ANALISIS MAKNA KONTEKSTUAL DALAM JANGIN GAYO KECAMATAN TERANGUN KABUPATEN
GAYO LUES
Skripsi
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
oleh Safrijal 1311010023
INDONESIA DAN DAERAH SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN BINA BANGSA GETSEMPENA
BANDA ACEH
2018
v DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR ... i
ABSTRAK ... ii
DAFTAR ISI ... iii
DAFTAR GAMBAR ... iv
DAFTAR LAMPIRAN ... v
BAB I PENDAHULUAN.. ... 1
1.1 Latar Belakang Masalah ... 1
1.2 Fokus Penelitian ... 3
1.3 Rumusan Masalah ... 3
1.4 Tujuan Penelitian ... 4
1.5 Manfaat Penelitian ... 4
BAB II LANDASAN TEORI ... 5
2.1 Konsep Makna ... .5
2.2 Makna Kontekstual ... .6
2.3 Ciri-ciri Sastra Lisan………..11
2.4 Fungsi Sastra Lisan ... 13
2.5 Nyanyian Rakyat ... 15
2.5.1 Defenisi Nyanyian Rakyat………15
2.5.2 Ciri-ciri Nyanyian Rakyat ... 20
2.5.3 Fungsi Nyanyian Rakyat ... 21
2.5.4 Puisi Lama ... 21
2.5.5 Ciri-ciri Puisi Lama ... 22
2.5.6 Bentuk-Bentuk Puisi Lama ... 23
2.6 Kajian Penelitian Relavan ... 28
2.7 Kerangka Berfikir ... 29
v
BAB III METODE PENELITIAN. ... .31
3.1 Desain Penelitian ... 31
3.2 Data dan Sumber Data ... 31
3.3 Teknik Pengumpulan Data ... 31
3.4 Keabsahan Data ... 32
3.5 Teknik Penganalisisan Data...32
BAB IV DATA DAN TEMUAN PENELITIAN ... ..34
4.1 Hasil Penelitian ... ..34
BAB V SIMPULAN DAN SARAN. ... ..50
5.1 Simpulan ... ..51
5.2 Saran ... ..52 DAFTAR PUSTAKA
GLOSARIUM .
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Menurut kamus umum Bahasa Gayo Indonesia, jangin adalah nyanyian berupa syair yang didendangkan biasanya dalam kegiatan saman dan bines (Rajab Bahry, 2011:202), sedangkan dalam pengertian seni sastra masyarakat Gayo Lues pada saman di sebut redet, pada seni bines di sebut jangin, dan pada seni didong disebut adi (Isma Tantawi, 2011:114). Berikut ini contoh jangin dan redet atau adi seperti di bawah ini:
“Curak ni tape ragi tepas gere ke ko melas munayu e engon komi kahe sire lepas santon enge mu relas taring uwe”
“Kune menyalahe mas mas ulung nawal ancur kuyu ari timur mas mas urum bebade e”
“Sayang ijo ijo ulung ni jejuer mera ke ko tuker urum bunge selanga”
Penelitian ini penting dilakukan karena jangin Gayo mulai ditinggalkan masyarakat Gayo apalagi dimasa modern ini karena banyaknya pengaruh budaya asing sehingga jangin Gayo dilupakan oleh masyarakat Gayo Lues. Untuk menjaga kelestarian jangin Gayo sebagai salah satu aset daerah perlu dijadikan bahan penelitian agar masyarakat Gayo Lues khususnya di desa Terangun mengingat kembali betapa besar makna jangin Gayo menyangkut tradisi leluhur dikalangan masyarakat Terangun, Gayo Lues pada umumnya.
Kesenian saman bines dan didong sangatlah digemari oleh penduduk setempat, disamping itu juga, beberapa kesenian Gayo saman didong telah mendapat apresiasi dari dunia Internasional (UNESCO) artinya kesenian Gayo bukan saja di gemari oleh masyarakat Gayo sendiri, tetapi juga sangat menarik bagi masyarakat lain.
Dewasa ini jangin hanya dinyanyikan untuk mengiringi tarian-tarian seperti saman, didong, dan bines. Tetapi masyakat Gayo sendiri kurang menyadari makna apa yang terdapat dalam jangin Gayo tersebut yang menyangkut nilai- nilai kebudayaan Gayo Lues. jangin kini mulai ditelan zaman, untuk itu, kita harus mengambil bagian dalam hal ini guna pemertahanan kebudayaan Gayo Lues yang semakin memudar. Menurut pandangan penulis jangin saman, didong dan bines saat ini, sering diganti dengan nyanyian daerah lain, sehingga ke khasan suku Gayo Lues ini hilang. Harusnya bahasa dan budaya daerahmu adalah identitas jati dirimu. Berdasarkan penomena inilah saya ingin menggambarkan kepada masyarakat Gayo pada umumnya dan khususnya di desa Terangun agar tetap menjaga dan mempertahankan tradisi masyarakat setempat. Apapun yang terdapat di dalam jangin Gayo nantinya akan penulis analisis dan membuktikan ada atau tidaknya aspek makna kontekstual di dalamnya. Keterkaitan tingkah laku masyarakat Gayo khususnya di Terangun untuk pemertahanan budaya Gayo perlu diadakan penelitian. Adapun penelitian tentang jangin Gayo ini yang akan penulis analisis nyanyian yang populer ditengah masyrakat Gayo khususnya di Terangun guna sebagai ilmu
pengetahuan bagi penulis sendiri dan membuka cakrawala pengetahuan, pemahaman, kepada khalayak umum melalui jangin Gayo ini.
Jhon Harol Brunvand mengatakan bahwa nyanyian rakyat adalah salah satu genre atau bentuk folklor yang terdiri dari kata-kata dan lagu yang beredar secara lisan diantara anggota kolektif tertentu, berbentuk tradisional, serta banyak mempunyai varian (Brunvand, 1968:130).
1.2 Fokus Penelitian
Dalam penelitian ini, hanya terfokus pada makna kontekstual dalam jangin Gayo yang ada di Desa Terangun Gayo Lues dan sebagai rujukan berupa buku tentang kebudayaan Gayo. Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini dengan menggunakan pendekatan kualitatif, yakni dengan menganalisis dan mendeskripsikan aspek makna kontekstual dalam jangin Gayo di Desa Terangun kabupaten Gayo Lues.
1.3 Rumusan Masalah
Bagaimanakah makna kontekstual dalam jangin Gayo di Desa Terangun berdasarkan tiga hal yaitu:
(1) Bagaimanakah makna konteks suasana dalam jangin Gayo di Desa Terangun?
(2) Bagaimanakah makna konteks tempat dalam jangin Gayo di Desa Terangun?
(3) Bagaimanakah makna konteks waktu dalam jangin Gayo di Desa Terangun?
1.4 Tujuan penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna jangin yang ada di kecamatan Terangun khususnya di Desa Terangun serta menyangkut unsur- unsur kebudayaan Gayo di dalam jangin tersebut. Berdasarkan rumusan masalah diatas, penelitian ini terfokus pada aspek makna kontekstual dalam jangin Gayo yang akan nantinya peneliti analisis.
1.5 Manfaat Penelitian
Manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut.
(1) Bagi mahasiswa, penelitian ini bermanfaat untuk meningkatkan apresiasi sastra dan cinta terhadap seni budaya daerah khususnya yang ada di Gayo Lues maupun didaerah lain dan menjaga kelestariannya.
(2) Bagi penulis, penelitian ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan tentang makna nyanyian yang ada didaerah Gayo dengan bahasa daerah Gayo Lues, serta pelestarian kebudayaan.
(3) Bagi masyarakat umum, dan pecinta seni sastra penelitian ini dapat memberikan pengetahuan dan membuka cakrawala dalam penelitian karya sastra yang ada di daerah-daerah lain, membantu penelitian selanjutnya yang berhubungan dengan bidang sastra, khususnya tentang nyanyian daerah, yang ada di Indonesia dan sebagai bukti indonesia itu kaya dengan bahasa dan kebudayaan.
Powered by TCPDF (www.tcpdf.org)