Laporan ini merupakan laporan hasil seluruh rangkaian pelaksanaan kegiatan kajian akademik pembentukan, penggabungan dan penghapusan desa di Provinsi DKI Jakarta. Pembentukan kecamatan di Provinsi DKI Jakarta diatur dengan Keputusan Gubernur Nomor 3 Tahun 2004 tentang Pedoman, Pembentukan, Pemekaran, Penghapusan dan Penggabungan Kotamadya, Kabupaten Administratif, Kabupaten, dan Kecamatan di Provinsi DKI Jakarta.
BAB III BAB IV
BAB V BAB VI
BAB VIT
KAJIAN TEORITIS DAN EN{PIRIK
EVALUASI DAN ANALISIS PERATURAN PERUNDANG-
UNDANGAN
JANGKAUAN, ARAH PENGATURAN DAN RUANG LINGKUP
MATERI MUAT,A.N PERATURAN DAERAH PENUTUP
BAB II
IDENTIFIKASI MASALAH, RUANG LINGKUP, TUJUAN DAN KEGUNAAN, METODE, TIN.IAUAN LITERATUR'
Identifikasi Masalah
Ruang LingkuP Pengaturan
Merumuskan permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat serta cara untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Kegunaan
Metode RIA mencakup kegiatan analitis. l Tujuan metode RIA adalah kebijakan, baik yang berbentuk regulasi maupun non regulasi; Selain sebagai proses, metode RIA juga dapat diposisikan sebagai alat, dalam hal ini metode RIA merupakan alat untuk menghasilkan kebijakan, manajemen dan.
Apakahregulasijelas,konsisten'komprehensifdanmudahdiakses?
- Tinjauan Literatur
- Penggabungan (consolidation/amalgamation/merger\, yaitu penggabungan antara dua atau lebih pemerintahan daerah yang berdampingan dan membentuk
- Pemekaran (fragmentation), yaitu pemecahan dari satu pemerintahan daerah menjadi dua atau lebih pemerintahan daerah; dan
- Penyesuaian wilayah konsolidasi dengan wilayah sumbe daya' Beban pajak dalam masyarakat seharusnya seimbang melalui penciptaan pemerintahan ya'lg
- Neo-Marxist School
- Alokasi anggaran yang tadinya untuk gaji pimpinan politik yang kemudian kehilangan pekerjaannya akibat penggabungan wilayah yang cukup besar
- pengujian terhadap preposisi dalam pemikiran public choice salah satunya dilakukan oleh Lyons dan Lowery (1989). Pengujian dilakukan terhadap
- Listrik: Huettner dan Landon (1978) menemukan bahwa kurva rata-rata berbentuk Um sedangkan Johnson (1952) menemukan bahwa biaya rata-rata
- Ukuran wilayah negara akan mempengaruhi ukuran ekonomi. Ekonomi dan pasar yang lebih besar akan meningkatkan produktifitas, dan negara yang besar
- Pendekatan Fungsi Berdasarkan Kesesuaian Karakteristik Wilayah
- Penataan Wilayah dari Perspektif Demografi
- Penataan Wilayah dari Perspektif Administrafi Publik
- Kelurahan dipimpin oleh seorang Lurah yang berkedudukan di bawah dan
- Dalam melaksanakan tugasnya, Kelurahan diki;ordinasikan oleh Asisten
- Penntaan Wilayah Kelurahan pada Tingkat Nasional
- Ilagian wilayah kerja sebagainrana dimaksud dalam Pasal 4 huruf c adalah wilayah yang dapat dijangkau dalam meningkaikan pelayanan dan pembinaan
- Penataan Wilayah di Provinsi DKI Jakarta
Belum optimalnya besaran pemerintahan daerah dan belum adanya kriteria yang holistik dan terstandarisasi secara keseluruhan. Sebuah pemerintahan tunggal di suatu daerah lebih mampu mengkoordinasikan berbagai kebijakan dan keputusan dibandingkan dengan beberapa pemerintahan daerah kecil; Mereka percaya bahwa merger antar pemerintah daerah bisa efektif dalam menyediakan jenis barang dan jasa publik tertentu dalam skala besar.
Hipotesis Leviathan menyatakan bahwa terdapat hubungan negatif antara jumlah pemerintah daerah yang bersaing dengan tingkat belanja publik. Masyarakat yang tinggal di wilayah pemerintahan daerah yang kecil tidak menerima informasi yang lebih baik tentang pajak yang dipungut dan pelayanan yang diberikan oleh pemerintah daerah dibandingkan dengan mereka yang tinggal di daerah kekuasaan daerah yang besar. Masyarakat yang tinggal di wilayah dengan kewenangan lokal yang kecil memilih untuk tidak berpartisipasi dalam pemerintahan lokal;
Secara rasional, pemerintah daerah yang besar akan mempunyai kewenangan, tanggung jawab dan sumber daya yang lebih besar dibandingkan dengan pemerintah daerah yang lebih kecil. Akuntabilitas mencerminkan kemampuan masyarakat daerah dalam mengawasi pemerintahan daerah (Walikota dan DZHR). Kota melaksanakan tugas pemerintahan daerah yang dilimpahkan oleh Gubernur dan mengoordinasikan pelaksanaan tugas pemerintahan di wilayah administrasi kota.
Kecamatan mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintahan daerah yang dilimpahkan oleh gubernur dan mengkoordinasikan pelaksanaan tugas pemerintahan. wilayah di distrik tersebut.
BAB TII
KAJIAN REGULASI DAN EMPIRIK
Kajian Regulasi
Kesesuaian jenis, hierarki, dan materi muatan yang dimaksud dengan amanat Permendagri 3112006 tentang pembentukan dan penggabungan kecamatan diatur dalam Peraturan Gubernur. Hal ini dapat dilaksanakan, artinya dengan membentuk dan menggabungkan kelurahan yang ada di DKI Jakarta, sejumlah kelurahan yang pelayanan publiknya kurang efektif akibat kemacetan atau. Efisiensi dan kegunaan yang dimaksud dengan Peraturan Gubernur (Ra) tentang pembentukan dan penggabungan kecamatan sangat dibutuhkan oleh Pemerintah Daerah DKI Jakarta.
Asas Kemanusiaan: materi yang terkandung dalam Pergub harus mampu melindungi hak asasi warga DKI Jakarta, antara lain hak kebebasan, berekspresi, berorganisasi, dan hak beribadah. Prinsip kebangsaan: materi yang disampaikan harus mampu menunjukkan karakter bangsa yang majemuk dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Asas nusantara: materi yang diatur dalam Pergub tidak boleh bertentangan dengan peraturan perundang-undangan nasional, khususnya dengan UU No. 23 Tahun 2014, UU No. 12.
Prinsip Bhinneka Tunggal Ika adalah materi yang diatur dalam Raper Gubernur harus memuat kekhasan Jakarta, keunikan budaya Jakarta, agar tidak punah. Materi dalam Rapergub harus mencerminkan keseimbangan antara kepentingan individu, masyarakat, negara, dan bangsa Indonesia.
Gambaran Umum DKI Jakarta
Wilayah administratif provinsi DKI Jakarta terbagi menjadi lima kota administratif dan satu kabupaten administratif, dengan wilayahnya masing-masing; Jakarta Selatan 145.73 Km2, Jakarta Timur 187.73 Km2, Jakarta Pusat 47 Km2, Jakarta Barat l26.l5, ftnt. Namun hal tersebut umumnya hanya diketahui oleh warga sekitar atau masyarakat yang sudah lama tinggal di kawasan tersebut, sedangkan masyarakat awam atau pendatang baru sulit mengetahui bahwa Sungai Angke merupakan perbatasan wilayah antara Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Memang benar mengenai batas wilayah bisa ditanyakan kepada masyarakat setempat atau dinas tata ruang kota, namun idealnya sebagai kota metropolitan, pemerintah provinsi harus bisa memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat termasuk memiliki batas yang jelas atau mensosialisasikan batas wilayah. . agar masyarakat lebih mudah mengetahuinya dan mempermudah segala hal yang berkaitan dengan batas-batas kawasan ini.
Hal ini menjadi gambaran bahwa bagi masyarakat yang berada di sepanjang perbatasan wilayah, hal tersebut bukanlah suatu hal yang penting atau penting karena dampaknya tidak mereka rasakan dalam kehidupan sehari-hari. Hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari seperti membayar pajak, membuat dokumen penting dan sejenisnya berjalan seperti biasa, apalagi kini pembayaran pajak sudah terpusat di DKI, sehingga batas wilayah tidak lagi menjadi kendala yang dapat menyulitkan masyarakat. komunitas dalam hal. Dengan luas wilayah DKI Jakarta kurang lebih 662,33 kilometer persegi dan dihuni oleh 9'588'198 jiwa, maka rata-rata tingkat kepadatan penduduk DKI Jakarta adalah 14'476 jiwa.
Laju pertumbuhan penduduk DKI Jakarta per tahun dalam sepuluh tahun terakhir yakni 2000-2010 sebesar 1,40 persen. Laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu tertinggi dibandingkan wilayah lain di DKI Jakarta sebesar 2,02 persen, sedangkan terendah terjadi di Kota Administrasi Jakarta Pusat sebesar 0,27 persen.
- I Jakarta Sclatan
- t orang (37.91%) dan 10.525 orang (39,05%), selebiirnya golongan I dan II
- Menjamin ketersediaan huniar' dan ruang bagi warga kota
- Gubernur dan Wakil Gubernur berkomitmen untuk tidak menggunakan voorrijder seh,ingga bisa merasakan keadaan yang sesungguhnya sedang dialami
- Kajian atas Kondisi yang ada/ masalah yang dihadapi Masyarakat
Komposisi ini sangat berbeda dengan keadaan pada pertengahan tahun 2007. Hal ini terlihat dari pelatihan pegawai pada tahun 2a07 yaitu SD yang mencapai 4.176 menjadi 2.022 pada tahun 2012 turun menjadi 48.420. Berdasarkan kualifikasi jabatan, Pegawai DKI Jakarta pada Pemprov DKI mayoritas menduduki jabatan fungsional, khususnya guru, tenaga medis dan paramedis serta arsiparis. Rekrutmen pegawai baru Jakarta sampai tahun 2012 tidak mencapai 19'852 orang' sehingga jumlah pegawai akan berkurang karena tidak adanya keseimbangan antara pegawai keluar dan pegawai baru (LPPD'2012). f.. Kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Permasalahan di DKI Jakarta jelas tidak sederhana, namun sangat rumit dan kompleks. 'Jakarta kota besar, masuk 10 besar kota besar dunia' Luas wilayahnya 66.000 hektar. memiliki 9"6 juta penduduk pada malam hari dan 12 juta pada siang hari." Dikombinasikan dengan kota-kota satelit di sekitarnya, Jakarta adalah kota metropolitan dengan lebih dari 20 juta penduduk.
Berbagai permasalahan yang dihadapi Pemprov DKI Jakarta saat ini antara lain: .. l) Jakarta rata-rata kepadatannya mencapai 15.000 jiwa per km2, namun di beberapa wilayah slr-rm kepadatannya sudah mencapai hampir 70 ribu jiwa per km2. tata ruang saat ini, pola pemukiman dan infrastruktur transportasi. memerlukan perbaikan yang serius' i. Menghidupkan kembali pasar tradisional agar tetap mampu bersaing dengan pasar modern dan menggairahkan perekonomian masyarakat kota. Menghidupkan kembali pasar tradisional agar tetap mampu bersaing dengan pasar modern dan menggairahkan perekonomian masyarakat kota.
Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah Kelapa Pondck.
PademanganBarat 30.458
CengkarengTimur 29.222
BAB IV
EVALUASI DAN ANALISN
Hal ini berbeda dengan UU No. Hal itu dimungkinkan mengingat DKI Jakarta merupakan daerah istimewa. Kedudukan tersebut ditegaskan kembali dalam pasal 20 yang menyatakan bahwa perangkat daerah administratif kota, kabupaten administratif terdiri atas sekretariat kota administratif/sekretariat kabupaten administratif, kantor kecamatan, lembaga teknis lainnya, kelurahan, dan kelurahan. Selanjutnya pada pasal 22 mengatur tentang pengelolaan kecamatan yang terdiri dari kepala desa. wakil camat dan sekretaris camat.
Pendanaan pembentukan, penghapusan, dan penggabungan kecamatan dibebankan pada anggaran pendapatan dan belanja daerah Kabupaten/Kota. Khusus untuk Daerah Khusus Ibukota Provinsi Jakarta, karena kedudukannya sebagai Ibu Kota Negara Republik Indonesia, maka pembentukan, penghapusan, dan penggabungan kecamatan diatur dengan peraturan daerah provinsi. Keputusan Gubernur DKI Jakarta No. 3 Tahun 2004 tentang Pedoman Pembentukan, Pemekaran, Penghapusan dan Penggabungan Daerah/Kabupaten Administratif, Kabupaten dan Kota di Provinsi DKI Jakarta.
Kondisi sosial budaya merupakan cerminan pola budaya yang dikaitkan dengan struktur sosial yang dapat diukur. Permasalahan yang dihadapi setiap kota administratif tidak selalu sama, namun terdapat beberapa kesamaan mengenai perencanaan wilayah. Alasan utama keinginan untuk memperluas wilayah adalah kelebihan penduduk.
Jumlah masyarakat yang dilayani tidak sebanding dengan jumlah personel (Pegawai Negeri Sipil/PNS) yang tersedia. Selain permasalahan kependudukan, permasalahan lain yang juga berkaitan dan diperlukan dalam penetapan wilayah administratif di Provinsi DKI Jakarta adalah; luas wilayah.
Kepadatan Penduduk
Dengan kata lain, setiap kota dan kabupaten administratif di Jakarta harus mengikuti kebijakan yang ditetapkan Gubernur. Untuk memudahkan pengambilan kebijakan penataan wilayah administrasi di Provinsi DKI Jakarta, berikut tabel pendukungnya; Dari data tersebut juga terlihat adanya penambahan jumlah kelurahan, dari 44 (empat puluh empat) kelurahan menjadi 49 (empat puluh sembilan) kelurahan yang tersebar di wilayah Provinsi DKI Jakarta, serta penambahan 2 (dua) kecamatan baru yang berasal dari aspirasi Kota Administratif Jakarta Selatan.
Di wilayah Kota Administratif DKI Jakarta Selatan, wacana pembentukan kecamatan baru sudah diusulkan sejak tahun 2008. Hal ini merupakan dampak dari kebijakan moratorium (penghentian sementara) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). kota administratif mulai menghangat ke permukaan pada pertengahan tahun. Saat itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri mengusulkan pembagian provinsi DKI Jakarta menjadi 7 (tujuh) kota administratif dan 1 kabupaten administratif, dengan fokus wilayah Jakarta Selatan dan Timur.
Namun hal ini masih terkendala dengan kebijakan moratorium Kementerian Dalam Negeri.Pada tahun 2005, isu perbatasan menjadi isu hangat di Provinsi DKI. Selain permasalahan terkait batas wilayah, permasalahan lain yang kerap muncul adalah terkait luas wilayah, pembagian kewenangan, dan berbagai permasalahan lain yang dianggap strategis.
BAB V
LANDASAN FILOSOFIS, SCSIOLOGIS, DAN YURIDIS
Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2001 tentang
BAB VI
JANGKAUAN, ARAH PENGATURAN DAN RUANG LINGKUP MATERI MUATAN PERATURAN GUBERNUR
Ketentuan Umum
Kelebihan penduduk Kelebihan penduduk Kelebihan penduduk Kelebihan penduduk Kelebihan penduduk Kelebihan penduduk Kelebihan penduduk Kelebihan penduduk Kelebihan penduduk Kelebihan penduduk Kelebihan penduduk Terlebih penduduk Terlebih penduduk Terlebih penduduk Terlebih penduduk Terlebih penduduk Terlebih penduduk Terlebih penduduk Terlebih penduduk Terlebih penduduk Terlebih penduduk Terlebih penduduk Terlebih penduduk Terlebih penduduk Terlebih penduduk Terlebih penduduk
Tahel 6.2.Jumlah Layanan di Beberapa kelurahan di DKI Jakarta Catur- Wulan I Tahun 2015
- Mengantisipasi Pertumbuhan Wilayah dengan Mempertahankan Kelurahan yang Jumlah Penduduknya Sedikit
- Bagian Wilayah Kerja
- Ketentuan Peralihan
Dalam hal pemekaran kecamatan baru di wilayah DKI Jakarta, maka nama kecamatan tersebut harus menggunakan nama daerah setempat dengan memperhatikan arah daerah tersebut. Sangat disarankan untuk menggunakan nama-nama ikon daerah, budaya Betawi sebagai bingkai desa yang akan dibentuk, apalagi jika masih banyak warga Betawi di daerah tersebut. Sejumlah kecamatan akan dikembangkan menjadi pusat bisnis, perkantoran, serta pertumbuhan penduduk mengingat izin pembangunan apartemen, kondominium dan sejenisnya sedang dalam proses.
Banyak desa, meski jumlah penduduknya sedikit, yang menjadi ikon nasional dan internasional, seperti monumen nasional Stasiun Gambir. Pengelolaan simbol-simbol nasional dan internasional memerlukan perhatian yang serius, dan kecamatan-kecamatan yang menjadi lokasi bangunan bersejarah seperti ITRR harus dilestarikan. Banyak kecamatan yang terdapat gedung-gedung nasional dan internasional, seperti gedung pemerintahan pusat dan kedutaan besar negara sahabat, akan kesulitan mengubah identitas kelurahan dengan mengubah kelurahan.
34; Informasi diperoleh dari wawancara mendalam dengan Kepala Desa Gambir dan Gelora serta Kepala Desa dan Camat yang mengikuti FGD di Kantor Pengelola Sekretariat Provinsi DKI Jakarta pada 2 | Desember 2015. Dengan diberlakukannya Keputusan Gubernur tentang pembentukan desa, terdapat konsekuensi dan biaya yang diperlukan untuk konsekuensi tersebut.
BAB VII
PENUTUP
Simpulan
DAFTAR PUSTAKA