PENDAHULUAN
Latar Belakang
Perkembangan lembaga keuangan syariah di Indonesia tergolong pesat dan harus kita akui bahwa pertumbuhan bank syariah di negara kita merupakan fenomena yang sangat menarik. 1Amir Machmud dan Rukmana, Bank Syariah (teori, kebijakan dan studi empiris di Indonesia) (Jakarta: Erlangga, 2010), hal. Pinrang sendiri merupakan rumah bagi unit Bank Syariah Indonesia (BSI), yang sebelumnya merupakan unit Bank BRI Syariah.
Demikianlah penulis mengambil judul penelitian yang berjudul “Persepsi Masyarakat Perkotaan dan Perdesaan Terhadap Bank Syariah di Kabupaten Pinrang (Analisis Komparatif)”.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
Secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat atau aplikatif terhadap temuan penelitian sehingga menjadi acuan bagi pihak-pihak yang berkepentingan khususnya bagi para penyusun, pada umumnya masyarakat mengenai persepsi terhadap perbankan syariah. Hasil penelitian ini diharapkan juga dapat memberikan informasi agar masyarakat memiliki persepsi positif terhadap perbankan syariah, baik masyarakat perkotaan maupun pedesaan.
TINJAUAN PUSTAKA
Tinjauan Penelitian Relevan
Penelitian kedua yang relevan adalah penelitian yang dilakukan oleh Nurlina dengan judul Persepsi Masyarakat Massenrempulu Terhadap Bank Syariah Di Kota Parepare 4 Hasil penelitian dari skripsi ini adalah pemahaman dan minat masyarakat Massenrempulu terhadap bank syariah masih sangat rendah, karena masih banyak masyarakat yang jangan. mengetahui tentang bank syariah dari segi konsep dan produk serta kurangnya promosi dan sosialisasi yang dilakukan oleh bank tersebut. Penelitian ketiga adalah penelitian yang dilakukan oleh Munawwaroh dengan judul Persepsi Masyarakat Perkotaan dan Perdesaan Terhadap Perbankan Syariah (Studi di Kabupaten Jepara Provinsi Jawa Tengah)5 Dari hasil penelitian skripsi ini, sosialisasi perbankan syariah tidak memberikan pengaruh yang positif. tentang persepsi masyarakat perkotaan dan pedesaan di Bupati Jepara. Sedangkan faktor pendirian bank syariah, pengaruh agama dan pengetahuan tentang perbankan syariah memberikan dampak positif terhadap persepsi masyarakat perkotaan dan pedesaan di wilayah kabupaten jepara.
5 Munawwaroh, “Persepsi Masyarakat Perkotaan dan Perdesaan Terhadap Bank Syariah (Studi di Kabupaten Jepara Provinsi Jawa Tengah)”, (Skripsi Sarjana: UIN Sunan Kalijaga, 2017), hal.
Tinjauan Teori
Bank syariah adalah bank yang kegiatan operasionalnya didasarkan pada ketentuan Al-Qur'an dan Hadits. Bank syariah adalah istilah yang digunakan di Indonesia untuk menggambarkan jenis lembaga yang kegiatannya mengikuti prinsip syariah. Kegiatan perbankan syariah berdasarkan hukum Islam dapat terlaksana dengan baik apabila mempunyai landasan berupa keyakinan yang benar.
Hal ini menunjukkan bahwa bank syariah berbentuk seperti bangunan dimana landasan bank syariah adalah iman yang berlandaskan Al-Quran dan Hadits serta menjalankan ciri-ciri Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Dengan adanya landasan tersebut maka dapat diterapkan kaidah-kaidah perbankan syariah yang berlandaskan syariah yang terdiri dari : 18. Jika syariah diterapkan dalam perbankan syariah maka akan tercipta bank syariah yang murni syariah sehingga mendapat ridho Allah Ta 'ala akan menerima.
Tujuan perbankan syariah adalah membantu proses pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan, konektivitas dan pemerataan kesejahteraan masyarakat. Tujuan dasar bank syariah adalah untuk memberikan kemudahan di bidang keuangan dan mengupayakan penerapan instrumen keuangan berdasarkan peraturan dan ketentuan syariah. Bank syariah dengan sistem bagi hasil dirancang untuk meningkatkan konektivitas dan mentransfer risiko bisnis dan membagi hasil bisnis antara pemilik dana (shahibul mal) yang menyimpan uangnya di lembaga, lembaga sebagai pengelola dana (mudarib) dan masyarakat yang membutuhkan dana, yang dapat status peminjam dana atau pengelola.
Pendekatan perbankan syariah mirip dengan perbankan investasi, dimana produknya umumnya berupa mudharabah (pembiayaan perwalian) dan musyarakah (pembiayaan kemitraan). sedangkan yang bersifat investasi dilaksanakan dalam bentuk jual beli murabeh). Untuk dapat membagi keuntungan usaha perbankan kepada para penyimpan mudharabah, bank syariah menawarkan jasa perbankan kepada masyarakat dalam bentuk sebagai berikut: 25.
Tinjauan Konseptual
Penjelasan di atas menyimpulkan bahwa masyarakat perkotaan adalah suatu kelompok yang mendiami suatu wilayah yang cukup luas, padat dan permanen serta telah mengalami kemajuan teknologi. Komunitas kecil disebut juga komunitas pedesaan dan diartikan sebagai komunitas yang anggotanya tinggal bersama di suatu lokasi tertentu, dimana setiap orang merasa dirinya adalah bagian dari kelompok tersebut, kehidupannya menyangkut urusan tanggung jawab bersama dan setiap orang berkomitmen untuk mematuhi suatu ketentuan tertentu. norma. agar mereka taat bersama-sama.28. Masyarakat desa merupakan kelompok yang bertempat tinggal di pinggir/luar kota dan kesehariannya masih berpenampilan tradisional.
21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah, bank syariah adalah bank yang melakukan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah atau asas hukum Islam yang diatur dalam fatwa Majelis Ulama Indonesia, seperti asas keadilan dan keseimbangan ('adl wa tawazun), manfaat (maslahah), universalisme (alamiyah), dan tidak mengandung objek gharar, maysir, riba, zalim dan haram.29. Berdasarkan definisi di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah proses pemaknaan masyarakat yang tinggal di perkotaan dan pedesaan mengenai bank syariah yang disebut dengan bank syariah. 29Otoritas Jasa Keuangan, “Perbankan Syariah dan Lembaganya-tentang Syariah”, https://www.ojk.go.id, (Diakses 27 Juli 2021).
Kerangka Pikir
METODE PENELITIAN
- Pendekatan Dan Jenis Penelitian
- Lokasi Dan Waktu Penelitian
- Fokus Penelitian
- Jenis Dan Sumber Data
- Teknik Pengumpulan Data
- Uji Keabsahan Data
- Teknik Analisis Data
Dan lokasinya dekat dengan pemukiman penduduk, sehingga masyarakat dapat menjangkau transaksi perbankan syariah.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Persepsi Masyarakat Perkotaan Dan Perdesaan Mengenai Bank Syariah Di
Dari hasil wawancara dengan informan, penulis memperoleh perbedaan pandangan atau persepsi masyarakat perkotaan khususnya di Kecamatan Watang Sawitto Kabupaten Pinrang mengenai bank syariah. Bank syariah adalah bank yang melakukan kegiatan usaha dengan prinsip-prinsip yang sesuai dengan prinsip Islam dan tidak dikenakan bunga (riba), yaitu perjanjian antara bank dengan pihak lain berdasarkan hukum Islam. 41 A. Yurismayanthi A, ibu rumah tangga, wawancara dilakukan di Kecamatan Watang Sawitto Kabupaten Pinrang pada tanggal 26 Juli 2022. . jadi menurut saya bank syariah itu sama dengan bank konvensional dan bank syariah hanya label saja.42.
Dari hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa masyarakat perkotaan sudah memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang perbankan syariah, namun karena kurangnya informasi dan sosialisasi mengenai sistem dan produk perbankan syariah kepada masyarakat, banyak muncul pandangan negatif terhadap syariah. . bank. Umumnya masyarakat perkotaan mengetahui bahwa produk yang ada di bank syariah hanya tabungan haji, karena pada dasarnya mereka mengetahui tentang bank syariah melalui produk tabungan haji, seperti yang disampaikan oleh Ibu. Hj. Fitriani. Penerapan produk perbankan syariah harus sesuai dengan sistem yang digunakan yaitu sesuai dengan prinsip syariah dan tidak menyimpang.
Di dekat desa hanya ada dua lembaga perbankan dan hanya bank konvensional, sedangkan bank syariah letaknya sangat jauh, hanya di Kota Pinrang. Selain itu, persepsi masyarakat juga sangat penting untuk menciptakan citra yang baik bagi bank syariah, sehingga mempunyai minat yang besar untuk menabung di bank syariah. Dari hasil wawancara dengan informan, penulis memperoleh perbedaan pandangan atau persepsi masyarakat perkotaan khususnya di Kelurahan Kaliang mengenai bank syariah.
Saya kurang tahu banyak tentang bank syariah, dan mungkin menabung di bank syariah sama saja dengan di bank konvensional, karena sama-sama lembaga perbankan yang melayani tabungan.47. Masyarakat pedesaan pada umumnya sudah mengenal lembaga keuangan perbankan, namun masih menganggap bank syariah dan bank konvensional adalah sama.
Analisis Perbandingan Masyarakat Perkotaan Dan Perdesaan Mengenai
Pandangan saya mengenai bank syariah adalah bank yang operasionalnya sesuai dengan syariat Islam, dimana tidak ada yang namanya bunga atau sistem tambahan dalam setiap transaksinya.55. Hal ini sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa bank syariah merupakan bank yang secara operasional berbeda dengan bank konvensional. Yang saya tahu tentang bank syariah adalah bank yang menggunakan sistem hukum Islam yang tidak ada bunga, namun saya tidak tahu produk apa saja yang tersedia di bank syariah tersebut. 58.
Hal ini sesuai dengan teori Kasmir bahwa bank syariah adalah bank yang beroperasi berdasarkan hukum Islam. Bank syariah disebut juga bank syariah adalah bank yang beroperasi tanpa bergantung pada bunga bank. Banyak masyarakat baik di perkotaan maupun pedesaan yang belum mendapatkan sosialisasi mengenai bank syariah. Hal ini dibuktikan dengan masih banyak masyarakat yang belum mengetahui sistem dan produk yang tersedia di bank syariah.
Masyarakat perkotaan dan pedesaan banyak yang menerima informasi tentang bank syariah melalui media baik televisi maupun media sosial. Mungkin bank syariah dan bank konvensional itu sama; yang membedakan hanyalah namanya, namun cara pengoperasiannya sama untuk menyimpan.71. Hal ini sejalan dengan teori Antonio yang menyatakan ada empat perbedaan mendasar antara bank konvensional dan bank syariah.
Akad yang dibuat oleh bank syariah mempunyai implikasi duniawi dan spiritual karena akad yang digunakan berdasarkan hukum Islam. Bagi masyarakat baik perkotaan maupun pedesaan perlu memperdalam ilmu dan memperluas informasi tentang bank syariah agar mau menabung di bank syariah.
PENUTUP
Simpulan
Persepsi masyarakat perkotaan khususnya di Kecamatan Watang Sawitto Kabupaten Pinrang adalah banyak masyarakat yang mengenal bank syariah dan familiar dengan produk-produk yang tersedia dari bank syariah, meskipun mereka belum sepenuhnya memahami sistem bank syariah karena kurangnya informasi. sosialisasi. Sedangkan persepsi masyarakat pedesaan khususnya di Desa Kaliang Kecamatan Duampanua Kabupaten Pinrang adalah mereka hanya mengetahui keberadaan bank syariah namun tidak mengetahui produk-produk yang tersedia di bank syariah, namun memiliki ketertarikan untuk beralih. ke bank syariah, namun kendalanya adalah mereka tidak mengetahui lokasi bank syariah di Kabupaten Pinrang, dan lokasinya sangat jauh dari kota. Analisis perbandingan keduanya: Masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan memiliki pengetahuan yang sama tentang bank syariah yaitu bank syariah, namun masyarakat perkotaan sedikit lebih unggul dalam hal pengetahuan dibandingkan masyarakat pedesaan. Dari segi lokasi, masyarakat perkotaan sangat dekat dengan bank syariah sehingga mudah dijangkau, sedangkan masyarakat pedesaan sulit menjangkau bank syariah.
Saran
Fachriansyah, “Persepsi Masyarakat Terhadap Perbankan Syariah di Kota Palopo”, Skripsi : Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam : Palopo, 2015. Persepsi Masyarakat Terhadap Perbankan Syariah (Studi Banding Masyarakat Perkotaan dan Masyarakat Perdesaan di Pelabuhan Baru dan Desa Kecamatan Kayu Manis )”, Skripsi : Jurusan Perbankan Syariah, Ekonomi dan Bisnis Islam : Curup.