• Tidak ada hasil yang ditemukan

Impact of Capital Adequacy and Operational Efficiency on Islamic Bank Profitability in Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Impact of Capital Adequacy and Operational Efficiency on Islamic Bank Profitability in Indonesia"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

1 ANALISIS PENGARUH KECUKUPAN MODAL, RISIKO PEMBIAYAAN, EFISIENSI OPERASIONAL DAN DANA PIHAK KETIGA PADA BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA (PERIODE 2014-2017)

Nada Tabira Isya (20141112006)

ABSTRACT

This study aims to determine the effect of capital adequacy, financing risk, operational efficiency and Third Party Fund of profitability of Islamic commercial bank that operates in Indonesia from 2014- 2017. The independent variables used in this study were capital adequacy ratio (CAR), non performing financing (NPF), financing to deposit ratio (FDR), Operating Cost divided by Operating Income (BOPO) dan Third Party Fund (DPK) and The dependent variable is Return On Asset (ROA).

Sample selection using purposive sampling method and sample in this research there are 89 companies from plantation sector, property and real estate, mining, and financial services. The data processing method uses multiple linear regression analysis with Eviews 9 software. The result showed that capital adequacy ratio (CAR), non performing financing (NPF), Operating Cost divided by Operating Income (BOPO) dan Third Party Fund (DPK) has an effect on Return On Asset (ROA) While the financing to deposit ratio (FDR) no effect on Return On Asset (ROA).

Keywords: capital adequacy ratio (CAR), financing to deposit ratio (FDR), non performing financing (NPF), Operating Cost divided by Operating Income (BOPO) dan Third Party Fund (DPK).

PENDAHULUAN

Di Indonesia, perbankan merupakan sektor yang berperan penting dalam meningkatnya stabilitas pertumbuhan ekonomi. Fungsi bank salah satunya yaitu menghimpun dana dari masyarakat dan kemudian disalurkan kembali dana tersebut kepada masyarakat dengan tujuan membantu mensejahterakan kehidupan masyarakat maupun negara. Bank dalam melaksanakan kegiatan usahanya berdasarkan konvensional atau berdasarkan prinsip-prinsip syariah. Perbedaan mendasar antara kedua bank tersebut terletak pada pendapatan yang diperoleh melalui kegiatan penggunaan maupun peminjaman dana yang dilakukan oleh nasabah, dimana bank konvensional menetapkan sistem bunga sedangkan bank berbasis syariah tidak membebankan bunga atas kegiatan tersebut.

Persaingan antara bank konvensional dengan bank berbasis syariah bisa dikatakan cukup ketat, hal ini dikarenakan untuk menarik minat maupun mempertahankan hubungan dengan nasabahnya, masing-masing dari kedua bank tersebut harus saling berusaha dan bekerja keras untuk menunjukkan kinerja keuangan yang optimal. Kinerja keuangan bank merupakan bagian dari kinerja bank secara keseluruhan, hal ini merupakan gambaran prestasi yang dicapai bank dalam operasionalnya, baik menyangkut aspek keuangan, pemasaran, penghimpunan dan penyaluran dana, teknologi, maupun sumber daya manusia (Putri et.al 2015).

Profitabilitas dapat dikatakan menjadi salah satu indikator yang paling tepat untuk mengukur kinerja suatu perusahaan. Dalam beberapa penilitian, indikator yang sering digunakan untuk mengetahui profitabilitas suatu perbankan adalah ROA. Return on Asset (ROA) adalah rasio yang menggambarkan kemampuan bank dalam mengelola dana yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva yang menghasilkan keuntungan.

(2)

2 Gambar 1

Pekembangan Rasio Keuangan Perbankan Syariah di Indonesia Periode 2014 – 2017

Sumber : OJK, Statistik Perbankan Syariah (2017)

Kecukupan Modal menggambarkan kemampuan bank dalam mempertahankan modal yang mencukupi untuk menutup risiko kerugian yang mungkin timbul dari penanaman dana dalam aset produktif yang mengandung risiko, serta untuk pembiayaan dalam asset tetap dan investasi. Indikator yang digunakan dalam mengukur kecukupan modal adalah Capital Adequacy Ratio (CAR). Capital Adequacy Ratio (CAR) yang ditetapkan bank indonesia adalah 8%. Pada diagram 1.1 berdasarkan data OJK (2017) CAR dapat dikatakan berada di posisi yang sehat atau terjamin.

Risiko pembiayaan timbul saat nasabah tidak dapat melunasi pinjamannya kepada bank dalam jangka waktu yang ditentukan. (Luthfia, 2015) menjelaskan bahwa risiko pembiayaan adalah risiko yang disebabkan karena nasabah tidak mampu melunasi atau membayar jumlah pokok pinjaman beserta imbalannya yang telah diberikan bank syariah sesuai jangka waktu yang telah disepakati bersama. Pada diagram 1.1 berdasarkan data OJK (2017), pada tahun 2017 NPF mengalami peningkatan menjadi 4.77% dari tahun sebelumnya sebesar 4.42%, hal ini menyebabkan penurunan terhadap ROA.

Financing to deposit ratio (FDR) merupakan rasio yang membandingkan antara dana pihak ketiga yang diterima dengan yang disalurkan. Pada diagram 1.1 menunjukan bahwa selama 2015- 2016, nilai FDR perbankan syariah mengalami kenaikan, namun pada tahun 2017 mengalami penurunan sebesar 79.65% berdasarkan data statistik OJK (2017).

BOPO digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam mengendalikan biaya operasional terhadap pendapatan operasional dan semakin kecil rasio ini semakin efisien biaya operasional yang dikeluarkan bank sehingga kemungkinan bank yang bersangkutan dalam kondisi bermasalah juga semakin kecil (Linda 2015). BOPO pada tahun 2014 ke 2015 naik dari 96.97%

menjadi 97.01% dan mengalami penurunan di tahun 2016 dan 2017 berdasarkan data statistik OJK (2017).

Sumber dana juga penting bagi bank untuk meningkatkan jumlah kredit yang akan di salurkan kepada masyarakat. Dana pihak ketiga (DPK) merupakan sumber dana terpenting bagi kegiatan operasional suatu bank dan merupakan ukuran keberhasilan bank jika mampu membiayai operasinya dari sumber dana ini (Wulandari dan Shofawati, 2017).

10.00 - 20.00 30.00 40.00 50.00 60.00 70.00 80.00 90.00 100.00

2014 2015 2016 2017

ROA 0.41 0.49 0.63 0.73

CAR 15.74 15.02 16.63 17.91

NPF 4.95 4.84 4.42 4.77

FDR 86.66 88.03 85.99 79.65

BOPO 96.97 97.01 96.22 94.91

(3)

3 KAJIAN TEORI

Teori Sinyal

Teori sinyal adalah teori yang mengemukakan tentang bagaimana suatu perusahaan memberikan sinyal-sinyal atau tanda pada pengguna laporan keuangan. Sinyal ini berupa informasi mengenai apa yang sudah dilakukan manajemen untuk merealisasikan keinginan pemilik. Sinyal yang diberikan dapat dilakukan melalui pengungkapan informasi akuntansi. pengungkapan informasi akuntansi didorong untuk perusahaan memberikan informasi karena terdapat asimetri informasi antara perusahaan dan pihak luar karena perusahaan mengetahui lebih banyak mengenai perusahaan dan prospek yang akan datang dari pada pihak luar (investor dan kreditor) yang sudah go public (Anita Sari (2017).

Perbankan

Menurut UU No 7 Tahun 1992 tentang perbankan sebagaimana telah diubah dengan UU No 10 tahun 1998, pengertian bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

Profitabilitas

Menurut Kasmir (2016:196) “Rasio profitabilitas yakni Rasio yang menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan.” Rasio ini dapat juga memberikan ukuran tingkat efektivitas manajemen suatu perusahaan. Hal ini ditunjukkan oleh adanya laba yang dihasilkan dari penjualan dan pendapatan investasi.

𝐑𝐎𝐀 =𝐋𝐚𝐛𝐚 𝐒𝐞𝐛𝐞𝐥𝐮𝐦 𝐏𝐚𝐣𝐚𝐤

𝐓𝐨𝐭𝐚𝐥 𝐀𝐤𝐭𝐢𝐯𝐚 𝒙 𝟏𝟎𝟎%

Capital Adequacy Ratio (CAR)

Capital Adequacy Ratio (CAR) merupakan rasio kecukupan modal yang menunjukkan kemampuan perbankan dalam menyediakan dana yang digunakan untuk mengatasi kemungkinan risiko kerugian yang akan terjadi. Rasio ini penting karena dengan menjaga CAR pada batas aman berarti juga menjaga stabilitas sistem keuangan bank secara keseluruhan. Semakin besar nilai CAR mencerminkan kemampuan bank yang semakin baik dalam menghadapi kemungkinan risiko kerugian yang akan terjadi.

𝐂𝐀𝐑 =𝐌𝐨𝐝𝐚𝐥

𝐀𝐓𝐌𝐑 𝒙 𝟏𝟎𝟎%

Non Performing Financing (NPF)

Pembiayaan adalah pembiayaan sebagaimana diatur dalam ketentuan Bank Indonesia mengenai kualitas aset bank umum. Pembiayaan bermasalah adalah pembiayaan dengan kualitas kurang lancar, diragukan dan macet, dan dihitung berdasarkan nilai tercatat dalam neraca (IBI, 2014:285).

Non Performing Financing (NPF) adalah pembiayaan-pembiayaan yang kategori kolektabilitasnya masuk dalam kriteria pembiayaan kurang lancar, pembiayaan diragukan, dan pembiayaan macet.

𝐍𝐏𝐅 =𝐏𝐞𝐦𝐛𝐢𝐚𝐲𝐚𝐚𝐧 𝐁𝐞𝐫𝐦𝐚𝐬𝐚𝐥𝐚𝐡

𝐉𝐮𝐦𝐥𝐚𝐡 𝐏𝐞𝐦𝐛𝐢𝐚𝐲𝐚𝐚𝐧 𝒙 𝟏𝟎𝟎%

Financing to Deposit Ratio (FDR)

Financing to Deposit Ratio (FDR) adalah perbandingan antara pembiayaan yang diberikan oleh bank dengan dana pihak ketiga yang berhasil dikerahkan oleh bank (Rivai dan Arifin, 2010:784).

Menurut Ikatan Bankir Indonesia (2014:287) FDR yaitu rasio kredit yang diberikan kepada pihak

(4)

4 ketiga dalam bentuk rupiah maupun valuta asing, tetapi tidak termasuk kredit kepada bank lain, terhadap dana pihak ketiga yang mencakup giro, tabungan, dan deposito dalam rupiah dan valuta asing, tidak termasuk dana antarbank.

𝐅𝐃𝐑 =𝐏𝐞𝐦𝐛𝐢𝐚𝐲𝐚𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐃𝐢𝐛𝐞𝐫𝐢𝐤𝐚𝐧

𝐃𝐚𝐧𝐚 𝐏𝐢𝐡𝐚𝐤 𝐊𝐞𝐭𝐢𝐠𝐚 𝒙 𝟏𝟎𝟎%

Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO)

Efisiensi operasional bank dapat dilihat dari rasio Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) Edi Saputra dan Budiasih (2016). Rasio biaya operasional digunakan untuk mengetahui bagaimana kemampuan bank dan tingkat efisiensi manajemen bank dalam melakukan kegiatan operasinya. Semakin kecil rasio ini berarti semakin efisien biaya operasional yang dikeluarkan bank yang bersangkutan sehingga kemungkinan suatu bank dalam kondisi bermasalah semakin kecil (Hariyani, 2010:54).

𝐁𝐎𝐏𝐎 = 𝐓𝐨𝐭𝐚𝐥 𝐁𝐢𝐚𝐲𝐚 𝐎𝐩𝐞𝐫𝐚𝐬𝐢𝐨𝐧𝐚𝐥

𝐓𝐨𝐭𝐚𝐥 𝐏𝐞𝐧𝐝𝐚𝐩𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐎𝐩𝐞𝐫𝐚𝐬𝐢𝐨𝐧𝐚𝐥 𝒙 𝟏𝟎𝟎%

Dana Pihak Ketiga (DPK)

Menurut (Kuncoro dan Suhardjono, 2011:140).Dana masyarakat atau dana pihak ketiga adalah dana-dana yang berasal dari masyarakat, baik perorangan maupun badan usaha yang diperoleh bank dengan menggunakan berbagai instrumen produk simpanan yang dimiliki oleh bank.

DPK = Giro + Deposito + Tabungan

PERUMUSAN HIPOTESIS

H1: Capital Adequacy Ratio berpengaruh terhadap Return On Asset

Rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) menunjukkan bahwa semakin kuat Capital Adequacy Ratio (CAR) maka semakin besar kemampuan suatu bank untuk menyanggupi risiko dari setiap kredit atau aktiva produktif yang berisiko. Karena semakin besar Capital Adequacy Ratio (CAR) maka semakin tinggi permodalan bank dalam menjaga kemungkinan timbulnya risiko kerugian pada kegiatan usahanya, sehingga kinerja bank juga akan meningkat Menurut Permata Sari (2017). Kinerja bank yang meningkat berarti memberikan kontribusi lebih pada profitabilitas. Semakin baik rasio kecukupan modal ini, akan membuat tingkat profitabilitas suatu perusahaan semakin baik (Edi Saputra dan Budiasih, 2016).

H2: Non Performing Financing berpengaruh terhadap Return On Asset

Non performing financing (NPF) merupakan pembiayaan yang disalurkan oleh bank kepada masyarakat namun mengalami masalah (macet) dalam pengembaliannya dan ada kemungkinan tidak dapat ditagih. Menurut (Juliana Dillak et.al 2017). Semakin besar nilai NPF maka semakin buruk kinerja bank (Asrina, 2015).

H3: Financing to Deposit Ratio berpengaruh terhadap Return On Asset

Financing to Deposit Ratio (FDR) adalah rasio likuiditas yang menggambarkan suatu bank mampu menyediakan dana yang akan ditarik oleh deposan dengan mengandalkan kredit/pembiayaan sebagai sumber likuiditasnya. Semakin rendah FDR menunjukkan bahwa suatu bank kurang mampu menjaga tingkat likuiditasnya yang dilihat dari kurangnya efektivitas dalam menyalurkan kredit/pembiayaan Edo dan Wiagustini, 2014 dalam Yusuf 2017. Sebaliknya semakin tinggi LDR

(5)

5 maka laba perusahaan mempunyai kemungkinan untuk meningkat dengan catatan bank tersebut mampu menyalurkan kreditnya dengan optimal.

H4: BOPO berpengaruh terhadap Return On Asset

BOPO merupakan rasio antara biaya operasional terhadap pendapatan operasional. Biaya operasional merupakan biaya yang dikeluarkan oleh bank dalam rangka menjalankan aktivitas usaha utamanya seperti biaya bunga, biaya pemasaran, biaya tenaga kerja, dan biaya operasional lainnya.

Bank yang efisien adalah bank yang mampu menekan biaya operasi dan meningkatlkan pendapatan operasi untuk memperoleh keuntungan yang tinggi. Semakin kecil rasio BOPO berarti semakin efisien bank dalam menjalankan aktivitas usahanya, sebaliknya jika rasio BOPO tinggi berarti kinerja bank tersebut tidak efisien.

H5: DPK berpengaruh terhadap Return On Asset

Bank memanfaatkan dana dari pihak ketiga untuk dialokasikan pada usaha bank syariah yang dapat menghasilkan pendapatan bagi bank, salah satunya yaitu dalam bentuk pembiayaan. Semakin besar DPK maka semakin meningkatkan kemampun bank untuk menyalurkan pembiayan pada sektor produktif, konsumtif dan jasa. Besarnya pembiayaan akan meningkatkan peluang bank untuk menghasilkan pendapatan dalam bentuk bagi hasil dan margin. Meningkatnya pendapatan bank akan meningkatkan rasio pendapatan terhadap aset atau ROA bank syariah.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh kecukupan modal, risiko pembiayaan, efisiensi operasional dan dana pihak ketiga terhadap profitabilias. Objek yang menjadi bahan penelitian ini adalah bank umum Syariah di Indonesia yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan pada periode tahun 2014-2017.

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data panel. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari laporan tahunan bank yang dipublikasikan di masing-masing bank dan OJK dengan periode penelitian 2014 – 2017. Data tersebut diperoleh melalui situs www.ojk.co.id

Metode pemilihan sampel dilakukan berdasarkan metode purposive sampling dengan populasi seluruh bank yang terdaftar di OJK tahun 2014 – 2017. Melalui metode tersebut didapatkan 11 Bank yang digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini. Teknik analisa yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisa statistik deskriptif, analisa regresi data panel, koefisien determinasi, uji F, uji t dan uji asumsi klasik. Uji asumsi klasik yang dilakukan adalah uji normalitas, uji autokorelasi, uji multikolinieritas, dan uji heteroskedastisitas.

MODEL PENELITIAN

ROAit = α + β1CARit + β2NPFit + β3FDRit + β4BOPOit + β5DPKit + eit

Keterangan:

ROA : Return On Asset

α : Konstanta

CAR : Capital Adequacy Ratio NPF : Non Performing Financing

(6)

6 FDR : Financial to Deposit Ratio

BOPO : Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional DPK : Dana Pihak Ketiga

β1 : koefisien variabel CAR β2 : koefisien variabel NPF β3 : koefisien variabel FDR β4 : koefisien variabel BOPO β5 : koefisien variabel DPK e : residual (eror)

i : Cross Section Identifiers t : Time Series Identifiers Operasionalisasi Variabel

Variabel Dependen

Variabel dependen adalah variabel utama yang menarik perhatian peneliti untuk melakukan penelitian (Sekaran & Bougie, 2010: 70). Dalam penelitian ini variabel dependen menjadi tujuan peneliti untuk memahami, mendeskripsikan atau memprediksi variabel tersebut. Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Return On Asset (ROA).

Variabel Independen

Variabel Independen adalah variabel yang mempengaruhi variabel dependen baik dengan pengaruh positif maupun dengan pengaruh negatif (Sekaran & Bougie, 2010: 72). Perubahan yang ada pada variabel Independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Capital Adequacy Rasio (CAR), Non Performing Financing (NPF), Financial to Deposit Ratio (FDR), Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) dan Dana Pihak Ketiga (DPK).

ANALISIS DAN PEMBAHASAN Statistik Deskriptif

Tabel 1 Statistik Deskriptif

ROA CAR NPF FDR BOPO DPK

Mean 0.006824 0.175615 0.027725 0.903231 0.933753 30.08588 Median 0.006100 0.157250 0.031100 0.905300 0.940000 30.20010 Maximum 0.017700 0.391600 0.056300 1.128400 0.999000 31.98649 Minimum 0.000200 0.037120 0.000400 0.718700 0.791900 27.62315 Std. Dev. 0.004441 0.058853 0.014382 0.072429 0.044838 1.182917 Skewness 0.434714 1.746704 -0.247754 0.018956 -0.746367 -0.045018 Kurtosis 2.187384 6.418792 1.900342 3.022690 3.095692 1.841039 Jarque-Bera 7.317293 123.4422 7.516351 0.010086 11.55996 6.981700 Probability 0.025767 0.000000 0.023326 0.994970 0.003089 0.030475 Sum 0.846200 21.77622 3.437900 112.0006 115.7854 3730.649 Sum Sq.

Dev. 0.002426 0.426035 0.025441 0.645246 0.247282 172.1131

Observations 124 124 124 124 124 124

Sumber : data diolah penulis menggunakan Eviews 9

(7)

7 Dapat dilihat pada tabel 1, bahwa pada variabel ROA, CAR, NPF, FDR, BOPO dan DPK nilai standar deviasi lebih kecil dari nilai mean, hal ini menunjukkan sebaran data pada variabel ROA, CAR, NPF, FDR, BOPO dan DPK besar (heterogen) sehingga data dalam variabel ini terdistribusi dengan baik (luas).

Pengujian Model

Tabel 2

Hasil Regresi Data Panel Variable

Independen

Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

C 0.057175 0.008645 6.613420 0.0000

CAR 0.007091 0.003251 2.181124 0.0312

NPF -0.030115 0.015164 -1.985903 0.0494

FDR 0.000363 0.002271 0.159990 0.8732

BOPO -0.077148 0.004007 -19.25344 0.0000

DPK 0.000698 0.000206 3.380549 0.0010

R-squared 0.778844

Adjusted R-squared 0.769473

Prob(F-statistic) 0.000000

Sumber : data diolah penulis menggunakan Eviews 9 Koefisien Determinasi (R2)

Berdasarkan hasil regresi pada tabel 2 koefisien determinasi dari persamaan penelitian ini (Adjusted R –squared) dalam penelitian ini sebesar 0.769473 atau 76.9473%. Sehingga Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Financing (NPF), Financing to Deposits Ratio (FDR), Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), dan Dana Pihak Ketiga (DPK) mampu menjelaskan Return On Asset (ROA) sebesar 76.9473%, sisanya sebesar 23.0527% dijelaskan oleh variabel lain diluar model.

Uji Simultan (Uji F)

Untuk uji F (simultan) seperti pada tabel 2 prob. F-statistic sebesar 0.000000 nilai tersebut lebih kecil dari 0.05. Hal ini menunjukkan bahwa model dalam penelitian ini fit dan secara simultan (bersama-sama), variabel Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Financing (NPF), Financing to Deposits Ratio (FDR), Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), dan Dana Pihak Ketiga (DPK) berpengaruh terhadap Return On Asset (ROA).

Pengujian Hipotesis dan Pembahasan

1. Hipotesis 1 (H1) Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap Return On Asset (ROA). Berdasarkan hasil regresi persamaan pada tabel 2 nilai probabilitas untuk variabel CAR sebesar 0.0312 atau lebih kecil dari nilai signifikansi 0.05. Koefisien regresi CAR sebesar 0.007091. Nilai Koefisien yang positif menandakan bahwa CAR berpengaruh positif terhadap Return On Asset (ROA). Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Edi Saputra dan Budiasih (2016) dan Anggreni dan Suardhika (2014) namun bertentangan dengan penelitian Juliana Dillak et. al (2017). Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar rasio CAR maka akan semakin menambah ROA yang diperoleh suatu bank. Dengan adanya tingkat kepercayaan masyarakat kepada bank sehingga akan mempengaruhi peningkatan rasio profitabilitas bank. Tingkat kepercayaan masyarakat disebabkan dengan adanya peraturan Bank Indonesia yang mengharuskan setiap bank untuk menyediakan modal minimum lebih

(8)

8 besar dari 8% Untuk mengantisipasi potensi kerugian, sehingga bank dapat menghimpun dana dari masyarakat dan kemudian dikembalikan lagi dalam bentuk pinjaman yang diberikan.

2. Hipotesis 2 (H2) Non Performing Financing (NPF) berpengaruh terhadap Return On Asset (ROA). Berdasarkan hasil regresi persamaan pada tabel 2 nilai probabilitas untuk variabel NPF sebesar 0.0494 atau lebih kecil dari nilai signifikansi 0.05. Koefisien regresi NPF sebesar - 0.030115. Nilai Koefisien yang negatif menandakan bahwa NPF berpengaruh negatif terhadap Return On Asset (ROA). Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Edi Saputra dan Budiasih (2016) dan Permata Sari (2017) namun bertentangan dengan penelitian Aini et.Al (2017). Hal ini menunjukan bahwa semakin rendah rasio NPF maka akan semakin menambah ROA yang diperoleh suatu bank. bank syariah dalam memberikan kredit harus melakukan analisis terhadap kemampuan debitur untuk membayar kembali kewajibannya. Jika NPF tinggi akan membuat bank menjadi tidak sehat yang menyebabkan bertambahnya biaya yang digunakan dalam pengelolaan kredit bermasalah akibat NPF semakin besar.

3. Hipotesis 3 (H3) Financing to deposit ratio (FDR) berpengaruh terhadap Return On Asset (ROA). Berdasarkan hasil regresi persamaan pada tabel 2 nilai probabilitas untuk variabel FDR sebesar 0.8732 atau lebih besar dari nilai signifikansi 0.05. Koefisien regresi FDR sebesar 0.000363. Sehingga Financing to deposit ratio (FDR) tidak berpengaruh terhadap Return On Asset (ROA). Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Juliana Dillak et.Al (2017) namun bertentangan dengan penelitian Muhammadinah (2017). FDR dalam penelitian ini tidak dapat dijadikan faktor penentu yang dapat mempengaruhi profitabilitas Bank Umum Syariah. Hal ini dimungkinkan karena FDR rata-rata bank besar tidak bisa menjadi tolak ukur keberhasilan bank dalam aktivitas bagi hasilnya. Dengan kata lain kenaikan FDR bukan merupakan faktor yang menyebabkan kenaikan Profitabilitas. FDR tidak berpengaruh terhadap profitabilitas karena dinilai bank kurang maksimal dalam menggunakan dana pihak ketiga dalam pembiayaan, sehingga tidak dapat mempengaruhi ROA.

4. Hipotesis 4 (H4) Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) berpengaruh terhadap Return On Asset (ROA). Berdasarkan hasil regresi persamaan pada tabel 4.10 nilai probabilitas untuk variabel BOPO sebesar 0.0000 atau lebih kecil dari nilai signifikansi 0.05.

Koefisien regresi BOPO sebesar -0.077148. Nilai Koefisien yang negatif menandakan bahwa BOPO berpengaruh negatif terhadap Return On Asset (ROA). Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Juliana Dillak et. al (2017) dan Edi Saputra dan Budiasih (2016). Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar rasio BOPO maka akan semakin mengurangi ROA suatu bank. Artinya semakin tinggi BOPO menunjukkan bahwa bank belum mampu menggunakan sumberdaya yang dimilikinya atau belum mampu melakukan kegiatan operasional secara efisien sehingga akan berakibat pada menurunnya profitabilitas.

5. Hipotesis 5 (H5) Dana Pihak Ketiga (DPK) berpengaruh terhadap Return On Asset (ROA).

Berdasarkan hasil regresi persamaan pada tabel 4.10 nilai probabilitas untuk variabel DPK sebesar 0.0010 atau lebih kecil dari nilai signifikansi 0.05. Koefisien regresi DPK sebesar 0.000698. Nilai Koefisien yang positif menandakan bahwa DPK berpengaruh positif terhadap Return On Asset (ROA). Sehingga dapat disimpulkan bahwa H5 dalam penelitian ini diterima, yang berarti Dana Pihak Ketiga (DPK) berpengaruh positif terhadap Return On Asset (ROA).

Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh penelitian Anggreni dan Suardhika (2014) namun bertentangan dengan penelitian Mahmudah dan Ririh Sri Harjanti (2016). Hal ini menunjukan Semakin tinggi pertumbuhan DPK yang diperoleh bank menunjukkan semakin tinggi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap bank. jadi semakin banyak simpanan nasabah yang dihimpun di bank, maka akan semakin meningkatkan kegiatan usaha bank untuk memperoleh profitabilitas atau pendapatan yang lebih tinggi.

(9)

9 KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan, disimpulkan bahwa capital adequacy ratio (CAR), non performing financing (NPF) biaya operasional pendapatan operasional (BOPO) dan dana pihak ketiga (DPK) berpengaruh terhadap Profitabilitas (ROA) pada bank umum syariah periode 2014- 2017 sedangkan financing to deposit ratio (FDR) tidak berpengaruh terhadap Profitabilitas (ROA).

KETERBATASAN DAN SARAN

Pada penelitian ini masih terdapat beberapa keterbatasan yaitu (i) Penelitian ini menggunakan variabel independent yaitu Capital Adequacy Rasio (CAR), Non Performing Financing (NPF), Financial to Deposit Ratio (FDR), Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) dan Dana Pihak Ketiga (DPK). Penelitian selanjutnya dapat menggunakan variabel independen yang berbeda seperti Net Interest Margin (NIM) atau Net Operating Margin (NOM) dan pembiayaan musyarakah atau mudharabah (ii) Bagi bank syariah diharapkan lebih mengefisiensikan BOPO bank, menekan nilai BOPO serta memaksimalkan biaya operasional nya dengan baik, dikarenakan dalam penelitian ini tingkat BOPO paling berpengaruh negatif terhadap profitabilitas bank yang diproksikan dengan Return On Asset (ROA) dan (iii) Bagi peneliti selanjutnya diharapkan menambahkan Bank misalnya seperti seperti Bank umum konvensional, Bank Perkreditan Rakyat, Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) dan Unit Usaha Syariah (UUS) sebagai objek penelitian.

(10)

10 DAFTAR PUSTAKA

Anita Sari Et.al 2017. “Pengaruh Keputusan Investasi, Keputusan Pendanaan, Kebijakan Dividend dan Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi yang Terdaftar di Brusa Efek Indonesia”. Jurnal Bisnis dan Manajemen. Vol. 03 No. 01 Februari 2017.

Asmi, T. A. 2014. “Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Total Asset Turnover, Return on Asset, Price to Book Value Sebagai Faktor Penentu Return Saham”. Jurnal Management Analysis. Volume. 3 No. 2 Juni 2014.

Bank Indonesia. 1998. UU No.10 tahun 1998, Tentang Perubahan Terhadap UU No. 7 tahun 1992, Jakarta

Dessy Mauliza dan Rulfah M. Daud 2016. “Pengaruh Kecukupan Modal dan Kompetisi terhadap Profitabilitas Bank Syariah di Indonesia”. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Akuntansi (JIMEKA) Volume. 1 No. 1 Hal 13-19.

Fahmi, I. 2013. “Analisis Laporan Keuangan” Alfabeta. Bandung.

Ghozali Imam 2013. “Aplikasi Multivariate dengan Program SPSS”. Edisi 7 Semarang. Penerbit Universitas Dipenegoro.

Hanafi M. Mamduh, dan Halim Abdul 2016. “Analisis Laporan Keuangan” Jakarta. UPP STIM YKPN Hanania, Luthfia. 2015. “Faktor Internal Dan Eksternal Yang Mempengaruhi Profitabilitas Perbankan

Syariah Dalam Jangka Pendek Dan Jangka Panjang” Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Vol. 01 No.

01 November 2015.

Harahap, Sofyan Syafri. 2015. “Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan”. Cetakan duabelas. Jakarta:

Raja Grafinda Persada.

Harahap,Wiroso,Yusuf (2010)”Akuntansi Perbankan Syariah” Jakarta: LPFE USAKTI

IBI (2014). Memahami Bisnis Bank Syariah. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

IBI (2014). “Mengelola Kredit Secara Sehat”. Edisi Pertama. Jakarta: Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama.

Iswi Hariyani. (2010). “Restrukturisasi dan Penghapusan Kredit Macet”. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Jaka Sriyana 2015. “Islamic Bank’s Profitabiliy Amid the Competitive Financing Indonesia”.

International Journal of Applied Business and Economic Research. Vol. 13 No. 4 (2015).

Juliana, Sisca dan Mulazid, Ade Sofyan. 2017 “Analisa Pengaruh BOPO, Kecukupan Modal, Pembiayaan Bermasalah, Bagi Hasil Dan Profitabilitas Terhadap Simpanan Mudharabah Pada

(11)

11 Bank Umum Syariah Periode 2011-2015”. Jurnal Studi Ekonomi dan Bisnis Islam. Vol. 2 No. 1 Juni 2017.

Kasmir 2016. “Analisis Laporan Keuangan” Jakarta : PT RajaGrafindo Persada.

Kuncoro, Mudrajad & Suhardjono (2011) Manajemen Perbankan, BPFE, Yogyakarta

Made Ria Anggreni dan I Made Sadha Suardhika 2014 melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Dana Pihak Ketiga, Kecukupan Modal, Risiko Kredit) dan Suku bunga kredit terhadap profitabilitas”. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana Vol. 9 No. 1 2014

Muhamad (2014), “Manajemen Dana Bank Syariah”. PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.

Muhammadinah. 2017 “Faktor-faktor yang Mempengaruhi Profitabilitas pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Brusa Efek Indonesia”. Jurnal I-Economic Vol. 3 No. 2 Desember 2017.

Mahmudah, N., & Harjanti, R. S. 2016 “ Analisis Capital Adequecy Ratio, Financing to Deposit Ratio, Non Performing Financing, dan Dana Pihak Ketiga Terhadap Tingkat Profitabiitas Bank Umum Syariah Periode 2011-2013. Jurnal SENIT Vol.1 No. 1 2016

Muhammad 2011. “Manajemen Bank Syari’ah”. Edisi Revisi, Cetakan ke-2, Yogyakarta: UPP STIM YKPN.

Ningsih, Wiwik Fitria 2017. “Analisis Risiko Pembiayaan Musyarakah Terhadap Profitabilitas dan Pengembalian Pembiayaan Nasabah pada BPRS Bumi Rinjani Probolinggo Periode tahun 2011-2016”. Jurnal Ekonomi. Vol. 13 No. 2 Juli 2017.

Peraturan Bank Indonesia Nomor 9/19/PBI/2007 Tentang Pelaksanaan Prinsip Syariah Dalam Kegiatan Penghimpunan Dana Dan Penyaluran Dana Serta Pelayanan Jasa Bank Syariah.

Peraturan Bank Indonesia Nomor 15/12/PBI/2013 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum.

Permata Sari Silfani 2017. “Pengaruh Capital Adequacy Ratio, Net Operating Margin, Pembiayaan terhadap Rasio Deposito, Pembiayaan Non Performing, dan Bagi Hasil terhadap Profitabilitas”.

Diponegoro Journal Of Management. Vol. 6, No. 4, Tahun 2017

Putri et.al 2015. “Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Bank Konvensional dan Bank Syariah”.

Jurnal Ekonomi Akuntansi dan Manajemen. Vol. 14 No.1 April 2015.

Prasanjaya Yogi dan Ramantha Wayan 2013. “Analisis pengaruh Rasio CAR, BOPO, LDR, Ukuran Perusahaan terhadap Profitabilitas bank yang terdaftar di BEI”. Jurnal Ekonimi Akuntansi. Vol.

4 No. 1 July 2013

Rivai, Veithzal, Sofyan Basir, Sarwono Sudarto dan Arifiandy Permata Veithzal, 2013. “Commercial Bank Management : Manajemen Perbankan dari Teori ke Praktik” Jakarta: Rajawali Pers Sekaran, Uma dan Bougie, Roger 2010. “Research Method For Business A Skill Building Approach”.

Edisi 5

(12)

12 Sholihah, Nikmatus dan Sriyana, Jaka., 2014., Profitabilitas Bank Syariah Pada Kondisi Biaya

Operasional Tinggi., Proseding Seminar Nasional.

Sujarweni, V. Wiratna. 2014. “Metode Penelitian: Lengkap, Praktis, dan Mudah Dipahami”.

Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Sanusi, Anwar. 2011. “Metodologi Penelitian Bisnis”. Jakarta: Salemba Empat.

Undang- undang Perbankan Syariah No.21. (2008). Perbankan Syariah.

Wibowo, Edhi Satriyo dan Syaichu, Muhammad. 2013. “Analisis Pengaruh Suku Bunga, Inflasi,CAR, BOPO, NPF Terhadap Profitabilitas Bank Syariah”.Diponegoro Journal Of Management. Vol. 2 No. 2 Halaman: 1-10.

Widarjono, Agus (2013). “Ekonometrika: Pengantar dan aplikasinya”. Ekonosia, Jakarta.

Widyaningrum Linda, 2015. “Pengaruh CAR, NPF, FDR dan OER Terhadap ROA Pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Di Indonesia Periode Januari 2009 Hingga Mei 2014”. Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Vol. 02 No. 12 Desember 2015.

Wulandari, Retno dan Shofawati, Atina 2017. “Analisis Pengaruh CAR, FDR, NPF dan Pertumbuhan DPK terhapat Profitabilitas pada Industri Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Indonesia tahun 2011-2015”. Jurnal Ekonomi Syariah. Vol. 4 No. 9 September 2017.

Wing Wahyu Winarno. (2011). “Analisis Ekonometrika dan Statistika dengan Eview”. Edisi Ketiga.

Yogyakarta : Unit Penerbit dan Percetakan (UPP STIM YKPN).

Yusuf Muhammad 2017. “Dampak Indikator Rasio Keuangan terhadap Profitabilitas Bank Umum Syariah di Indonesia”. Jurnal Keuangan dan Perbankan, Vol.13 No. 2 Juni 2017 Hal:141-151.

Zaini, Z. (2014). Memahami Bisnis Bank Syariah. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO), Return On Asset

Mesra, 2014 .” Pengaruh Current Asset Ratio (CAR), Financing Debt Ratio (FDR), Non Performing Financing (NPF), Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO), Inflasi,

PENGARUH DANA PIHAK KETIGA (DPK), CAPITAL ADEQUACY RATIO (CAR), NON PERFORMING LOAN (NPL), BIAYA OPERASIONAL PENDAPATAN OPERASIONAL (BOPO), RETURN ON ASSET (ROA), DAN

Penelitian ini dimaksudkan untuk menguji bagaimana pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Financing to Deposit Ratio (FDR), Efisiensi Operasional (BOPO), Non

Untuk mengetahui pengaruh Financing to Deposit Ratio (FDR), Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO), Non Performing Financing (NPF), dan Capital Adequacy Ratio

Secara simultan Capital Adequacy Ratio CAR, Non Performing Loan NPL, dan Biaya Operasional Terhadap Pendapatan Operasional BOPO mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap Loan To

Hal ini menunjukan bahwa Suku Bunga SB,Inflasi INF,Capital Adequacy Ratio CAR,Biaya Operasional Terhadap Beban Operasional BOPO, Non Performing Financing NPF mampu menjelaskan pengaruh

BAB V: PENUTUP Bab lima adalah penutup yang berisi simpulan dari hasil analisis Capital Adequacy Ratio CAR, Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional BOPO, Non Performing