PENDAHULUAN
Latar Belakang
Dari total kasus terkonfirmasi positif COVID-19, sebanyak 4,9% ibu hamil ditemukan positif COVID-19, dari 1.483 kasus terkonfirmasi dengan data kondisi penyerta. Upaya vaksinasi COVID-19 pada ibu hamil telah direkomendasikan oleh Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI). Saraya (2021) “hubungan tingkat pengetahuan, sikap dan kecemasan ibu hamil dengan kepatuhan pemeriksaan kehamilan pada masa pandemi Covid-19 di Puskesmas Lucky Raya Kota Banjarmasin”.
Akibat pandemi COVID-19, terdapat banyak pembatasan pada hampir semua layanan rutin, termasuk layanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir. Di era pandemi COVID-19, hampir seluruh layanan rutin dibatasi, termasuk layanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir. Berdasarkan uraian di atas, maka perlu dilakukan penelitian yang berjudul “Tingkat Kepuasan Ibu Hamil Terhadap Pelayanan Posyandu Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Kawasan Puskesmas Sihepeng Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2021”.
Rumusan Masalah
Berdasarkan survei pendahuluan yang dilakukan dengan mensurvei 5 ibu hamil yang berkunjung ke Posyanda di wilayah Puskesmas Sihepeng. Pada masa pandemi Covid-19, terdapat beberapa ibu hamil yang merasa tidak puas dengan pelayanan yang diberikan bidan di Posyandu. Ibu hamil enggan berobat ke fasilitas kesehatan karena takut tertular, adanya usulan penundaan pemeriksaan kehamilan dan kursus bagi ibu hamil, kurangnya kesiapan pelayanan baik personel maupun sarana prasarana termasuk alat pelindung diri.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
- Manfaat Praktis
Analisis ini digunakan untuk mendapatkan gambaran mengenai tingkat kepuasan ibu hamil terhadap layanan posyandu pada masa pandemi Covid-19. Kepuasan ibu hamil terhadap pelayanan posyandu di masa pandemi Covid-19 mayoritas yaitu 20 orang (60,6%) merasa tidak puas dan 13 orang (39,4%) merasa puas. Gambaran kepuasan ibu hamil terhadap pelayanan antenatal care pada masa pandemi Covid-19 di Puskesmas Tasikmadu.
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Ibu Hamil Dalam Pemeriksaan Antenatal Care (ANC) Pada Masa Pandemi COVID-19 Di Puskesmas Talun Kenas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kepuasan ibu hamil terhadap pelayanan posyandu pada masa pandemi Covid-19 di Puskesmas Sihepeng Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2021. DESKRIPSI KEPUASAN IBU HAMIL TENTANG POSYANDUAR POSYANDUAR DI WILAYAH PUSKESMAS SIHEPENG.
TINJAUAN PUSTAKA
Konsep Kehamilan
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan ibu hamil terhadap pelayanan posyandu pada masa pandemi Covid-19 di Puskesmas Sihepeng Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2021 yang diamati dalam kurun waktu yang sama. Rasa puas yang dirasakan ibu hamil ketika apa yang diberikan sesuai atau melebihi harapan saat melakukan pemeriksaan kehamilan di Posyandu pada masa pandemi Covid-19. Dari hasil tabel 4.2 di atas terlihat 20 orang (60,6%) merasa tidak puas terhadap kepuasan ibu hamil terhadap pelayanan posyandu di masa pandemi Covid-19, dan 13 orang (39,4%) merasa puas pada kelompok minoritas.
Kepuasan ibu hamil terhadap pelayanan kehamilan yang diberikan akan tercapai apabila tercapai hasil yang optimal pada setiap penelitiannya. Hasil penelitian Hamsari (2018) menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kepuasan ibu hamil terhadap pemeriksaan kehamilan dengan motivasi memberikan pemeriksaan kehamilan. Penelitian Ariestanti (2020) menemukan bahwa ibu hamil yang menjalani pemeriksaan ANC pada masa pandemi Covid 19 tidak rutin melakukan ANC.
Penilaian ibu hamil terhadap pelayanan antenatal care dapat dijadikan sebagai evaluasi terhadap pelayanan yang diberikan kepada pasien. Menggambarkan tingkat kepuasan ibu hamil terhadap pelayanan antenatal care di wilayah kerja Puskesmas Panjatan II Kabupaten Kulon Progo. Menggambarkan tingkat kepuasan ibu hamil terhadap pelayanan antenatal care di Puskesmas Lepo-Lepo Kota Kendari Tahun 2018.
Hubungan Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Kecemasan Ibu Hamil dengan Tingkat Kepatuhan Pelayanan Antenatal Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Puskesmas Lucky Raya Kota Banjarmasin. Gambaran kepuasan ibu hamil terhadap pelayanan antenatal care terpadu di Puskesmas Temon II Kulon Progo Tahun 2017. Hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap pelayanan antenatal care (ANC) di Puskesmas Tabaringan Kota Makassar Tahun 2018.
Dengan ini saya sampaikan bahwa saya akan melakukan penelitian dengan judul : “Deskripsi Kepuasan Ibu Hamil Terhadap Pelayanan Posyandu Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Kawasan Puskesmas Sihepeng Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2021”.
Pelayanaan Antenal Care
Faktor Yang berhubungan Dengan Pemanfaatan Pelayanan Antenatal
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di Puskesmas Sihepeng Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal Januari 2022 sebanyak 33 orang. Lembar observasi yang digunakan dalam penelitian ini mengadopsi dari penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Rifatika (2016) “Deskripsi kepuasan ibu hamil dalam pelayanan antenatal care di Puskesmas Depok III Sleman”. Pada masa pandemi Covid-19, ibu hamil diharapkan untuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara berkala di layanan posyandu agar dapat diketahui perkembangan kehamilannya sehingga dapat mencegah terjadinya komplikasi pada awal kehamilan.
Faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ibu hamil dalam melakukan kunjungan antenatal care (ANC) di BPM Syarifah Lubis Kota Padangsidimpuan. Dengan ini menyatakan bersedia menjadi responden atas penelitian yang dilakukan oleh Rumondang Bulan, mahasiswa Program Studi Kebidanan Fakultas Universitas Aufa Royhan Kota Padangsidimpuan yang berjudul “Deskripsi Kepuasan Ibu Hamil terhadap Pelayanan Posyandu di Masa Covid-19”. Pandemi 19 di Kawasan Puskesmas Sihepeng Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal 2021”.
Konsep Posyandu
Konsep Posyandu
Sasaran kesehatan dalam pelayanan kesehatan di Posyandu adalah bayi dibawah 1 tahun, balita antara 1-5 tahun, ibu hamil, ibu menyusui, ibu nifas dan wanita usia subur. Rangkaian kegiatan Posyandu dimulai dari persiapan pelaksanaan Posyandu (H-1), pelaksanaan Posyandu dan kegiatan di luar hari pembukaan Posyandu (H+1). Posyandu Pratama merupakan Posyandu yang belum stabil, ditandai dengan kegiatan Posyandu bulanan yang belum dilaksanakan secara rutin dan jumlah kader yang sangat terbatas yaitu kurang dari 5 (lima) orang.
Posyandu Tengah merupakan Posyandu yang dapat melaksanakan kegiatan lebih dari 8 kali dalam setahun dengan jumlah kader rata-rata lima orang atau lebih, namun cakupan kelima kegiatan pokok tersebut masih rendah yaitu kurang dari 50%. Posyandu Purnama adalah Posyandu yang telah mampu melaksanakan kegiatan lebih dari 8 kali dalam setahun, dengan jumlah kader rata-rata lima orang atau lebih, cakupan lima kegiatan pokok lebih dari 50%, mampu menyelenggarakan program tambahan dan telah memperoleh sumber pendanaan dari dana kesehatan yang dikelola masyarakat yang pesertanya masih terbatas yaitu kurang dari 50% rumah tangga di wilayah kerja Posyandu. Posyandu Mandiri merupakan Posyandu yang telah mampu melaksanakan kegiatan lebih dari 8 kali dalam setahun, dengan jumlah kader rata-rata lima orang atau lebih, cakupan kelima kegiatan utama lebih dari 50%, mampu menyelenggarakan program tambahan dan telah memperoleh sumber pendanaan dari dana kesehatan yang dikelola masyarakat, yang pesertanya lebih dari 50% rumah tangga yang tinggal di wilayah kerja Posyandu.
Sarana – prasarana berupa bangunan tempat penyelenggaraan posyandu kurang lengkap, ibu balita kurang kooperatif dan kader posyandu kurang aktif dalam memberikan pelayanan kesehatan (Pratiwi, 2021). Kelompok Pengobatan COVID-19 Indonesia melaporkan kasus pasien terkonfirmasi positif COVID-19 pada anak-anak semakin meningkat, bahkan menduduki peringkat pertama di Asia Tenggara. Tingginya peningkatan kasus COVID-19 pada anak meningkatkan risiko gizi buruk, terutama pada perawakan pendek, bahkan menyebabkan kematian.
Kendala pelaksanaan posyandu yang kita hadapi sebelum pandemi COVID-19 ini diperparah dengan adanya pandemi COVID-19 dimana menurut pemberitaan Liputan6.com (data akhir tahun 2019) jumlah Posyandu yang ada sebanyak 298.058 buah dan hanya 65,42%. Sebelum dilakukan pemantauan pertumbuhan di Posyandu, perlu adanya koordinasi antara tenaga kesehatan, pimpinan, pemerintah desa/kelurahan, dan gugus tugas pencegahan COVID-19. Meningkatkan upaya edukasi masyarakat untuk melakukan pemantauan mandiri di rumah jika tidak memungkinkan di Posyandu (Direktorat Gizi Masyarakat, 2020).
Penyelenggaraan posyandu dapat dilaksanakan dengan menggunakan teknologi berbasis online pada setiap kegiatan yang berhubungan dengan orang lain, hal ini dilakukan untuk mengurangi penyebaran COVID-19 (Reza, 2020).
Kerangka Konsep
Teknik pengambilan sampelnya adalah total sampling, yang dijadikan sampel adalah seluruh populasi atau seluruh ibu hamil yang ada di wilayah Puskesmas Sihepeng. Kepuasan ibu hamil terhadap pelayanan posyandu pada masa pandemi Covid-19 menggunakan lembar kuesioner berjumlah 20 pertanyaan dengan skala likert yaitu dengan sistem penilaian yaitu: sangat tidak setuju = 1, tidak setuju = 2, ragu-ragu = 3, setuju = 4, sangat setuju = 5. Asumsi peneliti adalah ibu hamil masih belum puas dengan pelayanan yang diberikan karena dipengaruhi oleh tingkat pendidikan ibu hamil.
METODE PENELITIAN
Jenis dan Desain Penelitian
Lokasi dan Waktu Penelitian
- Lokasi Penelitian
- Waktu Penelitian
Populasi dan Sampel
- Populasi
- Sampel
Etika Penelitian
Instrumen Penelitian
Prosedur Pengumpulan Data
Memproses surat permohonan izin penelitian dari Universitas Aufa Royhan Padangsidimpuan, kemudian mengirimkan permohonan izin penelitian kepada Kepala Puskesmas Sihepeng Kabupaten Mandailing Natal. Peneliti memperkenalkan diri, menjelaskan tujuan penelitian dan meminta persetujuan responden untuk mengisi kuesioner. Peneliti menanyakan kepada responden apakah bersedia berpartisipasi dalam penelitian ini dan menandatangani formulir informed consent.
Responden diberikan angket, setelah angket diisi oleh responden barulah peneliti mengumpulkan dan memeriksa kelengkapannya.
Defenisi Operasional
Pengolahan dan Analisa Data
Hasil penelitian ibu hamil di Puskesmas Sihepeng menunjukkan sebagian besar memiliki usia reproduksi yang sehat yaitu 20 hingga 35 tahun. Hasil penelitian yang dilakukan ibu hamil di Puskesmas Sihepeng menunjukkan bahwa sebagian besar dari mereka mempunyai pendidikan yang rendah yaitu pendidikan dasar dan menengah. Asumsi peneliti, sebagian besar ibu hamil menyatakan ketidakpuasan (60,6%), terkait wujud nyata pelayanan posyandu kehamilan di masa Covid-19 dengan fasilitas yang disediakan di posyandu seperti kebersihan.
Diharapkan dapat melakukan penelitian dengan pertanyaan yang lebih mendalam dan memperluas wilayah penelitian, jumlah responden dengan materi penelitian kesehatan tentang kepuasan ibu hamil terhadap layanan ANC di masa pandemi Covid-19.
HASIL PENELITIAN
Gambar Umum Lokasi Penelitian
Analisa Univariat
Penyelenggaraan kegiatan Posyandu pada masa pandemi Covid-19 sebagai upaya pemenuhan hak balita dan ibu hamil sesuai dengan rekomendasi Kementerian Kesehatan RI di Desa Bongkok, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal.
PEMBAHASAN
Karakteristik Responden
Sebagian besar ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya adalah mereka yang berpendidikan terakhir SMA dan masih terdapat sebagian responden yang berpendidikan rendah yaitu SD dan SMP. Hal ini membuktikan bahwa motivasi ibu untuk melakukan kunjungan kembali sangat dipengaruhi oleh kualitas pelayanan sebelumnya, apabila kualitas pelayanan antenatal care sebelumnya sangat memuaskan bagi ibu hamil maka hal ini dapat menjadikan ibu hamil memiliki motivasi yang tinggi untuk mengontrol kehamilannya. kehamilan. lagi. Pada saat penelitian dilakukan, ibu hamil merasa tidak puas dengan pelayanan yang diberikan karena hampir seluruh pelayanan rutin terbatas, termasuk pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir.
Ketidakpuasan ibu hamil terhadap pelayanan ANC di Puskesmas Depok III Sleman kemungkinan besar terjadi penurunan kualitas pelayanan atau puskesmas tidak mampu mempertahankan kualitas pelayanan yang diberikan.
Kepuasan Ibu Hail Tentang Pelayanan Posyandu Pada Masa Pandemi
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Saran
Tips mencegah penularan Covid-19: Hindari kerumunan, diakses 18 Oktober 2020, tersedia dari https://www.kemkes.go.id/article/view tips-prevent-penularan-covid-19-avoid-kerumunan.html. Diambil dari https://pogi.or.id/publish/rekomendasi-penanganan-infection-virus-corona-covid-19-pada-maternal/. Kualitas pelayanan kesehatan dan kebidanan.