• Tidak ada hasil yang ditemukan

178110113 - Ferry Situmeang - Fulltext.pdf - Repository UMA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "178110113 - Ferry Situmeang - Fulltext.pdf - Repository UMA"

Copied!
74
0
0

Teks penuh

Pavement Condition Index (PCI) merupakan sistem penilaian kondisi perkerasan berdasarkan jenis dan tingkat kerusakan yang terjadi serta dapat dijadikan acuan dalam pemeliharaan. Nilai pengurangan setiap jenis kerusakan diperoleh dari kurva hubungan kepadatan dengan nilai pengurangan. Nilai total pengurangan individu untuk setiap jenis kerusakan dan tingkat kerusakan di unit penelitian.

Jalan merupakan prasarana transportasi darat yang mempunyai peranan sangat penting dalam sektor transportasi darat, menunjang kelangsungan distribusi barang dan jasa untuk merangsang pertumbuhan perekonomian suatu wilayah. Ruas jalan Dolok Merawan - SMP Negeri Kabupaten Serdang Bedagai merupakan jalan lokal yang berfungsi melayani kepentingan masyarakat di kecamatan tersebut. Dolok Merawan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis perbaikan jalan mana yang sesuai dengan kondisi kerusakannya. Analisis data dalam menentukan tingkat kerusakan jalan sebagai dasar penentuan upaya perbaikan jalan dilakukan dengan metode pendekatan Pavement Condition Index (PCI). Metode Pavement Condition Index (PCI) merupakan suatu metode penentuan kerusakan jalan dan suatu sistem penilaian kondisi permukaan jalan berdasarkan jenis, tingkat dan luas kerusakan yang terjadi, serta dapat dijadikan acuan dalam pemeliharaan jalan. Sasaran penelitian ini adalah ruas jalan Dolok Merawan – SMP Negeri dengan panjang jalan 2,9 km. Ruas jalan ini terdiri dari 1 lajur dan 2 lajur dengan lebar 2 meter setiap lajurnya. Dari hasil perhitungan yang dilakukan maka diperoleh nilai PCI untuk bagian tersebut. Jalan Dolok Merawan - SMP Negeri Kabupaten Serdang Bedagai sebanyak 51.740. Kerusakan yang paling dominan terjadi adalah retak melintang atau memanjang (retak panjang dan trans) dan retak aligator yang terjadi hampir sepanjang periode. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan Jenis kerusakan yang paling dominan pada ruas jalan Dolok Merawan – SMP Negeri Kabupaten Serdang Bedagai terdiri dari retakan melintang atau memanjang (retakan panjang dan trans), retakan aligator, keretakan dan lubang (photolese). Jalan Dolok Merawan – SMP Negeri Kabupaten Serdang Bedagai merupakan jalan lokal yang berfungsi melayani kepentingan masyarakat di Kecamatan Dolok Merawan.

The Pavement Condition Index (PCI) method is a method of determining road damage and a rating system for road pavement conditions based on the type, level and level of damage that has occurred and can be used as a reference in road pavement maintenance efforts. The purpose of this research is Dolok Merawan – State Junior High School with a road length of 2.9 km. Based on the results of the calculations performed, the PCI value for the Dolok Merawan – SMP Negeri, Serdang Bedagai road section is 51,740.

Latar Belakang

Manfaat Teoritis

Penelitian ini merupakan hasil kajian dan masukan dari teori yang ada, berguna dalam memberikan pedoman yang tepat untuk menilai kondisi kerusakan jalan, apa penyebabnya dan bagaimana penanganan kerusakannya. Hasil penelitian ini diharapkan juga dapat menjadi referensi bagi penelitian perkerasan lentur dengan metode lain atau analisis dan pembahasan dengan metode Pavement Condition Index (PCI).

Manfaat Praktis

Uraian Umum

Menurut sistem jaringan jalan

Menurut fungsinya

Menurut statusnya

Penyebab Kerusakan Perkerasan Lentur

Secara umum kerusakan yang terjadi tidak disebabkan oleh satu faktor saja, namun dapat juga merupakan gabungan dari beberapa penyebab yang saling berkaitan. Menurut metode Pavement Condition Index (PCI), jenis dan tingkat kerusakan perkerasan jalan raya fleksibel dibagi menjadi: Kerusakan ini disebabkan oleh struktur perkerasan tidak cukup kuat menahan beban lalu lintas yang berulang.

Pada mulanya terdapat retakan-retakan halus, akibat beban lalu lintas yang berulang-ulang menyebabkan retakan-retakan halus tersebut menyambung membentuk rangkaian kotak-kotak kecil yang ujungnya lancip menyerupai kulit buaya. Retakan buaya biasanya hanya terjadi pada daerah dengan beban lalu lintas yang berulang dan biasanya berhubungan dengan alur, sehingga tidak terjadi pada semua daerah kecuali seluruh daerah jalan terkena arus lalu lintas. Tingkat kerusakan retak aligator (Alligator Cracking) dibedakan menjadi kerusakan ringan (rendah) yang ditandai dengan rangkaian retakan halus yang saling menyambung tanpa ada retakan pecah, kerusakan sedang (sedang) yang ditandai dengan rangkaian retakan yang menyambung membentuk kotak-kotak kecil dan berpola, Retakan tersebut cukup terlihat jelas karena sudah ada retakan yang mulai pecah, dan kerusakannya sudah parah (tinggi) yang ditandai dengan rangkaian retakan yang menyerupai kulit buaya, semuanya Retakan-retakan tersebut pecah sehingga jika tidak ditangani dapat menimbulkan bekas roda bahkan lubang pada jalan.

Tingkat kerusakan terbagi menjadi kerusakan ringan (rendah) yang ditandai dengan permukaan jalan berwarna hitam, aspal tidak menempel pada roda kendaraan, kerusakan sedang (sedang) ditandai dengan permukaan aspal berwarna hitam, aspal tidak menempel pada roda dari kendaraan kendaraan. kendaraan beberapa minggu dalam setahun, rusak berat (tinggi), ditandai dengan permukaan berwarna hitam dan terdapat bekas roda kendaraan akibat aspal yang menempel pada roda kendaraan. Ini adalah tonjolan kecil yang terjadi pada permukaan permukaan jalan, berbeda dengan longsor yang disebabkan oleh aspal yang tidak stabil. Benjolan dan kemiringan ini dapat disebabkan oleh adanya penumpukan material pada lubang jalan akibat beban lalu lintas. Penyebab kerusakan dapat berupa : pergeseran material paving, kurang melekatnya lapisan perekat antara lapisan atas dan lapisan pondasi, pengaruh kendaraan yang sering berhenti dan tiba-tiba bergerak.Tingkat kerusakan ikal dapat diukur berdasarkan kedalaman.

Untuk kerusakan ringan (rendah), kedalamannya < ½ inchi, untuk kerusakan sedang (sedang) ½ - 1 inchi, dan untuk kerusakan berat (berat) > 1 inchi. Amblesan (subsidence) adalah kerusakan yang terjadi dimana permukaan jalan lebih rendah dari lapisan permukaan disekitarnya, sehingga kondisi jalan tampak seperti genangan air atau lengkungan.Kerusakan ini disebabkan oleh beban lalu lintas yang berlebihan dan tidak sesuai. dengan rencananya. Tingkat kerusakan amblesan dapat diukur UNIVERSITAS MEDAN AREA. Untuk kerusakan ringan (minor) kedalamannya ½ - 1 inchi, untuk kerusakan sedang (sedang) 1 - 2 inchi, dan untuk kerusakan berat (berat) > 2 inchi.

Ditandai dengan adanya perbedaan ketinggian antara badan jalan dan bahu jalan. Kerusakan tersebut dapat disebabkan oleh erosi tanah pada bahu jalan, amblesnya lapisan tanah bawah pada bahu jalan, serta perencanaan jalan yang tidak dilakukan penyesuaian ketinggian bahu jalan. Kerusakan tersebut sangat membahayakan bagi pengendara karena perbedaan ketinggian yang besar antara badan jalan dan bahu jalan dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Patch dibagi berdasarkan tingkat damage yaitu damage rendah, sedang dan berat, sesuai dengan bentuk patchnya. Kerusakan ini ditandai dengan agregat pada permukaan jalan menjadi halus dan licin akibat pembebanan lalu lintas yang berulang-ulang.

Retakan slip merupakan retakan yang bentuknya seperti retakan berbentuk bulan sabit atau setengah bulan yang kedua ujungnya mengarah menjauhi lalu lintas. Cara mengukur retakan geser adalah dengan mengukur permukaan sesuai dengan tingkat kerusakan yang terjadi, mulai dari rendah (low), sedang (medium), dan buruk (high).

Penilaian Jenis Kondisi Perkerasan

  • Pavement Condition Index (PCI)
  • Density (Kadar Kerusakan)
  • Deduct Value (Nilai Pengurangan)
  • Total Nilai Pengurangan( Total Deduct Value )
  • Koreksi Nilai Pengurangan ( Corrected Deduct Value )
  • Klasifikasi Kualitas Perkerasan dan Menentukan Jenis Pemeliharaan Setelah diketahui nilai kondisi perkerasan berdasarkan hasil dari
  • Dasar Pelaksanaan Pemeliharaan Jalan
  • Penyusunan Program Pemeliharaan Jalan

Kurva hubungan kepadatan dan nilai pull-off untuk jenis kerusakan retak aligator dapat dilihat pada Gambar 2.21. Kurva hubungan antara nilai densitas dan nilai pengurangan untuk jenis kerusakan pendarahan dapat dilihat pada Gambar 2.22. Kurva hubungan antara nilai densitas dan drawdown untuk jenis kerusakan retak blok dapat dilihat pada Gambar 2.23.

Kurva korelasi kepadatan dan nilai pengurangan jenis kerusakan jerawat dan sage dapat dilihat pada gambar 2.24. Kurva korelasi antara nilai densitas dan pengurangan jenis kerusakan gelombang dapat dilihat pada gambar 2.25. Kurva korelasi antara kepadatan dan nilai pengurangan jenis kerusakan depresi dapat dilihat pada gambar 2.26.

Kurva hubungan antara densitas dengan nilai diskonto jenis kerusakan retak tepi dapat dilihat pada gambar 2.27. Kurva hubungan antara nilai densitas dan nilai diskonto jenis kerusakan retak refleksi umum dapat dilihat pada gambar 2.28. Kurva hubungan kepadatan dan nilai kemerosotan untuk jenis kerusakan jalur/bahu jatuh dapat dilihat pada Gambar 2.29.

Kurva hubungan antara nilai densitas dan nilai pull-off untuk jenis kerusakan agregat poles dapat dilihat pada Gambar 2.32. Kurva hubungan kepadatan dan nilai pengurangan jenis kerusakan jalan berlubang dapat dilihat pada Gambar 2.33. Kurva hubungan kepadatan dan nilai pull-off untuk jenis kerusakan kereta api dapat dilihat pada Gambar 2.34.

Kurva hubungan antara kepadatan dan nilai slump untuk jenis kerusakan dorong dapat dilihat pada Gambar 2.36. Kurva hubungan antara kepadatan dan nilai kemiringan untuk jenis kerusakan retak slip dapat dilihat pada Gambar 2.37. Kurva hubungan kepadatan dengan nilai diskonto jenis kerusakan pembengkakan dapat dilihat pada gambar 2.38.

Kurva hubungan antara nilai densitas dan nilai diskonto jenis kerusakan akibat pendinginan dan pelunakan dapat dilihat pada Gambar 2.39.

Lokasi Penelitian

Data dikumpulkan dari studi kasus observasi lapangan informal yaitu wawancara dengan perusahaan kontraktor. Data sekunder merupakan kegiatan pengumpulan data yang berkaitan dengan penelitian yang diperoleh dari instansi yaitu Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Serdang Bedagai.

Kesimpulan

Perlu dilakukan penilaian atau observasi langsung di lapangan oleh pihak-pihak terkait, agar perbaikan yang dilakukan sesuai dengan kondisi kerusakan yang terjadi, sehingga perbaikan yang dilakukan akan lebih efektif dan sesuai dengan yang diharapkan. . Perlu dibangun saluran drainase jalan yang baik untuk meminimalkan aliran air saat hujan dan mencegah keruntuhan jalan serta kerusakan pada tepi permukaan jalan. Perbaikan ruas jalan Dolok Merawan – SMP Negeri hendaknya tidak hanya fokus pada perbaikan perkerasan saja, namun juga upaya peningkatan kapasitas jalan melalui peningkatan lebar permukaan jalan dan pengurangan beban lalu lintas berulang.

Sangatlah perlu dilakukan pemantauan kerusakan secara berkala dan mengamati jika ada kemungkinan jalan mengalami kerusakan, maka perlu dilakukan tindakan perbaikan sesuai dengan kerusakan yang terjadi di kemudian hari. Departemen Pertahanan, (2004), Manajemen Pemeliharaan Perkerasan, UFC Unified Facilities Criteria (UFC), AS. 2010), Evaluasi Jenis Tingkat Kerusakan Jalan Menggunakan Metode Pavement Condition Index (PCI), Skripsi STT Dumai. Pedoman Perencanaan Perkerasan Fleksibel Jalan (Revisi Juni 2017) Nomor 04/SE Db/2017”. Jakarta. Direktorat Jenderal Bina Marga.

Suwandi, S., Sartono, W., Christady, H., (2018), Evaluasi Tingkat Kerusakan Jalan Menggunakan Metode Pavement Condition Index (PCI) Untuk Mendukung Pengambilan Keputusan, Forum Teknik Sipil No.

Referensi

Dokumen terkait

Hal ini dapat terjadi dengan atau tanpa dapat dilihat secara langsung pada permukaan kayu hingga pada suatu kondisi dimana struktur kayu tersebut betul-betul mengalami kerusakan

Pemasar juga dapat memanfaatkan kondisi dimana meskipun afeksi pria lebih rendah daripada wanita, namun pada pria afeksi dapat melampaui kognisinya sehingga dapat terjadi

Anemia adalah suatu kondisi dimana tubuh tidak memiliki sel darah merah yang cukup dan sehat, terjadi ketika sel darah merah (eritrosit) dalam tubuh menjadi terlalu rendah yang