PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Bagaimana peran tokoh agama Islam dalam menyaring pengaruh westernisasi terhadap masyarakat di Kabupaten Kepulauan Selayar?
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Definisi Operasional
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), filter adalah penyaring dan jika dikaitkan dengan Westernisasi, maka penyaring adalah penyaring terhadap pengaruh Westernisasi yang diakibatkan oleh arus globalisasi. Westernisasi merupakan suatu gerakan penting dalam dimensi politik, sosial, budaya, pengetahuan, dan seni untuk mengubah karakter kehidupan bangsa-bangsa di dunia pada umumnya dan negara-negara Islam pada khususnya, agar menjadi ideologi Barat.
KAJIAN PUSTAKA
Peran
Peran seseorang dalam kehidupan bermasyarakat bisa berbeda-beda, tergantung kesiapannya dan peluang yang ditawarkan masyarakat. Peran juga merupakan peranan yang dimiliki seseorang dalam masyarakat yang dapat dilihat dan dinilai oleh seseorang dalam masyarakat.
Tokoh Agama
Tokoh masyarakat tidak hanya hadir dari kalangan pejabat saja, untuk menjaga stabilitas dan keharmonisan masyarakat, seperti tokoh adat, tokoh agama (pendeta), dan tokoh budaya. Inilah kelebihan tokoh agama yang dikagumi, anjurannya tentu mengandung dakwah dan dianggap penting bagi umatnya.
Agama Islam
Peran Tokoh Agama Islam Dalam Menyaring Westernisasi (Studi Deskriptif Masyarakat di Kabupaten Kepulauan Selayar). Tokoh agama yang berperan sebagai khatib dalam rangka menyebarkan ajaran Islam kepada masyarakat agar tidak terpengaruh oleh Westernisasi. Sebagai seorang tokoh agama hendaknya memperhatikan hal-hal yang terjadi di masyarakat, terutama yang berkaitan dengan nilai-nilai agama.
Tokoh agama sebagai kreator (pembuat) dan inovator (pembaru) mendorong untuk berkarya secara kreatif (memiliki kemampuan mencipta) dan produktif (berproduksi banyak) dengan penuh pengabdian (dedikasi) untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik di dunia ini dan membangun kehidupan yang lebih baik. Oleh karena itu, harus ada peran dan tanggung jawab para tokoh agama dan masyarakat dalam pembinaan akhlak anak. Judul Tesis: Peran Tokoh Agama Islam Dalam Menyaring Westernisasi (Studi Deskriptif Masyarakat di Kabupaten Kepulauan Selayar).
Modernisasi, Globalisasi, Westernisasi
Masyarakat
Masyarakat tradisional merupakan masyarakat yang masih mendalami adat istiadat setempat yang dianut secara turun temurun. Kesan populer terhadap kehidupan penduduk pedesaan sekilas dipahami sebagai sekelompok masyarakat yang lamban dalam berpikir dan bertindak. Untuk itu, lebih tepatnya kesan kehidupan pedesaan adalah kesan masyarakat yang masih memegang teguh pola hidup tradisional.
Masyarakat modern merupakan masyarakat yang mengutamakan rasionalitas dan lebih terbuka terhadap hal-hal baru.
Landasan Teori Sosiologi
Emile Durkheim mengemukakan teorinya yang terkenal bahwa masyarakat berevolusi dari solidaritas mekanis menjadi solidaritas organik. Solidaritas mekanis adalah cara hidup dalam masyarakat tradisional di mana sering kali terdapat keseragaman sosial yang terikat pada gagasan bersama. Max Weber berpendapat bahwa masyarakat berubah secara linier dan masyarakat yang dikelilingi pemikiran mistik bergerak menuju masyarakat rasional.
Jika perubahan tersebut terbukti bermanfaat, maka perubahan tersebut fungsional dan pada akhirnya diterima oleh masyarakat, namun jika terbukti disfungsional atau tidak bermanfaat, maka perubahan tersebut akan ditolak.
Kerangka Konsep
Oleh karena itu, Islam hadir di tengah-tengah masyarakat sebagai pencerahan, agar masyarakat tidak menerima begitu saja hal-hal yang berbau barat, yang tidak lain adalah salah satu tanggung jawab tokoh agama sebagai figur publik. Seiring dengan semakin terlupakannya budaya masyarakat, tokoh agama Islam mempunyai peranan penting sebagai pembimbing masyarakat, sebagai teladan dan sebagai pelaksana tugas pemerintahan. Tokoh agama mempunyai fungsi yang sangat dominan dalam menjalankan aktivitasnya, yaitu: fungsi informatif, penasehat, dan advokasi.
Fungsi informatif adalah memposisikan tokoh agama sebagai pendakwah yang wajib mendakwahkan agama Islam, menyampaikan informasi keagamaan dan mendidik masyarakat sebaik-baiknya sesuai ajaran agama.
Lokus Penelitian
Dalam penelitian ini terdapat beberapa peran tokoh agama Islam dalam menyaring dampak westernisasi terhadap masyarakat, dimana kita mengetahui banyak pengaruh budaya luar yang mencoba mempengaruhi pola pikir dan perilaku masyarakat. Dengan adanya pengaruh-pengaruh dari luar yang akan membawa masyarakat pada jalan yang salah, maka diperlukan peran tokoh agama Islam sendiri untuk meredam pengaruh-pengaruh tersebut. Oleh karena itu, untuk menghindari hal-hal tersebut, perlu adanya contoh perilaku baik tokoh agama yang dilandasi moral dan etika yang baik yang dapat diteladani oleh masyarakat dalam menjalankan aktivitasnya.
Berdasarkan pernyataan Tj dan Ah dapat disimpulkan bahwa banyak cara untuk mengurangi pengaruh buruk seperti dampak westernisasi terhadap masyarakat, oleh karena itu perlu adanya peran dan tanggung jawab tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam pembinaan moral. . Seperti yang disampaikan oleh Sh, Tj dan Rn, dapat kita simpulkan bahwa tokoh agama islam pastilah mempunyai peran sebagai inspirasi dalam kehidupan masyarakat, seperti cara berpakaiannya, seperti kita ketahui bahwa saat ini budaya berpakaian barat mempunyai pengaruh yang sangat besar. terhadap masyarakat, khususnya generasi muda, sehingga tokoh agama harus memberikan contoh yang baik dalam berpakaian. Peran tokoh agama Islam dalam menyaring pengaruh westernisasi, seperti perubahan gaya hidup, nilai dan norma sosial, serta etika berpakaian di masyarakat, berarti harus menjalankan beberapa peran, seperti peran sebagai motivator, yaitu dorongan dalam mencapai tujuan dalam segala bidang kehidupan.
Informan Penelitian
Fokus Penelitian
Instrumen Penelitian
Wawancara atau wawancara adalah suatu daftar pertanyaan yang diajukan secara lisan kepada responden dan dijawab secara lisan, disertai dengan alat-alat untuk keperluan penelitian seperti kamera, alat perekam, lembar observasi dan peneliti sendiri.
Jenis dan Sumber Data
- Sejarah Singkat Kabupaten Kepulauan Selayar
- Kondisi Geografis
- Topografi, Iklim, dan Geologi
- Kondisi Demografi
Dahulu Kabupaten Kepulauan Selayar pernah menjadi jalur perdagangan menuju pusat rempah-rempah di Maluku. Secara geografis Kabupaten Kepulauan Selayar terletak pada koordinat astronomi lintang selatan dan bujur timur, berbatasan dengan Kabupaten Bulukumba dan Teluk Bone di utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur di selatan, Laut Flores dan Selat Makasar di barat, serta Laut Flores. . (Provinsi Nusa Tenggara Timur) di sebelah timur. Ditinjau dari segi topografinya, Kabupaten Kepulauan Selayar mempunyai luas wilayah kurang lebih 1.357,03 km² (luas daratan) dan terdiri dari.
Berdasarkan hal tersebut terlihat rata-rata pertambahan penduduk di Kabupaten Kepulauan Selayar masih sebesar 1,95 persen setiap tahunnya.
Deskripsi Khusus Latar Penelitian
- Sejarah Masuknya Islam di Kabupaten Kepulauan Selayar
- Tingkat Pendidikan
- Mata Pencaharian
- Kondisi Sosial Budaya Masyarakat
Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh tokoh agama adalah dengan memenuhi perannya sebagai motivator dengan menunjukkan bahwa apa yang dilakukannya mempunyai nilai positif, sehingga masyarakat dapat termotivasi untuk mengikuti nilai-nilai agama yang diterapkan oleh tokoh agama itu sendiri (Wawancara 25 September 2016) ). Berdasarkan pernyataan informan Sh, Na dan Tj dapat disimpulkan bahwa sebagai tokoh agama hendaknya kita menjaga peran dengan baik, menyampaikan ajaran tentang nilai-nilai agama tidaklah semudah yang kita kira, karena tidak semua masyarakat memiliki iman atau. Selain itu, untuk menghadapi perubahan sosial yang disebabkan oleh pengaruh budaya luar, sangat diharapkan adanya dorongan dari masyarakat untuk berperan sebagai tokoh agama yang selalu berlandaskan moral dan akhlak, sehingga generasi muda sekalipun mengalami pengalaman sosial. Perubahan baik sikap maupun perilaku dalam kaitannya dengan perkembangan zaman masih berlandaskan pada nilai-nilai agama.
Oleh karena itu, untuk menghindari pengaruh budaya barat tersebut, tokoh agama harus menjalankan perannya sebagai sumber inspirasi bagi masyarakat dan menjadi teladan dalam berbagai aspek kehidupan (Wawancara 30 September 2016).
PENGARUH WESTERNISASI PADA MASYARAKAT DI
Nilai dan Norma Sosial
Nilai-nilai yang ada sebelumnya dan yang ada saat ini seolah-olah tidak mampu menjawab segala permasalahan yang muncul. Oleh karena itu, dalam menghadapi era modern sangat perlu dilakukan reformulasi terhadap nilai-nilai moral yang dinamis. Masyarakat kulle ripau sanna' lahargainna nilai dan norma sosial nu rie' injo lalang ri kampung sopan santun, sopan santun.
Sebelum adanya pengaruh modernisasi yang berujung pada westernisasi, masyarakat benar-benar menghargai dan mempergunakan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku sebagai suatu masyarakat dengan adat istiadat dan budayanya.
Etika dalam Berpakaian
Selain mengikuti model busana saat ini, saya juga mengikuti kaidah sesuai ajaran agama Islam (Wawancara 3 Oktober 2016). Berdasarkan pernyataan informan Hb, Ba, Nr, Hy di atas, dapat disimpulkan bahwa ada masyarakat yang mengikuti perkembangan zaman, terlihat dari cara berpakaiannya yang mengikuti perkembangan zaman. Orang yang masih memahami etika berbusana, meskipun mengikuti fashion berbusana masa kini, akan tetap memperhatikan pakaian apa yang pantas dan pantas untuk dikenakan.
Pakaian orang Barat atau Eropah tidak sesuai dengan budaya masyarakat, hari ini ramai yang memakai pakaian yang dipakai oleh budaya Barat yang terbuka di sana sini.
PERAN TOKOH AGAMA ISLAM DALAM MEMFILTER
Peran Kreator dan Inovator
Selain sebagai motivator, tokoh agama juga dapat berperan sebagai kreator atau pembaharu dimana tokoh agama dapat memberikan dorongan untuk berkarya secara kreatif kepada anak cucu kita sebagai generasi penerus bangsa untuk membangun kehidupan yang lebih baik di dunia dan akhirat. Selain itu, orang tua juga dapat mengajarkan anaknya tentang nilai-nilai agama (Wawancara 30 September 2016). Untuk menghadapi perubahan sosial yang terjadi di masyarakat akibat pengaruh budaya luar, maka harus ada dorongan dari dalam.
Peran Integrator
Perlu adanya peran dan tanggung jawab antar masyarakat seperti orang tua, tokoh agama, dan tokoh masyarakat dalam menumbuhkembangkan keimanan sesama warga, seperti menjaga sosialisasi agar masyarakat mempunyai pengetahuan akhlak, sehingga dalam sosialisasi tersebut tercipta keselarasan antar umat. kebaikan dunia dan akhirat (Wawancara 30 September 2016). Selain tokoh agama, orang tua bahkan bisa dikatakan semua orang yang mengaku beragama Islam mempunyai peran dan tanggung jawab moral dan sosial untuk menyelaraskan kehidupan bermasyarakat agar tercipta kehidupan bermasyarakat yang jauh dari pengaruh budaya Barat. Dengan adanya rasa tanggung jawab bersama yang dimiliki oleh masing-masing masyarakat, dapat membantu tugas dan peran para pemuka agama.
Kami berharap terus ada kerjasama semua pihak untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang bebas dari pengaruh budaya Barat (Wawancara 30 September 2016).
Peran Inspirasi
Dalam hal berbusana yang baik, tidak ada batasan mengenai bentuk atau model pakaian Islami, oleh karena itu kita diperbolehkan memakai pakaian apa saja asalkan memenuhi syarat untuk menutup aurat dan sesuai dengan syariat Islam. berpakaian. Maka jangan takut ketika Islam menuntut kita untuk menutup aurat, karena banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mengikuti perkembangan zaman tanpa harus jauh dari ajaran agama Islam.
PERAN TOKOH AGAMA ISLAM DALAM
Peran Tokoh Agama dalam Memfilter Pengaruh Westernisasi
KESIMPULAN DAN SARAN
Saran
Bagi masyarakat yang menjalani gaya hidup modern dengan meniru gaya hidup orang barat, maka dapat meminimalisir gaya hidup yang dijalaninya agar tidak berdampak buruk bagi diri sendiri atau orang lain karena gaya hidup modern selain memberikan dampak positif juga mempunyai dampak negatif. Bagi para tokoh agama dan masyarakat, harus ada kerja sama yang baik dalam memajukan akhlak yang baik untuk menyaring pengaruh westernisasi agar generasi muda tidak mudah terpengaruh budaya asing. Selanjutnya pada tahun yang sama, penulis melanjutkan pendidikannya di SMA NEGERI 1 PASIMASUNGGU TIMUR selama tiga tahun dan berhasil menyelesaikan studinya di sekolah tersebut pada tahun 2011.
Pada tahun 2012, penulis melanjutkan pendidikannya di salah satu perguruan tinggi di Makassar yaitu di Universitas Muhammadiyah Makassar pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pelatihan (FKIP) pada Jurusan Pendidikan Sosiologi, pada Program Sarjana (S1) dan sampai Sekarang.