• Tidak ada hasil yang ditemukan

HAKIKAT DAN SEJARAH BAHASA INDONESIA

N/A
N/A
Shabrina Chairani

Academic year: 2024

Membagikan "HAKIKAT DAN SEJARAH BAHASA INDONESIA "

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

HAKIKAT DAN SEJARAH BAHASA INDONESIA

(Makalah ini saya buat untuk memenuhi tugas mata kuliah bahasa Indonesia saya) Dosen pengampu:

Dedi Satriawan,M.Pd.

Disusun oleh:

Nama : SOPIYA YANA NPM : 2151010130 Kelas : C

Program Studi : Ekonomi Syariah

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UIN RADEN INTAN LAMPUNG

TAHUN 2021/2022

(2)

KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Dengan mengucap rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberi kita nikmat iman, nikmat sehat, nikmat ilmu pengetahuan sehingga Makalah yang berjudul “ Hakikat dan sejarah bahasa Indonesia “, Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepanda baginda Nabi besar Muhammad SAW, beserta seluruh keluarga dan sahabatnya yang senantiasa setia membantu perjuangan beliau dalam menegakan Dinullah dimuka bumi ini. Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat penyelesaian tugas mata kuliah bahasa Indonesia yang diampu oleh Bapak Dedi Satriawan, M.Pd. pada Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung. Tentunya kami sebagai manusia tidak luput dari kesalahan, kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu saran dan kritik yang konstruktif serta membangun dari semua pihak sangat kami harapkan guna kesempurnaan makalah ini nantinya. Akhirnya hanya kepada Allah SWT kita kembalikan semua urusan dan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak, khususnya bagi penulis dan para pembaca pada umumnya. Semoga Allah SWT meridhoi dan dicatat sebagai ibadah di sisi-Nya, aamiin.

Bandar Lampung, Desember 2021

Penyusun

(3)

DAFTAR PUSTAKA HALAMAN JUDUL

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN A. Lata Belakang B. Rumusan Masalah C. Tujuan Penulisan BAB II PEMBAHASAN

(4)

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

Bahasa merupakan salah satu unsur identitas nasional. Bahasa dipahami sebagai system perlambangan yang secara arbiter dibentuk atas unsur-unsur bunyi ucapan manusia dan digunakan sebagai sarana

berinteraksi manusia.Di Indonesia terdapat beragam bahasa daerah yang mewakili banyaknya suku-suku bangsa atau etnis.

Setelah kemerdekaaan, bahasa Indonesia ditetapkan sebagai bahasa nasional.Bahasa Indonesia dulu dikenal dengan bahasa melayu yang merupakan bahasa penghubung antar etnis yang mendiami kepulauan nusantara.Selain menjadi bahasa penghubung antara suku-suku,bahasa melayu juga menjadi bahasa transaksi perdagangan internasional di kawasan kepulauan nusantara yang digunakan oleh berbagai suku bangsa Indonesia dengan para pedagang asing.

Pada tahun 1928 bahasa melayu mengalami perkembangan yang luar biasa.Pada tahun tersebut para tokoh pemuda dari berbagai latar belakang suku dan kebudayaaan menetapakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan Indonesia,keputusan ini dicetuskan melalui sumpah pemuda.Dan baru setelah kemerdekaan Indonesia tepatnya pada tanggal 18 Agustus Bahas Indonesia diakui secara Yuridis.

B. RUMUSAN MASALAH 1. Apa hakikat bahasa ?

2. Bagaimaan sejarah perkembangan bahasa indonesia 3. Apa kedudukan dan fungsi bahasa indonesia

4. Bagaimana ragam bahasa indonesia tersebut ?

(5)

C. TUJUAN PENULISAN

1. Menjelaskan pengertian hakikat bahasa Indonesia secara umum 2. Menjelaskan pengertian hakikat bahasa Indonesia menurut para ahli 3. Menjelaskan fungsi bahasa Indonesia

(6)

BAB II PEMBAHASAN A. HAKIKAT BAHASA INDONESIA

Manusia adalah mahluk sosial, sehingga manusia perlu berinteraksi dengan manusia yang lainya. Pada saat manusia membutuhkan eksistensinya diakui, maka interaksi itu terasa semakin penting. Kegiatan berinteraksi ini membutuhkan alat, sarana/media, yaitu bahasa. Sejak saat itulah bahasa menjadi alat, sarana atau media.

1. Pengertian Bahasa

Secara umum bahasa didefinisikan sebagai lambang. Bahasa adalah alat kornunikasi yang berupa sistem lambang bunyi yang dihasilkan alat ucap manusia.

Pengertian bahasa menurut Santoso, Keraf, dan Wibowo

1). Santoso mengatakan bahwa ujaran lah yang membedakan manusia dan mahluk lainya.

2). Menurut Keraf (1986), bahasa meliputi 2 bidang, yaitu bunyi dan arti.

Bunyi merupakan getaran yang bersifat fisik yang merangsang alat pendengaran yang dihasilkan oleh alat ucap sedangkan arti atau makna merupakan isi yang terkandung dalam arus bunyi tersebut.

3). Menurut Wibowo (2001:3) bahasa adalah sistem simbol bunyi yang bermakna dan berartikulasi (dihasilkan oleh alat ucap) yang bersifat arbitrer dan konvensional, yang dipakai sebagai alat berkomunikasi oleh

sekelompok manusia untuk melahirkan perasaan dan pikiran. 1

1 https://id.scribd.com/document/452146396/HAKIKAT-DAN-FUNGSI-BAHASA-INDONESIA-doc

(7)

2). Hakikat Bahasa

1. Bahasa itu sistematik

Sistematik berarti beraturan atau berpola. Dalam hal bunyi, tidak sembarangan bunyi bisa dipakai sebagai suatu symbol dari suatu rujukan dalam berbahasa. Contoh dari tataran fonologi dalam bahasa Indonesia terdapat satu buah bunyi bermakna [o] ‘paham’ ; selain itu, rangkaian dua bunyi vocal [ee] ‘buang air besar’; rangkaian tiga bunyi [bah] ‘air besar yang mengalir deras’.

2. Bahasa itu manasuka(arbiter)

Manasuka atau arbiter adalah acak, bisa muncul tanpa alasan. Kata-kata adalah symbol dalam bahsa, sebuah kata dapat muncul tanpa hubungan logis dengan yang disimbolkannya. Orang Minahasa menamai beras dengan sebutan kan, itu terserah komunitas orang Minahasa, biarlah orang Jawa menamakannya sego, atau orang Ranau di Sumatra Selatan menyebutnya mi.

Bukti-bukti diatas menjadi bukti bahwa bahsa memiliki sifat arbiter, manasuka, atau acak semuanya. Pemilihan bunyi dan kata dalam hal ini benar-benar sangat bergantung pada konvensi aau kesepakatan pemakai bahasa suatu bahsa.

3. Bahasa itu bunyi

Bahasa mewujud dalam bentuk bunyi. Kemajuan teknologi dan

perkembangan kecerdasan manusia memang telah melahirkan bahasa dalam wujud tulis, tetapi system tulis tidak bisa menggantikan cirri bunyi dalam bahasa. System penulisan hanyalah alat untuk menggambarkan bunyi di atas kertas yang memiliki beberapa fungsi, yaitu sebagai pelestari ujaran dan pelestari kebudayaan manusia. Realitas yang menunjukan bahwa bahasa itu

(8)

bunyi, mengakibatkan telaah tentang bahasa atau linguistic memiliki cabang telaah bunyi yang disebut dengan istilah fonetik dan fonologi.

4. Bahasa itu simbol

Symbol adalah lambang sesuatu, bahasa juga adalah lambang sesuatu.

Titik-titik air yang jatuh dari langit diberi symbol dengan bahasa dengan bunyi tertentu. Bunyi tersebut jika ditulis adalah hujan. Hujan adalah symbol linguistic yang bisa disebut kata untuk melambangkan titik-titik air yang jatuh dari langit itu. Symbol bisa berupa bunyi, tetapi bisa berupa goresan tinta berupa gambar di atas kertas..

5. Bahasa itu mengacu pada dirinya

Bunyi-bunyi yang digunakan manusia bisa digunakan untuk menganalisis bunyi itu sendiri. Dalam istilah linguistic, kondisi seperti itu disebut dengan metalaguange, yaitu bahasa bisa dipakai untuk membicarakan bahasa itu sendiri. Linguistik menggunakan bahasa untuk menelaah bahasa secara ilmiah.

6. Bahasa itu manusiawi

Bahasa itu manusiawi dalam artian bahwa itu adalah kekayaan yang hanya dimiliki umat manusia. Manusialah yang berbahasa sedangkan hewan dan tumbuhan tidak.

7. Bahasa itu komunikasi

Fungsi terpenting bahasa adalah komunikasi dan interaksi. Komunikasi mencakup makna mengungkapkan dan menerima pesan, caranya bisa dengan berbicara, mendengar, menulis atau membaca. Komunikasi tidak hanya berlangsung antar manusia yang hidup pada satu jaman, komunikasi itu bisa dilakukan antar manusia pada jaman yang hidup pada jaman yang berbeda, tentu saja meskipun hanya satu arah. Contohnya nabi Muhammad SAW telah

(9)

meninggal beberapa ratus tahun silam, tetapi ajaran-ajarannya telah berhasil dikomunikasikan kepada umat manusia pada masa sekarang.2

3). Ciri-ciri bahasa

Berikut akan dipaparkan beberapa hakikat bahasa menurut para ahli. Dimulai dari pendapat Chaer (dalam Muliastuti, 2014, hlm. 13) yang mengungkapkan bahwa ciri bahasa (hakikat bahasa) adalah sebagai berikut:

a). Bahasa itu adalah sebuah sistem, yang berarti bahasa memiliki susunan teratur berpola yang membentuk suatu keseluruhan yang bermakna atau berfungsi.

b). Bahasa itu berwujud lambang, kata atau gabungan kata dalam bahasa terdiri atas lambang-lambang bunyi, contohnya adalah huruf a-z dalam alphabet.

c). Bahasa itu berupa bunyi, namun spesifik terhadap bunyi-bunyi bermakna yang dihasilkan oleh alat ucap manusia, bunyi tersebut disebut dengan

fon/fonem (bunyi diluar bersin, batuk, dsb).

d).Bahasa itu bersifat arbitrer, dipilih secara acak tanpa alasan tetapi

berdasarkan kebiasaan (sepatu disebut sepatu, mengapa tidak disebut alas kaki?

karena bahasa itu arbiter; manasuka).

e). Bahasa itu bermakna, kata atau morfem pada dasarnya telah memiliki makna, namun jika disusun dalam kalimat tidak bermakna maka kalimat tersebut bukanlah bahasa. Oleh karena itu, segala ucapan yang tidak bermakna bukanlah bahasa.

d).Bahasa itu bersifat konvensional, bahasa haruslah mematuhi konvensi bahwa lambang tertentu digunakan untuk mewakili konsep yang diwakilinya.

Jika tidak dipatuhi maka akan terjadi hambatan komunikasi yang terjadi karena hambatan bahasa.

2 https://makalahiainibpadang.blogspot.com/2016/10/hakikat-bahasa.html?m=1

(10)

e).Bahasa itu bersifat unik, atau memiliki ciri khas spesifik yang tidak dimiliki oleh bahasa lain. Contohnya, susunan kata dalam kalimat bahasa Indonesia sangat menentukan makna, sedangkan dalam bahasa Latin tidak.

f).Bahasa itu bersifat universal, meskipun unik bahasa tetap memiliki ciri sama yang dimiliki oleh semua bahasa di dunia. Misalnya, setiap bahasa memiliki kata-kata berkategori nomina, verba, ajektiva, adverbia. Setiap bahasa juga memiliki unsur konsonan dan vokal.

g).Bahasa itu bersifat dinamis, perkembangan budaya suatu masyarakat bahasa akan berakibat pula pada perkembangan bahasanya. Suatu kata dapat meluas atau menyempit maknanya. Berbagai dialek akan terus bermunculan, dan kosakata suatu bahasa akan terus bertambah.

h).Bahasa itu bersifat manusiawi, Binatang tidak dapat menyampaikan konsep baru atau ide baru dengan alat komunikasinya, Mengapa? Karena binatang tidak dianugerahi akal budi bahasa yang menyamai manusia.3 B. KEDUDUKAN DAN FUNGSI BAHASA INDONESIA

1. Kedudukan bahasa Indonesia

Dalam kedudukannya sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat pengembangan kebudayaan nasional, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Dalam hunumgan ini, bahasa Indonesia adalah alat yang memungkinkan kita membina dan mengembangkan kebudayaan nasional sedemikian rupa sehingga ia memiliki ciri-ciri dan identitasnya sendiri , yang membedakannya dari kebudayaan daerah. Pada waktu yang sama bahasa Indonesia dipergunakan sebagai alat untuk menyatakan nilai-nilai sosial budaya nasiona Halim (1979:4).

Di dalam kedudukannya sebagai sumber pemerkaya bahasa daerah, bahasa Indonesia berperanan sangat penting. Sastra Indonesia merupakan wahana

3https://serupa.id/hakikat-dan-pengertian-bahasa-isi-sifat-dasar-ciri-khusus/

(11)

pemakaian bahasa Indonesia dari segi estetis sehingga menjadi bahasa yang penting dalam dunia internasional Arifin dan Amran (2008:13-15).4

2. Fungsi Bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari mempunyai beberapa fungsi sebagai:

a. Informasi b. Ekspresi diri

c. Untuk adaptasi dan integrasi d. Alat kontrol sosial

e. Alat mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain f. Alat komunikasi

g. Peranan dan fungsi bahasa Indonesia di dalam bernegara berperanan sangat vital diantaranya sebagai:

(1). Bahasa resmi kenegaraan.

(2). Bahasa pengantar dalam dunia pendidikan.

(3). Bahasa resmi untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional serta kepentingan pemerintah dan di bidang kebudayaan mempunyai fungsi alat pengembangan kebudayaan.

(4). Bahasa pemersatu yaitu bahasa yang mempersatukan suku bangsa yang berlatar budaya dan bahasa yang berbeda-beda.

(5).Bahasa baku yang berfungsi sebagai pemberi kekhasan.5

4 https://makalahiainibpadang.blogspot.com/2016/10/hakikat-bahasa.html?m=1 5 https://makalahiainibpadang.blogspot.com/2016/10/hakikat-bahasa.html?m=1

(12)

C.RAGAM BAHASA INDONESI

Ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara. Ragam bahasa yang oleh penuturnya dianggap sebagai ragam yang baik , yang biasa digunakan di kalangan terdidik, di dalam karya ilmiah (karangan teknis, perundang-undangan), di dalam suasana resmi, atau di dalam surat menyurat resmi (seperti surat dinas) disebut ragam bahasa baku atau ragam bahasa resmi.

Menurut Dendy Sugono (1999 : 9), bahwa sehubungan dengan pemakaian bahasa Indonesia, timbul dua masalah pokok, yaitu masalah penggunaan bahasa baku dan tak baku. Dalam situasi remi, seperti di sekolah, di kantor, atau di dalam pertemuan resmi digunakan bahasa baku. Sebaliknya dalam situasi tak resmi, seperti di rumah, di taman, di pasar, kita tidak dituntut menggunakan bahasa

D. SEJARAH BAHASA INDONESIA

Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia dan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu.

Penggunaan istilah “bahasa Melayu” telah dilakukan pada masa sekitar 683-686 M, yaitu angka tahun yang tercantum pada beberapa prasasti berbahasa Melayu kuno dari Palembang dan Bangka. Prasasti-prasati ini ditulis dengan aksara Pallawa atas perintah raja Kerajaan Sriwijaya. Awal penamaan bahasa Indonesia sebagai jati diri bangsa bermula dari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Di sana, pada kongres Nasional Kedua di Jakarta diumumkanlah

penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa untuk Negara Indonesia pasca- merdeka.Soekarno tidak memilih bahasanya sendiri, yaitu bahasa Jawa (yang sebenarnya juga bahasa mayoritas pada saat itu), namun beliau memilih bahasa Indonesia yang beliau dasarkan dari bahasa Melayu yang dituturkan di Riau.

(13)

Bahasa Melayu Riau dipilih sebagai bahasa persatuan negara Republik Indonesiaatas beberapa pertimbangan sebagai berikut :

1.Jika bahasa Jawa digunakan, suku-suku bangsa atau golongan lain di Republik Indonesia akan merasa dijajah oleh suku Jawa yang merupakan golongan mayoritas di Republik Indonesia.

2.Bahasa Jawa jauh lebih sukar dipelajari dibandingkan dengan bahasa Melayu Riau. Ada tingkatan bahasa halus, biasa, dan kasar yang digunakan untuk orang yang berbeda dari segi usia, derajat, ataupun pangkat.

3.Bahasa Melayu Riau yang dipilih, dan bukan bahasa Melayu Pontianak, Banjarmasin, Samarinda, Maluku, Jakarta (Betawi), ataupun Kutai, dengan pertimbangan :

Pertama, suku Melayu berasal dari Riau, Sultan Malaka yang terakhir pun lari ke Riau selepas Malaka direbut oleh Portugis. Kedua, sebagai lingua franca, bahasa Melayu Riau yang paling sedikit terkena pengaruh misalnya dari bahasa Tionghoa Hokkien, ataupun dari bahasa lainnya.

4.Penggunaan bahasa Melayu bukan hanya terbatas di Republik Indonesia.

Pada 1945, penggunaan bahasa Melayu selain Republik Indonesia yaitu Malaysia, Brunei, dan Singapura.

Keputusan Kongres Bahasa Indonesia II 1954 di Medan, antara lain menyatakan bahwa bahasa Indonesia tumbuh dan berkembang dari bahasa Melayu yang sejak zaman dahulu sudah digunakan sebagai lingua franca (bahasa

perhubungan). Bukan hanya di Kepulauan Nusantara, melainkan juga hampir di seluruh Asia Tenggara sejak abad ke VII. Bukti yang menyatakan itu adalah ditemukannya prasasti di Kedukan Bukit, berangka 683 M (Palembang), Talang Tuwo, berangka 684 M (Palembang), Kota Kapur, berangka 686 M (Bangka Barat), dan Karang Brahi, berangka 688 M (Jambi). Prasasti itu bertuliskan Pra- Nagari berbahasa Melayu Kuno. Bahasa melayu kuno tidak hanya digunakan pada

(14)

zaman Sriwijaya, karena di Jawa Tengah juga ditemukan prasasti tahun 832 M dan di Bogor tahun 942 M yang menggunakan bahasa melayu kuno.

Bahasa Melayu menyebar kepelosok Nusantara bersamaan dengan

menyebarnya agama Islam di wilayah Nusantara. Bahasa Melayu mudah diterima oleh masyarakat Nusantara sebagai bahasa perhubungan antarpulau, antarsuku, antarpedagang, antarbangsa, dan antarkerajaan karena tidak mengenal tingkat tutur. Bahasa Melayu yang dipakai di daerah di wilayah Nusantara dalam pertumbuhannya dipengaruhi oleh corak budaya daerah. Bahasa Melayu

menyerap kosakata dari berbagai bahasa, terutama dari bahasa Sanskerta, Persia, Arab, dan bahasa-bahasa Eropa. Bahasa Melayu pun dalam perkembangannya muncul dalam berbagai variasi dan dialek. Perkembangan bahasa Melayu di wilayah Nusantara memengaruhi dan mendorong tumbuhnya rasa persaudaraan dan persatuan bangsa Indonesia. 6

6 http://stnazizah.blogspot.com/2015/06/sejarah-bahasa-indonesia-dan-hakikat.html?m=1

(15)

Referensi

Dokumen terkait

14) Tanggal 21 – 26 November 1983 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia IV di Jakarta. Kongres ini diselenggarakan dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda yang

Nasional kedua di Jakarta, Yamin mengatakan bahwa : “Jika mengacu pada masa depan bahasa-bahasa yang ada di Indonesia dan kesusastraannya, hanya ada dua bahasa yang bisa

Meskipun bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa yang beraneka ragam bahasanya, dengan bahasa Indonesia hal itu tidak akan menjadi penghalang untuk

11Mulyadi Eko Purnomo, “Bahasa Media Massa: Laras Bahasa Jurnalistik yang Perlu Dikembangkan” dalam Risalah Kongres Bahasa Indonesia VIII, Jakarta: Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Kedudukan ini dimungkinkan oleh kenyataan bahwa bahasa melayu yang mendasari bahasa Indonesia Di dalam kedudukan sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berfungsi sebagai  Lambang

SEJARAH PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA Ada beberapa faktor yang memungkinkan bahasa Melayu diterima sebagai bahasa Indonesia • Berdasarkan psikologis, pemakai bahasa daerah lainnya di

Selanjutnya, setelah Indonesia merdeka, bahasa Indonesia dikukuhkan sebagai bahasa negara seperti yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bab XV,

FUNGSI BAHASA INDONESIA Berdasarkan Kedudukannya 1 Sebagai Bahasa Nasional, BI berfungsi: a Lambang kebanggaan nasional b Lambang jati diri identitas nasional c Alat pemersatu