BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Kajian Teoritis
3. Hasil Belajar
anak adalah lingkungan rumah/ keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan teman pergaulan (masyarakat).
Berdasarkan beberapa pendapat ahli maka,dapat ditarik kesimpulan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar adalah situasi ekonomi, keahlian atau keterampilan seseorang, cita- cita atau aspirasi peserta didik, kemampuan peserta didik, kondisi peserta didik yang meliputi kondisi jasmani dan rohani, kondisi lingkungan perserta didik baik sekolah, keluarga maupun teman pergaulan, dan unsur-unsur dinamis seperti perasaan, perhatian, kemauan dan ingatan.
b. Pengertian Hasil Belajar
Menurut Sopiatin dan Sahrani (Sudjana, 2010) mengemukakan bahwa, hasil belajar adalah kemampuan-kemapuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Menurut Purwanto (2009) mendefinisikan bahwa: Hasil belajar dapat dijelaskan dengan memahami dua kata yang membentuknya, yaitu “hasil‟ dan “belajar”.
Pengertian hasil (product) menunjukkan pada suatu perolehan akibat dilakukannya suatu aktivitas atau proses yang mengakibatkan berubahnya input secara fungsional. Hasil belajar adalah kemampuan- kemampuan yang di peroleh oleh peserta didik setelah ia melakukan suatu aktifitas dana tau setelah ia menerima pengalaman belajarnya.
c. Pengertian Kognitif
Setelah mengetahui pengertian hasil belajar, sekarang beranjak ke pengertian kognitif (cognitive). Pengertian kognitif menurut Syah (2009) mengemukakan bahwa kognitif berasal dari kata cognition yang padanan katanya knowing, yang berarti mengetahui. Dalam arti yang luas, kognitif adalah perolehan, penataan, dan penggunaan pengetahuan. Dalam perkembangan selanjutnya, istilah kognitif menjadi populer sebagai salah satu domain atau wilayah/ranah psikologis manusia yang meliputi setiap perilaku mental yang berhubungan dengan pemahaman, pertimbangan, pengolahan informasi, pemecahan masalah, kesengajaan, dan keyakinan. Jadi
kognitif merupakan perkembangan perolehan suatu pengetahuan, penataan dan penggunaan pengetahuan yang berhubungan dengan pemahaman, pertimbangan, pengolahan informasi, pemecahan masalah, kesengajaan, dan keyakinan.
Menurut Sudjono (2011) mengemukakan bahwa “ranah kognitif adalah ranah yang mencakup kegiatan mental (otak)”. Jadi ranah kognitif merupakan ranah yang bekerja dalam bidang mental (otak) yang berkaitan dengan proses mental bagaimana impresi indra dicatat dan disimpan dalam otak. Seperti halnya berfikir, mengingat, dan memahami sesuatu.
Menurut Rahmah (2012) mengemukakan bahwaranah kognitif yaitu kemampuan yang selalu dituntut pada anak didik untuk dikuasaii karena menjadi dasar bagi penguasaan ilmu pengetahuan. Dari pengertian kognitif menurut beberapa ahli di atas dapat disimpulkan bahwa kognitif adalah perkembangan suatu pengetahuan yang berkaitan dengan proses mental (otak) dan merupakan dasar penguasaan ilmu pengetahuan yang harus dikuasai oleh peserta didik.
Jadi kognitif merupakan perkembangan perolehan suatu pengetahuan, penataan dan penggunaan pengetahuan yang berhubungan dengan pemahaman, pertimbangan, pengolahan informasi, pemecahan masalah, kesengajaan, dan keyakinan.
Menurut Anas Sudijono dalam bukunya Pengantar Evaluasi Pendidikan, mengemukakan bahwa “ranah kognitif adalah ranah yang
mencakup kegiatan mental (otak)”. Jadi ranah kognitif merupakan ranah yang bekerja dalam bidang mental (otak) yang berkaitan dengan proses mental bagaimana impresi indra dicatat dan disimpan dalam otak. Seperti halnya berpikir, mengingat, dan memahami sesuatu.
Menurut Noer Rahmah dalam bukunya Psikologi Pendidikan mengemukakan bahwa “ranah kognitif adalah kemampuan yang selalu dituntut pada anak didik untuk dikuasai karena menjadi dasar bagi penguasaan ilmu pengetahuan. Jadi ranah kognitif merupakan dasar penguasaan ilmu pengetahuan yang harus dikuasai oleh peserta didik.
Dari pengertian kognitif menurut beberapa ahli di atas dapat disimpulkan bahwa kognitif adalah perkembangan suatu pengetahuan yang berkaitan dengan proses mental (otak) dan merupakan dasar pengetahuan ilmu pengetahuan yang harus dikuasai oleh peserta didik.
Berdasarkan pengertian hasil belajar dan kognitif di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa hasil belajar kognitif merupakan hasil akhir yang diperoleh peserta didik dalam pemahamannya tentang ilmu pengetahuan yang berkaiatan dengan proses mental (otak) dan merupakan dasar pengetahuan ilmu pengetahuan yang harus dikuasai oleh peserta didik setelah ia melakukan suatu pembelajaran. Dalam hubungan dengan satuan pelajaran, ranah kognitif memegang
peranan paling utama. Tujuan utama pengajaran pada umumnya adalah peningkatan kemampuan pemahaman peserta didik dalam aspek kognitif. Aspek kognitif dibedakan atas enam jenjang menurut Taksonomi Bloom yang telah direvisi Anderson dan Krathwohl (2001) tersebut dapat digambarkan sebagai berikut;
Gambar 2.1 Aspek-aspek Kognitif menurut Taksonomi Andersoon dan Kratwohl
Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai tiap aspek sebagaimana diberikan dalam Taksonomi Andersoon dan Kratwohl;
a. Mengingat (Remember) merupakan mengambil pengetahuan yang relevan dari memori jangka panjang (misalnya megingat kembali tanggal peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah Indonesia).
b. Memahami/mengerti (Understanding) merupakan mengkonstruksii makna dari materi pelajaran, termasuk apa yang diucapkan, ditulis, dan digambar guru.
c. Menerapkan(Applyng)merupakanmenggunakan suatu prosedur dalam keadaan tertentu.
d. Mengalisis (Analysing) merupakan memecahkan suatu permasalahan dengan memisahkan tiap-tiap bagian dari permasalahan dan mencari tahu bagaimana keterkaitan tersebut dapat menimbulkan permasalahan.
e. Mengevaluasi (Evaluating) merupakan memberikan penilaian berdasarkan kriteria dan standar yang sudah ada. Kriteria yang biasanya digunakan adalah kualitas, efektivitas, efisiensi, dan konsistensi.
f. Menciptakan (Creating) merupakan memadukan bagian-bagian untuk membentuk sesuatu yang baru dan koheren atau untuk membuat suatu produk yang original.
Pada penelitian ini yang diukur adalah ranah kognitif saja karena berkaitan dengan pencapaian para siswa dalam menguasai materi pelajaran IPA dari C1 sampai C4.
Menurut Benyamin Bloom (Sudjana, 2009: 23-29) ranah kognitif berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek, yakni:
1) Pengetahuan, contohnya pengetahuan hafalan atau untuk diingat seperti rumus, definisi, istilah, pasal dalam undang-undang, istilah tersebut memang perlu dihafal dan diingat agar dikuasainya sebagai dasar bagi pengetahuan atau pemahaman konsep lainnya.
2) Pemahaman, contohnya menjelaskan dengan susunan kalimat, memberi contoh lain dari yang telah dicontohkan, atau mengungkapkan petunjuk penerapan pada kasus lain.
3) Aplikasi, yakni penerapan didasarkan atas realita yang ada di masyarakat atau realita yang ada dalam teks bacaan.
4) Analisis, yaitu usaha memilah suatu integritas menjadi unsur-unsur atau bagian-bagian sehingga jelas hierarkinya dan atau susunannya.
5) Sintesis, yakni kemampuan menemukan hubungan yang unik, kemampuan menyusun rencana atau langkah-langkah operasi dari suatu tugas atau problem yang ditengahkan, kemampuan mengabstraksikan sejumlah besar gejala, data, dan hasil observasi menjadi terarah.
6) Evaluasi, yaitu pemberian keputusan tentang nilai sesuatu yang mungkin dilihat dari segi tujuan, gagasan, cara bekerja, pemecahan masalah, metode, materiil, dll.
Dalam penelitian ini aspek yang diukur adalah aspek kognitif dengan tiga tipe hasil belajar yaitu pengetahuan, pemahaman, dan aplikasi. Subjek yang ditelitii adalah kelas IV untuk materi yang digunakan adalah struktur dan fungsi bagian tumbuhan pada semester I Tahun ajaran 2019/2020.