• Tidak ada hasil yang ditemukan

The Impact of Auditor Independence, Integrity, and Time Budget Pressure on Audit Quality in Jakarta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "The Impact of Auditor Independence, Integrity, and Time Budget Pressure on Audit Quality in Jakarta"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH INDEPENDENSI, INTEGRITAS AUDITOR, DAN TIME BUDGET PRESSURE TERHADAP KUALITAS AUDIT (STUDI KASUS PADA KANTOR AKUNTAN PUBLIK DI

WILAYAH JAKARTA PUSAT)

INES MAUDY KHANSA 20141112047

Abstract

The audit report produced by an auditor must be qualified because of the audit report are distributed to the users of financial statements such as shareholders and investor as a basis for decision making. In addition, the role of independent auditors in this case is very important to support the results of the audit report so that the report can be of high quality.

Independent auditor is professions that provides services mainly in the field of auditing.

This study was aimed to determine the effect of independence, integrity, and time budget pressure on the quality of audit in Public Accounting office in Central Jakarta. The sampling was done by using Purposive Sampling method, with the sample size 76 auditors from 15 Public Accounting office in Central Jakarta. The data used in this study were quantitative data. The data source was primary data source. The collection of data method was using questionnaires that were distributed to the respondents. The data analysis technique used was multiple regression by using SPSS version 21 program.

The results showed that independence, integrity has a positive and significant effect on audit quality, time budget does not have a positive and significant effect on audit quality.

Keywords: Audit Quality, independence, integrity, and time budget pressure.

1. Pendahuluan

Di era globalisasi saat ini, semakin banyak perusahaan luar negeri yang berdiri di Indonesia.

Hal ini menyebabkan perusahaan asing maupun perusahaan domestik siap berkompetisi dalam dunia perekonomian. Maka dari itu setiap perusahaan ingin dilihat baik dari segi pelaporan, kompetitor, atau hal-hal lainnya. (Dwi, 2015). Kinerja perusahaan tercermin dari segi laporan keuangan yang disusun tiap tahun. Laporan keuangan merupakan unsur penting bagi pihak internal maupun pihak eksternal dalam perusahaan sebagai informasi keuangan yang selanjutnya sebagai dasar untuk pengambilan keputusan. (Singgih 2010).

Laporan keuangan berisi kebutuhan informasi yang meliputi posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan ekonomi.

Suatu laporan keuangan akan bermanfaat bagi penggunanya apabila informasi yang terkandung di dalam laporan keuangan jelas dan dapat dipahami. Akan tetapi jika informasi tersebut belum jelas dan tidak dapat dipahami oleh pengguna laporan keuangan maka perusahaan memerlukan pihak ketiga yaitu, audit independen. Audit independen dapat memberikan jaminan bahwa informasi dalam laporan keuangan tersebut akurat, relevan dan dapat diandalkan (Dewi dan Ramantha, 2015).

(2)

Profesi audit independen merupakan profesi yang dipercaya oleh masyarakat. Profesi ini memberikan berbagai jasa bagi masyarakat, yaitu jasa atestasi dan jasa non atestasi. Salah satu jas atestasi yang diberikan oleh akuntan publik atau auditor independen adalah jasa auditing (Mayangsari, 2013:1). Dengan adanya profesi audit independen, pengguna laporan keuangan

dapat dengan mudah membaca isi dari informasi tersebut (Dina, 2013). Audit yang profesional berpedoman pada standar audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI). Standar auditing yang paling dikenal adalah standar-standar auditing yang diterima umum (Generally Accepted Auditing Standards/GAAS).

Di Indonesia standar auditing ini tercantum dalam Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP). Standar auditing menetapkan kualitaas kinerja dan seluruh tujuan yang akan dicapai dalam suatu audit laporan keuangan dan terdiri dari standar umum, standar pekerjaan lapangan dan standar pelaporan (Mayangsari, 2013:1). Dimana standar umum merupakan cerminan kualitas pribadi yang dalam pelaksanaan dan penyusunan laporannya wajib menggunakan kemahiran professional dengan cermat. Standar pekerjaan lapangan terdiri dari pemahaman atas Struktur Pengendalian Intern (SPI) yang harus diperoleh untuk merencanakan audit termasuk ruang lingkup yang akan dilakukan. Sedangkan standar pelaporan yaitu auditor harus melaporkan jika terdapat ketidaksesuaian penerapan prinsip akuntansi dalam menyusun laporan keuangan dan auditor harus memuat satu pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan secara keseluruhan. (Arens, 2017:36)

2. Landasan Teori

2.1 Teori Agensi (Grand Theory)

Menurut Anthony dan Govindarajan dalam Siagian (2011:10), teori agensi adalah hubungan kontrak antara principal dan agent. Principal memperkerjakan agent untuk melakukan tugas untuk kepentingan principal, termasuk pendelegasian otorisasi pengambilan keputusan dari principal kepada agent. Pada perusahaan yang modalnya terdiri atas saham, pemegang saham bertindak sebagai principal, dan CEO (Chief Excecutive Officer) sebagai agent.

Hubungan keagenan tersebut terkadang menimbulkan konflik antara manajer dan pemegang saham. Seorang manajer akan cenderung mengambil keputusan yang dapat mementingkan dirinya sendiri dibandingkan dengan kepentingan perusahaan sehingga dapat menimbulkan konflik. Untuk mengurangi atau meminimalkan kecurangan yang dilakukan manajemen dalam membuat laporan keuangan yang dapat dipercaya, perlu adanya pemeriksaan pada laporan keuangan yang dilakukan oleh auditor independen (Messier et al., 2014:9).

Jadi, teori keagenan dapat membantu auditee sebagai pihak ketiga dalam memahami konflik kepentingan yang muncul antara principal dan agen. Prinsipal selaku investor bekerjasama dan menandatangani kontrak kerja dan agen selaku manajer perusahaan untuk menginvestasikan keuangan mereka. Dengan demikian, adanya auditor yang independen diharapkan tidak terjadi kecurangan dalam membuat laporan keuangan oleh manajer. Serta dapat mengevaluasi kinerja agen sehingga akan menghasilkan sistem informasi yang relevan bagi investor dalam mengambil keputusan secara rasional untuk investasi.

2.2 Auditing (Supporting Theory)

Auditing adalah suatu proses yang sistematis untuk memperoleh dan menilai bukti-bukti secara objektif yang berkaitan dengan asersi-aseri tentang tindakan dan kejadian-kejadian ekonomi untuk menentukan tingkat kesesuaian antara asersi-asersi tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan dan mengkomunikasikan hasilnya kepada pihak=pihak yang berkepentingan.

(Mayangsari dan Wardanarum 2013:1)

(3)

Auditing adalah pengumpulan data dan evaluasi bukti tentang informasi untuk menentukan dan melaporkan derajat kesesuaian antara informasi itu dan kriteria yang telah ditetapkan. Audit harus dilakukan oleh orang yang kompeten dan independen. (Arens. 2017:16)

2.2.1 Standar Auditing

Standar auditing merupakan pedoman umum bagi para auditor dalam melaksanakan audit.

Di Indonesia, standar auditing ini tercantum dalam Standar Profeional Akuntan Publik (SPAP) yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).

Standar Profesi Akuntan Publik (SPAP,2011;150:1) telah menetapkan sepuluh standar audit bagi auditor dalam melaksanakan tugasnya. Kesepuluh standar audit ini dibagi menjadi 3 kategori yaitu: standar umum, standar pekerjaan lapangan dan standar pelaporan.

(Mayangsari dan Wardanarum, 2013 : 1) 2.2.2 Auditor

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2011 tentang Akuntan Publik mengenai dasar hukum pengaturan, pembinaan dan pengawasan profesi Akuntan Publik di Indonesia. Dalam UU tersebut dijelaskan bahwa profesi Akuntan Publik merupakan suatu profesi yang memberikan jasa bagi masyarakat yaitu jasa asurans dan jasa atestasi sehingga hasil dari jasa tersebut dapat memberikan suatu pertimbangan bagi pengguna laporan keuangan dalam pengambilan keputusan.

Menurut Dwimillen dan Ridwan (2015), auditor merupakan figur yang dipercaya masyarakat yang memiliki independen dan kompeten dalam melaksanakan audit. Dalam pekerjaannya, auditor memberikan opini atau pernyataan pendapat mengenai informasi atas laporan keuangan. Tujuan dilakukannya audit laporan keuangan oleh auditor adalah untuk memberikan pendapat mengenai kelayakan atas penyajian laporan keuangan, posisi keuangan, dan arus kas yang sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum. Auditor juga bertanggung jawab terhadap opini atau pernyataan pendapat atas laporan infomasi keuangan.

2.2.3 Kualitas Audit

Kualitas audit adalah kemampuan professional individu auditor dalam melakukan pekerjaannya. Auditor dengan kemampuan professional tinggi akan lebih melaksanakan audit secara benar dan cenderung menyelesaikan setiap tahapan-tahapan proses audit secara lengkap (Hardiningsih dan Oktaviani, 2012).

Berdasarkan Standar Professional Akuntan Publik (SPAP) (IAI,2011) audit yang dilakukan oleh seorang auditor dapat dikatakan berkualitas jika memenuhi ketentuan dan sesuai dengan Standar Auditing yang berlaku umum (generally accepted auditing standards = GAAS) dan Standar pengendalian mutu. Standar pengendalian mutu berkaitan erat namun berbeda dengan GAAS. Oleh karena itu, pengendalian mutu ditetapkan untuk KAP secara keseluruhan, sedangkan GAAS dapat ditetapkan pada setiap penugasan. Standar auditing tersebut dapat dijadikan acuan auditor untuk melaksanakan tanggung jawab profesionalnya dalam melaksanakan audit atas laporan keuangan. (Arens, 2017:36)

2.2.4 Independensi

Independensi merupakan dasar utama kepercayaan masyarakat terhadap profesi akuntan publik dan merupakan salah satu faktor yang penting untuk menilai mutu jasa audit. Ratih dan Dyan (2013), menyatakan independnesi ialah sikap seorang auditor untuk bertindak obyektif, tidak memihak dan melaporkan hasil temuan-temuannya hanya berdasarkan bukti yang diperoleh. Dalam Standar Profesi Akuntan Publik No.04 (SA Seksi 220) menyatakan, independensi berarti tidak mudah dipengaruhi, karena auditor melaksanakan pekerjaannya

(4)

untuk kepentingan umum. Dengan demikian, auditor tidak dibenarkan untuk memihak kepada kepentingan pribadi.

Menurut Arens et. Al (2017 : 16), auditor harus memiliki sikap mental independen dan mempertahankanya dengan tingkat yang tinggi untuk menjaga kualitas audit dengan baik dan kepercayaan para pemakai laporan keuangan. Sikap mental independenden auditor dibagi menjadi dua bagian yaitu independensi dalam penampilan (independence in appeareance) dan independensi dalam mental (independence in mind). Dimana independensi dalam penampilan (independence in appeareance), yaitu pandangan masyarakat terhadap auditor berkaitan dengan pelaksanaan audit. Sedangkan independensi dalam sikap mental (independence in mind), berarti sikap jujur auditor untuk mempertimbangkan fakta-fakta secara obyektif dan tidak memihak di dalam diri dalam menyatakan pendapatnya.

2.2.5 Integritas Audit

Berdasarkan Kode Etik Profesi Akuntan Publik tahun 2011, Seksi 110 menyatakan bahwa integritas adalah unsur karakter yang mendasar bagi pengakuan profesional. Integritas merupakan kualitas yang menjadikan timbulnya kepercayaan masyarakat dan tatanan nilai tertinggi bagi anggota profesi dalam menguji semua keputusan. Integritas memfokuskan seorang akuntan publik untuk bertindak jujur, tegas, dan tanpa memihak kepada pihak lain.

Menurut Endang Sri (2015), integritas merupakan suatu elemen karakter yang mendasari kepercayaan publik dan sebagai patokan bagi anggota dalam menguji semua keputusan yang diambilnya. Integritas mengharuskan seorang auditor untuk bersikap jujur, melaporkan hasil temuan audit sesuai dengan fakta, dan berterus terang tanpa harus mengorbankan rahasia penerima jasa, pelayanan dan kepercayaan publik tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan pribadi.

2.2.6 Time Budget Pressure

Ratha dan Ramantha (2015) mendefinisikan time budget pressure merupakan suatu bentuk tekanan yang timbul karena keterbatasan waktu yang dianggarkan yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan auditnya.

Sedangkan, menurut Nirmala dan Cahyonowati (2013), mendefinisikan time budget pressure merupakaan keadaan yang menunjukkan auditor dituntut untuk melakukan efisiensi terhadap anggaran waktu yang telah disusun atau terdapat pembahasan waktu anggaran yang sangat ketat dan kaku.

2.3 Hipotesis

Hipotesis adalah dugaan sementara atau kesimpulan sementara atas masalah yang hendak diteliti. Perumusan hipotesis dilakukan berdasarkan pada literatur yang telah ada.

Hipotesis- hipotesis yang dibentuk dalam penelitian ini didasarkan pada penelitian sebelumnya, sehingga diharapkan hipotesis tersebut cukup valid untuk di uji.

Ratih dan Dyan et,al (2013) menyatakan bahwa independensi merupakan sikap auditor untuk jujur, tidak memihak dan melaporkan apa yang terjadi sesuai dengan bukti audit yang diperoleh maka independensi berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Hal itu juga diperkuat oleh penelitian Dyah Ayu et, al (2016) yang juga menyatakan bahwa independensi auditor berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit

H1 = Independensi berpengaruh positif terhadap Kualitas Audit

Mabruri dan Winarna et,al (2015) menyatakan bahwa kualitas audit dapat dicapai jika seorang auditor memiliki integritas yang tinggi. Hal itu juga diperkuat dengan penelitian yang dilakukan oleh Nita, Erni dan Trisna (2017) yang juga menyatakan bahwa semakin tinggi integritas auditor maka kualitas audit juga semakin tinggi.

(5)

H2 = Integritas Auditor berpengaruh positif terhadap Kualitas Audit

Fransiska (2014) menunjukkan bahwa tekanan anggaran waktu berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kualitas audit. Jika tekanan anggaran waktu semakin tinggi, maka kualitas audit yang dihasilkan rendah. Hal ini senada dengan penelitian Yoga (2013) dengan anggaran waktu yang terbatas menyebabkan auditor harus memperketat program-program yang dilaksanakan untuk dapat menyesuaikan dengan waktu yang terbatas, sehingga audit yang dilakukan tidak teliti dan tidak sesuai dengan standar auditing.

H3 = Time Budget Pressure berpengaruh negatif terhadap Kualitas Audit.

3. Metodologi Penelitian

Dalam penelitian ini, populasi yang digunakan sebanyak 229 auditor sesuai dengan directory KAP yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Publik Indonesia (IAPI) tahun 2017. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling, yaitu sampel diambil dari populasi berdasarkan suatu kriteria sebagai berikut :

1. Auditor yang memiliki pengalaman kerja minimal 1 tahun

2. Auditor yang bekerja di Kantor Akuntan Publik di wilayah Jakarta Pusat 3. Auditor yang bersedia berpartisipasi dalam mengisi kuesioner

Untuk menggunakan jumlah sampel pada penelitian ini, penulis menggunakan rumus SLOVIN. Syarifudin (2011 : 121) menjelaskan rumus SLOVIN sebagai berikut :

Keterangan : n = Ukuran sampel N = Ukuran populasi

ε = Tingkat kekeliruan pengambilan sampel yang dapat di tolerir

Teknik analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif, serta hipotesis akan diuji dengan menggunakan regresi linier berganda, yang didahulukan dengan uji asumsi klasik. Analisis data menggunakan SPSS versi 21.

Y = β1X1 + β2X2 + β3X3 + e Keterangan :

Y = Kualitas Audit A = Konstanta

Β1 = Koefisien regresi variable independensi β2 = Koefisien regresi variable integritas auditor β3 = Koefisien regresi variable time budget pressure X1 = Independensi

X2 = Integritas auditor X3 = Time budget pressure

(6)

E = error term 4. Analisis dan Pembahasan

Berdasarkan pengolahan data, maka diperoleh hasil dari proses pengolahan data dari 4 variabel dependen maupun independen dalam penelitian ini menggunakan SPSS versi 21

4.1 Analisis Statistik Deskriptif

Variabel Independensi menggunakan 9 butir pertanyaan. Skor minimum sebesar 35, skor maksimum sebesar 45 dengan nilai rata-rata sebesar 39,59 dan standar deviasi sebesar 2,864. Hal ini menunjukkan bahwa dalam penelitian ini auditor setuju dengan variabel independensi dapat mempengaruhi tingkat kualitas audit.

Variabel Integritas auditor menggunakan 11 butir pertanyaan. Skor minimum sebesar44, skor maksimum sebesar 55 dengan nilai rata-rata sebesar 47,05 dan standar deviasi sebesar 3,402. Hal ini menunjukkan bahwa dalam penelitian ini auditor setuju dengan variabel integritas auditor dapat mempengaruhi tingkat kualitas audit.

Variabel Time Budget Pressure menggunakan 7 butir pertanyaan. Skor minimum sebesar 20, skor maksimum 31 dengan nilai rata-rata sebesar 24,88 dan standar deviasi sebesar 2,752.

Hal ini menunjukkan bahwa dalam penelitian ini auditor setuju dengan variabel time budget pressure dapat mempengaruhi tingkat kualitas audit.

Variabel Kualitas Audit menggunakan 9 butir pertanyaan. Skor minimum sebesar 34, skor maksimum 42 dengan nilai rata-rata 37,84 dan standar deviasi sebesar 2,281. Hal ini menunjukkan bahwa dalam penelitian ini auditor merasa puas dengan kualitas audit yang dihasilkan baik dikarenakan auditor berpedoman dengan standar auditing.

4.2 Pengujian Asumsi Klasik

Uji normalitas bertujuan untuk menguji variabel independen dan variabel dependen yaitu independensi (X1), integritas auditor (X2), time budget pressure (X3), dan kualitas audit (Y) keduanya memiliki distribusi normal atau tidak (Ghozali, 2016). Model regresi yang baik adalah nilai residual yang berdistribusi normal. Dasar pengambilan keputusan jika nilai signifikansi > 0.05, maka nilai residual berdistribusi normal, dan apabila nilai signifikansi < 0.05 maka nilai residual tidak berdistribusi normal (Priyatno,2017). Hasil uji normalitas one sample Kolmogorov-smirnov test menunjukkan besarnya nilai Kolmogorov-smirnov adalah 0.678. Hal tersebut mengindikasikan data residual terdistribusi secara normal, karena memiliki signifikansi diatas 0.05 atau 5%.

Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Model regresi yang baik adalah tidak terjadinya heteroskedastisitas (Ghozali, 2016). Jika nilai signifikansi lebih besar dari 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas atau homoskedastisitas. Hasil uji glejser, dapat diketahui bahwa model regresi tidak terjadi heteroskedastisitas. Terbukti dari nilai signifikansi variabel independen,

1. Variabel independensi nilai signifikansinya sebesar 0.454 > 0.05 maka tidak terjadi heteroskedastisitas,

2. Variabel integritas nilai signifikansinya sebesar 0.096 > 0.05 maka tidak terjadi heteroskedastisitas.

3. Variabel time budget pressure nilai signifikansinya 0.333 > 0.05 maka tidak terjadi heteroskedastisitas.

(7)

Hal ini menunjukkan bahwa semua variabel independen bebas dari masalah heteroskedastisitas, maka hipotesisnya Ho diterima dan Ha ditolak.

Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel independen. Model regresi yang bebas dari multikolinearitas dapat di lihat dari nilai tolerance atau nilai variance inflation factor (vif) . Jika nilai tolerance > 0,01 atau nilai vif

< 10 maka dinyatakan tidak terjadi multikolinearitas (Ghozali, 2016). nilai tolerance variabel independensi, variabel integritas, dan variabel time budget pressure lebih besar dari 0,10 dan nilai vif dari ketiga variabel independen kurang dari 10,00 maka dapat disimpulkan bahwa ketiga variabel tersebut tidak terjadi multikolinearitas.

Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah model dalam regresi terdapat korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu dengan periode t 1 sebelumnya . Model regresi yang baik adalah model yang bebas dari gejala autokorelasi (Ghozali, 2016). Menurut Sugiyono (2013), Alat ukur yang digunakan dalam pengujian autokorelasi menggunakan uji Durbin-Watson (DW), dengan kriteria hasil sebagai berikut :

1. Apabila nilai DW antara du dan (4-dU), maka tidak terjadi autokorelasi 2. Apabila nilai DW < dL, maka terjadi autokorelasi positif

3. Apabila nilai DW > dL, maka terjadi autokorelasi negatif

4. Apabila nilai DW antara (4-dU) dan (4-dL), maka hasil tidak dapat disimpulkan Hasil uji autokorelasi adalah nilai dL dan dU untuk n = 100, k = 3, dan α = 0,05 sebesar 1,5467 untuk dL dan 1,7104 untuk dU . Nilai Durbin Watsaon sebesar 1,937 lebih besar dari 1,7104 dan nilai Durbin Watson sebesar 1,937 lebih kecil dari 4-du yaitu sebesar 1,937 lebih kecil dari 2,2896 yang diperoleh dari perhitungan 4-1,7104. Sehingga, hasil uji autokorelasi dalam penelitian ini tidak terjadi autokorelasi atau bebas dari gejala autokorelasi

4.3 Analisis Hasil Penelitian

Coefficients

Model Unstandardized Coefficients Standardized

Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

(Constant) Independensi 1

Integritas

TimeBudgetPressure

1,514 ,258 3,873 ,000

,086 ,098 ,103 ,879 ,002

,024 ,107 ,028 ,226 ,001

-,083 ,066 -,151 -1,244 -,018

a. Dependent Variable: KualitasAudit

Sumber : Data primer SPSS 21, yang diolah 2018

Berdasarkan hasil yang diperoleh dari regresi linier berganda diatas, menunjukkan nilai koefisien regresi untuk variabel independen diantaranya independensi sebesar 0.086, integritas auditor sebesar 0.024 dan time budget pressure sebesar -0.083. Sehingga dapat dibuat model regresi sebagai berikut :

Y = 1.514 + 0.086 Independensi + 0.024 Integritas auditor – 0.083 Time Budget Pressure + e

(8)

Analisa dari persamaan regresi diatas dapat dinyatakan sebagai berikut :

1. Nilai konstanta sebesar 1,514 menunjukkan jika nilai independensi, integritas auditr, dan time budget pressure adalah konstan atau sama dengan nol. Maka kualitas audit nilainya sebesar 1,514.

2. Nilai koefisien regresi ( β1) variabel independensi sebesar 0,806 yang artinya variabel integritas auditor dan time budget pressure sama dengan nol. Jika variabel independensi naik sebesar satu satuan maka akan meningkatkan nilai variabel kualitas audit sebesar 0,806.

3. Nilai koef isien regresi (β 2) variabel integritas auditor sebesar 0,024 yang artinya variabel independensi dan time budget pressure sama dengan nol. Jika variabel integritas audior naik sebesar satu satuan maka akan meningkatkan nilai variabel kualitas audit sebesar 0,204.

4. Nilai koefisien regresi (β 3) variabel time budget pressure sebesar 0,083 yang artinya variabel independensi dan integritas auditor sama dengan nol. Jika variabel time budget pressure naik sebesar satu satuan akan menurunkan nilai variabel kualitas audit sebesar 0,083.

5. Kesimpulan dan Saran

Dari hasil analisis data, pengujian hipotesis, dan pembahasan maka dapat ditarik kesimpulan dari penelitian sebagai berikut :

1. Variabel Independensi berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas audit. Hal ini terlihat dari uji regresi berganda nilai sig independensi 0,002 < 0,005. Sehingga H1 diterima.

2. Variabel Integritas auditor berpengaruh positif terhadap kualitas audit. Hal ini terlihat dari uji regresi berganda nilai sig integritas 0,001 < 0,005. Sehingga H2 diterima.

3. Variabel Time budget pressure berpengaruh negatif terhadap kualitas audit. Hal ini terlihat dari uji regresi berganda nilai sig time budget pressure -0,018 > 0,005. Sehingga H3 ditolak.

Berdasarkan kesimpulan atas hasil penelitian, terdapat beberapa keterbatasan dari hasil analisis penelitian (sehingga belum dapat digunakan untuk mendeskripsikan kondisi Kantor Akuntan Publik secara keseluruhan) yang disebabkan oleh :

1. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan hanya kuesioner. Untuk peneliti selanjutnya dapat menggunakan pertanyaan secara lisan

2. Dalam penelitian ini, sampel yang digunakan hanya Kantor Akuntan Publik di wilayah Jakarta Pusat sehingga tidak dapat disimpulkan secara menyeluruh untuk mewakili seluruh auditor di Indonesia.

3. Dalam penelitian ini, memiliki keterbatasan waktu dalam pengumpulan kuesioner yang disebarkan dikarenakan kesibukan auditor.

Berdasarkan hasil penelitian yang ada, maka saran-saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut:

1. Untuk penelitian selanjutnya, dapat menambah jumlah sampel serta diharapkan dapat melakukan penelitian di wilayah berbeda sehingga nantinya diharapkan dapat menjadi tolak ukur dan pembanding independensi yang dirasakan auditor di berbagai wilayah

(9)

2. Untuk penelitian selanjutnya, dapat menambah jumlah variabel independen yang dapat memengaruhi kualitas audit, seperti : kompetensi, etika auditor, dan pengalaman auditor.

3. Untuk penelitian selanjutnya, diharapkan dapat memberikan konrtibusi kepada Kantor Akuntan Publik sehingga dapat menggambarkan keadaan yang sebenarnya secara keseluruhan.

4. Untuk auditor dapat mematuhi regulasi Kantor Akuntan Publik sehingga menghasilkan kualitas audit yang baik

5. Untuk Kantor Akuntan Publik dapat memberikan fasilitas berupa pelatihan sertifikasi yang diberikan kepada auditor yaitu sertifikasi Certified Public Accountant (CPA) guna menunjang penugasan audit.

6. Daftar Pustaka

Abidin, Beattie, Goodacre, & Mathius, T. (2016). Kualitas Audit dan Pengukurannya. E-Jurnal Akuntansi, 01, 310.

Abidin, Beattle, Goodacre, & Mathius, T. (2016). Kualitas Audit dan Pengukurannya, 01, 310.

Agoes, S. (2014). Auditing Petunjuk Praktis Pemeriksaan Akuntan oleh Akuntan Publik (4 ed., Vol.

1). Jakarta: Salemba.

Agusti, R. (2013, September). Pengaruh Kompetensi, Independensi, dan Profesionalisme terhadap Kualitas Audit. Jurnal Ekonomi, 21.

Agusti, R., & Putri Pertiwi, N. (2013). Pengaruh kompetensi, independensi, dan profesionalisme terhadap kualitas audit. Kantor Akuntan Publik Se-Sumatera.

Anthony, R. N., & Govindarajan. (2011). Sistem Pengendalian Manajemen (12 ed., Vol. V).

Tangerang: Karisma Publishing Group.

Arens, A., Elder, R., & Beasley, M. (2017). Auditing and Assurance Services (Vol. Sixteenth Edition). Pearson Education.

Arisinta, O. (2013). Pengaruh Kompetensi, Independensi, Time Budget Pressure, dan Audit Fee terhadap Kualitas Audit. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 02, 150

Arisinta, O. (2013). Pengaruh kompetensi, independensi, time budget pressure, dan audit fee terhadap kualitas audit pada Kantor Akuntan Publik di Surabaya . Surabaya.

Ayu Trihapsari, D., & Anisyukurillah, I. (2016). Pengaruh etika, independensi, pengalaman audit dan premature sign off terhadap kualitas audit. Semarang.

Bawono, R., & Singgih. (2010). Pengaruh Independensi, Pengalaman,Due Professional Care, dan Akuntabiitas terhadap Kualitas Audit. SNA XIII Purwokerto .

Cahaya Ningsih, A. R., & Yaniartha, P. (2013). Pengaruh Kompetensi, Independensi, dan Time Budget Pressure terhadap Kualitas Audit. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 04, 98.

(10)

Desi Primastuti, F., & Suryandari, D. (2014). Pengaruh time budget pressure terhadap kualitas audit dengan independensi sebagai variabel intervening. Semarang.

Dutadasanovan, Y. (2013). Pengaruh time budget pressure terhadap kualitas audit dengan independensi sebagai variabel intervening . Semarang.

Dwi S., B. (2017). Pengaruh Kompetensi, Etika dan Independensi,serta Fee Audit terhadap Kualitas Audit. Jurnal Ekonomi Akuntansi, 03 (4), 195.

Dwimilten, E., & Riduwan, A. (2015). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Audit. Jurnal Ilmu & Riset Akuntansi, 4 , 320.

Endang, S. (2015). Pengaruh Kompetensi, Independensi, Profesionalisme, dan Integritas Auditor terhadap Kualitas Audit. Jurnal Akuntansi, 03, 105.

Febriyanti, N. D., & Mertha, I. (2014). Pengaruh Masa Perikatan Audit, Rotasi KAP, Ukuran Perusahaan, Ukuran KAP terhadap Kualitas Audit. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 503.

Ghozali, I. (2016). Aplikasi Analisis Multivariat dengan Program IBM SPSS 23 (08 ed.). Semarang:

Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Gujarati. (2010). Dasar-Dasar Ekonometrika. Jakarta: Salemba Empat.

Hardiningsih, P., & Oktaviani, M. (2012). Pengaruh Due Professional Care, Etika, dan Tenur terhadap Kualitas Audit. Jurnal Ilmu & Riset Akuntansi, 2 , 225.

Indriantoro , N., & Supomo, B. (2014). Metodologi Penelitian Bisnis untuk Akuntansi &

Manajemen. Yogyakarta: BPFE.

Kurnia. (2009). Pengaruh tekanan waktu audit dan locus of control terhadap tindakan yang menurunkan kualitas audit . Surabaya.

Lauw, T., Marpaung, E. I., & Setiawan, S. (2012). Pengaruh Kompetensi dan Independensi Auditor terhadap Kualitas Audit. Jurnal Akuntansi, 04, 45.

Mayangsari, S., & Wardanarum, P. (2013). Auditing. Jakarta: Media Bangsa.

Messier, & William, F. (2014). Jasa Audit dan Assurance : Pendekatan Sistematis (Empat ed.). Jakarta: Salemba.

Muhsyi, A. (2013). Pengaruh time budget pressure, risiko kesalahan dan kompleksitas terhadap kualitas audit . Jakarta.

Mulyadi. (2013). Auditing (1 ed.). Jakarta: Salemba Empat.

Nadi, P., & Suputra, D. (2017). Pengaruh Kompetensi, Pengalaman, Independensi, dan Motivasi Auditor pada Kualitas Audit. E-Jurnal Akuntansi , 942.

Nirmala, R. A., & Cahyonowati, N. (2013). Pengaruh Independensi, Pengalaman, Due Professional Care, Akuntabilitas, Kompleksitas Audit dan Time Budget Pressure terhadap Kualitas Audit. Journal of Accounting, 02, 08.

Perwati, I., & Sutapa. (2016). Pengaruh locus of control dan perilaku disfungsional audit terhadap kualitas audit pada Kantor Akuntan Publik di Semarang. Semarang.

Pramesti, D. P., & Rasmini, N. (2016, November). Pengaruh Locus of Control, Integritas, Due Professional Care dan Keahlian Audit terhadap Kualtas Audit. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 17 , 968.

(11)

Pramesti, F., & Suryandari, D. (2014). Pengaruh Time Budget Pressure terhadap Kualitas Audit dengan Independensi Sebagai Variabel Intervening. E-Jurnal Akuntansi, 04, 335.

Pramono, O., & Mustikawati, I. (2016). Pengaruh locus of control , due professional care, dan integritas terhadap kualitas audit pada studi empiris Kantor Akuntan Publik di Daerah Istimewa Yogyakarta. Yogyakarta.

Pramono, O., & Mustikawati, I. (2016). Pengaruh Locus of Control, Due Professional Care, dan Integritas terhadap Kualitas Audit. Jurnal Akuntansi, 05 , 355.

Pratama, N. I., & Merkusiwati, N. L. (2015). Pengaruh Time Budget Pressure, Risiko Kesalahan Audit, dan Masa Perikatan Audit terhadap Kualitas Audit. E-Jurnal Akuntansi, 11 , 215.

Priyatno, D. (2017). Panduan Praktis Olah Data Menggunakan SPSS. Jakarta: ANDI.

Purnamasari, D., & Hernawati, E. (2013). Pengaruh Etika Auditor, Pengalaman, Pengetahuan dan

Perilaku Disfungsional terhadap Kualitas Audit. Jurnal NeO Bisnis, 7.

Putri, D., & Rahayu, S. (2016, Agustus). Pengaruh Tekanan Anggaran Waktu (Time Budget Pressure), Fee Audit dan Independensi terhadap Kualitas Audit. E-Jurnal Akuntansi, 02(02), 187.

Rahayu, T., & Bambang. (2016). Pengaruh independensi auditor, etika auditor, dan pengalaman auditor terhadap kualitas audit. Surabaya.

Rahayu, T., & Suryono, B. (2016). Pengaruh Independensi Auditor, Etika Auditor, dan Pengalaman Auditor terhadap Kualitas Audit. Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi, 05, 135.

Ratha, I. D., & Ramantha, I. (2015). Pengaruh Due Professional Care, Akuntabilitas, Kompleksitas Audit, dan Time Budget Pressure. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 4.

Ratih, A., & Dyan, P. (2013). Pengaruh Kompetensi, Independensi, dan Time Budget Pressure terhadap Kualitas Audit. E-Jurnal Akuntansi, 04 , 97.

Reyfal, I., & Martani, D. (2012). Pengaruh adopsi PSAK 24 terhadap Earnings Response Coefficient. Jurnal Akuntansi dan Auditing , 151-165.

Rosnidah, I. (2010, September). Kualitas Audit. Jurnal Akuntansi, 14, 329-336.

Saputra, P., Susan, L., & Nurbaiti, A. (2016). Pengaruh Time Budget Pressure dan Pengalaman Auditor terhadap Kualitas Audit. Jurnal Akuntansi, 03, 252.

Sekaran, U. (2011). Research Methods for Business (Vol. 1 dan 2). Jakarta: Salemba Empat.

Singgih, S. (2014). Statistik Multivariat, Edisi Revisi, Konsep dan Aplikasi dengan SPSS . Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Pendekatan Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Bisnis . Bandung: C.V.Alfabeta.

Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi (Mixed Methods).

Bandung: Alfabeta.

Suharsimi, A. (2012). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

Syarifudin. (2011). Metodologi Penelitian. Bandung: Mandar Maju.

(12)

Tjun tjun, L., Indrawarti Marpaung, E., & Setiawan, S. (2012). Pengaruh kompetensi, independensi auditor terhadap kualitas audit . Jakarta.

Trihapsari, D., & Anisykurillah, I. (2016). Pengaruh Etika, Independenis, Pengalaman Audit dan Premature Sign Off terhadap Kualitas Audit. Accounting Analysis Journal, 01, 230.

Utami, R., & Sirajuddin, B. (2013). Pengaruh Ukuran Kantor Akuntan Publik (KAP), Masa Perikatan dan Tekanan Anggaran Waktu terhadap Kualitas Audit. E-Jurnal Akuntansi, 01, 197.

Widiani, N., Sulindawati, N., & Herawati, N. (2017). Pengaruh Tekanan Anggaran Waktu, Tanggung Jawab, Profesi, Integritas dan Objektivitas terhadap Kualitas Audit. E- Jurnal Akuntansi, 08, 187.

Winarna, J., & Mabruri, H. (2015, February). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Hasil Audit di Lingkungan Pemerintah Daerah. Journal of Rural and Development, 06 , 135 Wiratama, W., & Budiartha. (2015). Pengaruh Independensi, Pengalaman Kerja, Due

Professional Care dan Akuntabilitas terhadap Kualitas Audit. E-Jurnal Akuntansi, 10 , 103.

(13)

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan pada hasil uji regresi berganda pada Tabel 4.17 di atas, menunjukkan bahwa variabel Motivasi Auditor secara parsial berpengaruh terhadap Kualitas Audit pada

Hipotesis 5: Ada pengaruh variabel Time Budget Pressure Auditor terhadap Kualitas Audit Berdasarkan pada hasil uji regresi berganda pada Tabel 4.17 di atas, menunjukkan bahwa

Nilai koefisien regresi variabel time budget pressure adalah -0,005 dengan nilai signifikansi sebesar 0,566 dan pada tingkat signifikasi α = 5%; sehingga

Dependent Variable: Pengungkapan Fraud Sumber: Data diolah penulis, 2022 Berdasarkan tabel di atas dapat diperoleh nilai koefisien korelasi berganda R sebesar 0.517 yang menunjukkan

Metode yang digunakan dalam pengujian hipotesis adalah regresi linier berganda dengan variabel independen yaitu audit tenure, tekanan dari klien, peer review, jasa

Dependent Variable: Audit Delay Sumber: output SPSS, 2020 Berdasarkan hasil uji statistik t pada tabel 4, maka dapat dirumuskan persamaan regresi linier berganda sebagai berikut:

Dependent Variable: Kinerja Y Sumber : Hasil Perhitungan SPSS Versi 26, 2023 Bedasarkan tabel tersebut diperoleh persamaan regresi linier berganda sebagai berikut: Y= 4,179 + 0,662

Dependent Variable: Persepsi Kesehatan Mental Sumber: Hasil Output IBM SPSS V26 Melalui hasil uji analisis regresi linear berganda sesuai dengan tabel IV.4 diatas, diperoleh model