• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknik Analis Pencemaran Lingkungan

N/A
N/A
Anggara Chakra

Academic year: 2023

Membagikan "Teknik Analis Pencemaran Lingkungan"

Copied!
53
0
0

Teks penuh

(1)

CL224305 – Teknik Analis Pencemaran Lingkungan

Minggu 5

Mashudi, S.Si., M.ENVM.

(2)

Pendahuluan

M1

Perkenalan, kontrak kuliah, dan baku mutu

Parameter Lingkungan

M2

Pengenalan parameter fisik, kimia, dan biologis

Parameter fisik &

kimia

M5

Koagulasi-flokulasi dan jar test

Parameter kimia (Fe, Mn, F)

M6

Menghitung Fe, Mn, dan F

Sekilas tentang MK

Teknik sampling

M3

Penentuan lokasi, pengambilan,

penyimpanan, dan pengawetan sampel

Lab QA/QC

M4

Interpretasi hasil analsis, larutan standar, dan QA/QC lab

(3)

Parameter padatan

M7

Menghitung padatan

ETS

M8

Evaluasi belajar M1-M7

Asiditas, alkalinitas, dan CO2

M11

Menghitung asiditas, alkalinitas, dan CO2

Disinfektan dan BPC

M12

Menghitung kadar disinfektan dan BPC

Sekilas tentang MK

Kesadahan

M9

Menghitung kesadahan

Kesadahan

M10

Menghitung kesadahan

(4)

Oksigen

M13

Menghitung DO, PV, BOD, dan COD

Oksigen

M14

Menghitung DO, PV, BOD, dan COD

Sekilas tentang MK

Klorofil, NH, NO, PO, SO

M15

Menghitung klorofil, NH3, NO2, NO3, PO dan SO4

EAS

M16

Evaluasi belajar M1-M15

(5)

Dosen

Bieby Voijant Tangahu, ST., MT., PhD.

Ipung Purwanti, S.T., M.T., PhD

Harmin Sulistiyaning Titah, ST, MT, PhD

Mashudi, S.Si, M.ENVM

(6)

Disclaimer Outline

Koagulasi-Flokulasi

Jar Test

The slides may contain some unquoted or inadequately cited images. This presentation is for internal use only as a study aid. In principle, there is copyright on all content. Author permission must be obtained prior to further publication.

(7)

Koagulasi-Flokulasi

A

(8)

A. Koagulasi-Flokulasi

(9)

A. Koagulasi-Flokulasi

Koagulasi

Proses destabilisasi koloid dan partikel dalam air dengan menggunakan bahan kimia (disebut koagulan) yang menyebabkan pembentukan inti gumpalan (presipitat). Proses koagulasi dapat terjadi jika dilakukan pengadukan.

Flokulasi

Proses penggabungan inti flok sehingga menjadi flok berukuran lebih besar. Pemberian energi agar terjadi tumbukan antar partikel tersuspensi dan koloid agar terbentuk gumpalan (flok) sehingga dapat dipisahkan melalui proses pengendapan dan penyaringan. Proses koagulasi dapat terjadi jika dilakukan pengadukan.

(10)

A. Koagulasi-Flokulasi

Partikel besar

Mengendap dengan cepat

SETTLEABLE SOLID

Partikel kecil

Tidak mengendap dalam waktu lama

Perlu dipercepat supaya efektif

NONSETTLEABLE SOLID

Biasanya terdiri dari mikroba seperti bakteri, virus dan protozoa, molekul organic dan inorganic lain.

Menyebabkan kekeruhan

(11)

A. Koagulasi-Flokulasi

(12)

A. Koagulasi-Flokulasi

(13)

A. Koagulasi-Flokulasi

(14)

A. Koagulasi-Flokulasi

• Partikel solid dalam air dapat berupa partikel bebas/diskrit dan koloid dengan ukuran sangat kecil yaitu 10-7mm- 10-1 mm.

• Beberapa partikel tidak dapat diendapkan secara langsung

• Partikel dan koloid umumnya bermuatan listrik sama yang menyebabkan tumbukan antar partikel (terjadi gerak Brown) → berakibat terjadinya suatu partikel yang sangat stabil.

(15)

A. Koagulasi-Flokulasi

(16)

A. Koagulasi-Flokulasi

• Air baku untuk air bersih berasal dari sungai, danau, dan sebagainya.

• Kekeruhan disebabkan oleh partikel-partikel kecil dan koloid yang berukuran 10 nm sampai 10 µm (kwarts, tanah liat, ganggang, dll)

• Partikel-partikel kecil ini terlalu ringan

• Partikel-partikel tersebut tidak dapat menyatu, bergabung dan menjadi partikel yang lebih besar dan berat, karena muatan elektris pada

permukaan elektrostatis antara partikel satu dengan yang lain.

• Kekeruhan dapat dihilangkan dengan membubuhkan bahan kimia dengan sifat-sifat tertentu disebut flokulan.

(17)

A. Koagulasi-Flokulasi

• Partikel yang tidak dapat mengendap secara alami karena adanya stabilitas koloid.

• Stabilitas koloid terjadi karena:

➢gaya tarik van der waal’s (inter molekul)

➢gaya tolak /repulsive elektrostatik (antar molekul)

• Koagulasi bertujuan mengurangi stabilitas koloid (proses destabilisasi) melalui penambahan bahan kimia dengan muatan berlawanan.

(18)

A. Koagulasi-Flokulasi

Pada koagulasi akan terjadi :

• Penurunan tegangan permukaan (zeta potensial) melalui proses netralisasi muatan dan adsorpsi.

• Presipitasi dari koagulan akan menyapu koloid

• Adsorpsi dan pembentukan jembatan antar partikel.

(19)

A. Koagulasi-Flokulasi

Colloids in surface water are negatively charged

Colloids cannot flocculate unless charge is neutralized

Positive ions (alum - coagulant)are added to neutralize the negative ions once neutralized, colloids begin to agglomerate and floc size increase Polymer is added to aid floc formation

Does not work well when alkalinity is < 40 mg/L Floc is settled or filtered out

(20)

A. Koagulasi-Flokulasi

(21)

A. Koagulasi-Flokulasi

(22)

A. Koagulasi-Flokulasi

(23)

A. Koagulasi-Flokulasi

• Secara umum koloid pada air permukaan adalah bermuatan negatif, maka kation diperlukan untuk proses netralisasi muatan.

• Valensi tiga adalah yang paling efektif (trivalent cation)

• Non toxic (Produce→safe water)

• Insoluble in the neutral pH range

• Koagulan diharapkan mengendap jika dibubuhkan dalam dosis besar pada sekitar pH netral → tidak ada yang tersisa pada air

(24)

A. Koagulasi-Flokulasi

Trivalent coagulants

Most treatment plants use trivalent coagulants

Trivalent coagulants are 50-60 times more effective than bivalent coagulants; 1000 times more effective than monovalent coagulant

Trivalent coagulant:

Aluminum Iron

Bivalent coagulant:

Calcium

Monovalent coagulant:

Sodium

(25)

A. Koagulasi-Flokulasi

Contoh koagulan

(26)

A. Koagulasi-Flokulasi

Contoh koagulan gabungan

(27)

A. Koagulasi-Flokulasi

Coagulant aids

• Membantu proses koagulasi

• Membentuk floc yang lebih kuat dan besar

• Menjaga suhu dan efektivitas koagulasi saat suhu turun

• Mengurangi kebutuhan koagulan

• Mengurangi produksi sludge

(28)

A. Koagulasi-Flokulasi

Tipe coagulant aids

pH Adjuster

Asam dan basa digunakan untuk mengatur pH agar proses koagulasi dan flokulasi terjadi pada rentang optimal

Asam → sulfuric acid

Basa → lime Ca(OH)2 atau soda Na2CO3

Activated silica & clay

Ditambahkan ke air agar air dalam kondisi stabil/memiliki muatan negatif pada permukaan koloid

Dapat begabung dengan koloid dengan muatan positif (Al atau Fe) sehingga floc lebih besar, lebih berat → pengendapan lebih cepat

Digunakan pada pengolahan air dengan konsentrasi warna tinggi tetapi turbidity rendah

Fungsi clay sama dengan activated silica

Polymer

(29)

A. Koagulasi-Flokulasi

(30)

A. Koagulasi-Flokulasi

(31)

A. Koagulasi-Flokulasi

Faktor-fakor yang mempengaruhi koagulasi

• Jenis koagulan

• Jumlah koagulan

• Kualitas air baku

• Suhu

• pH

• alkalinitas

• zeta potential

• Tipe dan jenis flokulasi

• Efektivitas sedimentasi

(32)

Pengadukan dan Jar Test

B

(33)

B.1. Pengadukan

Jenis pengadukan

Kecepatan pengadukan

Pengadukan cepat

Pengadukan lambat

Metoda pengadukan

Pengadukan mekanis,

Pengadukan hidrolis

Pengadukan pneumatis

(34)

B.1. Pengadukan

Pengadukan cepat

Tujuan:

untuk menghasilkan turbulensi air sehingga dapat mendispersikan bahan kimia yang akan dilarutkan dalam air.

Secara umum, gradien kecepatan berkisar antara 100 hingga 1000 per detik selama 5 hingga 60 detik.

(35)

B.1. Pengadukan

Pengadukan cepat

 Untuk proses koagulasi-flokulasi:

Waktu detensi = 20 - 60 detik

Gradien kecepatan = 700-1000 detik-1

 Untuk penurunan kesadahan (pelarutan kapur/soda):

Waktu detensi = 20 - 60 detik

Gradien kecepatan = 700-1000 detik-1

 Untuk presipitasi kimia (penurunan fosfat, logam berat, dll)

Waktu detensi = 0,5 - 6 menit

Gradien kecepatan = 700-1000 detik-1

(36)

B.1. Pengadukan

Pengadukan cepat

 Pengadukan cepat dapat dilakukan dengan:

a. Pengadukan mekanis

b. Pengadukan hidrolis

c. Pengadukan pneumatis

 Pengadukan mekanis paling umum digunakan karena sangat efektif dan lebih fleksibel dalam operasi.

 Faktor penting perancangan pengaduk mekanis: kedua parameter

pengadukan, yaitu G dan td.

(37)

B.1. Pengadukan

Pengadukan lambat

Tujuan: menghasilkan gerakan air secara perlahan sehingga terjadi kontak antar partikel untuk membentuk gabungan partikel

berukuran besar.

 Digunakan pada proses flokulasi, untuk pembesaran inti gumpalan.

 Gradien kecepatan diturunkan secara perlahan-lahan agar gumpalan yang telah terbentuk tidak pecah lagi dan

berkesempatan bergabung dengan yang lain membentuk

gumpalan yang lebih besar.

(38)

B.1. Pengadukan

Pengadukan lambat

 Penggabungan inti gumpalan sangat tergantung pada karakteristik flok dan nilai gradien kecepatan.

 Secara umum, pengadukan dilakukan pada gradien kecepatan

kurang dari 100 per detik selama 10 hingga 60 menit.

(39)

B.1. Pengadukan

Pengadukan lambat

 Untuk proses koagulasi-flokulasi:

Waktu detensi = 15 - 45 menit

G = 10 - 75 detik-1

 Untuk air sungai:

Waktu detensi = minimum 20 menit

G = 10 - 50 detik-1

 Untuk air waduk/reservoir:

Waktu detensi = 30 menit

G = 10 - 75 detik-1

(40)

B.1. Pengadukan

Pengadukan lambat

Untuk air keruh:

Waktu dan G lebih rendah

Bila menggunakan garam besi sbg koagulan:

G tidak lebih dari 50 detik-1

Untuk flokulator 3 kompartemen:

G kompartemen 1 : nilai terbesar

G kompartemen 2 : 40 % dari G komp. 1

G kompartemen 3 : nilai terkecil

Untuk penurunan kesadahan (pelarutan kapur/soda):

Waktu detensi = minimum 30 menit

G = 10 - 50 detik-1

(41)

B.1. Pengadukan

Pengadukan lambat

 Untuk presipitasi kimia (penurunan fosfat, logam berat, dll)

Waktu detensi = 15 - 30 menit

G = 20 - 75 detik-1

Pengadukan lambat dilakukan dengan cara antara lain:

a. Pengadukan mekanis

b. Pengadukan hidrolis

(42)

B.2. Jar Test

(43)

B.2. Jar Test

Coagulation Flocculation Sedimentation

(44)

B.2. Jar Test

Coagulation Flocculation Sedimentation

Flash Mix

100 rpm, 1 minute

Slow Mix

30 rpm, 15 minute 0 rpm, 30 minute

(45)

B.2. Jar Test

(

4

)

3 2

(

3

)

2

( )

3 4 2 2

2 SO .18H O 3Ca HCO 2Al OH 3CaSO 18H O 6CO

Al + + + +

Alum (Tawas)

Natural alkalinity

Floc

Kekurangan: pH turun, corrosive on metals

( )

+

+

+ H OAl OH + H

Al

3

3

2 3

3

(46)

B.2. Jar Test

(

SO

)

H O Ca

(

OH

)

Al

(

OH

)

CaSO H O

Al2 4 3.18 2 + 3 2 2 3 + 3 4 + 18 2

(

4

)

3 2

(

3

)

2

( )

3 4 2 2

2 SO .18H O 3Na CO 3H O 2Al OH 3NaSO 18H O 3CO

Al + + + + +

Soda ash untuk menaikkan alkalinitas

Kapur jenuh untuk menaikkan alkalinitas

(47)

B.2. Jar Test

(48)

B.2. Jar Test

Kekeruhan dengan alkalinitas

Kekeruhan Alkalinitas Dosis Koagulan

Tinggi Rendah Sedikit

Tinggi Tinggi Banyak

Rendah Tinggi Sedang

(perlu penambahan kekeruhan)

Rendah Rendah Sedikit

(harus ditambah kekeruahan)

(49)

B.2. Jar Test

QA/QC

Kesalahan-kesalahan disebabkan oleh:

Sampel yang tidak representatif untuk badan air yang diperiksa.

Sampel yang tidak diaduk membuat zat tersuspensi yang berat tertinggal di bawah, sehingga pada saat air baku dituangkan dalam 6 beker glass, hanya beker terakhir yang mendapatkan cairan dengan zat tersuspensi yang berada di bagian sebelah bawah sampel.

Perbedaan nilai pH

Saat pembubuhan flokulan ke dalam jar test tidak bersamaan

Pengambilan sampel yang telah diolah melalui proses flokulasi untuk dianalisa mengenai zat tersuspensi, dsb, tidak bersamaan untuk masing-masing beker.

Pengawetan sampel:

Waktu pengawetan paling lambat 1 hari, karena setelah 1 hari dapat terjadi flokulasi sendiri dari zat-zat tersuspensi tanpa pembubuhan flokulan, sehingga sampel tidak berlaku.

(50)

B.2. Jar Test

Example of jar test result

Raw water turbidity= 51,7 NTU Raw water pH = 7,44

Beker 1 2 3 4 5 6

Alum (mg/L) 0 10 20 30 40 50

pH 7,41 6,41 6,00 6,28 6,23 6,11

Turbidity (NTU) 51,6 17,3 5,11 3,40 4,54 5,10

Beker 1 2 3 4 5 6

Alum (mg/L) 0 5 10 15 20 25

Polimer (mg/L) 0 0,2 0,2 0,2 0,2 0,2

pH 7,41 7,11 7,01 6,98 6,93 6,93

Turbidity (NTU) 51,60 11,20 5,44 3,55 2,56 3,48

(51)

B.2. Jar Test

Latihan A

Hitung berapa banyak koagulan (Tawas) yang harus dilarutkan dalam air jika IPA mengolah 100 L/s air, membutuhkan dosis tawas 50 mg/L. Koagulan dilarutkan setiap 8 jam sekali. Kemurnian tawas 60%.

(52)

B.2. Jar Test

Latihan B

Berapa banyak air yang dibutuhkan untuk melarutkan 240 kg larutan tawas, dengan konsentrasi larutan tawas 5%, jika berat jenis tawas adalah 1,05 kg/L. Hitung debit koagulan yang harus dibubuhkan pada air baku setiap 8 jam!

(53)

Thanks!!!

Referensi

Dokumen terkait