• Tidak ada hasil yang ditemukan

implementasi akad wadi'ahproduk simpanan idul

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "implementasi akad wadi'ahproduk simpanan idul"

Copied!
83
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

RumusanMasalah

TujuanPenelitian

Teknik ini digunakan untuk mendapatkan gambaran permasalahan yang dikaji di BMT L-Risma KC Ipuh. Bab keempat memaparkan hasil kajian, meliputi sistem dan pelaksanaan akad wadi'ah pada produk BMT L-Risma KC Ipuh. Pelaksanaan akad produk tabungan Si Fitri di BMT L-Risma KC Ipuh menggunakan akad wadiah yad-dhamanah.

BMT L-Risma KC Ipuh dalam memberikan nisbah bagi hasil disebutkan dalam brosur, meskipun tabungan Si Fitri dalam sistemnya menggunakan akad wadi'ah yang tidak memiliki nisbah bagi hasil.

KegunaanPenelitian

PenelitianTerdahulu

Teknik dokumentasi digunakan untuk mengambil data tertulis yang relevan bagi peneliti, seperti brosur Si Fitri BMT L-Risma KC Ipuh. Dimana nisbah bagi hasil ini dihitung oleh pihak accounting BMT L-Risma KC Ipuh dan langsung masuk ke rekening nasabah. Dalam menentukan bonus BMT L-Risma KC Ipuh ada syaratnya yaitu tabungan yang memiliki saldo Rp.

Bonus yang diberikan BMT L-Risma KC Ipuh sesuai dengan sistem akad wadi'ah pada BMT L-Risma KC Ipuh yaitu bonus diberikan kepada nasabah Si Fitri yang saldonya mencapai Rp 4 bulan sebelum Idul Fitri.

MetodologiPenelitian

  • WaktudanLokasiPenelitian
  • Informanpenelitian
  • Sumber Data penelitian
  • TeknikPengumpulan Data
  • TeknikAnalisis Data

Sistematikapenulisan

Bab pertama merupakan pendahuluan yang mencakup latar belakang masalah untuk memberikan penjelasan mengapa penelitian harus dilakukan. Kemudian dilanjutkan dengan tujuan penelitian dan kegunaan penelitian untuk menjelaskan tujuan dan urgensi penelitian ini. Kemudian dilanjutkan dengan penelitian sebelumnya untuk menunjukkan perbedaan antara penelitian yang dilakukan dengan penelitian selanjutnya, metode penelitian menjelaskan metode yang akan dilakukan secara detail dan terakhir adalah sistem penulisan.

Landasan Teori bab kedua memuat hal-hal yang dijadikan tolak ukur atau pedoman dalam menyelesaikan kajian ini, untuk itu kajian teori membahas implementasi, akad, produk dan wadi'ah. Bagian ketiga Uraian Materi Umum memuat informasi terkait materi pelajaran yang terdiri dari sejarah BMT L-Risma KC Ipuh, visi dan misi, produk BMT L-Risma dan struktur organisasi. Bab kelima yaitu penutup, berisi kesimpulan dan saran terkait hasil penelitian yang ditemukan penulis, serta jawaban atas pokok permasalahan.

KAJIAN TEORI

Akad

  • PengertianAkad
  • Pembentukan Akad
  • PembatasandanlarangandalamAkadsyari‟ah
  • KeterkaitanAkaddanProduk
  • Akadpolatitipan

Akad adalah perjanjian tertulis antara bank syariah atau UUS dengan pihak lain yang memuat hak dan kewajiban masing-masing pihak sesuai dengan prinsip syariah. Adapun orang yang mengadakan akad atau hal-hal lain yang mendukung terciptanya akad tidak dikategorikan sebagai rukun karena keberadaannya pasti. Pengertian ijab menurut ulama Hanafiyah adalah penetapan perbuatan tertentu yang menunjukkan persetujuan yang dinyatakan oleh orang pertama, baik yang menyerahkan maupun yang menerima, sedangkan qabul adalah orang yang mengatakan setelah orang yang mengucapkan ijab, menunjukkan persetujuan. dari perkataan orang pertama.

Bertentangan dengan pernyataan di atas, ulama selain Hanafiyah berpendapat bahwa ijab adalah pernyataan yang keluar dari orang yang menyerahkan benda, baik kata. Pernyataan ini merupakan pengertian umum yang dipahami orang bahwa ijab adalah ucapan orang yang menyerahkan barang (penjual dalam jual beli), sedangkan qabul adalah pernyataan penerima barang. Syarat sahnya akad (in'iqod) 2. Syarat umum, yaitu akad harus dilaksanakan jika tidak ada cacat. satu.

Shighat akad ialah sesuatu yang diseru oleh dua pihak yang mempunyai perjanjian yang menunjukkan apa yang terbuku di hati mereka tentang berlakunya suatu perjanjian. Dalam akad jual beli, maudhu akad adalah misalnya pemindahan hak milik barang dari penjual kepada pembeli, sedangkan dalam pajakan. Terdapat dua akad titpan (wadi'ah), iaitu Wadi'ah yad Amanah dan Wadi'ah yad Dhamanah.

Pada awalnya wadi'ah muncul dalam bentuk jad al-amanah 'tangan amanah', yang kemudian dalam perkembangannya memunculkan jadh dhamanah 'tangan jaminan', akad wadi'ah jad dhamanah akhirnya digunakan secara luas. dalam aplikasi perbankan syariah dalam produk pembiayaan 38 1. Secara umum wadi'ah adalah titipan yang jelas dari penyimpan (muvedi') yang memiliki barang/harta kepada penyimpan (mustawda') yang diberi amanah/amanah, baik perseorangan . dan badan hukum, dimana barang titipan harus dilindungi dari kerusakan, kehilangan, keamanan dan keutuhannya serta dikembalikan kapan saja penyimpan menghendakinya.39.

Wadi‟ah

  • Pengertian Al-Wadi‟ah
  • LandasanSyariah
  • SifatSkemaWadi‟ah
  • PenghimpunandanaprinsipWadi‟ah
  • PendanaandenganprinsipWadi‟ah

02//DSN-MUI/IV/2000, disebutkan bahwa menabung yang dibenarkan adalah menabung berdasarkan prinsip Mudharabah dan Wadi'ah. Dalam akad yang menggunakan prinsip Wadi'ah, prinsip kemutlakan bendanya adalah bahwa dana yang dititipkan (ida') adalah milik mutlak penitip (muwaddi'). Para pihak dapat mengakhiri perjanjian akad ini sewaktu-waktu (karena wadi'ah merupakan akad yang tidak biasa).

Dalam Surat Edaran Bank Indonesia nomor 10/14/DPbS, untuk merealisasikan akad Wadia'ah untuk deposito dan tabungan, diperlukan hal-hal sebagai berikut:49. Bank dan nasabah wajib mengadakan perjanjian pembukaan dan penggunaan produk deposito atau tabungan berdasarkan akad wadi'ah dalam bentuk perjanjian tertulis. Prinsip wadi'ah yang berlaku adalah wadi'ah yaddhamanah yang berlaku untuk produk giro.

Dalam wadi'ah amanah, pada prinsipnya barang titipan tidak boleh digunakan dengan alasan apapun oleh pihak yang menitipkan, tetapi pihak yang menitipkan dapat membebankan biaya administrasi kepada pihak yang menitipkan sebagai pelanggaran perlindungan terhadap barang titipan. Namun, atas kebijakannya sendiri, bank syariah dapat memberikan ''bonus'' kepada deposan dengan ketentuan sebagai berikut. Wadi'ah Giro adalah produk pembiayaan bank syariah berupa simpanan nasabah dalam bentuk giro untuk keamanan dan kenyamanan.

Karakteristik giro wadi'ah hampir sama dengan bank konvensional, dimana para deposan dijamin dapat menarik dananya setiap saat dengan menggunakan berbagai fasilitas yang ditawarkan oleh bank, seperti cek, giro, kartu ATM atau menggunakan alat pembayaran negara lain atau dengan transfer bebas. Tabungan wadi'ah adalah produk pembiayaan bank syariah berupa simpanan nasabah dalam bentuk rekening tabungan untuk keamanan dan kemudahan penggunaan, seperti giro wadi'ah, namun tidak sefleksibel giro wadi'ah karena nasabah tidak dapat menarik dana dengan cek.

Simpanan

GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN

VisidanMisi BMT L-RismaRisma KC Ipuh

TujuandanFasilitas BMT L-RismaRisma KC Ipuh

Produk BMT L-RismaRisma KC Ipuh

StrukturOrganisasidanMekanismePembiayaanpada BMT

Ingin mengajukan pembiayaan dan dalam hal lain yang berkaitan dengan kebutuhan nasabah BMT L-Risma76.

Prinsip dan ciri-ciri BMT

Kelembagaan ekonomi kerakyatan yang dibangun dari nol secara mandiri melibatkan partisipasi masyarakat sekitar. Kelembagaan ekonomi adalah milik bersama antara lapisan sosial bawah dan kecil dan bukan milik individu atau kelompok tertentu di luar masyarakat sekitar BMT.80.

Prosedur pendirian BMT

Sistem akad wadi'ah Produk Si Fitri di BMT L-RISMA KC Ipuh Setelah mendapatkan informasi tentang pelaksanaan akad wadi'ah produk Si Fitri di BMT L-Risma KC Ipuh, peneliti melakukan wawancara langsung dengan pihak-pihak yang dapat memberikan informasi peneliti butuhkan. Si Fitri adalah tabungan yang menggunakan akad wadi'ah yad dhamanah dimana nasabah menabung dan menerima hadiah di akhir periode. Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan Bapak Nasrudin Fanani selaku Marketing di BMT L-Risma KC Ipuh, berdasarkan pedoman wawancara yang ada, informan mengungkapkan bahwa sistem akad wadi'ah yad dhamanah untuk Si Fitri BMT L -Risma KC Pada Ipuh yaitu BMT sebagai penerima titipan, tidak ada kewajiban membayar ganti rugi dan BMT dapat membebankan biaya penyimpanan barang tersebut.

Menurut ketentuan akad wadi’ah yad dhamanah, BMT tidak wajib memberikan bonus dan tidak ada hubungan bagi hasil, namun BMT L-Risma KC Ipuh memberikan bonus sebagai insentif untuk menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk hadiah. dengan syarat 4. Tabungan wadi'ah adalah simpanan yang dilakukan atas dasar akad wadi'ah, yaitu simpanan murni yang wajib dipelihara dan dikembalikan sewaktu-waktu sesuai dengan keinginan pemiliknya. 94 Berkaitan dengan produk tabungan wadi'a ah, BMT L-Risma KC Ipuh menerapkan akad wadi'ah yad dhamanah untuk produk tabungan Si Fitri Sebaliknya, BMT L-Risma KC Ipuh juga berhak penuh atas keuntungan dari penggunaan atau penerapan dana tersebut.

Namun pada brosur BMT L-Risma BMT L-Risma terdapat nisbah bagi hasil yang besar yang diterima nasabah. Ketentuan nisbah bagi hasil tabungan Si Fitri di BMT L-Risma KC Ipuh bersifat mengikat karena nisbah bagi hasil sudah ditentukan sejak awal dalam brosur yaitu nisbah bagi hasil 30:70,96. Penerapan nisbah bagi hasil pada produk Si Fitri di BMT L-Risma KC Ipuh dengan menggunakan akad wadi'ah tidak sejalan dengan sistem akad wadi'ah pada BMT L-Risma KC Ipuh dimana pada sistem akad wadi'ah BMT L -Risma KC Ipuh tidak ada nisbah bagi hasil dalam akad wadi'ah, namun dalam penerapannya BMT L-Risma KC Ipuh membuat nisbah bagi hasil yang besar dalam brosurnya yaitu 30:70.

Mekanisme produk tabungan Si Fitri adalah pada saat membuka rekening, mengembalikan atau menutup rekening Si Fitri, nasabah langsung datang ke BMT L-Risma KC Ipuh untuk menyelesaikan transaksi. Dalam penerapannya, BMT L-Risma KC Ipuh menerapkan sistem drop-in, yaitu nasabah tidak perlu datang ke BMT L-Risma KC Ipuh untuk buka rekening, tarik atau tutup rekening. Dari uraian di atas dapat dilihat bahwa nisbah bagi hasil Si Fitri dengan menggunakan akad wadi'ah ditentukan sejak awal yaitu tertulis dalam buku kecil 30:70.

Mempererat hubungan antara BMT L-Risma KC Ipuh dengan masyarakat agar mau berpartisipasi menjadi mitra BMT L-Risma KC Ipuh.

HASIL PENELITIAN

ImplementasiakadWadi‟ahProduk Si Fitripada BMT

PENUTUP

Saran

Perlu pembenahan yang signifikan, terutama pembenahan sumber daya manusia (SDM) agar dapat menjalankan tugasnya sesuai dengan kaidah syariah muamalah yang dilandasi iman dan taqwa kepada Allah SWT, serta penyempurnaan brosur produk Si Fitri yang menggunakan akad wadiah. , sehingga sesuai dengan syariat Islam. BMT harus berpegang pada prinsip akad wadi'ah yad dhammanah, yang berarti dapat memberikan bonus atau imbalan, tetapi tidak boleh menyebutkan besaran atau jumlah pada awal pembukaan transaksi. Lebih aktif dalam membina hubungan dengan masyarakat, seperti melalui pengajian, lomba, dan lain-lain.

Fahmi, Authar.i “Implementasi Akad Wadiah Produk Halus (Tabungan Masa Depan Anggota) di Kjks Nusa Indah Cepiring.” Semarang: Tugas Akhir D3 Perbankan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Penerapan Akad Wadiah pada Lembaga Keuangan Syariah Studi Kasus di BMT HIRA Bersama Tanon Sragen”.

Referensi

Dokumen terkait

Dalam melakukan praktik simpanan wadi<’ah berjangka hendaknya BMT Tegal Ijo Desa Gandul Kecamatan Pilangkenceng Kabupaten Madiun tidak memberikan bonus diawal

Implikasi Konversi Akad Mura>bahah menjadi Akad Wadi>‘ah Yad}}} D}ama>nah pada Proses Rescheduling terhadap Penyelesaian Pem- biayaan Mura>bahah Bermasalah di BMT

Dalam kegiatannya menghimpun dana dari masyarakat, BMT dapat menawarkan produk jasa wadi‟ah, dari segi bahasa berarti “titipan”. Aqad wadi‟ah termasuk kategori

Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh citra perusahaan dan promosi terhadap minat nasabah pada produk simpanan idul fitri di BMT Al-Falah Cirebon.. Penelitian

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana praktik penetapan bonus dalam akad wadi῾ah di “Artha Group” Jepara, dan untuk mengetahui pandangan hukum islam

Penerapan produk simpanan berjangka di BMT Marhamah Wonosobo cababng leksono ini menerapkan akad Mudharabah Mutlaqoh. Mudharabah Mutlaqoh adalah bentuk kerja sama antara

Produk merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke suatu pasar untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan.Penerapan strategi pemasaran produk Simpanan Idul Fitri

Simpana Sukarela Lancar merupakan simpanan anggota masyarakat yang didasarkan akad wadi‟ah yad dhamanah. Atas ijin penitip dana yang disimpan pada rekening SIRELA