• Tidak ada hasil yang ditemukan

IMPLEMENTASI METODE TEAM TEACHING DI KELAS IV AS-SALAM SDIT AL-GHAZALI PALANGKA RAYA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "IMPLEMENTASI METODE TEAM TEACHING DI KELAS IV AS-SALAM SDIT AL-GHAZALI PALANGKA RAYA"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

IAIN Palangka Raya

1 SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN JURUSAN TARBIYAH FTIK

IAIN PALANGKA RAYA

IMPLEMENTASI METODE TEAM TEACHING

DI KELAS IV AS-SALAM SDIT AL-GHAZALI PALANGKA RAYA

Mega Dwi Kaputri1, Anisa Anjani2, Desi Fitriani3, Istiyati Mahmudah4

1,2,3Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya Email: [email protected]1, [email protected]2,

[email protected]3 , [email protected] Abstract

Keywords:

Learning;

Methode;

Team Teaching.

This study aims to determine the application of the team teaching method which consists of the planning stage, implementation stage and evaluation stage carried out in class IV As-salam SDIT Al-Ghazali Palangka Raya. This study uses descriptive qualitative research methods through data collection techniques in the form of observations and interviews. Based on the results of the research, the stages of the team teaching method are as follows:

1) Planning stage, namely the process of dividing tasks by the teacher team in preparing lesson plans, determining learning methods and media, and deepening the content of learning materials according to the division of tasks for each. each teacher, 2) The implementation stage, namely the process of learning activities that begin with opening activities by the teacher in charge of teaching. In the core activity, teachers work together to apply the team teaching method by dividing the tasks of one teacher as a teacher and another teacher as a supervisor and team assistant, 3) Evaluation Phase, namely the evaluation process for teachers and students. Teacher evaluation is done by giving criticism and suggestions to each teacher in the team regarding the teaching process. Student evaluation is carried out through summative and formative tests made by each teacher according to the material being taught.

Abstrak:

Kata Kunci:

Metode Pembelajaran;

Team Teaching.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode team teaching yang terdiri dari tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi yang dilakukan di kelas IV As-salam SDIT Al-Ghazali Palangka Raya.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif melalui teknik pengumpulan data berupa hasil observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian, adapun tahapan-tahapan metode team teaching yang dilakukan adalah sebagai berikut: 1) Tahap perencanaan, yaitu proses pembagian tugas oleh tim guru dalam menyusun RPP, menentukan metode dan media pembelajaran, serta memperdalam isi materi pembelajaran sesuai dengan pembagian tugas masing-masing guru, 2) Tahap pelaksanaan, yaitu proses kegiatan pembelajaran yang diawali dengan kegiatan pembuka oleh guru yang bertugas untuk mengajar. Pada kegiatan inti, guru bekerja sama menerapkan metode team teaching dengan pembagian tugas satu guru sebagai pengajar dan satu guru lainnya sebagai pengawas dan pembantu team, 3) Tahap Evaluasi yaitu proses evaluasi kepada guru dan siswa. Evaluasi guru dilakukan dengan memberikan kritik dan saran kepada masing-masing guru dalam team mengenai proses pengajaran. Evaluasi siswa dilakukan melalui tes sumatif dan formatif yang dibuat oleh masing-masing guru sesuai materi yang diajarkan.

(2)

IAIN Palangka Raya

2 I. PENDAHULUAN

Seiring dengan berkembangnya zaman, kualitas pendidikan telah menjadi suatu kebutuhan dan dituntut untuk dapat memenuhi segala yang diperlukan oleh setiap lembaga dalam satuan pendidikan. Peningkatan mutu pendidikan dapat dicapai apabila proses pembelajaran yang dilaksanakan di kelas dapat efektif dan berguna untuk mencapai kemampuan pengetahuan, sikap dan keterampilan yang diharapkan (Ahmad Zaki dan Diyan Yusri, 2020: 810).

Menurut H. Fuad Ihsan (Hamlan, 2019: 1) berpendapat bahwa “Pendidikan ialah usaha seseorang untuk menumbuh kembangkan potensi yang dimiliki baik rohani maupun jasmani dengan nilai-nilai yang ada dilingkungan masyarakat serta kebudayaan”. Pendidikan menjadi suatu wadah untuk membentuk kualitas peserta didik agar dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan mampu hidup sesuai dengan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat.

Dalam hal ini, guru berperan sangat penting untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran secara maksimal, sehingga guru dituntut untuk dapat menguasai dan mempersiapkan materi atau bahan ajar sebaik mungkin sebelum mengajarkannya kepada peserta didik. Oleh karena itu kegiatan pembelajaran dirancang dan dijalankan harus dipersiapkan oleh guru dengan profesional.

Faurrohman (Fajeri Arkiang dan Rabiatun Adwiah, 2020: 66) menyatakan bahwa “Mengajar dan kegiatan belajar mengandung beberapa komponen yang meliputi tujuan, bahan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, kegiatan belajar mengajar, metode, alat, dan sumber daya serta evaluasi”. Semua komponen- komponen pembelajaran memiliki keterkaitan dan peran masing-masing dalam mencapai keberhasilan proses pembelajaran di kelas agar terciptanya pembelajaran yang efektif dan efisien.

Selain berfokus pada komponen-komponen pembelajaran, guru juga berperan sangat penting dalam mengontrol dan menciptakan kelas agar sesuai dengan kondisi peserta didik. Adapun beberapa peran yang dimiliki oleh seorang guru dalam kegiatan belajar mengajar (Masriani dan Istikomah, 2020: 160) adalah sebagai berikut: (a) guru sebagai demonstrator, (b) guru sebagai pengelola kelas, (c) guru sebagai mediator dan fasilitator dan (d) guru sebagai evaluator.

Dalam hal ini, guru memiliki peran dalam memberikan pengajaran dengan menciptakan suasana kelas yang baik agar peserta didik mampu menerima materi pembelajaran secara maksimal hingga pada tahap evaluasi.

(3)

IAIN Palangka Raya

3 Dalam Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menjelaskan tentang makna pembelajaran sebagai proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar dalam suatu lingkungan belajar. Hal ini sejalan dengan sebuah strategi pembelajaran yang berpusat pada anak (student center strategies). Sehingga guru diarahkan untuk mampu menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan bagi peserta didik maupun pendidik agar seluruh potensi dapat disentuh dan dikembangkan secara optimal (Dede Rosyada, 2017: 94).

Penciptaan suasana kelas yang baik juga ditentukan oleh perencanaan komponen-komponen pembelajaran yang akan digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran. Penentuan dalam memilih strategi pembelajaran dilakukan atas pertimbangan yang sesuai dengan situasi dan kondisi, sumber belajar, kebutuhan dan karakteristik peserta didik yang akan diajarkan agar tujuan pembelajaran dapat tercapai (Desi Mayasari, 2019: 3). Hal ini dilakukan agar peserta didik dapat memahami pelajaran yang diberikan oleh guru di dalam kelas. Keefektifitasan metode pembelajaran juga sangat mempengaruhi keberhasilan proses pembelajaran agar materi dapat tersampaikan secara merata kepada seluruh peserta didik.

Menurut Ahmadi (Darmadi, 2017: 175) metode pembelajaran adalah pengetahuan mengenai tata cara yang dapat digunakan guru dalam melakukan pengajaran. Perencanaan metode pembelajaran yang matang dilakukan untuk mencegah terjadinya kegagalan dalam memberikan informasi atau penyampaian materi pembelajaran kepada peserta didik. Dengan perencanaan yang sistematis dan profesional, pelaksanaan pembelajaran akan lebih mudah dijalani oleh guru kepada peserta didik.

Pada dasarnya, sekolah dasar memiliki peserta didik dengan karakteristik yang beraneka ragam. Keberagaman karakteristik peserta didik menjadikan seorang guru dituntut agar lebih aktif dan kreatif membuat strategi pembelajaran agar menjadi pembelajaran yang bermakna (Soffi Wisyanesti Priwantoro, 2021: 304). Selain itu, dalam pelaksanaan pembelajaran guru juga harus mampu mengatasi kesulitan belajar yang dialami oleh peserta didik dan mengkoordinir agar peserta didik tetap fokus dalam materi ketikas pembelajaran sedang berlangsung.

(4)

IAIN Palangka Raya

4 Salah satu metode yang dapat digunakan guru untuk mempermudah proses pembelajaran adalah metode team teaching. Metode team teaching adalah metode pengajaran dengan dua atau lebih guru yang bersama-sama bertugas dalam kegiatan pembelajaran di kelas secara sengaja dan metodis melalui tahapan perencanaan, presentasi dan evaluasi (Eni Retno Kusrini, 2019: 3).

Pendapat serupa juga dinyatakan oleh Martiningsih (Sri Adi Widodo, 2013: 55) bahwa pembelajaran Team Teaching adalah strategi pembelajaran yang di dalam kegiatan belajar mengajarnya terdapat lebih dari satu orang guru yang bertugas sesuai dengan peranan dan juga tanggung jawabnya secara jelas.

Penggunaan metode team teaching dipercaya mampu membuat proses pembelajaran menjadi lebih aktif karena dalam pelaksanaannya di dalam kelas, akan ada guru yang jumlahnya lebih dari satu orang. Dengan kolaborasi dalam team teaching, guru akan saling melengkapi, menyempurnakan, dan saling menyemangati antara satu dengan yang lainnya (Djohan Rochanda Wiradinata:

69). Penerapan metode team teaching sangat memudahkan guru dalam pelaksanaan pembelajaran agar kegiatan dapat berjalan dengan baik sesuai yang telah direncanakan. Hal ini dikarenakan dalam metode team teaching, guru dapat bekerja sama dan saling melengkapi kekurangan antara guru satu dengan guru lainnya.

Hal ini sependapat dengan Jamal Ma’mur Asmani (Widiantoro, 2015: 33)

“adapun salah satu manfaat team teaching yaitu kekurangan yang dimiliki guru yang satu dapat ditutupi oleh guru lainnya”. Istarani (Habibati, 2017: 76) juga menyebutkan beberapa kelebihan dari metode team teaching yaitu memperlancar jalannya interaksi belajar mengajar, memperluas pengetahuan siswa, meringankan tugas-tugas guru dan dapat mencapai keberhasilan oleh tim secara belajar bersama-sama.

Salah satu sekolah yang menerapkan metode team teaching dalam pembelajaran ialah SDIT Al-Ghazali Palangka Raya. Sekolah tersebut menggunakan metode team teaching dimana terdapat dua orang guru di dalam kelas saat sedang berlangsungnya proses pembelajaran. Masing-masing guru tersebut memiliki peran yang tanggung jawab terhadap materi yang dimiliki.

Namun, yang terpenting dalam penggunaan metode team teaching ini adalah kerja sama antara dua orang guru dalam mengatasi permasalahan di kelas

(5)

IAIN Palangka Raya

5 secara bersama-sama dan menciptakan suasana pembelajaran yang efektif dan efesien agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Dalam penerapannya, metode team teaching yang dilakukan di kelas IV As- salam terdiri dari dua orang guru yaitu guru pemateri yang bertugas menyampaikan materi dan guru pendamping yang bertugas mendampingi dan membantu guru kelas.

Berikutnya dari hasil wawancara dengan guru kelas IV As-salam SDIT Al- Ghazali Palangka Raya, diketahui bahwa penerapan metode team teaching pada saat jam mata pelajaran tidak diampu oleh kedua guru yang bertanggung jawab di kelas tersebut, maka peran guru mata pelajaran lain yang mengampu jam pembelajaran pada saat itu akan berperan sebagai guru pemateri dengan didampingi oleh guru kelas sebagai guru pendamping di jam mata pelajaran tersebut. Dalam proses kegiatan belajar mengajar, guru pemateri berperan dalam menyampaikan materi kepada peserta didik, sedangkan guru pendamping bertugas untuk mengawasi perilaku dan membantu pemerataan peserta didik dalam memahami materi. Penggunaan metode team teaching yang digunakan oleh guru kelas IV As-salam merupakan cara yang bisa digunakan oleh guru untuk meringankan dan mempermudah tugasnya di dalam kelas sehingga pelaksanan pengajaran terasa lebih ringan.

Berdasarkan penjelasan mengenai metode team teaching yang digunakan di kelas IV As-salam SDIT Al-Ghazali Palangka Raya tersebut, peneliti melakukan penelitian lebih mendalam untuk mendapatkan informasi mengenai implementasi metode team teaching yang dilakukan oleh tim guru di kelas IV As- salam SDIT Al-Ghazali Palangka Raya tahun ajaran 2021/2022.

II. METODE

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif (Safitri Komarina, 2021: 1) adalah metode penelitian dengan landasan filsafat postpositivisme, bertujuan untuk melakukan sebuah penelitian pada objek secara alamiah, instrumen kunci merupakan peran dari peneliti, menggunakan teknik pengumpulan data triangulasi, analisis data secara induktif, dan hasil dari penelitiannya akan fokus kepada makna daripada generalisasi.

(6)

IAIN Palangka Raya

6 Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendapatkan data tentang implementasi metode team teaching di kelas IV As-salam SDIT Al-Ghazali Palangka Raya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Hasil data yang diperoleh oleh peneliti akan dijelaskan secara deskriptif dengan tulisan-tulisan yang sesuai dari sumber data yang didapat selama penelitian.

Penelitian ini dilakukan di SDIT Al-Ghazali Palangka Raya khususnya di kelas IV As-salam SDIT Al-Ghazali Palangka Raya untuk mendapatkan informasi dan data mengenai implementasi metode team teaching dalam pembelajaran. Hal ini menjadi latar belakang dilakukannya penelitian di SDIT Al-Ghazali Palangka Raya karena sekolah ini telah menerapkan metode team teaching dalam pembelajarannya.

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Observasi adalah proses mengamati suatu objek untuk mengetahui informasi atau data secara pribadi serta tingkah laku (Nurul Meutia dan Siti Nabila Barus, 2021: 93). Observasi dilakukan di kelas IV As- salam SDIT Al-Ghazali Palangka Raya untuk melihat tahap pelaksanaan implementasi metode team teaching yang digunakan guru dalam pembelajaran.

Peneliti melakukan wawancara dengan guru kelas IV As-salam SDIT Al- Ghazali Palangka Raya. Tujuan dari wawancara adalah agar peneliti mendapatkan informasi dan tanggapan guru tentang metode team teaching yang digunakan pada tahun ajaran 2021/2022. Wawancara dilakukan secara informal agar peneliti dan guru mampu bersama-sama mendapatkan pemahaman dan saran-saran dengan lebih mudah terkait metode team teaching yang dilakukan.

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

Dari hasil observasi yang dilakukan pada tanggal 4 November 2021, peneliti mengamati proses berjalannya pelaksanaan metode team teaching yang dilakukan di kelas IV As-salam SDIT Al-Ghazali Palangka Raya. Peneliti melakukan observasi pada saat kelas sedang mempelajari mata pelajaran Penjaskes. Dimana guru mata pelajaran berperan sebagai guru pemateri dan guru kelas ikut membantu jalannya pembelajaran di dalam kelas.

Melalui wawancara bersama guru kelas IV As-salam SDIT Al-Ghazali Palangka Raya juga, peneliti mendapatkan hasil data terkait implementasi

(7)

IAIN Palangka Raya

7 metode team teaching di kelas IV As-salam yang terdiri atas tiga tahapan yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan serta tahap evaluasi. Ketiga tahapan tersebut dijelaskan oleh peneliti sebagai berikut.

1) Tahap Perencanaan

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti kepada guru kelas IV As-salam SDIT Al-Ghazali Palangka Raya, secara teoritis implementasi metode team teaching pada tahap perencanaan yang dilakukan oleh guru tidak sepenuhnya sama dengan kaidah teori tentang metode team teaching yang ada. Menurut Goetz (Remika Yulia Sari Damanik, 2018: 116), metode team teaching dapat didefinisikan sebagai kelompok dari dua atau lebih guru yang bersama-sama membuat perencanaan, pelaksanaan dan pengevaluasian kegiatan pembelajaran dengan peserta didik yang sama.

Asmani (Ahmad Zainul Fikri, 2019: 266) menjelaskan mengenai tahapan perencanaan dalam metode team teaching bahwa dalam merencanakan kegiatan pembelajaran perlu dilakukan penyusunan oleh anggota tim guru secara bersama-sama. Maka, dari pendapat diatas dapat dikatakan bahwa penerapan metode team teaching yang peneliti temukan saat observasi tidak sepenuhnya sesuai dengan pernyataan tersebut.

Pada tahap perencanaan yang dilakukan di kelas IV As-salam SDIT Al- Ghazali Palangka Raya, tim pengajar melakukan persiapan pembelajaran dengan menyiapkan materi sesuai dengan mata pelajaran yang dipegang oleh setiap guru dalam tim. Guru kelas berperan dalam menyiapkan materi pelajaran tematik, sehingga materi yang disiapkan oleh guru kelas adalah materi tematik dengan penentuan metode dan media yang akan digunakan dalam pembelajarannya. Sedangkan guru pendamping atau guru mata pelajaran selain tematik akan menyiapkan materi sesuai bidangnya.

Pada tahap perencanaan metode team teaching yang dilakukan di kelas IV As-salam SDIT Al-Ghazali Palangka Raya, guru menyusun RPP secara terpisah sesuai dengan materi yang diajarkan. Tim pengajar menentukan kompetensi, metode, media, langkah-langkah serta evaluasi secara terpisah dengan guru pendamping karena penyusunan dilakukan sesuai dengan materi mata pelajaran yang dipegang oleh setiap guru masing-masing.

Setelah penyusunan RPP yang dilakukan secara terpisah selesai, tim guru kemudian baru saling bertukar pendapat terkait perencanaan yang telah

(8)

IAIN Palangka Raya

8 dibuat. Pada saat inilah peran penting dari metode team teaching digunakan.

Menurut Sudjana (Yuni Dwi Utami, 2012: 7), dalam setiap anggota dalam satu tim harus memiliki pandangan atau pemahaman yang sama. Dalam haini, guru kelas bertugas untuk menanyakan perencanaan pembelajaran kepada guru mata pelajaran Penjaskes sebelum dimulainya kegiatan pembelajaran. Hal ini dilakukan agar kedua guru mampu bersama-sama menerapkan proses belajar mengajar sesuai dengan perencanaan yang telah di susun secara matang.

Dengan komunikasi yang baik antar guru dalam tim pengajar, metode yang akan digunakan dalam rangka memberikan pengajaran terbaik kepada peserta didik dalam pembelajaran dapat berjalan dengan lancar. Sehingga, melalui tahap perencanaan inilah tim pengajar bekerja keras untuk menentukan yang terbaik guna melanjutkan tahap-tahap pengajaran selanjutnya.

2) Tahap Pelaksanaan

Utami dan Siswanto (Ahmad Zaynul Fikri dkk., 2019: 267) memaparkan bahwa dalam melaksanakan proses pembelajaran dengan metode team teaching di kelas, guru perlu memerhatikan beberapa hal yaitu: a) terlebih dahulu guru mengetahui kondisi di kelas kemudian melakukan presensi, melakukan pengisian jurnal mengajar, memberitahukan tujuan pembelajaran materi pelajaran yang akan dibahas; b) guru berusaha membuat suasana nyaman dan lingkungan belajar yang kondusif serta dapat mengatasi segala masalah yang ada saat proses belajar mengajar; c) saat penutupan, guru menyimpulkan terkait materi yang baru saja diajarkan. Selanjutnya guru memberikan pertanyaan-pertanyaan agar dapat mengetahui kemampuan yang telah dicapai peserta didik serta mengetahui efektifitas pembelajaran yang telah dilakukan.

Guru mata pelajaran dan guru pendamping memiliki peran dan tugasnya masing-masing. Sukma (2017) menyebutkan tugas guru pendamping diantaranya: 1) Bertugas membantu guru kelas dimanapun kegiatan pembelajaran dilakukan; 2) Memantau peserta didik ketika proses belajar mengajar berlangsung; 3) Turut membantu peserta didik yang masih sulit memahami materi pembelajaran; 4) Mengikuti perkembangan dan kemampuan yang dimiliki peserta didik; 5) Membuat kondisi lingkungan

(9)

IAIN Palangka Raya

9 belajar yang kondusif ketika berlangsungnya proses pembelajaran; 6) Mengawasi ketika kagiatan evaluasi pembelajaran.

Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan, secara teoritis implementasi metode team teaching pada tahap pelaksanaan yang dilakukan oleh guru kelas kelas IV As-salam SDIT Al-Ghazali Palangka Raya sudah sesuai dengan kaidah metode team teaching yang ada. Tahapan pelaksanaan pembelajaran di kelas terdiri atas kegiatan pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Pada saat kegiatan pembuka, guru mata pelajaran memulai dengan doa bersama dan melakukan presensi, menanyakan kabar peserta didik, melakukan apersepsi dan menyampaikan materi yang akan dipelajari beserta tujuannya. Pada kegiatan inti, guru mata pelajaran menjelaskan isi materi, mengarahkan dan membantu peserta didik, menjelaskan hal yang belum dipahami lalu menanyakan pemahaman peserta didik terhadap materi. Peran guru pembimbing saat kegiatan inti yaitu membantu guru mata pelajaran dalam menjaga ketertiban peserta didik, mengamati peserta didik, dan menciptakan agar suasana kelas kondusif.

Pada kegiatan penutup, guru mata pelajaran memberikan motivasi dan kesimpulan serta menyampaikan materi yang akan dipelajari di pertemuan selanjutnya.

3) Tahap Evaluasi

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru di kelas IV As-salam SDIT Al-Ghazali, terdapat dua evaluasi yang dilakukan oleh guru terhadap metode team teaching yaitu evaluasi guru dan evaluasi siswa.

a. Evaluasi Guru

Evaluasi yang dilakukan oleh guru selama proses pembelajaran dikerjakan oleh pasangan team setelah jam pembelajaran selesai.

Evaluasi dilakukan dengan cara memberikan kritik serta saran yang dapat menjadi perbaikan serta mengembangkan kemampuan guru agar lebih baik dalam pembelajaran kedepannya. Guru yang diberi saran harus saling menerima dengan baik, karena itulah kelebihan dari team teaching.

Evaluasi guru dilakukan di luar ruang kelas agar dapat lebih leluasa untuk saling memberikan perbaikan satu sama lain.

b. Evaluasi Siswa

(10)

IAIN Palangka Raya

10 Evaluasi siswa terdiri dari pengolahan soal-soal evaluasi yaitu sumatif dan formatif serta menentukan metode evaluasi sesuai dengan bidang mata pelajaran yang dipegang oleh masing-masing guru team teaching. Guru anggota team mengolah soal-soal evaluasi yang akan diberikan kepada siswa baik berupa lisan atau tulisan, pilihan ganda, uraian ataupun campuran keduanya. Tim guru juga merencakan terlebih dahulu metode evaluasi yang akan dilakukan dengan menentukan tugas dan tanggung jawab oleh masng-masing guru dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran.

IV. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pengamatan, diketahui implementasi metode team teaching di kelas IV As-salam SDIT Palangka Raya yang dilakukan oleh tim guru mata pelajaran dan guru pendamping terdiri atas:

Tahap Perencanaan diantaranya: Guru dalam team akan membuat RPP sesuai bidang masing-masing kemudian guru saling bertukar pendapat terkait perencanaan yang telah dibuat. Tim guru bersama-sama mengetahui materi yang akan diberikan dalam kegiatan pembelajaran.

Sebelum kegiatan pembelajaran dimulai, Peran dan tugas guru tim sudah nampak jelas dan dipahami.

Tahap Pelaksanaan diantaranya: pada saat pembukaan proses pembelajaran, guru yang masuk pada jam pertama dengan membuka dan melakukan presensi. Dalam proses kegiatan inti pembelajaran, guru bersama-sama melakukan tugas dalam menerapkan metode team teaching.

Tahap evaluasi diantaranya: Evaluasi pada guru dilaksanakan setelah pembelajaran berakhir dengan cara masing-masing partner team teaching memberikan kritik dan saran nya untuk memperbaiki proses pembelajaran selanjutnya, karena pada hakikatnya itulah kelebihan dari team teaching sendiri. Sedangkan evaluasi pada peserta didik, guru memberikan soal-soal evaluasi sumatif dan formatif kepada peserta didik dengan soal-soal yang dibuat oleh masing-masing guru sesuai mata pelajaran yang diajarkan serta perencanaan metode evaluasi yang dibahas bersama-sama guna melancarkan pelaksanaan evaluasi agar dapat berjalan secara maksimal.

(11)

IAIN Palangka Raya

11 REFERENSI

Ardhianto, Roy, 2015, “Efektivitas Penerapan Strategi Team Teaching dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar Islam Al-Amanah. (Studi Deskriptif Keefektifan Team Teaching pada Mata Pelajaran Baca Tulis Al-Quran di Sekolah Dasar Islam Al-Amanah Bandung”. S1 thesis, Universitas Pendidikan Indonesia.

Arkiang, Fajeri dan Rabiatun Adwiah, 2020, “The Implementation Of Team Teaching Learning Method On Islamic Education Subject In Kupang Elementary School”, Conciencia, 20(1), 66-76.

Damanik, Remika Yulia Sari dkk., 2018, “Penerapan Metode Team Teaching Dalam Pembelajaran Matematika Di SMA Kristen ABC Sukoharjo [The Implementation Of The Team Teaching Method In Learning Mathematics At Abc Christian High School In Sukoharjo]”. JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education, 1 (2), 114 – 123.

Darmadi, 2017, “Pengembangan Model dan Metode Pembelajaran dalam Dinamika Belajar Siswa”, Yogyakarta: Deepublish.

Djohan Rochanda Wiradinata, “Meningkatkan Kualitas Perkuliahan Melalui Team Teaching”, Edunomic, 68-81.

Fikr, Ahmad Zainul, 2019. “Analisis Penerapan Metode Team Teaching di Kelas 3 SD STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung”. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta yang diselenggarakan pada bulan Oktober 2019.

Habibati, 2017, “Strategi Belajar Mengajar”, Banda Aceh: Syiah Kuala University Press.

Hamlan, Hamlan, 2019, “Manajemen mutu peserta didik dalam upaya peningkatan prestasi di MTsN Barito Utara”, Masters thesis, IAIN Palangka Raya.

Komarina, Safitri dan Suyatno, 2021, “Implementasi Pengembangan Kreativitas Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler di SD Muhammadiyah Bantul Kota Yogyakarta”, Jurnal Pendidikan Dasar, 12(1), 154-170.

Kusrini, Eni Retno, 2019, “Identifikasi Hambatan Dan Solusi Penerapan Team Teaching Untuk Mengoptimalkan Pembelajaran di Kelas I Sekolah Dasar”, Thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Masriani dan Istikomah, 2020, “Urgensi Manajemen Kelas Pada Pendidikan Dasar”, Jurnal Mitra PGMI 6(2), 15.

Meutia, Nurul dan Siti Nabila Barus, 2021, “Implementasi Metode Team Teaching Dalam Pembelajaran Matematika Untuk Meningkatkan Semangat Belajar

(12)

IAIN Palangka Raya

12 Siswa Di SMP Negeri 1 Kuala Simpang”, Pros. SemNas. Peningkatan Mutu Pendidikan, 2 (1), 92-96.

Priwantoro, Soffi Wisyanesti, 2021, “Menjadi Guru Profesional dan Inovatif dalam Menghadapi Pandemi (Antologi Esai Mahasiswa Pendidikan Matematika)”, Yogyakarta: UAD Press.

Rosyada, Dede, 2017, “Madrasah Dan Profesionalisme Guru Dalam Arus Dinamika Pendidikan Islam Di Era Otonomi Daerah”, Depok: Kencana.

Sari, Desi Maya dkk., 2019, “Strategi Guru Dalam Mengoptimalkan Pengelolaan Kelas Dalam Proses Pembelajaran di Kelas III Sekolah Dasar Negeri 33/IX DESA Penyengat Olak Kabupaten Muaro Jambi”, Skripsi thesis, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

Sukma, Oktapia Putri Ayu, 2017, “Peranan Guru Asisten dalam Proses Pembelajaran di Sekolah Dasar Kecamatan Kembaran Banyumas”, Skripsi tidak diterbitkan. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Purwokerto.

Utami, Yuni Dwi. 2012, “Penerapan Team Teaching Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Islam Al-Ma’arif 01 Singosari Kabupaten Malang”, Skripsi, Jurusan Bahasa Indonesia, Fakultas Sastra (FS) Universitas Negeri Malang.

Widiantoro, 2015, “Penerapan Metode Pembelajaran Team Teaching Untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Pembacaan Dan Pemahaman Gambar Teknik Siswa Kelas X KR 1 SMK Negeri 3 Yogyakarta”, S1 thesis, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Yogyakarta.

Widodo, Sri Adi, 2013, “Implementasi Team Teaching Terhadap Prestasi Belajar Siswa SMA Kelas X Se-Kota Yogyakarta Pada Materi Trigonometri”, Jurnal Pendidikan Matematika, 1(1), 53-64.

Zaki, Ahmad, Diyan Yusri, 2020, “Penggunaan Media Pembelajaran Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Pada Pelajaran Pkn di SMA Swasta Darussa’adah Kec. Pangkalan Susu”, Jurnal Ilmu Pendidikan Volume, 7(2), 809-820.

Referensi

Dokumen terkait