HIKMAT
DISUSUN OLEH : WIKA KRISTIANI ZAMASI
PRODI : PAK S2 MATA KULIAH : TEOLOGI KOLOQIUM
DOSEN PENGAMPU :
DR. ALTIN SIHOMBING, S.H.,M.H
SEKOLAH TINGGI TEOLOGI SAMUEL ELIZABETH JAKARTA
TAHUN 2023/2024
KATA PENGANTAR
Puji Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia- Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Makalah ini berjudul
"Hikmat" dan bertujuan untuk mengeksplorasi konsep hikmat dalam berbagai tradisi filosofis dan religius. Hikmat merupakan aspek penting dalam kehidupan manusia, yang mencakup pengetahuan mendalam, kebijaksanaan dalam pengambilan keputusan, dan kemampuan untuk hidup selaras dengan nilai-nilai kebenaran.
Dalam makalah ini, kami akan membahas konsep hikmat dari perspektif filsafat dan agama, serta menyoroti berbagai pendekatan yang beragam terhadap konsep ini. Dengan memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang hikmat, kami berharap makalah ini dapat memberikan kontribusi positif bagi pembaca dalam menerapkan hikmat dalam kehidupan sehari- hari. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuan dalam penyusunan makalah ini, dan kami berharap makalah ini bermanfaat bagi pembaca.
Jakarta, 23 februari 2024 Penulis
Wika Kristiani Zamasi
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Berbicara tentang hikmat, maka tentunya itu adalah sesuatu yang sudah tidak asing lagi dikalangan pelajar Teologi maupun dikalangan masyarakat lainnya. Untuk menghidupi hikmat, tentunya harus mengerti dan memahami terlebih dahulu seperti apa hikmat yang dikaruniakan Allah kepada manusia. Hikmat menjadi perbincangan atau menjadi tema pokok dalam kitab amsal. Banyak hal yang dibicarakan dalam kitab amsal mengenai hikmat. Namun, mungkin saja ada hal-hal yang tertulis dalam kitab lain di Perjanjian Lama yang merujuk pada hikmat.
Karena hebatnya nilai hikmat itu, Salomo menyatakan cintanya kepada hikmat dan keinginannya untuk mendapatkannya (Keb. 8:2-8). Hikmat memiliki asal usul yang luhur karena bergaul dengan Allah dan dikasihi oleh Dia yang memerintah segala sesuatu. Melalui hikmat orang dapat memperoleh kekayaan dan kepintaran. Hikmat mengajarkan kepadanya tentang menahan diri dan berhati-hati dan memberinya keadilan dan kebenaran. Demikianlah, terdorong oleh rasa cintanya kepada hikmat itu, Salomo mengambil keputusan untuk mendapatkan-nya sebagai pengantinnya (Keb. 8:9-16).
Hikmat menjadi jodohnya sepanjang umur hidup: Salomo memilikinya dan ia menjadi seorang yang amat bijaksana.
Hikmat itu memberikan nasihat yang baik dan menghibur- nya dalam kesusahan.
Berkat hikmat itu ia mendapat kemuliaan para raja dan menjadi orang terhormat di antara para orang tua, sekalipun ia masih muda. la menjadi cepat dalam pengadilan sehingga dikagumi oleh para pembesar. Orang pun menjadi rindu untuk mendengarkan hikmatnya:
kalau ia diam, mereka menunggu dan kalau ia berbicara, mereka mendengarkan. Berkat hikmat itu pula ia memerintah banyak bangsa dan para penindas yang menakutkan pun takut kepadanya. Lebih dari itu, berkat hikmat itu ia akan memperoleh kebakaan dan meninggal-kan kenangan abadi kepada generasi sesudahnya.1
1 YM Seto Marsunu, pengantar kitab-kitab hikmat, (Daerah Istimewa Yogyakarta: yayasan lembaga biblical alkitab Indonesia,2018), hlm. 140
Allah Sang Pemilik hidup kita ini, Allah yang dimana kita kenal sebagai seorang sumber hikmat, bahkan Dialah Hikmat itu sendiri, dikatakan telah mengaruniakan hikmat itu dalam diri setiap umat-Nya. Hikmat yang sering digambarkan sebagai kebijaksanaan, kebajikan, kearifan menjadi sebuah hal yang selalu dirindukan oleh setiap umat manusia untuk dapat melekat dalam diri manusia itu sendiri.2
B. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana pandangan hikmat menurut Alkitab 2. Bagaimana implikasi Hikmat di Masa kini.
C. TUJUAN PENELITIAN
1. Untuk mengetahui pandangan hikmat menurut Alkitab 2. Untuk mengetahui Implikasi Hikmat di Masa kini.
BAB II
2 Kamus Besar Bahasa Indonesia
ISI A. PENGERTIAN HIKMAT
Hikmat berakar pada zaman yang sangat kuno. Sejak dahulu muncullah ucapan- ucapan dan tulisan-tulisan dari pengamatan yang bijaksana mengenai kehidupan yang merumuskan petunjuk-petunjuk untuk keberhasilan dan kebahagiaan dalam bentuk- bentuk yang mudah diingat, oleh sebab itu, dikenallah sebuah karya mengenai hikmat.
Sastra hikmat yang begitu banyak terdapat dalam Alkitab yang merupakan hasil refleksi dari beberapa penulis Israel telah memberikan sumbangsih yang cukup besar pada saat itu yang berawal sekitar abad ke-10SM.3
Hikmat dalam alkitab khususnya perjanjian lama menggunakan dua padanan kata yang mengandung dua arti dimana untuk kata benda “Hocmah” yang berarti hikmat dan kata sifat “Hacham” yang berarti bijaksana, dimana dua kata tersebut tidak hanya dipakai untuk menggambarkan suatu sifat namun mengandung hal-hal yang merujuk pada berbagai keahlian dan keterampilan yang dilakukan secara nyata.
Berdasarkan dua kata diatas yang memberikan penggambaran mengenai hikmat, maka dapat dilihat bahwa hikmat tidak hanya berbicara mengenai pengetahuan atau sekedar kecerdasan intelektual dalam diri seseorang, namun hikmat itu sendiri berkaitan dengan kemampuan atau keterampilan atau tindakan nyata dalam diri seseorang untuk menghadapi serta merespon setiap masalah yang muncul atau setiap kenyataan yang ada.
Hikmat yang dituliskan dalam Alkitab bukanlah sebuah konsep yang mudah untuk dijelaskan oleh manusia, diperlukan penelusuran yang sungguh-sungguh untuk dapat mengerti dan memahami konsep tersebut.4
Dalam Alkitab Terjemahan Baru kitab Amsal muncul 41 ayat yang berbicara mengenai hikmat sehingga kitab amsal sarat dengan kitab hikmat. Hikmat dioperoleh dari dua sumber utama yaitu pengalaman dan pemikiran. Setiap orang walaupun tidak berpendidikan memperoleh hikmat dari pengalaman hidup sehari- hari dan sering hikmat itu diungkapkan dalam bentuk peribahasa atau perumamaan. Dalam bahasa indonesia dikenal ribuan
3 W. S. LaSor, dkk, Pengantar Perjanjian Lama 2, (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2011), Hlm. 70 4 Tremper Longman, Hikmat dan Hidup Sukses, (Jakarta: Scripture Union Indonesia, 2007), Hlm. 5
peribahasa dan banyak cerita yang mengandung nasihat atau ajaran (perumamaan) demikian juga pada zaman kuno di Mesir Mezopotamia dan juga Kanaan. hikmat bukanlah renungan tentang asas-asas yang mengatur alam semesta, melainkan menghubungkan dengan Allah melalui pengenalan yang khidmat, yang melahirkan tindakan yng sesuai dengan hubungan dalam keadaan tertentu.5
Setiap orang membutuhkan hikmat dalam hidup agar dapat memiliki kehidupan yang berhasil dan bahagia. Sejak mausia diciptakan Tuhan memiliki keinginan untuk memberikan kekuasaan kepada manusia untuk hidup di dunia. Amsal 3:13-18 dari dalamnya kita akan mengerti bahwa ketika kita memilii hikmat Tuhan maka kita akan menjadi orang yang berbahagia karena hikmat Tuhan lebih berharga dari emas dan perak.
B. PANDANGAN HIKMAT DALAM ALKITAB
Hikmat adalah suatu kualitas kecerdasan intelektual yang diberikan Allah kepada manusia sebagai petunjuk praktis untuk menjalani hidup sehari-hari, serta membawa manusia kepada keberhasilan hidup atau sebagai kunci keberhasilan yang sesuai dengan kehendak Allah. Kata “hikmat” seringkali kita temukan muncul dalam Alkitab. Bahkan, Alkitab juga menyebutkan bahwa Yesus adalah Hikmat Allah bagi umat manusia.
Adapun hikmat Allah pastinya berbeda dengan hikmat dunia 1. Hikmat Menurut Perjanjian Lama
Raja-raja dan para pemimpin secara khusus membutuhkan hikmat. Mereka bergantung pada keputusan yang tepat dalam bidang sosial politik. Yosua, Daud dan Salomo diberikan karunia khusus yaitu kebikjanaan untuk menunaikan tugas sebagai raja. Suatu kelas khusus dalam pemerintahan monarki memberikan kesempatan bagi setiap laki-laki dan perempuan untuk belajar tujuannya adalah agar menjadi kaum intelektual. Pada masa Yeremia, kaum intelektual ini memiliki peran penting sebagaimana para nabi yaitu sebagai penasihat dalam masalah sosial, politik dan pemerintahan. Hikmat adalah milik Allah yang utuh dan mutlak. Hikmat Allah
5 J.Ruffle, Tafsiran Alkitab masa kini, Yayasan komunikasi bina kasih, hlm.298
mencakup sempurna, luas dan lengkap menyentuh setiap bidang kehidupan (Ayb 10:4, Ams 5:31), mencakup semua kedaulatan di dunia serta menggenapi semua apa yang dipikirkan oleh Allah. Alam semesta adalah bukti hikmat Allah dan manusia adalah bukti karya hikmat tinggi yang diciptakan oleh Allah sendiri. Proses-proses alamiah dan historis berada dibawah kendali merupakan pembedaan sempurna antara baik dan jahat dan merupakan dasar untuk pahala dan hukuman yang diterima oleh orng jahat dan orang benar (Mzm 1:37-38, Ams 10:3, 11:4). Kebijaksanaan yang berdasarkan pada kecakapan alamiah ini merupakan karunia rahmani sebab kegiatan kreatif Allah sendirilah yang memungkinkan perolehan kebijaksanaan yang demikian itu
Hikmat alkitabiah sekaligus bersifat agamawi dan praktis yang berasal dari rasa takut akan Allah (Ayb 28:28, Ams 1:7, Mzm 111:10). Hikmat berkembang menyentuh segenap hidup seperti ditunjukkan secara luas dalam Amsal. Hikmat memperoleh penegtahuanya sendiri dengan jalan Allah dan menerapkan dalam kehidupan sehari- hari. Gabungan antara pengertian dan kataatan ini menghubungkan hikmat dengan pengetahuan akan Allah yang lebih diberikan penekanan oleh nabi (kasih yang tulus dalam ketaatan).6
Kitab Amsal
Hikmat merupakan pusat dari kitab amsal, namun kata ini juga didukung oleh lumayan banyak ide dan kata lain yang saling terkait. Berdasarkan hasil studi para pakar terhadap berbagai kata yang berhubungan erat dengan kata Ibrani bagi
“hikmat” (hokma), kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih lengkap tentang hakikat hikmat.
Di dalam kitab Amsal terdapat bermacam bahan yang dapat dilihat hubungannya dengan amsal yang sejenis di babel dan Mesir. Amsal 19, 22:17-21 dan 31:1-9 mempunyai bentuk Amsal yang sama dengan pengajaran di Mesir.
Amsal pengajaran di Mesir memberikan perhatian yang besar pada pertumbuhan sikap mentak dan tata karma yang menunjang kedayagunaan dan kemajuan dalam mengabdi kepada negara. Amsal pengajaran seperti ini berkembang pesat di kalangan sekolah dan pendidikan dan dipakai untuk membantu tujuan pendidikan.
6 Ensiklopedi Alkitab Masa Kini jilid 1 (Jakarta : YKBK/OMF, 2009), HAL. 391
Tujuan pendidikan di Mesir waktu itu adalah peningkatan ketajaman intelektual serta kemampuan untuk mengambil keputusan pasa situasi kritis.
Di Israel tujuan pendidikan dan pengajaran Israel, utama ditujukan kepada anak-anak/generasi muda. Penekanannya pada soal sopan santun, larangan keras pada pelanggan seksual. Para wanita asing yang sering memikat hati dan bebas dari segala larangan Israel dianggap sebagai ancaman khusus bagi generasi muda (Ams 2:18). Dalam kitab Amsal sering kita temukan ‘hai anakku’ sesungguhnya menunjukkan adanya tempat yang dasariah dari hikmat orangtua. Kata ini menunjukkan adanya hubungan khusus antara guru dan anak murid dimana dikelas guru mendapat wibawa sebagai pengganti orang tua kandung. Tapi dalam hal tertentu seperti dalam Amsal 1:9, kedudukan orangtua dan guru dapat berubah menjadi jurubicara dari hikmat.
Kitab Ayub
Ada konsensus bahwa Ayub menggunakan tema hikmat. Ayub sebagai orang yang tidak bercela, takut akan Tuhan dan hidup lurus. Tuhan mengizinkan Setan menguji Ayub dengan menghancurkan anak-anaknya, kekayaannya, dan kesehatannya. Tanggapan Ayub yang pertama adalah menyembah Allah (1:20-22).
Namun Setan mempertanyakan motif Ayub dengan mengatakan kepada Tuhan bahwa Ayub hanya memujanya karena dia telah memberkatinya. Jika dia menghilangkan berkat-berkat itu, Ayub akan mengutuknya. Tuhan mengizinkan Setan menguji Ayub dengan menghancurkan anak-anaknya, kekayaannya, dan kesehatannya. Tanggapan Ayub yang pertama adalah menyembah Allah (1:20-22).
Tiga orang teman yang datang untuk berduka bersamanya dengan duduk diam bersamanya selama tujuh hari. Dalam pasal 3 perspektif ilahi hilang, dan pidato puitis dimulai dengan Ayub mengutuk hari kelahirannya dan meratapi bahwa ia tidak mati saat lahir untuk menghindari penderitaannya. Kutukan Ayub merupakan parodi dari kutukan karena ia tidak bisa mengubah hari lahirnya.
Teman-temannya menyampaikan serangkaian pidato yang mencoba meyakinkan dia bahwa dia menderita karena dia telah berdosa (Ayub 4–25). Mereka beroperasi dengan pandangan mekanis tentang hubungan perbuatan-konsekuensi dan tidak
memiliki kategori penderita yang tidak bersalah. Ayub mengakhiri perdebatan dengan pernyataan tegas bahwa dia tidak bersalah (Ayub 31). Hikmat, sebagaimana digambarkan dalam Ayub, tidak dapat menyelidiki misteri penyebab penderitaan (Ayub 28). Ketika Allah menanggapi Ayub, Dia tidak memberi tahu dia mengapa dia menderita, namun menanyakan kepadanya tentang mempertanyakan keadilan ilahi untuk membebaskan dirinya (40:8). Untuk ini Ayub harus bertobat. Ayub kemudian dibenarkan oleh Tuhan di hadapan teman-temannya (42:7–9) dan dipulihkan (42:10–17). Kitab Ayub mengajarkan misteri kedaulatan Allah.
Penderitaan belum tentu disebabkan oleh dosa, dan cara seseorang merespons penderitaan lebih penting daripada alasan penderitaannya.
Kitab Pengkhotbah
Pengkhotbah juga bergumul dengan pemahaman yang tepat tentang hubungan perbuatan-konsekuensi dan menekankan rasa takut akan Tuhan. Ia secara khusus menanyakan di awal kitab ini apakah ada keuntungan dari kerja (1:3), dan ia menjawab pertanyaan itu dengan menyimpulkan bahwa tidak ada keuntungan dari kerja (2:10-11). Takut akan Tuhan menuntun pada kepercayaan kepada Tuhan bahkan ketika hidup tampak sia-sia. Dari sudut pandang Perjanjian Baru, kita mempunyai lebih banyak alasan untuk menanggapinya dengan iman karena Kristus telah menanggung kutukan dosa ke dalam diri-Nya. Hidup ini tidak sia-sia karena jerih payah kita untuk Tuhan tidak sia-sia (1Kor. 15:58). Takut akan Tuhan menuntun pada kepercayaan kepada Tuhan bahkan ketika hidup tampak sia-sia.
C. IMPLIKASI HIKMAT DI MASA KINI
Hikmat, barangkali lebih dari pada ragam alkitabiah lain, membicarakan kesadaran diri dari manusia tersebut. Namun, bagaimana pun hikmat dalam alkitab memiliki kelemahan yang terkandung di dalamnya, berseru kepada Allah untuk mendobrak dunia manusia dan membongkar pertanyaan-pertanyaannya yang vital dengan jawabanjawaban yang jelas dan terus terang, segera dan ke perorangan.
Hikmat mengungkapkan kekurangan-kekurangan tertentu dalam budaya dan mayarakat modern. Kebutuhan akan suatu pegangan bagi perilaku moral dipenuhi oleh hikmat yang menegaskan Allah sang Pencipta sebagai sumber kehidupan dan sebagai
titik acuan bagi segala tindakan dan sikap manusia. Satu-satunya pencipta manusia dan segala sesuatu adalah yang Mutlak, terhadap mana semua hubungan harus dinilai dan semua tindakan ditimbang. Dalam budaya di mana agama sering dianggap sebagai suatu momok ketimbang sebagai simbol kehormatan, maka kesalehan sejati bisa dipandang rendah. Namun demikian, hikmat telah memanggil gereja untuk kembali pada kesalehan sejati, bukan kesalehan yang karikaturkan sebagai “gaya hidup munafik yang memenjarakan individu dalam selubung penindasan.” Hikmat mempunyai istilah sendiri untuk aspek iman yang “takut akan Tuhan”. Perlunya pemulihan akan kecenderungan ini Nampak dari adanya penyimpangan dan kekacauan dari tatanan masyarakat modern.
Sebenarnya, kita perlu memiliki kembali kekuatan yang menyebar dari iman Kristiani kita, yang mencakup dan membicarakan semua pengalaman manusia dalam lingkar kehidupan yang luas. Takut akan Allah berdasarkan ukuran yang seutuhnya sebagaimana diajarkan oleh orang-orang bijaksana yang berhikmat, dapat menjadi teladan bagi orang- orang yang bersedia mengambil tantangan.7
Perhatian yang terbaru dalam hikmat ialah pembuktian kebenaran dari karya sastra yang berpengaruh, yang sangat diabaikan pada masa lalu. Bahkan lebih dari itu.
Merosotnya keyakinan kritikus Alkitabiah terhadap isi historis dari Perjanjian Lama telah meninggalkan kekosongan yang dapat diisi oleh hikmat. Hikmat memberikan garis besar dan menjelaskan satu dari tema-tema utama dari Alkitab, yakni membangkitkan kesadaran diri manusia.
D. MANFAAT HIKMAT
1. Orang berhikmat akan mengerti tentang takut akan Tuhan
2. Orang berhikmat akan mengerti tentang kebenaran, keadilan dan kejujuran.
7 Georg Kirchberger, Allah Menggugat, (Yogyakarta: Ledalero, 2012), Hlm.83-88
BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN
Sebagai umat Allah, manusia telah dikaruniakan akal budi serta berbagai hal untuk dapat melakukan setiap hal yang benar dalam dunia ini. Manusia perlu melihat dan memahami dengan betul setiap tindakan atau sikap yang akan dilakukan dalam memutuskan sesuatu untuk kelangsungan hidupnya. Hikmat, yang merupakan anugerah besar dari Allah telah disediakan untuk dapat dihidupi oleh UmatNya dengan tepat.
Hikmat adalah suatu kualitas kecerdasan intelektual yang diberikan Allah kepada manusia sebagai petunjuk praktis untuk menjalani hidup sehari-hari, serta membawa manusia kepada keberhasilan hidup atau sebagai kunci keberhasilan yang sesuai dengan kehendak Allah. Oleh sebab itu, kata “Takut Akan Tuhan” menempati posisi yang sangat sentral (utama). Takut akan Tuhan dan pengenalan akan Allah, merupakan penyataan illahi dan karunia Allah yang mula-mula, yang berada di luar dunia dan kehidupan manusia. Setiap orang yang mendengar berita ini yang sekaligus merupakan penawaran keselamatan yang paling berharga dan bersifat pribadi, dan bahkan menuntut seseorang untuk tidak melewatkannya. Dengan hikmat, manusia dapat mengenal dan merasakan akan kehadiran Allah. Mungkin sepintas, hikmat ini terlihat sulit untuk kita berlakukan dalam kehidupan kita, namun kita dapat belajar tentang hikmat itu sendiri melalui tulisan- tulisan yang terdapat dalam Alkitab yang banyak berbicara tentang hikmat.
B. SARAN
Sebagai anak anak Tuhan marilah kita mempunyai hikmat dan terlebih lebih kita meminta kepada Tuhan yang Maha Kuasa yang ada di surga.
DAFTAR PUSTAKA
Marsunu, YM Seto, pengantar kitab-kitab hikmat, (Daerah Istimewa Yogyakarta: yayasan lembaga biblical alkitab Indonesia,2018)
Kamus Besar Bahasa Indonesia
LaSor,W. S. dkk, Pengantar Perjanjian Lama 2, (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2011) Longman Tremper, Hikmat dan Hidup Sukses, (Jakarta: Scripture Union Indonesia, 2007) Ruffle J. Tafsiran Alkitab masa kini, Yayasan komunikasi bina kasih
Ensiklopedi Alkitab Masa Kini jilid 1 (Jakarta : YKBK/OMF, 2009) Kirchberger Georg, Allah Menggugat, (Yogyakarta: Ledalero, 2012)