• Tidak ada hasil yang ditemukan

gambaran perilaku merokok pada usia remaja awal

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "gambaran perilaku merokok pada usia remaja awal"

Copied!
54
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Rumusan Masalah

Tujuan dan Target Luaran

Manfaat Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

Penegertian Perilaku Merokok

Pengertian Motivasi Berprestasi

METODE PENELITIAN

  • Desain Penelitian
  • Sumber Data
  • Keabsahan Data
  • Prosedur Pengumpulan Data
  • Instrumen Penelitian
  • Analisis Data
    • Analisis Data

Data diperoleh dengan cara mencari dan mengumpulkan bahan-bahan dari buku-buku perpustakaan yang dijadikan referensi untuk menunjang penelitian. Sumber data yang akan dikumpulkan peneliti adalah data yang berasal dari wawancara dengan guru bimbingan dan konseling, guru kelas dan siswa SMPN 4 Banjarmasin, melakukan observasi langsung di kelas dan melakukan dokumentasi di sekolah yang menjadi subjek penelitian. Artinya, peneliti mengumpulkan data serupa dari berbagai sumber data yang berbeda, dimana kebenaran data yang diperoleh dari satu informan akan dipastikan dengan data yang diperoleh dari informan lainnya.

Dengan teknik ini harapannya diperoleh data yang sudah terbukti keabsahannya, sehingga hasil penelitian dapat diterapkan. Pengumpulan data merupakan langkah yang sangat penting dalam metode ilmiah karena data yang dikumpulkan umumnya digunakan kecuali untuk penelitian eksplorasi. Untuk menguji hipotesis yang dirumuskan, data yang dikumpulkan harus cukup valid untuk digunakan. Instrumen penelitian adalah peralatan yang digunakan seorang peneliti untuk mengumpulkan data yang diperlukan untuk wawancara.

Analisis data adalah proses pencarian dan pengumpulan data secara sistematis yang diperoleh dari wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori-kategori, memecahnya menjadi unit-unit, mensintesis, memilah-milah ke dalam pola, memilih yang penting dan apa. Anda akan mempelajarinya dan menarik kesimpulan sehingga Anda dan orang lain dapat dengan mudah memahaminya. Analisis data kualitatif bersifat induktif, yaitu analisis berdasarkan data yang diperoleh kemudian mengembangkan pola hubungan tertentu atau membentuk hipotesis. 22 data beberapa kali, sehingga berdasarkan data yang dikumpulkan dapat disimpulkan hipotesis diterima atau ditolak (Bungin, 2003).

Dalam proses ini peneliti berusaha menyusun data-data yang relevan sehingga menjadi informasi yang dapat disimpulkan dan mempunyai arti tertentu dengan menunjukkan dan membuat hubungan antar variabel sehingga peneliti lain atau pembaca laporan penelitian dapat memahami apa yang telah dikemukakan. Pada langkah ini peneliti berusaha mengumpulkan data yang relevan agar informasi yang diperoleh dan disimpulkan mempunyai makna tertentu untuk menjawab semua permasalahan penelitian. Penyajian data yang baik merupakan langkah penting untuk mencapai analisis kualitatif yang valid dan dapat diandalkan.

Fase ini merupakan fase pengambilan kesimpulan dari seluruh data yang diperoleh dari hasil penelitian. Menurut informan, mereka semua menyatakan mempunyai teman yang juga merokok, baik di sekolah maupun di luar sekolah. 38 Semua data yang saya isi dan masukkan pada biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

  • Faktor-faktor Penyebab siswa merokok

Usia pertama kali seluruh informan mulai merokok dimulai pada kelas 6 SD dan ada 1 orang yang mulai kelas 5 SD, sekitar usia 9 – 10 tahun sudah mulai merokok. 25 Selain karena mulai merokok, mereka juga mulai merokok karena mengikuti teman-temannya yang sebagian besar juga merokok dan juga mulai merokok pada usia muda. Faktor internal yang berikutnya adalah merokok menimbulkan reaksi rasa tenteram, merokok membuat mereka menjadi tenang, enaknya pikiran menjadi tenteram, bukan stress.

Faktor internal berikutnya adalah mereka kecanduan, sehingga bisa membelinya sendiri dengan uang jajan, dan terkadang sering membelinya.

Motivasi Berprestasi

Berdasarkan informasinya, mereka tidak pernah ikut mendapatkan materi tambahan atau bimbingan tambahan di luar jam sekolah, sehingga besar kemungkinan adanya pengaruh dari luar jika berkumpul di lingkungan yang meningkatkan perilaku merokok. Di sisi lain, fenomena perilaku merokok yang mempengaruhi prestasi belajar siswa dapat dijelaskan dalam konteks sosiologis. Sarafino (1994) menjelaskan bahwa pengaruh teman sebaya terhadap perkembangan perilaku merokok individu sangat kuat, individu yang mempunyai hubungan teman sebaya melalui perilaku yang sering dilakukannya bersama-sama.

Dalam penelitian yang dilakukan Maharani (2015) dijelaskan bahwa semakin banyak remaja yang merokok, maka semakin besar kemungkinan teman sebayanya juga menjadi perokok, begitu pula sebaliknya. Remaja yang merokok mempunyai kecenderungan perilaku adiktif, dan keinginan untuk merokok dapat terjadi kapan saja, termasuk pada saat proses pembelajaran di sekolah. Keinginan untuk merokok tidak hanya dipengaruhi oleh kecanduan yang dimiliki individu, namun juga dipengaruhi oleh ajakan teman sebaya untuk merokok.

Ketika individu tidak dapat mengendalikan kecanduannya terhadap rokok, maka ia akan sulit menolak ajakan teman sebayanya untuk merokok, sehingga kecenderungannya untuk merokok di sekolah sangat besar dan mempengaruhi motivasi berprestasinya di sekolah. Faktor-faktor penyebab remaja merokok pada kalangan siswa SMPN XX Banjarmasin, keluarga yang merokok, teman sebaya yang merokok, dimulai dari usia dini ketika pertama kali merokok, merokok karena kebiasaan dan sulit berhenti karena merasa nyaman dan menikmati masa remajanya. bertahun-tahun. , merokok dapat menimbulkan dan menimbulkan rasa nyaman, dan merokok bersifat adiktif karena tidak ada hukuman khusus dan kecenderungannya dibiarkan oleh keluarga sehingga dapat menimbulkan kecanduan. Perilaku merokok menimbulkan efek ketagihan dan menimbulkan perilaku agresif lainnya seperti memukul, berkata kasar dan melakukan perundungan.Hal ini diperkuat dengan hasil wawancara QBL, MHY sering mendapat hukuman fisik dari orang tuanya sehingga kurang menghormati orang tuanya baik ibu maupun ibunya. terlebih lagi.dengan ayahnya, jadi QBL.

Bagi orang tua siswa, salah satu faktor yang menyebabkan siswa mengembangkan kebiasaan merokok adalah kurangnya perhatian orang tua terhadap anaknya, serta perilaku coping orang tua. Oleh karena itu orang tua juga harus memperhatikan perilaku sehari-hari dalam pendidikan anak dan memperhatikan tumbuh kembang anak, terutama pada usia tumbuh kembangnya. Peneliti selanjutnya mungkin dapat melakukan upaya pengobatan atau pencegahan terhadap perilaku menyimpang khususnya perilaku merokok.

Bagaimana teman-teman Anda yang tidak merokok pergi ketika teman-teman yang merokok atau saya mulai menyalakan rokok? 4 Tahun 2017 Pengaruh Konseling Kelompok Perencanaan Karir Terhadap Peningkatan Efikasi Diri Dalam Pengambilan Keputusan Karir Pada Siswa Kelas IX SMPN 12 Banjarmasin. Publikasi artikel ilmiah pada jurnal alam 5 tahun terakhir Tidak ada Judul artikel ilmiah Nama jurnal Volume/Nomor/Tahun 1.

KESIMPULAN

Kesimpulan

Tidak ada minat individu untuk berprestasi, mereka cenderung lebih banyak terlibat di luar jam sekolah dengan bermain dan bersosialisasi dengan teman. 31 cenderung mengikuti kelakuan orang tuanya, terlebih lagi ia mulai merokok sejak kecil yaitu sejak kelas 6 SD saat ia berusia 6 tahun. Begitu pula dengan MHY ia juga pernah terlibat perkelahian antar teman sekelasnya, karena mengucapkan kata-kata kasar bahkan mencoba perilaku yang sangat menyimpang, antara lain mulai dari merokok, perilaku agresif seperti memukul dan meminum minuman beralkohol.

Saran-saran

Analisis data kualitatif dari buku sumber tentang metode baru. Hubungan pengetahuan dan sikap tentang bahaya merokok bagi kesehatan dengan perilaku merokok siswa SMK Kristen Kawangkoan http://jurnal.fkm.unsrat.ac.id. diakses 10 September 2018).

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Kesimpulan penelitian adalah (1) Alasan siswi SMA Negeri 3 Sukoharjo yang melakukan perilaku merokok sebagian besar adalah dengan merokok mereka merasa gaul, (2)

Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui sebagian besar uraian item pertanyaan faktor lingkungan yang melatarbelakangi perilaku merokok remaja, merokok karena

personal characteristic mempengaruhi perilaku merokok pada remaja, dari hasil wawancara dengan ketiga subjek bahwa subjek mempunyai keyakinan diri untuk merokok..

Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi perilaku remaja merokok adalah faktor orang tua 21.3%, faktor temas sebaya 33.3%, faktor kepribadian 28%, dan faktor

mendokumentasikan aspek-aspek perilaku merokok pada remaja, yaitu: 1) Ketersediaan rokok (faktor promosi), remaja mudah menemukan rokok, distribusi sampel gratis rokok oleh

Berdasarkan perhitungan statistik pada variabel perilaku merokok pada remaja, gambaran perilaku merokok remaja di Kota Bandung mempunyai perilaku merokok yang sedang yaitu sebanyak 31

Dokumen ini adalah karya tulis ilmiah yang membahas tentang perilaku merokok pada remaja dan faktor-faktor yang

Jumlah remaja yang masuk dalam kategori sering merokok lebih tinggi dari pada jumlah remaja yang masuk dalam kategori perokok eksperimen, ini menunjuk- kan bahwa perilaku merokok pada