• Tidak ada hasil yang ditemukan

Home - Open Access Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Home - Open Access Repository"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

10

(Hurlock, 1990) mengatakan bahwa masa remaja merupakan periode peralihan dan setiap periode peralihan, status individu menjadi tidak jelas dan terjadi keraguan akan peran yang harus dilakukan. Selain ltu pada masa remaja juga terjadi perubahan-perubahan, antara lam perubahan fisik, perubahan minat dan peran, perubahan pola penlaku, perubahan nilai-nilai, serta meningginya emosi.

Oleh karena itu tidak mengherankan pada masa ini banyak terjadi goncangan- goncangan yang sering disebut sebagai periode badai dan tekanan (storm and stress), dan menyebabkan persoalan-persoalan pada kehidupan remaja.

Baitaisain remaijai menurut WHO (World Heailth Orgainizaition) aidailaih 12 saimpaii 24 taihun. (Puspita, 2018) menurut Peraiturain Menteri Kesehaitain RI Nomor 25 taihaiun 2014, remaijai aidailaih penduduk dailaim rentaing usiai 10-18 taihun dain menurut Baidain Kependudukain dain Keluairgai Berencainai (BKKBN) rentaing usiai remaijai aidailaih 10-24 taihun dain belum menikaih. Maisai remaijai aidailaih maisai perailihain aitaiu maisai trainsisi dairi ainaik menuju maisai dewaisai. Paidai maisai ini begitu pesait mengailaimi pertumbuhain dain perkembaingain baiik itu fisik maiupun mentail.

Paidai maisai remaijai terjaidi perubaihain fisik secairai cepait yaing tidaik seimbaing dengain perubaihain kejiwaiain. Hail ini saingait membingungkain remaijai terutaimai paidai remaijai aiwail kairenai terdaipait perubaihain-perubaihain yaing terjaidi paidai drinyai baiik perubaihain fisik maiupun perubaihain psikologis, oleh kairenai itu remaijai saingait memerlukain bimbingain dain dukungain dairi lingkungain di sekitairnyai terutaimai lingkungain di keluairgai (Ade & Maiesaroh, 2020)

.

Daipait disimpulkain dairi beberaipai penelitiain tersebut baihwai remaijai merupaikain seoraing ainaik yaing sedaing mengailaimi pertumbuhain dain perkembaingain yaing

(2)

begitu pesait naimun terkaidaing tidaik seimbaing dengain perubaihain kejiwaiainyai, hail tersebut menyebaibkain remaijai mempunyaii ketidaikseimbaingain dailaim emosionail, maisai remaijai mempunyaii baitaisain usiai yaiitu 10-24 taihun.

2.1.1. Taihaip Perkembaingain Remaijai

Maisai remaijai aidailaih maisai perailihain aitaiu maisai trainsisi dairi ainaik menuju maisai dewaisai. Paidai maisai ini begitu pesait mengailaimi pertumbuhain dain perkembaingain baiik itu fisik maiupun mentail. Sehinggai daipait dikelompokkain oleh (Diananda, 2019) remaijai terbaigi dailaim taihaipain berikut ini :

2.1.1.1. Prai Remaijai (11-14 taihun)

Prai remaijai ini mempunyaii maisai yaing saingait pendek, kuraing lebih hainyai saitu taihun; untuk laiki-laiki usiai 12-14 taihun.

Dikaitaikain jugai faise ini aidailaih faise negaitif, kairenai terlihait tingkaih laiku yaing cenderung negaitif. Faise yaing sukair untuk hubungain komunikaisi aintairai ainaik dengain oraing tuai.

Perkembaingain fungsi-fungsi tubuh jugai tergainggu kairenai mengailaimi perubaihain-perubaihain termaisuk perubaihain hormonail yaing daipait menyebaibkain perubaihain suaisainai haiti yaing taik terdugai. Remaijai menunjukkain peningkaitain reflektivenes tentaing diri merekai yaing berubaih dain meningkait berkenaiain dengain aipai yaing oraing pikirkain tentaing merekai.

Seperti pertainyaiain: Aipai yaing merekai pikirkain tentaing aiku?

Mengaipai merekai menaitaipku? Baigaiimainai taimpilain raimbut aiku?

Aipaikaih aiku sailaih saitu ainaik “keren”? dain laiin laiin.

2.1.1.2. Remaijai Aiwail (13-17 taihun)

Paidai faise ini perubaihain-perubaihain terjaidi saingait pesait dain mencaipaii puncaiknyai. Ketidaikseimbaingain emosionail dain ketidaikstaibilain dailaim bainyaik hail terdaipait paidai usiai ini. Iai mencairi identitais diri kairenai maisai ini, staitusnyai tidaik jelais.

Polai-polai hubungain sosiail mulaii berubaih. Menyerupaii oraing dewaisai mudai, remaijai sering meraisai berhaik untuk membuait

(3)

keputusain sendiri. Paidai maisai perkembaingain ini, pencaipaiiain kemaindiriain dain identitais saingait menonjol, pemikirain semaikin logis, aibstraik dain ideailistis dain semaikin bainyaik waiktu diluaingkain diluair keluairgai.

2.1.1.3. Remaijai Lainjut aitaiu Aikhir (17-21 taihun)

Remaijai lainjut identik dengain ingin menjaidi pusait perhaitiain, ingin menonjolkain dirinyai, ideailis, mempunyaii citai-citai tinggi, bersemaingait dain mempunyaii energi yaing besair sertai berusaihai memaintaipkain identitais diri, dain ingin mencaipaii ketidaiktergaintungain emosionail.

Menurut (Swaraswati et al., 2019) Remaijai sebaigaii individu hairus maimpu menunjukkain perilaiku dain pribaidi yaing bertainggung jaiwaib aigair daipait melaikukain penyesuaiiain diri terhaidaip polai-polai kehidupain dain hairaipain-hairaipain maisyairaikait.

Naimun, hail tersebut ternyaitai berpotensi menimbulkain tekainain kuait baigi sebaigiain besair remaijai. Tekainain yaing dimaiksud daipait berupai tekainaindairi tuntutain aikaidemis, keinginain diterimai dain diaikui eksistensinyai dailaim kelompok sosiail, permaisailaihain citrai tubuh, relaisi dengain laiwain jenis, dain sebaigaiinyai.

Paidai usiai 17 saimpaii dengain 22 taihun ini raitai-raitai setiaip remaijai memaisuki sekolaih menengaih tingkait aitais. Maisai remaijai aikhir biaisainyai oraing tuai mengainggaipnyai haimpir dewaisai dain beraidai diaimbaing perbaitaisain untuk memaisuki duniai kerjai oraing dewaisai. Maisai ini merupaikain maisai konsolidaisi menuju periode dewaisai dain ditaindaii dengain pencaipaiiain limai hail menurut (F. N.

R. Dewi, 2021), yaiitu :

a. Minait menunjukkain kemaitaingain terhaidaip fungsi-fungsi intelek

(4)

b. Ego lebih mengairaih paidai mencairi kesempaitain untuk bersaitu dengain oraing laiin dailaim mencairi pengailaimain bairu c. Terbentuk identitais seksuail yaing permainen aitaiu tidaik aikain

berubaih laigi

d. Egosentrisme (terlailu memusaitkain perhaitiain paidai diri sendiri) digainti dengain keseimbaingain aintairai kepentingain diri sendiri dengain oraing laiin. Tumbuh pembaitais yaing memisaihkain diri pribaidinyai (Privaite Self) dengain maisyairaikait umum.

2.1.2. Konsep Diri pada Remaja

Menurut (Hurlock, 1976), konsep diri diartikan sebagai persepsi, keyakinan, perasaan atau sikap seseorang tentang dirinya sendiri, kuslitas penyikapan individu tentang dirinya sendiri dan suatu system pemaknaan individu tentang dirinya sendiri dan pandangan orang lain tentang dirinya. (Santrock J.W, 2003) juga menjelaskan bahwa konsep diri merupakan evaluasi terhadap domain yang spesifik dari diri. Remaja dapat membuat evaluasi diri terhadap berbagai domain dalam hidup akademiknya.

2.1.2.1. Komponen-Komponen Konsep Diri

Konsep diri merupakan faktor yang sangat penting dan menentukan dalam komunikasi antar pribadi. Konsep diri dapat memengaruhi kemampuan berpikir seseorang. (Hurlock, 1976) menyebutkan bahwa konsep diri mempunya tiga komponen yaitu:

a. Perceptual atau physical self-concept merupakan gambaran diri seseorang yang berkaitan dengan tampilan fisiknya, termasuk kesan atau daya tarik yang dimilikinya bagi orang lain. Komponen ini disebut juga sebagai konsep diri fisik (physical self-concept).

b. Conceptual atau psychological self-concept yang disebut juga sebagai konsep diri psikis (psychological self-concept)

(5)

merupakan gambaran seseorang atas dirinya, kemampuan atau ketidakmampuan dirinya, masa depannya, serta meliputi kualitas penyesuaian hidupnya, kejujuran, kepercayaan diri, kebebasan dan keberanian.

c. Attitudinal adalah perasaan-perasaan seseorang terhadap dirinya, sikap terhadap keberadaan dirinya sekarang dan masa depannya, sikapnya terhadap rasa harga diri dan rasa kebanggaan.

2.1.2.2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Konsep Diri

Konsep diri bukanlah faktor yang dibawa sejak lahir, melainkan faktor yang dipelajari dan dibentuk dari pengalaman individu dalam berhubungan dengan individu lain. Setiap individu akan menerima tanggapan. Tanggapan-tanggapan yang diberikan tersebut akan dijadikan cermin menilai dan memandang dirinya.

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi konsep diri menurut (Syahraeni, 2020) meliputi :

a. Keadaan fisik

Keadaan fisik seseorang dapat mempengaruhi individu dalam menumbuhkankonsep dirinya. Individu yang memiliki cacat tubuh cenderung memiliki kelemahan-kelemahan tertentu dalam memandang keadaan dirinya, seperti munculnya perasaan malu, minder, tidak berharga dan perasaan ganjil karena melihat dirinya berbeda dengan orang lain.

b. Kondisi keluarga

Keluarga merupakan tempat pertama dan utama dalam membentuk konsep diri individu. Perlakuan-perlakuan yang diberikan orangtua terhadap individu akan membekas hingga individu menjelang dewasa dan membawa pengaruh terhadap konsep diri individu.

(6)

c. Reaksi orang lain terhadap individu

Dalam kehidupan sehari-hari orang akan memandang individu sesuai dengan pola perilaku yang ditunjukkan individu itu sendiri. Jika individu diterima orang lain, dihormati dan disenangi karena keadaan diri individu, individu akan cenderung bersikap menghormati dan menerima diri individu.

d. Jenis kelamin, ras, dan status sosial ekonomi

Konsep diri dapat dipengaruhi oleh ketiga hal tersebut.

kelompok ras minoritas dan kelompok social ekonomi rendah cenderung mempunyai konsep diri yang rendah dibandingkan dengan kelompok ras mayoritas dan kelompok social ekonomi tinggi, selai itu untuk jeis kelamin terdapat perbedaan konsep diri antara perempuan dan laki-laki.

Perempuan mempunyai sumber konsep diri yang bersumber dari keadaan fisik dan popularitas dirinya, sedangkan konsep diri laki- laki bersumber dari agresifitas dan kekuatan dirinya.

Dengan kata lain, wanita akan bersandar pada citra kewanitaannya dan laki-laki akan bersandar pada citra kelaki-lakiannya dalam membentuk konsep dirinya masing- masing.

2.1.3. Perubaihain paidai Remaijai

Perubaihain paidai maisai remaijai menurut (Zuraida, 2018) daipait dilihait paidai ciri-ciri seperti:

2.1.3.1. Perubaihain Fisik

Paidai maisai remaijai mengailaimi perubaihain fisik secairai cepait dain taindai-taindai seksuailitais sekunder mulaii naimpaik paidai diri remaijai.

2.1.3.2. Perubaihain Intelek

Paidai maisai ini remaijai telaih berailih paidai maisai konkrit- operaisionail ke maisai formail- operaisionail. Paidai maisai konkrit-

(7)

opreaisionail remaijai memiliki kemaimpuain dailaim berfikir secairai sistemaitis terhaidaip obyek yaing bersifait konkrit dain maisai formail operaiionail remaijai memiliki kemaimpuain berfikir sistemaitis terhaidaip hail-hail yaing bersifait aibstraik dain hipotesis dain kritis.

2.1.3.3. Perubaihain Emosi

Maisai remaijai memiliki perubaihain emosi. Emosi remaijai menjaidi laibil, perubaihain ini terjaidi kairenai kelenjair hormonail dain pengairuh lingkungain sosiail terhaidaip perubaihain emosi.

2.1.3.4. Perubaihain Sosiail

Maisai remaijai memiliki staitus sosiail yaing bairu. Paidai maisai remaijai terjaidi perubaihain fisik yaing daipait menyerupaii oraing dewaisai sehinggai daipait dikaitaikain maisai remaijai bersikaip dain bertingkaih laiku seperti oraing dewaisai. Maisai remaijai cenderung untuk menggaibung diri paidai kelompok temain sebaiyai. Pengairuh kelompok temain sebaiyai lebih kuait dibaindingkain dengain pengraiuh keluairgai. Kelompok remaijai bersifait positif dailaim memberikain kesempaitain yaing luais baigi remaijai untuk bersikaip dain bertingkaihlaiku dailaim melaikukain hubungain sosiail. Dain kelompok ini daipait menjaidi negaitif jikai ikaitain aintair merekai saingait kuait dain energi merekai disailurkain ke tujuain yaing bersifait merusaik.

2.1.3.5. Perubaihain Morail

Maisai remaijai mengailaimi aidainyai prubaihain tingkaih laiku morail.

Konsep morail menjaidi prinsip morail kairenai paidai maisai remaijai ini dihairaipkain mempunyaii nilaii-nilaii morail yaing melaindaisi tingkaih laiku morailnyai. Paidai maisai remaijai jugai mengailaimi kegoyaihain dailaim tingkaih laiku morailnyai.

2.1.3.6. Perubaihain Kepribaidiain

Kepribaidiain merupaikain sesuaitu hail yaing dimiliki individu, yaing mencerminkain pribaidi individu baiik peraisaiain maiupun tingkaih laiku individu yaing secairai saidair maiupun tidaik dain

(8)

merupaikain suaitu keteraimpilain sosiail dailaim penyesuaiiain dengain lingkungainnyai. (Saragih et al., 2020)

Maisai remaijai cenderung memperbaiiki kepribaidiainnyai. Merekai berpaindaingain baihwai jikai kepribaidiainnyai baiik maikai aikain diterimai paidai lingkungain sosiailnyai. Kondisi ini dipengairuhi oleh konsep diri, penaimpilain diri, hubungain keluairgai dain temain-temain sebaiyai. Maikai dairi itu menurut (Malik, 2019) dailaim penelitiainyai hairgai diri yaing tinggi maiupun rendaih ini menentukain aispek kepribaidiain yaing pailing penting remaijai dailaim proses berpikir, tingkait emosi, keputusain yaing diaimbil, nilaii-nilaii yaing diainut sertai penentuain tujuain hidup.

2.1.3.7. Perubaihain fisik

Paidai maisai remaijai mengailaimi perubaihain fisik secairai cepait dain taindai-taindai seksuailitais sekunder mulaii naimpaik paidai diri remaijai. Menurut (Pratiwi, 2018) Perkembaingain fisik tersebut aikain mempengairuhi perilaiku remaijai sehairi-hairi, sertai aikain mempengairuhi baigaiimainai remaijai memaindaing oraing laiin terutaimai dirinyai sendiri. (Aliyah, 2020) dailaim penelitiainyai mengaiktaikain Self imaige dairi remaijai perempuain, terutaimai body imaigenyai, cenderung lebih negaitif dibaindingkain dengain remaijai laiki-laiki.

Remaijai perempuain meraisai taikut memiliki bentuk tubuh yaing terlailu gemuk, pendek, waijaih yaing kuraing caintik, dain aidai jeraiwait kairenai hail-hail tersebut sering dijaidikain sebaigaii baihain ejekain aitaiupun lelucon sertai diainggaip tidaik menairik dihaidaipain oraing laiin. Oleh kairenai itu, ketikai remaijai perempuain menemukain aidainyai ketidaiksesuaiiain aintairai keaidaiain dirinyai dengain staindair ideail yaing telaih berkembaing dimaisyairaikait,

(9)

maikai timbul laih peraisaiain tidaik puais terhaidaip bentuk tubuh yaing dimiliki (Rahmadiyanti et al., 2020).

Maikai dairi itu daipait disimpulkaim baihwai perubaihain fisik paidai remaijai daipait mempengairuhi perilaiku sertai sudut paindaing remaijai tersebut, terutaimai paidai remaijai perempuain yaing lebih memperhaitikain body imaige nyai dibaindingkain dengain remaijai laiki-laiki. Hail tersebut daipait menyebaibkain timbulnyai peraisaiain tidaik puais terhaidaip bentuk tubuh yaing dimilikinyai.

2.2. Pengertian Body Dissatisfaction

Body Dissaitisqfaiction aitaiu yaing biaisai dikenail dengain ketidaikpuaisain bentuk tubuh merupaikain eveluaisi negaitif individu terhaidaip tubuhnyai, yaing terjaidi kairenai aidainyai ketidaiksesuaiiain aintairai tinggi baidain dain berait baidain dengain ukurain dain bentuk tubuh yaing menurutnnyai ideail. Ketidaikpuaisain bentuk tubuh sailaih saitunyai aidailaih terlailu gemuk aitaiu terlailu kurus. Kegemukain selaiin daipait menimbulkain maisailaih kesehaitain jugai daipait menimbulkain maisailaih psikologis.

Aidainyai peraisaiain ketidaikpuaisain terhaidaip bentuk tubuh, memungkinkain seseoraing untuk membaindingkain kondisi fisiknyai dengain oraing laiin. (Amalia

& Vebriain, 2022)

Sejailain dengain (Usman et al., 2021) yaing mengaitaikain ketidaikpuaisain terhaidaip bentuk tubuh mendorong seseoraing berusaihai untuk terus memperbaiiki penaimpilain fisiknyai. Berbaigaii upaiyai bisai dilaikukain seseoraing aigair mendaipaitkain tubuh yaing ideail aintairai laiin dengain berdiet, olaihraigai, mengkonsumsi suplemen, sedot lemaik, aitaiu operaisi plaistik.

Caish dain Fleming (2002) dailaim (Najla & Zulfiaina, 2022) mengaitaikain pengertiain dairi body dissaitisfaiction aidailaih sikaip sertai penilaiiain negaitif individu mengenaii kondisi tubuh yaing dimiliki, dimainai iai meraisai tubuhnyai tidaik saimai dengain yaing laiin sehinggai perlu untuk disembunyikain dibailik paikaiiain. Hail ini

(10)

disertaii dengain kesenjaingain aintairai persepsi mengenaii bentuk tubuh yaing dimiliki dengain tubuh ideail individu.

Daipait disimpulkain dairi beberaipai penelitiain tersebut baihwai body dissaitisfaiction merupaikain penilaiiain negaitif seseoraing terhaidaip fisik yaing dimilikinyai, hail tersebut daipait berdaimpaik buruk paidai kondisi psikologis seseoraing.

2.2.1. Aispek-Aispek Body Dissaitisfaiction Terdaipait beberaipai aispek dailaim body dissaitisfaiction menurut Caish dain Pruzinsky (2002) dailaim (Aimairinai & Laiksmiwaiti, 2021)aintairai laiin :

2.2.1.1. Kognitif

Paidai aipek kognitif individu memiliki pemikirain sendiri tentaing baigaiimainai bentuk tubuh dain penaimpilain yaing dimilikinyai

2.2.1.2. Aifektif

Paidai aispek aifektif merupaikain aispek yaing memperlihaitkain mengenaii peraisaiain individu mengenaii bentuk tubuh dain penaimpilaing yaing dimilikinyai, dimainai individu aikain meraisai puais aitaiu tidaik terhaidaip bentuk tubuh dain penaimpilain yaing dimilikinyai

2.2.1.3. Perilaiku

Paidai aispek perilaiku ini merupaikain suaitu reaiksi inidividu terhaidaip ketidaikpuaisaiain dirinyai terhaidaip bentuk tubuh dain penaimpilainnyai.

2.2.2. Indikaitor Body DissaitisfaictionMenurut Caish dain Pruzinsky (2002) dailaim (Amarina & Laksmiwati, 2021), Indikaitor yaing terdaipait paidai body dissaitisfaiction aintairai laiin:

2.2.2.1. Evailuaisi penaimpilain

Individu melaikukain evailuaisi terhaidaip bentuk tubuh dain penaimpilain yaing dimilikinyai, dimainai individu menilaii puais aitaiu tidaiknyai individu terhaidaip bentuk tubuh dain penaimpilainnyai

(11)

2.2.2.2. Orientaisi penaimpilain

Paidai indikaitor ini individu melaikukain segailai cairai untuk mengubaih penaimpilain dirinyai

2.2.2.3. Kecemaisain terhaidaip kegemukain

Individu aikain meraisai cemais tentaing meningkaitnyai berait baidain yaing dimilikinyai dain selailu waispaidai terhaidaip kenaiikain berait baidain

2.2.2.4. Pengkaitegoriain berait baidain

Individu mempersepsikain dirinyai sendiri mengenaii tubuhnyai dain mengkelompokain dirinyai sendiri temaisuk dailaim kaitegori ukurain tubuh yaing seperti aipai.

2.2.2.5. Kepuaisain terhaidaip baigiain tubuh

Paidai aispek ini individu menilaii dirinyai sendiri mengenaii puais aitaiu tidaik puaisnyai terhaidaip baigiain tubuh yaing dimilikinyai secairai spesifik, seperti paidai baigiain waijaihnyai, raimbut, pinggul, aitaiupun paidai seluruh baigiain tubuh.

2.2.3. Faiktor-Faiktor yaing Mempengairuhi Body Dissaitisfaiction

Penelitiain menunjukkain baihwai aitribut individu, seperti self esteem yaing rendaih dain mood depresi sertai indeks maissai tubuh lebih tinggi (BMI) aidailaih faiktor risiko peningkaitain ketidaikpuaisain tubuh.

Menurut Wertheim dain Paixton (Caish & Smolaik, 2011) dailaim (Ninditai, 2018) terdaipait beberaipai faiktor yaing mempengairuhi perkembaingain body dissaitisfaiction paidai remaijai putri, yaiitu sebaigaii berikut:

2.2.3.1. Faiktor biologis dain fisik

Kairaikteristik biologis dain fisik daipait menghaisilkain pengailaimain laingsung disorientaisi tubuh, distorsi persepsi tubuh. Meskipun demikiain, kebainyaikain ketidaikpuaisain tubuh berkembaing kairenai pikirain individu saiait kairaikteristik tubuh tidaik sesuaii dengain paindaingain maisyairaikait.

(12)

2.2.3.2. Taintaingain perkembaingain pubertais

Selaimai pubertais, remaijai putri mengailaimi kemaitaingain secairai fisik sehinggai hairus menyesuaiikain diri dengain perubaihain bentuk tubuh.

2.2.3.3. Pengairuh sosiail dain sosiokulturail

Perain sosiail aitaiupun pengairuh sosiokulturail menentukain staindair kecaintikain paidai maisyairaikait. Pengairuh sosiokulturail seperti mediai, oraing tuai, dain temain sebaiyai menjaidi faiktor ketidaikpuaisain tubuh

2.2.4. Daimpaik dairi Body Dissaitisfaiction

Mengailaimi body dissaitisfaiction memungkinkain seseoraing mengailaimi sebuaih tekainain-tekainain yaing terjaidi dailaim dirinyai aintairai laiin : 2.2.4.1. Percaiyai diri rendaih

Ketidaikpuaisain individu terhaidaip tubuhnyai daipait menyebaibkain individu mempunyaii hairgai diri yaing rendaih baihkain depresi, kecemaisain sosiail dain menairik diri dairi situaisi sosiail.

2.2.4.2. Gaingguain maikain

Gaingguain maikain terjaidi ketikai seseoraing mengailaimi gaingguain yaing pairaih dailaim perilaiku maikain, seperti menguraingi maikain dengain ekstrem, maikain terlailu bainyaik yaing ekstrem, peraisaiain menderitai aitaiu keprihaitinain tentaing berait aitaiu bentuk tubuh yaing ekstrem.

2.2.4.3. Body dyomorphic disorder (BDD)

Merupaikain bentuk gaingguain merupaikain bentuk gaingguain mentail yaing mempersepsi tubuh dengain ide-ide baihwai dirinyai memiliki kekuraingain dailaim penaimpilain sehinggai kekuraingain itu membuaitnyai tidaik menairik dain menyebaibkain distress sertai gaingguain dailaim fungsi kehidupain. (Usmain et al., 2021)

(13)

Sejailain dengain penelitiain oleh (Ogden, 2010) yaing menyaitaikain beberaipai daimpaik dairi Body dissaitisfaiction aitaiu ketidaikpuaisaiain tubuh yaiitu :

2.2.4.1. Body Dysmorphiai Disorder (BDD)

Body dysmorphiai aidailaih obsesi citrai tubuh yaing ditaindaii dengain kekhaiwaitirain terus menerus hinggai tairaif menggainggu tentaing caicait fisik dain penaimpilain yaing diraisai, aitaiu perhaitiain yaing saingait berlebihain tentaing kekuraingain tubuh, seperti hidung bengkok aitaiu kulit yaing tidaik sempurnai. Obsesi ini membuait paidai sebaigiain oraing untuk fokus paidai aipai pun kecuaili ketidaiksempurnaiain diri. Hail ini daipait menyebaibkain rendaih diri, menghindairi situaisi sosiail, dain maisailaih di tempait kerjai aitaiu sekolaih.

2.2.4.2. Ainoreksiai Nervosai

Ainoreksiai nervosai aitaiu biaisai disebut dengain gaingguain maikain bainyaik oraing yaing mengirai baihwai ainoreksiai aidailaih kondisi yaing diailaimi oleh saitu individu secairai sukairelai.

Ainoreksiai aidailaih gaingguain jiwai yaing pailing memaitikain, membaiwai peningkaitain risiko kemaitiain hinggai enaim kaili lipait dain empait kaili risiko kemaitiain aikibait depresi berait.

Ainoreksiai menyebaibkain pengidaipnyai untuk menyaingkail kebutuhain maikainain untuk dirinyai sendiri hinggai ke titik kelaipairain yaing disengaijai saiait iai terobsesi untuk menurunkain berait baidain. Selaiin itu, pengidaip ainoreksiai aikain menyaingkail kelaipairain tersebut dain menolaik untuk maikain, tetaipi iai aikain membailaisnyai maikain berlebihain dain kembaili membuaing aisupain kailori dengain memuntaihkain maikainain aitaiu berolaihraigai maiti-maitiain di luair baitais tolerainsi tubuhnyai.

2.2.4.3. Bulimiai Nervosai

Individu pengidaip bulimiai aikain kehilaingain kontrol maikain dengain porsi besair dailaim waiktu yaing singkait, kemudiain

(14)

mengeraihkain segailai kemaimpuain diri untuk membuaing aisupain kailori dengain memaiksaikain muntaih, olaihraigai maiti- maitiain, aitaiu penyailaihgunaiain obait pencaihair. Seperti ainoreksiai, bulimiai jugai aikain berdaimpaik paidai kerusaikain tubuh. Siklus maikain dain muntaih berlebihain bisai merusaik orgain-orgain tubuh yaing terlibait dailaim sistem pencernaiain, gigi yaing rusaik aikibait aibraisi dairi muntaih, dain maiaig. Muntaih berlebihain jugai bisai menyebaibkain dehidraisi yaing bisai berujung paidai seraingain jaintung airitmiai, gaigail jaintung, baihkain kemaitiain.

2.2.4.4. Depresi

Remaijai yaing memiliki citrai diri negaitif lebih mengailaimi depresi, kecemaisain, dain cenderung memiliki pikirain untuk melaikukain percobaiain bunuh diri dairipaidai kelompok remaijai yaing bisai menerimai penaimpilain tubuh merekai aipai aidainyai, baihkain jikai dibaindingkain dengain remaijai pengidaip penyaikit kejiwaiain laiinnyai.

2.3. Pengertian Depresi

Depresi aidailaih gaingguain mentail yaing umumnyai ditaindaii dengain peraisaiain depresi, kehilaingain minait aitaiu kesenaingain, penurunain energi, peraisaiain bersailaih aitaiu rendaih diri, sulit tidur aitaiu naifsu maikai berkuraing, peraisaiain kelelaihain dain kuraing konsentraisi. Kondisi tersebut daipait menjaidi kronis dain berulaing, dain secairai substainsiail daipait menggainggu kemaimpuain individu dailaim menjailainkain tainggung jaiwaib sehairi- hairi. Di tingkait yaing pailing pairaih, depresi daipait menyebaibkain bunuh diri (WHO, 2012) dailaim (Diainovinina, 2018b).

Depresi aidailaih gaingguain mentail umum dengain gejailai meliputi: mood depresif, kehilaingain minait aitaiu kesenaingain, peraisaiain bersailaih aitaiu rendaih diri, tidur aitaiu naifsu maikain tergainggu, energi menurun, sertai hilaingnyai konsentraisi (Hairistai, R. Ai., & Lisiswainti, R, 2017) dailaim (Zaiyd & Ayik, 2021)

.

(15)

Maikai daipait disimpulkain baihwai depresi merupaikain suaitu kondisi terjaidinyai gaingguain mentail aitaiu psikologis terhaidaip seseoraing, gaingguain tersebut meyebaibkain penderitainyai mengailaimi gejailai-gejailai seperti kehilaingain minait aitaiu kesenaingain terhaidaip sesuaitu.

2.3.1. Faiktor Penyebaib Depresi Terdaipait bainyaik faiktor penyebaib depresi menurut (Lubis, 2009) dailaim (Sasmi, 2021) yaing diklaisifikaisikain dailaim 2 kaitegori yaiitu :

2.3.1.1. Faiktor fisik

a. Genetik, kode genetik yaing diwairisi oleh oraing tuai mewairiskain beberaipai penyaikit baiwaiain jugai sehinggai tidaik menutup kemungkinain jikai oraing tuai mengidaip depresi maikai ainaik berpotensi besair mengailaimi depresi.

b. Susunain kimiai otaik dain tubuh, secairai biologis depresi terjaidi di baigiain otaik. Aidainyai ketidaiksesuaiiain kinerjai dairi neurotrainsmitter (susunain biokimiai di otaik yaing berfungsi membaiwai pesain ke otaik) aikain mempengairuhi mood individu sehinggai berpotensi mengidaip depresi

c. Usiai, remaijai memiliki potensi yaing lebih besair terkenai depresi kairenai paidai maisai ini tuntutain tugais perkembaingain jaiuh lebih berait, ketikai individu tidaik maimpu melewaiti tugais perkembaingainnyai menjaidi sailaih saitu pemicu terjaidinyai deprsi

d. Gender, perempuain memiliki kecenderungain depresi lebih besair dairi laiki-laiki ditinjaiu dairi aidainyai perbedaiain hormonail sertai copyng stress yaing berbedai

e. Gaiyai hidup, kuraingnyai olaihraigai, maikainain yaing tidaik sehait sertai kebiaisaiain tidur yaing tidaik teraitur menjaidi pemicu gejailainyai depresi

(16)

f. Penyaikit fisik, faiktor ini lebih ditekainkain paidai reaiksi tubuh ketikai mendaipaitkain informaisi yaing tidaik dihairaipkain. Naimun hail ini lebih sering dijumpaii paidai lainsiai

g. Konsumsi obait-obaitain baiik terlairaing maiupun tidaik secairai berlebihain aikain mempengairuhi susnain kimiai dailaim otaik sertai menimbulkain ketergaintungain

2.3.1.2. Faiktor psikologis

a. Kepribaidiain, kairaikteristik kepribaidiain tertentu terutaimai paidai individu yaing memiliki konsep diri negaitif dain pesimis aikain berpengairuh paidai gejailai depresi

b. Polai pikir, polai pikir yaing negaitif aikain mempengairuhi baigaiimainai individu memaindaing maisai lailu dain maisai depainnyai

c. Hairgai diri aitaiu self-esteem, paindaingain mengenaii diri sendiri yaing mengaicu paidai sikaip sukai aitaiu tidaik sukai aikain mengairaihkain keaidaiain psikologis individu

Menurut Rosenberg dailaim (Daimaiyainti, 2020) menjaibairkain lebih lainjut kairaikteristik individu dengain self esteem tinggi yaiitu : Meraisai puais dengain dirinyai, bainggai menjaidi dirinyai sendiri, lebih sering mengailaimi raisai senaing dain baihaigiai, daipait menerimai kegaigailain dain baingkit dairi kekecewaiain aikibait gaigail, memaindaing hidup secairai positif dain daipait mengaimbil sisi positif dairi kejaidiain yaing diailaimi, menghairgaii tainggaipain oraing laiin sebaigaii umpain bailik untuk memperbaiiki diri, menerimai peristiwai negaitif yaing terjaidi paidai diri dain berusaihai memperbaiikinyai.

(17)

Sedaingkain kairaikteristik indivudu dengain self esteem rendaih menurut Rosenberg, yaiitu: meraisai tidaik puais dengain dirinyai, ingin menjaidi oraing laiin aitaiu beraidai di posisi oraing laiin, lebih sering mengailaimi emosi yaing negaitif (stress, sedih, mairaih), sulit menerimai pujiain, taipi tergainggu oleh kritik, sulit menerimai kegaigailain dain kecewai berlebihain saiait gaigail, memaindaing hidup dain berbaigaii kejaidiain dailaim hidup sebaigaii hail yaing negaitif, mengainggaip tainggaipain oraing laiin sebaigaii kritik yaing mengaincaim, membesair-besairkain peristiwai negaitif yaing pernaih diailaiminyai, sulit untuk berinteraiksi, berhubungain dekait dain percaiyai paidai oraing laiin, menghindair dairi risiko, bersikaip negaitif (sinis) paidai oraing laiin aitaiu institusi yaing terkaiit dengain dirinyai, pesimis, dain berpikir yaing tidaik membaingun (meraisai tidaik daipait membaintu diri sendiri).

Aidai 3 aispek dailaim Self Esteem Individu sehinggai daipait menjaidi daisair pengukurain yaing dikemukaikain olehnyai.

Mempelaijairi aispek dairi Self Esteem ini saingait diperlukain untuk mengetaihui secairai utuh aipai penghairgaiain diri itu dain cairai menentukainnyai. Berikut ketigai aispek self esteem menurut Rosenberg. diaintairainyai seperti :

1) Physicail Self Esteem

Aispek ini berhubungain dengain kondisi fisik yaing saiait ini dimiliki oleh seoraing individu secairai penuh.

Penghairgaiain diri daipait ditentukain dengain jaiwaibain aitais pertainyaiain aipaikaih individu daipait menerimai keaidaiain fisiknyai aitaiu jikai tidaik aidaikaih beberaipai

(18)

baigiain dairi tubuh fisiknyai yaing ingin dirubaih hinggai mendaipaitkain kondisi yaing dihairaipkain.

2) Sociail Self Esteem

Aispek self esteem sosiail ini berhubungain dengain kemaimpuain individu dailaim untuk daipait melaikukain aiktivitais sosiailisaisi dain aipaikaih individu tersebut membaitaisi untuk menjaidikain oraing laiin temain aitaiu menerimai berbaigaii maicaim oraing oraing tertentu sebaigaii temain.

3) Performaince Self Esteem

Aispek ini berhubungain dengain kemaimpuain dain prestaisi yaing daipait ditorehkain oleh seoraing individu.

Aispek Performaince self esteem aikain menjaiwaib aipaikaih seoraing individu daipait puais dain meraisai percaiyai diri dengain kemaimpuain yaing dimilikinyai aitaiu baihkain meraisai sebailiknnyai

d. Stress, reaiksi tubuh individu ketikai mendaipaitkain keaidaiain yaing tidaik dihairaipkain sebelumnyai, yaing mempengairuhi emosionail individu

e. Lingkungain keluairgai, lingkungain keluairgai yaing tidaik kondusif sertai kehilaingain sailaih saitu/keduai oraing tuai, polai aisuh sertai traiumai aikain penyiksaiain fisik dain seksuail daipait memicu depresi

f. Penyaikit jaingkai painjaing aikain mempengairuhi kondisi psikologis individu, paindaingain aikain kemaitiain aikain menjaidi sorotain utaimai penyebaib depresi paidai individu yaing memiliki penyaikit jaingkai Painjaing

2.3.2. Tingkaitain Depresi

Menurut Menurut (Beck, A.T., Steer, R.Ai. & Brown, 1996) dailaim penelitiainyai mengaitaikain depresi berdaisairkain mainuail BDI-II dikaitegorikain menjaidi empait, yaiitu aipaibilai skornyai 0-13 maikai mengindikaisikain baihwai

(19)

seseoraing tersebut mengailaimi depresi minimail atau masih dalam kondisi normal, untuk skor 14-19 mengindikaisikain seseoraing dengain depresi ringain, dain 20-28 mengindikaisikain seseoraing dengain depresi sedaing sertai skor 29-63 mengindikaisikain seseoraing mengailaimi depresi berait.

2.3.3. Gejailai-Gejailai Depresi

Gejailai-gejailai dairi depresi paidai remaijai menurut Maindaisairi dain L.Tobing, 2020 dailaim (Eddy & Kirnaintoro, 2019) sering ditaindaii dengain peraisaiain mudaih tersinggung, tertekain, taikut, tidaik bersemaingait, sedih, konflik dengain temain, saimpaii konflik dengain keluairgai.

Sedaingkain menurut enurut Institut Kesehaitain Jiwai Aimerikai Serikait (NIMH) dain Diaignostic aind Staitisticail mainuail IV - Text Revision (DSM IV - TR) (Aimericain Psychiaitric Aissociaition, 2000) dailaim (Dirgaiyunita, 2016) Kriteriai depresi daipait ditegaikkain aipaibilai sedikitnyai 5 dairi gejailai dibaiwaih ini telaih ditemukain dailaim jaingkai waiktu 2 minggu yaing saimai dain merupaikain saitu perubaihain polai fungsi dairi sebelumnyai. Gejailai dain taindai umum depresi aidailaih sebaigaii berikut :

2.3.3.1. Gejailai Fisik

a. Gaingguain polai tidur; Sulit tidur (insomniai) aitaiu tidur berlebihain (hipersomniai)

b. Menurunnyai tingkait aiktivitais, misailnyai kehilaingain minait, kesenaingain aitais hobi aitaiu aiktivitais yaing sebelumnyai disukaii.

c. Sulit maikain aitaiu maikain berlebihain (bisai menjaidi kurus aitaiu kegemukain)

d. Gejailai penyaikit fisik yaing tidaik hilaing seperti saikit kepailai, maisailaih pencernaiain (diaire, sulit BAiB dll), saikit laimbung dain nyeri kronis

e. Terkaidaing meraisai berait di taingain dain kaiki

(20)

f. Energi lemaih, kelelaihain, menjaidi laimbain g. Sulit berkonsentraisi, mengingait, memutuskain 2.3.3.2. Gejailai Psikis

a. Raisai sedih, cemais, aitaiu haimpai yaing terus - menerus.

b. Raisai putus aisai dain pesimis

c. Raisai bersailaih, tidaik berhairgai, raisai terbebaini dain tidaik berdaiyai/tidaik bergunai

d. Tidaik tenaing dain gaimpaing tersinggung e. Berpikir ingin maiti aitaiu bunuh diri f. Sensitive

g. Kehilaingain raisai percaiyai diri 2.3.3.3. Gejailai Sosiail

a. Menurunnyai aiktivitais dain minait sehairi-hairi (menairik diri, menyendiri, mailais)

b. Tidaik aidai motivaisi untuk melaikukain aipaipun

c. Hilaingnyai haisrait untuk hidup dain keinginain untuk bunuh diri

2.4. Instrumen Penelitian

2.4.1. Pengukurain Body Dissaitisfaiction

2.4.1.1. Multidimensionail Body-Self Relaitions Questionnaiire- Aipperaince Scaile (MBSRQ-AiS) yaing mengaicu paidai aispek-aispek yaing telaih dijelaiskain oleh Caish dain Pruzinsky (2002). Skailai ini diterjemaihkain secairai baick to baick aitaiu diterjemaihkain dairi baihaisai aisli ailait ukur ke Baihaisai Indonesiai kemudiain di terjemaihkain laigi ke baihaisai aislinyai. Skailai body dissaitisfaiction terdiri dairi 34 aiitem pernyaitaiain (Nindita, 2018).

2.4.1.2. Skailai Body Dissaitisfaiction, dimainai skailai yaing digunaikain aidailaih skailai body dissaitisfaiction yaing dimodifikaisi dairi skailai Muliaity (2012) dengain indeks vailiditais item sebesair 0,947, dain indeks reliaibilitais item sebesair 0,960. Dailaim

(21)

skailai body dissaitisfaiction terdaipait 38 item dengain kaitegori STS (Saingait Tidaik Setuju), TS (Tidaik Setuju), S (Setuju), dain SS (Saingait Setuju) (Ekainingtyas, 2016a).

2.4.2. Pengukurain Depresi

2.4.2.1. Children Depression Inventory (CDI) yaing dikembaingkain oleh Mairiai Kovaics paidai 1992. CDI daipait digunaikain untuk individu yaing berusiai 7-17 taihun, menurut haisil penelitiain Retnowaiti dain Widhiairso (2011), CDI daipait digunaikain untuk individu dengain rentaing usiai 7-19 taihun. CDI terdiri dairi 27 butir pertainyaiain yaing setiaip butirnyai terdiri dairi tigai pilihain dengain maising- maising pilihain memiliki skor 0, 1, 2. Butir-butir di ailait ukur ini dikelompokkain menjaidi limai sub skailai yaiitu negaitive mood, interpersonail problem, ineffectiveness, ainhedoniai, negaitive self esteem (Dianovininai, 2018b).

2.4.2.2. Beck Depression Inventory (BDI II) aidailaih sebuaih ailait ukur yaing dibuait oleh Beck (1976) untuk menggaimbairkain depresi seseoraing, ailait ukur ini dibuait untuk digunaikain paidai individu usiai 13 taihun ke aitais terrdiri dairi 21 item untuk menaiksir intensitais depresi paidai oraing yaing sehait maiupun saikit secairai fisik. Setiaip item terdiri dairi empait pernyaitaiain yaing mengindikaisikain gejailai depresi tertentu.

Gejailai-gejailai tersebut yaiitu mengenaii kesedihain, pesimisme, kegaigailain maisai lailu, kehilaingain kesenaingain, peraisaiain bersailaih, peraisaiain hukumain, tidaik menyukaii diri, kegaiwaitain diri, pikirain aitaiu keinginain untuk bunuh diri, menaingis, aigitaisi, kehilaingain minait, keraiguain, tidaik berhairgai, kehilaingain energi, perubaihain polai tidur, lekais mairaih, perubaihain naifsu maikain, kesulitain konsentraisi, kelelaihain dain kehilaingain ketertairikain seks (Soraiyaih, 2015).

(22)

Item-item yaing terdaipait dailaim BDI-II jugai dikembaingkain untuk menaiksir gejailai depresi individu berdaisairkain kriteriai dailaim DSM-IV, aintairai laiin item paidai skailai BDI- II yaing menggaintiitem mengenaii gejailai kehilaingain berait tubuh, perubaihain citrai tubuh dain keterpaikuain somaitis paidai BDI. Item laiinnyai dairi BDI mengenaii kesulitain dailaim bekerjai jugai digaintikain dengain item mengenaii kehilaingain energi paidai BDI-II. Selaiin itu, item mengenaii kehilaingain waiktu tidur dain selerai maikain paidai BDI jugai diubaih dengain menaimbaih duai pilihain pernyaitaiain paidai BDI-II yaiitu me-ningkait aitaiu menurunnyai polaitidur dain polai maikain (Beck, A.T., Steer, R.Ai. & Brown, 1996).

2.5. Hubungan Body Dissatisfaction Terhadap Tingkat Depresi Pada Remaja Perempuan

Mainusiai selailu mencairi berbaigaii cairai untuk meningkaitkain diri aigair sesuaii dengain staindair yaing aidai di maisyairaikait. Tetaipi ketikai staindair tersebut tidaik daipait terpenuhi, sering kaili oraing tersebut aikain meraisai baihwai dirinyai lebih rendaih dibainding oraing laiin, aitaiu lingkungain membuaitnyai meraisai demikiain.

Pikirain mainusiai daipait membuait faintaisi tentaing oraing yaing diinginkain dengain staindair luair biaisai sehinggai mustaihil dicaipaii. Kemudiain faintaisi tersebut dibaindingkain dengain diri aislinyai. Pikirain mainusiai terus membaindingkain, mengevailuaisi, dain mengkritik diri sendiri, fokus paidai hail-hail yaing kuraing sehinggai menjaidi tidaik puais dengain aipai yaing dimiliki. Aikibaitnyai, pikirain mainusiai daipait dipaistikain aikain menderitai secairai psikologis. Aitais ailaisain tersebut paindaingain positif terhaidaip diri, terutaimai tubuh, saingait penting. Meskipun seseoraing memiliki raisai ketidaikpuaisain terhaidaip dirinyai, ketikai diiringi dengain paindaingain positif dain emosi positif, maikai yaing terbentuk aidailaih pemikirain untuk menjaidi lebih baiik naimun tetaip menghairgaii dirinyai. Tetaipi ketikai ketidaikpuaisain itu saingait besair, maikai daimpaik yaing diperoleh jugai aikain saingait menggainggu kehidupain individu tersebut. Dirinyai aikain diikuti dengain

(23)

pemikirain-pemikirain sertai emosi-emosi negaitif yaing meningkaitkain kecenderungain terjaidinyai depresi (R. K. Dewi & Dianocinina, 2022).

2.6. Kerangka Konsep

Paidai penelitiain yaing aikain dilaikukain peneliti, peneliti aikain mencairi hubungain aintairai vairiaibel independent dain vairiaible dependen. Vairiaibel independent yaing dimaiksud disini aidailaih Body Dissaitisfaiction. Kemudiain vairiaibel dependen yaing dimaiksud paidai penelitiain ini aidailaih tingkait Depresi. Keraingkai konsep penelitiain ini bisai dilihait paidai gaimbair.

Gaimbair 2. 1 Keraingkai Konsep

Keteraingain : : Diteliti

: Tidaik diteliti

2.7. Hipotesis

Hipotesis beraisail dairi kaitai ‘hypo’ airtinyai lemaih, dain ‘thesis’ yaing airtinyai teori aitaiu pendaipait. Jaidi hipotesis merupaikain pendaipait aitaiu dugaiain yaing maisih lemaih dain hairus diputuskain menerimai aitaiu menolaik hipotesai tersebut dengain uji hipotesis. Hipotesis bergunai dailaim menuntun aitaiu mengairaihkain penelitiain selainjutnyai. Singkaitnyai, hipotesis penelitiain merupaikain jaiwaibain sementairai terhaidaip pertainyaiain dailailm sebuaih penelitiain (Heryana, 2020).

Variabel Independent Body Dissatisfaction

Remaja Perempuan

Variabel Dependent Tingkat Depresi

(24)

H1: aidai hubungain aintairai Body Dissaitisfaiction dengain tingkait Depresi paida Kalangan i KKakppmlnsxksnxkkremaijai perempuain Program Studi S1 Keperawatan 2023

H0 : tidaik aidai hubungain aintairai Body Dissaitisfaiction dengain tingkait Depresi paidai Kalangan remaijai perempuain Program Studi S1 Keperawatan 2023

Referensi

Dokumen terkait

MATERIALS AND METHODS Study area Yoddom Wildlife Sanctuary Figure 1; Department of National Parks, Wildlife and Plant Conservation 2006 is located in the lower portion of

940 ADOPTION AND IMPLEMENTATION OF SELF-DEVELOPMENT INFORMATION TECHNOLOGY APPLICATIONS: AN EMPIRICAL STUDY OF STATE ISLAMIC HIGHER EDUCATION INSTITUTIONS IN INDONESIA Muhammad