• Tidak ada hasil yang ditemukan

H. RAHMAT DZAKIR NIM. 200403056 Tesis in

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "H. RAHMAT DZAKIR NIM. 200403056 Tesis in"

Copied!
134
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Demikian hasil wawancara saya dengan ketua bursa kerja khusus Pak Asmui terkait apakah kepala sekolah berencana memberdayakan mantan siswanya. Hal ini sesuai dengan hasil wawancara dengan kepala sekolah Bapak. Kasmanom yang menyatakan: “Pentingnya alumni yang kami sampaikan ada pada visi dan misi sekolah untuk menjadi tujuan dan landasan bagi gerakan manajemen pemberdayaan alumni di Sekolah” 62. Seperti pada wawancara dengan kepala sekolah, peneliti ditanya bagaimana Anda mengetahui hasil yang dicapai melalui program pemberdayaan alumni di sekolah.

Rumusan Masalah

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Ruang Lingkup dan Setting Penelitian

Penelitian Terdahulu yang Relevan

Penelitian ini memfokuskan pembahasannya pada Sistem Informasi Karir berbasis Web dan WAP, sedangkan penelitian yang dilakukan berfokus pada manajemen strategis yang akan dilakukan oleh kepala sekolah. Ginting juga melakukan penelitian yang relevan dengan penelitian tersebut, Beliau melakukan penelitian di SMK Negeri 5 Medan pada tahun 2018 dengan judul “Manajemen.

Kajian Teori

  • Kepemimpinan
  • Manajemen Strategi
  • Kepala Sekolah
  • Pemberdayaan Alumni

Kepala sekolah/madrasah adalah guru yang diberi tugas tambahan kepada kepala Taman Kanak-Kanak/Raudhatul Athfal (TK/RA), Taman Kanak-Kanak Luar Biasa (TKLB), Sekolah Dasar (SD/MI), Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah. (SMP/MTs), sekolah menengah luar biasa (SMPLB), sekolah menengah atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA), sekolah. Dari penjelasan di atas dapat dipahami bahwa kedudukan direktur sekolah akan menentukan arah suatu lembaga.

Metode Penelitian

Data-data tersebut berasal dari data yang diperoleh dari dokumen-dokumen yang terdapat di sekolah. Teknik pengumpulan data merupakan bagian terpenting dalam penelitian, bahkan merupakan suatu keharusan bagi seorang peneliti karena data yang dibutuhkan untuk menjawab rumusan masalah penelitian diperoleh melalui instrumen tersebut. Teknik pengumpulan data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah pencatatan, pendokumentasian dokumen tertulis, pengarsipan dan hasil wawancara dan lain-lain.

Secara umum teknik analisis data yang dapat digunakan dalam penelitian kualitatif adalah analisis deskriptif kualitatif, yaitu menyajikan informasi faktual yang diperoleh dari lapangan yang banyak memuat informasi dan keterangan. Lebih spesifiknya teknik analisis data yang akan digunakan dalam penelitian adalah dengan menyajikan data agar dapat dipahami, sehingga langkah analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Model Analisis Interaktif yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman. Data yang baik juga memudahkan peneliti dalam mengidentifikasi cara untuk meningkatkan pengalamannya bersama peneliti.Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.

Meskipun kategorisasi awal dibentuk oleh pertanyaan-pertanyaan penelitian yang diajukan sebelumnya, analis kualitatif harus tetap terbuka untuk menggali makna baru dari data yang tersedia. Pembuatan kesimpulan melibatkan pertimbangan mengenai arti data yang dianalisis dan evaluasi implikasinya terhadap pertanyaan yang ada.

Sistematika Pembahasan

PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM PERENCANAAN

Gambaran Umum Lokasi Penelitian

Menjadikan SMK Negeri 1 Praya sebagai lembaga pendidikan yang mempersiapkan peserta didik yang kompeten dan berdaya saing yang berorientasi pada pasar kerja lokal dan global. Pengembangan jaringan kerjasama dengan dunia usaha dan industri di tingkat lokal, nasional dan internasional untuk kepentingan magang dan pemasaran lulusan. Pembinaan mental dan sikap profesional mahasiswa guru dan pegawai yang berlandaskan keimanan, ketaqwaan dan budaya bangsa.

Analisis SWOT penting dilakukan sebagai upaya sekolah melihat kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Perancangan dilakukan melalui identifikasi, pengamatan dan analisis lingkungan internal dan eksternal secara cermat dan rinci dengan melibatkan seluruh kepala sekolah, kepala sekolah, wakil kepala sekolah, Kaprog, kepala BKK dan BPBK, kepala kompetensi, TU dan komite sekolah. Analisis lingkungan internal dengan mengidentifikasi potensi kekuatan dan kelemahan sekolah dalam memaksimalkan pencapaian Visi dan Misi Sekolah.

Jalinan kerjasama dalam bentuk MoU dengan pihak terkait seperti DUDI, BLK dan perguruan tinggi dalam dan luar negeri untuk penguatan alumni. Dalam mengadaptasi kurikulum dengan dunia industri, masih terdapat perbedaan pemahaman yang memerlukan penyempurnaan terus menerus.

Tabel 2. Data Guru Tidak Tetap SMKN 1 Praya:
Tabel 2. Data Guru Tidak Tetap SMKN 1 Praya:

Paparan Data

Visi SMKN 1 Praya adalah : “Menjadikan SMK Negeri 1 Praya sebagai lembaga pendidikan yang mempersiapkan peserta didik yang kompeten dan berdaya saing yang berorientasi pada pasar kerja lokal dan global. Menyelenggarakan program kejuaraan SMA yang bermutu dan relevan dengan dunia kerja. kebutuhan masyarakat dan dunia usaha/industri serta berkaitan dengan standar kompetensi nasional dan internasional Mengembangkan mental dan sikap profesional peserta didik, guru dan pegawai berdasarkan agama, taqwa dan budaya nasional”53.

Hal serupa penulis rangkum dari hasil wawancara dengan Wakil Kepala Hubungan Industrial (HUBIN) Bapak MUHAMAD ILHAM yang ditanya apakah ada rencana kepala sekolah terkait pemberdayaan alumni, apakah ada sosialisasinya dan siapa saja yang melakukan hal tersebut. terlibat dalam pemberdayaan alumni, Wakil Ketua Hubin menyatakan: “Iya…. “Dimana sosialisasinya disinggung dalam pertemuan-pertemuan tertentu oleh direktur terkait alumni, di awal atau akhir tahun” 54. Ada banyak strategi, dalam hal ini setiap acara kami selalu melibatkan para alumni, dalam hal apapun kami mengkoordinasikan apa, bagaimana dan untuk apa yang dilakukan oleh para pemuda ini, serta peluang dan lain sebagainya di dunia industri, lapangan kerja dan lain sebagainya yang kami berikan kepada para alumni, termasuk hingga pada akhirnya kami memiliki sebuah BKK -job fair khususnya untuk anak-anak SMK kita"55.

Sedangkan untuk kontak direktur dengan kami, kami selalu ingat bahwa ketika kami wisuda, atau ketika ada kegiatan belajar mengajar, kami selalu bergaul dengan teman-teman dan sesama guru, sehingga bagi para wisudawan, entah mereka mengenal seseorang, itu kami update. selalu informasi tentang lulusannya setiap saat atau terus-menerus atau terus-menerus,” 57. BKK, ketua jurusan, wali kelas, beberapa Alumni yang sudah mempunyai jabatan di industri dan berani memberikan kesempatan kepada anak-anak kita yang berkompeten untuk berdaya di sana” 59.

Pembahasan

Merencanakan pembentukan BKK (Bursa Kerja Khusus) yang merupakan pasar kerja lokal dan global dalam upaya mempersiapkan mahasiswa yang mempunyai akses terhadap DUDI melalui lembaga pendidikan. Pembentukan strategi pembentukan BKK dan BPBK adalah dengan membangun kemitraan dengan DUDI dan BLK serta DISNAKER yang nantinya akan dijelaskan dalam MoU. Struktur kepengurusan sekurang-kurangnya harus mempunyai seorang presiden, seorang sekretaris, seorang bendahara, bidang pendataan dan pendaftaran lowongan, bidang informasi pasar tenaga kerja dan kunjungan perusahaan, suatu bidang.

076/U/1993 tentang Penetapan Bursa Kerja dan Pedoman Penyelenggaraan Bursa Kerja pada Satuan Pendidikan Menengah dan Tinggi, Surat Keputusan Bersama Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dan Direktur Jenderal Binapenta Departemen Pendidikan Jumlah Tenaga Kerja. 02/BP/1994 tentang Penyelenggaraan Bursa Kerja pada Satuan Pendidikan Menengah dan Pedoman Penyelenggaraan Bursa Kerja, Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan dan Mediasi Pekerja Rumah Tangga No. Bahwa kami kemudian duduk bersama dan menyusun rencana kerja serta memberikan informasi kepada Pertukaran Khusus di sekolah tentang segala macam informasi tentang pekerjaan, magang, kursus, kerja paruh waktu, kontrak dalam dan luar negeri, dll.

Pada mulanya lembaga ini merupakan salah satu fungsi bimbingan dan konseling di sekolah, dan dalam perkembangannya didirikan lembaga khusus bimbingan karir peserta didik yang akan meneruskan teknik membangun kerjasama dengan lembaga pelatihan dan beberapa perguruan tinggi yaitu dituangkan dalam bentuk MuO dengan masa peninjauan selama 2 tahun. Strategi sekolah dalam menjalin kerjasama ini adalah dengan merancang workshop untuk menyelaraskan kurikulum dengan industri atau institusi pendidikan agar memiliki kesamaan pandangan tentang pentingnya pemberdayaan alumni dan juga agar DUDI menjadi pengajar tamu.

PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM PELAKSANAAN

Berdasarkan kenyataan tersebut, peran BKK di sekolah sangat penting untuk memperdalam sektor pemberdayaan alumni di setiap sekolah dalam melaksanakan kebijakan strategis kepala sekolah. Proses evaluasi capaian Manajemen Pemberdayaan Alumni SMKN 1 Praya menghasilkan beberapa produk berupa data, lembaga yang dibentuk serta outcome yang perlu dikaji dan dipantau. Implementasi Manajemen Strategi Pemberdayaan Alumni di SMKN 1 Praya meliputi beberapa kegiatan: pembentukan bursa kerja khusus (BKK) dan BPBK siswa melanjutkan, pembentukan program Study Tracher, pelacakan alumni yang terkait dengan program Kementerian, sifatnya bersyarat, perjanjian persetujuan dengan DUDI dan lembaga pelatihan kompetensi masing-masing individu (IHKA, IFBEC, ICA, dll, sesuai daftar terlampir).

Evaluasi manajemen terhadap strategi pemberdayaan Alumni di SMKN 1 Praya yang dilaksanakan meliputi: penyusunan laporan pertanggungjawaban program, termasuk proses pencapaian program. Penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk menambah ilmu pengetahuan khususnya mengenai strategi pemberdayaan lulusan SMK. Khusus kepala sekolah dilakukan sesuai dengan variabel penelitian yang berkaitan dengan Strategi Direktur Pemberdayaan Alumni SMKN 1 Praya, terbatas pada bidang penelitian Strategi Pemberdayaan Alumni yang dilakukan melalui: a) Perencanaan Pemberdayaan Alumni ; b) Implementasi Pemberdayaan Alumni;

R : Sesuai dengan hasil rapat pada saat panitia dibentuk, jelas bahwa segala sesuatu yang berhubungan dengan pemberdayaan alumni berada di bawah koordinasi Wakil Ketua Hubin. Pertanyaan: Bagaimana cara mengetahui hasil apa saja yang telah dicapai dari program pemberdayaan alumni di sekolah dan bagaimana cara menilainya? R: Tergantung situasi, tapi setidaknya setiap tahun kami selalu melakukan manajemen pemberdayaan alumni di sekolah kami.

Bapak Asmui, Ketua BKK SMKN 1 Praya yang saya hormati sehubungan dengan skripsi saya yang berjudul Manajemen Strategi Pemberdayaan Alumni di SMKN 1 Praya Kabupaten Lombok Tengah.

PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM EVALUASI

PENUTUP

Kesimpulan

Perencanaan pengelolaan strategi pemberdayaan lulusan SMKN 1 Praya, dilakukan dengan rumusan perencanaan pemberdayaan, meliputi: penetapan visi dan misi dengan orientasi terhadap penyerapan lulusan DUDI lokal dan global, perencanaan pelatihan pasar kerja khusus BKK dan BPBK, kerjasama perencanaan dengan DUDI dan BLK, perencanaan penelitian Alumni (Studi tracher).

Implikasi Teoritis

Saran

R: Iya, sebenarnya kami sangat mementingkan alumni dalam visi dan misi sekolah sehingga menjadi tujuan dan landasan dalam mengelola pemberdayaan alumni di sekolah kami. R: Dalam pertemuan-pertemuan tertentu rektor menyebut alumni kita, di awal dan di akhir tahun selalu menyebut alumni kita. R: Kalau struktur organisasinya, direktur di atas, lalu wakil kepala HUBIN, lalu BKK, ada teman-teman yang lain.

P : kepala sekolah dalam evaluasi mengadakan pertemuan atau semacam pemberian penghargaan kepada TIM BKK dll. R : Untuk sosialisasi kepala sekolah kepada kami, kami selalu diingatkan bahwa ketika kami lulus atau ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung, kami selalu bersosialisasi dengan teman dan rekan pengajar, sehingga mengenai alumni baik yang kenal dengan seseorang maka kami selalu update informasi tentang alumni setiap saat atau secara berkelanjutan. . R : kita ada BKK yang bekerjasama dengan teman-teman ketua KK, kadang lebih intens antara ketua KK dan wali kelas, lalu kita coba dari atas ke bawah mengenai perasaan anak, kita minta bantuan wali kelas untuk mencoba mensosialisasikannya kepada alumni terkait program pemberdayaan alumni.

R: Kami selalu melaporkan secara berkala sejauh mana pencapaian kami. Proses tracking alumni yang kami terapkan. R : kita adakan pertemuan lagi termasuk temu alumni, biasanya bagi alumni yang sukses kita adakan hari alumni, maka dari itu kita ajak beberapa teman kita yang punya jabatan bagus di sekolah untuk mengatur kelasnya sesuai jurusannya.

Gambar

Tabel 2. Data Guru Tidak Tetap SMKN 1 Praya:
Table 3. Data pegawai tetap dan Tidak Tetap SMKN 1 Praya.

Referensi

Dokumen terkait

Implikasi dari kegiatan ini para pelatih mampu melaksanakan proses latihan dengan baik dan menerapkan model latihan keterampilan teknik dasar sepakbola