• Tidak ada hasil yang ditemukan

Identifikasi Potensi Bahaya Risiko dalam Metode HIRARC

N/A
N/A
Achmad Syafik

Academic year: 2024

Membagikan "Identifikasi Potensi Bahaya Risiko dalam Metode HIRARC"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

A. Pengertian Identifikasi Potensi Bahaya Risiko dan Tujuan Metode HIRARC

1. Pengertian Identifikasi Potensi Bahaya Risiko dalam Metode HIRARC (Hazard Identification, Risk assessment, and Risk Control)

Identifikasi potensi bahaya risiko dalam metode HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control) adalah langkah awal yang sangat penting dalam manajemen keselamatan dan kesehatan kerja. Proses ini bertujuan untuk mengenali dan memahami berbagai bahaya yang ada di tempat kerja yang dapat menyebabkan cedera, kerugian, atau gangguan kesehatan. Menurut ILO (International Labour Organization), metode HIRARC adalah suatu proses yang terdiri dari identifikasi bahaya (Hazard Identification), penilaian risiko (Risk Assessment), dan pengendalian risiko (Risk Control).1 Tujuan utamanya adalah untuk mengidentifikasi potensi bahaya, mengevaluasi risiko yang terkait, dan mengimplementasikan langkah-langkah pengendalian yang efektif untuk mengurangi atau menghilangkan risiko tersebut.

Secara umum, identifikasi potensi bahaya melibatkan beberapa tahap utama.

Pertama, dilakukan pengumpulan informasi tentang semua aktivitas, proses, dan lingkungan kerja. Informasi ini bisa berasal dari berbagai sumber seperti inspeksi lapangan, laporan kecelakaan sebelumnya, dan masukan dari pekerja. Selanjutnya, semua potensi bahaya yang mungkin timbul dari aktivitas tersebut diidentifikasi dan dicatat. Potensi bahaya bisa berupa bahaya fisik (seperti mesin yang bergerak), kimia (seperti bahan beracun), biologis (seperti paparan mikroorganisme), ergonomi (seperti posisi kerja yang tidak nyaman), maupun psikososial (seperti stres kerja).

Setelah semua potensi bahaya teridentifikasi, langkah selanjutnya adalah penilaian risiko. Penilaian ini melibatkan analisis terhadap kemungkinan terjadinya insiden dan dampaknya jika insiden tersebut terjadi. Tujuan dari penilaian risiko adalah untuk menentukan tingkat risiko dari masing-masing bahaya dan prioritas penanganannya.

Risiko biasanya dinilai berdasarkan kombinasi dari dua faktor utama: seberapa besar kemungkinan terjadinya insiden dan seberapa parah dampak yang ditimbulkan. Langkah terakhir dalam proses HIRARC adalah pengendalian risiko. Pada tahap ini, strategi dan tindakan diimplementasikan untuk mengurangi atau menghilangkan risiko yang telah diidentifikasi. Pendekatan pengendalian risiko dapat mencakup eliminasi bahaya,

1 Asih, Mahbubah, & Fathoni, Identifikasi Bahaya Dan Penilaian Risiko Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Pada Proses Fabrikasi Dengan Menggunakan Metode Hirarc (Studi Kasus : Pt. Ravana Jaya), JUSTI (Jurnal Sistem dan Teknik Industri), Vol 1 No 2, 2021, h.272

(2)

substitusi dengan sesuatu yang kurang berbahaya, penerapan pengendalian teknik seperti pengamanan mesin, serta pengendalian administratif seperti pelatihan dan prosedur kerja yang aman.

Dengan pendekatan ini, HIRARC membantu organisasi atau perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan sehat bagi semua pekerja. Ahli lainnya yang juga mengembangkan konsep metode HIRARC termasuk Occupational Safety and Health Administration (OSHA) dan National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH).2

2. Tujuan Utama Metode HIRARC

Tujuan utama dari metode HIRARC dalam mengidentifikasi dan mengelola bahaya serta risiko di lingkungan kerja adalah untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja.3 Metode ini bertujuan untuk:

a. Mengidentifikasi Bahaya: HIRARC membantu mengidentifikasi potensi bahaya di lingkungan kerja, baik yang bersifat fisik, kimia, biologis, ergonomis, maupun psikososial. Dengan mengenali bahaya-bahaya ini, perusahaan atau organisasi dapat mengambil langkah-langkah preventif untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan atau penyakit yang disebabkan oleh faktor-faktor tersebut.

b. Mengevaluasi Risiko: Setelah bahaya diidentifikasi, langkah selanjutnya adalah mengevaluasi risiko yang terkait dengan bahaya tersebut. Metode HIRARC membantu dalam menilai tingkat risiko dari setiap bahaya, baik risiko kecil, sedang, maupun tinggi. Hal ini memungkinkan pengambilan keputusan yang tepat dalam mengelola risiko tersebut.

c. Mengendalikan Risiko: Tujuan akhir dari HIRARC adalah mengendalikan risiko-risiko yang telah diidentifikasi dan dievaluasi. Hal ini dilakukan melalui implementasi langkah- langkah kontrol yang sesuai, seperti perbaikan desain peralatan, pelatihan karyawan, penggunaan perlengkapan pelindung diri, pengembangan prosedur kerja yang aman, dan pemantauan secara terus-menerus terhadap lingkungan kerja.

2 Candrianto, K3 dan Lingkungan, Sleman, Percetakan Bintang, 2023, h.205

3 Ho Xiaojun & Chuah Chong Ken, Staying Safe at Work: A Guide to Occupational Safety & Health, Selangor, Sunway University Press, 2021, 17-59

2

Referensi

Dokumen terkait

Dari jenis bahaya tersebut, setelah diolah dengan menggunakan prosedur Identifikasi Bahaya penilaian dan Potensi Resiko didapatkan bahaya dengan nilai tertinggi yaitu,

Hasil dari penggabungan intruksi kerja dengan aktivitas forklift PT.ABC menggunakan metode hirarc ditemukan 9 aktivitas yakni; operator saat melakukan pemeriksaan

1.3.1 Mengetahui potensi bahaya pada pengoperasian crane grab dengan metode Hazard Identification, Risk Assesment, Risk Control (HIRARC) Pengoperasian Grab Crane

Identifikasi Bahaya No Stasiun Kerja Bahaya 1 Proses penerimaan bahan baku dan bahan bakar Posisi kerja Beban kerja: beban angkat pekerja melebihi standar maksimal dan dilakukan

Penerapan metode 5R dan identifikasi potensi bahaya di gudang bahan kimia laboratorium MIPA untuk meningkatkan lingkungan

Analisis risiko keselamatan dan kesehatan kerja dengan metode HIRARC pada pekerja PT. Varia Usaha Beton cabang

Identifikasi Risiko dan Bahaya pada Pekerjaan

Analisis yang digunakan yaitu menggunakan pendekatan metode HIRARC Hazard Identification Risk Assessment and Risk Control dengan tahapan dimulai dari identifikasi risiko dengan cara