Transliterasi Arab-Latin di sini adalah penyalinan huruf Arab dengan huruf Latin beserta perangkatnya. Fonem-fonem konsonan Arab yang dilambangkan dengan huruf-huruf dalam tulisan Arab dilambangkan sebagian dengan huruf dan sebagian dengan tanda, dan sebagian lagi dengan huruf dan tanda secara bersamaan, dalam transliterasi ini.
Vokal
Vokal ganda arab yـ yang lambangnya merupakan gabungan huruf vokal dan huruf, transliterasinya merupakan gabungan huruf, yaitu.
Artikel dalam sistem penulisan arab dilambangkan dengan huruf yaitu: .. لا, namun dalam transliterasi ini dibedakan menjadi artikel yang diikuti huruf syamsiah dan artikel yang diikuti huruf qamariah. Kepada Saudara Saufi Ibrahim selaku Administrator Biro yang membantu penulis dalam memberikan informasi selama proses penulisan tugas ini.
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Penulis menemukan kurangnya hasil belajar siswa kelas VII-2 dari hasil belajar Pendidikan Agama Islam pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Dalam hal ini penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Penerapan metode team teaching untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam di MTS pab 2 sampali.
Identifikasi Masalah
Untuk pembelajaran pendidikan agama Islam dengan menggunakan metode Team Teaching pada MTS pab 2 menggunakan metode Differentiated Split Class Team Teaching yaitu Team Teaching yang dilakukan dengan membagi siswa menjadi dua kelompok berdasarkan tingkat kinerjanya. Selain itu, guru harus dapat lebih memahami gaya belajar siswa yang bervariasi dengan membantu kesulitan pemahaman dalam proses pembelajaran, sehingga siswa dapat meningkatkan hasil belajarnya sendiri.
Rumusan Masalah
Bagaimana Penerapan Metodologi Team Teaching untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Pendidikan Agama Islam di MTS pab 2 sampali. Apa hasil penerapan metode Team Teaching untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam di MTS pab 2 sampali.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
- Secara Teoretis
- Secara Praktis a. Bagi Sekolah
Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan semangat guru dalam pendidikan dan penerapan Metode Team Teaching serta membantu siswa meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan, motivasi dan keterampilan sebagai calon pendidik mengenai metode pembelajaran Team Teaching dan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana (S1) di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.
Sistematika Penelitian
Pengajaran, kelebihan dan kekurangan Metode Team Teaching, langkah-langkah penerapan Metode Team Teaching, meliputi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Pengertian hasil belajar, manfaat hasil belajar, tujuan hasil belajar, faktor penghambat hasil belajar, strategi meningkatkan hasil belajar, selanjutnya pengertian belajar pendidikan agama islam, tujuan belajar pendidikan agama islam, manfaat belajar pendidikan agama islam, fungsi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Penelitian Sebelumnya.
Kajian Pustaka 1. Hasil Belajar
- Faktor Eksternal
- Metode Team Teaching
- Team Teaching Penuh, yaitu satu tim terdiri dari dua orang guru atau lebih, waktu kelas yang sama, pembelajaran mata pelajaran atau materi
- Supported Instruction adalah bentuk team teaching dengan salah satu guru menyampaikan materi pelajaran. Sedangkan guru lainnya
- Parallel instruction adalah bentuk team teaching yang pelaksanaannya dengan membagi peran dalam pembelajaran yaitu guru satu dapat
- Monitoring teacher adalah bentuk Team Teaching model lain dari team teaching. Model ini dilaksanakan dengan cara salah seorang guru
- Kelemahan
- Pelaksanaan
- Evaluasi
- Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Metodologi Team Teaching ada dua jenis, yaitu: 1) Semi-team teaching, terdiri dari tiga jenis yaitu. Berbagai sumber belajar dan koordinasi siswa secara bersama-sama...ada tiga langkah penerapan Metode Team Teaching, yaitu: 1) Perencanaan. Metode-metode yang akan digunakan dalam proses pembelajaran team teaching juga harus direncanakan bersama.
Kajian Penelitian Terdahulu
Bertajuk “Implementasi Strategi Team Teaching Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas VIII Di SMA Sabilurrosad Kota Malang”. Dalam penelitian ini yang menjadi fokus penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan hasil penerapan metode team teaching dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dengan menggunakan metode pembelajaran Team Teaching. Sedangkan fokus penelitian yang akan dilakukan adalah bagaimana penerapan metode Team Teaching untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pengajaran Pendidikan Agama Islam di MTS pab 2 sampali.
Kerangka Pemikiran
Pendidikan Agama Islam di SD Negeri 72 Seluma” menyatakan bahwa: Tidak adanya hubungan antara metode team teaching dengan bahan ajar yang diterapkan oleh guru PAI karena beberapa hal, antara lain kesulitan dalam menyusun RPP pada saat guru mengajar. materi makna surah pendek hanya menggunakan metode ceramah. , cukup jelaskan dan siswa mendengarkan. Jadi dengan menerapkan metode team teaching diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII-2 dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di MTS pab 2 sampali. Penerapan metode pembelajaran Team Teaching diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa, karena pada saat proses belajar mengajar siswa akan mendapat pengajaran yang lebih intensif.
Hipotesis Tindakan
Pendekatan Penelitian
- Waktu Penelitian
- Siklus PTK
Tujuan penelitian dalam pemilihan situs ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan Metode Team Teaching di MTS pab 2 Sampali. Waktu penelitian yang dilakukan peneliti di MTS pab 2 Sampali sesuai dengan jadwal yang ditetapkan pihak kampus dan jadwal yang disepakati peneliti dengan pihak Madrasah. PTK ini dilaksanakan melalui tiga siklus untuk melihat peningkatan hasil belajar dan aktivitas siswa dalam mengambil mata pelajaran pendidikan agama Islam melalui metode Team Teaching.
Persiapan PTK
- Perencanaan (Planning), adalah mengembangkan rencana tindakan yang secara kritis untuk meningkatkan apa yang telah terjadi. Rencana Penelitian
- Pelaksanaan Tindakan (Acting), tindakan yang dimaksud disini adalah tindakan yang dilakukan secara sadar dan terkendali, yang merupakan
- Observasi (Observe), tahap ini dilakukan untuk melihat pelaksanaan semua rencana yang telah dibuat dengan baik. Kegiatan observasi dapat dilakukan
- Refleksi (Reflecting), merupakan langkah terakhir di mana dilakukan evaluasi terkait perubahan yang terjadi atau hasil yang diperoleh atas
Observasi (mengamati), tahap ini dilakukan untuk melihat pelaksanaan seluruh rencana yang telah dibuat dengan baik. Observasi terhadap pelaksanaan proses pembelajaran dan keaktifan hasil belajar siswa dilakukan oleh pengamat dengan menggunakan formulir observasi yang telah disiapkan sebelumnya. Refleksi (Reflect) merupakan langkah terakhir yang dilakukan evaluasi terhadap perubahan yang telah terjadi atau hasil yang diperoleh dari evaluasi mengenai perubahan yang terjadi atau hasil yang diperoleh dari perlakuan yang telah diberikan selama PTK, yaitu tahap refleksi dilakukan setelah tahap pelaksanaan tindakan dan tahap observasi selesai.
Subjek Penelitian
Sumber Data Penelitian
Untuk KKM mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di MTS pab 2 sampai 70 hal ini terbukti pada hasil tes siswa yang memperoleh nilai rata-rata 60,52 dan 15 siswa yang mencapai KKM. Oleh karena itu, hasil belajar tersebut masih di bawah standar kriteria ketuntasan minimal pada MTS PAB 2 sampai Pali. Kemudian data yang menunjang penelitian ini melalui sumber tidak langsung seperti dokumentasi misalnya dokumen resmi, buku, jurnal dan arsip yang ada di MTS pab 2 ke atas.
Teknik Pengumpulan Data
- Observasi
- Wawancara
- Dokumen
Observasi yang peneliti maksudkan dalam penelitian ini adalah mengamati secara langsung bagaimana penerapan metode Team Teaching dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran pendidikan agama Islam di MTS pab 2 sampali. Dalam proses wawancara, hal yang peneliti wawancarai adalah bagaimana penerapan Metode Team Teaching pada Pembelajaran Agama Islam di MTS pab 2 sampali. Kemudian dokumen berupa gambar, misalnya foto profil sekolah, kondisi sekolah, sarana dan prasarana, visi misi di MTS pab 2 sampali.
Teknik Analisis Data
Indikator Keberhasilan
- Proses Penelitian
Jadi bentuk penelitian tindakan kelas tidak mencakup satu kegiatan saja, yaitu berupa serangkaian kegiatan yang akan kembali ke bentuk semula, atau siklus.Aliran model penelitian tindakan kelas dapat diuraikan sebagai berikut. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus dilakukan sesuai dengan perubahan yang telah dicapai, dan tahapan setiap siklus dilakukan sesuai dengan perubahan yang telah dicapai, dan tahapan setiap siklus meliputi tahap perencanaan. , tahap pelaksanaan , tahap observasi dan.
Pengamatan
Pelaksanaan (Acting)
Pada tahap implementasi ini yang perlu diperhatikan adalah pembelajaran tetap berjalan seperti biasa, tidak boleh dilakukan secara rekayasa. Mitra disarankan untuk melakukannya secara faktual (realistis) sesuai dengan kondisi pembelajaran yang telah dilakukan peneliti.
Observasi (Observing)
Refleksi (Reflecting)
Fase ini merupakan inti dari penelitian tindakan kelas, yaitu ketika mitra mengungkapkan hal-hal yang dirasa telah berjalan dengan baik dan bagian-bagian yang belum berjalan dengan baik saat peneliti memimpin proses pembelajaran. Dengan demikian, refleksi pada hakikatnya adalah kegiatan evaluasi, analisis, pemaknaan, penjelasan, kesimpulan dan identifikasi tindakan tindak lanjut dalam perencanaan siklus berikutnya.
Prosedur Penelitian
- Tahap Pelaksanaan Siklus I
- Tahap Pelaksanaan Siklus II
Guru 2 kemudian menjelaskan inti materi yang disampaikan oleh Guru 1. Siswa diminta menyusun isi materi yang diberikan guru atau mengajukan pertanyaan. Guru 2 kemudian menjelaskan secara singkat materi yang baru dipelajarinya dan menjelaskan rencana kegiatan pembelajaran pada pertemuan berikutnya. Guru mendiskusikan materi yang disampaikan di kelas untuk mencapai kesepakatan mengenai topik tersebut.
Personalia Penelitian
Deskripsi Lokasi Penelitian 1. Historis
- Profil Sekolah
- Visi dan Misi Madrasah
- Keadaan Sarana dan Prasarana
Fasilitas yang memadai dan lengkap pada suatu lembaga pendidikan dapat menjadi pendidikan yang berkualitas jika diukur secara keseluruhan. Berdasarkan data diatas, sarana dan prasarana merupakan faktor yang sangat penting dalam lembaga pendidikan di Madrasah, apakah sudah memadai atau perlu ditambah dan ditingkatkan. Madrasah dengan sarana dan prasarana yang baik dan lengkap akan menarik perhatian masyarakat atau orang tua siswa untuk mendaftarkan dan menyekolahkan anaknya ke Madrasah Tsanawiyah PAB 2 Sampali Deli Serdang. Jumlah Madrasah Tsanawiyah PAB 2 Sampali Deli Serdang berjumlah 23. sarana prasarana dan semua kondisi bangunan baik.
Temuan Penelian
- Perencanaan Penerapan Metode Team Teaching di MTs PAB 2 Sampali Tahap persiapan dilakukan untuk membuat rencana tindakan yang
- Siklus I
- Siklus II
- Kegiatan Inti a) Pendahuluan
- Kegiatan Penutup
- Pelaksanaan Penerapan Metode Team Teaching Di MTs PAB 2 Sampali a. Tahap Perencanaan Siklus I
- Perencanaan Pembelajaran
- Pelaksanaan Pembelajaran
- Tahap observasi / evaluasi
- Hasil Test Prestasi Belajar
- Tahap refleksi
- Kegiatan Awal
- Kegiatan Inti
- Hasil Pembelajaran Team Teaching Di MTs PAB 2 Sampali
Observasi pada pertemuan pertama ini terfokus pada penggunaan metode pengajaran team teaching dan keaktifan belajar siswa. Berdasarkan observasi aktivitas hasil belajar siswa yang dilakukan oleh pengamat terlihat bahwa aktivitas hasil belajar mengalami peningkatan dibandingkan siklus I. Hasil observasi pada siklus II pertemuan pertama yaitu siswa memperhatikan adanya peningkatan keaktifan hasil belajar siswa dengan metode team teaching.
Pembahasan
- Perencanaan Pembelajaran Team Teaching
- Pelaksanaan Pembelajaran Team Teaching
- Evaluasi Pembelajaran Team Teaching
- Hasil Pembelajaran Team Teaching
Evaluasi dilakukan untuk mengetahui proses dan aktivitas belajar siswa setelah penerapan metode pembelajaran Team Teaching. Dengan menggunakan metode pembelajaran tim ini dapat mengoptimalkan pembelajaran pendidikan agama Islam kelas VII-2 di MTS pab 2 Sampali. Berikut peneliti yang berhasil menerapkan Metode Team Teaching dalam meningkatkan hasil dan aktivitas belajar siswa.
PENUTUP
Kesimpulan
Siswa yang belum tuntas KKM hanya berjumlah 5 orang atau 37,5% dari 26 siswa dan jumlah siswa yang mencapai KKM mencapai 21 siswa atau 62,5% dari jumlah keseluruhan. Hal ini terlihat dari hasil aktivitas siswa yang mengalami peningkatan dari aktivitas prasiklus rata-rata sebesar 16,15% menjadi 30,50% setelah peneliti dan guru melakukan kerjasama berdiskusi dengan menggunakan data yang diperoleh dari kegiatan tindakan dan observasi. bahwa hasil aktivitas belajar siswa pada siklus I berada pada kategori cukup aktif yaitu telah mencapai 30,50%. Pada siklus II terlihat hasil belajar siswa mengalami peningkatan, jumlah siswa yang belum tuntas KKM hanya 3 siswa atau 12,5% dari 26 siswa, dan jumlah siswa yang sudah mencapai KKM mencapai 23 siswa atau 87,5% dari jumlah keseluruhan.
Saran
- Guru Bidang Studi
- Wali Kelas
- Siswa
Judul: Penggunaan Metode Team Teaching untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran Pelajaran Agama Islam di MTS pub 2 Sampali. Judul: Penggunaan Metode Team Teaching untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran Pelajaran Agama Islam di. Bagaimana rencana penerapan metode team teaching untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran agama Islam di MTS pub 2 Sampali.