Fitoterapi Pengobatan penyakiy saraf
KELAS : C4 FARMASI
Anggota kelompok III
Elfi Marningsih Nurul Arni Saptiani
Wa Ode Rizkiana
St. Retri Amulia Ramadhani Neneng Risna Wati
Yunda Syahda MS.
Zakrawan Ananda P.
Lavera Sura’mairi Lisa Safitri
Kartini
Fitoterapi adalah terapi dengan menggunakan bahan yang berasal daritumbuhan baik berupa bagian/organ tumbuhan, ekstrak, atau isolat aktif suatutumbuhan. Obat dalam fitoterapi dikenal dengan herbal medicine/obat herbal.
Fitoterapi
Nama sistem saraf berasal dari "saraf", yang mana merupakan bundel silinder serat yang keluar dari otak dan central cord, dan bercabang-cabang untuk menginervasi setiap bagian tubuh (Kandel et al, 2000).
sistem saraf terdiri dari dua macam yakni sistem saraf pusat (terdiri dari semua sel saraf, otak dan urat saraf tulang belakang) dan sistem saraf tepi (terdiri dari semua neuron yang
menghubungkan sistem saraf pusat
dengan kelenjar- kelenjar, otot-otot dan
reseptor sensorik).
Terdapat 3 Tipe Saraf Tubuh
1. Saraf Motorik. Saraf motorik adalah kumpulan saraf di otak, tulang belakang, dan jaringan otot.
2. Saraf Sensorik. Saraf sensorik berfungsi untuk menerima rangsangan dari luar tubuh, yang kemudian disampaikan ke otak.
3. Saraf Otonom adalah bagian sistem saraf tepi yang mengatur fungsi viseral tubuh. diaktifkan oleh pusat-
pusat yang terletak di medula spinalis, batang otak, dan
hipotalamus.
Gangguan Sistem Saraf
Sistem saraf dalam tubuh bisa mengalami gangguan akibat
berbagai faktor, mulai dari cedera, infeksi, tumor, gangguan
sistem imun, hingga gangguan peredaran darah. Ketika terjadi
penyakit pada sistem saraf, penderitanya bisa kesulitan untuk
bergerak, berbicara, berpikir, bahkan hilang ingatan.
Beberapa gangguan yang terjadi pada system saraf antara lain :
a. Meningitis : radang selaput otak adalah salah satu jenis penyakit saraf yang kerap terjadi, terutama pada bayi, anak-anak, dan remaja.
b. Stroke : penyakit saraf ini terjadi karena terganggunya pasokan darah ke otak akibat penyumbatan atau
pecahnya pembuluh darah.
c. Multiple Sclerosis : jenis penyakit saraf yang mengenai
otak dan sumsum tulang belakang
d. Epilepsi : penyakit saraf akibat aktivitas listrik otak yang tidak normal. Penyakit ini bisa menyebabkan penderita mengalami kejang
yang berulang tanpa pemicu yang jelas.
e. Bell’s Palsy : penyakit saraf yang menyebabkan kelemahan atau kelumpuhan sementara pada otot-otot di wajah.
f. Alzeimer : penyebab paling umum dari demensia. Selama sakit berlangsung, zat kimia dan struktur otak berubah sehingga menyebabkan kematian sel-sel otak.
Lanjutan
…
Istilah demensia menggambarkan rangkaian gejala yang mencakup kehilangan memori, perubahan suasana hati, masalah dengan komunikasi dan penalaran.
g. Parkinson :Penyakit Parkinson adalah gangguan neurologic progresif yang mengenai pusat otak yang bertanggung jawab untuk
mengontrol dan mengatur gerakan. Manifestasi utama penyakit Parkinson adalah gangguan gerakan, kaku otot, tremor
menyeluruh, kelemahan otot, dan hilangnya refleks postural.
Lanjutan
…
h. Cedera kepala : cedera Kepala adalah suatu gangguan traumatik dari fungsi otak yang disertai atau tanpa disertai perdarahan interstitial dalam substansi otak tanpa diikuti terputusnya kontinuitas otak.
i. Vertigo : sensasi berputar didalam ataupun didalam kepala yang tiba-tiba, sering kali dipicu karena menggerakkan kepala terlalu cepat
Lanjutan
…
j. Insomnia : Insomnia adalah keluhan gangguan tidur, sama ada kesulitan dalam memulai tidur atau mempertahankan tidur, dan/atau awal bangun dari tidur.
k. Depresi : Depresi merupakan gangguan mental yang ditandai dengan munculnya gejala penurunan mood, kehilangan minat terhadap sesuatu, perasaan bersalah, gangguan tidur atau nafsu makan.
Lanjutan
…
FITOTEAPI PENYAKIT
SISTEM SARAF
1. Valerian (Valeriana javanica)
Bagian tanaman yang digunakan yaitu akar atau rimpang.
kandungan senyawa aktif dalam taaman yaitu Seskuiterpen (Asam valerenat dan derivatnya, valeranon, valeranal, kessyl ester) dan valepotriat (valtrat, didrovaltrat, asevaltrat,
isovaleroksihidroksivaltrat)
Senyawa aktif yang berfungsi sebagai antidepresan yaitu Asam valerenat yang bekerja dengan Agonis parsial terhadap reseptor 5- HT5a sehingga menurunkan cAMP (in vitro) Menghambat enzim pemecah GABA sehingga menyebabkan efek sedasi. Serta 6- metilapigenin dan hesperidin bekerja dengan berikatan pada sisi ikatan benzodiazepin.
2. Cabai jawa (Piper longum Bl.)
• Bagian tanaman yang digunakan yaitu daun
• Senyawa yang berperan sebagai antidepresan yaitu Metilpiperat, Guinensin, Piperlonguminin
• Menghambat MAO-A dan MAO-B
Fitoterapi
Depresi
3. Kunyit (Curcuma longa Linn)
• Bagian tanaman yang digunakan yaitu rimoang
• Senyawa yang dikandung oleh tanaman kunyi yaitu Kurkumin
• Senyawa ini bekerja dengan menghambat MAO-A dan MAO-B Mengatur tingkat norepinefrin, dopamin, dan serotonin Meningkatkan serotonin dan dopamine Menghambat pelepasan glutamate.
• Dosis yang digunakan yaitu berupa ekstrak (15 mg dua kali sehari) 4. Noni (Morinda citrifolia)
• Bagian tanaman yang digunakan yaitu buah
• Senyawa yang berperan sebagai antidepresan yaitu Kaempfero, kuersetin 3,4,3',4'-tetrahidro9,7'ὰ-epoksilignan7ὰ,9'-lakton senyawa ini bekerja dengan menghambat MAO-A dan MAO-B
5. Pala (Myristica fragrans)
• Bagian tanaman yang digunakan yaitu biji
• Senyawa yang berperan sebagai antidepresan yaitu Miristisin Senyawa ini bekerja dengan Menghambat MAO.
6. Kemangi (Ocimum basilicum)
• Bagian tanaman yang digunakan yaitu daun
• Senyawa yang berperasan sebagai antidepresan yaitu Eugenol
• Bekerja dengan menghambat MAO-A dan MAO-B.
1. Seledri (Apium graveolens L)
Bagian tanaman yang digunakan yaitu daun.
senyawa yang terkandung dalam seledri vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin E, folat, kalsium, magnesium, kalium, dan kolin.
Berbagai jenis antioksidan pun terkandung di dalamnya, seperti beta karoten, lutein, zeaxanthin, dan flavonoid.
Mekanisme kerja dari tanaman seledri menurunkan lipid termasuk penghambatan biosintesis kolesterol di hati, meningkatkan
ekskresi asam empedu feses dan meningkatkan lesitin plasma (aktivitas kolesterol asiltransferase) dan mengurangi penyerapan lemak di usus.
Dosis yang dianjurkan yaitu 1-3 kali dalam sehari.
Cara penggunaanya yaitu dengan merebus daun seledri kemudian air rebusannya
Fitoterapi
Stroke
1. Ginko biloba (Ginkgo Biloba L.)
• Bagian tumbuhan yang digunakan yaitu daun
• Terdapat 2 zat yang paling aktif didalam ekstrak, yaitu terpenoid dan flavonoid.
• Di dalam kandungan ekstrak G.biloba terdapat antioksidan yang kuat dalam melindungi sel endotel vascular dari stress oxidative dengan cara menghilangkan radikal bebas. Tak hanya itu, meningkatkan aliran darah otak dan perifer melalui modulasi aliran darah,
menurunkan permeabilitas vaskular, mengaktivasi langsung sistem saraf melalui neuron, dan juga menurunkan agregasi trombosit
melalui blokade reaksi biokimia dalam trombosit dapat dilakukan oleh G.biloba dalam meningkatkan efek neuroprotektif.
• Pada manusia, disarankan agar ekstrak GB standar digunakan pada dosis 240 mg / hari
Fitoterapi Multiplet
Sklerosis
2. Kunyit (Curcuma longa L.)
• mengandung tiga komponen utama: kurkumin, demethoxycurcumin, dan bisdemethoxycurcumin, yang dikenal sebagai kurkuminoid
• Dalam MS, curcumin dapat bertindak sebagai agen serbaguna untuk memblokir agregasi protein, dan mengkelat ion logam
• Menurut University of Maryland Medical Center, Dosis yang diijinkan dari berbagai bentuk kunyit (untuk orang dewasa) adalah: Akar segar:
1,5 - 3 g per hari dan Akar kering, bubuk: 1 - 3 g per hari.
3. Jahe (Zingiber officinale)
• Rimpang jahe mengandung senyawa kimia antara lain oleoresin;
minyak Atsiri ; Gingerol, Shogaol, Zingeron, Pati, Serat, Vitamin dan mineral.
• Dalam penelitian membuktikan jika dalam jahe memiliki sifat anti inflamasi dan juga neuroprotektif yang bisa mencegah kematian sel berupa antioksidan kuat untuk mengurangi dan mencegah
pembentuk radikal bebas.
• Jahe biasanya dianggap sebagai tanaman obat yang aman dengan dosis hingga 4 gram/hari dan termasuk dalam daftar yang disetujui FDA “umumnya dianggap aman”.
1. koro benguk (Mucuna pruriens)
• Bagian tanaman yang digunakan yaitu biji
• Kandungan kimia yang telah diteliti terdapat pada tanaman ini
diantaranya adalah L-Dopa yang dapat digunakan sebagai obat herbal berbagai penyakit seperti gangguan saraf, anti bisa ular, dan vitalitas pria atau fertilitas
• terapi L-DOPA dengan dosis 150–2000 mg setiap hari, dengan rataan pemberian dosis sebesar 570,9 mg
2. Ekstrak teh hijau (Camellia sinensis)
• Camellia sinensis bagian yang digunakan yaitu daun
• Kandungan yang terdapa dalam tanaman ini yaitu katekin, epikatekin dan epigalokatekin gallat. Senyawa tersebut menunjukan efek
pelindung saraf pada model hewan PD. Ekstrak teh hijau mencegah kerusakan neuron 6-OHDA di jalur nigrostriatal, diduga kuat karena aktivitas antioksidan dan antiinflamasinya (Pinto et al., 2015).
• Dosis green tea yang diyakini aman dikonsumsi adalah maksimal 8 cangkir per hari. Namun, khusus untuk ibu hamil tidak boleh lebih dari 6 cangkir atau sekitar 300 mg kafein per hari.
Fitoterapi
Parkinson
3. Pegagan (C. asiatica)
• Bagian tanaman yang digunakan yaitu daun
• daun pegagan (C. asiatica) memiliki senyawa bioaktif penting seperti asiaticoside yang memiliki sifat antiinflamasi dan antioksidan.
• asiatica dapat meningkatkan kemampuan gerakan melalui adanya
penurunan agregasi α-synuclein dan stabilitas neurotransmiter dopamin (Khotimah et al., 2015). Efek antioksidannya dapat melindungi kematian neuron DA dan melindungi defisit motorik pada tikus yang diinduksi ROT (Teerapattarakan et al., 2018).
• Dosis (daun pegegan) yaitu 3 kali sehari jika direbus 4. Spirulina (spirulina platensis)
• Bagian tanaman yang digunakan yaitu ganggang
• spirulina mengandung flavonoid dan fikosianin
• Spirulina melindungi saraf dalam model hemiparkinsonisme yang diinduksi 6- OHDA. Spirulina memberikan efek antiinflamasi dan aktivitas antioksidan yang kuat (Lima et al., 2017).
• Dosis spirulina 2 kali sehari sebanyak 1 kapsul
5. ginkgo biloba
• bagian yang digunakan yaitu daun
• Hasil penelitian menunjukan bahwa ginkgetin, biflavonoid yang diekstrak dari daun GB, dapat memberikan perlindungan yang signifikan terhadap kerusakan sel yang diinduksi 1- methyl-4-phenylpyridinium (MPP⁺) secara in vitro, menurunkan kadar ROS intraseluler dan mempertahankan potensi membran mitokondria. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa ginkgetin menghambat penurunan ekspresi tyrosine hydroxylase (TH) di SNpc dan aktivitas SOD di striatum, yang pada akhirnya mencegah
apoptosis sel saraf (Wang et al., 2015).
• Dosis ginkgo biloba untuk mengurangi gejala demensia dan penyakit arteri perifer pada orang dewasa adalah 120–240 mg per hari
1. Sage (Salvia officinalis.L)
• Bagian tanaman yang digunakan yaitu daun
• Daun saga mengandung alkaloid yang memiliki kahsiat untuk penyakit reumatik dan flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi.
• Selain itu, sage juga telah dilaporkan memiliki kemapuan antimutagenik dan untuk penanganan cancer (Craig, 1999;). Sage dilaporkan memiliki efek antibakterial, fungisidal, virustatik dan astrigensia. Asam phenolic seperti salvin dan salvin monometyl ether yang diisolasi dari Sage diduga memiliki aktivitas antim
• Cara mengonsimsi dan sage yaitu dengan direbus
• Batas aman konsumsi teh sage adalah 3–6 cangkir per hari.
Fitoterapi
Meningitis
1. Binahong (Anredera cordifolia)
• Bagian tanaman binahong yang digunakan yaitu daun
• Untuk takarannya yaitu dengan cara mengambil sekitar 10 lembar daun binahong dan cuci sampai bersih. Rebus air sebanyak 2 gelas dan daun
binahong tersebut hingga mendidih. Setelah itu saring hasil rebusan tersebut dan minum sebanyak 2 kali dalam sehari.aun binahong kaya akan
antioksidan, fenol, protein, dan asam arkobat.
2. Pegagan (Centella asiatica. L)
• Bagian tanaman yang digunakan yaitu daun
• pegagan memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder dari golonan flavonoid, tanin, vitamin A dan vitamin C (Seeveratnam et al, 2012), triterpenoid dan tanin (Gallego et al, 2018).
• Cara pengolahan daun pegagan cukup sederhana. Setelah melalui proses pengeringan, missal dijemur atau dioven, kemudian 1-2 sendok teh daun pegagan kering diseduh dengan air panas selama 10-15 menit. Konsumsi daun pegagan bisa dilakukan sebanyak 3 kali sehari.
Fitoterapi Cedera
Kepala
1. Pala (Myristica fragrans)
• Bagian tanaman yang digunakan yaitu biji
• Biji pala mengandung myristicin, elemicin, terpenoids, phenolics,alkaloids, saponins, anthraquinones, cardiac glycosides, flavonoids and phlobatanins, camphene,
elemicin, eugenol, isoelemicin, isoeuglenol,methoxyeugenol.
• Kandungan ekstrak biji pala (Myristica fragrans Houtt) memiliki pengaruh pada reseptor GABAA (gamma-aminobutyric acid subtype A). Biji pala (Myristica fragrans Houtt) berpengaruh pada komponen presinaptik dari neuron GABA-ergik yang
mempengaruhi pelepasan sinaptomal GABA. Selain itu biji pala (Myristica fragrans Houtt) juga menghambat reuptake GABA dan menghambat katabolisme GABA dengan menghambat enzim GABA transaminase. Efek sedasi biji pala (Myristica fragrans Houtt) berhubungan dengan reseptor GABAA. Reseptor GABAA merupakan target penting untuk komponen hipnotik-sedatif, anestesi umum, benzodiazepin dan barbiturat. Reseptor GABAA diekspresikan di region anatomi yang melibatkan proses tidur.
• Dosis 1-2 biji pala dalam sehari,bisa juga dikonsumsi serbuk pala dicampur dengan susu hangat seblum tidur, Jumlah yang diambil berkisar antara 1–10 gram untuk segelas susu hangat.
• Cara penggunaan haluskan buah pala dan campurkan dengan semangkuk air.
Setelah itu rebus hingga mendidih dan saring. Konsumsi air rebusan pala ini (teh pala) setelah makan dan sebelum tidur.
Fitoterapi
Insomnia
1. Kelor (Moringa oleifera Lamk)
• Bagian tanaman yang digunakan yaitu daun
• Daun kelor mengandung berbagai senyawa fitokimia, antara lain tannin, steroid, flavonoid, saponin, dan alkaloid yang semuanya merupakan antioksidan.
• Cara mengolah daun kelor yang paling tradisional adalah minum rebusan daun kelor atau mengonsumsinya seperti sayuran pada pecel atau lalap.
Namun, sebaiknya jangan merebus daun kelor terlalu lama agar kandungan antioksidan di dalamnya tidak terbuang.
• Takaran yang dianjurkan untuk mengkonsumsi daun kelor misalnya 70 gram atau 10 sendok teh per harinya.
Fitoterapi
Epilepsi
1. Ginko billoba
• Bagian tumbuhan yang digunakan yaitu daun
• Di dalam kandungan ekstrak G.biloba terdapat antioksidan yang kuat dalam melindungi sel endotel vascular dari stress oxidative dengan cara
menghilangkan radikal bebas. Tak hanya itu, meningkatkan aliran darah otak dan perifer melalui modulasi aliran darah, menurunkan permeabilitas vaskular, mengaktivasi langsung sistem saraf melalui neuron, dan juga menurunkan agregasi trombosit melalui blokade reaksi biokimia dalam trombosi
• Hasil penelitian yang dilakukan oleh R. Spiegel et all pada tahun 2018 di Jerman, memberikan kesimpulan bahwa penggunaan ekstrak G.biloba EGb 761 jelas lebih unggul dibandingkan penggunaan obat placebo dalam
penanganan tinnitus dan vertigo.
• Dan ekstrak G. biloba pada dosis harian sebanyak 240 mg diketahui bisa meringankan tinnitus dan vertigo pada pasien demensia
Fitoterapi Vertigo
2. Jahe (Zingiber officinale)
• Bagian yang digunakan yaitu rimpang
• Salah satu penyebab vertigo adalah adanya peradangan Senyawa [6]- gingerol yang terdapat pada rimpang jahe telah terbukti mempunyai aktivitas sebagai antiinflamasi. Senyawa ini dapat menghambat sitokin yang dapat meningkatkan sel radang. Selain itu, senyawa ini dapat
menghambat meningkatknya NF-kB, yaitu salah satu komponen inflamasi (Roufogalis, 2014).
• Menurut Goulart (1995), jahe dapat dimanfaatkan untuk mengobati
penyakit vertigo, mual-mual, mabuk perjalanan, demam, batuk, gangguan saat menstruasi, kanker, dan penyakit jantung.
• Cara pengolahan jahe ini yaitu dengan menyeduh rimpang jahe menggunakan air hangat
Sekian dan
Terima
Kasih