PENDAHULUAN
Sekilas Program Studi Teknik Industri ITERA
Latar Belakang
Tujuan Kerja Praktik
- Tujuan Umum
- Tujuan Khusus
Manfaat Kerja Praktik
Tema
Batasan dan Asumsi
Waktu Pelaksanaan dan Penempatan Bidang Tugas
TINJAUAN PUSTAKA
- Pengendalian Kualitas
- Tujuan dan Fungsi Pengendalian Kualitas
- Dimensi Kualitas
- Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas
- Mine Brand dan Market Brand
- Mine Brand
- Market Brand
- Total Productive Maintenance
- OEE (Overall Equipment Effectiveness)
- Diagram Fishbone
- Rotary Car Dumper (RCD)
- Mesin Quadrol
Merek Tambang dan Merek Pasar merupakan istilah yang digunakan oleh PTBA Unit Pelabuhan Tarahan untuk menunjukkan asal usul batubara. Merek dagang tambang tersebut adalah batu bara yang dikirim dari tambang di Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Air Laya adalah nama tambang di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, yang menyuplai batubara ke unit Tarahan.
Batubara inilah yang memiliki kalori terbanyak di Muara Tiga dengan rata-rata jumlah kalori 4.900. Banko Barat adalah nama tambang di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, yang merupakan pemasok batubara ketiga untuk unit Tarahan. Batubara inilah yang memiliki kalori paling banyak di Tepi Barat dengan jumlah kalori rata-rata 5.300.
Batubara inilah yang memiliki kandungan kalori tertinggi di Bukit Asam dengan jumlah kalori >7001.
GAMBARAN UMUM LOKASI KERJA PRAKTIK
- Sejarah Perusahaan
- Sejarah Umum
- Sejarah PT Bukit Asam Tbk. Unit Pelabuhan Tarahan
- Visi dan Misi Perusahaan
- Visi
- Misi
- Struktur Organisasi
- Proses Bisnis
Tugas seorang quality controller adalah memantau kualitas batubara mulai dari pembongkaran hingga pengiriman. PTBA Unit Pelabuhan Tarahan merupakan perusahaan yang memasarkan batubara yang dikapalkan dari tambang batubara di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, kemudian memasarkannya ke pasar dalam negeri dan luar negeri. Perusahaan terus memantau kinerja mesin untuk menjaga persentase karbon tetap rendah hingga >50 mm.
Membandingkan sampel keluaran dari RCD 3 dan 4 merupakan langkah awal dalam menentukan penyebab butiran batubara > 50 mm. Waktu kerja mesin adalah total waktu yang tersedia bagi mesin RCD untuk memproduksi pelet batubara. Jumlah produk yang baik adalah berat batubara dengan ukuran <50 mm setelah dilakukan proses sizing.
Tujuan jangka panjangnya adalah mempertahankan keseragaman rincian ukuran batubara yaitu <50 mm, yang berdampak pada peningkatan kepercayaan pembeli terhadap PTBA Unit Pelabuhan Tarahan. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan diketahui bahwa rangkaian mesin RCD 3 kurang efisien untuk memecah batubara dalam ukuran yang lebih kecil yaitu <50 mm. Perusahaan PT Bukit Asam Unit Pelabuhan Tarahan merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri pertambangan batubara.
Alur proses produksi yang berlangsung di unit pelabuhan PTBA Tarahan dimulai dari pembongkaran batubara dari BBR, proses sizing, pencampuran batubara dan proses pengangkutan. Mahasiswa kerja praktek kedepannya yang akan melakukan kerja praktek di PTBA Pelabuhan Tarahan diharapkan dapat memahami lebih detail proses bongkar muat batubara hingga transportasi. Setelah itu dilakukan analisa terhadap tulang ikan untuk mengetahui akar permasalahan yang menyebabkan ukuran butiran batubara >50 mm.
LAPORAN AKTIVITAS HARIAN
Deskripsi Pekerjaan
Selain itu, tugas seorang pengontrol kualitas adalah bertanggung jawab atas pengoperasian peralatan inspeksi, pencatatan dan analisis data kualitas produksi batubara. Untuk menyelesaikan tugas tersebut, seorang petugas kendali mutu harus melakukan analisis terhadap setiap proses produksi yang dilakukan mulai dari pembongkaran BBR hingga RCD, pengelolaan stok, hingga transportasi. Tugas peneliti pada perusahaan tempat pelaksanaan kerja praktek adalah mengambil sampel dari stok 4, dimana butiran batubara pada stok 4 merupakan produksi dari RCD 3 dan 4.
Batubara selanjutnya dibawa ke ruang persiapan ayakan atau ayakan 50 mm lalu ditimbang batubara yang ukurannya >50 mm, setelah itu dibuat persentase batubara >50 mm dari masing-masing yang diberikan. Untuk dapat memenuhi tanggung jawab tersebut, peneliti perlu mengetahui proses produksi mulai dari pembongkaran BBR hingga transportasi. Proses ini menggunakan metode OEE dan diagram tulang ikan untuk mencari penyebab ukuran batubara yang tidak tepat.
Jadwal Kerja
Namun laporan ini hanya menyebutkan proses sizing yaitu penyortiran batubara dengan ukuran >50 mm pada proses shearing sebelum dikirim. Proses sizing disini akan membandingkan rangkaian mesin RCD 3 dan 4, dimana yang akan diteliti adalah efisiensi mesin dalam menghancurkan batubara menjadi bentuk yang lebih kecil sesuai aturan yang telah ditetapkan yaitu 50mm. Sesuai kontrak dagang PTBA Unit Pelabuhan Tarahan, persentase minimal batubara >50mm untuk pengiriman dalam negeri adalah 10% atau 90% dari persentase batubara good size yang boleh dikapalkan.
Dari data di atas diketahui bahwa RCD 3 memiliki rangkaian mesin yang kurang efisien dalam menghancurkan batubara menjadi ukuran yang lebih kecil dan tidak memenuhi kriteria pelayaran dalam negeri. Sedangkan RCD 4 lebih efektif menghancurkan batubara menjadi ukuran yang lebih kecil dan masuk dalam kriteria pengiriman dalam negeri. Waktu produksi sebenarnya adalah waktu yang digunakan mesin RCD untuk memproduksi pelet batubara.
Waktu siklus yang ideal adalah waktu ideal yang digunakan mesin RCD untuk memproduksi pelet batubara. Total produksi bruto merupakan berat batubara yang diterima dari tambang Tanjung Enim sebelum dibongkar oleh PTBA Unit Pelabuhan Tarahan. Dari sini, langkah selanjutnya adalah menentukan akar permasalahan pemecahan batubara yang masih menyisakan ukuran >50 mm dengan menggunakan diagram herringbone.
56 Berdasarkan diagram tulang ikan di atas dapat dijelaskan masing-masing aspek yang membuat mesin press batubara tetap menghasilkan batubara. Memperbaiki dan meninjau hal-hal yang dapat menyebabkan penurunan kualitas, seperti ukuran batubara masih >50 mm. Data primer: berupa data observasi langsung atau observasi lapangan untuk mengetahui persentase batubara berukuran >50 mm yang diperoleh dari RCD 3 dan 4.
ANALISIS DAN INTERPRETASI
Perbandingan Sampel RCD 3 dan 4
Data Breakdown Mesin dan Data Set Up and Adjustment
Data Planned Downtime
Data Produksi RCD 3 dan 4
Pengolahan Data OEE
- Perhitungan Availability
- Perhitungan Performance Rate
- Perhitungan Quality Rate
- OEE (Overall Equipment Effectiveness)
Waktu pengisian daya = Waktu kerja mesin – Waktu henti yang direncanakan. Waktu Henti = Waktu kegagalan + Waktu pengaturan dan penyesuaian. Berdasarkan rumus di atas terlihat bahwa untuk menghitung ketersediaan perlu diketahui nilai waktu pengisian dan waktu henti. Tingkat kinerja merupakan perbandingan kualitas produk yang dihasilkan dikalikan dengan waktu siklus ideal dan waktu yang tersedia untuk melaksanakan proses produksi [23].
Berdasarkan rumus di atas terlihat bahwa secara kinerja, besaran yang diproses dalam rumus tersebut dikalikan dengan waktu siklus ideal kemudian dibagi dengan waktu kerja mesin. Sebelumnya nilai runtime harus diketahui terlebih dahulu dengan cara mengurangkan downtime mesin. Merupakan perbandingan kualitas produk yang baik, sesuai spesifikasi yang ditentukan, dengan jumlah produk yang akan diproses untuk mengukur efektivitas proses produksi [23].
Berdasarkan rumus di atas terlihat bahwa kualitas diperoleh dengan cara mengurangi jumlah produksi bruto dengan jumlah produk jelek kemudian membaginya dengan jumlah produksi bruto.
Analisis Perhitungan OEE
Perbaikan yang dapat dilakukan antara lain membuat simulasi pengoperasian mesin mulai dari downtime, waktu setup dan penyesuaian, rencana downtime dan waktu pengoperasian mesin, serta melakukan penilaian jumlah gigi breaker sesuai standar. Sedangkan OEE RCD 4 termasuk dalam kategori kelas dunia yang nilainya berkisar antara 85% - 99%. Kategori kelas dunia artinya manufaktur dianggap berkelas dunia dan merupakan suatu nilai yang dapat dijadikan tujuan jangka panjang dalam proses produksi.
Analisis Sebab Akibat (Diagram Fishbone)
Jadi mesin yang memenuhi syarat untuk memecahkan batubara, apabila batuan tersebut melewatinya, akan mengalami pengurangan daya penghancuran karena sifat batuan tersebut lebih kuat dari batubara. Pemadaman listrik terkadang terjadi di unit pelabuhan PTBA Tarahan dan berdampak pada terhentinya produksi di area tambang yang disebabkan oleh perubahan beban kondensor dan pembebanan berlebih pada pompa penyesuaian boiler sehingga mengakibatkan berkurangnya daya listrik di seluruh unit pelabuhan PTBA. Tarahan. daerah. Ada baiknya perusahaan menerapkan metode OEE agar dapat terus memantau kondisi mesin dan kualitas mesin, sehingga berdampak pada peningkatan produktivitas produksi batubara.
Ismail, “Merek (merek) dan spesifikasi batubara PT Bukit Asam Tbk”, dalam keputusan direksi PT Bukit Asam Tbk, Tanjung Enim, 2022. Lampiran A memuat alur kerja praktek yang dilakukan peneliti selama melaksanakan kerja praktek di PTBA Unit Pelabuhan Tarahan. Peneliti melakukan observasi di area penambangan untuk mengetahui situasi dan kondisi yang terjadi di lokasi penambangan PTBA Unit Pelabuhan Tarahan.
Pada bagian ini juga akan dijelaskan permasalahan yang terjadi pada bagian kendali mutu Unit Pelabuhan PTBA Tarahan. Lampiran A berisi surat tanggapan atas usulan tersebut dan surat pengantar yang diserahkan kepada PTBA Pelabuhan Tarahan. Lampiran E memuat rincian seminar kerja praktek yang peneliti lakukan, mulai dari tempat dan tanggal hingga nilai yang diperoleh peneliti.
70 praktik, pemahaman tugas selama kerja praktik, kemampuan bekerja sama dalam tim, dan kesesuaian laporan untuk pelaksanaan kerja praktik. Lampiran G berisi penilaian dosen pembimbing terhadap peneliti atas kerja praktek yang dilakukan peneliti. Penilaiannya terdiri dari empat kriteria yaitu sikap dan perilaku selama bimbingan, pemahaman pelaksanaan kerja praktek, kemampuan menganalisis permasalahan dan penyajian bukti pelaksanaan kerja praktek.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan perhitungan OEE, nilai OEE untuk RCD 3 sebesar 79%, dan nilai OEE untuk RCD 4 sebesar 92%. Berdasarkan standar nilai OEE, nilai OEE RCD 3 termasuk dalam kategori sedang, dimana produksinya dinilai wajar dan perlu banyak perbaikan. Sedangkan nilai OEE RCD 4 termasuk dalam kategori kelas dunia, dimana produksinya tergolong kelas dunia dan merupakan nilai yang dapat dijadikan tujuan jangka panjang dalam proses produksi.
Man : Operator tidak melakukan pengecekan pada saat mengoperasikan peralatan karena kelalaian dalam melaksanakan SOP.
Saran
Sutra, “PFD (diagram toka procesa) Design for Centralized Reforming Gasification Research and Development of Mineral and Coal Technology,” Telkom University, Bandung, 2016. Putinela, “Teeth Segment Wear Analysis pada Primary Crusher (PCT001) Belt Conveyor Line (CRT002) iv PT Bukit Asam Tbk.Hamdy, “Analiza nadzora kakovosti CPO (surovega palmovega olja) na PT XYZ,” Jurnal Hasil Penelitian dan Karya Ilmiah Bidang Teknik Industri, str.
Wireman, "Total Productive Maintenance," v Total Productive Maintenance, Združene države Amerike, Industrial Press Inc., 2004, str. Sheikh, "Overall Equipment Effectiveness of Tyre Curing Press: A Case Study," Journal of Quality in Maintenance Engineering, vol. Menggunakan Overall Equipment Effectiveness (OEE) in SIx Big Losses sebagai Rekomendasi Perbaikan Maintenance (Studi Kasus: CV Arsila Bakery)," Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, 2018.
Bersama supervisor eksternal, peneliti mengenal seluruh karyawan dan ruangan yang ada di unit kerja pengendalian produksi. Peneliti mengidentifikasi permasalahan sesuai dengan apa yang terjadi pada saat melakukan observasi di area tambang dan juga meninjau literatur yang diperoleh. 65 Perhitungan OEE yang telah dilakukan selanjutnya akan dilakukan analisis OEE untuk menentukan nilai persentase efektivitas mesin.
Pengolahan dan analisis data yang telah dilakukan selanjutnya akan melaksanakan kesimpulan yang diperoleh dan memberikan saran kepada perusahaan, peneliti dan calon mahasiswa yang akan melakukan penelitian. Lampiran D berisi instruksi pembimbing untuk membantu mengoreksi laporan peneliti dan memberikan saran. Pada Lampiran F, penilaian supervisor eksternal di perusahaan diberikan kepada peneliti, dimana penilaian yang diberikan terdiri dari empat kriteria.