• Tidak ada hasil yang ditemukan

FUNCTION ROOM SET UP DAN IMPLIKASINYA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "FUNCTION ROOM SET UP DAN IMPLIKASINYA "

Copied!
129
0
0

Teks penuh

Karena setiap destinasi wisata akan mempunyai persamaan atau perbedaan dalam hal apa yang dipersepsikan wisatawan (WTO, 2011: 4). Mill dan Morrison menyebut unsur destinasi wisata dengan Destination Mix (DM) yang terdiri dari 1).

Tabel 1: Elemen Destinasi Pariwisata
Tabel 1: Elemen Destinasi Pariwisata

Daftar Pustaka

Kendala-Kendala Daya Tarik Wisata Jatiluwih Sebagai

Potensi wisata objek wisata Jatiluwih sangat menarik dan menjadi kebanggaan masyarakat sekitar bahkan dunia internasional. Faktor pengelolaan sangat menentukan dalam pengembangan objek wisata Jatiluwih sebagai warisan budaya dunia.

Keberadaan “Mitos” Dalam Menjaga Kelestarian Alam Dan

Pada upacara di Pura Luhur Petali Anda harus mempersembahkan Galih (nasi yang berbentuk seperti wujud dewi) dari sawah Jatiluwih. Makna dari mitos tersebut adalah untuk menjaga kesucian Pura Luhur Petali yang merupakan rumah bagi masyarakat dan komunitas Hindu.

Penerapan “Mitos” Sebagai Sarana Efektif Implementasi Tri

Objek wisata Jatiluwih mempunyai potensi wisata yang beragam yang dapat disuguhkan kepada wisatawan/pengunjung dan mempunyai daya tarik yang sangat tinggi, selain itu juga mempunyai ciri khas yang tidak ditemukan di daerah lain. Potensi-potensi tersebut adalah: potensi alam yang meliputi potensi flora dan fauna, potensi budaya, potensi sumber daya manusia (SDM), dan potensi spiritual yang menghubungkan dan mengikat berbagai kegiatan yang dilakukan di objek wisata Jatiluwih. Dalam pengelolaan objek wisata Jatiluwih juga menghadapi beberapa kendala atau permasalahan, dan kendala tersebut mendapat solusi yang sama, sehingga seiring berjalannya waktu, semua kendala tersebut dapat segera diatasi dan menjadi bahan pembelajaran langsung.

Kekuatan mitos sangat efektif dalam pelaksanaan Tri Hita Karana yang meramaikan kehidupan masyarakat di Desa Jatiluwih. Daya tarik wisata Jatiluwih hendaknya terus dikelola berdasarkan kearifan lokal khususnya mitos-mitos yang diyakini masyarakat Jatiluwih secara turun temurun dengan memberdayakan potensi yang dimiliki. Lebih meningkatkan promosi dan penyediaan berbagai sarana dan prasarana pendukung di objek wisata Jatiluwih agar wisatawan mendapatkan keamanan dan kenyamanan saat berwisata.

Sehingga dapat lebih banyak lagi masyarakat yang diutus untuk mengikuti berbagai kursus pelatihan kepariwisataan untuk meningkatkan kualitas personel, sehingga ilmu dan keterampilan yang dimiliki dapat digunakan untuk mengembangkan daya tarik wisata Jatiluwih dengan baik dan juga memberikan pelayanan. Pembuatan oleh-oleh lokal perlu diupayakan agar wisatawan/pengunjung selalu mengingat objek wisata Jatiluwih dengan oleh-oleh lokal tersebut. Agar Pemerintah Daerah Tabanan selalu memberikan pembinaan dan perhatian terhadap objek wisata Jatiluwih.

DAFTAR PUSTAKA

Desa Jatiluwih mempunyai berbagai mitos yang sangat diyakini oleh masyarakatnya, dimana mereka tidak berani melanggar/menyangkal mitos-mitos tersebut karena diyakini dapat menimbulkan berbagai kemalangan baik bagi individu, kelompok maupun masyarakat pada umumnya, sehingga keberadaan mitos-mitos tersebut berperan. peranan yang sangat penting dalam menjaga kelestarian dan kelangsungan alam/lingkungan Jatiluwih, budaya Jatiluwih dan kepercayaan masyarakat Jatiluwih. Perlu dirancang dan dikembangkan wisata alternatif yang tetap memperhatikan keunikan desa Jatiluwih berdasarkan konsep Tri Hita Karana agar menawarkan pilihan yang berbeda dan dapat menjangkau segmen yang berbeda.

FUNCTION ROOM SET UP DAN IMPLIKASINYA

TERHADAP KESUKSESAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN AGENDA SIDANG

Pada dasarnya hal terpenting bagi seorang perencana pertemuan adalah menentukan pilihan tujuan dengan tempat yang tepat untuk suatu acara (Vogt, Roehl, 1994 dalam Dipiero, 2008). Persepsi perencana pertemuan dalam memilih hotel untuk kegiatannya ditentukan oleh fasilitas fisik hotel (Hu dan Hiemstra dalam Wu). Ketersediaan staf penting terjadi sebagai respons relasional dan mempengaruhi kepuasan perencana pertemuan.

Dalam konteks artikel ini, tempat duduk peserta uji coba lebih banyak pada konteks komunikasi nonverbal, yang biasanya dari segi makna. Berbagai Fungsi Bisnis Berbagai fungsi bisnis sering dilakukan oleh perusahaan yang ditangani oleh perencana pertemuan. Jadi ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan oleh seorang perencana pertemuan dan staf hotel ketika bekerja sama merencanakan ruang pertemuan.

Penataan tempat duduk yang saling berhadapan seringkali menimbulkan komunikasi non-verbal yang menantang, misalnya seperti dikonfrontasi. Seorang Meeting Planner dituntut untuk peka dalam memperhatikan kebutuhan perusahaan sehingga dapat menghasilkan rumusan keputusan yang baik dan bermanfaat. Sehingga fungsi bisnis yang dikelola oleh perusahaan tempat dipekerjakannya seorang Meeting Planner dapat berjalan dengan sempurna.

PERTIMBANGAN WISATAWAN MENGUNJUNGI OBJEK WISATA ALAS KEDATON TABANAN - BALI

Menyususn Matrik Korelasi Data yang valid selanjutnya diolah

Terdapat penjelasan masing-masing faktor yang mempengaruhi persepsi wisatawan ketika berkunjung ke tempat wisata. Terdapat penjelasan masing-masing faktor yang mempengaruhi persepsi wisatawan saat berkunjung ke objek wisata Alas Kedaton. 1. Faktor-faktor yang menentukan wisatawan berkunjung ke objek wisata Alas Kedaton Tabanan adalah sebagai berikut.

Faktor Pendukung Nilai eigenvalue faktor pendukung mempunyai nilai persentase sebesar 2,314. menentukan wisatawan ketika berkunjung ke objek wisata Kedaton Tabanan Bali. KESIMPULAN DAN SARAN Faktor-faktor yang menentukan wisatawan berkunjung ke properti Alas Kedaton Tabanan Bali adalah sebagai berikut. Faktor pendukung sebesar 2,314 dan varians penentu wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Alas Kedaton Tabanan Bali sebesar 15,429.

Faktor nilai tambah mempunyai nilai intrinsik dengan nilai persentase yang menentukan kunjungan wisatawan ke objek Alas Kedaton Tabanan Bali. Diharapkan pihak pengelola meningkatkan perhatiannya terhadap variabel-variabel penentu wisatawan berkunjung ke objek wisata Alas Bali sehingga dapat menarik wisatawan. Faktor keunggulan merupakan faktor dominan yang menjadi persepsi wisatawan ketika berkunjung ke objek Alas Kedaton Tabanan Bali.

TABEL 3  JUMLAH FAKTOR  Eigenvalue  Percetage of
TABEL 3 JUMLAH FAKTOR Eigenvalue Percetage of

Pengertian Hotel

Keandalan yaitu kemampuan perusahaan dalam memberikan pelayanan sesuai yang dijanjikan secara akurat, tepat waktu dan memuaskan serta dapat diandalkan, meliputi : Responsiveness, yaitu kemampuan dan keinginan untuk membantu dan memberikan pelayanan yang cepat dan akurat kepada pelanggan dengan menyampaikan informasi yang jelas, yang meliputi. Asuransi, mencakup pengetahuan, kemampuan, kesopanan dan sifat dapat diandalkan yang dimiliki oleh staf, yaitu:

Klasifikasi Hotel

Jenis Hotel

Menurut Masri Singaribun dan Sofyan Efendi (1989:3), penelitian survei adalah penelitian yang mengambil sampel dari populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat utama pengumpulan data.Penelitian survei juga bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja yang telah dilakukan. .

Lokasi Penelitian

Jenis Data

Tehnik Pengumpulan Data 1. Observasi

Populasi dan sampel

  • Gambaran Umum Objek Penelitian
  • Karakteristik Responden
    • Berdasarkan Jabatan/posisi dalam hotel
  • Lokasi Penelitian
  • Kualitas Pelayanan Lulusan STIPAR Triatma Jaya yang bekerja di industri
  • Analisis Kualitas Pelayanan pada Dimensi Reliability

Untuk penelitian ini, lulusan STIPAR Triatma Jaya yang lulus jenjang Diploma II tahun 2012 dijadikan sebagai objek. Kualitas pelayanan dari lulusan STIPAR Triatma Jaya yang bekerja di industri Triatma Jaya dan bekerja di bidang perhotelan. Dari keseluruhan hasil analisis diatas, tingkat kepatuhan dilihat dari dimensi reliabilitas, rata-rata pengguna lulusan STIPAR Triatma Jaya menyatakan sangat puas. Hal ini terlihat dari tingkat kesesuaian dilihat dari dimensi reliabilitas diatas 100%. .

Dari keseluruhan hasil analisis diatas, pada tingkat kesesuaian dilihat dari dimensi akuntabilitas, rata-rata pengguna lulusan STIPAR Triatma Jaya menyatakan sangat puas, baik dari indikator kemampuan dan tanggung jawab pegawai terhadap kinerja. menindaklanjuti keluhan pelanggan, kecepatan dan ketepatan karyawan dalam menangani keluhan pelanggan, kemampuan memberikan pelayanan dengan jam kerja yang lebih lama. Pada dimensi jaminan dinilai berdasarkan indikator seperti kemampuan meyakinkan konsumen bahwa kebutuhannya akan terpenuhi dengan baik, lulusan STIPAR Triatma Jaya memiliki keterampilan dan pengetahuan pegawai di bidangnya serta mampu memberikan rasa percaya diri. keselamatan dan keamanan serta kenyamanan bagi tamu hotel. Dari keseluruhan hasil analisis diatas pada tingkat kesesuaian dilihat dari dimensi jaminan, rata-rata pengguna lulusan STIPAR Triatma Jaya menyatakan sangat puas, kedua indikator tersebut dapat meyakinkan konsumen bahwa kebutuhannya akan tertangani dengan baik.

Lulusan STIPAR Triatma Jaya mempunyai keterampilan dan pengetahuan pegawai sesuai bidangnya, mampu memberikan rasa aman dan nyaman kepada tamu hotel. Tingkat kinerja pada atribut kualitas pelayanan dinilai sesuai dengan kepentingan dan harapan pengguna, sehingga lulusan STIPAR Triatma Jaya mampu mempertahankan kinerjanya dengan baik. Tingkat kinerja atribut mutu pelayanan dinilai oleh pengguna lulusan tidak terlalu penting, sehingga lulusan STIPAR Triatma Jaya dapat melakukan perbaikan dengan prioritas rendah.

SARAN

Pengguna lulusan sangat puas terhadap kinerja pelayanan lulusan STIPAR Triatma Jaya, berdasarkan tingkat kesesuaian perbandingan kinerja total atau keseluruhan dengan kepentingan pengguna lulusan.

KONFLIK AIR BERSIH SEBAGAI AKIBAT PENGEMBANGAN SARANA PARIWISATA PADA

PERUNDANG-UNDANGAN

Pengelolaan sumber daya air harus ditujukan untuk menciptakan sinergi dan integrasi yang harmonis antar wilayah, antar sektor, dan antar generasi; Sesuai dengan semangat demokratisasi, desentralisasi, dan keterbukaan dalam tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, masyarakat harus mempunyai peran dalam pengelolaan sumber daya air; Sumber daya air dikelola berdasarkan prinsip keberlanjutan, keseimbangan, kemaslahatan umum, keterpaduan dan keselarasan, keadilan, kemandirian, transparansi, dan akuntabilitas.

Sumber daya air dikelola secara menyeluruh, terpadu, dan berwawasan lingkungan dengan tujuan mewujudkan manfaat sumber daya air secara berkelanjutan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Sumber daya air dikelola berdasarkan prinsip keberlanjutan, kemaslahatan umum, keterpaduan dan keselarasan, keadilan, kemandirian, transparansi, dan akuntabilitas. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004, visi pengelolaan sumber daya air adalah mewujudkan manfaat sumber daya air yang berkelanjutan bagi kesejahteraan penduduk (Pasal 3).

Misinya adalah melestarikan sumber daya air, mengeksploitasi sumber daya air (pengelolaan, penyediaan, penggunaan, pengembangan dan eksploitasi). Lahirnya Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 sangat memberikan keleluasaan bagi pihak asing dalam pengelolaan sumber daya air di Indonesia. Terkait produk hukum, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Pengelolaan Air masih perlu ditinjau kembali terkait privatisasi pengelolaan sumber daya air agar tidak mengorbankan kepentingan umum/masyarakat.

Gambar  1.  Telaah  Hukum  Mengenai  Kepariwisataan  dan  Konservasi  Air
Gambar 1. Telaah Hukum Mengenai Kepariwisataan dan Konservasi Air

STRATEGI PENGEMBANGAN PANTAI BERAWA

SEBAGAI DAYA TARIK WISATA BERBASIS KERAKYATAN DI KABUPATEN BADUNG

Tujuan Penelitian

  • Strategi WT dalam Pengembangan Wilayah Pantai

Pengetahuan mengenai strategi yang paling tepat dalam pengelolaan dan pengembangan Pantai Berawa sebagai DTW komunitas. Meningkatnya kesadaran masyarakat khususnya masyarakat sekitar Pantai Berawa dalam melestarikan budayanya juga menjadi peluang positif bagi pengembangan pariwisata pantai ini di masa depan. Pemerintah Kabupaten Badung telah membuktikan bahwa pantai ini memang layak untuk dikembangkan dalam pengembangan Pantai DTW Berawa.

Pemerintah Kabupaten Badung dalam pengembangan DTW Pantai Berawa telah membuktikan bahwa pantai ini memang layak untuk dikembangkan dan berpeluang untuk mengembangkan DTW lain yang ada di Kabupaten Badung. Strategi pengembangan kawasan Pantai Berawa ke depan dapat dirumuskan dengan menggunakan berbagai kekuatan yang ada untuk menyikapi berbagai kendala/tantangan yang dihadapi. Strategi pengembangan kawasan Pantai Berawa ke depan dapat dirumuskan dengan menggunakan berbagai kekuatan yang ada untuk menjawab berbagai tantangan/respon yang dihadapi.

Sadar akan berbagai kelemahan yang ada di Desa Tibubeneng, Pantai Berawa kemudian berusaha mencari solusi agar kedepannya pariwisata di daerah tersebut dapat berkembang seperti pariwisata di daerah lainnya. Pemerintah Kabupaten Badung berencana merestorasi kawasan Pantai Berawa agar pariwisata di kawasan tersebut dapat berkembang dengan baik di masa depan. Pemerintah Kabupaten Badung berencana untuk mengembangkan kembali kawasan Pantai Berawa agar pariwisata di kawasan tersebut dapat berkembang dengan baik di masa depan.

Gambar

Tabel 1: Elemen Destinasi Pariwisata
Tabel 2. Rangkuman Penelitian Tentang Destinasi Pariwisata No  Nama
TABEL 3  JUMLAH FAKTOR  Eigenvalue  Percetage of
Gambar  1.  Telaah  Hukum  Mengenai  Kepariwisataan  dan  Konservasi  Air

Referensi

Dokumen terkait

Shahin, M.A., Jaksa, M.B., and Maier, H.R.2001, Artificial Neural Network Application IN Geotechnical Engineering, Australian Geomechanics, pp.49-62 Shahin, M.A., Jaksa, M.B., and