FORMAT PENGKAJIAN ANAK DI RUANG RAWAT ANAK Nama Mahasiswa : Fitroh Hanifah
Tgl/tempat Praktik : 11-12-2023 – 22-12-2023/Ruang Mawar Tanggal Pengkajian : 20 Desember 2023
IDENTITAS DATA
Nama pasien : An. KAM Usia : 1 thn 8 bln Nama Ayah/Ibu : Ny. N/Tn. A Pekerjaan Ayah : Koki
Pekerjaan Ibu : IRT
Tanggal dirawat : 19/12/2023 Diagnosis medis : GEA DRS Tindakan Operasi : -
Alamat : Jl. Raya Centex, RT 07/02, Ciracas Agama : Islam
Suku Bangsa : Betawi Pendidikan Ayah : SMA Pendidikan Ibu : SMK
KELUHAN UTAMA
Ibu pasien mengatakan pasien muntah dan BAB cair ≥5x/hari sejak hari Minggu (±3 hari SMRS), demam naik turun, sudah dibawa berobat ke klinik namun belum ada perubahan karena setiap minum obat pasien muntah. BAB cair tidak ada ampas, muntah berisi cairan dan makanan.
RIWAYAT KEHAMILAN DAN KELAHIRAN
Prenatal : Selama masa kehamilan tidak ada keluhan signifikan yang dirasakan, namun karena usia ibu >40 tahun, maka disarankan melakukan persalinan dengan cara operasi sectio caesarea.
Intranatal : Operasi sectio caesarea berjalan lancar, ditemukan ketuban hanya sedikit dan kondisi bayi ikterik
Postnatal : Dilakukan perawatan intensif dan diberikan fototerapi untuk mengatasi hiperbilirubin pada bayi
RIWAYAT PENYAKIT
Penyakit waktu kecil : Kejang demam Pernah dirawat di RS : RSUD Pasar Rebo Obat-obatan yg digunakan : Tidak ada
Tindakan (operasi) : Tidak ada
Alergi : Tidak ada
Kecelakaan : Tidak pernah
Imunisasi : Lengkap
RIWAYAT KELUARGA (Disertai Genogram)
RIWAYAT SOSIAL
1. Yang mengasuh : Ibu kandung
2. Hubungan dengan anggota keluarga : Baik
3. Hubungan dengan teman sebaya : Sering bermain dengan teman sebaya di sekitar rumah
4. Pembawaan secara umum : Pasien suka mendengarkan musik atau menon- ton video dari hp, pasien aktif dan tidak mudah takut dengan orang baru disekitarnya, pasien suka mengoceh walaupun kata-katanya belum terdengar jelas.
5. Lingkungan rumah (safety issues) : Lingkuran rumah ramah dengan anak dan ter- dapat beberapa teman sebaya dengan pasien RIWAYAT KEBUTUHAN SEHARI-HARI
Nutrisi (Makan/Minum) Sebelum sakit
Makanan yang disukai/tidak disukai : Anak menyukai ikan lele, nugget ayam, pudding, buah-buahan dan timun. Anak tidak memiliki makanan yang tidak ia sukai
Sulit makan (✓) tidak ( ) ya, jika ya jelaskan
Kebiasaan saat makan : Menonton video lagu anak-anak dari hp atau menonton televisi Saat sakit
Status nutrisi/diet : BB anak 8,9kg (BB sebelum sakit 10kg), Tinggi badan 83cm Status cairan : Pasien minum ASI sekitar ±4 jam sekali setiap harinya Eliminasi (BAB/BAK)
Sebelum sakit : BAB dan BAK tidak ada keluhan
Saat sakit : BAB cair ±5x sejak 2 hari SMRS. BAB cair ±2-3 kali saat di RS Pola Istirahat/Tidur
Sebelum sakit
Ritual/kebiasaan sebelum tidur : Menonton video sambil minum ASI Saat sakit : Minum ASI
Pola Aktivitas/Bermain
Sebelum sakit : Pasien sering bermain dengan teman sebaya di sekitar rumah Saat sakit : Pasien bermain dengan ibu atau ayahnya, menonton video anak-
anak di hp atau mendengarkan lagu anak-anak Personal Hygiene
Sebelum sakit : Pasien dimandikan 1-2x/hari
Saat sakit : Pasien hanya dilap dan digantikan baju saja PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan umum : Baik
TB/BB (persentile) : 83cm/8,9kg Lingkar kepala : 47cm
Mata : Tidak tampak anemis, tidak tampak ikterik, bentuk simetris
Hidung : Normal
Mulut : Normal
Telinga : Tidak ada gangguan pendengaran, bentuk simetris
Tengkuk : Normal
Dada : Simetris, tidak tampak adanya kelainan Jantung : s1s2 reguler
Paru-paru : Suara napas vesikuler Perut : Supel, biding usus +
Punggung : Tidak tampak adanya kelainan, bentuk simetris Genitalia : Tidak tampak adanya kelainan, bersih
Ekstremitas : Akral hangat, CRT <3 detik Kulit : Integritas kulit baik
Tanda vital : TD: 121/80 mmHg, HR: 149x/mnt, RR: 24x/mnt, S: 36,2oC, SpO2: 100%
PENGKAJIAN TINGKAT PERKEMBANGAN
Kemandirian dan bergaul Pasien tidak mudah takut dengan orang baru yang ada di sekitarnya, dan pasien suka bermain dengan teman sebaya disekitar rumahnya.
Motorik halus Perkembangan motorik halus pasien sudah sesuai dengan usianya. Ia mampu meraih dan memegang mainan yang diberikan.
Kognitif dan bahasa Anak mampu memanggil orang tuanya dengan sebutan “mama”
dan “yah” (ayah). Pasien paham bila namanya dipanggil, pasien mampu memahami beberapa kata mudah dan bisa terhibur dengan mendengarkan lagu anak-anak.
Motorik kasar Pasien mampu berjalan dengan satu tangan yang dituntun, berguling, tengkurap, dan berusaha berdiri sendiri.
Kesimpulan Perkembangan pertumbuhan pasien sudah sesuai dengan usianya.
Dampak Hospitalisasi Pasien menjadi sedikit waspada dengan orang di sekitarnya, mudah takut bila terlalu banyak orang disekitarnya yang belum ia kenal, namun pasien mampu menjadi lebih tenang bila telah dibujuk dengan mainan atau diajak berbicara atau membicarakan hal yang ia sukai.
DATA PENUNJANG DIAGNOSTIK 1. Hasil laboratorium
Jenis Pemeriksaan Hasil Pemeriksaan Nilai Normal
Hematrokrit 34% (Low) 35-43%
Natrium 128 mmol/L (Low) 135-147 mmol/L
2. Hasil rontgen : Tidak ada
3. Data tambahan : Haluaran urin 400cc Input Cairan
Infus = 900cc/24 jam
= 900 ÷ 4 (hitungan per 6 jam)
= 225 cc/6jam
Air metabolisme = 8cc × 8,9kg ÷ 4 (hitungan per 6 jam)
= 17,8cc/6 jam
ASI = 550cc/24 jam ÷ 4 (hitungan per 6 jam)
= 137,5cc/6 jam
Total Input = 225cc + 17,8cc + 137,5cc = 380,3cc/ 6 jam Output Cairan
Urin = 400cc
IWL = (30-1) cc × 8,5 kg ÷ 4 (hitungan per 6 jam)
= 64,525cc/6 jam
Total Output = 400cc + 64,525cc = 464,525cc/6 jam Balance Cairan
Balance cairan = Input – Output
= 380,3cc – 464,525cc
= –84,225 cc/6 jam
Grafik Berat Badan Menurut Panjang Badan Anak Laki-laki PB: 83cm; BB: 8,9kg; Hasil pengukuran: (terlampir)
PENGOBATAN
Oral : Zinc tab 1x20mg, Paracetamol tab 3x90mg k/p Injeksi (IM, IV, SC) : Ranitidine 2x10mg IV, Paracetamol 3x90mg IV k/p
Lain-lain : NaCl 0,9% 900cc/24 jam, selanjutnya diganti dengan KA-EN 1B 900cc/24 jam
ANALISIS DATA
Tgl/Jam DATA MASALAH
20 Des 2023 13.00
DS:
- Ibu pasien mengatakan pasien BAB cair ±5x SMRS
- Ibu pasien mengatakan pasien muntah ±5x SMRS
- Ibu pasien mengatakan pasien muntah setiap makan atau minum walapun anaknya mau makan dan minum
DO:
- KU: sedang, Kesadaran: CM - Pasien tampak haus
- Mata tampak agak cekung - TTV: TD: 121/80mmHg, HR:
149x/mnt, RR: 24x/mnt, S: 36,2oC, SpO2: 100%
- Hasil lab: Ht: 34%; N Balance cairan: -84,225cc/6 jam
- Terapi yang didapatkan pasien:
• IVFD NaCl 0,9% 900cc/24 jam, selanjutnya KA-EN 1B 900cc/24 jam
• Ranitidine 2x10mg IV
• Paracetamol 3x90mg IV k/p
• Paracetamol tab 3x90mg k/p
• Zinc Tab 1x20mg - atrium: 128g/dL
- Input cairan (infus, ASI, air metabolisme) 380,3cc/6 jam - Output cairan (urin, IWL)
464,525cc/6 jam
- Balance cairan: -84,225cc/6 jam
Diare berhubungan dengan malabsorpsi
20 Des 2023 13.00
DS:
- Ibu pasien mengatakan pasien BAB cair ±5x SMRS
- Ibu pasien mengatakan pasien muntah ±5x SMRS
- Ibu pasien mengatakan pasien muntah setiap makan atau minum walapun anaknya mau makan dan minum
DO:
- KU: sedang, Kesadaran: CM - Pasien tampak haus
Hipovolemia berhubungan dengan kehilangan cairan aktif
- Mata tampak agak cekung - TTV: TD: 121/80mmHg, HR:
149x/mnt, RR: 24x/mnt, S: 36,2oC, SpO2: 100%
- Hasil lab: Ht: 34%; Natrium:
128g/dL
- Input cairan (infus, ASI, air metabolisme) 380,3cc/6 jam - Output cairan (urin, IWL)
464,525cc/6 jam
- Balance cairan: -84,225cc/6 jam - Terapi yang didapatkan pasien:
• IVFD NaCl 0,9% 900cc/24 jam, selanjutnya KA-EN 1B 900cc/24 jam
• Ranitidine 2x10mg IV
• Paracetamol 3x90mg IV k/p
• Paracetamol tab 3x90mg k/p
• Zinc Tab 1x20mg 20 Des
2023 13.00
DS:
- Ibu pasien mengatakan pasien BAB cair ±5x SMRS
- Ibu pasien mengatakan pasien muntah ±5x SMRS
- Ibu pasien mengatakan pasien muntah setiap makan atau minum walapun anaknya mau makan atau minum
- Ibu pasien mengatakan sebelum sakit BB: 10kg; PB: 83cm DO:
- KU: Baik, Kesadaran: CM - BB: 8,9kg; PB: 83cm - Pasien tampak haus - Mata tampak agak cekung - TTV: TD: 121/80mmHg, HR:
149x/mnt, RR: 24x/mnt, S: 36,2oC, SpO2: 100%
- Hasil lab: Ht: 34%; Natrium:
128g/dL
- Input cairan (infus, ASI, air metabolisme) 380,3cc/6 jam - Output cairan (urin, IWL)
464,525cc/6 jam
- Balance cairan: -84,225cc/6 jam - Terapi yang didapatkan pasien:
Defisit nutrisi berhubungan dengan ketidakmampuan menelan makanan dd
nausea
• IVFD NaCl 0,9% 900cc/24 jam, selanjutnya KA-EN 1B 900cc/24 jam
• Ranitidine 2x10mg IV
• Paracetamol 3x90mg IV k/p
• Paracetamol tab 3x90mg k/p
• Zinc Tab 1x20mg
PRIORITAS MASALAH
1. Diare berhubungan dengan malabsorpsi
2. Hipovolemia berhubungan dengan kehilangan cairan aktif
3. Defisit nutrisi berhubungan dengan ketidakmampuan menelan makanan dd nausea
Lampiran 6
FORM RENCANA KEPERAWATAN
Tgl. Pengkajian : 20/12/2023 Nama Pasien : An. KAM Alamat Rumah : Jl. Raya Centex, RT 07 RW 02,
Nama MHS : Fitroh Hanifah Umur : 1 thn 8 bln Ciracas, Jaktim
Ruang Praktik : Mawar Jenis Kelamin : Laki-laki Nama Ayah/Ibu : Tn. A/Ny. N
Nama Dokter : dr. Fatimatuzzahro, Sp.A No. Rekam Medis : 2023-942416 Telp. yg dihubungi : 081319369898 Diagnosis Medis : GEA DRS
No Dx. Keperawatan
(DS dan DO) Tujuan Kriteria Evaluasi Intervensi Keperawatan Rasional Tindakan 1 Diare berhubungan dengan
malabsorpsi DS:
- Ibu pasien mengatakan pasien BAB cair ±5x SMRS
- Ibu pasien mengatakan pasien muntah ±5x SMRS
- Ibu pasien mengatakan pasien muntah setiap makan atau minum walapun anaknya mau makan dan minum
DO:
- KU: sedang, Kesadaran: CM - Pasien tampak haus
- Mata tampak agak cekung - TTV: TD: 121/80mmHg, HR:
149x/mnt, RR: 24x/mnt, S:
36,2oC, SpO2: 100%
Tupan
Diare teratasi Tupen
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam diharapkan keseimbangan carian meningkat
KH
1. Asupan cairan meningkat 2. Kelembaban membran mukosa
meningkat
3. Asupan makanan meningkat 4. Dehidrasi menurun
5. Tekanan darah meningkat 6. Denyut nadi radial membaik 7. Membran mukosa membaik 8. Mata cekung membaik 9. Berat badan membaik
Intervensi utama: Manajemen diare
Observasi
- Identifikasi penyebab diare (mis.
malabsorpsi)
- Identifikasi riwayat pemberian makanan
- Monitor warna, volume, frekuensi, dan konsistensi tinja - Monitor tanda dan gejala
hipovolemia (mis. takikardia, mukosa mulut kering, BB menurun)
- Monitor iritasi dan dan ulserasi kulit di daerah perianal
- Monitor jumlah pengeluaran diare
- Monitor keamanan penyiapan makanan
- Untuk mengetahui penyebab diare
- Untuk mengetahui apakah ada makanan yg menyebabkan diare - Untuk mengetahui feses saat
diare
- Untuk mengetahui perubahan TTV
- Untuk mengetahui adanya iritasi akibat BAB berulang
- Untuk mengetahui jumlah cairan yang keluar
- Untuk mengetahui makanan yg dikonsumsi bersih
- Untuk membantu mengganti cairan yang hilang
- Untuk mengetahui bakteri yang menyebabkan diare
- Untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi
- Hasil lab: Ht: 34%; Natrium:
128g/dL
- Input cairan (infus, ASI, air metabolisme) 380,3cc/6 jam - Output cairan (urin, IWL)
464,525cc/6 jam
- Balance cairan: -84,225cc/6 jam - Terapi yang didapatkan pasien:
• IVFD NaCl 0,9% 900cc/24 jam, selanjutnya KA-EN 1B 900cc/24 jam
• Ranitidine 2x10mg IV
• Paracetamol 3x90mg IV k/p
• Paracetamol tab 3x90mg k/p
• Zinc Tab 1x20mg
Terapeutik
- Berikan cairan intravena (mis.
ringer asetat, ringer laktat), Jika perlu
- Ambil sampel feses untuk kultur, Jika perlu
Edukasi
- Anjurkan makan makanan porsi kecil dan sering secara bertahap - Anjurkan melanjutkan
pemberian ASI Kolaborasi
- Pemberian obat pengeras feses (mis. zinc)
- Untuk membantu mengurangi diare
2 Hipovolemia berhubungan dengan kehilangan cairan aktif
DS:
- Ibu pasien mengatakan pasien BAB cair ±5x SMRS
- Ibu pasien mengatakan pasien muntah ±5x SMRS
- Ibu pasien mengatakan pasien muntah setiap makan atau minum walapun anaknya mau makan dan minum
DO:
- KU: sedang, Kesadaran: CM
Tupan
Hipovolemia teratasi Tupen
Setelah dilakukan Tindakan keperawatan selama 3x24 jam diharapkan status cairan membaik KH
1. Perasaan lemah menurun 2. Keluhan haus menurun 3. Frekuensi nadi membaik 4. Tekanan nadi membaik 5. Membran mukosa membaik
Intervensi utama: Manajemen hipovolemia
Observasi
- Periksa tanda dan gejala
hipovolemia (mis. frekuensi nadi meningkat, membran mukosa kering, hematokrit meningkat, haus, lemah)
- Monitor intake dan output cairan Terapeutik
- Berikan asupan cairan oral
- Untuk mengetahui perubahan TTV
- Untuk mengetahui balance cairan
- Untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan
- Untuk membantu mengganti cairan yang hilang
- Pasien tampak haus - Mata tampak agak cekung - TTV: TD: 121/80mmHg, HR:
149x/mnt, RR: 24x/mnt, S:
36,2oC, SpO2: 100%
- Hasil lab: Ht: 34%; Natrium:
128g/dL
- Input cairan (infus, ASI, air metabolisme) 380,3cc/6 jam - Output cairan (urin, IWL)
464,525cc/6 jam
- Balance cairan: -84,225cc/6 jam - Terapi yang didapatkan pasien:
• IVFD NaCl 0,9% 900cc/24 jam, selanjutnya KA-EN 1B 900cc/24 jam
• Ranitidine 2x10mg IV
• Paracetamol 3x90mg IV k/p
• Paracetamol tab 3x90mg k/p
• Zinc Tab 1x20mg
6. Kadar Ht membaik 7. Berat badan membaik 8. Intake cairan membaik
Edukasi
- Anjurkan memperbanyak asupan cairan oral
Kolaborasi
- Pemberian cairan IV isotonis (mis. NaCl, RL)
3 Defisit nutrisi berhubungan dengan ketidakmampuan menelan makanan dd nausea
DS:
- Ibu pasien mengatakan pasien BAB cair ±5x SMRS
- Ibu pasien mengatakan pasien muntah ±5x SMRS
- Ibu pasien mengatakan pasien muntah setiap makan atau
Tupan
Defisit nutrisi teratasi Tupen
Setelah dilakukan Tindakan keperawatan selama 3x24 jam diharapkan status nutrisi membaik KH
1. Porsi makanan yang dihabiskan meningkat
Intervensi utama: Promosi berat badan
Observasi
- Identifikasi kemungkinan penyebab BB kurang - Monitor adanya mual dan
muntah
- Monitor jumlah kalori yang dikonsumsi sehari-hari - Monitor berat badan
- Untuk mengetahui perkembangan nutrisi
- Untuk mengetahui penyebab BB menurun
- Untuk memastikan kebutuhan kalori sesuai
- Untuk mengetahui perubahan berat badan
- Untuk membantu menambah napsu makan
minum walapun anaknya mau makan atau minum
- Ibu pasien mengatakan sebelum sakit BB: 10kg; PB: 83cm DO:
- KU: Baik, Kesadaran: CM - BB: 8,9kg; PB: 83cm
- TTV: TD: 121/80mmHg, HR:
149x/mnt, RR: 24x/mnt, S:
36,2oC, SpO2: 100%
- Hasil lab: Ht: 34%; Natrium:
128g/dL
- Input cairan (infus, ASI, air metabolisme) 380,3cc/6 jam - Output cairan (urin, IWL)
464,525cc/6 jam
- Balance cairan: -84,225cc/6 jam - Terapi yang didapatkan pasien:
• IVFD NaCl 0,9% 900cc/24 jam, selanjutnya KA-EN 1B 900cc/24 jam
• Ranitidine 2x10mg IV
• Paracetamol 3x90mg IV k/p
• Paracetamol tab 3x90mg k/p
• Zinc Tab 1x20mg
2. Pengetahuan tentang standar asupan nutrisi yang tepat meningkat
3. Penyiapan dan penyimpanan makanan yang aman
meningkat
4. Penyiapan dan penyimpana minuman yang aman meningkat
5. Sikap terhadap
makanan/minuman sesuai dengan tujuan kesehatan meningkat
6. Diare menurun 7. Berat badan membaik 8. Indeks masa tubuh (IMT)
membaik
9. Frekuensi makan membaik 10. Napsu makan membaik 11. Membran Mukosa membaik
Terapeutik
- Sediakan makanan yang tepat sesuai kondisi pasien (mis.
makan dengan tekstur halus, makanan yang diblender, total perenteral nutrition sesuai indikasi)
- Hidangkan makanan secara menarik
- Berikan pujian pada pasien atau keluarga untuk peningkatan yang dicapai
Edukasi
- Jelaskan jenis makanan yang bergizi tinggi, namun tetap terjangkau
- Jelaskan peningkatan asupan kalori yang dibutuhkan
- Untuk meningkatkan minat pasien untuk memenuhi kebutuhan nutrisi
- Untuk membantu memberi pemahaman terkait kebutuhan nutrisi seimbang
PROGRAM STUDI PROFESI NERS Universitas Binawan KEPERAWATAN ANAK
CATATAN KEPERAWATAN
Tgl. Pengkajian : 20/12/2023 Nama Pasien : An. K
Nama Mhs : Fitroh Hanifah Umur : 1 thn 8 bln
Ruang Praktik : Mawar Jenis Kelamin : Laki-laki Nama Dokter : dr. Fatimatuzzahro, Sp.A No. Rekam Medis : 2023-942416
1. Diare b.d. malabsoprsi (Dx. No. 1 )
Tgl/Jam Implementasi
Evaluasi (SOAP)
(Berdasarkan tujuan dan kriteria hasil)
20/12/23 13.30
12.00 09.00
12.00
09.15 09.15 12.00 12.00
- Identifikasi penyebab diare (mis.
malabsorpsi)
- Identifikasi riwayat pemberian makanan
- Identifikasi gejala invaginasi (mis.
tangisan keras, kepucatan pada bayi) - Monitor warna, volume, frekuensi,
dan konsistensi tinja - Monitor tanda dan gejala
hipovolemia (mis. takikardia, mukosa mulut kering, BB menurun) - Monitor iritasi dan dan ulserasi kulit
di daerah perianal
- Monitor jumlah pengeluaran diare - Monitor keamanan penyiapan
makanan
- Berikan cairan intravena (KA-EN 1B 900cc/24 jam)
- Ambil sampel feses untuk kultur, Jika perlu
- Anjurkan makan makanan porsi kecil dan sering secara bertahap - Anjurkan melanjutkan pemberian
ASI
- Pemberian obat pengeras feses (Zinc 1x20mg)
S:
- Ibu pasien mengatakan hari ini anaknya BAB cair ±2x
- Ibu pasien mengatakan setiap habis makan pasien muntah
O:
- Asupan cairan meningkat - Asupan makanan meningkat - Tekanan darah meningkat - Denyut nadi radial membaik - Mata cekung membaik A: Diare
P: Manajemen diare
PROGRAM STUDI PROFESI NERS Universitas Binawan KEPERAWATAN ANAK
CATATAN KEPERAWATAN
Tgl. Pengkajian : 20/12/2023 Nama Pasien : An. K
Nama Mhs : Fitroh Hanifah Umur : 1 thn 8 bln
Ruang Praktik : Mawar Jenis Kelamin : Laki-laki Nama Dokter : dr. Fatimatuzzahro, Sp.A No. Rekam Medis : 2023-942416
2. Hipovolemia b.d. kehilangan cairan aktif (Dx. No. 2 )
Tgl/Jam Implementasi
Evaluasi (SOAP)
(Berdasarkan tujuan dan kriteria hasil)
20/12/23 09.00
12.00 09.00
- Periksa tanda dan gejala
hipovolemia (mis. frekuensi nadi meningkat, membran mukosa kering, hematokrit meningkat, haus, lemah) - Monitor intake dan output cairan - Berikan asupan cairan oral - Anjurkan memperbanyak asupan
cairan oral
- Pemberian cairan IV isotonis (mis.
NaCl, RL)
S:
- Ibu pasien mengatakan hari ini anaknya BAB cair ±2x
- Ibu pasien mengatakan setiap habis makan pasien muntah
O:
- Perasaan lemah menurun - Keluhan haus menurun - Frekuensi nadi membaik - Tekanan nadi membaik - Membran mukosa membaik - Kadar Ht membaik
- Berat badan membaik - Intake cairan membaik A: Hipovolemia
P: Manajemen hipovolemia
PROGRAM STUDI PROFESI NERS Universitas Binawan KEPERAWATAN ANAK
CATATAN KEPERAWATAN
Tgl. Pengkajian : 20/12/2023 Nama Pasien : An. K
Nama Mhs : Fitroh Hanifah Umur : 1 thn 8 bln
Ruang Praktik : Mawar Jenis Kelamin : Laki-laki Nama Dokter : dr. Fatimatuzzahro, Sp.A No. Rekam Medis : 2023-942416
3. Defisit nutrisi b.d. ketidakmampuan menelan makanan (Dx. No. 3 )
Tgl/Jam Implementasi
Evaluasi (SOAP)
(Berdasarkan tujuan dan kriteria hasil)
20/12/23 13.30 09.00
13.30
13.30
- Identifikasi kemungkinan penyebab BB kurang
- Monitor adanya mual dan muntah - Monitor jumlah kalori yang
dikonsumsi sehari-hari - Monitor berat badan
- Sediakan makanan yang tepat sesuai kondisi pasien (mis. makan dengan tekstur halus, makanan yang diblender, total perenteral nutrition sesuai indikasi)
- Hidangkan makanan secara menarik - Berikan pujian pada pasien atau
keluarga untuk peningkatan yang dicapai
- Jelaskan jenis makanan yang bergizi tinggi, namun tetap terjangkau - Jelaskan peningkatan asupan kalori
yang dibutuhkan
S:
- Ibu pasien mengatakan setiap habis makan pasien muntah
- Ibu pasien mengatakan anaknya hanya bisa minum ASI untuk sementara ini
O:
- Pengetahuan tentang standar asupan nutrisi yang tepat meningkat
- Penyiapan dan penyimpanan makanan yang aman meningkat - Penyiapan dan penyimpana
minuman yang aman meningkat - Sikap terhadap makanan/minuman
sesuai dengan tujuan kesehatan meningkat
- Diare menurun
- Frekuensi makan membaik - Napsu makan membaik A: Defisit nutrisi
P: Promosi berat badan