IDIOM DALAM BAHASA INDONESIA: STRUKTUR DAN MAKNAI.)
Muh. Abdul
Khak')Inti Sari
Idiom dalam bahasa Indonesia banyak digunakan dalam pemakaian sehari-hari. Namury dalam kajian linguistik Indonesia belum ada ahli yang secara khusus mengkaji idiom ini. Beberapa
ahli
pun berbeda pendapat tentang idiom. Bahkary kriteria apaitu idiom
para ahli belum sepakat dan halitu
diperjelas dalam tulisan ini. Analisisini
menggunakan model konseptual, yang dikemukakan Nunberg et al. (1994), yaitu konsep tentang karakteristik semantis idiom dan yang dikemukakan Wood (1981), yaitu tentang konsep struktural idiom. Dalam pembahasanini
dilakukan metode tulisan yang mengikuti tahap pemilahan data, penggolongan data, dan penganalisisan data dengan batuan teknik identifikasi. Berdasarkan struktur,idiom
bahasa Indonesia dapat dibagi ke dalam tiga jenis, yaitu idiom yang berbentuk kata kompleks, frasa idiom, dan ungkapan idiomatik.Kata kunci: kata, idiom, kata kompleks, ungkapan idiomatik
Abstract
ldioms in Indonesian language are widely ttsed in etseryday talks. Howeuer, there haaen't been yet any lndonesian experts who conduct speciJic studies on these lndonesinn idioms.
It
secnrc that some experts show dffirent opinions on this term. To what criteris the idioms ore still open to dispute anlot1g the experts and this paper would make clarification on this confusion. The analysis applies both the conceptual model, proposed by Nrnfuerg et eil., that is to say the concept of semnntic characteristic of idiom and the structurslconcept of idiom, proposed by Wood. Meanrnhile, the method of analysis follows respectiaely the phases of
data selection, data grouping, and data analysis complemented utith the identiJication technique. Bssed on thc structures, the Indonesian idioms cm be diaided into three types, namely idioms in the forms of coruplex words, idionntic phrases, and idiomntic expressions.
Key words: zuords, idiorrts, cornpound uords, idiomatic exprcssiorts
t. Pendahuluan
memakaiidiom untuk
memperhalus maksud.Tulisan mengenai
idiom
dalam bahasaIn-
selain.itu,
adakalanyaorang memakai idiom
donesia,,"p".,g"Lhuan
penulis, belumdilaku-
agartidak menyinggung
perasaan oranglain'
kanorang,i"tupi
Puspitosaputro (1987),Abbas
Misalnya, seseorangtidak
akan menggunakan (lgg7),Chaniago dan pratama (199g) teiahme- kata
sangat kecewa,tetapi
akan menggunakannyusun buku irengenai idiom. Namun, buku idiom
gigitjari. Contoh berikut
memperlihat-itu bukanlah hasil tulisan. Buku itu hanva kan
pemakaianidiom dalam kalimat
bahasamenginventarisasi
idiom
(ungkapandrn p"ii-
Indonesia'bahasa) bahasa
Indonesia, memberikan arti-
(1) Dia gigit jari karena wanita yang diharapkan nya, serta contoh pemakaiannya saja. Halinilah menjadi
pendampinghidupnya
memilih yang menjadi alasan penulisuntuk melakukan
lelaki lain.tulisan
ini.
Di
dalam berkomunikasi lisan atau bertu-tur
kata pun masyarakat Indonesia adakalanya(2) Dia berutang budi kepada I'ak Harun, orang yang telah memberinya pekerjaan.
L41
Idiom giglf j ari danb er utan g bu di merupakan
idiom
yang terbentukdari
frasa verbal. Selain frasa verbal,perlu dikaji
pula kategori apa lagi yang dapat membentuk sebuah idiom. Apakahidiom
dapatdibentuk
dari frasa nominal, frasa adjektival, atau frasa numeral dan juga apakahidiom dapat dibentuk dari
kata, klausa, atau kalimat? Selain masalahitu,
ada masalahlain
yangjuga
menarikuntuk diteliti, yaitu
makna apa yang terkandung dalam sebuah idiom?Hal ini
menarikuntuk diteliti
lebih lanjut.Tulisan
ini
merupakan bagiandari
tulisanyang penulis lakukan tahun
2006. Tulisanini
hanya akan memfokuskan pada masalah struk-
tur/bentuk
dan maknaidiom
dalam bahasaIn-
donesia.2. Teori dan Metode 2.l
Struktur IdiomMenurut Saussure (1,91,6, terjemahan Raha-
yu
Hidayat,1988:221)idiom
adalah ungkapan beku yangtidak
dapat diubah oleh adat bahasa dan menimbulkan makna khas". Sementaraitu, Makkai
(1972) mengemukakanbahwa idiom
adalah bentuk yang (1) mengandung lebihdari
satubentuk
bebasminimum,
(2) mempunyai makna harfiah, dan (3) juga mempunyai makna yang berbeda yang hanya dapatdiberikan un- tuk
bentukitu
secara keseluruhan. Sebaliknya,Nunberg
etal.
(1994:493) mengatakan bahwatidak
semuaidiom memiliki makna
harfiah,misalnya
come true (kebenarandatang)
'men- jadi kenyataan', second thought (pikiran
kedua) 'mempertimbangkankembali', dan at
sixs and seaens (pada enam dantujuh) 'bingung'.
Bagi Makkai, karakteristik idiom
yang esensial adalah ungkapanitu
harus bisa "me-nyesatkan' atau tidak tertangkap oleh
pen-dengar yang tidak hati-hati. Makkai
(1972:22-134),
berdasarkanstratum
gramatikanyamembuat
perbedaan dasar antaraidiom
lek-semik, idiom sememik, dan idiom
hiperse-memik.
ldiom sememikterdiri
atas satubentuk
bebasminimum, seperti bring up'mendidik;
danmake up (membuat habis) 'menghiasi'; atau satu bentuk ungkapan dengan konstituen
unik
(p seudo -idio m), sep
efii
cr anberry'kranberi'
atau kith andkin
(kawan danfamili) 'handai
tolan',sedangkan kata majemuk
(compound word)tidak
termasukidiom.
Idiom
sememik, seperti peribahasa yangmerupakan konstruksi polileksemik (ya.g
panjangnya satukalimat),
mempunyai maknaharfiah dan "moral'tambahan
atau pesan ter- selubung. Misalnya, early to bed and early to rise, makes a man healty, wealthy, and wise.Idiom
jenisini,
sampai batas tertentu, dapat ditransformasidan dimodifikasi.
Misalnya,idiom
coLtnt one's chickens before they hatch(positif)
digunakandalam kalimat negatif, seperti Don't
count your chickens before they're hstched.Idiom hiper-sememik, jika ada, maknanya
bergantungpada
penggunaannyirdalam
kebudayaan ter-tentu. Dari uraian itu tampak bahwa idiom bagi Makkai bukan hanya berbentuk
frasa, melainkan juga berbentuk klausa atau kalimat,seperti
peribahasa.Pendapat Makkai inilah
yang penulis jadikan landasan tulisan ini.Moeliono
(1980:154) mengatakan bahwa bentukan bahasa yang kaidahnyatidak
dapatdirumuskan
secaraumum
dapat dimasukkanke dalam idiom,
misalnyabentukan
tertulangdan
terbukuiBentukan
tertulang memperolehtafsiran
'sampaike tulang',
dan bentukan
ter- buku memperolehtafsiran 'sampai ke buku'.
Akan tetapi, bentuk yang berprefiks ter- dengan makna'sampai
ke'itu
hanya terbatas pada duabuah kata itu. Oleh
karenaitu,
pembentukanmorfologis
atauparadigmatik
dengan maknaseperti itu tidak dapat
digeneralisasi karena selain kedua bentukanitu, tidak dijumpai
lagi bentukan lain yang serupa dan yang bermakna 'sampai ke'.Palmer (1981:80-82) menyoroti
masalahmakna idiom
berdasarkankolokasi yang
ter-dapat di
antarakata yang membentuk idiom
itu. Menurutnya, maknaidiom
dapat digolong- kanke
dalam dua jenis,yaitu
makna yang le-gap
(opaque)dan makna yang lejas
(transpa- rent) danberdasarkan maknaitu,
dia membagiidiom
ke dalam dua jenis,yaitu
(1)idiom
sejati (true idiom)dan
(2)idiom
sebagian atau yang disebut juga semiidiom.Lyons
(1985:177) mengemukakan bahwaidiom
adalah " expressiorrs ruhich are learned asunanalysable wholes"
dan
hanya dipergunakanpada
kesempatantertentu oleh penutur
asli.Misalnya, kalimat How
doyou
do?Tidak di- tafsirkan
sebagaikalimat interogatif,
sepertiL42 Widyapanuil,
Votume 39, Nomor 2, Desember 2011konstruksi kalimat
How areyoq
yang menun- tutjawaban,l'mfine.
Demikian pula halnya de- ngan ungkapan Resfin
peace (sebagai prasastiyang tertulis
padabatu
nisan).Ungkapan itu tidak dipandang
sebagai suatuinstnrksi
atausugesti terhadap
seseorang,seperti kalimat
Rest here quietly
for a
moment,tetapi
merupa-kan ungkapan yang terikat secara situasional (a
s i t u at ion ally -b oun d e xpr es si on) yang
tidak
dap at dianalisis berkenaan denganstruktur
gramati- kal bahasa Inggris.Sementara
itu, Quirk et al.
(1985:11,62- 1163)mengamatiidiommenggunakanduabuah kriteria.
Pertama, kesatuanmakna
gabungankata verbal dapat diwujudkan dengan
cara penggantian oleh verba dalam bentuk tunggal.Misalnya, verba aisitbisamenggantikan
bentuk
callfor atau
verbaomit
menggantikanbentuk
leaae out.
Namun, kriteria itu
mempunyai dua macam kelemahan. Kelemahanitu
adalah (1) ada verba dalambentuk
gabungan, seperti gef azuaywith
ataurun
out of yangtidak memiliki parafrasa satu kata dan (2) ada
gabungan, seperti go across atau sail around yangmemiliki
parafrasa,
yaitu
cross dan circumnaaigate.Kedua, kenyataan bahrva makna
idiom ti- dak
dapatdiprediksi dari
makna bagian atau komponennya dapatdiuji
dengan catatan bah- wa makna verba ataupartikel
dalam gabunganitu tidak tetap
konstanjika bagian yang lain dari idiom itu mengalami
substitusi.Kriteria
ini
menghasilkantiga jenis kategori
gabung-an kata, yaitu (1) konstruksi nonidiomatik
(non-idiomatic contruction), (2)konstruksi
semi-idiomatik
(semi-idiomatic constrttction),dan
(3)konstruksi idiomatik penuh (highly
idiomatic construction). Pembagianidiom menrirut
pan- danganQuirk
etal.
sama seperti yangdilaku-
kan Palmer.2.2 Alat Uji Penentu ldiom
Untuk menenfukan suatu idiom,
Wood (1986:2)mengajukan tiga konsep: kontinum
(conthruunt), kekomposionalan (conry ositionali-ty), dan keproduktifan
(productiaity). Dalamkontinum suatu perangkat data
ditemukan satu jenis peralihan antarkategori yang bukanmerupakan suatu perubahan yang jelas
dan nyata, seperti klasifikasi hidup dan mati; semuaatar
tidak sama sekali.Dalam hal kekomposionalan, Wood (1.986:
6) mengatakan bahwa
"a complex expressiott shows obsolute scnmntic compositionality
if
the meaning of the zuhole is exactly the sum of the independent meanings of its cottstituent pnrt' .Dalam bentuk ekstrem hal
ini terlihat
da- lam bahasa nonalami, seperti bahasailmu
pasti, yang kekomposionalan gabungannyaitu mut-
lak diperlukary sedangkan dalam bahasa alamidapat terjadi
ketakteramalanatau
perluasan makna dalam suatu gabungan. Dalam bahasa Indonesia ungkapan, kacang miang'penghasut' mempunyai makna yang bersifat nonkomposi- sional karena makna kata kedua gabunganitu bukanlah
merupakanhasil komposisi
makna tiap-tiap konstituen kacang dan miang.Mengenai keproduktifan, Wood
(1986:6) mengatakan bahwa " a cornplex expressiott is pro- ductiae if substitution in one or more of its constitu-ent
produce other acceptable complex expression.Namun, Menurut
Wood (1986:6),keproduktif-
an leksikal (yang dilawankan dengan kebekuan
leksikal
(lexical frozenness))harus
dibedakan secarajelas dari keproduktifan sintaktik
(ke-mampuan untuk mengalami
transformasiyang dilawankan dengan kebal
transformasi (transformational deficiency).Dalam
bahasaIn- donesia ungkapan jantung hati
'kesayangan' adalah bentuk yangnonproduktif
karena ben- tuk yangterdiri
atas konstituen jantungdanluti
ternyata hanya mempunyai satu bentuk
itu
sajadan tidak
dapat mengalami transformasi,mi-
salnya * j antun g ha t i ke cil atau b er j antun g ha t i ke cil sebagai bentukan mengartikan'kesayangan'.Menurut
Wood
(1986:2), berdasarkan kon- sep itu, jika yang diamati adalah beberapa ung-kapan yang disebut "idiom", kita
mempostu-latkan
suatukontinum dari
kekomposionalansemantis untuk tingkatan yang
benar-benar legap sampai kepada yang benar-benar dapatdiprediksi.
2.3 Perbedaan ldiom, Kata Majemuk, darr Frasa
Kridalaksana
(1988:58) menggambarkan proses kejadian frasa dan kata majemuk sebagaiberikut.
ldiom dalam Balrasa lndonesia: Struktur dan
Maknal 143
Bagan
l
Proses Kejadian Kata MajemukPada bagan I tampak bahwa kata
majemuk
kamardan
leksem makan.Demikian pula
kata merupakan gabungan antara leksem (kata)dan
majemuk rumah sakit merupakan paduan anta- leksem,misalnya
kamar makan'ruang tempat
ra leksem rumah dan leksem sakif.makan' merupakan paduan antara
leksemBagan 2 Proses Kejadian
Frasa
\Dari kedua bagan itu, tampak bahwa frasa
merupakan konstruksi sintaktis,
sedangkankata majemuk merupakan
gabungan leksem.Mengenai kata majemuk,
Harimurti
(L988:174)membedakan kata majemuk kompleks dan kata
majemuk simpleks. Kata majemuk
kompleksadalah paduan
kata/leksemyang
mengalami afiksasi,misalnya
memukul mundur, dibumiha- nguskan, menembak mati, ditembak jatuh, tertang-kap b as ah, b er s at u p adu, dan p eny eb arl u as an.
Kata majemuk simpleks
adalahpaduan kata
yangtidak mengalami afiksasi, misalnya
anak su- ngai, daya juang, danlemah semangat.Harimurti
memasukkanbentuk-bentuk idiomatis
seperti hidung belang, naik daun, dan panjang tangan kedalam kelompok kata majemuk
simpleks, se-dangkan
bentuk-bentuk idiomatik
seperti fer- balik kalang, membanting tulang,dan
membawadiri ke dalam kelompok kata majemuk
kom- pleks.Sementara
itu, Alwi
et al. (1998:151-153) memperlihatkan perbedaan antaraidiom,
kata majemuk, dan frasa. Pada bentukan verba ataunomina
majemuk, maknanya masihdapat di-
telusuri dari kata-kata yang
digabungkan.Misalnya,
bentuk terjun
dan payungdapat di-
gabungkanmenjadi
terjun payung.Makna
ga- bungan terjunpayung itu masih dapatditelusuri dari
maknabentuk terjun dan payung, yaitu
'melakukan terjun dari udara dengan memakai alat semacam payung'.Pada bentukan idiom, maknanya tidak
dapat secara langsungditelusuri
dari kata-kata yang digabungkan. Misalnya, bentuk naikdapatdigabungkan dengan bentuk
darah sehingga menjadi naik darah. Namun, penggabunganitu
memunculkan makna tersendiri yang terlepasdari
maknanaik
dan darah.Makna
naik darshtidak
adakaitannya
dengan darahyang naik.
Perbedaan
antara idiom dan kata
majemukdapat digambarkan dengan formula
sebagaiberikut.
Idiom:
:A+B menimbulkanmak- naC
Kata
Majemuk: A+B menimbulkanmak- naAB
Nomina
atau verbamajemuk dapat pula
dibedakandari
frasa nomina atau frasa verba.Penggabung an sintaksis proses
morfologis apa saja
L44 Widyapanra,
Volume 39, Nomor 2, Desember 2011Dalam verba atau nomina majemuk, urutan
komponennya seolah-olahtelah menjadi
satu sehingga tidak dapat dipertukarkan tempatnya.Misalnya,
bentuk
temu wicaratidak dapat di- gantikan dengan *wicars
temu;bentuk
ayahibu tidak dapat digantikan
dengan"ibu
ayah.Hubungan antara komponen dalam verba atau
nomina majemuk
sangaterat
sehinggatidak dapat dipisahkan oleh kata lairy
sedangkan pada frasa verba atau frasa nomina, hubungan kata-kataitu
bersifat sintaktis. Misalnya, ben- tukan terjunpayung (majemuk) dansudah terjun(frasa verba), hubungan sintaktis pada
frasa verba sudah terjunmengikuti kaidah
sintaktis bahasa Indonesia,yaitu kata
sudah (adverbia)mendahului
terjun (verba).Sebuah
nomina dapat diperluas ke kiri dan ke
kananuntuk
menjadi frasa. Misalnya, nomina rumah dapat menjadi frasa nomina tiga bunh rumah atau rumah yang megah itu.2.4 Metode Tulisan
Pengumpulan data tulisan ini dilaku-
kan
denganteknik simak dan ketik. Artinya,
pemerolehandata tulisan dilakukan
denganpenyimakan terhadap bahasa tulis.
Penelitimengamati subjek
tulisan
secara langsung de- ngan prosedur (1) membacakalimat
yang me- ngandungidiom
pada sumber data yang telahditentukan, (2) memberi tanda pada kalimat
tersebut,dan
(3)mengetik
data dengan kom- puter ke dalam disket dan memberi keterangansumbernya.
Selanjutnya, pelaksanaan tulisanmengikuti
tahap pemilahan data, penggolong- an data, dan penganalisisan data,Peribahasa Indonesia karya
Nur Arifin
Chaniago dan Bagas Pratama, (4) Kamus Peribahasa karya Pusposaputro,dan
(5) Kamus Peribahasa karya S.R.S.Abbas. Hal ini dilakukan
karena kamus dapat memberi informasi yang sangatmemadai.Sumber lain yang dipergunakan
dalamtulisan ini
adalahbuku-buku
dan bacaanfiksi
dannonfiksi
berbahasa Indonesia serta media massa cetak,yaitu surat kabar dan
majalah berbahasa Indonesia.Pengambilan data
dari
sumber data terse-but didasari pertimbangan bahwa
sumber- sumber data tersebut mencerminkan berbagai ragam pemakaian bahasa Indonesiatulis.
Se-lain itu,
pengambilar\data dari sumber
data tersebutdidasari
pertimbanganbahwa
unsur yangditeliti
digunakan di dalam berbagai genrewacana dan unsur tersebut ditemukan dari
tahun ke tahun.Sumber
data ragam lisan diperoleh dari
percakapan para tokoh cerita yangditampilkan pada karya tulis yang sudah
dikemukakan juga dari media massa, yaitu radio dan televisi.Selain
itu,
dAta ragamlisan diperoleh
penulisdari hasil tanya jawab (terutama data
yang dipakai dalam percakapan sehari-hari) denganpenutur asli
bahasa Indonesiadi lingkungan
tempat bekerja dan tempat tinggal.Pada tahap analisis data, data yang sudah
terkumpul dipilah-pilah
dengan menggunakanteknik identifikasi. Dengan teknik ini,
data dapat diklasifikasi berdasarkan jenis data, polaunsur data, dan hubungan makna di
antara pembentuk dataitu.
Analisis
ini
menggunakan model konsep-Ragam
bahasamenurut jenis sarananya tual, yaitu model yang terdiri
atas sejumlahlazim dibagi
atas ragamlisan
atau ujarandan konsep.
Padatulisan ini penulis
mengguna-ragam tulis. (Moeliono,
1989:115).Untuk ke- kan konsep yang dikemukakan Nunberg
efperluan tulisan ini, dipilih
ragam bahasatulis al.
(1994),yaitu konsep tentang karakteristik dan
ragam lisan.Menurut
Samarin (1967,ter-
semantisidiom.
Selainitu,
penulis juga meng- jemahanBadudu, Lg88:90-109),sifatiatayang
gunakan konsepstruktural idiom yang
dike-baik
ialah data yang berasaldari
sumberyang
mukakan Wood (1981). Wood telah melakukan beranekaragam dan dengan
gayapenulisan
tulisan tentangidiom
frasal, sedangkan ahli ba- yang bermacam-macam pula agar dapatmewa-
hasadari
Indonesia,yaitu
Kridalaksana (1988)kili
pemakaian bahasa yangrealistis.
melakukan tulisan tentang frasa. Dalam penga-Untuk tulisan ini data
bahasaIndonesia
nalisisanidiom
konsepNunberg
etal,
tentang ragamtulis
diperoleh dari sumber pokok,yaitu karakteristik
semantisidiom
akan saya padu- (1) Kamus Besar Bahasa lndonesiayang disusun kan
dengan konsepWood dan
Kridal:rksana olehAlwi
et al., (2) Kamus ldiom Bahasalndonesia
tentangidiom
dan frasa. Penulispun
menggu-karya Abdul
Chaer,(3)
Kamus Ungkapandan
nakan pandanganMakkai
yang memasukkanldiom dalam Bahasa lndonesia: Struktur dan
Maknal
145peribahasa sebagai bagian
dari idiom
(contohungkapan idiomatik).
Selainitu, penulis
juga menganalisispilihan
kata, pesan,dan
maknaidiom
berdasarkansituasi
pemakaiannya de- ngan latar budaya Indonesia.3. Hasil/Pembahasan
3.1 Struktur/Bentuk dan Makna tdiom
Dilihat dari struktur, idiom
dalam bahasaIndonesia dapat dibagi ke dalam tiga
jenis,yaitu
(1)idiom
yang berbentuk kata kompleks, (2)idiom
frasal, dan (3) uangkapanidiomatik.
Berikut ini
akandiuraikan
ketigajenis idiom
tersebut beserta maknanya.
3.1.1
Bentuk dan Makna Idiom Berupa
KataKompleks
Dari data yang diamati,
penganalisisanidiom yang berbentuk kata kompleks ini
da-pat dikelompokkan menjadi dua, yaitu
(1)bentukan yang
dilihat dari sudut
pengafiksan dan (2) bentukan yangdilihat
dari sudut peng- ulangan atau reduplikasi.3.1.1.1Afiksasi
Penganalisisan
data dari
segi afiksasiini
dikelompokkan menjadi (1) prefiks + dasar dan (2) afiks gabung+dasar. Dari data yang diamati, terdapat dua jenis prefiks yangjika
digabung-kan dengan kata dasar tertentu,
maknanya akan menyimpangdari
kaidah yangdirumus-
kan secara umum. Prefiksitu
adalah meng-dan
ter-.
Bentukan yang dihasilkan dari
peng- gabungan prefiks meng- + nomina mengandungmakna 'memiliki sifat' dan 'dalam
keadaan'.Dari
data yang diamati, hanya ditemukan tiga buah data, seperti tampak di bawahini.
(1) a.
mengekor'memiliki
sifat hanya menu-ruti
pendapat orang tanpa mempunyai pendapat sendiri'b. menguban'dalam
keadaan jelek'Bentukan yang dihasilkan dari
pengga- bungan prefiks fer-+nomina mengandung mak-na'sampai ke' dan'dalam
keadaan'.Dari
datayang diamati, hanya ada dua data
bentukanprefiks
fer-+nomina yang mengandung makna 'sampai ke', seperti contoh berikut.(2)
a. terbuku'sampai
kebuku'
b. terfulang'sampai
ke tulang'Bentukan yang dihasilkan dari
pengga- bunganprefiks
ter- + verba mengandung mak-na'dalam
keadaan', seperti pada contoh beri- kut.(3)
a.
tersemat'dalam keadaan melekat'b. terkena'dalam
keadaanmerugi'
Dari data yang diamati, hanya
terdapat satujenis afiks
gabung,yaitu
berse-, yangjika
digabungkan dengan kata dasarnomina
akan menghasilkan verba dengan makna' melakukan sesuatu dengan melipatkan duapihak'.
Dalam tulisanini
terdapat tiga buah data, yaitu seperti contoh berikut.( ) a.
bersemuka'melakukan
sesuatu (tatap muka),dilakukan
oleh duapihak'
b.
bersebadan'melakukan
sesuafu, yaitu hubunganbadan, dilakukan oleh
duapihak'
3.L.1.2
Reduplikasi
Dari data yang damati, terdapat bentuk
perulangan penuh yangmuncul
pada nomina yang mengandung makna'kelengkapan',yaitu
pada data (5a) dan (5b) berikut.(5)
a.
mata-mata'alat atau
orangyang
men-jadi
kelengkapan (suatu organisasi) un-fuk
pengawasan'b. kuda-kuda'kayu
atau balok yang men- jadi kelengkapan (rumah)untuk
tempatatap'
3.L.2
Bentuk
danMakna Idiom
FrasalDalam menganalisis
idiom
frasalini,
akandiuraikan dua hal pokok, yaitu bentuk
danmaknanya serta situasi
pemakaiannya.Dari
data yang ada dapat diketahui bahwa terdapatsemacam keteraturan bentuk bangun
ataukonstruksi idiom
frasal. Dengan adanya keter- aturan bentukitulah,
makna bangun atau kon-struksi itu dapat
dianalisis. Berdasarkan dataitu, idiom
frasal dalam bahasa Indonesia dapatdikelompokkan
menjadi dua,yaitu idiom
ver- bal danidiom
nominal. Penamaan sebagaiidi- om verbal dan idiom nominal itu
digunakanuntuk
menamakan kelasidiom frasal
sebagai suatu keseluruhan.t46 Widyapanra,
Volume 39, Nomor 2, Desember 20113.1.2.L
Idiom
VerbalAlwi et al.
(7998:88) mengatakan bahwadi
samping mengandung makna inheren per- buatan atau tindakan, verba juga mengandung makna inheren keadaan. Verba yangmemiliki makna inheren
keadaan menyatakan bahwa acuan verba berada dalam situasi tertentu. Ver- ba keadaan bertumpangtindih
dengan adjekti- va karena dari segi bentuknya, keduanya sukar dibedakan dan keduanya mempunyai banyak Persamaan.Berdasarkan
makna data yang
dinalisis,idiom
verbal yang terdapat dalamidiom
frasal bahasa Indonesia digolongkan ke dalam verba keadaan.Berikut ini akan diuraikan bentuk dan makna idiom verbal berdasarkan
kelas kata konstituen pembentuknya serta hubungan makna antara konstituen pembentukitu.
3.1.2.7.1Unsur Verba +
Nornina
Idiom
verbalini
mempunyaistruktur
sin-taktik
frasa verbal, misalnya, menggantang asap'berkhayal' dan
mengambilhati.
Frasaitu
ter-diri
atas verba dannomina
sebagai objeknya.Namun, dalam
frasaitu,
maknaidiomatiknya
tidak diperoleh dari penafsiran i.liomatik komponennya. Makna idiomatiknya ditentu-
kan oleh frasa keseluruhannya tanpaterdistri- busi dari konstituennya (lihat Nunberg
et al., 1994:507-508).
Dari bentuk dan
maknanya,unsur
verba pembentukkonstruksi idiom verbal
dapatdi-
golongkan menjadi dua kelompok verba,yaitu
verba perbuatan dan verba keadaan. Idiom ver-bal
denganunsur
verba pembentuknya verbayang didampingkan dengan unsur
nominamengandung makna 'menjadi' dan
'menja-dikan atau membuat',
sedangkanidiom
ver-bal
denganunsur
verba pembentuknya verba perbuatanyang didampingkan
denganunsur nomina
mengandungmakna 'dalam
keadaan(menja,li)'atau'memiliki sifat'.
'a)
Verba ProsesDari
data yang ada, gabungan verba dannomina yang mengandung makna
'menjadi' dapatdilihat
pada contoh berikut.(6)
a.
naikdarah'menjadi
marah'b.
naikdaun'menjadi
bernasibbaik'
Konstruksi gabungan verba + nomina
yang mengandungmakna'menjadikan
atau mem-buat'dapat dilihat
pada contoh berikut.(7)
a. berutang budi 'menjadikan orang
me- nerima kebaikan oranglain'
b.
menggantang asap'menjadikan
orang berangan-angan atau berkhayal'b)
Verba KeadaanPada verba keadaan verba dasarnya ber-
tumpang tindih
dengan adjektiva. Konstruksi gabungan verba +nomina
padakelompok ini menimbulkan makna 'menjadi' dan
makna'memiliki sifat
(bersffat)'.Konstruksi
gabung- an verba keadaan + rlomina yang mengandungmakna'menjadi'dapat dilihat
pada contoh be-rikut.
(8)
a. putih mata'menjadi
gelisah'b.
kecilhati'menjadi
tersinggung'Konstruksi
gabungan verba keadaan+ nomi- na yang
mengandungmakna 'memiliki
sifat (bersifat)' dapatdilihat
pada contohberikut.
(9)
a. besal lambung 'bersifat
sukayang
ba- nyak, terutama dalam hal makan'b.
beratkaki'bersifat
malas bekerja' 3.1,,2,1,.2 UnsurAdverbia
+ VerbaIdiom verbal dapat terjadi pada konstruksi
yang salah satu komponennya
berkategoriadverbia dan bergabung dengan
komponenverba
keadaan. Komponen berkelas adverbia adalah katasudah dansedang. Hubungan antara keduaunsur itu menimbulkan
makna 'sudah terjadi'dan'dalam
keadaan'.Dari
data yang tersedia hanya ditemukandua data idiom verbal
dengan menggunakankata
sudahyang
mengandungmakna
'sudah terjadi', seperti tampak pada contohberikut.
(10)Istri pengusaha Subronto Laras, Nyonya Emi Yani, tadi pagi sudah berpulang ke rahmatullah.
(11)Mereka melakukansalat gaib karena walikota mereka, Naswan
Nazat
wdah berpulang ke alam baka saat menunaikan ibadah haji.Dalam bahasa Indonesia adakalanya orang menggunakan bentuk an sudahberpulang ke alam baka, sudah berpulang ke asalnya, sudah berpulang ke
rahmatullah untuk
menyatakanballva
se-ldiom dalam Bahasa lndonesia: Struktur dan
Maknal
147seorang telah meninggal dunia.
Idiom verbal
dengan menggunakan kata sedang mengandungmakna 'dalam
keadaan'.Dari
data yangdiamati,
hanya diter:rukan be- berapadata idiom verbal
dengan mengguna- kan kata sedangatat
tengah yang mengandungmakna'dalam
keadaan terjadi', seperti tampak pada contoh berikut.(12)Tarnara Bleszynki berang mendengar berita itu, bukan saja karena iatidak sedangberbadan
dua seperti yang diberitakan, tetapi karena
fitnah
yang mengatakandia
berhubungan asmara dengan model muda asal Kanada itu.(13)Bintang sinetron Tia Ivanka saat
ini
tengah berbadln duq.(14)Seperti dilansir media massa, Tamara sedang berbadan dua. Kabar miring
itu
merebak di masyarakat.Berikut
ini
diketengahkan uraian dan ana-lisis makna idiom verbal
berdasarkan situasi pemakaiannya. Semua contoh kalimat yangdi-
pakaiuntuk
memperjelas pemakaian dataidi-
om verbal merupakan bahasa ragam lisan yang digunakan oleh penutur bahasa Indonesia.
Misalnya,
(15)Kini dia gigit
jari
karena mantanistri
yang diharapkankembali
kepadanya ternyata menikah dengan orang lain.(16)Wartawan yang semenjak beredar
isu
itu menunggudi
lobi hotel, terpaksa gigit jari.Mereka pun pulang satu pe satu. (R|611.L10613)
Dari kalimat
(15) dan (16) tampak bahwai di om g r g i f j ar i i';t di guna kan u ntu k m_c nyatakan perasaan hati yang menjadi kecewa bercampur
kesal karena mengharapkan sesuatu,
tetapitidak
mendapatkan apayang diharapkan itu.
Keadaan
itu terjadi
karena keterlambatan da-lam bertindak
sehinggadidahului oleh
orang lain.3.L.2.2ldiorn Nominal
Berdasarkan
unsur
pembentuknya,idiom nominal dapat dibagi menjadi dua, yaitu
(1) gabungan nomina + nomina dan (2) gabungan nomina + adiektiva.3.L.2.2.7 Unsur
Nomina
+Nomina
Idiom nominal dengan konstruksi gabung- an nomina + nomina dapat dibagi menjadi tiga,
yaitu (1) konstruksi
gabungannomina +
no-mina yang unsur keduanya
mengkhususkan maknaunsur
pertama, (2)konstruksi
gabung-an nomina+nomina yang
menggeneralisasi,yaitu kedua komponen
atauunsur yang
ber- gabungmempunyai
maknayang mirip
atau berkerabat sehingga arti kata ksuhus kedua un-sur itu hilang
dandigantikan
oleharti umum
dan makna keduaunsur
dalamkonstruksi itu
saling melengkapi, dan (3) konstruksi gabung-an nomina + nomina yang unsur
nominanya menempatkan makna unsur kedua.Konstruksi
yang pertama,yaiht
gabungan nomina + nomina yang unsur keduanya meng-khususkan
maknaunsur
pertamadapat dili-
hat pada contohberikut.
Konstruksi gabungan yang sepertiitu
mengandungarti 'memiliki
si- fat', seperti tampak pada data berikut.(17)a.
buaya darat berarti 'orang yangmemiliki
sifat yang kurang
baik'
b.
kuda beban berarti 'orang yangmemiliki
sifat suka berusaha
untuk
oranglain' Konstruksi yang
kedua,yaitu konstruksi gabungan nomina+nomina yang
menggene- ralisasi. Dalam konstruksi gabunganitu
keduakomponen
atauunsur
yang bergabung mem-punyai makna yang mirip atau
berkerabat sehinggaarti
khusus khusus keduaunsur itu hilang
dandigantikan
oleharti umum.
Maknakedua unsur dalam konstruksi itu saling
me- lengkapi, seperti tampak pada contohberikut.
(18)a.
darah daging berarti 'anakkandung'
b.
kaki tangan berarti'orang yang diperalat orang lainuntuk
membantu'Konstruksi yang
ketiga,yaitu konstruksi
gabungannomina + nomina yang unsur
per-tamanya menempatkan makna unsur
ke-dua. Menurut Moussay dalarn Burhanuddin
(1996:60), komponen atauunsur
pertamadari konstruksi itu
harus dianggap sebagai sebuahlogoid.
Alasannya,walaupun dari sudut
pan- dang diakronis komponenitu memiliki
kekera- batantertentu
dengan suatu kata dasar seder-hana, pada konstruksi ini komponen itu
ke- hilangan sebagian dari arti asalnya. Yang masih148 Widyaparwa,
Volume 39, Nomor 2, Desember 2011tertinggal hanyalah kualitas kata dasarnya.
Hal itu
dapatdilihat
dari perbedaan arti kata dasar sederhana dan arti logoid yang menjadi bagian komposisi, sepertiterlihat dilihat
pada contoh berikut.kata dasar
sederhana logoid
anak buah bunga
induk
mata
keturunan atau yang kecil hasil atau akibat
yang indah; gambar hiasan yang terpenting; yang pokok yang muncul; yang
timbul
(19)a.
buahtutur berarti
'yung selalu menjadi bahan pembicaraan orang'b.
bungatidur
berarti'mimpi
atau gambar hiasan dalamtidur'
3.1,.2.2.2 Unsur
Nomina
+Adjektiva
Idiom
nominal dengan konstruksi gabung- an nomina+adjektivaitu
unsur keduanya meng- khususkan maknaunsur
pertama. Konstruksi gabungan sepertiitu
mengandungmakna'se- suatu (orang
atau benda)yu.g bersifat tidak positif',
seperti tampak pada contohdi
bawahini.
(20)a. kuda hitam berarti 'lawan yang tidak diperhitungkan
yangakhirnya
menjadi pemenang'b. air
besarberarti 'air yang banyak
danderas yang seringkali meluap
dan menimbulkan bencana'Berikut
ini
diketengahkan uraian dan ana- lisis maknaidiom nominal
berdasarkan situasipemakaiannya. Semua contoh kalimat
yangdipakai untuk
memperjelaspemakaian
dataidiom verbal merupakan
bahasaragam tulis
dan lisan yang digunakan oleh penutur bahasa Indonesia.(21)Setelal-r kematian ayahnya, Alda Risma prak- tis menjadi tulang plnlggung keluarganya.
Idiom
tulang punggungditujukan
kepadaorang
yang bertanggung jawab.Artinya,
kata tanggung jawabdi
sini lebihditujukan
kepada hal yang bersifat materi. Orang yang dikatakan sebagaitulang
punggungadalah orang
yangbertanggung jawab secara materi kepada kelu- arSanya.
(22)Pengunduran
diri
Tyos Nugros, penggebuk grup band Dewa, menjadi b u ah b ibir khalayak pada pertengahan bulan September silam.Idiom
buahbibir ditujukan
kepada orangatau
seseorangyang menjadi bahan
pembi- caraan khalayakramai. Dapat
sajayang dibi-
carakanitu
sesuatu yangbaik (positif),
tetapi dapat yang dibicarakanitu
sesuatu yangburuk
(negatif).(23)Bagaimana
pun
Rasya adalah buah hati- nya, hasil perkawinannya dengan Tamara Bleszynki,pere*frar-r yang dulu
sangat dicintainya.Idiom
buahhati ditujukan kepada
orangatau
seseorangyang
sangat disayangi (anak).Karena sayang kepada buah hatinya, orang
itu
akan menjaganya dengan sebaik
mungkin.
(24)Laki-laki
itu
memang buaya darat, sudah punya dua istri masih merayu wanita lain.Idiomduaya darat dltujukan kepada seorang
laki-laki yang pekerjaannya selalu
menipu wanita dan berbuat kejahatan. Pekerjaanburuk itu
sudah mendarahdaging
pada orang yang disebut buaya darat.(25)Karena mengharapkan nasi sepiring, anak kecil itu dijadikannyakuda beban.
Idiom
kuda bebanditujukan
kepada orang yang bekerja terus-menerusuntuk
orang lain.Seseorang yang dikatakan kuda bebanbiasanya
tidak
pernah berhenti bekerjadan
selalu mau disuruh-suruh. Biasanya orang yang mau men- jadikudabeban adalah orang yang miskin,tidak
punya harta atau kedudukan.(26)Rin, jangan kau pikirkary
itu
hanya btmgatidur saja.
Idiom
bungatidur
biasanyadipakai
sese-orang untuk menghibur hati kawan
bicara- nya. Biasanyaidiom
bungatidur
dipakaiuntuk membantah hal-hal yang tidak masuk
akal.Misalnya, si A bermimpi tentang suatu
hal yangburuk
dan ia terpengaruh denganmim- pinya itu. Lalu,
ia menceritakanmimpinya itu
kepada B. B akan mengatakan kepada
Abahwa mimpinya itu
hanya bungn tidur untuk menghi- bur hati A.ldiom dalam Bahasa lndonesia: Struktur dan
Maknal 149
(27)Ketiga orang terpidana
mati itu
dianggap sebagai biang keladi kerusuhan di Poso.Idiom biang keladi digunakan untuk
menjelaskan penyebab atau asal mula (muasal)
suatu peristiwa yang
selalu dianggap bersifatnegatif. Dapat saja yang menjadi
penyebabperistiwa itu terlibat langsung, tetapi
dapatjuga tidak terlibat langsung dalam
peristiwaitu.
(28)Dia
kan
darnh dngingmujtga,
jagalah diabaik-baik seperti kamu
menjaga anak- anakmu yang lain.Idiom
darah dagine digunakanuntuk
me-nyatakan tali
kekerabatan. Adakalanyaidiom
darah daging digunakan sebagai sindiran
untuk
mengingatkan atau menekankan sesuafu kare-na orang yang dituju
sudahmulai lupa
akan tanggung jawab dan tugasnya, seperti tampakpada
contohkalimat
(28). Dalamkalimat
(28)itu
pembicaraingin
mengingatkan kepada la- wan bicaranya agardia tidak lupa
akan tugasdan
tanggung jawabnya agar diaberlaku adil
kepada anak-anaknya.3.L.3 Ungkapan
Idiomatik
Jenis
idiom yang disebut ungkapan idi- omatik ini dapat disejajarkan dengan
apa yang olehMakkai
dinamakanidiom
sememik.Makkai
memberi contohidiom
sememik,yaitu
peribahasa.Berikut ini diketengahkan
uraiandan analisis makna
beberapaungkapan idi-
omatik berdasarkan situasi pemakaiannya.(Z9)"Bagi kami biarlah mengeluarkan uang lebih banyak karena kami berprinsip kalah nrcmbeli menang nrcnnkai."
Secara
harfiah, ungkapan
kalah membeli menang memakaidapat digambarkan
sebagaiberikut.
Seseorang,misalnya Rina,
membeli sesuatu (tas) dengan hargayang
agak mahal,tetapi
kulaitaStas itu bagus
sehingga dapat digunakan oleh Rina dalarn jangka waktu yang agak lama. Seorangyang lain,
misalnyaDini, juga membeli tas dengan harga yang
lebihmurah, tetapi kualitas tas itu kurang
bagus sehinggatidak dapat digunakan Dini
dalamjangka waktu yang agak lama. Dalam
hal membeli, Rina kalah dariDini
karena membelitas itu
denganharga mahal,
sedangkanDini
membeli tas
itu
dengan harga murah. Namun,dalam hal
memakai,Rina menang dari Dini
karena
Rina
dapat menggunakan tasitu
dalam jangkawaktu
yang agak lama, sedangkanDini
menggunakan tas
itu
dalam jangka waktu yangtidak terlalu lama
(sebentar)karena
tasnya cepat rusak.Secara idiomatis, ungkapan kalah membeli, menang memakni
dapat digunakan untuk
me- nyatakan pendapat bahwa seseorang yang bi- jaksana akan membeli barang yang kualitasnyabaik dan dapat dipakai dalam jangka waktu
yang agak lama meskipun harganya mahal.(30)"Itulah jika tidak ilisa mengatur keuangan.
Sejak ditinggalkan suaminya dia gali lubang ttrtup lubang."
Secara harfiatr, ungkapan gali lubang tutup
lubang mempunyai makna sebagai
berikut.Seseorang menggali lubang, berarti ia membuat
suatu
masalah.Lalu, ia mengatasi
masalahitu
dengan membuat masalahbaru.
Keadaan sepertiitu
digambarkan dengan ungkapan gali lubangtutuf
lubang.Secara
idiomatis ungkapan gall
lubangtutup hbang
menggambarkankeadaan
sese-orang yang hidup dengan berutang,
tetapitidak
sanggup membayar utangnya. Kemudian ia berutang kepada orang lain lagiuntuk
mem- bayar utangnya yang lama. Dengan caraitu
ia terbebas sementara karena utanglama
sudahdapat dilunasinya.
Secarasingkat
ungkapanitu
bermakna "membayarutang
dengan uang yang diutangpula".
(31)Orang
tua itu
sangat beruntung karena mempunyai. anak seperti Hasan yang cepat kaki ringan tangan.Secara harfiah, ungkapan cepat kaki ringan tangan
dapat digambarkan
sebagai seseorangyang rajin, tidak pernah
bermalas-malasan,cekatan, suka bekerja, dan suka
menolongorang lain. Dalam melakukan
pekerjaannya, orang yang dikatakan sebagai cepat kaki ringantangan itu melakukan
pekerjaannya dengan senanghati
tanpa merasa terpaksadan tidak
menunggu-nunggu perintah lagi.(32) "Ajal manusia itu tidak pasti, ruumbang jatuh kelapa jatuh,, karena
itu
bersembahyanglah kalian."150
Widyapanrr8, Volume 39, Nomor 2, Desember 2011Secara
harfiah, ungkapan
mumbang jatuhkelapa jatuh mengandung makna bahwa bukan buah kelapa (biasanya buah kelapa yang sudah sangat
tua
terlepasdari
tangkainya) raja yang dapatjatuh
ataugugur,
melainkan mumbang(putik yang bakal menjadi buah) pun
dapat jatuh atau gugur.Secara idiomatis ungkapan mumbang jatuh kelapa
jatuh mengandung makna 'baik
yangmuda maupun yang tua pasti mati atau
me- nemui ajalnya.'Ungkapanini
memberi nasihat atau peringatan kepada manusia bahwa maut bukanmilik
orang tua saja, melainkan jugami-
lik orang muda
bahkanbayi sekalipun
dapat djemput maut.(33)"Nak, Paman sangat berterima kasih ke-
padamu..."
katanyalirih. Kamu
sudahikhlas
menemani Paman berbincang-bin- cang. Kamu sudah memberi oir kepada orang yang hnus, memberi makan kepada orar;g yang lapar.'Secara harfiah orang yang haus tentu
ingin
sekaliminum
agarhilang
hausnyaitu.
Orang yang laparpun tentu ingin
makan agarhilang rasa laparnya. Jadi, jika orang haus diberi minum dan
oranglapar diberi
makan betapa senanghatinya, hilang sudah kesusahan karena rasa haus dan lapar.Secara
idiomatis ungkapan
mernberi air kepadaorang
yang haus, memberi makan kepadaorang yang lapar dfiimpamakan kepada orang yang sengsara atau sedang dalam kesulitan. Dia
sangat mengharapkan pertolongan.
Dengan pertolongan yang didapatnya itu ia terlepasdari
kesulitan yang selamaini
dialaminya.(35) Sewaktu saya pisah dari suami, saya merasa bebas karena
tidak
ada yang menghalangi dan melarang semua keinginan saya, saat itusaya merasa seperti kuda lepas dari kandangnya.
Secara
harfiah makna yang
terkandungdalam ungkapan seperti kuda lepas
dari knndangnya adalah sebagai berikut. Seekorkuda
jika dikurung di dalam kandang, hidupnya
tidak akan bebas, akan terkekang.
Kudayang lepas dari kandangnya akan
berbuat sekehendakhatinya, lari ke
sanakemari
danmungkin
akan lari jauh meninggalkan kandangyang telah memingitnya.
Biasanyajika
kudayang telah lama dipingit/dikurung itu
lepas,tidak
mudahuntuk
menangkapnya kembali.Ungkapan
seperti kuda lepas dari kandang-nya diumpamakan kepada
seseorang yanghidupnya
terkekang. Manusia yanghidupnya
terkekang dan tiba-tiba memperoleh kebebasan akan berbuat sekehendak hatinya.4. Simpulan
Dari tulisan idiom bahasa Indonesia
ini
da-patlah
dikemukakan beberapasimpulan
yang berikut.1)
Berdasarkanstruktur, idiom
bahasa Indo- nesia dapat dibagi ke dalam tiga jenis,yaitu
idiom yangberbeptuk kata kompleks,idiom
frasal, dan ungkapanidiomatik
(contohnya adalah peribahasa).2) Idiom berbentuk kata kompleks
dikelom-pokkan menjadi dua, yaitu (1)
bentukanyang dilihat dari sudut
pengafiksan atau afiksasi dan (2) bentukan yangdilihat dari
sudut perulangan atau reduplikasi. Bentuk- an yangdilihat
dari sudut afiksasi dikelom- pokkan menjadi (1) prefiks +dasar
dan (2)afiks
gabung + dasar.Dari
bentukan yangterdiri
atasprefiks
+ dasarditemukan
duadata, yaitu
nrc-yang bermakna 'memiliki sifat' dan 'dalam
keadaan'serta
ter-yang bermakna'sampai ke' dan'dalam
keada-an.' Dari bentukan yang terdiri
atas afiks gabung + dasar hanya ditemukan satu data, yaitrt berse- yang bermakna'melakukan
se-suatu dengan melibatkan
dua pihak.'Dari
bentukan yangdilihat
dari sudut perulang-an ditemukan perulangan penuh, yaitu
mata-mata dan kuda-kuda yang mengandung makna 'kelengkapan.'3) Idiom
frasalterdiri
atasidiom verbal
danidiom nominal. Berdasarkan kelas
kataunsur
pembentuknya,idiom verbal terdiri
atas (L) verba
+
adverbiadan
(2) adverbia + verba, sedangkanidiom nominal terdiri
atas (1)
nominal
+ nomina2dan
(2) nomi*na + adjektiva.
Idionr
verbal dengan unsurpembentuknya verba + nomina
mengan-dung makna 'menjadi' dan
'menjadikanatau membuat',
sedangkanidiom
verbal denganunsur adverbia +
verba mengan-dung makna'sudah
terjadi'dan'dalam
ke- adaan'.Idiom nominal
dengan unsur pem-bentuknya nomina + nomina yallg unsur
ldiom dalam Bahasa lndonesia: Struktur dan
Maknal
151keduanya mengkhususkan makna unsur Keraf, Gorys.
7991.. Diksi dan Gaya Bahasa. Ja-pertama mengandung makna 'memiliki
karta: Gramedia.sifat'' Idiom nominal
denganunsur Pem-
Kridalaksana,Harimurti.
19g0. ,,a+ b =
ab,,bentuknya nomina + adjektiva
mempunyat -
illrrn-r.x.rta. Masinambouw (ed.).
Katamakna
'sesuatu(orang atau benda) yang i;;;";.Jakarta:
Fakultas sastrauniversi-
bersifat tidakpositif'.
tas Indonesia.1,988. Perpaduan Leksem dalam Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Kanisius.
L990. Kelas Kata dalam Bahasa lndonesia.
Jakarta: PT Gramedia.
Badudu,
J.S. 1980. Membina Bahasalrtdonesia
Lakgff, G' dan M. Johnson. 1980. Metaphors We Baku. seri2. Bandung: pustakapri*r.
Liue By. Chicago:the university
of ChicagoPress.
Daftar
PustakaAlwi, Hasan. et al.
1998. Tata Bahasa Baku Bahasa lndonesia. Edisi Kedua. Jakarta: Balai Pustaka.1.983. Belajar Memahami Peribahasa. Ban- dung: CV Pustaka Prima.
1988. Pcribahasa, Salah Satu Segi Bahasa
yang Masih Perlu Diberi Perhatian. Jakarta:
Pusat Pembinaan
dan
Pengembangan Ba- hasa.Burhanuddin, Erwina. 1996. "Idiom
dalam BahasaMinangkabau:
TelaahBentuk
danMaknanya". Tesis. Jakarta:
Universitas Indonesia.Dardjowidjojo,
Sunjono. 1983. Beberapa Aspek Linguistik Indonesia. Jakarta: Djambatan.De Saussur e, F. 1916 - P en gant ar Lin guis tik Umum.
Diterjemahkan
oleh
RahayuHidayat, dari buku
Cours de Linguistique Generale. 1988.Yogyakarta: Gajah Mada
University
Press.Dik, S.C danJ.G. Kooij. 1977.llmu BahasaLlmum.
Diterjemahkan oleh T.W.
Kamil, dari buku
Algemene Taalwetenschap. 1994. Jakarta: RUL.
Katz, J.J.
dan
Postal, P. 1963."semantic
Inter-pretation of Idiom
and Sentences Contain-ing Them." Dalam Quartely
Progress Re-port
of theMIT
Research.YoL.70,275-282.
Katz, J .J . 197 3. " Compositionality,
Idiomaticity,
and Lexical Sunstitution". Dalam
S.R.Anderson
dan P. Kiparsky.A
Festschriftfor
Morris Halle.Hlm.
357-
37 6.Huddleston, R.D. l9ST.lntroduction to the
Gram
1982."Dlksi
atauPilihan Kata".
Dalam mar of English. Cambridge:MlTPress. Anton
M. Moeliono.Lehrer, A.
1974. Semantic Fieldsand
Lexical Structure. Amsterdam:North-Holland
Pub- lishing Co.Lyons, J. 1977. Semantics 1. Cambridge: Cam- bridge
University
Press.'1,979. Semantics
2. Cambridge:
Cam- bridgeUpiversity
Press.1985. lntroduction to Theoretical Linguis- fics. Cetakan
IX. London and New
York:Cambridge
University
Press.Makkai, A.1972. ldiom Structure in English.The Hague: Mouton.
Matthews, P.H. 797 4. Morphology. Cambridge:
Cambridge
University
Press.Moeliono,
Anton M.
1980. "Bahasa Indonesiadan Ragam-Ragamnya". Dalam Anton Moeliono.
1989. Kembara Bahasa: Kuntpulan Kar ang an Ter seb ar. Jakarta:Gramedia.7989. Kembara Bahasa: Kumpulan Karangan Terse-
b ar. J akarta: Gramedia.
Nunberg, G., I.A.
Sag,dan T.
Wasow. 1994."Idioms".
Dalam Language. YoL.70.3, 491,- s38.Palmer, F.R. 1981. Semantics. Cambridge: Cam- bridge
University
Press.Kempson,
R.M.
1999.
semantic Theory.Cam- a":l:j:"dolph'
etal'
1985'A
Comprehensiaebiidse:
Cambridgeuniversity presi.
::T#:;:!,:X::"f;_,y^Language.
London
152
Widyapanua, Votume 39, Nomor 2, Desember 2011Ross, ].R. 7970.
"Two
Types ofIdioms".
Dalam Linguistic Inquiry. Y ol. L.1., 1,44.Samarin, W.J. 1988. llmu BahasaLapangan.
Diter-
jemahkan oleh JusBadudu, daribuku
Field Linguistica
Guide to Linguistics Field Work.Yogyakarta: Kanisius.
Sudaryanto. 1983. Predikat-Objek dalam Bahasa Indonesia Keselarasan
Pola-Urutan
]akarta:Djambatan.
1986. Metode Linguistik: Bagian Pertama, ke Arah Memahami Metotle Linguistik. Yogya- karta: Gadjah Mada
University
Press.1988. Metode
Linguistik
Bagian Ke-dua, Metode dan Aneka Teknik Pengumpulan Data.Yogyakarta: Gadjah Mada
University
Press.Ullmann, S. 1983.
Semantics.Oxford:
Basil Blackwell.Wahab,
Abdul.
1990."Metafora
sebagaiAlat
Pelacak SistemEkologi." Dalam
BambangKaswanti Purwo
(Penyunting). PELLBA 3.Yogyakarta: Kanisius.
Wood, M. McGee. 1986.
'ADefinition
ofIdiom".
Tesis Universitas Birmingham. Reproduksi oleh Indiana
University
Linguistics Club.\
Catatan:
') Naskah masuk tanggal 29 Juli 2011. Editor: Dra. Wirvin Erni Siti Nurlina, M.Hum. Edit I: 7-15 September 2011. Edit II: 3-10 November 2011.
"r Abdul Khak; Drs, M.Hum.; Kepala Balai Bahasa Bandung; Peneliti
ldiom dalam Bahasa lndonesia: Struktur dan