PENDAHULUAN
Latar Belakang
Rumusan Masalah
Pengembangan pendidikan Islam seperti apa yang dilakukan pengurus masjid di Desa Batua Kecamatan Manggala. Apa saja faktor pendukung dan penghambat yang dilakukan pengurus masjid dalam proses pengembangan pendidikan Islam di Desa Batua Kecamatan Manggala.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Bentuk pengembangan pendidikan Islam yang dilakukan pengurus masjid di desa Batua kecamatan Manggala Kota Makassar. Judul Topik : FUNGSI MASJID SEBAGAI PUSAT PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM DI KOTA BATUA KOTA MANGGALA KOTA MAKASSAR.
TINJAUAN PUSTAKA
Pengertian dan Fungsi Masjid
Nabi Muhammad melihat para sahabatnya salat berjamaah dan salat Jumat pertama di Masjid Kuba. An-Nur ayat 36-37 yang artinya “Bersyukurlah kepada Allah di masjid-masjid yang diperintahkan untuk dimuliakan dan di dalamnya disebutkan nama-Nya pada pagi dan sore hari. Masjid juga merencanakan, menyelenggarakan, mengkaji, melaksanakan dan mengembangkan dakwah dan budaya Islam yang memenuhi kebutuhan masyarakat.
Dan salah satu lembaga pendidikan Islam yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan adalah masjid. Masjid merupakan tempat pertama bagi lembaga pendidikan Islam yang mengembangkan kegiatan ilmiah berbagai jenis ilmu pengetahuan. Pada masa Nabi Muhammad SAW dan Khalifah Abu Bakar Siddiq, masjid masih berfungsi sebagai tempat ibadah dan pembelajaran Islam tanpa adanya pemisahan yang jelas antara keduanya, hingga pada masa Amirul Mukminin, Umar bin Khattab.
Oleh karena itu, wajar jika umat Islam memanfaatkan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga untuk mengembangkan pendidikan Islam melalui masjid tersebut.
Pengembangan Pendidikan Islam
Sain Hanafy bahwa “Pendidikan Islam merupakan wujud kepribadian utama, yaitu kepribadian dan budi pekerti muslim.”25. 24 Arifin, Pendidikan Islam: Tinjauan Teoritis dan Praktis Berdasarkan Pendekatan Interdisipliner (Jakarta: Sinar Graphic Offnet, 2008), hal. Masjid dan perkembangan pendidikan Islam sangat erat kaitannya, karena pendidikan Islam dimulai dari masjid.
Landasan atau landasan pendidikan Islam adalah Al-Qur'an dan Hadits, keduanya merupakan sumber hukum Islam yang dapat dipercaya kebenarannya. Tujuan pendidikan Islam adalah membimbing dan membentuk manusia menjadi hamba Allah yang bertakwa, teguh imannya, bertakwa dalam beribadah dan berakhlak mulia. Pendidikan Islam sebagai upaya pembentukan umat harus mempunyai landasan yang menghubungkan seluruh kegiatan dan seluruh rumusan tujuan pendidikan Islam.”36.
Juga, Abdurrahman an-Nahlawi, Pendidikan Islam di Rumah, Sekolah dan Masyarakat (Jakarta: Gema Insani Pers, n.d.), hal.
Kerangka Konseptual
Fungsi masjid yang dimaksud dalam penelitian ini adalah untuk mempertegas pelaksanaan fungsi masjid dalam hal pengembangan pendidikan Islam di Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat proses pelaksanaan fungsi masjid sebagai pusat pengembangan pendidikan Islam di Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Faktor Pendukung dan Penghambat yang Dilakukan Pengurus Masjid Dalam Proses Pengembangan Pendidikan Pengurus Masjid Dalam Proses Pengembangan Pendidikan Islam di Desa Batua Kecamatan Manggala Kota Makassar.
Pengurus masjid mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam menjalankan fungsi masjid sebagai pusat pengembangan pendidikan Islam secara optimal. Pemanfaatan Masjid Sebagai Pusat Pendidikan Islam Non Formal (Studi Kasus pada Masjid Al-Muhajirin Sumber Banjarsari Surakarta, 2012). Apakah kegiatan yang dilakukan selama ini cukup menjadikan masjid sebagai pusat pengembangan pendidikan Islam?
Apa harapan Anda kepada para pengurus masjid untuk memfungsikan masjid sebagai pusat pengembangan pendidikan Islam secara maksimal di masa depan?
METODOLOGI PENELITIAN
Jenis Penelitian
Di beberapa masjid di Kecamatan Batua, selain masjid takmir, para pemuda masjid juga turut dibantu dalam pengembangan pendidikan Islam. Upaya takmir masjid selama ini terbilang optimal dalam memfungsikan masjid sebagai pusat pengembangan pendidikan Islam. Oleh karena itu, dalam hal ini keaktifan dan kreativitas para pengurus masjid sangat diperlukan dalam pelaksanaan dan perwujudan fungsi masjid sebagai pusat pengembangan pendidikan Islam.
Upaya tersebut berupa mempertahankan kegiatan yang telah dilakukan selama ini dan menambah kegiatan baru yang tentunya dapat menunjang pengembangan pendidikan Islam di Desa Batua. Diharapkan para pengurus masjid dan masyarakat di Kecamatan Batua Kabupaten Manggala dapat berperan aktif dalam menjalankan fungsi masjid sebagai pusat pengembangan pendidikan Islam. Diharapkan kepada para pengurus masjid di kecamatan Batua kabupaten Manggala agar dapat mempertahankan kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan selama ini dan dapat menambahnya dengan kegiatan-kegiatan baru yang dapat mendorong berkembangnya pendidikan Islam di masyarakat. dukungan melalui masjid.
Faktor penghambat apa yang Anda hadapi dalam upaya menjadikan masjid sebagai pusat pengembangan pendidikan Islam?
Lokasi Objek Penelitian
Fokus Penelitian
Beberapa literatur menjelaskan bahwa fokus penelitian adalah definisi masalah yang memuat pertanyaan-pertanyaan pokok yang masih bersifat umum sebagai parameter penelitian.
Deskripsi Fokus
Fungsi masjid adalah serangkaian kegiatan yang, tergantung pelaksanaannya di masjid, diklasifikasikan ke dalam jenis yang sama.
Sumber Data
Sumber data sekunder merupakan sumber data tambahan sebagai sumber informasi penguat mengenai data penelitian. Berkaitan dengan penelitian ini, yang dijadikan sumber data sekunder adalah komponen pemerintah daerah serta masyarakat sekitar masjid di Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala, Kota Makassar.
Instrumen Penelitian
Jadi dapat dipahami bahwa keberhasilan suatu penelitian, khususnya penelitian kualitatif, bergantung pada peneliti itu sendiri, karena peneliti merupakan instrumen kunci dalam proses penelitian. Petunjuk observasi merupakan daftar pernyataan yang digunakan peneliti untuk mengamati fakta, gejala, dan perilaku yang muncul pada objek penelitian. Pedoman observasi merupakan lembaran yang berisikan barang-barang yang digunakan dalam melakukan observasi terhadap kegiatan yang dilakukan di masjid.
Panduan wawancara merupakan daftar pertanyaan yang dijadikan acuan untuk mengumpulkan informasi dengan melakukan wawancara berkaitan dengan pertanyaan pokok yang diteliti pada objek penelitian dan dapat memberikan hasil yang diharapkan peneliti dalam proses penelitian. Panduan wawancara berisi pertanyaan-pertanyaan wawancara kepada pengurus masjid untuk mengetahui kegiatan apa saja yang dilakukan di masjid, serta untuk mengetahui sikap otoritas setempat dan masyarakat terhadap fungsi masjid sebagai pusat pengembangan pendidikan Islam. . Dokumen adalah suatu catatan tertulis yang isinya merupakan pernyataan tertulis yang dibuat oleh seseorang atau suatu lembaga untuk kepentingan penyelidikan suatu peristiwa dan berguna sebagai sumber data, bukti, informasi ilmiah serta membuka peluang untuk lebih memperluas pengetahuan tentang suatu peristiwa. sesuatu yang diselidiki. .5.
Penggunaan pedoman dokumentasi dalam penelitian ini memuat garis besar atau kategori yang datanya akan dicari berdasarkan kebutuhan penelitian ini.
Teknik Pengumpulan Data
Menurut Sugiyono, “wawancara adalah pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan gagasan melalui tanya jawab, sehingga tersusun data yang mempunyai makna mengenai suatu topik tertentu.”7 Wawancara ini digunakan sebagai metode pengumpulan data untuk menemukan permasalahan untuk menggali dan memperdalam sesuatu dari narasumber/informan. Wawancara yang dilakukan oleh narasumber peneliti akan disempurnakan dengan panduan wawancara dan beberapa perangkat tambahan seperti laptop, perekam dan kamera, karena penggunaan alat bantu tersebut dapat menyempurnakan hasil wawancara yang dilakukan peneliti dalam proses penelitian. Selain itu, penggunaan dokumentasi dalam penelitian dapat memperkuat hasil observasi dan wawancara sehingga lebih kredibel/dapat dipercaya.9.
Penggunaan dokumentasi dalam penelitian ini diarahkan peneliti untuk mendokumentasikan hal-hal penting yang berkaitan dengan proses pengembangan pendidikan Islam yang dilaksanakan di masjid dan untuk memperoleh dokumen-dokumen terkait. Kondisi ini dilihat peneliti bahwa teknik pengumpulan data dengan dokumentasi sangat mendukung proses penelitian.
Teknik Analisis Data
Dengan menyusun agenda kegiatan yang baik, para takmir masjid dan pemuda masjid pasti mampu mengembangkan pendidikan Islam masyarakatnya. Berdasarkan hasil wawancara, faktor utamanya adalah partisipasi masyarakat yang sangat penting dalam memfungsikan masjid sebagai pusat pengembangan pendidikan Islam. Guna meningkatkan fungsi masjid sebagai pusat pendidikan Islam di Kecamatan Batua perlu dilakukan upaya pengembangan lebih lanjut.
HASIL PENELITIAN
Gambaran Umum Lokasi Penelitian
Dengan jumlah RW dan RT serta jumlah penduduk di atas, terdapat 20 masjid di Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Dari segi sarana dan prasarana, masjid yang ada di Desa Batua sebagian sudah cukup memadai dan ada pula yang sedang dalam proses renovasi. Hal ini dibuktikan dengan pernyataan beberapa warga dan takmir masjid di Desa Batua bahwa masjid berfungsi maksimal.
Tadarusan ini diikuti oleh bapak-bapak, ibu-ibu, pemuda dan anak-anak di Desa Batua. Kegiatan ini diikuti oleh bapak-bapak, ibu-ibu, remaja dan anak-anak warga Desa Batua.” 9. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam, masjid di Desa Batua mengadakan kegiatan TPA yang memberikan pembelajaran tentang ilmu agama dan Al-Quran kepada anak-anak.
“Kegiatan TPA ini terdiri dari siswi yang merupakan anak warga Desa Batua dan dilaksanakan setiap hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Sabtu dan Minggu pukul WITA.” 10.
Faktor Pendukung Dan Penghambat Yang Dilakukan
Kegiatan tersebut pada akhirnya akan memberikan dampak positif terhadap pendidikan Islam masyarakat, yang kemudian menjadi landasan kehidupan sehari-hari. Mengenai proses pendidikan Islam dalam meningkatkan mutu pendidikan Islam di masyarakat, ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses tersebut. Apabila pemimpin terlihat berkompeten dan baik dalam menyampaikan materi, maka jamaah akan siap mengikuti kegiatan berikut dan sering mengajak orang lain untuk ikut serta dalam kegiatan tersebut.
Respon positif dari masyarakat dapat menunjang semangat pengurus masjid dalam menjalankan tugasnya di masjid. Hal ini ditandai dengan terlaksananya kegiatan seperti rapat taklim, TPQ baik setiap hari maupun setiap bulan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Bentuk kegiatan dalam proses pengembangan pendidikan Islam yang dilaksanakan di Masjid Desa Batua adalah TPA, majelis ta’lim yang terdiri dari berbagai kegiatan yaitu pengajian harian, mingguan, bulanan dan tahunan seperti tabligh akbar dalam menyambut tahun baru Hijriyah. tahun dengan tujuan untuk memberikan semangat kepada generasi muda untuk menghindari kegiatan-kegiatan yang sia-sia, serta pengajian yang dilakukan pada saat perayaan hari besar Islam.
Kami berharap pengurus masjid terus mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang berlangsung di masjid. Memanfaatkan Masjid Al-Madinah sebagai wahana pengembangan pendidikan Islam bagi siswa MTs Negeri Sleman.” Adakah kemajuan kegiatan yang dilakukan di masjid ini sejak dibangun hingga saat ini?
PENUTUP
Kesimpulan
Saran