Kumbang badak (oryctes thinoceros) kumbang dewasa merusak pelepah muda yang belum membuka dan pucuk. Serangan titik tumbuh (mati)&pelepah muda rusak 10-70% produksi menurun 3-30%. Telur diletakan di sampah,pucuk kelapa mati, kotoran hewan, serbuk gergaji, sekam, ampas sagu. Produksi telur 35-40 butri menetas pada hari ke 11-13.
Masa ulat 3-4 bulan dan kopong 20-25 hr, pra dewasa 14-28 hr. Kumbang dewasa menyerang pelepah muda dan titik tumbuh (tan. Mati).
Bekas keratan pelepah seperti kipas. Instensitas serangan >20 dgn tan terserang >20%.
Mengumpulkan dan membuunuh larva dn kepompong, sanitasi lahan, feromon, virus baculovirus oryctes dgn dosis 10-12 ekor/ha dilpas pada sore&malam, jamur metarhizium anisopliae dgn dosis 20 gr/m3 atau 1 ekr larva mti/m3 sarang sebnyak 1-2 kali setahun, 5 butir kapus barus pd ketiak pelepah, dn semprot pestisida curater, diazinon, seven.
Kumbang janur kelapa (plesispa rheichei) stadia ulat dan kumbang dewasa merusak daun muda yg blm membuka (janur). Kerugian mencapai 29%. Telur diletakan 2-5 butir rerata 3 butir dn menetas 4-7 hari. Ulat hidup 30 hr (menggorok janur). Kepompong tinggal di lipatan daun selam 5 hr. daur hidupnya 5-7 mngu. Bisa bertelur sebnyk 117 dgn rerata 40 btr. Umur kumbang 2,5-3 thn. Ulat masuk kelipatan pucuk yg belm membuka dn merusak dgn cra mengetam pucuk hingga setelah membuka terdapat gejala bercak panjang dn daun keriput. Daun tdk mau membuka/ buka sedikit, daun jadi merah coklat dn kering.
Kumbang menyerang tan muda dn tua. AT 20 ekr stadia hidup/pucuk yg blm buka. Mengerat daun pucuk yang tersrang, tetrasitichus brontispae&cecopet, insektisida ambush/seven.
Ulat api (setora nitens) menyerang daun. Daun rusak 90 % produksi menurun 70% pd thn ke 1 dn 30% pd thn ke 2, daun rusak 25% produksi turun 20%. Telur 5-6 hr, ulat 33-47 hr, kopong 19-23 hr (3-4 bln krna iklim). Telur diletakkan di bawah daun dn 3-5 hr ada 375 telur (maks 660). Lubang pd helai daun dri pinggir bentuk tak rata. Serangan berat, tan gundul sisa lidi. AT 5-10/pelepah. Mengumpulkan dn bakar larva dn kopong, virus B.budaurelia dn bakteri bacillus thuringiensis, insek di injek pd batang/infus akar/semprot.
Ulat artona catoxantha meneyrang pelepah tua sampai pelepah ke 4 dri pucuk. Daun tua terbakar, buah gugur, tan tak berproduksi hinga thn ke2. Telur diletakkan di bwh daun tua tak beraturan ada 2-12 tlur.stadium ulat 16-23 hr kopong dilidi dn berdekatan stadium 8-13 hr. 2 hr kawin imago bertelur 4-5 hr ada 40-60 tlr.
Ulat – imago 31-38 hr rerata 35 hr d nada 9 generasi. Ulat I1 memakan jringan anakan daun berupa titik, ulat agk tua memakan helai anak daun seperti garis, ult dewasa memakan helai pinggir daun ke tengah. Daun yg diserng adlh daun setengah tua, terpaksa akn pindah ke daun muda. AT 5 ekr/pelepah. Daun terserang dipotong sisakan 3 pucuk terserang lalu dibakar, menjaga musuh alami, pestisida kontak dn racun perut di semprot, pengabutan, dn pengeboran btang/ infus akar.
Ulat kantong ( M.plana dn M corbetti) menyerang daun sawit. (MC)Telur ada 2rb-3rb pd hri ke 16 menetas. Ulat sekitar 80 hr, kopong 30 hr, laki terbang dn betina mati dlm kntong.
(MP) telur ada 100-300 menetas pd hr ke 18, stadia ult 50 hr, kopong 25 hr, total 3 bln.
Mengigit daun bentuk lingkaran kecil yg akan membesar dri tepi dn bentuk tak rata, daun mengering dan coklat. Tan gundul pd serngn berat, dri daun tua ke muda pd ujung pelepah.
AT mc 4-5 dn mp 5-10 /plepah. Gunakan b.
thuringensis dn jamur Beauveria bassiana, NPV dn GB.
Ulat bulu (dasychira inclusa) menyerang daun sawit dr pinggir. Telur dibawah daun jml ratusan dn menetas dala 8-9 hri. Aktif malam dn siang berlindung dibwh daun dn pngkal pelepah.
Ulat hidup 35-40 hr, kopong 8 hari.
Memusnakan telur larva dan kopong, gunakan predator, parasite dan konservasi tanaman liar sbgai pakan parasitoid.
Ulat pengerek tandan buah (tirathaba mundella dn t rufivena) menyerang bunga jantan dn betina hingga buah muda dn matang. Umur telur 4 hr, ulat 2-3 mggu, pupa 1,5 mggu. Ulat memakn putik dan daging buah sawit baik muda/tua, bunga akan gugur. B! ulat menyerang buah baru dan inti buah rontok/tanpa kernel. Buah muda dn matang digerak dn buah cacat sampai panen.
Sisa kotoran terekat oleh liur, ulat menempel pd permukaan tandan. AT >30% dr tan 1 tandan buah terserang smpai 50% (TM) dn60% (TT).
Melakukan kastrasi, ula tyg terikut tanda disiram insek dn dibakar.
Pengerek buah kakao (canopomorpha cramerella) menyerang buah kakau saat stadia ulat) kerugiian 40%. Telur pd permukaan buah ada 30-300 btr, lama hidup 7 hr. ulat mengerek buah lunak diantara biji dibwh kulit dn saluran makan tetapi tak makan biji. Ulat hidup dlm buah Selma 15-18 hr, kopong 6-8 hr. permukaan buah ada bercak kuning bsar, kulit dlm buah dn tempt masuk ulat berwarna coklat – hitam ada tai ulat. Permukaan kulit buah tua ada bercak coklat bsr sedang bagian lain tetap hijau/merah.
Pd buah masak ada bercak kuning orange. Buah berat dn tdk berbunyi jk digoyang daging buah warna hitam kecoklatan. AT ada 1 buah terserang/ 1hama. Pemaksan tunas tak prpduktif,sanitasi, sering panen, rampasan buah, bauh terserang dibenamkan, penyarungan buah, seluruh bunga dirampes hingga 3 bln dan dibakar. Menggunakan B Bassiana, T Bactra fumata, semut hitam.
Penghisap buah kakao(helopeltis sp) kepik menyerang buah dan pucuk kakao. Kerugian mencapai 36-75%. Telur 7-9 hr, s muda 13-19 hr, s dewasas 50 hr. ada bercak berdiameter 2-3 mm, diujung buah(bekas tusukan), tsukan baru warna hijau-coklat mengkilat, buah kering dn mati, kulit buah retak dn berubah bntuk, pucuk layuu dn mati, ranting kering dn keras. AT 3 stadia hidup.
Tikus (rattus sp) menyerang pelepah dn titik tumbuh, bunga dn buah. Kerugina 30%. Dewasa 3-4 blm, melahirkan setiap 2 bln ada3-8 eker.
Bersarang di atas phn, tumpukan kayu, daun kering. Buah lobong berbentuk bulat sempurna (tak beraturan serangan tupai) dan daging buah habis.
Pengerak buah kopi (hypothenemus hampei) ualt dan kumbang dewasa menyerang buah dan biji. Kerugian 20%. Telur menetas 5-9 hr, ulat 10-21 hr, pra kopong 2 hr, kopong 4-9 hr, kumbang jantan 10,26 hr, betina 87-102 hr.
rerata telur 54 btr. Menyerang buah saat biji mulau mengeras, ada lobang tempat telur diletakkan. Buah muda tak berkembang dn gugur. AT 5%. Petik buah, lelesan, perambangan, b bassiana, dn caphalonomia s.
Pengerak batang lada (lophobaris piperis) ulat menyerang batang dn cabang kerugian 10%.
Mampu bertelur 280-525 btr, k dewasa 1-1,5 thn, tiap lobng 1 telur, tak menyukai sinar. K dewasa menyerang pucuk, ranting muda, daun muda.ulat menyerang bagian dlm btng dn cabng sihingga tan diatasnya mati. K dewasa berupa gigitan pd bagian tan dn menghitam, layu dn menguning pd bagain atas gerekan lalu kering, bagian yg digerek mudah patah. AT 2 stadia hidup.
Pengisap bunga lada (diconocoris hewetti) kepik merusak bunga lada kerugian 40,66%
bulir bunga/hr. seluruh bunga rusak, tangkai hitam, gugur, kegegelan dlm pembuahan. AT rerata 3 stadia hidup. Varietas jrng berbunga, membuang bunga selama vegetative, b bassiana dn spicaria sp.
Penghisap buah lada (dasynus pipperis) kepijk menyerang buah lada. Kerugian 15%. K dewasa hidup 3 bln, telur ada 180 btr, menyebar mengelompok, mengeluarkan bau menyengat.
Kepik menghisap cauran buah membuat buah hampa, kering dn gugur. Buah muda disreng maka tandan bnyk kosong. Buah tua akan kering, timbul serangan sekunder mikroorganis pd buah shgga buah busuk total. AT 5 stadia hidup/satu kebun. Guanakn tanjar hidup, lcc, pemotongan tandan saat tan muda, spicaria sp.
Penyakit kuning lada (rodopholus s dn Meloidogyne sp) akar tanaman lada diserang nematoda. Kerugin 32%. Kerusakan nematode lambat hingga 3 thn. Meningkat pd musim kemarau, penyebaran melalui air, drainase, manusia, hewan, alat pertanian. Sel tanaman tmpt masuk jadi coklat, makan dn berkembang di akar, menghambat xylem, daur hidup 25-30 hr.(RS). Telur di akar, larva masuk lalui ujung akar, masuk ke xylem dn kortex. Merangsang puru akar(gall). Siklus hidup 3-4 minggu.
Nematoda berkembang 21 hari. AT 1 tan tersernag. Dieradikasi dn perlakuan vapam, siolasi tan terserng dng drainase, hindari pelukaan akar, pemupukan berimbang, pasang mulsa alami, gunakan lanjaran hidup.
HAMA TANAMAN
PERKEBUNAN
HAMA CUCRBITACEAE
Pengorok daun liryomyza sp mesofil daun akn tinggal epidermis yg warna putih dn berkelok sehingga daun ada gambar. Tan muda terserng akn terhambar pertumbuhan dn hasil rendah.
Memasang perangkap kuning yg dipasang perekat, penyemprotan insek.
Lalat buah (bactrocera cucurbitae) induk betina meletakkan telur pada buah yg kecil, lalu larva akan memakan jaringan buah hingga buah tak berkembang dn bengkok serta mati. Fak manusia, serngan blm disadari, blm tersedia sarana pengendalian, dn tak efektif. Fak linkungan suhu, kelembaban, banyak inang.
Pengontrolan populasi, mengumpulkan dn pemusnahan buah terserng, gunakan mulsa alami, panen buah mmuda, pengolahan tanah, gunakan antrakn.
Kumbang timun atau oteng2 (aulocaphora sp) kuning dn abdomen runcing (a cofea) kuning, abdomen tak runcing, kaku gelap (a flavonarginata) warna hitam menyerng gambas.
Imago menyerang dgn merusak dn memakan daun, daun seperti terpotong melingkar hingga timbul lubang besar. Larva memakan habis bagian akar dn batang bwh hingga pertumbuhan terhambat.
Kepik buah hitam (leptoglosus australis) adanya garis merah pd depan pronotum dn bwh tibia yg lebar. Siklus hidup 40 hr. bekas tusukan jdi tempat masuk jamur nematospora sp.
Ngenat timun (cryptographis indica) habitat Cucurbitaceae: Cucumis sp., Cucurbita pepo, Cucurbita sp., Lagenaria siceraria, Luffa cylindrica. Larva menyerang pucuk, daun, bunga dn buah. Akan menyebabkan pucuk layu dan pertumbuhan terhambat. Serangan pd Bungan dan buah yg masih kecil menyebabkan hasil berkurang.
HAMA KUBIS KUBISAN
Ulat daun (plutella xylostella) memakan daun dgn gejala daun berlobang di tengah lama lama akan meluas ke tepi daun menyisaka tulang daun. Memakan bawah daun menyisakan epidermis atas. Kebal terhadap satu jns insek.
Pengendalian dengan mengambil ualt kemudian dibunuh, tumpeng sari tan tomat, tembakau, caisin, dn bawng daun. Musuh alami P larva diadegma semiclausum, apantales plutella, P pupa diadromus collaris.
ulat krop (crocidoomia binotalis) menyerang titik tumbuh, ukuran besar dr ult tritip bergaris coklat. Telur diletakkan satu kelompok. Jika diganggu akan mager bergerak.
Ulat kubis bergaris( Hallula undalis ) menyerangbagian daun dengan gejala menyerupai patella, larva lanjutan gejala menyerupai croci. Terjdi saat kemarau panjng.
Telur diletakkan berkelompok berjumlah 12 btr.
Larva berwarna keruh abu, terdapat 6 garis warna coklat, panjang 10-14 mm, dn terdiri dari 5 instar. Pupa ada di batang dn dalam tanah.
Ulat tanah (agrotis ipsilon) ulat berwarna hitam bergejala memotong tanman kubis saat masih kecil. Dikendalikan dengan membongkar tanas di sekitr tanaman yng tepotong. Dapat dgn karbofuran, furadan, dn curate.
Kutu anjing (phyllotreta vitatta) kumbang berwrna cooklat kehitaman dengan syp bergaris kuning panjang 2 mm. telur berkelompok pd
kedalamn 1-3 cm. pupunya di 5 cm dalam tanah. Daur hidup 3-4 mgu. Bergejala lubang lubang kecil pada bagian bawah daun. Lerva sering merusak bagian dasar tan dekat permukaan tanah. Pemusnahan tan yg tersrng dengan insek bila gejala tan masih muda ditemukan.
Kutu tanaman (aphis sp) merupakan hama penghisao. Gejala serangan menyebabkan daun layu. Jika banyak dilahat maka tan akn kerdil dan kotor. Berpotensi sebagai vector penyakit penyebab virus. Pestisida, musuh alami coconelidae atau kumbang nyonya.
Penggerek baatng(Rytidodera simulans ) terjadi kerusakan tajuk yg tak beraturan, cabang patah, kering, dan jatuh. Cabg tersrang aka keluar cairan kental berwarna hitam (getah).
Larva putih kotor uk 7 cm. telur diletak di ujung cabang secara berkelompok, bentuk oval, panjang 2 mm. kumbang nocturnal dpt hidup 100 hari dn menghasilkan 160 btr.
Ulat penggerek buah manga (deanolis sublimbalis) menyerang manga tropis dn kerugian 10-15%. Adanya eksudat yg keluar dari lubang gerekan, dn setelah kering jadi berwarna gelap/ timbul bercak hitam di ujung buah. Buah menjadi gugur. Jika dibelah akan tampak ulat pada biji dn dagingbuah. Lerva gemuk warna cerah mengkilat belang putih merah .
Kumbang pengerek (sternochetus Mangifera) gejala ditandai adanya tanda tempt peletakan telur pd buah yg masih muda. Telur diletakan pada bekas gerekan di kulit dn terlihat setelah panen. Lerva berbentuk panjang silinder tak bertungkai. Berwarna putih dan kepalanya hitam. Larva instar terakhir warna putih tanpa tungkai dn melingkar. Monitoring, sanitasi kebun, hindari buah dari daerah endemic ke kebun baru.
Pengerek buah manga (sternochaetus frigidus) larva serius yg menggerek buah manga sehingga buah take nak dimakan. Hama ini mirip pengerek biji tapi lebih suka mengerak buah.
Dari luar gejala tak Nampak, sampai adanya lubang keluar dibuat olh imago untuk tempt keluar dari buah. Untuk melihat serngan buah harus dibelh, buah yg tersrang akan Nampak liang-liang Gerakan pd daging buah, warnanya coklat dan disitu akan ditemukan lrva, pupa dan imago. Telur diletakkan pd buah yg diameternya lebih 6 cm di dalam buah lalu ditutup dg lapisan getas dn feses. Lava pucat, gendut, dn tanpa kaki. Telur - imago 5-7 mggu. Bertelur pada umur 6 mggu, rerata 8 btr telur/ hari, total 75 dn maks 180 btr dlm waktu 3 minggu. Guanakn semut merah untuk musuh alami, sanitasi kebun, dn musnakan buah yg terserng.
Ulat cacar buah jeruk (prays endocarpa) gejala serangan berupa lubang dn serbuk gerekan serta eksudat y gada pd kulit buah. Telur berkelompok di kulit bagian bawah. Larva segera masuk setelh menetas, secara berkelompok, kemudian membuat liang gerekan ked aging buah. (umr 13 hr). lrva warna kuning kemerahan berubh jd hijau. Pupa ada sedalam 2- 3 sm umurnya 10 hr. imago nocturnal tak suka cahaya. Mush alami P telur T nr nana 16%, P larva euderus M, sopidosoma sp, P larva bracon sp, brachymeria sp. Mulai menyerang buah umr 2 bln. Gejala terdapat bintil atau bisul dan ada liang Gerakan serta buah gugur.
Pengorok daun jeruk (phyllocnistis citrella) ngengat bersifat nocturnal, telur diletakkan di permukaan bawah daun dkt tulang berstadium 3-5 hr. warna larva kuning pucat, pupa ada di ujung kerokan warna coklat. Sering terjadi di pembibitan, kerokan terjadi pada epidermis daun muda dan menyebabkan daun menggulung. Penggunaan ageniapsis sp dn kerudung kelambu sebagai pengendaliannya.
Kutu loncat (Diaphorina citri) vector CVPD.
Gejla kerusakan yaitu pertumbuhan pucuk terhambat dan daun muda akn gugur bahkar ten dapat jadi gundul. Gejala CVPD karena bakteri yg ditularkan oleh kutu ini. Pengendalian dengan psyllaephagus sp, belalang sembah, coccinellid.
Lalat buah (fruit flies)
Pada buah yang terserang biasanya terdapat lubang kecil di bagian tengah kulitnya.
Serangan lalat buah ditemukan terutama pada buah yang hampir masak. Gejala awal ditandai dengan noda/titik bekas tusukan ovipositor (alat peletak telur) lalat betina saat meletakkan telur ke dalam buah. Selanjutnya karena aktivitas hama di dalam buah, noda tersebut berkembang menjadi meluas. Larva makan daging buah sehingga menyebabkan buah busuk sebelum masak. Apabila dibelah pada daging buah terdapat belatung-belatung kecil dengan ukuran antara 4-10 mm yang biasanya meloncat apabila tersentuh. Kerugian yang disebabkan oleh hama ini mencapai 30-60%. Kerusakan yang ditimbulkan oleh larvanya akan menyebabkan gugurnya buah sebelum mencapai kematangan yang diinginkan.
Dalam siklus hidupnya lalat buah mempunyai 4 stadium hidup yaitu telur, larva, pupa dan dewasa. Lalat buah betina memasukkan telur kedalam kulit buah jeruk atau di dalam luka atau cacat buah secara berkelompok. Lalat buah betina bertelur sekitar 15 butir. Telur berwarna putih transparan berbentuk bulat panjang dengan salah satu ujungnya runcing.
Larva lalat buah hidup dan berkembang di dalam daging buah selama 6-9 hari. Larva mengorek daging buah sambil mengeluarkan enzim perusak atau pencerna yang berfungsi melunakkan daging buah sehingga mudah diisap dan dicerna. Enzim tersebut diketahui yang mempercepat pembusukan, selain bakteri pembusuk yang mempercepat aktivitas pembusukan buah. Jika aktivitas pembusukan sudah mencapai tahap lanjut, buah akan jatuh ke tanah, bersamaan dengan masaknya buah, larva lalat buah siap memasuki tahap pupa, larva masuk dalam tanah dan menjadi pupa.
Bactrocra dorsalis Hend. Tanaman inang:
jambu biji, jambu air, belimbing, pepaya, alpukat, nangka, cabe, tomat, dan lain-lain. B.
umbrosus Fab. ( lalat nangka) Tanaman inang genus Arthocarpus: nangka, cempedak. B. (=
Zeugodatus) caudatus Fab. Tanaman inang Cucurbitaceae ( melon, timun), cabe besar, jambu biji, jeruk, tomat. B.(= Z) cucurbitae Coq. Tanaman inang cucurbitaceae, jambu- jambuan, mangga. B. musae Tryron , menyerang , jambu biji& pepeya B. albitrigata de Meijere, menyerang Myrtaceae ( jambu2an) B. trivialis drew. Menyerang jambu biji, anggur,& cabai. B. zonata Sauders.
Menyerang; jambu biji, srikaya, tomat dsb. B.
(Zeugodacus) tau Walk. Menyerang timun2an.