INSTALASI 1 FASA
Oleh:
ALFIR SIRENDEN / 220211030086
LABORATORIUM TEKNIK TENAGA LISTRIK PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK
2025
Nama Asisten : Mikhael R. Wahani NIM Asisten : 210211030083 Nama Praktikan : Alfir Sirenden NIM Praktikan : 220211030086 Modul I : Instalasi 1 Fasa Hari / Tanggal : Kamis/20 Maret 2025
No Penilaian Nilai
1 Kehadiran (10%) 100
2 Praktikum (40%) 94
3 Laporan (25%) 96
4 Quiz (25%)
Nilai Akhir
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmat-Nya, modul laporan praktikum Instalasi Tenaga Listrik ini dapat diselesaikan dengan baik. Modul ini disusun sebagai panduan bagi mahasiswa atau peserta pelatihan dalam melaksanakan praktikum instalasi listrik, serta sebagai bahan evaluasi untuk memahami dan mengenali fungsi dan cara kerja dari alat - alat yang digunakan dalam praktikum Instalasi Tenaga Listrik serta mengtahui cara pengukuran di panel.
Kami menyadari bahwa modul ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun dari para pembaca sangat kami harapkan untuk perbaikan di masa mendatang. Semoga modul ini dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya dalam bidang teknik elektro.
Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan modul ini. Semoga modul ini bermanfaat bagi semua pembaca.
Penulis
Alfir Sirenden 220211030086
DAFTAR ISI
COVER...
KATA PENGANTAR...
DAFTAR ISI...
BAB I PENDAHULUAN...
1.1Latar Belakang...
1.2Tujuan...
1.3Manfaat...
BAB II ALAT DAN KOMPONEN INSTALASI 1 FASA...
2.1 Alat dan Komponen...
Gambar
...
Penjelasan & fungsi
...
Cara kerja
...
BAB III RANGKAIAN ISNTALASI 1 FASA...
3.1 GAMBAR INSTALASI SEDERHANA 1 FASA 3.2 LANGKAH LANGKAH KERJA ISNTALASI 1 FASA
BAB IV KESIMPULAN...
DAFTAR PUSTAKA...
LAMPIRAN...
BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Praktikum instalasi tenaga listrik 1 fasa merupakan praktikum yang penting dalam memahami sistem kelistrikan instalasi rumah. Dalam praktikum ini, praktikan akan diperkenalkan dengan berbagai komponen dan alat yang digunakan dalam instalasi rumah. Salah satu langkah awal dalam memahami instalasi listrik adalah memahami berbagai alat dan peralatan yang digunakan dalam proses tersebut. Praktikum ini menjadi dasar yang penting karena akan mempermudah dalam memahami fungsi, cara kerja, serta penerapan alat-alat tersebut dalam praktek instalasi listrik pada rumah 1 fasa. Dalam praktikum ini, kami membaca gambar instalasi sederhana listrik 1 fasa dan langsung mempraktekkan sesuai dengan petunjuk gambar yang diberikan. Dengan demikian, pemahaman yang baik tentang alat, peralatan dan cara memasang instalasi listrik dengan benar menjadi pondasi yang penting dalam pembelajaran instalasi listrik berikutnya
1.2 TUJUAN
1. Memahami cara memasang instalasi listrik 1 fasa dengan baik dan benar 2. Mengetahui cara kerja komponen instalasi listrik
1.3 MANFAAT
1. Praktikan akan mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang alat-alat instalasi listrik, cara kerja komponen instalasi listrik dan cara memasang instalasi 1 fasa yang benar yang akan membantu mereka dalam merencanakan, merancang, dan melaksanakan proyek instalasi dengan lebih efektif.
2. Praktikan akan mempunyai persiapan diri sebelum melakukan praktikum instalasi listrik. Praktikan akan tahu apa yang akan dipelajari dan bagaimana mengaplikasikannya.
BAB II
ALAT DAN KOMPONEN INSTALASI 1 FASA
2.1 ALAT DAN KOMPONEN 1. KWH Meter
Pengertian : KWH Meter 1 fasa adalah alat ukur listrik yang digunakan untuk mengukur jumlah energi listrik yang dikonsumsi oleh beban dalam satuan kilowatt-jam (kWh) pada sistem listrik 1 fasa.
Fungsi : Mengukur konsumsi energi listrik dalam satuan kWh. Memonitor penggunaan daya listrik untuk keperluan rumah tangga, komersial, atau industri kecil.
Cara Kerja : bekerja dengan prinsip elektromagnetik atau elektronik. Pada jenis elektromekanis, arus listrik yang mengalir melalui kumparan tegangan dan kumparan arus menghasilkan medan magnet yang memutar cakram aluminium.
Kecepatan putaran cakram ini sebanding dengan daya yang dikonsumsi. Putaran cakram kemudian diteruskan ke mekanisme roda angka untuk menunjukkan jumlah energi yang digunakan dalam kWh.
Jenis : Berdasarkan Teknologi :
KWH Meter Elektromekanis (Analog)
KWH Meter Elektronik (Digital)
Berdasarkan Sistem Pengukurannya :
KWH Meter 1 Fasa (220 V)
KWH Meter 3 Fasa (380 V)
3. MCB (Miniature Circuit Breaker)
Pengertian : MCB (Miniature Circuit Breaker) adalah perangkat perlindungan listrik yang berfungsi untuk memutus arus listrik secara otomatis ketika terjadi beban berlebih (overload) atau hubungan pendek (short circuit) dalam suatu rangkaian listrik.
Fungsi : Melindungi peralatan listrik dari kerusakan akibat arus berlebih atau korsleting.Mencegah Kebakaran listrik yang disebabkan oleh panas Berlebih pada kabel.
Cara Kerja : MCB bekerja dengan dua mekanisme perlindungan utama, yaitu perlindungan terhadap beban berlebih (overload) dan hubungan pendek (short circuit). Saat arus listrik yang mengalir melebihi kapasitas yang ditentukan dalam waktu tertentu, elemen bimetal di dalam MCB akan memanas dan melengkung, sehingga memicu mekanisme pemutus untuk memutus aliran listrik. Sementara itu, jika terjadi hubungan pendek yang menyebabkan lonjakan arus yang sangat tinggi, medan magnet dalam solenoid akan menarik tuas pemutus dengan cepat, sehingga aliran listrik terputus dalam waktu singkat untuk mencegah kerusakan pada instalasi listrik.
Jenis :
MCB tipe B trip ketika arus beban lebih besar 3 sampai 5 kali arus nominal MCB
MCB tipe C trip ketika arus beban lebih besar 5 sampai 10 kali arus nominal MCB
MCB tipe D trip ketika arus beban lebih besar 10 sampai 20 kali arus nominal MCB
MCB tipe K trip ketika arus beban lebih besar 8 sampai 12 kali arus nominal MCB
MCB tipe Z trip ketika arus beban lebih besar 2 sampai 3 kali arus nominal MCB
4. Saklar (Switch)
Pengertian : Saklar adalah perangkat listrik yang digunakan untuk menyambung atau memutus aliran listrik dalam suatu rangkaian. Saklar bekerja dengan cara membuka (OFF) atau menutup (ON) kontak listrik untuk mengontrol arus listrik menuju beban seperti lampu, kipas, atau peralatan elektronik lainnya.
Fungsi : Menghidupkan atau mematikan arus listrik ke perangkat listrik.
Mencegah aliran listrik yang tidak diinginkan untuk menghindari korsleting atau kebakaran.
Cara kerja : ON (Tertutup/Circuit Closed): Saat saklar dalam posisi ON, kontak listrik di dalamnya tersambung sehingga arus listrik dapat mengalir ke beban.
Sedangkan OFF (Terbuka/Circuit Open): Saat saklar dalam posisi OFF, kontak listrik terputus sehingga aliran listrik dihentikan.
Jenis :
Saklar Tunggal
Saklar Ganda
Saklar Tukar
5. Stop Kontak
Pengertian : Stop kontak adalah perangkat listrik yang berfungsi sebagai tempat untuk menyambungkan peralatan elektronik dengan sumber listrik melalui colokan (plug). Stop kontak biasanya terpasang di dinding, lantai, atau panel listrik dan berperan sebagai penghubung antara perangkat listrik dengan sumber daya.
Fungsi : Menghubungkan perangkat elektronik dengan jaringan listrik.
Memudahkan pengguna untuk mencabut atau menyambungkan perangkat listrik sesuai kebutuhan.
Cara Kerja : Stop kontak memiliki dua atau lebih lubang terminal yang tersambung ke jaringan listrik. Saat colokan perangkat listrik dimasukkan ke dalam stop kontak, kontak logam di dalamnya akan tersambung dengan pin colokan, sehingga memungkinkan arus listrik mengalir dari sumber daya ke perangkat. Beberapa stop kontak juga memiliki terminal grounding untuk mengalirkan arus bocor ke tanah, meningkatkan keamanan listrik.
Jenis :
Tipe A digunakan oleh 23 negara di dunia. Dikenal dengan dua lempeng bersebelahan, tipe ini termasuk kelas II dengan standar dua cabang paralel.
Tegangan rata-rata berkisar antara 100-127 Volt (V). Beberapa negara yang mengadaptasinya meliputi Bangladesh, Kamboja, Cina, dan Amerika Serikat (AS).
Tipe B memiliki dua lempeng yang saling berdekatan dan ditambah dengan bentuk U di bagian bawahnya. Kompatibel dengan steker tipe A, tipe B dapat ditemukan di 17 negara, termasuk Jepang, Thailand, Taiwan, dan Filipina. Tegangan varian dapat berkisar antara 100-200 V.
Tipe C Stop kontak tipe C, juga dikenal sebagai Europlug, adalah model yang umum digunakan di Indonesia. Tipe ini memiliki dua kaki koneksi silindris dengan diameter 4 milimeter (mm). Pusatnya berukuran 19 mm, dengan jarak antar pin di dasar terpisah sejauh 18,6 mm dan di ujungnya 17,5 mm.
6. Fitting
Pengertian : Fitting lampu adalah alat yang berfungsi sebagai penghubung antara lampu dengan sumber listrik. Fitting ini memungkinkan lampu terpasang dengan aman dan stabil, serta mengalirkan arus listrik yang dibutuhkan agar lampu dapat menyala.
Fungsi :
Penghubung : Menghubungkan lampu dengan sumber listrik.
Penahan : Menahan lampu agar tidak jatuh atau bergoyang.
Pengaman : Melindungi pengguna dari risiko sengatan listrik.
Cara Kerja : Fitting lampu berfungsi untuk menghubungkan lampu dengan sumber daya listrik dan memastikan lampu dapat menyala dengan aman.
Komponen utama fitting lampu meliputi soket yang menahan lampu, kabel untuk membawa arus listrik, dan kontak elektrik yang menghubungkan arus listrik ke filamen atau LED di dalam lampu. Ketika lampu dipasang pada fitting, aliran listrik mengalir melalui kontak dan mengaktifkan lampu, yang kemudian menghasilkan cahaya. Fitting juga dirancang untuk mengamankan lampu agar tetap pada tempatnya dan melindungi kabel dari kerusakan.
Jenis :
Fitting Ulir (Edison Screw):
o Jenis yang paling umum digunakan di rumah-rumah.
o Memiliki ulir pada bagian dalam untuk memasang lampu.
Fitting Plafon (tempel):
o Fitting yang di pasang langsung pada bagian plafon rumah.
o Bentuknya beragam, ada yang bulat dan ada yang kotak.
Fitting Tusuk (Pin):
o Memiliki dua atau lebih pin yang dimasukkan ke dalam lubang pada lampu.
o Digunakan pada lampu neon, lampu halogen, dan beberapa jenis lampu LED.
7. T-Dos dan X-Dos
Pengertian : T-DOS (Terminal Distribution Outgoing System) dan X-DOS (Extended Distribution Outgoing System) adalah sistem distribusi listrik yang digunakan dalam jaringan tenaga listrik untuk menyalurkan daya dari sumber ke berbagai beban dengan lebih efisien dan aman. Sedangkan X-DOS adalah Sistem distribusi yang diperluas untuk menjangkau beban lebih jauh atau lebih banyak dengan menggunakan tambahan panel distribusi.
Fungsi : Mengatur dan membagi aliran listrik dari sumber ke berbagai beban listrik. Memudahkan pengaturan jaringan listrik sesuai kebutuhan industri atau bangunan besar.
Cara Kerja : T-DOS menerima daya listrik dari panel utama dan mendistribusikannya ke berbagai sirkuit listrik yang lebih kecil. Jika beban yang dilayani lebih banyak atau lokasinya lebih luas, X-DOS digunakan sebagai.
perpanjangan untuk mendistribusikan daya lebih lanjut. Setiap terminal memiliki proteksi seperti pemutus arus untuk mencegah korsleting atau overloading.
Jenis :
T-Dos Standar
T-Dos Industrial
X-Dos Modular
X-Dos Smart System
8. Kabel
1. Kabel Merah ( Fasa )
Pengertian : Kabel fasa adalah kabel penghantar listrik yang membawa arus listrik dari sumber tenaga (PLN atau generator) ke beban, seperti lampu, motor, dan peralatan elektronik lainnya. Kabel ini merupakan bagian utama dalam sistem kelistrikan dan memiliki tegangan relatif terhadap kabel netral dan ground.
Fungsi : Mengalirkan arus listrik dari sumber ke beban, memungkinkan perangkat listrik beroperasi. Membantu dalam pembagian beban listrik pada sistem tiga fasa untuk menjaga keseimbangan daya.
Cara Kerja : Kabel fasa bekerja dengan menghantarkan listrik bertegangan dari sumber daya ke beban. Pada sistem satu fasa, hanya terdapat satu kabel fasa yang membawa arus, sedangkan pada sistem tiga fasa, terdapat tiga kabel fasa yang membawa arus listrik dengan perbedaan sudut fasa 120° satu sama lain. Kabel fasa memiliki tegangan lebih tinggi dibandingkan kabel netral atau ground, sehingga perlu dipasang dengan isolasi yang baik untuk mencegah kebocoran listrik dan bahaya sengatan.
Jenis : Berdasarkan Jumblah Fasa :
Kabel Fasa 1 Fasa: Digunakan pada instalasi rumah tangga atau peralatan listrik kecil dengan tegangan 220V.
Kabel Fasa 3 Fasa: Digunakan untuk keperluan industri dan motor listrik besar dengan tegangan 380V.
Berdasarkan Isolasi Pelindungnya :
NYA (Kabel Tunggal Berisolasi PVC): Digunakan untuk instalasi dalam rumah dengan perlindungan tambahan seperti pipa.
NYM (Kabel Multicore Berisolasi PVC Tebal): Cocok untuk instalasi tetap dalam gedung dan memiliki isolasi lebih baik.
NYY (Kabel Berlapis PVC dengan Perlindungan Ekstra):Digunakan untuk
BC (Bare Conductor): Kabel telanjang tanpa isolasi, digunakan dalam jaringan transmisi listrik.
2. Kabel Biru ( Netral )
Pengertian : Kabel netral adalah salah satu jenis kabel dalam instalasi listrik yang berfungsi sebagai jalur balik arus listrik menuju sumber atau pembumian (grounding). Kabel ini umumnya tidak bertegangan atau memiliki tegangan rendah relatif terhadap tanah.
Fungsi : Sebagai jalur kembali arus listrik dari beban ke sumber listrik.Menyeimbangkan distribusi tegangan pada sistem kelistrikan.
Cara Kerja : Dalam sistem listrik AC (arus bolak-balik), arus mengalir dari fasa ke beban dan kembali ke sumber melalui kabel netral. Kabel ini biasanya dihubungkan ke titik netral pada transformator atau sistem pembumian untuk memastikan bahwa peralatan listrik bekerja dengan aman dan stabil.
Jenis :
Kabel Netral Standar : Kabel yang digunakan dalam instalasi rumah tangga dan industri, biasanya berwarna biru.
Kabel Netral dengan Grounding (PEN - Protective Earth and Neutral):
Kombinasi kabel netral dan ground yang digunakan dalam sistem TN-C (sistem pembumian).
Kabel Netral Isolasi Tinggi: Digunakan dalam lingkungan industri atau sistem dengan tegangan tinggi.
Kabel Netral di Instalasi Tiga Fasa: Biasanya digunakan dalam sistem distribusi daya untuk menyeimbangkan beban fasa.
Jenis Jenis Sambungan Pada Kabel :
Sambungan Putus/Patah (Twist-On) : Menghubungkan kabel dengan cara dipelintir.
Sambungan Klem (Wire Nut) :Menghubungkan kabel menggunakan klem yang diputar.
Sambungan Terminal (Terminal Block) : Menghubungkan kabel pada blok terminal dengan sekrup.
Sambungan Crimping : Kabel dililit pada konektor logam dengan alat crimping.
Sambungan Soldering : Kabel disolder dengan timah untuk sambungan yang kuat.
Sambungan Plug dan Socket : Menggunakan konektor plug dan soket untuk menyambung kabel.
Sambungan Pigtail : Kabel dililit atau dihubungkan dengan kabel lain menggunakan terminal.
9. Lampu
Pengertian : Lampu adalah perangkat yang digunakan untuk menghasilkan cahaya dengan mengubah energi listrik menjadi energi cahaya. Lampu digunakan untuk penerangan di berbagai lingkungan, seperti rumah, kantor, jalan, dan industri.
Fungsi : Memberikan cahaya untuk aktivitas manusia, baik di dalam maupun luar ruangan. Membantu visibilitas di tempat umum atau area tertentu untuk mengurangi risiko kecelakaan dan kriminalitas.
Cara kerja : Lampu bekerja dengan mengubah energi listrik menjadi cahaya melalui beberapa mekanisme, tergantung pada jenisnya.
Jenis :
Lampu Pijar : Filamen di dalam bola lampu dipanaskan oleh arus listrik hingga berpijar dan memancarkan cahaya.
Lampu Neon/ Fluoresen (TL-Tube Light) : Gas dalam tabung menghasilkan sinar ultraviolet yang kemudian diubah menjadi cahaya tampak oleh lapisan fosfor di dalam tabung.
Lampu LED (Light Emitting Diode) : Arus listrik mengalir melalui semikonduktor yang memancarkan cahaya dengan efisiensi tinggi.
10. Isolasi
Pengertian : Isolasi listrik adalah bahan atau lapisan yang digunakan untuk menghalangi aliran arus listrik agar tidak menyebar ke tempat yang tidak diinginkan, seperti tubuh manusia atau bagian lain yang dapat membahayakan.
Isolasi berfungsi untuk mencegah kejutan listrik dan memastikan sistem kelistrikan beroperasi dengan aman dan efisien.
Fungsi : Isolasi berfungsi untuk menutup sambungan kabel, mencegah korsleting listrik, dan perlindungan terhadap kontak tidak sengaja
Cara Kerja : Isolasi listrik bekerja dengan mencegah aliran arus listrik mengalir ke luar jalur yang diinginkan, sehingga menghindari kejadian yang berbahaya seperti sengatan listrik atau korsleting.
Jenis :
Isolasi Karet : Fleksibel dan tahan terhadap suhu tinggi, sering digunakan pada kabel fleksibel.
Isolasi PVC (Polyvinyl Chloride) : Tahan air dan bahan kimia, umum pada kabel listrik rumah tangga.
Isolasi Teflon : Tahan panas sangat tinggi, digunakan pada kabel elektronik dan industri.
Isolasi Kertas : Tahan terhadap suhu tinggi, digunakan dalam transformator dan motor listrik.
Isolasi Gel : Digunakan pada kabel bawah tanah, memberikan perlindungan terhadap kelembapan.
Isolasi Fiber : Kuat dan ringan, digunakan untuk aplikasi yang memerlukan daya mekanik tinggi.
11. Tool Box
Pengertian : Tool box adalah kotak atau wadah yang digunakan untuk menyimpan dan mengorganisir berbagai peralatan kerja, seperti obeng, tang, kunci inggris, meteran, dan perkakas lainnya. Tool box umumnya terbuat dari bahan logam atau plastik yang kuat dan dirancang agar mudah dibawa ke berbagai tempat.
Fungsi : Menyimpan perkakas agar tetap rapi dan mudah ditemukan saat dibutuhkan. Melindungi alat-alat kerja dari kerusakan, debu, dan kelembaban.
Cara Kerja : Tool box bekerja sebagai tempat penyimpanan yang dirancang untuk menampung berbagai peralatan kerja dengan aman dan terorganisir. Ketika digunakan, pengguna dapat membuka kotak dan mengambil alat yang dibutuhkan sesuai dengan pekerjaan yang sedang dilakukan. Beberapa tool box memiliki sekat atau laci untuk mengelompokkan alat sesuai jenis atau ukuran agar lebih mudah diakses. Tool box modern juga dilengkapi dengan kunci pengaman untuk mencegah alat jatuh atau hilang saat dibawa bepergian.
Jenis :
• Tool Box Portable
• Tool Box Stasioner
• Tool Box Lipat
• Tool Bag (Tas Perkakas)
BAB III
RANGKAIAN INSTALASI 1 FASA
3.1 Gambar Instalasi Sederhana 1 Fasa
3.2 Langkah Langkah Kerja Instalasi 1 Fasa
1. Siapkan Alat dan Bahan yang akan digunakan. Kemudian periksa kondisi alat dan bahan yang akan digunakan.
2. Ukur jarak antar komponen dan potong kabel sesuai kebutuhan
3. Kupas ujung kabel merah (fasa) dan biru (netral), lalu sambungkan ke terminal input dan output KWh, kemudian kencangkan dengan obeng.
4. Sambungkan kabel fasa output dari KWh ke MCB, lalu kencangkan dengan obeng.
5. Kupas sedikit kabel fasa di Xdos pertama, lalu hubungkan ke input saklar ganda (pin merah).
6. Gunakan kabel pendek untuk menjumper input (pin merah) antar saklar ganda.
7. Sambungkan dua kabel dari output saklar ganda (pin putih) ke fitting lampu 1 dan 2
8. Kupas sedikit kabel netral di Xdos pertama, lalu hubungkan ke fitting lampu 1 dan 2
9. Kupas sedikit kabel fasa di Xdos kedua, lalu hubungkan ke input saklar tunggal (pin merah).
10. Sambungkan kabel dari output saklar tunggal (pin putih) ke fitting lampu 3.
11. Sambungkan kabel netral di Xdos kedua, lalu hubungkan ke fitting lampu 3.
12. Hubungkan sisa kabel utama ke stop kontak.
13. Isolasi setiap percabangan dan periksa kembali apakah semua sambungan sudah tersambung dengan baik.
14. Kencangkan baut yang ada.
15. Nyalakan MCB.
16. Gunakan tespen untuk memastikan bahwa stop kontak aktif. Jika instalasinya sudah terpasang dengan benar, saklar ganda akan mengontrol lampu 1 dan 2, saklar tunggal mengontrol lampu 3, dan stop kontak berfungsi
BAB IV KESIMPULAN
Praktikum instalasi listrik 1 fasa yang telah dilaksanakan memberikan pemahaman mendalam dan aplikasi praktis terkait pemasangan dan konfigurasi sistem listrik 1 fasa. Selama praktikum, kami berhasil melakukan pemasangan komponen komponen dasar sistem instalasi listrik 1 fasa, termasuk kabel, saklar, dan stop kontak, serta mengintegrasikan sistem proteksi seperti MCB (Miniature Circuit Breaker) untuk memastikan keselamatan dan keandalan sistem.
Dari praktikum ini, kami mengamati bahwa keakuratan dalam pemasangan dan pemilihan material sangat penting untuk menghindari risiko seperti korsleting listrik. Pengujian yang kami lakukan menunjukkan bahwa sistem yang terpasang berfungsi dengan baik dan sesuai.
Selain itu, praktikum ini juga menekankan pentingnya pemahaman teoritis seperti membaca gambar sebagai dasar dalam melakukan praktik teknis.
Kesalahan dalam instalasi bisa berakibat fatal, sehingga ketelitian, kepatuhan pada protokol keselamatan, dan penerapan teori yang benar terbukti sangat penting dalam praktik. Secara keseluruhan, praktikum ini tidak hanya mengasah keterampilan teknis kami dalam melakukan instalasi listrik, tetapi juga meningkatkan kesadaran kami akan pentingnya keselamatan dan kepatuhan terhadap regulasi. Pengalaman ini sangat berharga dalam mempersiapkan kami untuk pekerjaan profesional di bidang teknik elektro, khususnya dalam aspek instalasi listrik.
DAFTAR PUSTAKA
https://salamadian.com/jenis-kabel-listrik/#google_vignette
https://www.voltechno.net/2019/01/12-cara-menyambung-berbagai-jenis- kabel_13.html
LAMPIRAN