Nama : Fakira artista putri rahman Nim : 20222022
Prodi : Hubungan Internasional
UAS PIHI
1. Temukan intisari dari artikel di situs tersebut ?
JAWAB : Dari artikel tersebut kita dapat mengetahui bahwa isu kejahatan bajak laut yang sedang di hadapi di kawasan Asia Tenggara. Hal yan dibahas pada abgian penyebab, aksi kejahatan tersebutpun nyata, akibat dan jawaban dari permasalahan bajak laut di kawasan tersebut.
2. Siapa saja aktor-aktor yang terlibat ?
JAWAB : Dalam pembahasan tersebut kasus Bajak laut di kawasan Asia Tenggara ialah negara-negara baik dari ASEAN maupun Non-ASEAN. Dan dari artikel tersebut menyebutkan negara Indonesia menjadi salah satu negara yang menjadi korban aksi komplotan bajak laut, terutama negara filipina yang tidak hanya sebagai negara yang menajdi korban tetapi dijadikan tempat markas para perombak laut tersebut.
3. Isu Hubungan Internasional apa yang dibahas dalam artikel tersebut?
JAWAB : Di artikel itu menjelaskan bajak laut adalah sekelompok orang yang melakukan perampokan di laut. Dan negara biasanya tidak
menunjuk bajak laut untuk melakukan perampokan. Menurt DR.
Ryantori kawasan Mindanao dan kepulauan sulu di filipina yang merupakan markas para perompak Asia Tenggara. Mereka menjarah perairan negara Inoedisa di bagian maluku, pantai kalimantan, sulawesi dan bahkan semenanjung melayu.
Tidak hanyan filipina, kawasan pinggiran pulau lingga, di selat malaka juga sebagai markas bajak laut. Mereka tidak hanya merampok saja melainkan juga menguasia wilayah selat malaka untuk merangkup keuntungan.
Terdapat pembedaan dalam kelompok bajak laut yakni kelompok perompak laut oportunistik dimana mereka melakukan serangan kecil dan komplotan bajak laut yang terorganisir melakukan pembajakan dan serangan besar-besaran di laut yang besar.
Kasus bajak laut ini disebabkan karena adanya penangkapan ikan yang berlebihan pada batas maritim. Aturan dan regulasi martim tidak memadai, kejahatan yang sistematis, serangan teroris dan gerilyawan, dan kemiskinan yang melanda.
Dari artikel tersebut mengatakan pada tahun 1995 – 2013
mengungkapkan bahwa Asia tenggara sebagai negara yang menyumbang serang bajak laut terbesar, sebesar 41% di Dunia. Di susul oleh Hindia Barat dimana Somalia sebesar 28% dan pantai Afrika Barat sebesar 18%.
Akan tetapi dari beberapa media menjelaskan bahwa pantai Somalia merupakan pantai angker bagi para pelaut negara. Dan dari periode tersebut terhitung ada 136 pelaut wafat di perairan Asia Tenggara karena ulah bajak laut. Dan alasan mengapa baik ASEAN ataupun non-ASEAN harus terlibat, hal itu dikarenakan kasus ini merupakan kasus
transnasional dimana kejahatan bajak laut dilakukan dibatas-batas suatu negara dan akan merugikan. Akibat bukan hanya pada korban di suatu negara, namun akan terimbas pada korban di negara lainnya. Maka dari itu diperlukannya bantuan khusus dari negara lain untuk memberantas kasus kejahatan ini.