• Tidak ada hasil yang ditemukan

Fitoterapi Pengobatan penyakiy saraf

N/A
N/A
Nurul Arni Saptiani

Academic year: 2024

Membagikan "Fitoterapi Pengobatan penyakiy saraf "

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

Fitoterapi Pengobatan penyakiy saraf

KELAS : C4 FARMASI

(2)

Anggota kelompok III

Elfi Marningsih Nurul Arni Saptiani

Wa Ode Rizkiana

St. Retri Amulia Ramadhani Neneng Risna Wati

Yunda Syahda MS.

Zakrawan Ananda P.

Lavera Sura’mairi Lisa Safitri

Kartini

(3)

Fitoterapi adalah terapi dengan menggunakan  bahan yang berasal daritumbuhan baik berupa bagian/organ tumbuhan, ekstrak, atau isolat aktif suatutumbuhan. Obat dalam fitoterapi dikenal dengan herbal medicine/obat herbal.

Fitoterapi

(4)

 Nama sistem saraf berasal dari "saraf", yang mana merupakan bundel silinder serat yang keluar dari otak dan central cord, dan bercabang-cabang untuk menginervasi setiap bagian tubuh (Kandel et al, 2000).

 sistem saraf terdiri dari dua macam yakni sistem saraf pusat (terdiri dari semua sel saraf, otak dan urat saraf tulang belakang) dan sistem saraf tepi (terdiri dari semua neuron yang

menghubungkan sistem saraf pusat

dengan kelenjar- kelenjar, otot-otot dan

reseptor sensorik).

(5)

Terdapat 3 Tipe Saraf Tubuh

1. Saraf Motorik. Saraf motorik adalah kumpulan saraf di otak, tulang belakang, dan jaringan otot.

2. Saraf Sensorik. Saraf sensorik berfungsi untuk menerima rangsangan dari luar tubuh, yang kemudian disampaikan ke otak.

3. Saraf Otonom adalah bagian sistem saraf tepi yang mengatur fungsi viseral tubuh. diaktifkan oleh pusat-

pusat yang terletak di medula spinalis, batang otak, dan

hipotalamus.

(6)

Gangguan Sistem Saraf

 Sistem saraf dalam tubuh bisa mengalami gangguan akibat

berbagai faktor, mulai dari cedera, infeksi, tumor, gangguan

sistem imun, hingga gangguan peredaran darah. Ketika terjadi

penyakit pada sistem saraf, penderitanya bisa kesulitan untuk

bergerak, berbicara, berpikir, bahkan hilang ingatan.

(7)

 Beberapa gangguan yang terjadi pada system saraf antara lain :

a. Meningitis : radang selaput otak adalah salah satu jenis penyakit saraf yang kerap terjadi, terutama pada bayi, anak-anak, dan remaja.

b. Stroke : penyakit saraf ini terjadi karena terganggunya pasokan darah ke otak akibat penyumbatan atau

pecahnya pembuluh darah. 

c. Multiple Sclerosis : jenis penyakit saraf yang mengenai

otak dan sumsum tulang belakang

(8)

d. Epilepsi : penyakit saraf akibat aktivitas listrik otak yang tidak normal. Penyakit ini bisa menyebabkan penderita mengalami kejang

yang berulang tanpa pemicu yang jelas.

e. Bell’s Palsy : penyakit saraf yang menyebabkan kelemahan atau kelumpuhan sementara pada otot-otot di wajah.

f. Alzeimer : penyebab paling umum dari demensia. Selama sakit berlangsung, zat kimia dan struktur otak berubah sehingga menyebabkan kematian sel-sel otak.

Lanjutan

(9)

Istilah demensia menggambarkan rangkaian gejala yang mencakup kehilangan memori, perubahan suasana hati, masalah dengan komunikasi dan penalaran.

g. Parkinson :Penyakit Parkinson adalah gangguan neurologic progresif yang mengenai pusat otak yang bertanggung jawab untuk

mengontrol dan mengatur gerakan. Manifestasi utama penyakit Parkinson adalah gangguan gerakan, kaku otot, tremor

menyeluruh, kelemahan otot, dan hilangnya refleks postural.

Lanjutan

(10)

h. Cedera kepala : cedera Kepala adalah suatu gangguan traumatik dari fungsi otak yang disertai atau tanpa disertai perdarahan interstitial dalam substansi otak tanpa diikuti terputusnya kontinuitas otak.

i. Vertigo : sensasi berputar didalam ataupun didalam kepala yang tiba-tiba, sering kali dipicu karena menggerakkan kepala terlalu cepat

Lanjutan

(11)

j. Insomnia : Insomnia adalah keluhan gangguan tidur, sama ada kesulitan dalam memulai tidur atau mempertahankan tidur, dan/atau awal bangun dari tidur.

k. Depresi : Depresi merupakan gangguan mental yang ditandai dengan munculnya gejala penurunan mood, kehilangan minat terhadap sesuatu, perasaan bersalah, gangguan tidur atau nafsu makan.

Lanjutan

(12)

FITOTEAPI PENYAKIT

SISTEM SARAF

(13)

1. Valerian (Valeriana javanica)

 Bagian tanaman yang digunakan yaitu akar atau rimpang.

 kandungan senyawa aktif dalam taaman yaitu Seskuiterpen (Asam valerenat dan derivatnya, valeranon, valeranal, kessyl ester) dan valepotriat (valtrat, didrovaltrat, asevaltrat,

isovaleroksihidroksivaltrat)

 Senyawa aktif yang berfungsi sebagai antidepresan yaitu Asam valerenat yang bekerja dengan Agonis parsial terhadap reseptor 5- HT5a sehingga menurunkan cAMP (in vitro) Menghambat enzim pemecah GABA sehingga menyebabkan efek sedasi. Serta 6- metilapigenin dan hesperidin bekerja dengan berikatan pada sisi ikatan benzodiazepin.

2. Cabai jawa (Piper longum Bl.)

• Bagian tanaman yang digunakan yaitu daun

• Senyawa yang berperan sebagai antidepresan yaitu Metilpiperat, Guinensin, Piperlonguminin

• Menghambat MAO-A dan MAO-B

Fitoterapi

Depresi

(14)

3. Kunyit (Curcuma longa Linn)

• Bagian tanaman yang digunakan yaitu rimoang

• Senyawa yang dikandung oleh tanaman kunyi yaitu Kurkumin

• Senyawa ini bekerja dengan menghambat MAO-A dan MAO-B Mengatur tingkat norepinefrin, dopamin, dan serotonin Meningkatkan serotonin dan dopamine Menghambat pelepasan glutamate.

• Dosis yang digunakan yaitu berupa ekstrak (15 mg dua kali sehari) 4. Noni (Morinda citrifolia)

• Bagian tanaman yang digunakan yaitu buah

• Senyawa yang berperan sebagai antidepresan yaitu Kaempfero, kuersetin 3,4,3',4'-tetrahidro9,7'ὰ-epoksilignan7ὰ,9'-lakton senyawa ini bekerja dengan menghambat MAO-A dan MAO-B

5. Pala (Myristica fragrans)

• Bagian tanaman yang digunakan yaitu biji

• Senyawa yang berperan sebagai antidepresan yaitu Miristisin Senyawa ini bekerja dengan Menghambat MAO.

6. Kemangi (Ocimum basilicum)

• Bagian tanaman yang digunakan yaitu daun

• Senyawa yang berperasan sebagai antidepresan yaitu Eugenol

• Bekerja dengan menghambat MAO-A dan MAO-B.

(15)

1. Seledri (Apium graveolens L)

 Bagian tanaman yang digunakan yaitu daun.

 senyawa yang terkandung dalam seledri vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin E, folat, kalsium, magnesium, kalium, dan kolin.

Berbagai jenis antioksidan pun terkandung di dalamnya, seperti beta karoten, lutein, zeaxanthin, dan flavonoid.

 Mekanisme kerja dari tanaman seledri menurunkan lipid termasuk penghambatan biosintesis kolesterol di hati, meningkatkan

ekskresi asam empedu feses dan meningkatkan lesitin plasma (aktivitas kolesterol asiltransferase) dan mengurangi penyerapan lemak di usus.

 Dosis yang dianjurkan yaitu 1-3 kali dalam sehari.

 Cara penggunaanya yaitu dengan merebus daun seledri kemudian air rebusannya

Fitoterapi

Stroke

(16)

1. Ginko biloba (Ginkgo Biloba L.)

• Bagian tumbuhan yang digunakan yaitu daun

• Terdapat 2 zat yang paling aktif didalam ekstrak, yaitu terpenoid dan flavonoid.

• Di dalam kandungan ekstrak G.biloba terdapat antioksidan yang kuat dalam melindungi sel endotel vascular dari stress oxidative dengan cara menghilangkan radikal bebas. Tak hanya itu, meningkatkan aliran darah otak dan perifer melalui modulasi aliran darah,

menurunkan permeabilitas vaskular, mengaktivasi langsung sistem saraf melalui neuron, dan juga menurunkan agregasi trombosit

melalui blokade reaksi biokimia dalam trombosit dapat dilakukan oleh G.biloba dalam meningkatkan efek neuroprotektif.

• Pada manusia, disarankan agar ekstrak GB standar digunakan pada dosis 240 mg / hari

Fitoterapi Multiplet

Sklerosis

(17)

2. Kunyit (Curcuma longa L.)

• mengandung tiga komponen utama: kurkumin, demethoxycurcumin, dan bisdemethoxycurcumin, yang dikenal sebagai kurkuminoid

• Dalam MS, curcumin dapat bertindak sebagai agen serbaguna untuk memblokir agregasi protein, dan mengkelat ion logam

• Menurut University of Maryland Medical Center, Dosis yang diijinkan dari berbagai bentuk kunyit (untuk orang dewasa) adalah: Akar segar:

1,5 - 3 g per hari dan Akar kering, bubuk: 1 - 3 g per hari.

3. Jahe (Zingiber officinale)

• Rimpang jahe mengandung senyawa kimia antara lain oleoresin;

minyak Atsiri ; Gingerol, Shogaol, Zingeron, Pati, Serat, Vitamin dan mineral.

• Dalam penelitian membuktikan jika dalam jahe memiliki sifat anti inflamasi dan juga neuroprotektif yang bisa mencegah kematian sel berupa antioksidan kuat untuk mengurangi dan mencegah

pembentuk radikal bebas.

• Jahe biasanya dianggap sebagai tanaman obat yang aman dengan dosis hingga 4 gram/hari dan termasuk dalam daftar yang disetujui FDA “umumnya dianggap aman”.

(18)

1. koro benguk (Mucuna pruriens)

• Bagian tanaman yang digunakan yaitu biji

• Kandungan kimia yang telah diteliti terdapat pada tanaman ini

diantaranya adalah L-Dopa yang dapat digunakan sebagai obat herbal berbagai penyakit seperti gangguan saraf, anti bisa ular, dan vitalitas pria atau fertilitas

• terapi L-DOPA dengan dosis 150–2000 mg setiap hari, dengan rataan pemberian dosis sebesar 570,9 mg

2. Ekstrak teh hijau (Camellia sinensis)

• Camellia sinensis bagian yang digunakan yaitu daun

• Kandungan yang terdapa dalam tanaman ini yaitu katekin, epikatekin dan epigalokatekin gallat. Senyawa tersebut menunjukan efek

pelindung saraf pada model hewan PD. Ekstrak teh hijau mencegah kerusakan neuron 6-OHDA di jalur nigrostriatal, diduga kuat karena aktivitas antioksidan dan antiinflamasinya (Pinto et al., 2015).

• Dosis green tea yang diyakini aman dikonsumsi adalah maksimal 8 cangkir per hari. Namun, khusus untuk ibu hamil tidak boleh lebih dari 6 cangkir atau sekitar 300 mg kafein per hari.

Fitoterapi

Parkinson

(19)

3. Pegagan (C. asiatica)

• Bagian tanaman yang digunakan yaitu daun

• daun pegagan (C. asiatica) memiliki senyawa bioaktif penting seperti asiaticoside yang memiliki sifat antiinflamasi dan antioksidan.

• asiatica dapat meningkatkan kemampuan gerakan melalui adanya

penurunan agregasi α-synuclein dan stabilitas neurotransmiter dopamin (Khotimah et al., 2015). Efek antioksidannya dapat melindungi kematian neuron DA dan melindungi defisit motorik pada tikus yang diinduksi ROT (Teerapattarakan et al., 2018).

• Dosis (daun pegegan) yaitu 3 kali sehari jika direbus 4. Spirulina (spirulina platensis)

• Bagian tanaman yang digunakan yaitu ganggang

• spirulina mengandung flavonoid dan fikosianin

• Spirulina melindungi saraf dalam model hemiparkinsonisme yang diinduksi 6- OHDA. Spirulina memberikan efek antiinflamasi dan aktivitas antioksidan yang kuat (Lima et al., 2017).

• Dosis spirulina 2 kali sehari sebanyak 1 kapsul

(20)

5. ginkgo biloba

• bagian yang digunakan yaitu daun

• Hasil penelitian menunjukan bahwa ginkgetin, biflavonoid yang diekstrak dari daun GB, dapat memberikan perlindungan yang signifikan terhadap kerusakan sel yang diinduksi 1- methyl-4-phenylpyridinium (MPP⁺) secara in vitro, menurunkan kadar ROS intraseluler dan mempertahankan potensi membran mitokondria. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa ginkgetin menghambat penurunan ekspresi tyrosine hydroxylase (TH) di SNpc dan aktivitas SOD di striatum, yang pada akhirnya mencegah

apoptosis sel saraf (Wang et al., 2015).

• Dosis ginkgo biloba untuk mengurangi gejala demensia dan penyakit arteri perifer pada orang dewasa adalah 120–240 mg per hari

(21)

1. Sage (Salvia officinalis.L)

• Bagian tanaman yang digunakan yaitu daun

• Daun saga mengandung alkaloid yang memiliki kahsiat untuk penyakit reumatik dan flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi.

• Selain itu, sage juga telah dilaporkan memiliki kemapuan antimutagenik dan untuk penanganan cancer (Craig, 1999;). Sage dilaporkan memiliki efek antibakterial, fungisidal, virustatik dan astrigensia. Asam phenolic seperti salvin dan salvin monometyl ether yang diisolasi dari Sage diduga memiliki aktivitas antim

• Cara mengonsimsi dan sage yaitu dengan direbus

• Batas aman konsumsi teh sage adalah 3–6 cangkir per hari.

Fitoterapi

Meningitis

(22)

1. Binahong (Anredera cordifolia)

• Bagian tanaman binahong yang digunakan yaitu daun

• Untuk takarannya yaitu dengan cara mengambil sekitar 10 lembar daun binahong dan cuci sampai bersih. Rebus air sebanyak 2 gelas dan daun

binahong tersebut hingga mendidih. Setelah itu saring hasil rebusan tersebut dan minum sebanyak 2 kali dalam sehari.aun binahong kaya akan

antioksidan, fenol, protein, dan asam arkobat.

2. Pegagan (Centella asiatica. L) 

• Bagian tanaman yang digunakan yaitu daun

• pegagan memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder dari golonan flavonoid, tanin, vitamin A dan vitamin C (Seeveratnam et al, 2012), triterpenoid dan tanin (Gallego et al, 2018).

• Cara pengolahan daun pegagan cukup sederhana. Setelah melalui proses pengeringan, missal dijemur atau dioven, kemudian 1-2 sendok teh daun pegagan kering diseduh dengan air panas selama 10-15 menit. Konsumsi daun pegagan bisa dilakukan sebanyak 3 kali sehari.

Fitoterapi Cedera

Kepala

(23)

1. Pala (Myristica fragrans)

• Bagian tanaman yang digunakan yaitu biji

• Biji pala mengandung myristicin, elemicin, terpenoids, phenolics,alkaloids, saponins, anthraquinones, cardiac glycosides, flavonoids and phlobatanins, camphene,

elemicin, eugenol, isoelemicin, isoeuglenol,methoxyeugenol.

• Kandungan ekstrak biji pala (Myristica fragrans Houtt) memiliki pengaruh pada reseptor GABAA (gamma-aminobutyric acid subtype A). Biji pala (Myristica fragrans Houtt) berpengaruh pada komponen presinaptik dari neuron GABA-ergik yang

mempengaruhi pelepasan sinaptomal GABA. Selain itu biji pala (Myristica fragrans Houtt) juga menghambat reuptake GABA dan menghambat katabolisme GABA dengan menghambat enzim GABA transaminase. Efek sedasi biji pala (Myristica fragrans Houtt) berhubungan dengan reseptor GABAA. Reseptor GABAA merupakan target penting untuk komponen hipnotik-sedatif, anestesi umum, benzodiazepin dan barbiturat. Reseptor GABAA diekspresikan di region anatomi yang melibatkan proses tidur.

• Dosis 1-2 biji pala dalam sehari,bisa juga dikonsumsi serbuk pala dicampur dengan susu hangat seblum tidur, Jumlah yang diambil berkisar antara 1–10 gram untuk segelas susu hangat.

• Cara penggunaan haluskan buah pala dan campurkan dengan semangkuk air.

Setelah itu rebus hingga mendidih dan saring. Konsumsi air rebusan pala ini (teh pala) setelah makan dan sebelum tidur.

Fitoterapi

Insomnia

(24)

1. Kelor (Moringa oleifera Lamk)

• Bagian tanaman yang digunakan yaitu daun

• Daun kelor mengandung berbagai senyawa fitokimia, antara lain tannin, steroid, flavonoid, saponin, dan alkaloid yang semuanya merupakan antioksidan.

• Cara mengolah daun kelor yang paling tradisional adalah minum rebusan daun kelor atau mengonsumsinya seperti sayuran pada pecel atau lalap.

Namun, sebaiknya jangan merebus daun kelor terlalu lama agar kandungan antioksidan di dalamnya tidak terbuang.

• Takaran yang dianjurkan untuk mengkonsumsi daun kelor misalnya 70 gram atau 10 sendok teh per harinya.

Fitoterapi

Epilepsi

(25)

1. Ginko billoba

• Bagian tumbuhan yang digunakan yaitu daun

• Di dalam kandungan ekstrak G.biloba terdapat antioksidan yang kuat dalam melindungi sel endotel vascular dari stress oxidative dengan cara

menghilangkan radikal bebas. Tak hanya itu, meningkatkan aliran darah otak dan perifer melalui modulasi aliran darah, menurunkan permeabilitas vaskular, mengaktivasi langsung sistem saraf melalui neuron, dan juga menurunkan agregasi trombosit melalui blokade reaksi biokimia dalam trombosi

• Hasil penelitian yang dilakukan oleh R. Spiegel et all pada tahun 2018 di Jerman, memberikan kesimpulan bahwa penggunaan ekstrak G.biloba EGb 761 jelas lebih unggul dibandingkan penggunaan obat placebo dalam

penanganan tinnitus dan vertigo.

• Dan ekstrak G. biloba pada dosis harian sebanyak 240 mg diketahui bisa meringankan tinnitus dan vertigo pada pasien demensia

Fitoterapi Vertigo

(26)

2. Jahe (Zingiber officinale)

• Bagian yang digunakan yaitu rimpang

• Salah satu penyebab vertigo adalah adanya peradangan Senyawa [6]- gingerol yang terdapat pada rimpang jahe telah terbukti mempunyai aktivitas sebagai antiinflamasi. Senyawa ini dapat menghambat sitokin yang dapat meningkatkan sel radang. Selain itu, senyawa ini dapat

menghambat meningkatknya NF-kB, yaitu salah satu komponen inflamasi (Roufogalis, 2014).

• Menurut Goulart (1995), jahe dapat dimanfaatkan untuk mengobati

penyakit vertigo, mual-mual, mabuk perjalanan, demam, batuk, gangguan saat menstruasi, kanker, dan penyakit jantung.

• Cara pengolahan jahe ini yaitu dengan menyeduh rimpang jahe menggunakan air hangat

(27)

Sekian dan

Terima

Kasih

Referensi

Dokumen terkait

Pemberian pakan sapi Bali berupa hijauan kara rawe (Mucuna bracteata) dan biji kara benguk (Mucuna pruriens) tidak mempengaruhi kecernaan nutrien yang meliputi

Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam skripsi yang berjudul “ Studi Pengaruh Kombinasi Isolat Protein Koro Benguk ( Mucuna pruriens L) dan Kappa Karagenan

Kesimpulan dalam penelitian ini pemberian kopi koro benguk (Mucuna pruriens L) dapat menurunkan kadar glukosa darah puasa pada tikus Sprague Dawley model

Pengaruh Penggunaan Tepung Koro Benguk (Mucuna pruriens) dan Tepung Mocaf (Modified Cassava Flour) Sebagai Substitusi Tepung Terigu Terhadap Karakteristik Fisik,

Koro benguk (Mucuna pruriens L.) merupakan salah satu jenis kacang-kacangan lokal yang memiliki beragam varietas dan bisa digunakan sebagai bahan baku pengganti kedelai

Dengan banyaknya manfaat yang terkandung pada tanaman tersebut, maka kami berinisiatif untuk membuat produk tempe dengan alternatif bahan baku biji koro benguk.. Tempe Koro

Ekstrak tempe koro benguk (Mucuna pruriens L.) yang telah diuji fitokimia, dapat disimpulkan bahwa positif mengandung senyawa golongan flavonoid, alkaloid dan tanin

DAFTAR TABEL 1 Klasifikasi koro benguk 3 2 Komposisi kimia biji koro benguk dan kedelai 4 3 Komposisi asam amino biji koro benguk 4 4 Komposisi kimia tempe benguk dan tempe kedelai