Nama : Nur Saffana
NIM : 2120207032
Prodi : Pendidikan Biologi
Kelas : 21072
Mata Kuliah : Metodologi Penelitian Pendidikan Dosen Pengampu : Dini Afriansyah, M.Pd
Tugas UTS : Review Jurnal
JURNAL 1
Judul Relationship between emotional intelligence and self- regulated learning of students in Biology subjects
Penulis Muhajir Musa, Arifin, Ellyzabeth Sukmawati, Zulkifli, dan Devin Mahendika
Tahun 2023
Nama Jurnal Journal on Education Volume dan Nomor Vol. 05, No. 04
DOI https://doi.org/10.29103/ijevs.v4i1.6819
Hasil Review
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecerdasan emosional dengan self-regulated learning siswa pada mata pelajaran biologi di kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan adalah korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Tasikmalaya yang berjumlah 272 siswa. Sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling sebanyak dua kelas yaitu kelas XI MIPA 6 dan XI MIPA 7 dengan jumlah siswa sebanyak 39 orang yang mengisi angket.
Teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelasi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kecerdasan emosional dengan regulasi diri belajar siswa. Untuk hubungan antara kecerdasan emosional dengan self-regulated learning diperoleh R
sebesar 0,568 yang berarti memiliki tingkat hubungan sedang. Koefisien determinasi variabel kecerdasan emosional terhadap variabel self-regulated learning sebesar R2 yaitu sebesar 0,322 yang berarti variabel kecerdasan emosional memberikan kontribusi sebesar 32,3% terhadap self-regulated learning siswa. Metodenya salah satunya dengan pendekatan konseling Cognitive Behavior Therapy (CBT) dengan menggunakan teknik imajinasi terbimbing.
Disarankan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai variabel lain yang belum diteliti yang dapat memberikan kontribusi terhadap self-regulated learning seperti dukungan sosial, motivasi belajar, individu, perilaku, dan variabel lingkungan terhadap self-regulated learning dan disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai kontribusi emosional. Kecerdasan untuk harga diri dianjurkan. Mengatur pembelajaran siswa dalam pembelajaran biologi.
JURNAL 2
Judul
The Relationship of Emotional Intelligence with Student’s Biology Learning Outcomes in SMPN 5 Banjarbaru During The Covid – 19 Pandemic
Penulis Siti Ramdiah dan Rabiatul Adawiyah
Tahun 2022
Nama Jurnal International Seminar on Education, Technology, and Art Volume dan DOI Vol. 4
DOI https://doi.org/10.33654/iseta.v1i0.1847
Hasil Review
Penelitian kuantitatif ini menggunakan teknik non- probabilitas, yaitu sampel jenuh atau sering disebut total sampling. Sampel penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Banjarbaru yang berjumlah 30 siswa. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kuesioner pribadi. Analisis regresi sederhana dilakukan
dengan menggunakan SPSS 20.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar biologi siswa SMP Negeri 5 Banjarbaru, dibuktikan dengan hasil regresi Y = 48,724 + 0,655 X yang bernilai positif pada hasil konstanta.
Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan Rambe dkk. (2018). Hasil uji hipotesis dengan uji t juga menunjukkan t hitung (15,684) > t tabel (1,999) hal ini membuktikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar biologi siswa. Sehingga dapat disumpulkan bahwa ada hubungan positif antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar Biologi siswa di SMP Negeri 5 Banjarbaru, dibuktikan dengan hasil regresi Y = 48,724+ 0,655 X yang bertanda positif pada hasil konstantanya.
JURNAL 3
Judul Hubungan Antara Kecerdasan Emosional dengan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Biologi
Penulis Khasna Nurul Salimah, Suharsono, dan Egi Nuryadin
Tahun 2023
Nama Jurnal Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Volume dan Nomor Vol 10, No. 1
Hasil Review
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran biologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif korelasional. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Tasikmalaya tahun pelajaran 2022/2023 yang berjumlah 8 orang dan sampel yang digunakan adalah kelas XI MIPA 2 dan XI MIPA 3 dengan jumlah siswa sebanyak 63 orang yang diambil dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner kecerdasan emosional
yang diadaptasi dari The Schutte Self Report Emotional Intellegence Test (SSEIT) dengan jumlah 26 pernyataan yang terdiri dari tiga indikator yaitu penilaian dan ekspresi emosi, regulasi emosi, dan pemanfaatan emosi. Sedangkan data hasil belajar diukur pada aspek kognitif dengan menggunakan skor penilaian tengah semester yang diperoleh dari guru biologi kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan analisis data statistik uji korelasi bivariat pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran biologi di kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Tasikmalaya tahun pelajaran 2022/2023 secara positif dan signifikan dengan koefisien korelasi sebesar 0,632 yang hubungannya dalam kategori kuat.
JURNAL 4
Judul Hubungan Kecerdasan Emosional dengan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X MIA MAN 3 Medan T.P. 2017/2018 Penulis Nur Aisyah Putri Rambe, Uswatun Hasanah, Neneng
Chairunnisa
Tahun 2018
Nama Jurnal Jurnal Pelita Pendidikan Volume dan Nomor Vol. 6, No. 2
DOI 10.24114/jpp.v6i2.10145
Hasil Review
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecerdasan emosional dengan hasil belajar Biologi siswa kelas X MIA MAN 3 Medan Tahun Pembelajaran 2017/2018.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa-siswi kelas X MIA MAN 3 Medan yang terdiri dari 5 kelas. Sampel yang digunakan 2 kelas dari 5 kelas dengan jumlah 81 siswa. Untuk memperoleh data kecerdasan emosional digunakan angket yang telah divalidkan oleh dosen validator. Sedangkan hasil belajar biologi diambil dari nilai ulagan harian siswa yang
diperoleh dari guru bidang studi Biologi. Data yang diperoleh dicari nilai rata-rata, standar deviasi, dan uji persyaratan datanya. Kecerdasan emosional siswa memiliki ± SD sebesar 91,30 ± 9,26, sedangkan hasil belajar biologi siswa sebesar 78,37 ± 8,73. Dari hasil analisis statistik diketahui hubungan kecerdasan emosional dengan hasil belajar biologi siswa memiliki arah persamaan regresi yang linear dan memiliki hubungan yang berarti, hal ini dapat kita lihat dari koefisien korelasi yang tinggi yaitu sebesar 0,871 dan besarnya konstribusi kecerdasan emosional terhadap hasil belajar biologi siswa yaitu sebesar 75,69%. Artinya kecerdasan emosional dengan hasil belajar biologi siswa kelas X MIA MAN 3 Medan memiliki hubungan yang positif dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,871. Kecerdasan emosional memberikan konstribusi sebesar 75,69% terhadap hasil belajar biologi siswa kelas X MIA MAN 3 Medan Tahun Pembelajaran 2017/2018.
BERIKUT INI LAMPIRAN BUKTI DARI ARTIKEL/JURNAL YANG DI AMBIL
International Journal for Educational and Vocational Studies, Vol. 4, No. 1 (2022): 64-69
DOI: https://doi.org/10.29103/ijevs.v4i1.6819 E-ISSN 2684-6950 | Page 64
International Journal for Educational and Vocational Studies
E-ISSN: 2684-6950
Homepage: https://ojs.unimal.ac.id/ijevs/index
Relationship between emotional intelligence and self-regulated learning of students in Biology subjects
Romy Faisal Mustofa*, Mega Rachmawati & Egi Nuryadin
Department of Biology Education, Universitas Siliwangi, Tasikmalaya, West Java, Indonesia [email protected]; [email protected]; [email protected]
*Corresponding Author: [email protected] | Phone Number: +6281235955555
ARTICLE INFO Received: 11-10-2021 Received in revised: 15-01-2022 Accepted: 14-02-2022 Available online: 25-2-2022
A B S T R A C T
This study aims to determine the relationship between emotional intelligence and self-regulated learning of students in biology subjects in class XI MIPA SMA Negeri 1 Tasikmalaya. The research method used is a correlation. The population in this study was the entire class XI MIPA SMA Negeri 1 Tasikmalaya, amounting to 272 students. The research sample was taken using a purposive sampling technique as many as two classes, namely class XI MIPA 6 and XI MIPA 7 with 39 students who filled out the questionnaire. The data analysis technique used is a simple correlation test. The results of the study showed that there was a relationship between emotional intelligence and students' self- regulated learning. For the relationship between emotional intelligence and self-regulated learning, R is 0.568, which means it has a moderate level of relationship. The coefficient of determination of the emotional intelligence variable on the self-regulated learning variable is R2, which is 0.322, which means that the emotional intelligence variable contributes 32.3% to the self-regulated learning of students. Method, one of them by counseling approach of Cognitive Behaviour Therapy (CBT) using guided imagery technique.
KEYWORDS Emotional Intelligence;
Self-Regulated Learning;
Biology Subjects;
INTRODUCTION
The old paradigm in the learning process that only concerned with cognitive aspects such as the level of intellectual intelligence must be changed (Blackmore et al., 2021; Higgins et al., 2021; Hong et al., 2021; Lim & Yeo, 2021; Solichin et al., 2021). This is because not all students who have good academic scores are said to be successful in the learning process (Ho et al., 2022; Yen, Tu, et al., 2021;
Zhou et al., 2021). Every student in him has three kinds of intelligence that can be used properly if managed optimally (Labola, 2018; Al Mulhim, 2020; Cui, 2021; Yen, Ozkeskin, et al., 2021). The intelligence in question is Intelligence Quotient (IQ), Emotional Quotient (EQ), and Spiritual Quotient (SQ). According to Labola (2018:42) states that emotional intelligence (EQ) plays a very important role in managing students' thinking. Emotional intelligence is also related to spiritual intelligence (SQ) which is an important component for humans as the basis for human behavior.
Likewise, intellectual intelligence (IQ) has always been the main factor to regulate students in their reasoning abilities.
Intellectual intelligence possessed by a teenager is predicted to make him successful in the academic world,
but not necessarily the teenager can control himself and regulate his emotions in optimizing all the potential that exists within him (Labola, 2018; Blackmore et al., 2021;
Higgins et al. al., 2021; Lim & Yeo, 2021; Manganello et al., 2021; Solichin et al., 2021; Yen, Tu, et al., 2021). Based on this, it means that this intellectual intelligence cannot stand alone and must be accompanied by other intelligences.
The contributor to individual success is not only intellectual intelligence, most of which comes from other factors, one of which is emotional intelligence (Al Mulhim, 2020; Cui, 2021a; Higgins et al., 2021). Along with the development of various studies, at this time many researchers reveal that intellectual intelligence (IQ) plays a very small role in one's learning achievement. In line with what Goleman (2020:42) said, the highest IQ contributes approximately 20% to the factors that determine success, the other 80% are other factors that determine success in life. One of the strengths of other factors is emotional intelligence or Emotional Quotient (EQ).
The term emotional intelligence was first used by Salovey and Mayer in 1990 (Schutte et al., 1998; Higgins et
International Journal for Educational and Vocational Studies, Vol. 4, No. 1 (2022): 64-69 Mustofa et al.
DOI: https://doi.org/10.29103/ijevs.v4i1.6819 E-ISSN 2684-6950 | Page 65 al., 2021; Hong et al., 2021; Manganello et al., 2021; Solichin
et al., 2021; Yen, Tu, et al., 2021). Emotional intelligence is part of social intelligence in the form of the ability to manage emotions that exist in oneself and others, and also in the form of the ability to be able to use the information obtained to guide someone to think and act (Salovey &
Mayer (in Nabiila & Faisal Mustofa, 2020: 11)). Students who have emotional intelligence in themselves can know their strengths and weaknesses so that they can optimize their strengths and minimize their weaknesses through independent learning or self-regulated learning (Cui, 2021a; Ho et al., 2022; Manganello et al., 2021; Tran, 2021).
Self-regulated learning is a person's ability to be able to plan, monitor, control, and evaluate oneself in a learning process that is oriented towards achieving the expected learning goals (Sari et al., 2017: 28). A student can plan their learning according to them to achieve the learning objectives that have been set previously. Learners are described as individuals who can regulate themselves actively in terms of metacognitive, motivation, and behavior in the learning process (Zimmerman, 1989:329;
Cheng, 2011:2). While Pintrich & Groot (1990:33) state that self-regulated learning is a way of actively learning students as individuals to achieve academic goals by controlling behavior, motivating themselves, and using their cognitive abilities in learning. In the process of independent learning, students must set the goals of their learning. According to (Mustofa et al., 2019:647) self- regulated learning is a person's ability to be able to monitor, control, evaluate, and re-implement the plans that have been made to achieve success in the learning process.
Based on this description, it can be concluded that self- regulated learning is a process in which students actively regulate their learning by involving aspects of cognition, motivation, and controlling their behavior such as planning, monitoring, controlling, and evaluating themselves to achieve the expected learning objectives. These goals can be academic goals or socio-emotional goals.
Based on the results of observations from October to November 2020 in class XI MIPA at SMA Negeri 1 Tasikmalaya that learning activities in class are not optimal.
When learning takes place online, especially during biology subjects, according to observations, most of the students do not follow the lesson well. Students never prepare themselves like reading the material to be studied. So that when the learning process takes place students do not have the provisions to take part in biology learning. If the teacher does not remind to study the material first, the students will not learn it. In addition, there are not a few students who are often late in collecting assignments, and it is not uncommon for some students to not collect assignments at all. There are also those who pile up their tasks so that they will run out at the end. This is not in line with the self-regulated learning component, namely self-
regulation which includes student management and efforts to control and regulate academic tasks. So it can be estimated that these problems occur because of the lack of contribution of self-regulated learning in the learning process of students.
The problems related to self-regulated learning above are thought to occur because the level of emotional intelligence of these students is low. Where this relates to all indicators of emotional intelligence, namely appraisal &
expression of emotion (emotional assessment and expression), regulation of emotion, and utilization of emotion. Based on the description above, it is suspected that there is a relationship between emotional intelligence and self-regulated learning, the authors formulate the problem as follows: "Is there a relationship between emotional intelligence and self-regulated learning in biology subjects in class XI MIPA SMA Negeri 1 Tasikmalaya for the academic year 2020/2021?". This study aims to determine the relationship between emotional intelligence and self-regulated learning of students in biology subjects in class XI MIPA SMA Negeri 1 Tasikmalaya.
METHODS
This study was conducted at SMA Negeri 1 Tasikmalaya from November 2020 to September 2021. The type of research used in this study was correlational quantitative research. The variables in this study consisted of the dependent variable, namely self-regulated learning, and the independent variable, namely emotional intelligence. The population in this study was all class XI MIPA SMA Negeri 1 Tasikmalaya with a total of 272 students. The sample in this study was taken by purposive sampling technique, namely class XI MIPA 6 and XI MIPA 7.
The data collection technique used in this research is non-test in the form of a questionnaire. The instrument used in this study consisted of two validated instruments.
The first instrument is an emotional intelligence questionnaire using The Schutte Self Report Emotional Intelligence (SSEIT) which consists of 27 statements. The second instrument is self-regulated learning questionnaire using a validated instrument from Pitrinch & Groot (1990) which consists of two sub-chapters, namely cognitive strategy used and self-regulation, and consists of 20 statements. Each statement is filled out using a Likert scale of one to four with details strongly agree (4), agree (3), disagree (2), and strongly disagree (1). The data analysis technique used is a bivariate correlation regression test.
Before the data was tested with the bivariate correlation regression test, the analysis prerequisites were tested, namely the normality test and linearity test.
International Journal for Educational and Vocational Studies, Vol. 4, No. 1 (2022): 64-69 Mustofa et al.
DOI: https://doi.org/10.29103/ijevs.v4i1.6819 E-ISSN 2684-6950 | Page 66 RESULTS AND DISCUSSIONS
Hypothesis testing was conducted to determine whether there was a relationship between emotional intelligence
and self-regulated learning by using a bivariate correlation regression test using SPSS version 26 for window.
Table 1. Summary of Regression Results of Emotional Intelligence Bivariate Correlation with Self-Regulated Learning Model Summary
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
Change Statistics
R Square Change F Change df1 df2 Sig. F Change
1 0,568a 0,322 0,304 3,266 0,322 17,600 1 37 0,0001
a. Predictors: (Constant), Emotional intelligence
Table 2. Summary of Emotional Intelligence t Test with Self-Regulated Learning Coefficients
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 22,751 8,607 2,643 0,012
Emotional intelligence
0,383 0,091 0,568 4,195 0,0001
a. Dependent Variable: Self-Regulated Learning Based on (table 1), a significance value of 0.0001
means that there is a relationship between emotional intelligence and self-regulated learning. In addition, the correlation coefficient R is 0.568, which means that the strength of the relationship is in the medium category. The coefficient of determination R2 is 0.322 or 32.2%. This shows that the emotional intelligence variable contributes 32.2% to students' self-regulated learning, while the remaining 67.8% is another variable not examined in this study.
Based on (table 2), it can be seen that the regression equation Ŷ = a+bx. The value of a is 22,751 the value of b is 0,383. So, that the regression equation obtained is Ŷ = 22,751 + 0,383x. In addition to the regression equation, table 2 also shows that the relationship between emotional intelligence and self-regulated learning is positive as shown (in Figure 1).
Figure 1. Emotional Intelligence Scatterplot Graph with Self-Regulated Learning
Based on the scatterplot graph in Figure 1, it can be seen that there is a linearity line pattern between emotional intelligence and self-regulated learning. The scatter plot graph shows the error value or deviation from a linear relationship. The straight-line pattern that occurs is from the bottom left to the top right, this shows a positive linear relationship between emotional intelligence variables (X) and self-regulated learning (Y).
Based on research that has been conducted in class XI MIPA 6 and XI MIPA 7 SMA Negeri 1 Tasikmalaya, data on emotional intelligence was obtained with self-regulated learning. The data was tested by the Pearson bivariate correlation test with the help of SPSS version 26 software for windows. Based on the results of the regression analysis of the correlation between emotional intelligence and self- regulated learning, a significance value of 0.0001 means that there is a relationship between emotional intelligence and self-regulated learning.
Based on the results of the simple correlation test, it is known that the value of the coefficient/relationship R is 0.568 which indicates that emotional intelligence and self- regulated learning of students have a moderate relationship. Based on the results of the regression test, the coefficient of determination R2 was 0.322 or 32.2%. This shows that the emotional intelligence variable contributes 32.2% to students' self-regulated learning, while the remaining 67.8% is another variable not examined in this study. Meanwhile, to know the results of each indicator of each variable can be seen in (Figures 2 and 3).
International Journal for Educational and Vocational Studies, Vol. 4, No. 1 (2022): 64-69 Mustofa et al.
DOI: https://doi.org/10.29103/ijevs.v4i1.6819 E-ISSN 2684-6950 | Page 67 Figure 2. Average and Percentage of Students' Emotional
Intelligence Questionnaire Scores on Each SSEIT Indicator Class XI MIPA 6 and 7 SMA Negeri 1 Tasikmalaya
Based on the (Figure 2) presents a list of total scores per indicator on emotional intelligence. Based on the figure, it can be seen that the highest score of emotional intelligence is found in the third indicator, namely utilization of emotion with an average score of 3.58 and a percentage score of 89.47% based on the overall average per indicator. While the lowest score is found in the first indicator, namely appraisal and expression of emotion (assessment and expression of emotions) with an average score of 3.46 and a percentage score of 86.47% based on the overall average per indicator.
Figure 3. Average and Percentage Scores of Students' Self- Regulated Learning Questionnaires on Each SRL Indicator Class XI MIPA 6 and 7 SMA Negeri 1 Tasikmalaya
Based on the (Figure 3) presents a list of the total scores per part in self-regulated learning. Based on the figure, it can be seen that the highest score for self- regulated learning is in the cognitive strategy use section with an average score of 3.02 and a percentage score of 75.59%. While the lowest score is in the self-regulation section with an average score of 2.81 and a percentage score of 70.35%.
In this study, the coefficient value/R relationship was 0.568 which indicated that emotional intelligence with self- regulated learning of students had a moderate relationship.
This is in line with the research conducted by Sari et al.
(2017) where the results of the partial correlation test between emotional intelligence and self-regulated learning state that there is a relationship with the correlation coefficient in the medium category. Furthermore, research conducted by Ramdaniar & Rosiana (2018) states that there is a positive relationship between emotional intelligence and self-regulated learning with an R correlation value of 0.764 which is included in the category of strong correlation. Meanwhile, in the research conducted by Nabiila & Romy Faisal Mustofa (2020), there is a relationship between emotional intelligence and self- regulated learning but with a correlation coefficient or R- value which is in the low category.
Emotional intelligence plays an important role in increasing self-regulated learning. Emotional intelligence, of which is marked by positive emotions in him which can help increase self-regulated learning (Drigas et al., 2021;
Pérez-Fernández et al., 2021; Shafait, Khan, Bilan, et al., 2021; Shafait, Khan, Sahibzada, et al., 2021; Sukenti et al., 2021). Researchers assume that positive emotions will increase students' self-regulated learning while negative emotions facilitate dependence on external guidance (Cui, 2021b; Goh & Kim, 2021; Gunasekera et al., 2021; Ozer et al., 2008; Warrier et al., 2021). Students' emotions can affect self-regulated learning and will subsequently affect the final achievement of the student's learning process. In particular, positive emotions of students affect academic study timings and personal summary of subject matter, positive emotions also have positive effects on the evaluation of students' learning and performance and strategic preparation for exams (Mega et al., 2014; Gomes da Costa et al.,2021; Supramaniam & Singaravelloo, 2021).
Based on the explanation above, it can be concluded that there is a relationship between emotional intelligence and self-regulated learning of students with the direction of the relationship being positive. This positive relationship means that students who have good emotional intelligence will have good self-regulated learning as well. The correlation coefficient obtained in this study is 0.568 which indicates the level of the relationship is in the medium category. Furthermore, there is a contribution of 32.2% of emotional intelligence to self-regulated learning while the remaining 67.8% are other variables not examined in this study such as social support, learning motivation, individual, behavior, and environment.
CONCLUSIONS
Based on the research and data processing that has been done, it can be concluded that there is a relationship
International Journal for Educational and Vocational Studies, Vol. 4, No. 1 (2022): 64-69 Mustofa et al.
DOI: https://doi.org/10.29103/ijevs.v4i1.6819 E-ISSN 2684-6950 | Page 68 between emotional intelligence and self-regulated learning
in class XI MIPA at SMA Negeri 1 Tasikmalaya. The correlation coefficient value obtained (R) is 0.568 and is included in the category of moderate correlation. The coefficient of determination of the emotional intelligence variable on the self-regulated learning variable is R2, which is 0.322, which means that the emotional intelligence variable contributes 32.2% to the students' self-regulated learning. It is recommended that further research on other unexamined variables that can contribute to self-regulated learning such as social support, learning motivation, individual, behavior, and environmental variables for self- regulated learning and it is recommended that further research on the contribution of emotional intelligence to self-esteem is recommended. regulated learning of students in learning biology.
Author’s Contributions
All team members contributed equally in the writing of this article. They carry out collaborative activities according to the tasks and functions that have been mutually agreed upon, from research planning to writing articles for journals.
Conflict of Interest
All authors in this manuscript have no conflict of interest.
All team members work professionally according to their expertise.
REFERENCES
Al Mulhim, E. N. (2020). Flipped Learning, Self-Regulated Learning and Learning Retention of Students with Internal/External Locus of Control. International Journal of Instruction, 14(1), 827–846. https://doi.org/10.29333/IJI.2021.14150A
Blackmore, C., Vitali, J., Ainscough, L., Langfield, T., & Colthorpe, K.
(2021). A Review of Self-Regulated Learning and Self- Efficacy: The Key to Tertiary Transition in Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM).
International Journal of Higher Education, 10(3), 169.
https://doi.org/10.5430/ijhe.v10n3p169
Cheng, C. (2011). The role of self-regulated learning in enhancing learning performance. 6(1), 1–16.
Cui, Y. (2021a). Self-efficacy for self-regulated learning and chinese students’ intention to use online learning in covid- 19: A moderated mediation model. International Journal of Information and Education Technology, 11(11), 532–537.
https://doi.org/10.18178/ijiet.2021.11.11.1561
Cui, Y. (2021b). The role of emotional intelligence in workplace transparency and open communication. Aggression and Violent Behavior, 101602.
https://doi.org/10.1016/j.avb.2021.101602
Drigas, A., Papoutsi, C., & Skianis, C. (2021). Metacognitive and Metaemotional Training Strategies through the Nine-layer Pyramid Model of Emotional Intelligence. International
Journal of Recent Contributions from Engineering, Science &
IT (IJES), 9(4), 58–76. https://doi.org/10.3991/ijes.v9i4.26189 Goh, E., & Kim, H. J. (2021). Emotional Intelligence as a Predictor
of Academic Performance in Hospitality Higher Education.
Journal of Hospitality and Tourism Education, 33(2), 140–
146. https://doi.org/10.1080/10963758.2020.1791140 Goleman, D. (2020). Emotional Intelligence. PT Gramedia Pustaka
Utama.
Gomes da Costa, M., Pinto, L. H., Martins, H., & Vieira, D. A. (2021).
Developing psychological capital and emotional intelligence in higher education: A field experiment with economics and management students. International Journal of Management Education, 19(3), 100516.
https://doi.org/10.1016/j.ijme.2021.100516
Gunasekera, G., Liyanagamage, N., & Fernando, M. (2021). The role of emotional intelligence in student-supervisor
relationships: Implications on the psychological safety of doctoral students. International Journal of Management Education, 19(2), 100491.
https://doi.org/10.1016/j.ijme.2021.100491
Higgins, N. L., Frankland, S., & Rathner, J. A. (2021). Self-Regulated Learning in Undergraduate Science. International Journal of Innovation in Science and Mathematics Education, 29(1), 58–70. https://doi.org/10.30722/IJISME.29.01.005
Ho, H. N. J., Liang, J. C., & Tsai, C. C. (2022). The Interrelationship Among High School Students’ Conceptions of Learning Science, Self-Regulated Learning Science, and Science Learning Self-Efficacy. International Journal of Science and Mathematics Education, 20(5), 943–962.
https://doi.org/10.1007/s10763-021-10205-x
Hong, J. C., Lee, Y. F., & Ye, J. H. (2021). Procrastination predicts online self-regulated learning and online learning ineffectiveness during the coronavirus lockdown.
Personality and Individual Differences, 174, 110673.
https://doi.org/10.1016/j.paid.2021.110673
Labola, Y. A. (2018). Perpaduan Kecerdasan Intelektual (IQ), Emosional (EQ) dan Spiritual (SQ) Kunci Sukses bagi Remaja. Share : Social Work Journal, 8(1), 39.
https://doi.org/10.24198/share.v8i1.16168 Lim, S. L., & Yeo, K. J. (2021). A systematic review of the
relationship between motivational constructs and self- regulated learning. International Journal of Evaluation and Research in Education, 10(1), 330–335.
https://doi.org/10.11591/IJERE.V10I1.21006
Manganello, F., Pozzi, F., Passarelli, M., Persico, D., & Dagnino, F. M.
(2021). A dashboard to monitor self-regulated learning behaviours in online professional development.
International Journal of Distance Education Technologies, 19(1), 18–34. https://doi.org/10.4018/IJDET.2021010102 Mega, C., Ronconi, L., & De Beni, R. (2014). What makes a good
student? How emotions, self-regulated learning, and motivation contribute to academic Achievement. Journal of Educational Psychology, 106(1), 121–131.
https://doi.org/10.1037/a0033546
Mustofa, R. F., Nabiila, A., & Suharsono, S. (2019). Correlation of Learning Motivation with Self Regulated Learning at SMA Negeri 1 Tasikmalaya City. International Journal for
International Journal for Educational and Vocational Studies, Vol. 4, No. 1 (2022): 64-69 Mustofa et al.
DOI: https://doi.org/10.29103/ijevs.v4i1.6819 E-ISSN 2684-6950 | Page 69 Educational and Vocational Studies, 1(6), 647–650.
https://doi.org/10.29103/ijevs.v1i6.1750
Nabiila, A., & Faisal Mustofa, R. (2020). Korelasi Antara
Kecerdasan Emosional Dengan Self Regulated Learning Di SMA Negeri 1 Kota Tasikmalaya. Bioedukasi, May, 10–17.
https://doi.org/10.24127/bioedukasi.v11i1.2816
Ozer, A., Dede, N., & Yildirim, O. (2008). The effect of emotional intelligence on job satisfaction: A case study in education.
8th International Scientific Conference on Modern Management of Mine Producing, Geology and
Environmental Protection, SGEM 2008, 2(5), 667–671.
Pekrun, R., Frenzel, A. C., Goetz, T., & Perry, R. P. (2007). The Control-Value Theory of Achievement Emotions. An Integrative Approach to Emotions in Education. Emotion in Education, 13–36. https://doi.org/10.1016/B978- 012372545-5/50003-4
Pérez-Fernández, A., Fernández-Berrocal, P., & Gutiérrez-Cobo, M.
J. (2021). The Relationship Between Emotional Intelligence and Diabetes Management: A Systematic Review. Frontiers in Psychology, 12(1), 1–21.
https://doi.org/10.3389/fpsyg.2021.754362
Pintrich, P. R., & Groot, E. V. De. (1990). Motivational and self- regulated learning components of classroom. Journal of Educational Psychology, 82(1), 33–40.
Ramdaniar, S., & Rosiana, D. (2018). Hubungan Antara Kecerdasan Emosi Dengan Self Regulated Learning Siswa Kelas XI SMA Langlangbuana Bandung. Jurnal Prosiding Psikologi, 4(2), 461–466.
http://karyailmiah.unisba.ac.id/index.php/psikologi/article/view File/11145/pdf
Salovey, P., & John D. Mayer. (1990). Emotional intelligence.
Imagination, cognition and personality. 9(3), 185–211.
http://dmcodyssey.org/wp-
content/uploads/2013/09/EMOTIONAL-INTELLIGENCE-3.pdf Sari, A. P., Machmuroch, & Astriana, S. (2017). Hubungan Antara
Kecerdasan Emosi Dan Dukungan Sosial Orangtua Dengan Self Regulated Learning Siswa Kelas XII Di SMA Batik 1 Surakarta. Jurnal Wacana Psikologi., 9(1), 28–38.
jurnalwacana.psikologi.fk.uns.ac.id/index.php/wacana/article/do wnload/102/102%0A%0A
Schutte, N. S., Malouff, J. M., Hall, L. E., Haggerty, D. J., Cooper, J. T., Golden, C. J., & Dornheim, L. (1998). Development and validation of a measure of emotional intelligence.
Personality and Individual Differences, 25(2), 167–177.
https://doi.org/10.1016/S0191-8869(98)00001-4
Shafait, Z., Khan, M. A., Bilan, Y., & Oláh, J. (2021). Modeling the mediating roles of self-directed learning and knowledge management processes between emotional intelligence and learning outcomes in higher education. PLoS ONE, 16(7 July), e0255177.
https://doi.org/10.1371/journal.pone.0255177
Shafait, Z., Khan, M. A., Sahibzada, U. F., Dacko-Pikiewicz, Z., &
Popp, J. (2021). An assessment of students’ emotional intelligence, learning outcomes, and academic efficacy: A correlational study in higher education. PLoS ONE, 16(8 August), e0255428.
https://doi.org/10.1371/journal.pone.0255428
Solichin, M. M., Muhlis, A., & Ferdiant, A. G. (2021). Learning motivation as intervening in the influence of social support and self regulated learning on learning outcome.
International Journal of Instruction, 14(3), 945–964.
https://doi.org/10.29333/iji.2021.14355a
Sukenti, D., Tambak, S., & Siregar, E. (2021). Learning Assessment for Madrasah Teacher: Strengthening Islamic Psychosocial and Emotional Intelligence. AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan, 13(1), 725–740. https://doi.org/10.35445/alishlah.v13i1.552 Supramaniam, S., & Singaravelloo, K. (2021). Impact of emotional
intelligence on organisational performance: an analysis in the Malaysian public administration. Administrative Sciences, 11(3), 76. https://doi.org/10.3390/ADMSCI11030076 Tran, T. T. M. (2021). Use of Self-regulated Learning Strategies in
Paragraph Writing at Van Lang University. International Journal of TESOL & Education, 1(3), 1–13. http://i- jte.org/index.php/journal/article/view/80
Warrier, U., John, M., & Warrier, S. (2021). Leveraging Emotional Intelligence Competencies for Sustainable Development of Higher Education Institutions in the New Normal. FIIB Business Review, 10(1), 62–73.
https://doi.org/10.1177/2319714521992032
Yen, C. J., Ozkeskin, E. E., Tankari, M., Tu, C. H., Harati, H., & Sujo- Montes, L. (2021). Online accelerated learning experiences and self-regulated learning skills among undergraduate students. International Journal of Online Pedagogy and Course Design, 11(3), 17–35.
https://doi.org/10.4018/IJOPCD.2021070102
Yen, C. J., Tu, C. H., Ozkeskin, E. E., & Sujo-Montes, L. E. (2021). Self- regulated learning skills as the predictors for the positive perception of the online accelerated instruction learning experiences. International Journal of Innovation and Learning, 29(2), 129–153.
https://doi.org/10.1504/IJIL.2021.112997
Zhou, X., Chai, C. S., Jong, M. S. Y., & Xiong, X. B. (2021). Does Relatedness Matter for Online Self-regulated Learning to Promote Perceived Learning Gains and Satisfaction? Asia- Pacific Education Researcher, 30(3), 205–215.
https://doi.org/10.1007/s40299-021-00579-5
Zimmerman, B. J. (1989). A Social Cognitive View of Self-Regulated Academic Learning. Journal of Educational Psychology, 81(3), 329–339. https://doi.org/10.1037/0022-0663.81.3.329
International Seminar on Education, Technology, and Art Banjarmasin, Indonesia, May 31, 2022 Volume 1 DOI: https://doi.org/10.33654/iseta.v1i0.1847
66
The Relationship of Emotional Intelligence with Student’s Biology Learning Outcomes in SMPN 5 Banjarbaru
During The Covid – 19 Pandemic
Minarti SMPN5 Banjarbaru Banjarbaru, Indonesia [email protected]
Siti Ramdiah*, Rabiatul Adawiyah STKIP PGRI Banjarmasin, Biology Education
Banjarmasin, Indonesia
*[email protected], [email protected]
Abstract. Biology learning activities are mostly carried out in practicum, so that students can understand correctly the concepts presented. This is different when the COVID-19 pandemic sweeps across the world without preparing Indonesia. This condition has an impact on all aspects of life, including the teaching and learning process of biology. The low learning outcomes carried out during the COVID-19 pandemic are thought to be because students tend to be easily discouraged and lazy to understand the concepts applied in learning boldly. This study aims to determine the relationship between emotional intelligence and student biology learning outcomes at SMP Negeri 5 Banjarbaru, during the COVID-19 Pandemic. This quantitative research uses a non-probability technique, namely a saturated sample or often called total sampling. The research sample was 8th grade students of SMP Negeri 5 Banjarbaru, totalling 30 students. The data collection used in this research is using a personal questionnaire. Simple regression analysis was performed using SPSS 20.0. The results of this study indicate that there is a positive relationship between emotional intelligence and learning outcomes of biology students at SMP Negeri 5 Banjarbaru, as evidenced by the regression results Y = 48.724 + 0.655 X which is positive in the constant results. The results of the t-test for the emotional intelligence variable (X) which has, 13.047 > 2.052 with a significant 0.000 <0.05, then H0 is rejected, so it can be interpreted that la sis can be interpreted as being in SMP Negeri 5 Banjarbaru. The effect of independent variables on variables indicated by the coefficient of determination (Rsquare) is 0.699 or 69.9%. So, it can be concluded that the fluctuation of the affected variable (Y) is influenced by the independent variable (X) of 69.9%, while the remaining 30.1% is influenced by other variables outside this study.
Keywords: Emotional Intelligence, Biology Learning Outcomes, Covid-19 Pandemic
1 Pendahuluan
Pendidikan merupakan unsur yang terpenting dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan adalah awal dari proses pembelajaran bagi tiap individu untuk mencapai pengetahuan dan pemahaman yang lebih baik. Pendidikan perlu diberikan sejak dini agar dapat membentuk manusia yang cerdas, bertakwa, berakhlak mulia, dan memiliki kepribadian yang baik serta dapat bersikap sesuai norma-norma yang berlaku. Proses pelaksanaan pendidikan diharapkan dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.
Pendidikan merupakan upaya yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mencerdaskan dan mengembangkan potensi yang ada pada diri siswa. Hal ini tercantum pada Undang-undang No. 20
The Relationship of Emotional Intelligence… Minarti, Siti Ramdiah, Rabiatul Adawiyah
67
Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 ayat 1 secara tegas menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk dapat mewujudkan suasana proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Sehubungan dengan tujuan pendidikan tersebut, siswa diharapkan mampu memperoleh hasil belajar yang baik dalam proses pembelajaran sehingga dapat mengembangkan kemampuan yang ada pada dirinya untuk memiliki kecerdasan, keterampilan, kekuatan spiritual keagamaan, dan pengendalian diri atau emosi. Untuk mencapai hasil belajar yang baik bukanlah suatu hal yang mudah, namun ada banyak faktor yang mempengaruhi proses belajar siswa salah satunya, yaitu kecerdasan.
Slameto (2013) menyatakan bahwa kecerdasan adalah kecakapan yang terdiri dari tiga jenis yaitu, kecakapan untuk menghadapi dan menyesuaikan ke dalam situasi yang baru dengan cepat dan efektif, mengetahui/menggunakan konsep-konsep yang abstrak secara efektif, mengetahui relasi, dan mempelajarinya dengan cepat.
Kecerdasan merupakan hal yang dimiliki oleh setiap siswa, yang membedakan hanyalah tingkat kecerdasan antara siswa satu dengan yang lainnya. Hal tersebut dikarenakan, siswa yang mempunyai tingkat kecerdasan yang tinggi akan lebih berhasil daripada siswa yang mempunyai tingkat kecerdasan yang rendah. Meskipun demikian, siswa yang mempunyai tingkat kecerdasan yang tinggi belum pasti berhasil dalam belajarnya. Kosasih & Sumarna (2014) menyatakan bahwa kecerdasan dapat diklasifikasikan menjadi 3 macam, yaitu Intelligence Quotient (IQ), Emotional Quotient (EQ), dan Spiritual Quotient (SQ). Namun, yang diteliti dalam penelitian ini hanyalah Emotional Quotient (EQ) atau kecerdasan emosional.
Kecerdasan emosional menurut Goleman (2015) merupakan kemampuan seperti kemampuan untuk memotivasi diri dan bertahan menghadapi frustasi; mengendalikan dorongan hati dan tidak melebih-lebihkan kesenangan; mengatur suasana hati dan menjaga agar beban stres tidak melumpuhkan kemampuan untuk berpikir dan berdoa.
Kecerdasan emosional merupakan kemampuan siswa dalam mengenali dan mengontrol emosi diri, sehingga berdampak positif pada saat mengikuti pembelajaran. Kecerdasan emosional erat kaitannya dengan keterampilan memotivasi diri sendiri, siswa yang memiliki kecerdasan emosional yang baik tidak akan mudah putus asa jika menghadapi kesulitan dalam proses belajar, karena siswa tersebut terampil untuk memotivasi dirinya sendiri agar dapat terus maju. Kecerdasan emosional juga berkaitan dengan kemampuan dalam membina hubungan dengan orang lain atau disebut juga kerja sama, dengan terbinanya hubungan yang baik terhadap teman maupun guru. Siswa dapat memperoleh pengetahuan yang lebih, dikarenakan siswa tidak akan segan untuk bertanya dan meminta bantuan apabila mereka mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran.
Kecerdasan emosional merupakan hal yang paling penting dalam menentukan keberhasilan siswa karena dengan emosi yang lepas dapat membuat siswa yang pandai menjadi bodoh. Tanpa kecerdasan emosional, siswa tidak akan mampu menggunakan kemampuan kognitifnya sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Hal itu menyebabkan, bahwa intelektual bukan merupakan satu-satunya faktor yang bisa menentukan keberhasilan siswa, melainkan ada faktor lain yang dapat mempengaruhi yaitu kecerdasan emosional. Kecerdasan intelektual (IQ) hanya menyumbang kira-kira 20% dalam menentukan prestasi individu, sedangkan 80% sisanya ditentukan oleh faktor-faktor lain termasuk kecerdasan emosional (Goleman, 2015).
Kedua kecerdasan tersebut sangat diperlukan dan berpengaruh dalam proses belajar siswa.
Kecerdasan intelektual (IQ) tidak dapat berfungsi dengan baik tanpa adanya peran kecerdasan emosional (EQ) terhadap mata pelajaran yang disampaikan oleh guru di sekolah khususnya pada mata pelajaran Biologi. Menurut Susanto (2016), Biologi merupakan salah satu disiplin ilmu yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir dan berargumentasi, memberikan kontribusi dalam penyelesaian masalah seharihari dan dalam dunia kerja, serta memberikan dukungan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kecerdasan emosional merupakan suatu hal yang diperlukan oleh siswa, pada saat pelajaran Biologi. Tanpa adanya kecerdasan emosional siswa akan mudah menyerah, tidak memiliki motivasi untuk belajar, dan tidak pandai memusatkan perhatian pada materi pelajaran, walaupun sebenarnya siswa tersebut mampu untuk mempelajarinya. Mustaqim (2017) menyatakan selain ditentukan oleh
The Relationship of Emotional Intelligence… Minarti, Siti Ramdiah, Rabiatul Adawiyah
68
kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional juga dapat memberikan pengaruh dalam proses dan keberhasilan belajar siswa.
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang peneliti lakukan di SMP Negeri 5 Banjarbaru melalui via zoom karena penelitian ini dilakukan pada waktu Pandemi COVID-19 terlihat bahwa kecerdasan yang dimiliki oleh siswa masih terbilang rendah pada saat mengikuti pembelajaran Biologi secara daring. Biologi merupakan mata pelajaran yang tidak disukai oleh banyak siswa, karena siswa sudah lebih dahulu beranggapan bahwa Biologi itu sulit dan tidak mudah untuk dipahami. Hal demikian adalah salah satu dari sifat emosi siswa dan berpengaruh pada kecerdasan intelektual serta kecerdasan emosional, sehingga menyebabkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Biologi rendah.
Rendahnya hasil belajar siswa SMP Negeri 5 Banjarbaru Tahun pelajaran 2020/2021 yang dilaksanakan pada waktu Pandemi COVID-19 diduga karena siswa cenderung mudah putus asa dan malas ketika mengerjakan soal Biologi melalui pembelajaran daring karena biasanya pembelajaran biologi cenderung praktikum langsung di lapangan, sehingga kurang ada keinginan untuk berusaha memahami pelajaran. Hal tersebut menyebabkan beberapa nilai siswa masih di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan sekolah dan guru dengan mempertimbangkan kompleksitas dan kesulitan pelajaran adalah 76.
Sehubungan dengan uraian di atas, dapat dilihat bahwa ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar Biologi, namun masih perlu pembuktian secara ilmiah. Karena pada saat ini proses pembelajaran tanpa kecerdasan emosional yang baik, pembelajaran tidak akan berlangsung efektif dan materi yang disampaikan kepada siswa tidak maksimal. Hal inilah yang mendorong peneliti untuk mengadakan penelitian yang berjudul “Hubungan Kecerdasan Emosional dengan Hasil Belajar Biologi Siswa di SMP Negeri 5 Banjarbaru Kecamatan Banjarbaru Selatan Pada Waktu Pandemi COVID-19”. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar Biologi Siswa di SMP Negeri 5 Banjarbaru Kecamatan Banjarbaru Selatan pada waktu Pandemi COVID-19.
2 Metode Penelitian
Penelitian Kunatitatif ini dilakukan dengan sampel ditentukan sebanyak 30 siswa yang terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Nonprobability yaitu sampel jenuh atau sering disebut total sampling. Sampel jenuh yaitu teknik penentuan sampel dengan cara mengambil seluruh anggota populasi sebagai responden atau sampel. Penggunaan metode ini berlaku jika anggota populasi relatif kecil (mudah dijangkau).
Penelitian dilaksanakan pada waktu pandemi covid 19 maka pengumpulan data berupa pembagian kuesioner dilakukan dengan dua cara yaitu pengisian kuesioner secara PTM terbatas dan pengisian kuesioner di rumah oleh sampel penelitian. Pengisian kuesioner dijalankan dalam rentang waktu proses pembelajaran yang berlangsung selama 3 kali pertemuan, hal ini dilakukan dengan harapan selama proses pembelajaran tersebut terbangun suasana emosional yang akan sejalan dengan tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui adanya hubungan antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar biologi siswa.
Analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Analisis Data yaitu regresi sederhana dan uji T. Alat analisis yang digunakan adalah SPSS versi 20.0.
3 Hasil Penelitian
Berdasarkan pengolahan dan analisis data dengan menggunakan program SPSS versi 20.00 dapat diketahui persamaan regresinya dengan melihat Coefficients pada Unstandardized Coefficients hasilnya dapat dilihat pada tabel estimasi regresi berikut:
The Relationship of Emotional Intelligence… Minarti, Siti Ramdiah, Rabiatul Adawiyah
69
Tabel 1 Tabel Koefisien Regresi
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 48,724 3,734 13,047 ,000
Kecerdasan
Emosional ,655 ,081 ,836 8,063 ,000
a. Dependent Variable: Hasil Belajar
Persamaan regresi linear pada tabel diatas dapat diuraikan bahwa nilai constanta koefisien regresi sebesar 48,724 menunjukkan kecerdasan emosional. Diketahui persamaan regresi linear dengan melihat Coefficients pada Unstandardized Coefficients sebagai berikut:
Y = a + bX
Y = 48,724+ 0,655 X
Hasil estimasi regresi yang telah dilakukan, dapat diketahui nilai t tabel dan t hitung dengan taraf signifikan 5% df = n – k, k merupakan jumlah variabel independen (df = 30 – 2 = 28) dengan ttabel = 2,052. Hasil dari SPSS tersebut adalah:
Tabel 2 Hasil Uji t
Variabel t hitung Sign
X 13,047 0,000
Berdasarkan tabel diatas hasil uji t untuk variabel bebas (X) yang mempunyai nilai t hitung>
t tabel yaitu, 13,047 > 2,052 dengan signifikan 0,000 < 0,05 maka H0 ditolak, sehingga dapat diartikan bahwa ada hubungan kecerdasan emosional dengan hasil belajar Biologi siswa di SMP Negeri 5 Banjarbaru, Kecamatan Banjarbaru Selatan pada waktu pandemi Covid-19.
Koefisien determinasi ini digunakan untuk melihat seberapa besar pengaruh setiap variabel bebas X terhadap variabel terikat Y. Hasil perhitungan determinasi ditunjukkan pada tabel berikut:
Tabel 3 Hasil Koefisien Determinasi
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 ,836a ,699 ,688 3,036
a. Predictors: (Constant), Kecerdasan Emosional b. Dependent Variable: Hasil Belajar
Pada tabel di atas diketahui bahwa pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat yang ditunjukkan oleh koefisien determinasi (Rsquare) adalah sebesar 0,699 atau 69,9%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa naik turunnya variabel terikat (Y) dipengaruhi oleh variabel bebas (X) sebesar 69,9%, sedangkan sisanya 30,1% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini.
The Relationship of Emotional Intelligence… Minarti, Siti Ramdiah, Rabiatul Adawiyah
70
4 Pembahasan
Kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang untuk memahami, menggunakan dan mengelola emosinya. Kecerdasan emosional (EQ) dapat membantu siapa saja, termasuk anak-anak untuk membangun hubungan yang kuat,membuat keputusan dan menghadapi situasi yang sulit. Dengan EQ yang baik, seseorang akan lebih mudah bersosialisasi dengan siapa saja, lebih percaya diri dan dapat tumbuh menjadi pribadi yang baik. EQ juga berperan penting dalam mendukung prestasi anak di sekolah. Oleh karena itu, kecerdasan emosional sangat berpengaruh terhadap hasil belajar seseorang.
Emosi menunjuk pada suatu kemampuan untuk memahami perasaan diri masing-masing dan perasaan orang lain, serta kemampuan untuk memotivasi dirinya sendiri.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil analisis data dari hasil perhitungan ditunjukkan dari nilai koefisien korelasi dikonsultasikan dengan r tabel product moment.
Nilai rser yang didapat adalah 0,3612, jika dikonsultasikan dengan tabel “r” Product Moment dengan taraf signifikansi 5% diketahui rtabel = 0,3612. Hal ini berarti rser = 0,3612 ≥ rtabel = 0,3612. Dan hasil dari hasil uji nilai t hitung> t tabel yaitu, 13,047 > 2,052 dengan signifikan 0,000 < 0,05 maka H0 ditolak, sehingga Ha diterima yang dapat diartikan bahwa ada hubungan signifikan kecerdasan emosional dengan hasil belajar Biologi siswa di SMP Negeri 5 Banjarbaru Kecamatan Banjarbaru Selatan pada waktu pandemi Covid-19. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan Rambe dkk. (2018). Hasil uji hipotesis dengan uji t juga menunjukkan t hitung (15,684) > t tabel (1,999) hal ini membuktikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar biologi siswa.
Selanjutnya untuk menentukan besarnya konstribusi kecerdasan emosional dengan hasil belajar, dilakukan dengan mengkuadratkan koefisien determinasi, didapatkan pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat yang ditunjukkan oleh koefisien determinasi (Rsquare) adalah sebesar 0,699 atau 69,9%.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa naik turunnya variabel terikat (Y) dipengaruhi oleh variabel bebas (X) sebesar 69,9%, sedangkan sisanya 30,1% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Utami dkk (2020), “Pengaruh Kecerdasan Emosional terhadap Hasil Belajar Biologi peserta didik”. Hasil dari output SPSS menunjukkan nilai sig= 0,000 (𝛼 < 0,05), nilai kooefisien korelasi (R) sebesar 0,628 dan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,394. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan kecerdasan emosional berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar peserta didik XII SMA Negeri 1 Pangkep. Besar pengaruh kecerdasan emosional sebanyak 39,4 persen dan 60,6 persen yang dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Semakin tinggi kecerdasan emosional semakin tinggi pula hasil belajar peserta didik.
Hal ini juga didasarkan pada individu masing-masing siswa, karena tidak semua siswa memiliki empati, motivasi atau-pun keterampilan sosial yang sama besarnya. Sebagian siswa justru memiliki kesadaran diri dan pengaturan diri yang lebih tinggi. Dari hasil koefisien determinasi berarti ada Hubungan Kecerdasan Emosional Dengan Hasil Belajar Biologi Siswa Di SMP Negeri 5 Banjarbaru Kecamatan Banjarbaru Selatan Pada Waktu Pandemi Covid 19 yang dipengaruhi variabel lain yaitu Faktor internal merupakan faktor yang timbul dari dalam diri yang dipengaruhi oleh keadaan otak emosional individu dan hal-hal lain yang berada pada otak emosional. Dan Faktor eksternal merupakan faktor yang datang dari luar individu dan mempengaruhi individu untuk mengubah sikap. Pengaruh luar yang bersifat individu dapat secara perorangan, dan secara kelompok.
Goleman (2015) berpendapat bahwa, kecerdasan intelektual hanya menyumbang 20% bagi kesuksesan, sedangkan 80% adalah sumbangan faktor kekuatan-kekuatan lain, diantaranya adalah kecerdasan emosional atau Emotional Quotient (EQ) yaitu kemampuan memotivasi diri sendiri, mengatasi frustasi, mengontrol desakan hati, mengatur suasana hati (mood), berempati serta kemampuan bekerja sama.
Pendapat ini penting dijadikan pertimbangan mengingat fakta yang sering dijumpai di lapangan, apalagi akhir-akhir ini di masa pandemi, peserta didik harus menyesuaikan diri dengan belajar dari rumah.
Kecerdasan emosional pada diri peserta didik merupakan salah satu faktor penting untuk meraih hasil belajar yang baik. Dengan demikian, kecerdasan emosional yang dimiliki siswa sangat berpengaruh terhadap hasil belajar yang baik, karena emosi memancing tindakan seorang terhadap apa yang