• Tidak ada hasil yang ditemukan

IMPLEMENTASI HAM DALAM KEBIJAKAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "IMPLEMENTASI HAM DALAM KEBIJAKAN "

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

IMPLEMENTASI HAM DALAM KEBIJAKAN

DAERAH

( Materi Muatan Dalam RANPERDA)

M Yusrizal , SH.MH Dosen Fakultas Hukum Universitas Medan Area

Medan

2023

(2)

Konsep HAM

Inheren, Secara Kodrati Melekat Pada Diri Manusia

Universal, Berlaku Bagi Semua Tanpa DisKriminasi

Inalienable, Tidak Dapat Dibagi

Interdependen, Saling Tergantung

Harus Dilindungi, Dihormati, Dan Diperjuangkan

Tidak Boleh Dirampas/Dikurangi Oleh Siapapun

(3)

HAK DASAR SEBAGAI HAK WARGA NEGARA

HAK-HAK SIPIL DAN POLITIK HAK-HAK SIPIL DAN POLITIK

HAK SOSIAL-BUDAYA

HAK EKONOMI

HAK EKONOMI

(4)

HAK-HAK SIPIL DAN POLITIK

HAK-HAK SIPIL DAN POLITIK

a. Hak untuk hidup.

b. Hak bebas dari penindasan (untuk kemerdekaan dan keamanan).

c. Hak bebas dari perbudakan.

d. Hak bebas dari perlakuan tidak sama sebagai subyek hukum dan diperlakukan sama didepan hukum.

e. Hak bebas dari penangkapan atau penahanan secara semena-mena.

f. Hak bebas dari penganiayaan itau diperlakukan secara kejam.

g. Hak bebas dari larangan melakukan mobilitas {hak untuk bergerak dan mendiami suatu tempat).

h. Hak bebas dari perlakuan fidak sama sebagai warga negara {hak untuk mendapat suatu kewarganegaraan).

i. Hak untuk mempunyai pendapat tanpa mengalami gangguan.

j. Hak atas kebebasan berpikir, dll

(5)

HAK SOSIAL-BUDAYA

a. Hak untuk membentuk serikat sekerja.

b. Hak atas pensiun.

c. Hak untuk mendapatkan pendidikan.

d. Hak atas jaminan sosial.

e. Hak atas pelayanan kesehatan.

f. Hak turut serta dalam kehidupan kebudayaan, memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan penerapannya.

g. Hak untuk berserikat, dll.

(6)

HAK EKONOMI HAK EKONOMI

a. Hak untuk bekerja atau mendapatkan pekerjaan.

b. Hak untuk mendapatkan upah yang sederajat, termasuk makanan, pakaian, dan perumahan yang layak.

c. Hak untuk membentuk serikat dagang dan bergabung dengan serikat dagang yang dipilihnya.

d. Hak atas tingkat kehidupan yang layak bagi dirinya serta keluarganya, dll.

(7)

CATATAN PENTING

H.A.M DAN DEMOKRASI ADALAH DUA KONSEP SISTEM NILAI YANG BERBEDA TETAPI BERKAITAN DAN SALING

MEMPERSYARATKAN

H.A.M DAN DEMOKRASI ADALAH DUA KONSEP SISTEM NILAI YANG BERBEDA TETAPI BERKAITAN DAN SALING

MEMPERSYARATKAN

(8)

DEMOKRASI

Pemerintahan yang baik

merupakan Pemerintahan yang melaksanakan sistem

pemerintahan sesuai dengan peraturan perundang-undangan

dan Prinsip-Prinsip Good

Corporate Goverment (GCG)

(9)

Pelaksanaan Pemerintahan dilakukan dalam melaksanakan:

a. Regeling (Aturan)

Di dalam pembentukan aturan, Pemerintah tidak dapat menggabaikan persyaratan formil dan materil pembentukan peraturan perundang-Undangan

b. Beschikking (Kebijakan)

Di dalam pelaksanaan kebijakan, Pemerintah harus berlandaskan asas legalitas dan prinsip-prinsip pelaksanaan pemerintahan yang baik.

Dua konsepsi itu menjadi dasar terlaksananya

Pemerintahan yang berkualitas.

(10)

Memasukan Konsep HAM dalam Peraturan Daerah

• Suatu peraturan perundang-undangan yang baik sekurang-kurangnya harus memiliki tiga landasan, yaitu landasan filosofis, sosiologis dan yuridis.

• Landasan filosofis (filosofische grondslag) atau pandangan hidup sesuatu bangsa tiada lain berisi nilai- nilai moral atau etika dari bangsa tersebut. Nilai-nilai yang baik adalah pandangan dan cita-cita yang dijunjung tinggi, di dalamnya ada nilai kebenaran, keadilan, kesusilaan, dan berbagai nilai lainnya yang dianggap baik. Hukum yang dibentuk tanpa memperhatikan nilai-nilai moral bangsa akan sia-sia diterapkan karena masyarakat tidak akan mentaati dan mematuhi hukum tersebut.

(11)

• Landasan sosiologis (sociologische grondslag), suatu peraturan perundang-undangan dikatakan mempunyai landasan sosiologis apabila ketentuan-ketentuannya sesuai dengan keyakinan umum atau kesadaran hukum masyarakat.

• Hal ini penting agar perundang-undangan yang dibuat ditaati oleh masyarakat, tidak menjadi huruf-huruf mati belaka. Berarti peraturan yang dibuat harus dipahami oleh masyarakat, sesuai dengan kenyataan hidup masyarakat yang bersangkutan, sehingga hukum yang dibuat harus mengikuti perkembangan (dinamika) masyarakat.

(12)

•Suatu peraturan perundang-undangan yang baik akan membatasi, mengatur dan sekaligus memperkuat hak warga negara.

•Hukum pada dasarnya memastikan munculnya aspek-aspek positif dari kemanusiaan dan menghambat aspek negatif dari kemanusiaan

•Penerapan hukum yang ditaati dan diikuti akan

menciptakan ketertiban dan memaksimalkan

ekspresi potensi masyarakat

(13)

• Nilai-nilai dan harkat kemanusiaan yang dimiliki seorang manusia, tidak dapat direduksi oleh apa dan siapapun. Karena hak-hak itu bersifat universal dan mengikuti manusia tanpa ada pembatasan ras, etnis, jenis kelamin, agama, bahasa, warna kulit, status politik, bangsa, kelahiran ataupun status lainnya.

• Usaha-usaha penegakan hak asasi manusia di

lndonesia akan efektif, jika pemerintah berusaha

untuk mengimplementasikan komitmen terhadap

hak asasi manusia secara kongkrit, termasuk

mengharmonisasi atau menyelaraskannya.

(14)

Permasalahan hak asasi manusia, bukan hanya pada pelanggaran-pelanggarannya saia, melainkan juga pada penumbuhan kesadaran seluruh umat manusia akan arti pentingnya hak-hak itu.

Karena hak-hak itulah yang akan menjamin dan melindungi

keberadaan manusia dimanapun ia, akan berlaku sama,

karena ia mengandung universalitas didalamnya dan ini

tidak hanya diakui oleh konvensi-konvensi hak asasi yang

bersifat internasional semata melainkan juga diakui oleh

konvensi-konvensi yang bersifat regional dan hukum

nasional

(15)

Di Tingkat Pemerintahan Daerah

• Masuknya Konsepsi HAM menjadi Perioritas dalam setiap rencana Pembentukan PERATURAN DAERAH dan KEBIJAKAN DAERAH.

• PEMERINTAH DAERAH DAN DPRD Berserta STAKEHOLDER

Lainnya ( PENGUSAHA, TOKOH MASYARAKAT, LSM,

MASYARAKAT dll) harus bersepakat bahwa memprioritaskan

perlindungan HAM pada setiap Regulasi dan Kebijakan

Pemerintah.

(16)

REVITALISASI UNSUR-UNSUR DPRD DAN PEMERINTAH DAERAH

Poin Penting dalam terlaksanannya Proses Formal yang baik dalam pembentukan PERDA dan Pelaksanaan Kebijakan

PEMDA maka harus ada Komitmen Bersama untuk

menghidupkan dan melaksanakan TUGAS dan KEWAJIBAN

setiap unsur2 DPRD dan PEMDA

(17)

HAM dalam PERDA dan KEBIJAKAN

• Dalam tahapan Perencanaan PERDA.

• DPRD dan PEMDA harus mengikuti langkah Prosedural ( Formal) tanpa mengkesampingkan KAJIAN-KAJIAN ILMIAH dalam setiap penyusunan PERATURAN DAERAH.

• Keterlibatan Lembaga Pendidikan menjadi penting sebagai Dasar Kajian pada setiap pembentukan PERDA

• Di Level Pemerintahan, Pelaksanaan Kebijakan Pemerintah dari

tingkat Bupati/ Walikota sampai dengan Tingkat Kepala Dinas, hingga Kepala DESA, Harus berdasarkan Peraturan dan Berorientasi pada

perlindungan HAM TANPA PENGECUALIAN.

(18)

TIDAK ADA HAM MAYORITAS

• Senyatanya, Pelaksanaan Pembentukan PERDA dan Kebijakan Daerah sering sekali menyuarakan suara MAYORITAS ( Kehendak dari mayoritas Suara di DPRD) atau Mayoritas Elemen2 masyarakat dan MENGABAIKAN interest (Kepentingan) Kelompok Minoritas.

• Mendudukan kembali Kebijaksanaan Pemimpin Daerah dan

Anggota DPRD untuk memikirkan kembali dan menampung

serta mengaplikasikan Setiap Kepentingan masyarakat

walaupun Kelompok masyarakat itu MINORITAS.

(19)

Sekian

&

Terimakasih

[email protected]

om

Referensi

Dokumen terkait

"Development as a Threat to Indigenous Peoples’ Rights in Indonesia", International Journal on Minority and Group Rights, 2020... "From the Global to

Ke tU trUde dd r i t lau, khi t r i n Thuan Thanh va Phan Rang, Phan Rf vSn cdn la khu viic tu tri cua Chiem Thanh, sii tie'n vao d i t Chan Lap cua Vigt Nam da dUdc thuc d i y qua viec