PENDAHULUAN HISTOLOGI
Latar Belakang
Jaringan terdiri dari sel dan matriks ekstraseluler yang terdiri dari berbagai jenis molekul yang dapat membentuk struktur kompleks seperti serat kolagen dan membran basal. Sel dan matriks ekstraseluler bertindak dan bereaksi bersama terhadap rangsangan dan penghambatan sehingga saling berhubungan (Junqueira dan Carneiro, 2003).
Metode Pengkajian Histologi
- Penyediaan jaringan
- Prosedur lain pembuatan sediaan
Dehidrasi bertujuan untuk menghilangkan air dengan cara merendam jaringan secara berturut-turut dalam larutan etanol dan air (etanol 70-100%). Jaringan yang akan ditempelkan pada lilin atau resin plastik juga dikeringkan dalam etanol dan kemudian diinfiltrasi dengan larutan plastik.
Mikroskop Cahaya
Setiap ganglion dibungkus oleh jaringan ikat padat halus yang terdiri dari kolagen halus dan serat retikuler (Lesson et al., 1996). Sitoplasma hepatosit mengandung lisosom, peroksisom (badan mikro), butiran glikogen (jika dilakukan pewarnaan khusus) dan tetesan lemak (muncul setelah puasa atau makan makanan kaya lemak) (Daglia et al., 2000).
SEL
Pendahuluan
Sel-sel yang mempunyai fungsi yang sama akan bergabung dengan matriks ekstraseluler membentuk jaringan, termasuk tulang, otot, dll. Ada berbagai bentuk dan ukuran sel yang mencerminkan fungsi berbeda dari jenis sel berbeda.
Bagian-Bagian Sel
- Protoplasma
- Sitoplasma
- Membran Plasma
- Ribosom
- Retikulum Endoplasma
- Aparatus Golgi (Kompleks Golgi)
- Lisosom
- Sentriol
- Mitokondria
- Nukleus
- Peroksisom
- Sitoskeleton (Kerangka Sel)
Semua sel ditutupi oleh membran sel yang tebalnya hanya 7,5 nm dan seringkali tidak terlihat dengan mikroskop cahaya. Mitokondria lebih banyak ditemukan pada sel yang membutuhkan energi tinggi, misalnya pada sel otot dan sel jantung (Young dan Heath, 2000).
Pembelahan Sel
- Mitosis
- Meiosis
Sedangkan butiran tengah yang padat tersusun atas adenosin difosfat (ADP), adenosin trifosfat (ATP), hormon serotonin, dan kalsium (Lesson et al., 1996). Terdapat bukti bahwa sel otot polos sendiri dapat membelah melalui mitosis (Lesson et al., 1996).
BAHAN ANTARSEL DAN JARINGAN IKAT
Pendahuluan
Jaringan epitel terdiri dari sel-sel yang tersusun rapat, dan hanya terdapat sedikit perekat antar sel. Jaringan ikat terdiri dari banyak sel yang berjauhan karena bahan antar selnya lebih banyak.
Bahan Antarsel Berbentuk
- Serabut Kolagen
- Serabut Retikuler
- Serabut Elastis
Sesuai dengan namanya, serat elastin bersifat elastis sehingga mampu kembali ke bentuk semula setelah diregangkan (Lesson et al., 1996; Chapman, 2002). Serat elastin ditemukan di jaringan ikat di seluruh tubuh, tetapi paling banyak terdapat di organ yang harus menahan tekanan eksternal atau internal dan kemudian kembali ke bentuk aslinya.
Bahan Antarsel Tak Berbentuk
- Bahan Antarsel Setengah Padat (Jeli)
- Bahan Dasar Padat Lunak
- Bahan Dasar Padat Keras
Jaringan hematopoietik terdiri dari dua jenis jaringan yaitu jaringan myeloid dan jaringan limfoid (Junqueira et al., 1997). Campuran kelenjar mukosa dan serosa ditemukan di lamina propria di bawah epitel (Lesson et al., 1996).
DARAH
Pendahuluan
Darah terdiri dari cairan ekstraseluler dan unsur-unsur pembentuk seperti sel darah (eritrosit, leukosit dan trombosit) dan plasma (Junquiera et al., 1997). Bekuan darah mengandung cairan berwarna kuning jernih, yaitu serum yang dipisahkan dari koagulan, serta beberapa unsur pembentuk (Junquiera et al., 1997).
Komposisi Plasma
Partikel globular terlarut berukuran kilomikron, yaitu lemak plasma, dapat dilihat dengan mikroskop medan gelap dan fase kontras (Lesson et al., 1996).
Elemen-Elemen Berbentuk
- Eritrosit
- Leukosit
- Trombosit
Namun, kelenjar endokrin umumnya tidak memiliki lamina basal (misalnya kelenjar tiroid) (Lesson et al., 1996). Daging buah berwarna putih tersebar dalam massa berwarna merah tua yang disebut daging buah merah (Lesson et al., 1996).
JARINGAN EPITEL
Pendahuluan
- Epitel Membran (Epitel Penutup)
- Epitel Selapis
- Epitel Berderet (Epitel Bertingkat)
- Epitel Berlapis
- Epitel Kelenjar
Namun karena sel-sel penyusunnya tebal, epitel ini tidak cocok sebagai pelapis organ serap (Lesson et al., 1996). a) Epitel berlapis datar. Sel epitel berlapis kubis yang terletak di permukaan berukuran lebih kecil dibandingkan pada lamina basal (Lesson et al., 1996). c) Epitel berlapis silinder.
Bentuk Khusus Permukaan Sel Epitel
- Mikrovili
- Lipat Basal
Jaringan tulang rawan terdiri dari kondrosit atau sel tulang rawan dan matriks tulang rawan atau bahan antar sel (Lesson et al., 1996). Lapisan luar yaitu epidermis dan lapisan dalam yaitu subkutis (hipodermis) (Junqueira et al., 2007).
JARINGAN OTOT
Pendahuluan
Otot dapat berkontraksi dengan mengubah lemak dan glukosa menjadi energi gerak dan panas (Lesson et al., 1996).
Otot Rangka (Otot Lurik)
- Struktur otot rangka
- Mekanisme kontraksi
- Neuromuscular Junction
Setiap serat otot rangka tampaknya memiliki ratusan inti yang tersusun paralel dalam dua baris di sarkolema. Di bawah setiap celah sinaptik primer, muncul deretan depresi yang mengarah ke serat otot, yang disebut celah sinaptik sekunder (Lesson et al., 1996).
Otot Polos (Otot Involunter)
- Bentuk dan Ukuran Otot Polos
- Struktur Otot Polos
- Aktivitas kontraksi
- Persarafan Otot Polos
- Asal, Pertumbuhan, dan Regenerasi
Ketika otot polos berkontraksi, batas sel tampak bergelombang dan nukleus terlipat atau seperti gabus (Junqueira et al., 2007). Studi struktural dan biokimia menunjukkan bahwa aktin otot polos dan miosin berkontraksi melalui mekanisme geser filamen yang mirip dengan otot lurik (Junqueira et al., 2007).
Otot Jantung
- Struktur Otot Jantung
Dalam struktur 3-D, ruang yang disebut zona lubang muncul sebagai tempat endapan mineral (Junqueira et al., 2007). Pembuluh darah ini saling berhubungan, dan pembuluh limfatik terdapat di jaringan subkutan (Junqueira et al., 2007).
SISTEM SARAF
Pendahuluan
- Pembentukan Neuron
- Struktur Neuron
Neuron bipolar (neuron sensorik) mempunyai dua cabang yang muncul dari 2 ujung badan sel berbentuk oval, yaitu dendrit dan akson. Neuron multipolar (motoneuron) terdiri dari akson dan banyak dendrit yang muncul dari badan sel.
Jaringan Saraf Perifer
- Sistem Saraf Otonom
- Sistem Saraf Simpatis
- Sistem Saraf Parasimpatis
Sistem saraf otonom merupakan kumpulan sel-sel saraf tempat serabut saraf keluar dari sistem saraf pusat melalui saraf kranial atau tulang belakang dan ganglia saraf yang terletak pada sirkuit serabut (Junquiera et al., 1997). Sistem saraf simpatis dan parasimpatis memiliki peran yang berlawanan satu sama lain (Junquiera et al., 1997).
Sistem Saraf Pusat
- Medula Spinalis
- Cerebellum
- Cerebrum
- Meninges
Semua mitosis terbatas pada apa yang disebut stratum malpighi, yang terdiri dari stratum basale dan stratum spinosum (Junqueira et al., 2007). Studi lain menunjukkan bahwa sel Merkel memiliki hubungan dengan sistem neuroendokrin difus (Junqueira et al., 2007).
JARINGAN TULANG RAWAN
Pendahuluan
Letak kondrosit berada pada jaringan tulang rawan yang lebih dalam dibandingkan letak kondroblas. Matriks tulang rawan hialin mengandung serat halus kolagen tipe II yang terbenam dalam matriks berair amorf padat yang mengandung banyak proteoglikan dan glikoprotein struktural.
Macam-Macam Tulang Rawan
- Tulang rawan hialin
- Tulang rawan elastis
- Tulang rawan fi brosa
Perikondrium ini tidak ditemukan pada tulang rawan hialin pada permukaan sendi dan pada tulang rawan fibrosa (fibrocartilage). Tulang rawan hialin ditemukan pada permukaan artikular sendi bergerak seperti hidung, laring, trakea, dan bronkus.
Pertumbuhan Tulang Rawan
Setiap sel dikelilingi oleh kolagen dan serat retikuler serta memiliki sitoplasma tipis dengan inti datar (Junqueira et al., 2007). Dekat dengan papila dermal, lapisan rambut akar luar tampak lebih tipis dan terdiri dari sel-sel yang sesuai dengan stratum basalis (Junqueira et al., 2007).
JARINGAN TULANG DEWASA
Pendahuluan
- Karakteristik Tulang Dewasa
- Komponen Jaringan Tulang Dewasa
Sitoplasma osteoblas tampak basofilik karena ribonukleoprotein melimpah sebagai penanda aktivitas sintesis protein (Junqueira et al., 1997). Pada penelitian lain ditemukan bahwa sel osteoprogenitor dapat berdiferensiasi menjadi osteoklas di jaringan tulang dalam (Junqueira et al., 2007).
Jaringan Tulang Primer (Woven Bone)
Jaringan Tulang Sekunder (Lamellar Bone)
Struktur Tulang
- Tulang spongiosa ( Sponge Bone/Cancellous bone) 93
Pada tepi sistem Havers, tubulus membentuk kurva sehingga sisi lainnya tidak terhubung dengan tubulus lain pada sistem Havers. Serabut ini melewati periosteum ke lamela sirkumferensial luar dan lamela interstisial dan tidak ditemukan pada sistem Havers atau lamela sirkumferensial dalam.
Covering Tissue
Kanal Havers dikelilingi oleh kanalikuli yang saling berhubungan dengan lakuna yang juga terhubung dengan kanal. Serabut Sharpey dikelilingi oleh matriks yang sedikit terkalsifikasi dan berfungsi memperkuat hubungan antara periosteum dan tulang, terutama pada insersi ligamen/tendon.
Pembentukan Tulang
Lapisan jaringan limfoid difus dan nodul setebal 2 mm terletak di bawah epitel dan membentuk lipatan (Lesson et al., 1996). Pencernaan organel sel oleh enzim lisosom pada autofagosom mengakibatkan hilangnya struktur sel (Lesson et al., 1996).
SISTEM SIRKULASI
Pendahuluan
Kapiler adalah jaringan difus yang terdiri dari saluran-saluran yang sangat halus, yang beranastomosis luas dan pertukaran antara darah dan jaringan terjadi melalui dinding kapiler.
Sistem Kardiovaskuler (Jantung)
Di bawah mesothelium terdapat lapisan tipis yang terdiri dari jaringan ikat longgar, elastin, serat vaskularisasi, sel saraf, dan lemak yang disebut lapisan subperikardial. Trigonum fibrosum terdiri dari jaringan fibrosa yang terletak di antara port arteri dan atrioventrikular.
Sistem Pembuluh Darah
- Arteri
- Vena
- Kapiler darah
- Sinusoid
Nama lain dari lapisan subkutan adalah fasia superfisial dan jika relatif tebal disebut adiposus panikulus (Junqueira et al., 2007). Pada mukosa yang lebih dalam, setiap pita suara merupakan kombinasi serat otot lurik besar yang menyusun pita suara (Lesson et al., 1996).
SISTEM LIMFATIK
Pendahuluan
Sistem limfatik merupakan sistem peredaran darah sekunder yang berperan dalam mengalirkan cairan getah bening atau getah bening ke seluruh tubuh. Cairan getah bening berasal dari plasma darah yang berasal dari jantung dan masuk ke jaringan sekitarnya.
Pembuluh Getah Bening/Limfe
Pembuluh limfatik terdiri dari serangkaian kapiler yang sangat kecil di jaringan berbagai organ. Pembuluh limfatik yang lebih besar terdiri dari kombinasi kapiler limfatik yang berbeda, yang memiliki dinding tebal dan katup di salurannya.
Jaringan Limfatik
Dinding saluran toraks terdiri dari tunika intima, yang mengandung kolagen dan serat elastis endotel, tunika media, yang terdiri dari lapisan otot polos dan tunika adventitia, yang terdiri dari kolagen, serat otot elastis dan polos, dan ada vasa vasorum.
Organ-Organ Limfatik
- Timus
- Nodus Limfatikus (Limfonodus)
- Nodulus Limfatikus
- Tonsila
- Pulpa putih dan pulpa merah limpa
Kulit berfungsi sebagai berikut untuk melindungi tubuh dari pengaruh luar dengan berbagai cara (Lesson et al., 1996). Pertumbuhan rambut pada kulit kepala, wajah dan tulang kemaluan dipengaruhi oleh hormon androgen, hormon adrenal dan hormon tiroid (Junqueira et al., 2007).
KULIT DAN ADNEXA
Pendahuluan
Lapisan Kulit
- Epidermis
- Lapisan Dermis
- Lapisan Subkutis (Hypodermis)
Ada beberapa faktor penting yang mempengaruhi interaksi keratinosit dengan melanosit sehingga mengakibatkan pigmentasi kulit yaitu (Junqueira et al., 2007). Lapisan dermis terbagi menjadi 2 bagian yaitu pars papillare dan pars reticularis yang banyak mengandung sel saraf dan pembuluh darah (Junqueira et al., 2007).
Jaringan Lemak
Jaringan adiposa subkutan sebagai kelanjutan dari dermis terdiri dari jaringan ikat longgar yang mengandung sel-sel lemak yang disebut panikulus adiposus. Sel unilokular terdiri dari satu unit sel lemak, berukuran besar dan membentuk jaringan adiposa putih.
Vaskularisasi Kulit
Jaringan adiposa coklat berbentuk poligonal terdiri atas sel-sel yang mampu menyimpan lemak dan berfungsi menjaga panas tubuh (termogenesis). Tubuh manusia terdiri dari dua komponen yang saling berkaitan yaitu bahan yang dibutuhkan untuk energi (lemak dan glikogen) dan air.
Persarafan Kulit
Jika darah dermal kekurangan oksigen atau sirkulasinya buruk, kulit akan tampak kebiruan (sianosis) (Marks et al., 2006). Permukaan kulit yang telah diberi disinfektan akan mengkolonisasi kembali bakteri dari area yang lebih dalam pada folikel rambut, usus, dan bukan saluran urogenital (Junqueira et al., 2007).
Rambut
Sel-sel terluar membentuk lapisan dalam akar rambut, yang mengelilingi seluruh awal batang rambut. Warna rambut dipengaruhi oleh aktivitas melanosit yang terletak di antara papila dan sel epitel akar rambut, dimana melanosit dapat menghasilkan pigmen melanin pada sel medula dan korteks batang rambut (Junqueira et al., 2007).
Kuku
Sel matriks membelah secara aktif, kemudian bergerak ke distal dan akhirnya membentuk tanduk, yaitu bagian proksimal lempeng kuku. Lempeng kuku yang tampak transparan dan epitel tipis pada pangkal kuku merupakan “jendela” yang berperan menentukan jumlah oksigen dalam darah dengan menunjukkan warna darah pada pembuluh dermis (Junqueira et al. ., 2007).
Kelenjar Pada Kulit
- Kelenjar Keringat
- Kelenjar Apokrin
- Kelenjar Sebasea
Kantung empedu terletak di dasar hati dan ditutupi dengan jaringan ikat padat yang terdiri dari kolagen dan di beberapa tempat lengkung Glisson. Setiap glomerulus terdiri dari kapiler-kapiler dengan panjang total ± 1 cm, terletak di antara dua arteriol aferen dan eferen.
HEPAR
Pendahuluan
Hati dikatakan sebagai perantara antara sistem pencernaan dengan darah, karena hati merupakan organ yang berperan untuk mengolah hasil pencernaan agar dapat disimpan untuk digunakan kembali (Junqueira et al., 2007). Hati merupakan salah satu organ terberat dalam tubuh, karena beratnya sekitar 1,5 kg, mempunyai struktur lunak dan terletak di bawah diafragma, tepat di rongga perut bagian atas (Lesson et al., 1996; Fawcett, 2002).
Struktur Makro Hepar
Permukaan visceral menunjukkan vena cava inferior berjalan ke atas dan ke kanan, sebagian terendam dalam fossa antara lobus kiri dan lobus ekor. Vesicafellea, yang terletak di fossa antara lobus kanan dan lobus kuadrat (Pearce, 2009).
Struktur Mikro Hepar
Sel Kupffer mampu membersihkan darah dari basil kolon yang berhasil masuk ke darah portal selama peredarannya melalui usus dengan sangat efisien ketika darah melewati sinus (Nurdjaman et al., 2001). Jumlah sel Kupffer akan meningkat jika diperlukan, kemungkinan melalui diferensiasi sel endotel yang lebih primitif.
Suplai Darah
Vena portal mengalirkan darah dari limpa dan usus, yang mengandung bahan-bahan yang diserap usus melalui aliran darah fungsional, kecuali lemak, karena dibawa melalui pembuluh limfatik. Berjalan di omentum minus menuju sisi kiri duktus koledokus dan di depan vena portal.
Sistem Biliaris
Kutub tubular sel ginjal terdiri dari sel epitel skuamosa sederhana yang terdapat pada lengkung parietal Bowman dan berhubungan langsung dengan epitel kuboid tubulus proksimal. Sel ginjal terdiri dari kutub pembuluh darah sebagai tempat masuknya arteriol aferen dan keluarnya arteriol eferen, serta terdapat kutub tubular yang terdiri dari sel-sel epitel kuboid sebagai tempat asal tubulus proksimal (Mescher, 2013).
SISTEM URINALIS
Pendahuluan
Ginjal
- Unit Fungsional Ginjal
- Sirkulasi Darah
- Korpuskel Ginjal dan Filtrasi Darah
- Ureter, Kandung Kemih, dan Uretra
Tubulus penghubung memanjang dari masing-masing nefron dan beberapa bergabung membentuk saluran pengumpul yang terdiri dari satu lapisan sel epitel kuboid dengan diameter rata-rata 40 μm. Sel sikat mempunyai kandungan yang kecil, terdiri dari sel silindris yang jumlah mikrovilinya sedikit dan tumpul pada permukaan apikal.
SISTEM RESPIRASI
Pendahuluan
Sistem pernafasan terdiri dari paru-paru dan bronkiolus bercabang, yang terhubung dengan tempat pertukaran gas dan lingkungan luar. Terdiri dari bronkiolus, saluran alveolar, dan alveoli, tempat fungsi utama sistem pertukaran gas berlangsung.
Rongga Hidung
- Ephitelium Respiratorik
- Ephitelium Olfaktori
Bagian ini terdiri dari lapisan tulang rawan, serat elastis, serat kolagen dan otot polos untuk melakukan fungsi distribusi. Terdapat vaskularisasi kompleks yang terdiri dari sambungan-sambungan yang berdekatan dengan permukaan epitel untuk mengangkut darah dan menghangatkan udara serta melembabkan udara dengan mengeluarkan cairan dari kelenjar seromuc.
Nasofaring
Lamina propria epitel olfaktorius banyak mengandung kelenjar serosa yaitu kelenjar olfaktorius (Bowman) yang berfungsi mengeluarkan cairan konstan sepanjang silia dan memperlancar masuknya bahan penyengat baru.
Laring
Resonansi suara yang terbentuk di laring juga dipengaruhi oleh lipatan vestibular dan ventrikel, serta struktur dan ruang lebih tinggi lainnya pada saluran pernapasan (Lesson et al., 1996). Polip jinak reaktif atau nodul bernyanyi yang terletak di epitel berlapis datar pita suara dapat mempengaruhi suara yang dihasilkan (Lesson et al., 1996).
Trakea
Karsinoma sel skuamosa, yang berhubungan dengan riwayat merokok, seringkali berasal dari sel epitel segmental bronkus. Sementara itu, adenokarsinoma atau disebut juga kanker paru-paru, umumnya tidak berhubungan dengan riwayat merokok dan seringkali berasal dari sel epitel perifer pada bronkiolus dan alveoli.
Bronkus
Karsinoma sel kecil, suatu bentuk kanker paru-paru yang lebih jarang namun sangat ganas, berkembang setelah transformasi neoplastik butiran kecil sel Kulchitsky di epitel bronkial pernapasan (Mescher, 2013). Seperti otot polos dan serat elastis, jaringan limfoid terkait mukosa (MALT) juga menjadi relatif lebih banyak seiring dengan mengecilnya bronkus dan berkurangnya tulang rawan serta jaringan ikat lainnya (Mescher, 2013).
Bronkiolus
- Respiratori Bronkiolus
Saluran Alveolar
- Alveoli
Vaskularisasi dan Inervasi Paru-Paru
Membran Pleura
- Pleura
- Rongga pleura
Mekanisme Pernapasan
- Inspirasi
- Ekspirasi