• Tidak ada hasil yang ditemukan

halaman pernyataan keaslian tesis - Admin Digital Library

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "halaman pernyataan keaslian tesis - Admin Digital Library"

Copied!
164
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pengajaran di sekolah adalah dengan memperbaiki proses belajar mengajar (Wibawa, 2003). Rendahnya motivasi belajar siswa dalam mengambil mata pelajaran IPA menjadi salah satu faktor yang berasal dari dalam diri siswa. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, solusi untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa adalah dengan menggunakan media pembelajaran dalam proses kegiatan belajar mengajar.

Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas hasil belajar siswa khususnya pembelajaran IPA adalah dengan menggunakan berbagai media yang tepat berdasarkan materi yang diajarkan.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Dalam pembelajaran yang menggunakan media PowerPoint digunakan sebagai media pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar kognitif siswa. Terdapat perbedaan penggunaan media powerpoint dan media konvensional terhadap motivasi dan hasil belajar siswa dibandingkan dengan media konvensional. Sehingga dapat diketahui pengaruh penggunaan media pembelajaran PowerPoint terhadap motivasi dan hasil belajar kognitif siswa.

Untuk mengetahui hubungan motivasi belajar dengan hasil belajar siswa dilakukan uji korelasi.

KAJIAN PUSTAKA

Kajian Teoritis

  • Media Pembelajaran
  • Motivasi Belajar
  • Hasil Belajar
  • Pembelajaran IPA SD

Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran) guna menarik perhatian, minat, pikiran dan perasaan siswa dalam kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Dari beberapa pengertian media pembelajaran di atas, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu, baik itu perangkat keras (segala sesuatu yang dapat didengar, dilihat, atau diraba dengan panca indera) maupun perangkat lunak (isi yang disediakan) yang dapat digunakan untuk ke. menyampaikan pesan/informasi dari sumber kepada penerima dan dapat digunakan secara masal, kelompok besar/kecil maupun secara individu dalam proses pembelajaran. Landasan penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar juga dapat kita temukan dalam Al-Qur’an.

Komputer sebagai alat pengajaran dapat membangkitkan minat dan perhatian siswa terhadap mata pelajaran tertentu, selain itu komputer sendiri dapat berfungsi sebagai sumber informasi.

Gambar 2.1 Aspek-aspek Kognitif menurut Taksonomi Andersoon  dan Kratwohl
Gambar 2.1 Aspek-aspek Kognitif menurut Taksonomi Andersoon dan Kratwohl

Penelitian Relevan

Berdasarkan analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran PowerPoint berpengaruh terhadap peningkatan minat belajar siswa. Sri Listyorini (2011) berjudul Perbedaan dan Dampak Penggunaan Media PowerPoint dan Animasi dalam Remedial Biologi Terhadap Ketuntasan Belajar Siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media PowerPoint dan animasi dapat meningkatkan hasil belajar, dengan tingkat keberhasilan belajar siswa mencapai 80%.

Hal ini menunjukkan adanya perubahan pada hasil belajar siswa dan tingkat ketuntasan belajar siswa yang disajikan materi pembelajaran oleh guru dengan menggunakan media pembelajaran, selain itu siswa juga lebih aktif dan antusias dalam proses pembelajaran.

Kerangka Pikir

Hasil belajar kognitif siswa dapat diketahui dengan mengelompokkan siswa menjadi dua kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Siswa pada kelompok kontrol belajar IPA tanpa menggunakan PowerPoint, sedangkan siswa pada kelompok eksperimen belajar menggunakan media konvensional. Pada awal dan akhir pembelajaran siswa dilakukan pre-test (tes awal) dan post-test (tes akhir) dengan tujuan untuk mengecek pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran IPA di kelas.

Harapan peneliti melalui penggunaan media powerpoint mampu meningkatkan motivasi siswa, pemahaman dan penguasaan siswa terhadap konsep dan nilai yang dapat dipetik dari pembelajaran IPA, sehingga pada akhirnya dapat disimpulkan. bahwa media powerpoint dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.

Hipotesis Penelitian

H1P: Terdapat perbedaan yang signifikan motivasi belajar siswa menggunakan media PowerPoint dan media konvensional pada kelas IV Gugus 29 Wilayah II Kecamatan Donri-Donri Kabupaten Soppeng. HoP: Tidak terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar kognitif penggunaan media PowerPoint dan media konvensional terhadap hasil belajar kognitif siswa kelas IV Kelompok 29 Wilayah II Kecamatan Donri-Donri Kabupaten Soppeng. HoP : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar kognitif siswa yang menggunakan media PowerPoint dan media konvensional pada siswa kelas IV Kelompok 29 Wilayah II Kecamatan Donri-Donri Kabupaten Soppeng.

HoM : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan penggunaan media PowerPoint dan media konvensional terhadap motivasi dan hasil belajar kognitif siswa IV. kelas di Kelompok 29 Wilayah II Kecamatan Donri-Donri Kabupaten Soppeng. H1M : Terdapat perbedaan yang signifikan penggunaan media PowerPoint dan media konvensional ditinjau dari motivasi dan hasil belajar kognitif siswa IV. kelas di Kelompok 29 Wilayah II Kecamatan Donri-Donri Kabupaten Soppeng.

METODE PENELITIAN

  • Desain dan Jenis Penelitian
  • Lokasi dan Waktu Penelitian
  • Populasi dan Sampel
  • Metode Pengumpulan Data
    • Jenis Data
    • Sumber Data
    • Teknik Pengumpulan Data
    • Prosedur Pelaksanaan
    • Instrumen Penelitian dan Penentuan Validitas Instrumen 50
    • Variabel Aktif
    • Variabel ukur
  • Teknik Analisis Data
    • Analisis Deskriptif
    • Analisis Infrensial

Analisis ini digunakan untuk menguji apakah terdapat perbedaan motivasi belajar dan hasil belajar kognitif IPA siswa kelas eksperimen dan siswa kelas kontrol. Perolehan data dari Tabel 4.3 terlihat bahwa distribusi frekuensi hasil belajar pre-test kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah rentang skor pada interval <77 yang berada pada kategori kurang baik diperoleh 15 siswa dengan persentase sebesar 100% . Sedangkan frekuensi skor postes hasil belajar kelas kontrol berkisar antara 85-92 termasuk dalam kategori tinggi mewakili 2 orang siswa dengan persentase 13% rentang skor.

Maka diperoleh nilai sig : p lt; 0,05) sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan antara motivasi belajar dengan hasil belajar. Hasil uji homogenitas menunjukkan skor pre-test dan post-test motivasi dan hasil belajar IPA siswa adalah homogen. Oleh karena itu terdapat perbedaan motivasi dan hasil belajar sains antara siswa yang diajar menggunakan media powerpoint dengan siswa yang diajar menggunakan media konvensional.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan penggunaan media pembelajaran PowerPoint dan media konvensional ditinjau dari motivasi belajar dan hasil belajar IPA siswa IV. kelas di Kelompok 29 Wilayah II Kecamatan Donri-Donri Kabupaten Soppeng. Hasil yang diperoleh adalah benar (menunjukkan secara signifikan) bahwa pembelajaran dengan menggunakan media PowerPoint dapat mempengaruhi hasil belajar IPA siswa. Sedangkan nilai rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan media PowerPoint adalah sebesar 88, lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan media konvensional yaitu sebesar 78,66.

Terdapat perbedaan hasil belajar kognitif siswa yang menggunakan media PowerPoint dan media konvensional pada Kelas IV Gugus 29 Wilayah II Kecamatan Donri-Donri Kabupaten Soppeng. Memberikan saran mengenai kekurangan media ajar powerpoint terhadap motivasi dan hasil belajar kognitif pada pembelajaran IPA siswa kelas IV SDN 39 Sering Kabupaten Soppeng.

Tabel 3.2 Jumlah Populasi
Tabel 3.2 Jumlah Populasi

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

  • Deskripsi Motivasi Belajar
  • Deskripsi Hasil Belajar
  • Uji kolerasi
  • Hasil analisis Inferensial

Penelitian ini dilakukan di Gugus 29 Wilayah II Kecamatan Donri-Donri Kabupaten Soppeng yang terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dari pengambilan data pada tabel 4.1 terlihat bahwa distribusi frekuensi hasil pretest motivasi belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol berada pada rentang nilai interval 93-115 yang termasuk dalam kategori sangat tinggi. , tidak ada siswa dalam kategori ini. Pada kategori hasil interval 78-92 yang berada pada kategori tinggi diambil 5 siswa dengan persentase 33,3% untuk kelas eksperimen dan 4 siswa dengan persentase 26,7% untuk kelas kontrol.

Pada kategori nilai interval 63-77 yang berada pada kategori cukup diambil 10 siswa dengan persentase 66,7% untuk kelas eksperimen dan 11 siswa dengan persentase 73,3% untuk kelas kontrol. Sedangkan data yang diperoleh skor motivasi postes kelas eksperimen pada Tabel 4.1 di atas menunjukkan bahwa distribusi frekuensi skor motivasi postes kelas eksperimen berada pada rentang nilai interval 93-115 yang berada pada rentang nilai interval 93-115. kategori sangat tinggi, berjumlah 8 orang siswa dengan persentase 53,3% pada kelas eksperimen dan 2 orang siswa dengan persentase 13,3% pada kelas eksperimen. Untuk rentang nilai interval 78-92 dengan kategori tinggi terdapat 5 orang siswa dengan persentase 33,3% pada kelas eksperimen dan 4 siswa dengan persentase 26,7% pada kelas kontrol.

Untuk rentang nilai interval 63-77 dengan kategori cukup terdapat 2 orang siswa dengan persentase 13,3% untuk kelas eksperimen dan 9 orang siswa dengan persentase 60% untuk kelas kontrol. Pengambilan data skor posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol pada Tabel 4.3 di atas menunjukkan bahwa distribusi frekuensi skor posttest hasil belajar kelas eksperimen adalah rentang skor pada rentang 93-100 yaitu dalam kategori sangat tinggi dengan jumlah siswa sebanyak 4 orang. dengan persentase 27% rentang poin interval 85 -92 kategori tinggi terdapat 7 siswa dengan persentase 47% rentang poin 78-84 kategori sedang terdapat 3 siswa dengan persentase 20%. Sedangkan nilai nilai pembelajaran pre-test kelas kontrol adalah nilai tertinggi 65, nilai terendah 30, nilai mean 51,7 dan nilai standar deviasi 9,57.

Sedangkan hasil belajar posttest kelas kontrol nilai tertinggi sebesar 85, nilai terendah sebesar 70, nilai mean sebesar 78,7, dan nilai standar deviasi sebesar 3,99. Perolehan data pada Tabel 4.5 terlihat bahwa data tingkat ketuntasan hasil belajar pretest kelas eksperimen mengalami peningkatan dari kategori ketuntasan (tuntas) sebesar 0% menjadi kategori ketuntasan posttest mencapai 93%, sedangkan data pada tingkat ketuntasan (tuntas) hasil belajar kelas kontrol pada kategori ketuntasan pretest 0%.

Pembahasan

Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar kelas dengan menggunakan PowerPoint adalah konten yang disajikan pada slide PowerPoint (Nope, 2007). Jika materi pembelajaran mudah diterima oleh siswa maka akan mempengaruhi hasil belajar yang akan diperoleh nantinya. Salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar adalah faktor eksternal yang meliputi faktor kurikulum dan fasilitas pembelajaran.

Proses pembelajaran dan media yang digunakan merupakan bentuk konkrit dari faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar, dan yang terjadi pada kedua sampel penelitian (pretest dan posttest) pada dasarnya adalah tentang perbedaan dua hal diatas yaitu proses pembelajaran dan media pembelajaran. Temuan penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar secara umum meningkat seiring dengan meningkatnya motivasi belajar. Motivasi belajar siswa merupakan penggerak dalam diri siswa untuk mencapai hasil belajar siswa yang optimal guna mencapai tujuan perkuliahan yang diinginkan.

Siswa yang bermotivasi tinggi akan melakukan kegiatan belajarnya dengan penuh percaya diri dan tanggung jawab dibandingkan dengan siswa yang bermotivasi rendah agar dapat mencapai hasil belajar yang optimal. Teknologi dapat digunakan sebagai alat untuk memudahkan proses belajar mengajar, penggunaan presentasi PowerPoint berfungsi sebagai alat pedagogi yang ampuh di kelas membuat siswa termotivasi dan hasil belajarnya meningkat (Lari, 2014). Tersedia”, dari: https://www.researchgate.net/publication/319455070 Growing_Activities_and_Results_Learning_Students_on_N_IPA_with_Process_Skills_Approaches [diakses 01 Juli 2018].

Guru memperlihatkan gambar akar pada slide powerpoint yang berkaitan dengan topik struktur akar dan. Guru memperlihatkan gambar batang pada slide powerpoint terkait topik struktur dan fungsi batang tumbuhan untuk mengawali diskusi. Guru menampilkan gambar daun pada slide powerpoint terkait topik struktur dan fungsi daun tumbuhan untuk mengawali diskusi.

Guru menampilkan gambar bunga pada slide media PowerPoint terkait topik struktur bunga tumbuhan dan fungsinya untuk mengawali diskusi.

gambar menarik  
gambar menarik 

KESIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Saran

Gambar

Gambar 2.1   Aspek-aspek  Kognitif  menurut  Taksonomi  Andersoon  dan  Kratwohl .......................................................................
Gambar 2.1 Aspek-aspek Kognitif menurut Taksonomi Andersoon  dan Kratwohl
Gambar 2.2 Bagan kerangka pikir
Tabel 3.2 Jumlah Populasi
+4

Referensi

Dokumen terkait