• Tidak ada hasil yang ditemukan

Implementasi Gerakan Literasi Sekolah di MTs YPI Manbaul Ulum

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Implementasi Gerakan Literasi Sekolah di MTs YPI Manbaul Ulum"

Copied!
113
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

YPI Manbaul Ulum Semanding Jenangan Ponorogo mengacu pada Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang digagas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (KEMENDIKBUD RI). YPI Manbaul Ulum Semanding Jenangan Ponorogo kini telah memasuki tahap pengembangan minat membaca untuk meningkatkan kemampuan literasi dari tiga fase Gerakan Literasi Sekolah (GLS).22. YPI Manbaul Ulum Semanding Jenangan Ponorogo tidak hanya menimba ilmu dari buku pelajaran yang mereka miliki, namun mereka juga mendapatkan pengetahuan baru tentang pendidikan agama Islam bahkan lebih luas lagi dari buku-buku yang mereka baca dan dapat meningkatkan daya serap mereka terhadap informasi yang diterima.

YPI Manbaul Ulum Semanding Jenangan Ponorogo telah melaksanakan Penggerak Literasi untuk seluruh kelas mulai dari kelas bawah hingga kelas atas. YPI Manbaul Ulum Semanding Jenangan Ponorogo, ada juga faktor yang justru menghambat program literasi ini. Sehingga dapat berkontribusi dalam meningkatkan kegiatan literasi di Mts YPI Manbaul Ulum Semanding Ponorogo.

Melihat kondisi siswa yang semakin kurang minat membaca literasi menyebabkan kualitas pembelajaran khususnya pendidikan agama Islam masih dinilai rendah, maka peneliti memfokuskan penelitiannya di Mts YPI Manbaul Ulum Semanding Ponorogo yang berada di Jalan terletak. Raya Ngebel No. YPI Manbaul Ulum Semanding Jenangan Ponorogo tidak hanya memperoleh ilmu dari buku pelajaran yang mereka miliki, namun mereka juga mendapat wawasan baru tentang pengetahuan umum dari buku yang mereka baca.

Fokus Penelitian

Ditengah keterbatasan pengadaan buku yang harus terus diupdate melalui program ini, diharapkan mahasiswa Mts.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Sistematika Pembahasan

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi guru yaitu sebagai alat evaluasi dan dapat menjalankan program GLS dengan baik. Sebagai motivasi dan pemahaman bagi siswa tentang pentingnya membaca sebagai tolak ukur kehidupan di masa depan serta dapat memahami manfaat berbagai jenis program literasi sekolah untuk meningkatkan kedisiplinan. Bab ini berisi uraian atau gambaran umum mengenai objek penelitian, analisis data dan pembahasan sesuai rumusan masalah yang ada.

Selain itu, kesimpulan juga harus menggambarkan keterbatasan penelitian dan menggunakan rekomendasi atau saran untuk mengidentifikasi potensi masalah untuk penelitian selanjutnya.

KAJIAN PUSTAKA

Kajian Teori

  • Gerakan Literasi Sekolah (GLS)
  • Faktor Pendorong dan Penghambat Gerakan Literasi Sekolah (GLS)
  • Upaya Dalam Mengatasi Hambatan Pada Pelaksanaan

Ide gerakan seperti ini untuk pendidikan sekolah merupakan ide yang sudah tidak asing lagi bagi para tenaga kependidikan. Tumbuhnya kebijakan seperti kebijakan gerakan literasi sekolah tentu tidak dapat dilaksanakan dalam waktu satu bulan atau satu tahun. Pada dasarnya Gerakan Literasi Sekolah (GLS) bertujuan untuk mengembangkan kemampuan membaca siswa dan menciptakan iklim literasi di sekolah.

Di sisi lain, Gerakan Literasi Sekolah (GLS) mempunyai tujuan umum yaitu mengembangkan karakter siswa dengan menumbuhkan ekosistem literasi yang tercipta agar mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat. Tujuan khusus Gerakan Literasi Sekolah (GLS) adalah: (1) meningkatkan budaya literasi di sekolah, (2) meningkatkan kapasitas literasi warga dan lingkungan sekolah, (3) menjadikan sekolah menyenangkan dan menyenangkan bagi anak. -taman belajar yang ramah, sehingga warga sekolah mampu mengelola pengetahuan, (4) menjaga kesinambungan pembelajaran dengan menghadirkan sejumlah buku bacaan dan mengakomodasi strategi membaca yang berbeda.46. Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di Sekolah Menengah Pertama (SMP/MTs) dilaksanakan dengan memperhatikan kesiapan masing-masing sekolah.

59 Pangesti Wiedarti, dkk, Desain Induk Gerakan Literasi Sekolah (Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Strategi Pembelajaran Literasi untuk Meningkatkan Keterampilan Literasi Matematika, Sains,. 65 Pratiwi Retnaningdyah dkk, Panduan untuk Gerakan Literasi Sekolah di SMP (Jakarta : Direktorat Pembinaan SMP, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2016), 8. Untuk menyukseskan gerakan literasi sekolah, ada beberapa faktor .secara universal dapat mendukung berkembangnya proses literasi di lingkungan sekolah.

Menurut Munaimah, faktor pendukung gerakan literasi sekolah (SLM) adalah semangat yang tertanam dalam diri siswa untuk melakukan kegiatan literasi. Jika semangat tersebut sudah tertanam dalam diri, maka sekolah akan dengan mudah menggalang gerakan literasi sekolah (SLM).68 Sehingga kegiatan literasi akan maksimal dan berjalan dengan baik. Dukungan orang tua menjadi faktor penting keberhasilan kegiatan gerakan literasi sekolah (SLM) pada siswa.

69 Dewi Utami Faizah dkk, Panduan Gerakan Literasi Sekolah di SMP (Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, 2016), 28. 72 Laksono, Panduan Pendukung Gerakan Literasi Sekolah (Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.

Tabel 2.1 Kecakapan Literasi
Tabel 2.1 Kecakapan Literasi

Kajian Penelitian Terdahulu

Perbaikan yaitu memperbaiki kesalahan, kekurangan dan kelemahan siswa dalam keyakinan, pemahaman dan pengalaman dalam pengajaran sehari-hari. Dari penjelasan di atas, maka fungsi pendidikan agama Islam di sekolah atau madrasah adalah untuk mengembangkan pemahaman siswa terhadap ajaran agama Islam yang diterimanya di lingkungan keluarga, serta untuk memperbaiki dan mencegah kesalahan pemahaman dan hal-hal yang tidak sesuai dengan ajaran agama Islam. bertentangan. terhadap ajaran agama islam 84. Hasil penelitian yang pertama, berupa Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SDN 58 Tanjung Jabung Timur yang meliputi membaca buku pelajaran sebelum masuk kelas, study tour perpustakaan, membaca non-pelajaran 15 menit sebelum dimulainya pembelajaran dan fungsi. sekolah sebagai tempat membaca.

Dua kendala tersebut adalah: keadaan perpustakaan yang kurang representatif, kurangnya sumber daya yang memenuhi kebutuhan dan minat siswa, faktor psikologis siswa dan model Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang monoton. Penelitian Wahyu Kurniawan menggunakan objek upaya pembentukan perilaku budaya membaca di tingkat sekolah dasar, sedangkan penelitian penulis menggunakan objek implementasi literasi pada mata pelajaran PAI tingkat MTs. Tesis Dita Aprima tahun 2018 berjudul “Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Dalam Mendukung Kegiatan Pembelajaran Siswa di SMAN 1 Tanjung Jabung Timur”.

“Skripsi ini fokus pada pembahasan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dalam menunjang kegiatan pembelajaran siswa di SMAN 1 Tanjung Jabung Timur.” Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara semi terstruktur, observasi non partisipan dan dokumentasi. Penelitian ini membuahkan hasil bahwa Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dari kondisi lingkungan sudah memadai dan memadai.

Dita Aprima menggunakan benda Literasi Sekolah untuk menunjang kegiatan belajar siswa di SMAN 1 Tanjung Jabung Timur. Tesis Muhamad Mufid tahun 2017 berjudul “Kebijakan Kepala Sekolah Mengenai Program Literasi Berbasis Pendidikan Agama Islam Dan Implementasinya Dalam Upaya Peningkatan Religiusitas Menuju Tingkat Pemahaman Keagamaan Siswa di SMK Bhakti Nusantara Salatiga Tahun 2017”. Tesis ini fokus membahas kebijakan kepala sekolah mengenai program literasi berbasis pendidikan agama Islam dan implementasinya dalam upaya meningkatkan religiusitas sehingga mengarah pada tingkat pemahaman keagamaan siswa SMK Bhakti Nusantara Salatiga tahun 2017.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah dipersilakan dalam pelaksanaan program dan diberikan izin untuk menyediakan berbagai sarana dan prasarana. Implementasi program literasi berbasis Pendidikan Agama Islam dengan membaca buku selama 15 menit, satu buku per minggu, literasi komputer, kumpulan bacaan menulis, diskusi dan presentasi untuk meningkatkan kemahiran membaca dan menulis Al-Quran, ibadah dan semangat literasi pada mata pelajaran ini. Penelitian Muhamad Mufid menggunakan tujuan kebijakan kepala sekolah mengenai program literasi berbasis Pendidikan Agama Islam dan implementasinya dalam upaya meningkatkan religiusitas mengarah pada tingkat pemahaman keagamaan siswa di SMK.

Kerangka Berfikir

Implementasi gerakan literasi sekolah pada mata pelajaran pendidikan agama Islam di MTS YPI Manbaul Ulum Semanding Ponorogo terdiri dari 2 tahap, yaitu pembiasaan literasi dan pengembangan literasi.

METODE PENELITIAN

Pendekatan dan Jenis Penelitian

YPI Manbaul Ulum Semanding Jenangan Ponorogo karena penulis melihat para siswa di sekolah di Mts. YPI Manbaul Ulum Semanding Jenangan Ponorogo merupakan salah satu sekolah yang melaksanakan gerakan literasi. Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di MTs YPI Manbaul Ulum Semanding Ponorogo telah dilaksanakan sejak tahun 2017.

Gerakan literasi sekolah di MTs YPI Manbaul Ulum Semanding melalui beberapa tahapan yaitu tahap induksi dan tahap pengembangan.103. Berdasarkan pernyataan tersebut, MTs YPI Manbaul Ulum Semanding Ponorogo telah mencapai tahap pengembangan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yaitu. YPI Manbaul Ulum Semanding Jenangan Ponorogo bekerja sama dengan donatur dalam upaya mengatasi kendala pelaksanaan gerakan literasi di sekolah.

Gerakan literasi sekolah di MTs YPI Manbaul Ulum Semanding melalui beberapa tahapan yaitu tahap pengenalan dan tahap pengembangan. Berdasarkan observasi lapangan gerakan literasi sekolah (GLS) di MTs YPI Manbaul Ulum Semanding Ponorogo, dilakukan kegiatan membaca selama 15 menit pada pukul WIB. Jenis dan kegiatan literasi tingkat perkembangan di MTs YPI Manbaul Ulum Semanding Ponorogo adalah bedah buku.

Manbaul Ulum Semanding Jenangan Ponorogo perlu anda ketahui tentang kegiatan membaca dan menulis di MTs YPI. Implementasi gerakan membaca sekolah di MTs YPI Manbaul Ulum Semanding Ponorogo telah dilaksanakan sejak tahun 2017 dan sudah dalam tahap pengembangan.

Gambar 4.1 Kegiatan Literasi di Kelas
Gambar 4.1 Kegiatan Literasi di Kelas

Lokasi dan Waktu Penelitian

Data dan Sumber Data

Teknik Pengumpulan Data

Teknik Analisis Data

Teknik Keabsahan Penelitian

Tahapan Penelitian

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Gambar

Tabel 2.1 Kecakapan Literasi
Gambar 4.1 Kegiatan Literasi di Kelas
Gambar 4.2 Hasil Review Siswa

Referensi

Dokumen terkait

Untuk menghasilkan LKPD berbasis Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang memiliki efek potensial terhadap hasil belajar peserta didik dan representasi matematika peserta

Berdasarkan hasil temuan pada penelitian ini, dapat disimpulkan mengenai pelaksanaan program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SDN 014 Kota Bangun Kecamatan Tapung

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauhmana keberhasilan pengimplementasian program gerakan literasi sekolah di SMPN 2 Tarogong Kidul. Penelitian ini

Pelatihan Teknik Pembelajaran Literasi Dalam Rangka Menyukseskan Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Masalah yang dialami mitra Guru SD Plus Jabal Rahmah

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang meliputi: 1) perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi; 2) faktor

Berdasarkan hasil pengolahan data dikemukakan hasil sebagai berikut: a Penilaian para orangtua siswa siswa terhadap program gerakan literasi sekolah GLS yang diselenggarakan di

i EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM GERAKAN LITERASI SEKOLAH GLS DI SMP NEGERI 4 SINGARAJA Diajukan kepada Universitas Pendidikan Ganesha Untuk memenuhi Salah Satu Persyaratan

Dokumen ini membahas tentang penerapan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMP-SMA Global Islamic Boarding School (GIBS) Barito