BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
1) Penggunaan media pembelajaran powerpoint terhadap motivasi belajar siswa
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media pembelajaran powerpoint berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa. Dari data yang didapatkan menunjukkan motivasi siswa meningkat jika dibelajarkan dengan media powerpoint. Hal ini sejalan dengan pernyataan Sjukur (2012), Sukiyasa & Sukoco (2013), dan Brophy (2010) bahwa motivasi siswa akan meningkat apabila dibelajarkan dengan metode, strategi, atau media yang tepat. Hasil motivasi belajar siswa dalam penelitian ini diperoleh melalui lembar angket motivasi siswa. Lembar angket diisi oleh siswa melalui pengamatan setelah proses pembelajaran berlangsung.Pada saat pembelajaran berlangsung dengan menggunakan media pembelajaran powerpoint, siswa terlihat antusias dalam menerima pembelajaran. Siswa memperhatikan media yang ditampilkan dan memperhatikan setiap detail bacaan yang terdapat dalam media powerpoint.
Berdasarkan temuan pada saat penelitian menunjukkan motivasi siswa dalam pembelajaran IPA sangat kuat terbukti ketika ditampilkan powerpoint yang menarik maka siswa akan tertarik melihat gambar visualisasi dari powerpoint . Siswa tetap bersemangat dan merasakan pembelajaran yang dilakukannya mengasyikkan karena siswa tidak hanya membayangkan materi-materi IPA tetapi juga dapat melihat
jelas visualisasi dari materi-materi IPA yang disajikan. Hal ini sangat positif dalam proses pembelajaran karena dapat menunjukkan bahwa ada motivasi ekstrinsik yang sangat kuat dari siswa untuk belajar IPA, apabila motivasi belajar siswa meningkat maka prestasi yang didapatkan di sekolah akan meningkat. Hal ini sesuai dengan pendapat Curtis (2011) yang mempelajari bagaimana motivasi dapat muncul secara ekstrinsik (eksternal) atau intrinsik dari diri siswa yang berusaha untuk membentuk prestasi mereka. Berdasarkan pengamatan pada saat pembelajaran, motivasi siswa muncul ketika mereka tertarik melihat visualisasi dari powerpoint. Secara garis besar bahwa media powerpoint diterapkan dalam proses pembelajaran berfungsi untuk menarik siswa agar dapat meningkatkan motivasi belajarnya, serta membantu interaksi siswa dengan lingkungan sekitarnya.
Antusiasme siswa dalam belajar meningkat seiring dengan rasa ingin tahu materi-materi IPA semakin meningkat, apabila rasa ingin tahu yang muncul, ternyata memotivasi secara intrinsik untuk memperhatikan materi IPA timbul, sehingga mereka saling bertukar pengalaman dalam pembelajaran secara langsung untuk memperoleh informasi yang merupakan materi belajar yang harus mereka kuasai.
Siswa tidak mengerjakan sesuatu hal yang lain selain memperhatikan media yang ditampilkan. Siswa juga memahami materi pembelajaran sehingga materi yang sebelumnya tidak dipahami
menjadi lebih dipahami sehingga apabila guru bertanya siswa dengan sigap merespon pertanyaan guru. Hal tersebut menandakan motivasi siswa meningkat setelah guru menggunakan media pembelajaran powerpoint. Motivasi belajar pada siswa merupakan hal yang sangat penting karena adanya motivasi belajar akan menimbulkan siswa untuk lebih menyukai pembelajaran. Oleh karena itu, untuk membangun motivasi belajar siswa guru dituntut lebih kreatif dalam penggunaan media. Nurseto (2011) mengungkapkan kegiatan pembelajaran menuntut dikuranginya metode ceramah dan diganti dengan pemakaian banyak media.
Penggunaan media memberi peranan penting dalam pembelajaran terutama dalam mengendalikan perhatian siswa, dengan menggunakan media powerpoint yang mempunyai fitur-fitur yang beragam sehingga dalam penyajiannya dapat membuat visualisasi yang menarik sehingga powerpoint tidak hanya digunakan dalam dunia kerja tapi juga dapat digunakan dalam proses pembelajaran di dalam kelas dan menarik perhatian siswa dalam belajar dan memiliki motivasi yang baik dalam belajar Osman (2009). Hal ini juga didukung berdasarkan teori motivasi dari Maslow yang dikembangkan oleh Sardiman menyatakan bahwa siswa yang memilki motivasi akan memiliki tujuan menjadi orang yang terdidik, berpengetahuan, yang ahli dalam bidang studi tertentu. Dan satu-satunya jalan untuk menuju ketujuan yang ingin dicapai ialah belajar, tanpa belajar tidak mungkin
akan mendapatkan pengetahuan dan tidak mungkin menjadi ahli.
Dorongan yang menggerakkan itu bersumber pada suatu kebutuhan, kebutuhan yang berisikan keharusan untuk menjadi orang terdidik dan berpengetahuan. Berdasarkan deskripsi data yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa pembelajaran secara konvensional dibandingkan dengan media pembelajaran powerpoint akan menghasilkan suatu hasil yang berbeda.
Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar di kelas menggunakan powerpoint adalah konten yang disajikan pada slide powerpoint (Nope, 2007). Ketertarikan siswa terhadap isi dari suatu slide adalah poin penting dalam penyajian powerpoint di dalam kelas. Hal ini dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang positif terhadap motivasi siswa pada mata pelajaran IPA kelas IV Gugus 29 Wilayah II Kecamatan Donri-Donri Kabupaten Soppeng yang diajarkan dengan menggunakan media pembelajaran powerpoint.
2) Penggunaan media pembelajaran powerpoint terhadap hasil belajar siswa
Media pembelajaran powerpoint adalah media pembelajaran yang merupakan program aplikasi presentasi yang sangat populer dan paling banyak digunakan saat ini untuk berbagai kepentingan presentasi, baik pembelajaran, presentasi produk, meeting, seminar, lokakarya dan sebagainya. Dari data hasil belajar siswa, terlihat
adanya perbedaan antara hasil pretest dan posttest yaitu nilai rata-rata posttest siswa lebih tinggi dari pada nilai pretest. Hal ini sejalan dengan kelebihan menggunakan media powerpoint menurut Munadi (2013) salah satu kelebihan dari media powerpoint adalah mampu menampilkan objek-objek yang sebenarnya tidak ada secara fisik, lalu memiliki kemampuan dalam menggabungkan semua unsur media seperti, teks, video, animasi, image, grafik, dan sound menjadi satu kesatuan penyajian yang terintegrasi, setelah itu memiliki kemampuan dalam mengakomodasi peserta didik sesuai dengan modalitas belajarnya, terutama bagi yang memiliki tipe visual, auditif, kinestik, kemudian mampu mengembangkan materi pembelajaran terutama membaca dan mendengarkan secara muda.
Berdasarkan pengamatan selama peneliti memberikan perlakuan di kelas eksperimen tersebut dengan menggunakan media microsoft powerpoint, terlihat dalam proses pembelajaran berlangsung terjadinya interaksi antara peneliti dan siswa, dimana ketika peneliti memberikan materi melalui media microsoft powerpoint dengan menggabungkan dengan animasi-animasi yang bergerak dan gambar-gambar dengan pengolahan warna, huruf dan gerakan yang tepat. Terlihat siswa lebih antusias dalam penggunaan media microsoft powerpoint karena rasa ingin tahu yang dengan animasi apalagi yang akan peneliti tampilkan pada slide berikutnya, serta siswa terlihat lebih tertarik memperhatikan materi pembelajaran dengan slide media powerpoint selama proses
pembelajaran. Siswa mengekspresikan dirinya pada saat peneliti menampilkan slide-slide tentang gambar-gambar yang mereka sering jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Begitu pula ketika siswa mengerjakan soal terlihat siswa mengerti akan materi pembelajaran setelah peneliti memberikan perlakuan dengan menggunakan media powerpoint. Kemudian terlihat bahwa penggunaan media powerpoint termasuk dalam kategori baik terbukti dari hasil analisis observasi sikap antusias siswa menanggapi materi dalam powerpoint selama peneliti memberi perlakuan yang artinya siswa antusias menanggapi media powerpoint sehingga proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan materi yang disampaikan oleh guru mudah diterima oleh siswa dengan bantuan visualisasi powerpoint.
Apabila materi pembelajaran mudah diterima oleh siswa, hal tersebut akan mempengaruhi hasil belajar yang akan diperoleh nantinya. Salah satu faktor yang memengaruhi hasil belajar yaitu faktor eksternal yang didalamnya terdapat faktor kurikulum dan fasilitas belajar. Proses pembelajaran dan media yang digunakan merupakan bentuk kongkrit dari faktor yang mempengaruhi hasil belajar dan yang terjadi pada dua sampel penelitian ini (pretest dan posttest) secara prinsip adalah mengenai perbedaan dua hal di atas, yaitu proses pembelajaran dan media.
Simulasi merupakan hal yang penting dalam setiap penggunaan media pembelajaran. Simulasi berpotensi membantu siswa kelompok
eksperimen dalam melihat fakta/fenomena kongkret dalam pelajaran IPA maupun membantu memahami konsep abstrak dalam pelajaran IPA (Alessi & Trollip, 2001). Ditambah dengan adanya fasilitas mencoba berulang ulang simulasi mendukung proses pemahaman pengetahuan siswa.Hal senada juga dikemukakan oleh(Gambari dkk, 2015), bahwa siswa yang belajar menggunakan powerpoint memiliki kinerja yang lebih baik dari siswa yang belajar dengan metode pengajar menulis di papan tulis. Dengan berdasarkan teori yang mendasari faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar, dan dengan melihat kenyataan yang terjadi dilapangan (pada pelaksanaan penelitian eksperimen) didapatkan hasil yang memperkuat teori tersebut. Didapatkan hasil, bahwa memang benar (terbukti secara signifikan) pembelajaran dengan menggunakan media powerpoint dapat berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa.
Pembelajaran yang menggunakan media powerpoint yang memiliki unsur-unsur multimedia telah membuat perbedaan terhadap proses belajar siswa selama ini. Sebagaimana disebutkan pada hal-hal diatas proses pembelajaran yang menggunakan media powerpoint, siswa mendapatkan berbagai kemudahan dalam memahami konsep materi yang abstrak yang dikaitkan dengan kegiatan sehari-hari dengan bantuan media powerpoint yangtidak didapatkan sebelumnya seperti video pembelajaran dan gambar-gambar relevan yang berhubungan dengan materi pelajaran. Mengenaii peranan media
pembelajaran, saat perlakuan menggunakan media berupa slide- slide powerpoint, perbedaan jelas terlihat dalam basis orientasi media, yaitu media powerpoint berbasis persentasi dengan slide-slide powerpoint dengan gambar-gambar dan video yang relevan dengan materi pelajaran. Hal ini mengakibatkan respon siswa dalam mengikuti proses pembelajaran yang berbeda pula, menurut Elpira & Ghufron (2015) bahwa terjadi perbedaan proses pembelajaran apabila dalam prosesnya terdapat keberagaman media dalam mempelajari materi.
Perbedaan yang sangat mencolok inii berpotensi mempengaruhi proses pemahaman materi. Pada kelompok eksperimen, siswa dapat mengamati gambar- gambar dan video pembelajaran.
Penemuan-penemuan penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar pada umumnya meningkat jika motivasi untuk belajar bertambah. Banyak bakat anak tidak berkembang karena tidak diperolehnya motivasi yang tepat. Jika seseorang mendapat motivasi yang tepat, maka lepaslah tenaga yang luar biasa, sehingga tercapaii hasil-hasil yang semula tidak terduga. Motivasi belajar siswa merupakan daya penggerak dalam diri siswa untuk dapat mencapai hasil belajar siswa yang optimal, sehingga tujuan yang dikehendaki subjek belajar itu dapat tercapai. Motivasi itu dapat berasal dari diri pribadi siswa itu sendiri (motivasi instrinsik) dan erasal dari luar diri pribadi siswa (ekstrinsik).
Siswa yang mempunyai motivasi tinggi akan melaksanakan kegiatan belajarnya dengan penuh keyakinan dan tanggung jawab bila dibandingkan dengan siswa yang memiliki motivasi rendah, sehingga akan mencapai hasil belajar yang optimal. Motivasi belajar yang tinggi tercermin dari ketekunan yang tidak mudah patah untuk mencapai sukses meskipun dihadang oleh berbagai kesulitan. Motivasi yang tinggi dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Siswa yang mempunyai motivasi tinggi akan melaksanakan kegiatan belajarnya dengan penuh keyakinan dan tanggung jawab. Hasil studi menunjukkan bahwa teknologi memainkan peran besar di dalam kelas.
Teknologi dapat digunakan sebagai alat untuk memfasilitasi proses belajar mengajar, penggunaan presentasi powerpoint beroperasi sebagai alat pedagogis yang kuat di dalam kelas sehingga membuat siswa menjadi termotivasi dan hasil belajar mereka meningkat (Lari, 2014).
83 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN C. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilaksanakan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Nilai rata-rata motivasi belajar dengan menggunaan media powerpoint yaitu 94,8 lebih tinggi dibandingkan motivasi siswa yang diajar dengan media konvensional yaitu 82,9. Sedangkan Nilai rata- rata hasil belajar siswa dengan menggunaan media powerpoint yaitu 88 lebih tinggi dibandingkan hasil belajar siswa yang diajar dengan media konvensional yaitu 78,66.
2. Terdapat perbedaan motivasi belajar siswa penggunaan media powerpoint dan media konvensional kelas IV Gugus 29 Wilayah II Kecamatan Donri-Donri kabupaten Soppeng.
3. Terdapat perbedaan hasil belajar kognitif siswa penggunaan media powerpoint dan media konvensional kelas IV Gugus 29 Wilayah II Kecamatan Donri-Donri kabupaten Soppeng.
G. Saran
Beberapa saran peneliti terkait hasil penelitian tesis ini, yaitu sebagai berikut:
1. Sebelum pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran powerpoint guru hendaknya sudah merencanakan dan
mempersiapkan dengan matang langkah-langkah dari setiap slide agar siswa tidak kesulitan dalam menemukan penyelesaian masalah.
2. Sebelum pelaksanaan guru hendaknya harus menguasai pembelajaran yang akan dilaksanakan seperti kondisi ruangan, alokasi waktu dan latihan untuk siswa.
3. Pembelajaran yang memiliki materi rumitagar menggunakan media pembelajaran powerpoint sehingga mendapatkan gambaran materi yang jelas dan nyata sertamudah dipahami oleh siswa.
4. Peneliti selanjutnya diharapkan untuk mengambil sampel yang besar.
DAFTAR PUSTAKA
Allessi, S. M.,& Trollip, S. P. 2001.Computer Based Instruction: method and development. New Jersey. Prentice Hall.
Arsyad, A. 2011. Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Agustina, L., & Hamdu, G. 2011. Pengaruh Motivasi Belajar Siswa terhadap Prestasi Belajar IPA Di Sekolah. Jurnal Penelitian Pendidikan.
Volume. 12, nomor 1 : halaman 90-96.
Bropy, J. 2010. Motivating students to learn (2rd ed). New York: Routledge.
Curtis,D.2011. “Project-Based Learning: Real-World Issues Motivate Students : Concrete, authentic project-based learning helps students illustrate core knowledge”, (Online), http://www. edutopia. org.
Darmawati, J. 2013. Pengaruh Motivasi Belajar dan Gaya Belajar Terhadap Prestasi Belajar Ekonomi Siswa SMA Negeri di Kota Tuban.Jurnal Ekonomi Pendidikan dan Kewirausahaan. Volume1, nomor 1:
halaman 79-90.
Daryanto, 2010. Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Djamarah, S. B. 2006. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Elpira, N, & Ghufron, A. 2015. Pengaruh Penggunaan Media Powerpoint terhadap Minat dan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV SD. Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan. Volume 2, nomor 1: halaman 94-104.
Gambari, A. I, dkk. 2015. Effectiveness of Powerpoint Presentation On Student’s Cognitive Achievement in Technical Drawing. Malaysian Online Journal of Educational Technology. Volume 3, nomor 4:
halaman 1-12.
Hamalik, O. 2008. Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung: Algensindo.
Herdiman, H. 2016. “Hasil Belajar-Penilaian Kognitif Dalam Pembelajaran IPA SD”,https: //ilmu-pendidikan berbagi. blogspot. com/ 2016/ 02/
hasil-belajar-penilaian- kognitif dalam. html, diakses 13 Juli 2018).
Kustandi, C. 2013. Media Pembelajaran Manual dan Digital. Bogor: Ghalia Indonesia.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.2014. Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013. Jakarta: Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjamin Mutu Pendidikan.
Kemendikbud. 2013. Permedikbud Nomor 65 Tahun 2013 Tentang Standar Proses. Jakarta: Kemendikbud.
Lari, F. S. 2014. The Impact of Using PowerPoint Presentations on Students' Learning and Motivation in Secondary Schools. Procedia Social and Behavioral Sciences. Volume 98: halaman 1672 – 1677.
Maryam, M. 2016. Pengaruh Motivasi Dalam Pembelajaran. Lantanida Journal.Volume 4, nomor 2 : halaman 87-97.
Munadi, Y. 2013. Media Pembelajaran. Jakata: GP Press Group.
Mayangsari, R. 2012. Peningkatan Motivasi Belajar dan Prestasi Belajar Memilih Bahan Baku Busana dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT di SMKN 6 Yogyakarta. Laporan Penelitian.Universitas Negeri Yogyakarta.
Nurseto, T. 2011. Membuat Pembelajaran yang Baik. Jurnal Ekonomi
& Pendidikan.Volume 8, nomor 1: halaman 19-35.
Noppe, I, C. 2007. PowerPoint Presentation Handouts and College Student Learning Outcomes. International Journal for the Schoolarship of Teaching and Learning. Volume 1,nomor 1: halaman1-15.
Osman, O. 2009. Microsoft Powerpoint untuk Pemula. Jakarta: Kriya Pustaka.
Purnomo, & Kusumadewi, S., H. 2010. Aplikasi Logika Fuzzy untuk Pendukung Keputusan Edisi 2. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Purwanto,2009.Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Rahmah, N. 2012. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: Teras.
Sa’adah, S. 2013. Pengaruh Ukuran Perusahaan dan Sistem Pengendalian Internal Terhadap Audit Delay. Padang: Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang.
Samatowa, U. 2010. Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar. Jakarta: Indeks.
Sanaky, H. AH. 2009. Media Pembelajaran. Yogyakarta: Safiria Insania Press.
Sanjaya, W. 2006. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standart Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media.
Sardiman, A. M. 2007. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar: Bandung:
Rajawali Pers.
Sopiatin, P. & Sahrani, S. 2011. Psikologi Belajar dalam Perspektif Islam.
Cetakan 1.Bogor: Ghalia Indonesia.
Suana, W.2018. “Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran IPA dengan Pendekatan Keterampilan Proses.
Available”, from: https://www.researchgate.net/publication/319455070 Peningkatan_Aktivitas_dan_Hasil_Belajar_Siswa_pada_Pembelajara n_IPA_dengan_Pendekatan_Keterampilan_Proses [accessed Jul 01 2018].
Sudjana, N. 2010. Dasar-dasar Proses Belajar. Bandung: Sinar Baru.
Sudijono, A. 2011. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Rajagrafindo Persada.
Jakarta.
Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dan R & D.
Bandung: Alfabeta.
Sulistyorini, S. 2014. Pengembangan Model Pembelajaran Sains Berbasis ICT (Information and Communication Technology)atau TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) di Sekolah Dasar.Semarang: Jurusan PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang.
Susanto, 2013.Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta:
Kencana Prenada Media Group.
Sukiyasa, K., & Sukoco, S. 2013. Penggunaan media animasi terhadap hasil belajar dan motivasi belajar siswa materi sistem kelistirikan otomotif. Jurnal Pendidikan. Volume 3, nomor 1: halaman 126-127.
Syah, M. 2009. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung:
PT Remaja Rosdakarya.
Sjukur, S. B. 2012. Pengaruh blended learning terhadap motivasi belajar dan hasil belajar siswa di tingkat SMK. Jurnal pendidikan. Volume2, nomor 3 : halaman 368-378.
Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1990. Kamus Besar Bahasa Indonesia.Edisi kedua. Jakarta: Balai Pustaka.
Uno, H. B. 2008. Teori Motivasi dan Pengukurannya. Jakarta: Bumi Aksara.
Wisudawati, A.W.,& Sulistyowati, E. 2017. Metodologi Pembelajaran IPA.
Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Wuryastuti,S. 2008. Inovasi Pembelajaran IPA di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar. Volume 9, nomor 2 : halaman 13-19.
RIWAYAT HIDUP
SURIATI, S.Pd lahir di Turunggeng Lappae Soppeng pada Tanggal 06 Agustus 1988 dari Pasangan suami istri, Bapak Page dan ibu Hj. Manariah. Pendidikan Sekolah Dasar (SD) di SD Negeri 39 Sering Kabupaten Soppeng Provinsi Sul-Sel tamat tahun 2000. Kemudian melanjutkan di SMP Negeri 1 Donri-Donri tamat tahun 2003. Setelah tamat dari SMP Negeri 1 Donri-Donri penyusun melanjutkan sekolahnya di SMA Negeri 1 Donri-Donri dan tamat tahun 2006. Selanjutnya penyusun melanjutkan kuliah D2 (DIPLOMA 2) di Universitas Negeri Muhammadiyah Makassar pada Jurusan PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar) di FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) selesai tahun 2008 dan melanjutkan S1 (STRATA 1) di Universitas Muhammadiyah Makassar pada Jurusan PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar) di FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) tamat tahun 2012. Kemudian melanjutkan pendidikan S2 (STRATA 2) Program Magister Pendidikan Dasar di Universitas Muhammadiyah Makassar . Dan menyelesaikan studi pada tanggal 3 Desember 2020.
Lampiran 1.
Data penelitian motivasi dan hasil belajar No.
Sampel Media
Hasil Belajar
Kognitif Motivasi XHBKog YHBKog XMot Ymot
1 1 50 80 92 102
2 1 50 80 76 90
3 1 55 95 72 104
4 1 55 90 90 105
5 1 60 90 70 91
6 1 50 90 77 105
7 1 55 95 74 103
8 1 45 95 76 86
9 1 45 85 77 73
10 1 50 80 89 105
11 1 55 75 68 105
12 1 55 95 89 92
13 1 65 90 75 79
14 1 60 90 91 106
15 1 65 90 73 76
16 2 65 85 90 100
17 2 55 80 99 101
18 2 60 75 108 108
19 2 60 75 104 104
20 2 55 80 97 98
21 2 55 70 103 104
22 2 55 85 101 103
23 2 45 80 108 108
24 2 45 80 99 100
25 2 50 80 91 97
26 2 30 80 104 104
27 2 55 80 103 103
28 2 60 75 105 106
29 2 50 75 97 98
30 2 35 80 101 109
Lampiran 2
LEMBAR PENILAIAN UNTUK AHLI MEDIA
Nama Validator : Dr. Rukli, M.Pd., M.Cs.
Instansi : Universitas Muhammadiyah Makassar Petunjuk Pengisian:
a. Berilah tanda check () pada kolom yang sesuai untuk menilai kesesuaian kualitas media pembelajaran.
b. Gunakan indikator penilaian pada lampiran sebagai pedoman penilaian.
SB = Sangat Baik, B = Baik,
K = Kurang,
SK = Sangat Kurang
c. Berilah saran terkait hal-hal yang menjadi kekurangan media pembelajaran powerpoint terhadap motivasi dan hasil belajar kognitif dalam pembelajaran IPA siswa kelas IV SDN 39 SeringKabupaten Soppeng
No. Aspek Kriteria Skor
SB B K SK
1. Pewarnaan
1. Kombinasi warna menarik
2. Kesesuaian dari penyajian gambar dan
materi yang dibahas
2.
Pemakaian kata dan Bahasa
3. Kombinasi warna menarik
4. Kesesuaian bahasa dengan tingkat berpikir
siswa
5. Kesantunan penggunaan Bahasa 6. Ketepatan dialog/teks dengan cerita/materi
3. Tampilan pada layar
7. Desain gambar memberika kesan positif
sehingga mampu menarik minat belajar 8. Tipe huruf yang digunakan terlihat jelas dan
terbaca
9. Kesesuaian warna tampilan dan
background
4. Penyajian
10. Penyajian media powerpoint mendukung
siswa untuk terlibat dalam pembelajaran 11. Penyajian media powerpoint dilakukan
secara runtut
12. Penyajian gambar yang menarik nyajian
gambar menarik
5. Animasi dan suara
13. Animasi berhubungan dengan materi. 14. Kejelasan gambar dan animasi dalam
power poiit
Kritik dan Saran :
Soal dalam animasi direvisi terutama hubungan stem dan option soal tersebut.
Nilai yang diperoleh siswa saat mengikuti ujian belum ada perlu ditambahkan.
Makassar, 10 November 2019
Validator,
(Dr. Rukli, M.Pd., M.Cs.)
Lampiran 3
KISI-KISI ANGKET PENELITIAN MOTIVASI
Varian Indikator Deskriptor No.
Soal
Jumlah soal
Motivasi
Tekun menghadapi tugas
Mengerjakan tugas dengan tepat waktu
Memeriksa kelengkapan tugas
1,2,3 4
2 2
Ulet dalam
menghadapi tugas
Memperbaiki tugas sampai benar
Bertanya pada guru
Mencari informasi untuk penunjang pembelajaran
5,6 7,8 9,10
2 2 2
Menunjukkan minat Mencari jalan keluar masalah yang dihadapi.
11,12 2
Lebih senang bekerja mandiri
Mengerjakan pekerjaan sekolah diluar jam sekolah
Menyusun jadwal belajar
Mengikuti bimbingan belajar
13,14
15,16 17,18
2
2 2 Cepat bosan pada
tugas-tugas rutin. Melakukan kegiatan kreatif
19,20, 21,22,
23
5
Lampiran 4
LEMBAR INSTRUMEN PENELITIAN MOTIVASI
Nama Siswa :………..
No. Absen :……….
Kelas :……….
Petunjuk
1. Isilah identitas anda pada tempat yang telah di sediakan.
2. Bacalah dengan saksama pertanyaan sebelum anda memberikan jawaban .
3. Berilah tanda () pada jawaban yang sesuai, jangan ada yang terlewati:
SS = Sangat Setuju S = Setuju
KS = Kurang Setuju TS = Tidak Setuju
STS = Sangat Tidak Setuju
4. Isilah dengan benar dan jelas sesuai dengan keadaan anda sebenarnya.
5. Terima kasih atas kesediaan anda menjawab seluruh pernyataan ini.
No
. Pernyataan Jawaban
SS S KS TS STS 1. Saya mengerjakan tugas IPAdengan
sungguh-sungguh
2. Saya menyelesaikan tugasIPA dengan tepat waktu.
3. Setiap ada tugas IPA saya langsung mengerjakannya.
4. Sebelum mengumpulkan tugas dicek kembali jawabannya
5.
Saya berusaha memperbaiki tugas- tugas yang diberikan guru sampai benar-benar sempurna.
6. Saya memperbaiki jawaban atas tugas-tugas yang salah
7.
Saya bertanya kepada guru apabila saya mengalami kesulitan dalam mempelajari mata pelajaran IPA
8.
Saya bertanya kepada guru apabila saya mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal-soal pada mata pelajaran IPA
9.
Saya mencari informasi lain yang berkaitan dengan tugas mata pelajaran IPA.
10. Saya mencari informasi tambahan untuk penunjang pembelajaran IPA.
11. Saya selalu mendengarkan penjelasan guru dengan baik.
12.
Saya selalu bertanya kepada guru mengenai materi yang belum saya pahami.
13.
Saya mengulang kembali dirumah pelajaran IPA yang diperoleh di sekolah
14. Saya mengerjakan pekerjaan rumah (PR) dirumah
15. Saya membuat jadwal belajar dirumah
16. Saya belajar sesuai dengan jadwal yang saya buat
17. Saya mengikuti bimbingan belajar mata pelajaran IPA di luar sekolah.
18. Saya mengikuti bimbingan belajar mata pelajaran IPA
19.
Saya mengikuti setiap perlombaan yang diadakan di sekolah untuk menyalurkan kreatifikas yang saya miliki.
20. Saya mengikuti kegiatan di luar jam sekolah untuk mengembangkan