)

Direksi:

Direktur Utama : Drs. Edy Kuntardjo Drs. Edy Kuntardjo Direktur Kepatuhan : Wardoyo Wardoyo

Direktur Operasional : Kiung Hui Ngo Kiung Hui Ngo Direktur Bisnis : Josavia R.Ichwan Josavia R.Ichwan

Pada tanggal 30 September 2017 dan 31 Desember 2016, susunan keanggotaan komite-komite yang dimiliki Bank adalah sebagai berikut:

30 September 2017 31 Desember 2016

Komite Audit

Ketua : Birawa Natapradja Birawa Natapradja

Anggota : Dr. Timotius Dr. Timotius

Edy Sukarno Edy Sukarno Hari Sugiharto Hari Sugiharto

Komite Remunerasi dan Nominasi

Ketua : Hari Sugiharto Hari Sugiharto

Anggota : Birawa Natapradja Birawa Natapradja Winadewi Hanantha Winadewi Hanantha Agnes Sri Lestari Agnes Sri Lestari

Komite Pemantau Risiko

Ketua : Hari Sugiharto Hari Sugiharto

Anggota : Dr. Timotius Dr. Timotius

Edy Sukarno Edy Sukarno Birawa Natapradja Birawa Natapradja Winadewi Hanantha Winadewi Hanantha

Pada tanggal 30 September 2017 dan 31 Desember 2016,Sekretaris Perusahaan adalah Wardoyo.

Pada tanggal 30 September 2017 dan 31 Desember 2016 ,Ketua Internal Audit Bank adalah Rony Hermawan.

Personel manajemen kunci Bank terdiri dari Komisaris dan Direksi.

Pada tanggal-tanggal 30 September 2017 dan 31 Desember 2016,jumlah karyawan Bank masing-masing sebanyak 267 dan 249 karyawan (tidak diaudit).

2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Yang Signifikan

Kebijakan akuntansi utama yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan Bank adalah seperti dijabarkan di bawah ini:

(12)

Pernyataan Kepatuhan

Laporan keuangan Bank telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) di Indonesia yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan-Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI) dan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) No. VIII.G.7, yang merupakan Lampiran Keputusan Ketua BAPEPAM-LK No. KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012 tentang “Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik”.

Laporan keuangan disusun berdasarkan prinsip biaya historis dan berdasarkan konsep akuntansi akrual.

Laporan arus kas menyajikan perubahan dalam kas dan setara kas dari aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Laporan arus kas disusun dengan metode langsung yang dimodifikasi. Untuk tujuan laporan arus kas, kas dan setara kas meliputi kas, giro pada Bank Indonesia, giro pada bank lain, penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain dan Sertifikat Bank Indonesia yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan sejak tanggal perolehan, sepanjang tidak digunakan sebagai jaminan atas pinjaman yang diterima serta tidak dibatasi penggunaannya.

Mata uang fungsional dan penyajian yang digunakan dalam laporan keuangan adalah mata uang Rupiah (Rp).

Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan untuk tahun 2017 dan 2016 adalah konsisten dengan kebijakan akuntansi pada tahun sebelumnya.

b. Penjabaran Mata Uang Asing

Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang fungsional menggunakan kurs pada tanggal transaksi. Laba atau rugi selisih kurs yang timbul dari penyelesaian transaksi dan dari penjabaran pada kurs akhir tahun atas aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Aset nonmoneter yang diukur pada nilai wajar dijabarkan menggunakan kurs pada tanggal nilai wajar ditentukan.

Berikut ini adalah nilai tukar mata uang asing utama yang digunakan untuk penjabaran pada tanggal-tanggal 30 September 2017 dan 31 Desember 2016 yang menggunakan kurs spot Reuters (pukul 16.00 Waktu Indonesia Barat) sebagai berikut (dalam Rupiah penuh):

30 September 2017 31 Desember 2016 (dalam Rupiah penuh) (dalam Rupiah penuh)

Euro 15,896.37 14,175.76 Dolar Amerika Serikat 13,471.50 13,472.50 Dolar Australia 10,560.99 9,723.10 Dolar Singapura 9,918.28 9,311.93 Dolar Hong Kong 1,724.74 1,737.34 Yen Jepang 119.69 115.07

(13)

Bank melakukan transaksi dengan pihak berelasi. Definisi pihak berelasi yang digunakan adalah sesuai dengan PSAK No. 7 (Revisi 2010) mengenai “Pengungkapan pihak-pihak berelasi”. Suatu pihak dianggap pihak berelasi dengan Bank jika:

1. Orang atau anggota keluarga dekatnya mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut:

a. memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor; b. memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau

c. merupakan personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk dari entitas pelapor.

2. Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut: a. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama

(artinya entitas induk,entitas anak,dan entitas anak berikutnya saling berelasi dengan entitas lainnya).

b. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya).

c. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama. d. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain

adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga.

e. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pascakerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor.

f. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam angka (1).

g. Orang yang diidentifikasi dalam angka (1) huruf (a) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau merupakan personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).

Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak, dimana persyaratan tersebut mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak berelasi.

d. Aset dan Liabilitas Keuangan

Aset keuangan Bank terdiri dari kas, giro pada Bank Indonesia, giro pada bank lain, penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain, efek-efek, efek-efek yang dibeli dengan janji untuk dijual kembali, kredit yang diberikan, piutang bunga dan aset lain-lain (seperti setoran jaminan dan tagihan transaksi ATM).

Liabilitas keuangan Bank terdiri dari liabilitas segera, simpanan dari nasabah, simpanan dari bank lain, utang bunga dan liabilitas lain-lain.

(14)

Bank mengklasifikasikan aset keuangannya berdasarkan kategori sebagai berikut pada saat pengakuan awal:

 Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, yang memiliki 2 (dua) sub-klasifikasi, yaitu aset keuangan yang ditetapkan demikian pada saat pengakuan awal dan aset keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok yang diperdagangkan;

 Pinjaman yang diberikan dan piutang;

 Investasi dimiliki hingga jatuh tempo; dan

 Investasi tersedia untuk dijual.

Liabilitas keuangan diklasifikasikan ke dalam kategori sebagai berikut pada saat pengakuan awal:

 Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, yang memiliki 2 (dua) sub-klasifikasi, yaitu liabilitas keuangan yang ditetapkan demikian pada saat pengakuan awal dan liabilitas keuangan yang telah diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan;

 Liabilitas keuangan lain.

Kelompok aset dan liabilitas yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi terdiri dari keuangan atau liabilitas keuangan dimiliki untuk diperdagangkan yang diperoleh atau dimiliki Bank terutama untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat, atau dimiliki sebagai bagian dari portofolio instrumen keuangan tertentu yang dikelola bersama untuk memperoleh laba jangka pendek atau position taking. Derivatif juga dikategorikan dalam sub-klasifikasi ini, kecuali derivatif yang ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai efektif. Aset dan liabilitas dalam kelompok ini dicatat pada nilai wajar dalam laporan posisi keuangan dengan keuntungan atau kerugian diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.

Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif, kecuali:

 yang dimaksudkan oleh Bank untuk dijual segera dalam waktu dekat, yang diklasifikasikan dalam kelompok diperdagangkan, serta yang pada saat pengakuan awal ditetapkan sebagai diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi;

 yang pada saat pengakuan awal ditetapkan dalam kelompok investasi tersedia untuk dijual;atau

 dalam hal Bank mungkin tidak akan memperoleh kembali investasi awal secara substansial kecuali yang disebabkan oleh penurunan kualitas pinjaman yang diberikan dan piutang.

Investasi dimiliki hingga jatuh tempo terdiri dari aset keuangan non derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan dimana Bank mempunyai intensi positif dan kemampuan untuk memiliki aset keuangan tersebut hingga jatuh tempo. Investasi yang dimiliki untuk periode yang tidak dapat ditentukan tidak dikategorikan dalam klasifikasi ini.

(15)

Kategori tersedia untuk dijual terdiri dari aset keuangan non derivatif yang ditentukan sebagai tersedia untuk dijual atau tidak diklasifikasikan sebagai salah satu dari kategori aset keuangan lain. Setelah pengukuran awal, investasi tersedia untuk dijual diukur menggunakan nilai wajar dengan laba atau rugi yang diakui sebagai bagian dari ekuitas sampai dengan investasi dihentikan pengakuannya atau sampai investasi dinyatakan mengalami penurunan nilai dimana akumulasi laba atau rugi sebelumnya dilaporkan dalam ekuitas dilaporkan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.

Hasil efektif dan (bila dapat diaplikasikan) hasil dari nilai tukar dinyatakan kembali untuk investasi tersedia untuk dijual dilaporkan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.

Liabilitas keuangan lainnya dicatat pada biaya perolehan diamortisasi merupakan liabilitas keuangan yang tidak dimiliki untuk dijual atau ditentukan sebagai nilai wajar melalui laporan laba rugi saat pengakuan liabilitas.

(ii) Pengakuan awal

a. Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun waktu yang telah ditetapkan oleh peraturan dan kebiasaan yang berlaku di pasar (pembelian secara reguler) diakui pada tanggal penyelesaian. b. Aset keuangan dan liabilitas keuangan pada awalnya diukur pada nilai wajarnya.

Dalam hal aset keuangan atau liabilitas keuangan tidak diklasifikasikan sebagai nilai wajar melalui laporan laba rugi, nilai wajar tersebut ditambah/dikurang biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung. Pengukuran aset keuangan dan liabilitas keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya. Bank, pada pengakuan awal, dapat menetapkan aset keuangan dan liabilitas keuangan tertentu sebagai nilai wajar melalui laba rugi (opsi nilai wajar). Selanjutnya, penetapan ini tidak dapat diubah.

Opsi nilai wajar dapat digunakan hanya bila memenuhi ketetapan sebagai berikut:

 penetapan sebagai opsi nilai wajar mengurangi atau mengeliminasi ketidakkonsistenan pengukuran dan pengakuan (accounting mismatch) yang dapat timbul; atau

 aset keuangan dan liabilitas keuangan merupakan bagian dari portofolio instrumen keuangan yang risikonya dikelola dan dilaporkan kepada manajemen kunci berdasarkan nilai wajar; atau

 aset keuangan dan liabilitas keuangan terdiri dari kontrak utama dan derivatif melekat yang harus dipisahkan.

(iii) Pengukuran setelah pengakuan awal

Aset keuangan dalam kelompok tersedia untuk dijual dan aset keuangan dan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi selanjutnya diukur pada nilai wajarnya.

Pinjaman yang diberikan dan piutang serta investasi dimiliki hingga jatuh tempo dan liabilitas keuangan lainnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.

(16)

(iv) Penghentian pengakuan

Bank menghentikan pengakuan aset keuangan pada saat hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut kadaluwarsa, atau Bank mentransfer seluruh hak untuk menerima arus kas kontraktual dari aset keuangan dalam transaksi dimana Bank secara substansial telah mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan yang ditransfer. Setiap hak atau liabilitas atas aset keuangan yang ditransfer yang timbul atau yang masih dimiliki oleh Bank diakui sebagai aset atau liabilitas secara terpisah.

Bank melakukan transaksi dimana Bank mentransfer aset yang diakui di laporan posisi keuangan, tetapi masih memiliki semua risiko dan manfaat atas aset yang ditransfer atau bagian darinya. Jika seluruh atau secara substansi semua risiko dan manfaat masih dimiliki, maka aset yang ditransfer tidak dihentikan pengakuannya dari laporan posisi keuangan.

Pada saat dijual ke pihak ketiga dengan pertukaran tingkat pengembalian secara bersamaan dari aset yang ditransfer, transaksi dianggap sebagai transaksi

keuangan yang dijamin serupa dengan transaksi dengan janji akan dibeli kembali ketika Bank mempertahankan seluruh atau sebagian risiko dan manfaat dari kepemilikan aset tersebut.

Dalam transaksi dimana Bank secara substansial tidak memiliki atau tidak mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan, Bank menghentikan pengakuan aset tersebut jika Bank tidak lagi memiliki pengendalian atas aset tersebut.

Hak dan kewajiban yang timbul atau yang masih dimiliki dalam transfer tersebut diakui secara terpisah sebagai aset atau liabilitas yang sesuai. Dalam transfer dimana pengendalian atas aset masih dimiliki, Bank tetap mengakui aset yang ditransfer tersebut sebesar keterlibatan berkelanjutan, dimana tingkat keberlanjutan Bank dan aset yang ditransfer adalah sebesar perubahan nilai aset yang ditransfer. Bank menghentikan pengakuan liabilitas keuangan pada saat liabilitas yang ditetapkan dalam kontrak dilepaskan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.

Bank menghapusbukukan saldo kredit yang diberikan dan efek utang untuk tujuan investasi, dan cadangan kerugian penurunan nilai terkait, pada saat Bank menentukan bahwa kredit atau efek-efek tersebut tidak dapat ditagih. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan informasi seperti telah terjadinya perubahan signifikan pada posisi keuangan debitur/penerbit sehingga debitur/ penerbit tidak lagi dapat melunasi kewajibannya, atau hasil penjualan agunan tidak akan cukup untuk melunasi seluruh ekposur kredit yang diberikan.

(v) Pengakuan pendapatan dan beban

Pendapatan dan beban bunga atas aset keuangan dan liabilitas keuangan yang diukur berdasarkan biaya perolehan diamortisasi,diakui pada laporan laba rugi komprehensif dengan menggunakan metode suku bunga efektif.

(vi) Reklasifikasi aset keuangan

Suatu aset keuangan diklasifikasikan keluar dari kategori nilai wajar melalui laba rugi ketika kondisi berikut ini terpenuhi:

(17)

 Aset keuangan tidak lagi dimiliki untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam jangka waktu dekat; dan terdapat suatu keadaan yang tidak terduga.

 Terdapat suatu keadaan yang tidak terduga.

Suatu aset keuangan yang direklasifikasi keluar dari kategori nilai wajar melalui laba rugi direklasifikasi pada nilai wajar pada tanggal reklasifikasi. Setiap keuntungan atau kerugian yang telah diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain tidak dapat dibalik. Nilai wajar aset keuangan pada tanggal reklasifikasi akan menjadi biaya diamortisasi yang baru, sebagaimana berlaku. Bank tidak mereklasifikasi instrumen keuangannya ke atau dari kategori nilai wajar melalui laporan laba rugi.

Bank tidak boleh mengklasifikasikan aset keuangan sebagai investasi dimiliki hingga jatuh tempo, jika dalam tahun berjalan atau dalam kurun waktu 2 (dua) tahun sebelumnya, menjual atau mereklasifikasi investasi dimiliki hingga jatuh tempo dalam jumlah yang lebih dari jumlah yang tidak signifikan (more than insignificant) sebelum jatuh tempo (lebih dari jumlah yang tidak signifikan dibandingkan dengan jumlah nilai investasi dimiliki hingga jatuh tempo), kecuali penjualan atau reklasifikasi tersebut dimana:

a. mendekati jatuh tempo atau tanggal pembelian kembali aset keuangan di mana perubahan suku bunga pasar tidak akan berpengaruh secara signifikan terhadap nilai wajar aset keuangan tersebut;

b. terjadi setelah Bank telah memperoleh secara substansial seluruh jumlah pokok aset keuangan tersebut sesuai jadwal pembayaran atau Bank telah memperoleh pelunasan dipercepat; atau

c. terkait dengan kejadian tertentu yang berada di luar kendali Bank, tidak berulang, dan tidak dapat diantisipasi secara wajar oleh Bank.

Reklasifikasi aset keuangan dari kelompok dimiliki hingga jatuh tempo ke kelompok tersedia untuk dijual dicatat sebesar nilai wajarnya. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi tetap dilaporkan pada ekuitas dan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif selama sisa umur aset keuangan tersebut.

(vii) Saling hapus

Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai netonya dilaporkan di laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika, saat ini terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk saling hapus jumlah keduanya dan terdapat intensi untuk diselesaikan secara neto,atau untuk merealisasikan asset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.Hak yang berkekuatan hukum berarti:

a. tidak terdapat kontijensi di masa yang akan dating,dan b. hak yang berkekuatan hokum pada kondisi-kondisi berikut ini: i. kegiatan bisnis normal

ii. kondisi kegagalan usaha;dan iii. kondisi gagal bayar atau bangkrut

Pendapatan dan beban disajikan dalam jumlah neto hanya jika diperkenankan oleh standar akuntansi.

(18)

Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai netonya disajikan dalam laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika, Bank memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan adanya maksud untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.

Pendapatan dan beban disajikan dalam jumlah neto hanya jika diperkenankan oleh standar akuntansi.

(viii) Pengukuran biaya diamortisasi

Biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan atau liabilitas keuangan adalah jumlah aset keuangan atau liabilitas keuangan yang diukur pada saat pengakuan awal dikurangi pembayaran pokok kredit, ditambah atau dikurangi amortisasi kumulatif menggunakan metode suku bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai pengakuan awal dan nilai jatuh temponya, dan dikurangi penurunan nilai. (ix) Penentuan nilai wajar

Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Pengukuran nilai wajar berdasarkan asumsi bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas terjadi di:

 pasar utama untuk aset dan liabilitas tersebut, atau

 jika terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut.

Bank harus memiliki akses ke pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan tersebut.

Nilai wajar aset dan liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi terbaiknya.

Bank menggunakan teknik penilaian yang sesuai dalam keadaan dan dimana data yang memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.

Semua aset dan liabilitas yang nilai wajarnya diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan dikategorikan dalam hirarki nilai wajar, sebagaimana dijelaskan di bawah ini, berdasarkan tingkatan level input yang terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan:

 Level 1 - harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik.

 Level 2 - teknik penilaian di mana tingkat level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar dapat diobservasi baik secara langsung atau tidak langsung.

 Level 3 - teknik penilaian di mana tingkat level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar tidak dapat diobservasi baik secara langsung atau tidak langsung.

(19)

Untuk aset dan liabilitas yang diukur secara berulang dalam laporan keuangan, Bank menentukan apakah perpindahan antar level hirarki telah terjadi dengan melakukan evaluasi pengelompokan (berdasarkan level input yang terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara menyeluruh) pada setiap akhir periode pelaporan.

(x) Perbedaan “1 (satu) hari”

Pada saat nilai transaksi berbeda dengan nilai wajar dari transaksi pasar lainnya yang dapat diobservasi saat ini atas instrumen yang sama atau berdasarkan teknik penilaian yang hanya menggunakan variabel data dari pasar yang dapat diobservasi, Bank secara langsung mengakui perbedaan antara nilai transaksi dan nilai wajar (“1 hari” keuntungan atau kerugian) pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Jika nilai wajar ditentukan berdasarkan data yang tidak dapat diobservasi, maka perbedaan antara nilai transaksi dan nilai model hanya dapat diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain pada saat data menjadi dapat diobservasi atau pada saat instrumen tersebut tidak diakui lagi.

e. Kas dan Setara Kas

Kas dan setara kas meliputi kas, giro pada Bank Indonesia, giro pada bank lain, penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain, Sertifikat Bank Indonesia (SBI) yang jatuh tempo dalam waktu 3 (tiga) bulan sejak tanggal perolehan, sepanjang tidak digunakan sebagai jaminan atas pinjaman yang diterima serta tidak dibatasi penggunaannya.

Bank mengklasifikasikan kas dan setara kas dalam kategori pinjaman yang diberikan dan piutang dan disajikan sebesar biaya perolehan diamortisasi.

f. Giro Pada Bank Indonesia dan Bank Lain

Giro pada Bank Indonesia dan bank lain dinyatakan sebesar biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi penyisihan kerugian penurunan nilai. Giro pada Bank Indonesia dan bank lain diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang.

g. Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain

Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain terdiri dari Fasilitas Simpanan Bank Indonesia (FASBI) ,Fine Tune Kontraksi (FTK)dan Call Money.

Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain dinyatakan sebesar biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi penyisihan kerugian penurunan nilai. Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang.

h. Efek-efek

Efek-efek yang dimiliki terdiri dari Sertifikat Bank Indonesia (“SBI”), obligasi pemerintah, obligasi korporasi,Negotiable Certificate Deposit (NCD) dan Sertifikat Deposito Bank Indonesia (“SDBI”).

Efek-efek pada awalnya diukur sebesar nilai wajar ditambah biaya langsung yang dapat diatribusikan, kecuali aset keuangan yang diklasifikasikan pada nilai wajar melalui laba

(20)

rugi dimana biaya transaksi diakui langsung ke laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Pengukuran setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya. Pengukuran efek-efek didasarkan atas klasifikasinya sebagai berikut:

1. Dimiliki hingga jatuh tempo

Efek-efek yang diklasifikasikan dimiliki hingga jatuh tempo dicatat pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif setelah pengakuan awal. Bila terjadi penjualan atau reklasifikasi dalam jumlah yang lebih dari jumlah yang tidak signifikan dari efek-efek dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo yang belum mendekati tanggal jatuh tempo, maka hal ini akan menyebabkan reklasifikasi atas semua efek-efek yang dimiliki hingga jatuh tempo ke dalam kelompok tersedia untuk dijual, dan Bank tidak diperkenankan untuk mengklasifikasikan efek-efek sebagai dimiliki hingga jatuh tempo untuk tahun berjalan dan untuk kurun waktu dua tahun mendatang.

2. Tersedia untuk dijual

Setelah pengakuan awal, efek-efek yang diklasifikasikan dalam kelompok tersedia untuk dijual dinyatakan pada nilai wajarnya.

Pendapatan bunga diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Laba atau rugi selisih kurs atas efek-efek utang yang tersedia untuk dijual diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.

Perubahan nilai wajar lainnya diakui secara langsung sebagai penghasilan komprehensif lain sampai efek-efek tersebut dijual atau mengalami penurunan nilai, dimana keuntungan dan kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui sebagai penghasilan komprehensif lain direklasifikasi ke laba rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi.

3. Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi a. Diperdagangkan

Setelah pengakuan awal, efek-efek yang diklasifikasikan ke dalam kelompok diperdagangkan diukur pada nilai wajar di laporan posisi keuangan. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi akibat perubahan nilai wajar efek-efek yang diperdagangkan diakui sebagai bagian dari keuntungan atau kerugian dari perubahan nilai wajar instrumen keuangan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain tahun berjalan. Efek-efek yang diperdagangkan tidak direklasifikasi setelah pengakuan awal.

Efek-efek tertentu telah ditetapkan sebagai efek-efek pada nilai wajar melalui laba rugi apabila aset tersebut dikelola, dievaluasi dan dilaporkan secara internal atas dasar nilai wajar.

(21)

Cadangan kerugian penurunan nilai diukur bila terdapat indikasi penurunan nilai dengan menggunakan metodologi penurunan nilai sebagaimana diungkapkan dalam Catatan 2k.

i. Efek-efek yang dibeli dengan janji untuk dijual kembali

Efek yang dibeli dengan janji untuk dijual kembali disajikan sebagai aset dalam laporan posisi keuangan sebesar jumlah penjualan kembali dikurangi dengan bunga yang belum diamortisasi dan penyisihan kerugian penurunan nilai. Selisih antara harga beli dengan harga jual kembali diperlakukan sebagai pendapatan bunga yang ditangguhkan, dan diakui sebagai pendapatan selama periode sejak efek-efek dibeli hingga dijual menggunakan metode suku bunga efektif.

Efek yang dibeli dengan janji untuk dijual kembali diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang.

j. Kredit yang diberikan

Kredit yang diberikan adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat disetarakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam dengan peminjam, dimana mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utang berikut bunganya setelah jangka waktu tertentu.

Kredit yang diberikan pada awalnya diukur pada nilai wajar ditambah dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dan biaya tambahan untuk memperoleh aset keuangan tersebut. Setelah pengakuan awal diukur pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku efektif dikurangi dengan penyisihan kerugian penurunan nilai.

Jika terdapat pelunasan dipercepat atau pelunasan sebelum masa jatuh tempo kredit, maka akun kredit yang diberikan bersama dengan akun cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN), jika ada, akan dikeluarkan dari laporan posisi keuangan.

Restrukturisasi kredit meliputi modifikasi persyaratan kredit, konversi kredit menjadi saham atau instrumen keuangan lainnya dan/atau kombinasi dari keduanya.Kredit yang diberikan restrukturisasi ,ketika adanya indikasi penurunan kemampuan membayar dan kondisi usaha tetapi masih memiliki prospek yang realistis mengenai pengembalian di masa dating melalui hasil usaha.

Kredit yang direstrukturisasi disajikan sebesar nilai yang lebih rendah antara nilai tercatat kredit pada tanggal restrukturisasi atau nilai tunai penerimaan kas masa depan setelah restrukturisasi. Kerugian akibat selisih antara nilai tercatat kredit pada tanggal restrukturisasi dengan nilai tunai penerimaan kas masa depan setelah restrukturisasi diakui sebagai laba/rugi. Setelah restrukturisasi, semua penerimaan kas masa depan yang ditetapkan dalam persyaratan baru dicatat sebagai pengembalian pokok kredit yang diberikan dan pendapatan bunga sesuai dengan syarat-syarat restrukturisasi.

Kredit yang diberikan dihapusbukukan ketika tidak terdapat prospek yang realistis mengenai pengembalian kredit. Kredit yang tidak dapat dilunasi dihapusbukukan dengan mendebit akun cadangan kerugian penurunan nilai. Pelunasan kemudian atas kredit yang telah dihapusbukukan sebelumnya, dikreditkan ke akun cadangan kerugian penurunan nilai.

(22)

Batasan suatu aset dinyatakan tidak dapat ditagih adalah sebagai berikut: 1. Fasilitas kredit telah mengalami penurunan nilai;

2. Telah dilakukan berbagai upaya penagihan dan pemulihan, namun tidak berhasil; dan 3. Usaha debitur sudah tidak mempunyai prospek atau kinerja debitur buruk atau tidak ada kemampuan membayar dan semua jaminan telah direalisasi atau sudah diambil alih oleh Bank.

Pengambilalihan agunan akan diakui sebagai penyelesaian atau pelunasan kredit berdasarkan kesepakatan debitur dan Bank.

k. Penyisihan Kerugian Penurunan Nilai Aset Keuangan

Pada setiap tanggal laporan posisi keuangan, Bank mengevaluasi apakah terdapat bukti obyektif bahwa aset keuangan yang tidak dicatat pada nilai wajar melalui laba rugi telah mengalami penurunan nilai. Aset keuangan mengalami penurunan nilai jika terdapat bukti obyektif yang menunjukkan bahwa peristiwa yang merugikan telah terjadi setelah pengakuan awal aset keuangan, dan peristiwa tersebut berdampak pada arus kas masa datang atas aset keuangan yang dapat diestimasi secara handal.

Kriteria yang digunakan oleh Bank untuk menentukan bukti obyektif dari penurunan nilai adalah sebagai berikut:

a) kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau pihak peminjam;

b) pelanggaran kontrak, seperti terjadinya wanprestasi atau tunggakan pembayaran pokok atau bunga;

c) pihak pemberi pinjaman, dengan alasan ekonomi atau hukum sehubungan dengan kesulitan keuangan yang dialami pihak peminjam, memberikan keringanan (konsesi) pada pihak peminjam yang tidak akan dipertimbangkan oleh pemberi pinjaman jika tidak terdapat hal tersebut;

d) terdapat kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan lainnya;

e) hilangnya pasar aktif dari aset keuangan akibat kesulitan keuangan; atau

f) data yang dapat diobservasi mengindikasikan adanya penurunan yang dapat diukur atas estimasi arus kas masa datang dari kelompok aset keuangan sejak pengakuan awal aset dimaksud, meskipun penurunannya belum dapat diidentifikasi terhadap aset keuangan secara individual dalam kelompok aset tersebut, termasuk:

1) memburuknya status pembayaran pihak peminjam dalam kelompok tersebut; dan

2) kondisi nasional atau lokal yang berkorelasi dengan wanprestasi atas aset dalam kelompok tersebut.

Bank pertama kali menentukan apakah terdapat bukti obyektif penurunan nilai secara individual atas aset keuangan yang signifikan secara individual, dan secara individual atau kolektif untuk aset keuangan yang tidak signifikan secara individual. Jika Bank menentukan tidak terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai atas aset keuangan

(23)

yang dinilai secara individual, terlepas signifikan atau tidak, maka Bank memasukkan aset tersebut ke dalam kelompok aset keuangan yang memiliki karakteristik risiko kredit yang serupa dan menilai penurunan nilai kelompok tersebut secara kolektif.

Aset keuangan yang penelaahan penurunan nilainya dilakukan secara individual, dan untuk kerugian penurunan nilai telah diakui atau tetap diakui, tidak termasuk dalam penilaian penurunan nilai secara kolektif.

Bank menetapkan kredit yang harus dievaluasi penurunan nilainya secara individual, jika memenuhi salah satu kriteria di bawah ini:

1. Kredit yang secara individual memiliki nilai signifikan dan memiliki bukti obyektif penurunannilai;

2. Kredit yang direstrukturisasi yang secara individual memiliki nilai signifikan dengan kolektibilitas kurang lancar, diragukan dan macet.

Berdasarkan kriteria diatas, Bank melakukan penilaian secara kolektif untuk: (a) kredit dengan fasilitas pinjaman dibawah Rp1 miliar atau (b) kredit dengan fasilitaspinjaman lebih dari Rp1 miliar dengan kolektibilitas lancar dan dalam perhatian khusus.

Bank menetapkan kredit yang harus dievaluasi penurunan nilainya secara kolektif, jika memenuhi salah satu kriteria di bawah ini:

1. Kredit yang secara individual memiliki nilai signifikan namun tidak memiliki bukti obyektif penurunan nilai;

2. Kredit yang secara individual memiliki nilai tidak signifikan;

3. Kredit yang direstrukturisasi yang secara individual memiliki nilai tidak signifikan. Penghitungan cadangan kerugian penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai secara kolektif dilakukan dengan menggunakan metode statistik dari data historis berupa probability of default di masa lalu, waktu pengembalian dan jumlah kerugian yang terjadi (Loss Given Default) dan dengan memperhatikan pertimbangan manajemen terkait kondisi ekonomi dan kredit saat ini.

Bank menggunakan roll rate analysis method untuk menilai cadangan kerugian penurunan nilai aset.

Perhitungan penyisihan kerugian penurunan nilai berdasarkan nilai tercatat (biaya perolehan diamortisasi).

Bank menggunakan nilai wajar agunan sebagai dasar arus kas masa datang apabila memenuhi salah satu kondisi berikut:

1. Kredit bersifat collateral dependent, yaitu jika pelunasan kredit hanya bersumber dari agunan;

2. Pengambilalihan agunan kemungkinan besar terjadi dan didukung dengan perjanjianlegal pengikatan agunan.

Kerugian penurunan nilai atas aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi diukur sebesar selisih antara nilai tercatat aset keuangan dengan nilai kini estimasi arus kas masa datang yang didiskonto menggunakan suku bunga efektif awal dari aset keuangan tersebut. Kerugian yang terjadi diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dan dicatat pada akun cadangan kerugian penurunan nilai atas aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi. Pendapatan bunga

(24)

atas aset keuangan yang mengalami penurunan nilai tetap diakui atas dasar suku bunga yang digunakan untuk mendiskonto arus kas masa datang dalam pengukuran kerugian penurunan nilai. Ketika peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai menyebabkan jumlah kerugian penurunan nilai berkurang, kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui harus dipulihkan dan pemulihan tersebut diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.

Jika persyaratan kredit, piutang atau investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo dinegosiasi ulang atau dimodifikasi karena debitur atau penerbit mengalami kesulitan keuangan, maka penurunan nilai diukur dengan suku bunga efektif awal yang digunakan sebelum persyaratan diubah.

Aset produktif terdiri dari giro pada Bank Indonesia dan bank lain, penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain, efek-efek, efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali, kredit yang diberikan, piutang bungaserta komitmen dan kontinjensi pada transaksi rekening administratif yang mempunyai risiko kredit.

l. Penurunan Nilai Aset Non Keuangan

Pada tanggal pelaporan, Bank menelaah nilai tercatat aset non-keuangan untuk menentukan apakah terdapat indikasi bahwa aset tersebut telah mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, nilai yang dapat diperoleh kembali dari aset diestimasi untuk menentukan tingkat kerugian penurunan nilai (jika ada). Bila tidak memungkinkan untuk mengestimasi nilai yang dapat diperoleh kembali atas suatu aset individu, Bank mengestimasi nilai yang dapat diperoleh kembali dari unit penghasil kas atas aset.

Perkiraan jumlah yang dapat diperoleh kembali adalah nilai tertinggi antara harga jual neto atau nilai pakai. Jika jumlah yang dapat diperoleh kembali dari aset non-keuangan (unit penghasil kas) kurang dari nilai tercatatnya, nilai tercatat aset (unit penghasil kas) dikurangi menjadi sebesar nilai yang dapat diperoleh kembali dan rugi penurunan nilai diakui langsung ke laba rugi.

m. Aset Tetap

Bank menggunakan model biaya sebagai kebijakan akuntansi pengukuran aset tetapnya.

Aset tetap pemilikan langsung dinyatakan berdasarkan biaya perolehan, dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada.

Biaya perolehan awal aset tetap meliputi harga perolehan, termasuk bea impor dan pajak pembelian yang tidak boleh dikreditkan dan biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa asset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan sesuai dengan tujuan penggunaan yang ditetapkan.

Beban-beban yang timbul setelah aset tetap digunakan, seperti beban perbaikan dan pemeliharaan, dibebankan ke laporan laba rugi komprehensif pada saat terjadinya. Apabila beban-beban tersebut menimbulkan peningkatan manfaat ekonomis di masa datang dari penggunaan aset tetap tersebut yang dapat melebihi kinerja normalnya, maka beban-beban tersebut dikapitalisasi sebagai tambahan biaya perolehan aset tetap.

(25)

Penyusutan dihitung berdasarkan metode garis lurus (straight-line method) selama masa manfaat aset tetap sebagai berikut:

Masa manfaat Perabotan dan peralatan kantor 4 tahun

Kendaraan 4 tahun

Nilai tercatat aset tetap ditelaah kembali dan dilakukan penurunan nilai apabila terdapat peristiwa atau perubahan kondisi tertentu yang mengindikasikan nilai tercatat tersebut tidak dapat dipulihkan sepenuhnya.

Dalam setiap inspeksi yang signifikan, biaya inspeksi diakui dalam jumlah tercatat aset tetap sebagai suatu penggantian apabila memenuhi kriteria pengakuan. Biaya inspeksi signifikan yang dikapitalisasi tersebut diamortisasi selama periode sampai dengan saat inspeksi signifikan berikutnya.

Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Aset tetap yang dijual atau dilepaskan, dikeluarkan dari kelompok aset tetap berikut akumulasi penyusutan serta akumulasi penurunan nilai yang terkait dengan aset tetap tersebut. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset tetap (ditentukan sebesar perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan, jika ada, dengan jumlah tercatat dari aset tetap tersebut) dan diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain pada tahun terjadinya penghentian pengakuan.

Pada setiap akhir tahun buku, Bank melakukan penelaahan atas nilai residu, masa manfaat dan metode penyusutan dan disesuaikan secara prospektif.

n. Agunan yang diambil alih (AYDA)

Agunan yang diambil alih yang untuk selanjutnya disebut AYDA adalah aktiva

yang diperoleh Bank, baik melalui pelelangan maupun di luar pelelangan berdasarkan penyerahan secara sukarela oleh pemilik agunan atau berdasarkan kuasa untuk menjual di luar lelang dari pemilik agunan dalam hal nasabah tidak memenuhi kewajibannya kepada Bank. Aset yang diambil alih ini wajib dicairkan secepatnya atau dalam jangka waktu satu tahun.

AYDA yang telah dilakukan upaya penyelesaian memiliki kualitas sebagai berikut: a. Lancar, apabila AYDA dimiliki sampai dengan 1 tahun;

b. Kurang Lancar, apabila AYDA dimiliki lebih dari 1 (satu) tahun sampai dengan 3 tahun; c. Diragukan, apabila AYDA dimiliki lebih dari 3 (tiga) tahun sampai dengan 5 tahun; d. Macet, apabila AYDA dimiliki lebih dari 5 tahun.

o. Sewa

Penentuan apakah suatu perjanjian adalah atau mengandung suatu sewa didasarkan pada substansi perjanjian dan memerlukan penilaian apakah pemenuhan perjanjian ini tergantung pada penggunaan aset spesifik atau aset dan perjanjian memberikan hak untuk menggunakan aset. Penilaian ulang hanya dibuat setelah permulaan sewa jika salah satu dari hal berikut ini berlaku:

(26)

1. Terdapat perubahan dalam persyaratan kontraktual,selain pembaharuan atau perpanjangan dari perjanjian;

2. Opsi pembaharuan dilaksanakan atau perpanjangan diberikan,kecuali jika persyaratan pembaharuan atau perpanjangan awalnya telah termasuk dalam persyaratan sewa;

3. Terdapat perubahan dalam penentuan apakah pemenuhan tergantung pada suatu aset spesifik; atau

4. Terdapat perubahan subtansial pada aset.

Dalam kondisi penilaian ulang dilakukan, akuntansi sewa harus dimulai atau dihentikan dari tanggal ketika perubahan keadaan semakin meningkatkan perlunya penilaian ulang untuk skenario 1,3, atau 4 diatas, dan pada tanggal pembaharuan atau perpanjangan periode untuk skenario 2.

Bank sebagai lessee

Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa operasi jika sewa tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset sewaan. Dengan demikian, pembayaran sewa diakui sebagai beban dengan metode garis lurus (straight-line method) selama masa sewa.

p. Beban Dibayar Dimuka

Beban dibayar dimuka diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus.

q. Aset Lain-lain

Aset lain-lain terdiri dari aset yang nilainya tidak dapat digolongkan dalam pos-pos sebelumnya.

Aset lain-lain disajikan sebesar nilai tercatat, yaitu biaya perolehan setelah dikurangi penurunan nilai dan cadangan kerugian penurunan nilai.

r. Liabilitas Segera

Liabilitas segera adalah liabilitas Bank yang harus segera dibayarkan kepada pihak lain berdasarkan kontrak atau perjanjian yang telah ditetapkan. Liabilitas segera disajikan sebesar jumlah liabilitas Bank.

Liabilitas segera diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.

s. Simpanan Nasabah dan Bank Lain

Simpanan nasabah adalah dana yang dipercayakan oleh masyarakat (selainbank)kepada Bank berdasarkan perjanjian penyimpanan dana. Termasuk dalam akun ini adalahgiro,tabungan,deposito berjangka, sertifikat deposito dan bentuk lain yang dapat dipersamakan dengan itu.

Simpanan dari bank lain terdiri dari liabilitas terhadap bank lain dalam bentuk giro dan deposito berjangka.

(27)

Simpanan dari nasabah dan bank lain diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Biaya tambahan yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan simpanan nasabah dan bank lain dikurangkan dari jumlah simpanan yang diterima.

t. Pendapatan dan Beban Bunga

Pendapatan dan beban bunga diakui dalam laba rugi menggunakan metode suku bunga efektif. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran dan penerimaan kas di masa datang selama perkiraan umur dari aset keuangan atau liabilitas keuangan (atau, jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat) untuk memperoleh nilai tercatat dari aset keuangan atau liabilitas keuangan. Pada saat menghitung suku bunga efektif, Bank mengestimasi arus kas di masa datang dengan mempertimbangkan seluruh persyaratan kontraktual dalam instrumen keuangan tersebut, tetapi tidak mempertimbangkan kerugian kredit di masa mendatang.

Perhitungan suku bunga efektif mencakup biaya transaksi dan seluruh imbalan/provisi dan bentuk lain yang dibayarkan atau diterima yang merupakan bagian tak terpisahkan dari suku bunga efektif.

Jika aset keuangan atau nilai kelompok aset keuangan serupa telah diturunkan sebagai akibat kerugian penurunan nilai, maka pendapatan bunga yang diperoleh setelahnya diakui berdasarkan suku bunga yang digunakan untuk mendiskonto arus kas masa datang dalam menghitung kerugian penurunan nilai.

u. Provisi dan Komisi

Pendapatan provisi dan komisi yang berkaitan langsung dengan kegiatan perkreditan, atau pendapatan provisi dan komisi yang berhubungan dengan jangka waktu tertentu yang jumlahnya signifikan, diamortisasi sesuai dengan jangka waktu kontrak menggunakan metode suku bunga efektif dan diklasifikasikan sebagai bagian dari pendapatan bunga pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Pendapatan ini mencakup provisi dan komisi.

Provisi dan komisi yang tidak berkaitan langsung dengan kegiatan perkreditan atau jangka waktu tertentu yang jumlahnya signifikan, diamortisasi menggunakan metode garis lurus sesuai dengan jangka waktu transaksi yang bersangkutan. Sedangkan provisi dan komisi yang tidak signifikan diakui pada saat transaksi sebagai bagian dari provisi dan komisi selain kredit. Provisi dan komisi ini meliputi pendapatan terkait dengan penerbitan bank garansi dan pendapatan yang diakui pada saat jasa diberikan.

v. Perpajakan

Beban pajak kini ditentukan berdasarkan estimasi penghasilan kena pajak untuk tahun yang bersangkutan dan dihitung menggunakan tarif pajak yang berlaku.

Aset dan liabilitas pajak penghasilan tangguhan diakui atas perbedaan temporer antara aset dan liabilitas untuk tujuan komersial dan untuk tujuan perpajakan setiap tanggal pelaporan.

Liabilitas pajak tangguhan diakui atas semua perbedaan temporer kena pajak. Aset pajak tangguhan diakui atas semua perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan saldo rugi pajak yang belum digunakan, apabila besar kemungkinannya bahwa jumlah laba fiskal di masa datang akan memadai untuk dikompensasi dengan perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan saldo rugi fiskal yang belum digunakan.

(28)

Aset dan liabilitas pajak tangguhan dihitung dengan menggunakan tarif pajak (dan peraturan pajak) yang berlaku atau yang secara substansial diberlakukan pada tahun dimana aset tersebut direalisasikan atau liabilitas tersebut diselesaikan. Perubahan nilai tercatat aset dan liabilitas pajak tangguhan yang disebabkan oleh perubahan tarif pajak dibebankan pada tahun berjalan, kecuali untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya telah langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas.

Aset pajak tangguhan disajikan neto setelah dikurangi dengan liabilitas pajak tangguhan dalam laporan posisi keuangan. Pemanfaatan aset pajak tangguhan oleh Bank tergantung pada laba kena pajak di masa yang akan datang.

Koreksi terhadap liabilitas perpajakan dicatat pada saat diterimanya surat ketetapan,atau apabila diajukan permohonan keberatan atau banding, ketika hasil keberatan atau banding sudah ditetapkan.

w. Liabilitas Imbalan Kerja

Imbalan kerja jangka panjang dan imbalan pasca kerja, seperti pensiun, uang pisah, uang kompensasi dan hak-hak lainnya dihitung berdasarkan Peraturan Perusahaan dan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 ("UU 13/2003").

Bank menetapkan program imbalan pasca kerja karyawan manfaat pasti yang bersifat non iuran (non-contributory). Sesuai dengan UU No. 13/2003, Bank harus menyediakan program dengan imbalan yang minimal sama dengan imbalan pensiun yang diatur dalam UU No. 13/2003. Imbalan pensiun sesuai dengan UU No. 13/2003 adalah program imbalan pasti.

Liabilitas imbalan kerja merupakan nilai kini liabilitas imbalan pasti pada tanggal laporan posisi keuangan dikurangi dengan nilai wajar aset program. Nilai kini liabilitas imbalan pasti dihitung sekali setahun oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit.

Nilai kini liabilitas imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan estimasi arus kas masa depan dengan menggunakan tingkat bunga obligasi pemerintah dalam mata uang Rupiah sesuai dengan mata uang dimana imbalan tersebut akan dibayarkan dan yang memiliki jangka waktu yang sama dengan liabilitas imbalan pensiun yang bersangkutan. Keuntungan dan kerugian aktuarial dapat timbul dari penyesuaian yang dibuat berdasarkan pengalaman, perubahan asumsi-asumsi aktuarial dan perubahan pada program pensiun.

Seluruh biaya jasa lalu diakui pada saat yang lebih dulu antara ketika amandemen /kurtailmen terjadi atau ketika biaya restrukturisasi atau pemutusan hubungan kerja diakui. Sebagai akibatnya, biaya jasa lalu yang belum vested tidak lagi dapat ditangguhkan dan diakui selama periode vesting masa depan.

Bunga neto atas imbalan pasti neto merupakan komponen pendapatan bunga dari aset program, biaya bunga atas liabilitas imbalan pasti dan bunga atas dampak batas atas dari aset.

Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti neto terdiri atas: - keuntungan dan kerugian actuarial

- imbal hasil atas aset program, tidak termasuk jumlah yang dimasukan dalam bunga neto atas liabilitas imbalan pasti neto

- setiap perubahan dampak batas atas aset, tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto atas liabilitas imbalan pasti neto.

(29)

Imbalan kerja jangka pendek

Imbalan kerja jangka pendek seperti upah, cuti jangka pendek, insentif dan imbalan non-moneter lainnya diakui selama periode jasa diberikan. Imbalan kerja jangka pendek dihitung sebesar jumlah yang tidak didiskontokan.

x. Informasi Segmen Operasi

Informasi segmen diungkapkan untuk memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat dan dampak keuangan dari aktivitas bisnis yang mana Bank terlibat dalam lingkungan ekonomi dimana Bank beroperasi.

Bank menentukan dan menyajikan segmen operasi berdasarkan informasi yang secara internal diberikan kepada pengambil keputusan operasional. Pengambil keputusan operasional Bank adalah Dewan Direksi.

Segmen operasi adalah suatu komponen dari Bank:

1. Yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari Bank yang sama);

2. Hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan

3. Tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.

Informasi yang dilaporkan kepada pengambil keputusan operasional untuk tujuan alokasi sumber daya dan penilaian kinerjanya lebih difokuskan pada kategori masing-masing produk, yang mana serupa dengan segmen usaha yang dilaporkan pada periode-periode terdahulu.

y. Provisi

Provisi diakui jika Bank memiliki liabilitas kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) yang akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinannya besar penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat. Jumlah yang diakui sebagai provisi adalah hasil estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban kini pada tanggal pelaporan, dengan mempertimbangkan risiko dan ketidakpastian terkait kewajiban tersebut. Ketika provisi diukur menggunakan estimasi arus kas untuk menyelesaikan kewajiban kini, maka nilai tercatat provisi adalah nilai kini arus kas tersebut.

Jika sebagian atau seluruh pengeluaran untuk menyelesaikan provisi diganti oleh pihak ketiga, maka penggantian itu diakui hanya pada saat timbul keyakinan bahwa penggantian pasti akan diterima dan jumlah penggantian dapat diukur dengan andal.

z. Biaya Emisi Penerbitan Saham

Biaya emisi saham yang terjadi sehubungan dengan penawaran saham umum kepada masyarakat dikurangkan langsung dari hasil emisi dan disajikan sebagai pengurang pada

Referensi

Dokumen terkait

Tabel berikut menggambarkan rincian eksposur kredit Bank Mandiri dan Entitas Anak pada nilai bruto (tanpa memperhitungkan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai, agunan atau

Jika terdapat bukti objektif bahwa kerugian penurunan nilai telah terjadi atas pinjaman yang diberikan dan piutang atau investasi dimiliki hingga jatuh tempo yang

Jika terdapat bukti obyektif bahwa penurunan nilai telah terjadi atas aset dalam kategori pinjaman yang diberikan dan piutang atau investasi dimiliki hingga jatuh

Jika terdapat bukti obyektif bahwa penurunan nilai telah terjadi atas aset dalam kategori pinjaman yang diberikan dan piutang atau investasi dimiliki hingga jatuh

Jika terdapat bukti objektif bahwa kerugian penurunan nilai telah terjadi atas pinjaman yang diberikan dan piutang atau investasi dimiliki hingga jatuh tempo yang

Evaluasi atas kerugian penurunan nilai aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi dijelaskan di Catatan 2d. Cadangan kerugian penurunan nilai

Jika terdapat bukti objektif bahwa kerugian penurunan nilai telah terjadi atas pinjaman yang diberikan dan piutang atau investasi dimiliki hingga jatuh tempo yang

Tabel berikut menggambarkan rincian eksposur kredit Bank Mandiri dan Entitas Anak pada nilai bruto (tanpa memperhitungkan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai, agunan atau