PENDAHULUAN
Identifikasi Masalah
Batasan Masalah
Rumusan Masalah
Apa pentingnya pengaturan hak anak penyandang disabilitas dalam UU No 8 Tahun 2016 dengan penerapan teknologi modern saat ini.
Tujuan dan Manfaat Penulisan Skripsi
Dengan adanya Konvensi Hak Penyandang Disabilitas diharapkan negara dapat memprioritaskan pemenuhan perlindungan hak asasi manusia bagi penyandang disabilitas. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1997 memposisikan penyandang disabilitas sebagai objek, bukan subjek, yang sebenarnya memiliki kreativitas dalam pengembangan karakter. Materi utama dalam disahkannya UU Nomor 8 Tahun 2016 adalah pemenuhan hak penyandang disabilitas dan perbedaan kondisi akses bagi penyandang disabilitas.
Review Study Terdahulu
Kerangka Teori
Teori kepastian hukum saya gunakan untuk memperjelas ketika membahas tesis ini, karena teori kepastian hukum itu sendiri merupakan perlindungan yang sah terhadap tindakan sewenang-wenang, artinya setiap orang akan bisa mendapatkan apa yang diharapkannya dalam keadaan tertentu. Asas keamanan hukum dalam supremasi hukum, yang mengutamakan landasan peraturan hukum, kepatuhan dan keadilan dalam setiap kebijakan penyelenggaraan negara. 11 Tjia Siauw Jan, Pengadilan Pajak: Mengupayakan Keamanan Hukum dan Keadilan Bagi Wajib Pajak, (Bandung: Alumni P.T., 2013), hal.63.
Metode Penelitian
- Sistematika Penulisan
Merupakan sumber data yang diambil dari sumber aslinya yang memuat segala informasi yang berkaitan dengan penelitian ini. Bab ketiga menjelaskan tentang sejarah lahirnya UU No. 8 Tahun 20016, latar belakang lahirnya UU No. 8 Tahun 2016 tentang Disabilitas, sistematika penulisan teks akademik pada UU No. 8 Tahun 2016, konteksnya dalam hukum Islam serta sarana dan prasarana bagi penyandang disabilitas. Bab empat menganalisis Hukum Islam dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Disabilitas tentang ketentuan hak anak penyandang disabilitas di Indonesia dan penerapannya dalam konteks modernisasi saat ini.
TINJAUAN UMUM HAK ANAK DISABILITAS MENURUT
Hak Anak Menurut Hukum Islam
Hifz al nafs (menjaga kesehatan) menjaga kesehatan anak merupakan salah satu kewajiban orang tua, baik kesehatan jasmani maupun rohani. Hifz al-nasl merupakan pemeliharaan silsilah anak dalam Islam yang terlihat dari terpeliharanya kehormatan anak. Hifz al-aql pemeliharaan aql pemeliharaan pendidikan anak merupakan pilar penting bagi upaya mengangkat derajat kemanusiaan dan kemajuan peradaban manusia yang dikenal dalam Islam dengan sebutan (hifz al-aql).14.
Pengertian Anak Menurut Hukum Positif
1 Tahun 1974 yang mempunyai isi berbeda mengenai hak anak cacat, pada ayat 1 Pasal 98 KHI menjelaskan tentang hak anak cacat, dalam UU No. Konvensi Hak-Hak Anak (CRC) secara luas mendefinisikan anak-anak sebagai mereka yang berusia di bawah 18 tahun, namun juga mengakui batasan usia yang berbeda-beda yang mungkin berlaku dalam hukum nasional. Konvensi Hak Anak merupakan instrumen internasional di bidang hak asasi manusia yang secara khusus mengatur segala sesuatu yang berkaitan dengan hak anak.
Hak Anak Menurut Hukum Positif
Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai disabilitas, seperti mengklasifikasikan penyandang disabilitas sebagai kelompok yang lemah, terbelakang, dan tidak mandiri, menyebabkan banyak bentuk diskriminasi yang dihadapi oleh penyandang disabilitas. Padahal, dalam undang-undang no. 4 Tahun 1997 poin tentang aksesibilitas, yaitu kenyamanan yang diberikan kepada penyandang disabilitas guna mewujudkan persamaan kesempatan dalam segala aspek kehidupan dan penghidupan.41. Prinsip inklusif dimaksudkan sebagai kondisi yang menghapuskan segala bentuk diskriminasi terhadap penyandang disabilitas.
54 Yang dimaksud dengan aksesibilitas adalah kemudahan yang diberikan kepada penyandang disabilitas untuk mewujudkan persamaan kesempatan dalam segala aspek penyelenggaraan negara dan masyarakat. Sarana dan prasarana bagi penyandang disabilitas di ruang publik di berbagai daerah masih sangat minim. Berdasarkan hal tersebut, maka yang dimaksud dengan atau batasan pengertian “aksesibilitas” dalam RUU ini adalah kemudahan bagi penyandang disabilitas untuk mewujudkan persamaan kesempatan dalam segala aspek kehidupan.
Pelayanan informasi juga harus disediakan di setiap fasilitas umum agar penyandang disabilitas dapat memahami informasi yang diberikan. RUU ini juga mengatur pemberian sanksi administratif bagi setiap penyedia fasilitas umum dan pelayanan publik yang tidak memberikan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Konvensi Hak Penyandang Disabilitas memuat hak-hak sosial, ekonomi, budaya, politik dan sipil yang komprehensif.
64 tentang harkat dan martabat yang melekat pada penyandang disabilitas, selain itu pemerintah juga harus menjamin hak-hak penyandang disabilitas. Berdasarkan uraian singkat materi penyusunan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Disabilitas, penulis menganalisis bahwa isi pembuatan undang-undang ini dan penjelasannya mengenai pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas masih cukup standar dibandingkan kepada yang dinyatakan. Namun, dalam kondisi saat ini, undang-undang tersebut belum relevan dengan apa yang seharusnya ada bagi penyandang disabilitas di zaman modern seperti sekarang ini.
Pengertian Disabilitas dan Ruang Lingkupnya
Hak anak Penyandang Disabilitas
Dalam Pancasila terdapat sila kelima yang menegakkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, yang jika diartikan secara luas berarti saling menghormati hak masing-masing, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban, serta menghormati hak orang lain. Ketentuan dalam bab ini merupakan bentuk perlindungan terhadap hak konstitusional warga negara pada umumnya, termasuk warga negara penyandang disabilitas. 40 Ketentuan tersebut dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu perlindungan hak asasi manusia khusus bagi warga negara dan perlindungan hak asasi manusia untuk semua yang tidak berarti hanya warga negara Indonesia saja.
Dalam kedua jenis kelompok tersebut tidak ada klasifikasi lain, artinya apakah perlindungan itu untuk warga negara atau untuk siapa saja, kelompok disabilitas termasuk di antara keduanya. 41 Pemahaman ini menegaskan bahwa kelompok penyandang disabilitas termasuk dalam istilah “semua” dalam ketentuan Pasal 28H UUD 1945. 39. Dalam CRPD (Convention on the Rights of Persons with Disabilities) Konvensi Hak-Hak Penyandang Disabilitas penyandang disabilitas yang telah disahkan dalam UU No. 19 Tahun 2011 tentang Pengesahan KDPAK.
CRPD merupakan instrumen hak asasi manusia internasional dan nasional dalam upaya menghormati, memenuhi dan melindungi hak-hak disabilitas di Indonesia. Tujuan dari konvensi ini adalah untuk memajukan, melindungi dan menjamin persamaan hak dan kebebasan mendasar bagi semua penyandang disabilitas, serta penghormatan terhadap martabat penyandang disabilitas. Salah satu perbedaan CRPD dengan konvensi internasional terkait perlindungan hak asasi manusia lainnya adalah luasnya tujuan, makna dan ruang lingkup perlindungan disabilitas.
Dari kedua tujuan tersebut terlihat bahwa Konvensi ini bertujuan untuk menegaskan kembali bahwa penyandang disabilitas mempunyai hak asasi manusia dan martabat yang seharusnya dapat mereka nikmati sepenuhnya, tanpa diskriminasi atas dasar disabilitas yang mereka miliki.40.
LATARBELAKANG PEMBENTUKAN UNDANG-UNDANG NO 8
Sistematika Penulisan Undang-Undang No 8 Tahun 2016
Sarana dan Prasaranan penyandang Disabilitas
ANALISIS UNDANG-UNDANG NO 8 TAHUN 2016 DAN
Hak Anak Disabilitas Dalam Persfektif Hukum Islam
Teknologi Modern Bagi Penyandang Disabilitas dalam UU NO 8
Masyarakat teknologi tinggi yang mengutamakan pendidikan dan kemampuan intelektual kurang toleran terhadap penyandang disabilitas. Seiring bertambahnya usia seorang anak tunagrahita, penerimaannya oleh anak lain dipengaruhi oleh sikap, toleransi dan emosi pribadi orang tua anak tunagrahita tersebut.59. Undang-Undang Pendidikan Individu dengan Disabilitas (IDEA), termasuk amandemennya pada tahun 1997, menyatakan bahwa bantuan teknologi dapat diberikan kepada siswa penyandang disabilitas untuk memastikan pendidikan yang gratis dan sesuai.
Dua jenis teknologi yang dapat digunakan untuk meningkatkan pendidikan anak penyandang disabilitas adalah teknologi instruksional (pengajaran) dan teknologi bantu (assistive). Teknologi bantu lainnya, banyak anak penyandang disabilitas fisik (seperti kelumpuhan) tidak dapat menggunakan perangkat umum seperti Layar sentuh, tablet sentuh, penunjuk optik, dan perangkat yang dikontrol suara merupakan alat alternatif yang memungkinkan mereka menggunakan komputer.
Perangkat lunak atau perangkat keras khusus seperti televisi sirkuit tertutup dapat memperbesar gambar untuk anak tunanetra. Teknologi komunikasi untuk anak tunarungu dapat memungkinkan anak tunarungu berkomunikasi dengan orang lain melalui telepon. Penjelasan di atas menjelaskan bahwa teknologi untuk anak penyandang disabilitas telah diterapkan di negara-negara maju seperti Amerika, fasilitas dan dukungan yang memadai bagi penyandang disabilitas memungkinkan mereka mendapatkan hak yang setara dengan hak orang normal.
Namun yang terjadi di dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tidak ada penjelasan mengenai sarana dan prasarana modern seperti yang dijelaskan pada penjelasan di atas. Dalam pembentukan undang-undang ini, penulis juga tidak menemukan penjelasan mengenai fasilitas seperti yang ada. telah diterapkan di Amerika sana.
Analisis Penulis
Namun secara umum pembuatan undang-undang ini sudah cukup, kita tinggal menunggu implementasinya yang menurut penulis masih akan sangat sulit di Indonesia. Dilihat dari kepentingannya bagi hukum Islam, undang-undang ini nampaknya juga memperhatikan hak-hak anak berkebutuhan khusus sebagaimana dijelaskan dalam hukum Islam, pemenuhan hak-hak anak berkebutuhan khusus yang didukung oleh agama ternyata juga diterapkan dalam Undang-Undang. TIDAK. 8 Tahun 2016, hal ini membuktikan bahwa Indonesia mempunyai itikad baik untuk mewujudkan hak-hak penyandang disabilitas. Dijelaskan dalam Hukum Islam sendiri bahwa sebagai sesama manusia kita adalah sama di mata Allah SWT, maka sesama umat Islam dan masyarakat lainnya tidak boleh mencemooh orang yang kemampuannya kurang atau tidak sempurna kemampuannya dibandingkan orang lain, namun kita harus menghormati dan menghormati. masyarakat berkebutuhan khusus, khususnya anak-anak, yang mudah terkena pengaruh negatif karena ketidaksempurnaan fisiknya.
Disinilah peranan hukum Islam yang telah dijelaskan bahwa semua manusia adalah sama dan tidak ada perbedaan di mata Allah SWT. 79 semua manusia adalah sama tanpa ada perbedaan bentuk dan penampilan fisik karena mereka semua sama di mata Allah SWT. Menurut UU No 8 Tahun 2016, hak-hak anak penyandang disabilitas di Indonesia sudah terjamin sepenuhnya, namun yang terjadi masih banyak anak penyandang disabilitas di Indonesia yang terlantar dan masih banyak anak penyandang disabilitas di Indonesia yang tidak terpenuhi kebutuhannya, mungkin jika sebagai akibat UU No. 8 Tahun 2016 tentang Disabilitas masih cenderung baru dan belum terimplementasi dengan baik.
Namun seharusnya undang-undang ini harus disosialisasikan secepatnya agar anak penyandang disabilitas bisa mendapatkan haknya, hak yang sama seperti anak lainnya. Saat menyusun undang-undang ini, masih banyak kesalahan data, misalnya data survei hanya memilih beberapa daerah saja, hal ini juga masih menjadi kekhasan. Penulis menyimpulkan bahwa kota-kota yang menjadi subjek penelitian adalah kota-kota yang sudah memiliki peraturan daerahnya sendiri, namun masih belum mampu mengimplementasikannya pada masyarakat luas. Dengan adanya CRPD internasional, maka pemerintah Indonesia harus lebih aktif dalam mensosialisasikan undang-undang ini, pemerintah harus mengambil tindakan, dan masyarakat harus membantu pemerintah agar penyandang disabilitas tidak dikucilkan dan dipinggirkan.
Proposal ini ditujukan dan didedikasikan kepada penyandang disabilitas di Indonesia untuk menjamin keadilan seutuhnya bagi penyandang disabilitas fisik.
PENUTUP
Saran
Penulis berpesan agar setiap undang-undang yang dibuat hendaknya terlebih dahulu melihat situasi dan keadaan masyarakat sekitar, karena setiap undang-undang yang dibuat adalah tentang hak-hak masyarakat yang bersangkutan, seperti dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 yang telah penulis susun. Jika kita analisa, masih banyak kekurangan dan banyak kemungkinan yang tentunya akan menyulitkan pemenuhan hak-haknya. Isi undang-undangnya sangat bagus dan penyandang disabilitas memang sangat baik, namun pada akhirnya kembali ke tahap implementasi akan menjadi kesulitan dan pekerjaan baru bagi pemerintah pusat dan daerah, karena perlu memperbarui sistem yang sudah ada. pemerintah. harus memperbarui terlebih dahulu berbagai fasilitas seperti jalan bagi penyandang disabilitas, angkutan umum dan hal-hal kecil lainnya untuk memaksimalkan penerapan undang-undang tersebut. Penulis menawarkan solusi agar masyarakat dan pemerintah harus bekerja sama untuk mencapai tujuan mewujudkan negara ramah disabilitas sehingga pihak yang tertinggal yaitu penyandang disabilitas dapat terpenuhi kebutuhannya.