Dengan judul skripsi “Hal-Hal pada Ibu Terkait Kelahiran Bayi BBLR di Beberapa Lokasi Wilayah Indonesia Tahun 2016 s/d 2020”. Istiqomah Suci Nurfadhilah, Hal-Hal Bagi Ibu Yang Berkaitan Dengan Kelahiran Bayi Berat Badan Lahir Rendah Di Beberapa Tempat Wilayah Indonesia Tahun 2016 Hingga 2020 (dibimbing oleh Dr. Effendy Rasyianto, M.Kes dan Dr. Rahmawati Thamrin, Sp. dan) . Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan ibu dengan kelahiran bayi berat lahir rendah di beberapa lokasi di Indonesia pada tahun 2016 hingga 2020.
KERANGKA KONSEP, DEFINISI OPERASIONAL DAN HIPOTESIS
DAFTAR TABEL
Hubungan usia kehamilan ibu dengan bayi berat lahir rendah di berbagai lokasi di wilayah Indonesia pada tahun 2016 hingga 2020.
DAFTAR SINGKATAN
PENDAHULUAN
- Latar Belakang Masalah
- Rumusan Masalah
- Pertanyaan Penelitian
- Tujuan Penelitian
- Tujuan Umum
- Tujuan Khusus
- Manfaat Penelitian
- Manfaat untuk Institusi Pendidikan Kedokteran dan Kesehatan a. Sebagai bahan rujukan untuk penelitian selanjutnya bagi civitas
- Manfaat untuk Tenaga Kesehatan
- Manfaat untuk Peneliti
- Ruang0Lingkup0Penelitian
- Sistematika dan Organisasi Penulisan
- Sistimatika Penulisan
- Organisasi Penulisan a. Penulisan proposal
Apakah ada hubungan umur ibu dengan bayi berat lahir rendah di beberapa negara di Indonesia tahun 2016 sampai 2020. Apakah ada hubungan antara paritas ibu dengan bayi berat lahir rendah di beberapa negara di Indonesia tahun 2016 sampai 2020. Apakah ada hubungan ibu usia kehamilan dan kelahiran bayi berat lahir rendah di beberapa negara di Indonesia dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2020.
TINJAUAN PUSTAKA
Landasan Teori
- Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) a. Definisi
- Prematur murni
- Dismatur
- Prematuritas dan pertumbuhan janin terhambat (PJT), atau keduanya
- Persalinan kurang bulan (prematur) dan bayi lahir kecil untuk kehamilan
- Hal-hal yang disebutkan masing-masing dibawah ini
- Kelahiran Prematur
- Intrauterine Growth Restriction (IUGR)
- Tanda-tanda bayi kurang bulan yaitu
- Tanda-tanda bayi kecil untuk masa kehamilan yaitu
- Mempertahankan suhu tubuh bayi
- Pengaturan dan pengawasan intake nutrisi
- Pencegahan infeksi
- Pemberian Oksigen
- Hipotermia
- Hipoglikemia
- Hiperglikemia
- Masalah pemberian ASI
- Faktor Ibu yang ada Hubungannya dengan Kelahiran Bayi BBLR a. Usia Ibu
- Usia Ibu kurang dari 20 tahun
- Usia Ibu lebih dari 35 tahun
Dismaturia (IUGR) adalah bayi lahir dengan berat badan kurang dari berat badan normal selama masa kehamilan akibat gangguan pertumbuhan pada rahim. Prematuritas adalah bayi yang lahir dengan usia kehamilan kurang dari 37 minggu dan berat badannya sesuai dengan usia kehamilan tersebut atau biasa disebut bayi baru lahir prematur menurut usia kehamilannya. Sedangkan Dismaturity adalah bayi yang berat badannya kurang dari seharusnya pada saat hamil/mengandung akibat bayi mengalami Intra Uterine Growth Retardation (IUGR) dan masih kecil dalam masa pertumbuhan.
Berat badan lahir rendah (BBLR) yaitu kurang dari 2.500 gram merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi kematian perinatal dan neonatal2. Berat badan lahir rendah disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu kelahiran prematur (usia kehamilan kurang dari 37 minggu), hambatan pertumbuhan intrauterin (IUGR), atau kombinasi keduanya. Bayi berat lahir rendah (BBLR) memerlukan penatalaksanaan yang tepat untuk mengatasi permasalahan yang terjadi.
Beberapa komplikasi yang dapat terjadi pada bayi berat lahir rendah (BBLR) antara lain. Bayi yang lahir dari ibu di bawah usia 20 tahun berisiko mengalami berat badan lahir rendah (BBLR) 2500 gram dan prematur. Jika status gizi ibu selama kehamilan normal, kemungkinan besar ibu akan melahirkan bayi cukup bulan yang sehat dengan berat badan normal.
Hal ini mengakibatkan berkurangnya transfer nutrisi dari ibu ke plasenta, yang dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan janin dan berkurangnya pertumbuhan plasenta, sehingga menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah14. Ibu hamil dengan ukuran LILA kurang dari 23,5 cm berisiko menderita kekurangan energi kronis (KEK) yang dapat menyebabkan prematuritas dan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah13. Rendahnya status gizi ibu hamil selama masa kehamilan dapat mengakibatkan berbagai dampak buruk baik bagi ibu maupun bayinya, termasuk bayi yang lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR)15.
Kerangka Teori
BBLR
KERANGKA KONSEP, DEFINISI OPERASIONAL, DAN HIPOTESIS
Kerangka Konsep
Definisi Operasional
- Ibu yang melahirkan
- Usia Ibu Saat Hamil
- Status Gizi Ibu
- Paritas Ibu
- Kadar Hemoglobin Ibu
- Jarak Kehamilan Ibu
- Usia Kehamilan Ibu
Status gizi pada penelitian ini merupakan status gizi ibu melahirkan di berbagai lokasi di Indonesia pada tahun 2016 hingga tahun 2020 yang dicatat pada jurnal sumber data penelitian. Beresiko: apabila ibu melahirkan tercatat memiliki ukuran LILA <23,5 cm pada jurnal sumber data penelitian. Tidak berisiko: apabila diketahui pada jurnal sumber data penelitian ibu yang melahirkan mempunyai ukuran LILA ≥23,5 cm.
Paritas dalam penelitian ini adalah paritas ibu yang melahirkan di beberapa lokasi di Indonesia pada tahun 2016 hingga 2020 yang tercatat dalam Jurnal Sumber Data Penelitian. Kadar hemoglobin dalam penelitian ini merupakan kadar hemoglobin ibu-ibu yang melahirkan di beberapa lokasi di Indonesia pada tahun 2016 hingga tahun 2020 yang tercatat pada sumber data penelitian. Kunjungan ANC pada penelitian ini merupakan kunjungan ANC ibu melahirkan di beberapa lokasi di Indonesia pada tahun 2016 hingga tahun 2020 yang dicatat pada jurnal sumber data survei.
Jarak kehamilan pada penelitian ini adalah jarak kehamilan dari ibu yang melahirkan di beberapa lokasi di Indonesia pada tahun 2016 hingga tahun 2020 yang tercatat pada sumber data penelitian. Usia kehamilan dalam penelitian ini adalah usia kehamilan ibu yang melahirkan di beberapa lokasi di Indonesia pada tahun 2016 hingga tahun 2020 yang tercatat pada sumber data penelitian.
Hipotesis
METODE PENELITIAN
- Jenis dan Desain Penelitian
- Desain Penelitian
- Tempat dan Waktu Penelitian
- Tempat Penelitian
- Waktu Penelitian
- Populasi dan Sampel Penelitian
- Populasi Penelitian
- Sampel Penelitian
- Kriteria Jurnal Penelitian Kriteria Inklusi Jurnal Penelitian
- Cara Pengambilan Sampel
- Alur Penelitian
- Prosedur Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Pengolahan Data dan Analisis Data
- Aspek Etika Penelitian
Disesuaikan dengan lokasi sumber data penelitian yaitu di beberapa lokasi di wilayah Indonesia, sebagai berikut. Waktu penelitian kesebelas jurnal sumber data tersebut adalah pada periode 2016-2020, sebagai berikut. Jurnal Riset Ibu melahirkan bayi berat lahir rendah di berbagai negara di wilayah Indonesia tahun 2016 hingga 2020, digunakan sebagai sumber data penelitian.
Sebelas jurnal dengan sumber data penelitian telah dipilih pada ibu yang melahirkan bayi berat badan lahir rendah di lokasi berbeda di Indonesia selama periode 2016 hingga 2020. Data dari sebelas jurnal dengan sumber data penelitian akan disajikan dalam tabel ringkasan data penelitian pada ibu. yang melahirkan anak. BBLR. Usia Ibu Saat Hamil: Data usia ibu saat hamil berasal dari Jurnal Sumber Data Penelitian. Tercatat ibu yang melahirkan memiliki ukuran LILA.
Kadar hemoglobin ibu: data kadar hemoglobin ibu diperoleh dari jurnal terkait yang kemudian dikelompokkan ke dalam kelompok risiko apabila jurnal tersebut mencatat kadar hemoglobin ibu sebagai sumber data penelitian. Pengumpulan data dalam penelitian dilakukan dengan memasukkan seluruh data ibu yang melahirkan bayi berat lahir rendah yang diperoleh dari berbagai jurnal sumber data penelitian ke dalam komputer dengan menggunakan software Microsoft Excel. Data – data yang diperoleh dari sumber data penelitian jurnal dikumpulkan masing-masing dalam bentuk tabel dengan menggunakan program Microsoft Excel.
Data dikumpulkan dari jurnal penelitian sumber data ibu yang melahirkan bayi berat lahir rendah, dianalisis menggunakan SPSS kemudian ditabulasi.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
- Hubungan antara Usia Ibu Saat Hamil dengan Kelahiran Bayi Berat Badan Lahir Rendah di Beberapa Lokasi di Wilayah Indonesia
- Hubungan antara Status Gizi Ibu dengan Kelahiran Bayi Berat Badan Lahir Rendah di Beberapa Lokasi di Wilayah Indonesia
- Hubungan antara Paritas Ibu dengan Kelahiran Bayi Berat Badan Lahir Rendah di Beberapa Lokasi di Wilayah Indonesia Periode
- Hubungan antara Kadar Hemoglobin Ibu dengan Kelahiran Bayi Berat Badan Lahir Rendah di Beberapa Lokasi di Wilayah Indonesia
- Hubungan antara Kunjungan ANC dengan Kelahiran Bayi Berat Badan Lahir Rendah di Beberapa Lokasi di Wilayah Indonesia
- Hubungan antara Jarak Kehamilan dengan Kelahiran Bayi Berat Badan Lahir Rendah di Beberapa Lokasi di Wilayah Indonesia
- Hubungan antara Usia Kehamilan dengan Kelahiran Bayi Berat Badan Lahir Rendah di Beberapa Lokasi di Wilayah Indonesia
Rangkuman data hasil survei bayi lahir BBLR multi tempat di wilayah Indonesia tahun 2016 s/d 2020. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR di RS Sleman Yogyakarta (2019 RS Sleman Yogyakarta). Hubungan usia ibu saat hamil dengan kelahiran bayi berat lahir rendah di beberapa lokasi di wilayah Indonesia dari tahun 2016 hingga 2020.
Korelasi status gizi ibu dengan bayi berat lahir rendah di beberapa negara di wilayah Indonesia Berat badan lahir rendah di beberapa negara di wilayah Indonesia pada tahun 2016 hingga 2020. Hubungan status gizi ibu dengan bayi berat lahir rendah yang lahir di beberapa lokasi di 2 Wilayah Indonesia6 hingga tahun 2020. Hubungan kadar hemoglobin ibu dengan bayi berat lahir rendah di beberapa lokasi di wilayah Indonesia pada tahun 2016 hingga 2020.
Hubungan kunjungan ANC dengan bayi berat lahir rendah di beberapa lokasi di Indonesia tahun 2016 hingga 2020. Hubungan jarak kehamilan dengan bayi berat lahir rendah di beberapa lokasi di Indonesia. Berat badan lahir rendah di beberapa lokasi di wilayah Indonesia, 2016 hingga 2020. Hubungan jarak kehamilan dengan bayi berat lahir rendah di beberapa lokasi di wilayah Indonesia, 2016 hingga 2020.
Hubungan usia kehamilan dengan kelahiran bayi berat lahir rendah di berbagai lokasi di Indonesia pada tahun 2016 hingga 2020.
Pembahasan
- Hubungan antara Usia Ibu Saat Hamil dengan Kelahiran Bayi Berat Badan Lahir Rendah di Beberapa Lokasi di Wilayah Indonesia
- Hubungan antara Status Gizi Ibu dengan Kelahiran Bayi Berat Badan Lahir Rendah di Beberapa Lokasi di Wilayah Indonesia
- Hubungan antara Paritas Ibu dengan Kelahiran Bayi Berat Badan Lahir Rendah di Beberapa Lokasi di Wilayah Indonesia Periode
- Hubungan antara Kadar Hemoglobin Ibu dengan Kelahiran Bayi Berat Badan Lahir Rendah di Beberapa Lokasi di Wilayah
- Hubungan antara Kunjungan ANC dengan Kelahiran Bayi Berat Badan Lahir Rendah di Beberapa Lokasi di Wilayah Indonesia
- Hubungan antara Jarak Kehamilan dengan Kelahiran Bayi Berat Badan Lahir Rendah di Beberapa Lokasi di Wilayah Indonesia
- Hubungan antara Usia Kehamilan dengan Kelahiran Bayi Berat Badan Lahir Rendah di Beberapa Lokasi di Wilayah Indonesia
Hasil analisis bivariat hubungan status gizi ibu dengan kelahiran bayi berat badan lahir rendah di berbagai lokasi di Indonesia periode tahun 2016 hingga 2020, dengan jumlah sampel sebanyak 78 responden berisiko dan total sampel tidak berisiko. mempertaruhkan. risiko dari 250 responden diperoleh p-value 0,000 atau p-value < 0,05 maka terdapat hubungan statistik antara status gizi ibu dengan kelahiran bayi berat badan lahir rendah. Korelasi paritas ibu dengan berat badan lahir rendah dan bayi di berbagai lokasi di wilayah Indonesia Angka kelahiran rendah di berbagai lokasi di wilayah Indonesia pada tahun 2016 hingga 2020. Hasil analisis bivariat hubungan paritas ibu dengan berat badan lahir rendah di wilayah Indonesia berbagai lokasi di wilayah Indonesia.
Korelasi Kadar Hemoglobin Ibu Dengan Bayi Berat Lahir Rendah Di Berbagai Lokasi Di Daerah Berat Lahir Rendah Di Berbagai Lokasi Di Indonesia Tahun 2016 Sampai Tahun 2020. Hasil Analisis Bivariat Hubungan Kadar Hemoglobin Ibu Dengan Bayi Berat Lahir Rendah Di Berbagai Lokasi Di Indonesia Untuk Periode tahun 2016 sampai dengan tahun 2020 dengan jumlah sampel risiko sebanyak 245 responden dan jumlah sampel tidak berisiko sebanyak 469 responden diperoleh p-value sebesar 0,000 atau p-value < 0,05. Hubungan Kunjungan ANC dengan Bayi Berat Lahir Rendah di Berbagai Lokasi di Wilayah Indonesia Berat badan lahir rendah di berbagai lokasi di wilayah Indonesia pada tahun 2016 hingga 2020.
Hasil analisis bivariat hubungan kunjungan ANC dengan kelahiran bayi berat badan lahir rendah di beberapa lokasi di Indonesia periode 2016 hingga 2020 dengan jumlah sampel berisiko sebanyak 102 responden dan total sampel tidak berisiko sebanyak 427 responden diperoleh p-value sebesar 0,303 atau p-value > 0,05 maka tidak terdapat hubungan statistik antara kunjungan ANC dengan kelahiran bayi berat lahir rendah. Hasil analisis bivariat hubungan jarak kehamilan dengan bayi berat lahir rendah di beberapa lokasi di Indonesia periode tahun 2016 hingga 2020 dengan jumlah sampel berisiko sebanyak 274 responden dan total sampel tidak berisiko sebanyak 489 responden. p-value 0,080 atau p-value > 0,05 maka tidak terdapat hubungan statistik antara jarak kehamilan dengan bayi berat lahir rendah. Hubungan usia kehamilan dengan bayi berat lahir rendah multi tempat di wilayah Indonesia dengan bayi berat lahir rendah multi tempat di wilayah Indonesia pada tahun 2016 hingga 2020.
Hasil analisis bivariat hubungan usia kehamilan dengan bayi berat lahir rendah di beberapa lokasi di Indonesia periode tahun 2016 hingga 2020 dengan jumlah sampel berisiko sebanyak 202 responden dan total sampel tidak berisiko sebanyak 589 responden diperoleh jika p-value 0,000 atau p-value < 0,05 maka terdapat hubungan statistik antara usia kehamilan dengan kelahiran bayi berat lahir rendah.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Kunjungan ANC ≥4 kunjungan tidak berhubungan dengan kejadian bayi berat lahir rendah di beberapa lokasi di Indonesia pada tahun 2016 hingga 2020. Jarak antar kehamilan <2 tahun tidak berhubungan dengan kejadian bayi berat lahir rendah di beberapa lokasi di Indonesia pada tahun 2016 hingga 2016. 2020. Gestational usia <37 minggu berhubungan dengan kelahiran bayi BBLR di beberapa lokasi di Indonesia pada tahun 2016 hingga 2020.
Saran
- Bagi Institusi Pendidikan Kedokteran dan Kesehatan
- Bagi Tenaga Kesehatan
- Bagi Peneliti Lain
Diharapkan kepada setiap tenaga kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan tentang kelahiran bayi BBLR dan berbagai faktor risiko bayi BBLR, serta melakukan promosi kesehatan kepada masyarakat agar komplikasi dapat dihindari. Karena keterbatasan penelitian akibat pandemi COVID-19, maka diharapkan bagi peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian lebih lanjut untuk mencari beberapa faktor risiko lain yang berhubungan dengan kelahiran bayi BBLR secara langsung bagi masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA
Lampiran 1. Jadwal Penelitian
- Biodata Peneliti Utama a. Data Pribadi
- Lampiran 3. Rincian Anggaran Penelitian dan Sumber Dana
- Lampiran 4. Rekomendasi Persetujuan Etik
- Lampiran 5. Sertifikat Bebas Plagiarisme