DI SD NEGERI 03 TEBAT KARAI KABUPATEN KEPAHIANG
Ahmad Isna Muhdi Email : [email protected]
Abstract: This research is about the implementation of character education values in SD Negeri 03 Tebat Karai, Kepahiang.
This research has following objectives: (1). To find the implementation of character education value in SD Negeri 03 Tebat Ka- rai. (2). To find the support factors and inhibit factors in the implementation of character education values at SD Negeri 03 Tebat Karai. This research was carried out directly at SD Negeri 03 Tebat Karai using descriptive qualitative methods, data collection techniques using interviews, observation and documentation. Data wettability technique uses triangulation techniques. Data validation techniques use data reduction methods, presenting data and drawing conclusions. The results of this study are (1) Implementation of character education values at SD Negeri 03 Tebat Karai is a program of implementing a character education curriculum, implementing character values in learning, implementing character values in school activities and implementing character values in daily activity in the school environment. (2) Supporting factors in the implementation of character education values at SD Negeri 03 Tebat Karai is teachers commitment, infrastructure, support from parents, and the environment. The inhibiting factors in the implementation of character education values at SD Negeri 03 Tebat Karai are less study hours of Islamic education, student motivation, the environment and misuse of technology.
Keywords: Value, Character Education.
Abstrak: Penelitian ini membahas tentang implementasi nilai pendidikan karakter di SD Negeri 03 Tebat Karai Kabupaten Kepahiang. Penelitian ini memiliki tujuan sebagai berikut: (1). Untuk mengetahui implementasi pendidikan karakter di SD Negeri 03 Tebat Karai. (2). Untuk mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat dalam implementasi nilai pendidikan karakter di SD Negeri 03 Tebat Karai.Penelitian ini dilaksanakan langsung di SD Negeri 03 Tebat Karai dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi.Teknik kebasah- an data menggunakan teknik triangulasi.Teknik keabsahan data menggunkan metode reduksi data, menyajian data dan penari- kan kesimpulan.Hasil penelitian ini adalah (1) Implementasi nilai pendidikan karakter di SD Negeri 03 Tebat Karai ini melalui program implementasi kurikulum pendidikan karakter, implementasi nilai karakter dalam pembelajaran, implementasi nilai karakter dalam kegiatan sekolah dan implementasi nilai karakter dalam keseharian di lingkungan sekolah. (2) Faktor Pendu- kung dalam implementasi nilai pendidikan karakter di SD Negeri 03 Tebat Karai yaitu: komitmen pendidik, sarana prasarana, dukungan dari orang tua, dan lingkungan. Faktor penghambat dalam implementasi nilai pendidikan karakter di SD Negeri 03 Tebat Karai yaitu Kurangnya jam pelajaran PAI, motifasi peserta didik, lingkungan dan menyalahgunaan teknologi.
Kata Kunci: Nilai, Pendidikan Karakter.
Pendahuluan
Setiap karakter positif sesungguhnya akan merujuk kepada sifat-sifat mulia Allah, yaitu al-Asma al-Husna.
Sifat-sifat dan nama-nama mulia tuhan inilah sum- ber inspirasi setiap karakter positif yang dirumuskan oleh siapapun. pendidikan akhlak yang secara teori- tis berpedoman kepada Alquran dan secara praktis mengacu kepada kepribadian Nabi Muhammad saw.
Dalam sebuah hadits Nabi saw, bersabda: “Sesung- guhnya aku diutus ke muka bumi ini adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia.“ (HR Ahmad).
Dan dijelaskan juga dalam al-Quran Surat Al Ahzab Ayat 21, yang Artinya:
“Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah”.
Hal awal yang menjadi latar belakang peneliti ada- lah ketika menghadiri pekumpulan sesama guru PAI dengan wadah KKG (kelompok kerja guru) tingkat sekolah dasar di Kecamatan Tebat Karai.Guru saling bertukar informasi mengenai kegiatan pembelajaran di sekolah masing-masing dan saling bertukat fikiran melalui forum diskusi. Kemudian peneliti mengem- bangkan diskusi khusus mengenai perkembangan pendidikan karakter di Kecamatan Tebat Karai yang selanjutnya menjadi sebuah gagasan baru sebagai judul penelitian dengan menilik problem yang ada di sekolah kemudian kami mengucutkan sebuah pe- nelitian yang akan dilaksanakan disalah satu sekolah yang ada di Kecamatan Tebat Karai yaitu SD Negeri 03 Tebat Karai. Kemudian melaksanakan kegiatan observasi dengan mendatangi lokasi penelitian.
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh penelititi di lapangan, diperoleh informasi bahwa SD Negeri 03 Tebat Karai sudah menggunakan Kuriku- lum 2013. Namun, dalam penerapan dan pelaksan- aan kurikulum 2013 tersebut khususnya pada mata
1Ary Ginanjar, Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi Dan Spiritual, (Jakarta, Agra, 2007). h. 21.
2Dr. Quraish Shihab, ‘Nabi Muhammad Diutus Untuk Menyempurna- kan Akhlak Manusia’, Liputan6.Com, 2020 <https://www.liputan6.com/
islami/read/4259096/quraish-shihab-nabi-muhammad-diutus-untuk-me- nyempurnakan-akhlak-manusia>.
pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam kegiatan belajar masih belum maksimal, disamp- ing itu penilaian karakter terhadap siswa juga belum terlaksana dengan optimal. Guru masih cenderung berorientasi pada pembelajaran pembiasaan budaya pendidikan karakter tidak mengulangnya di rumah dan lebih sibuk dengan main hp tanpa pengawasan menjadikan kebiasaan sehari-hari. Kebiasaan buru penggunaan handphone, anak memparodikan dan menirukan gerakan di media social yang kurang pan- tas dan kurang senonoh. Kurangnya budaya sopan santun, kebiasaan sering berkata kasar dan ucapan yang kurang baik dalam kesehariannya disekolah Kurangnya kesadaran siswa dalam kegiatan berunsur penguatan karakter seperti kegiatan keagamaan dan upacara belum khitmat khusyuk. Hal ini diperkuat oleh hasil wawancara dengan guru PAI SDN 03 Tebat Karai Ibu Desi Rofiah, S.Pd menjelaskan sebagai berikut :
“Ya saat ini menggunakan Kurikulum 2013 di SDN 03 Tebat Karai ini, namun penerapanya kami sadari masih belum maksimal, dan belum berjalan sesuai dengan yang diharapkan, terkhusus pada mata pela- jaran PAI, masih terdapat beberapa kendala yang di- hadapi, seperti beberapa materi pembelajaran yang seharus belum dimaksimalkan sekali sesuai dengan kurikulum 2013, keterbatas jam pembelajaran PAI, kesadaran anak akan tanggung jawab atas diri sendiri masih kurang, peran orang tua dalam mendidik anak masih kurang serta kebiasaan buruk zaman sekarang atas kemajuan teknologi.”
Rumusan Masalah
Dari pembatasan masalah diatas peneliti meru- muskan sejumlah pertanyaan yang berkenaan den- gan penelitian sebagai berikut:
1. Bagaimana implementasi nilai pendidikan karakter di SD Negeri 03 Tebat Karai Kabu- paten Kepahiang?
2. Apa Saja faktor pendukung dan penghambat
3Kementrian Agama RI, Mushaf Al-Qur’an Digital, Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, 2019 <Https://Quran.Kemenag.Go.Id/Surah/33>.
4Observasi awal Penulis di SD Negeri 03Tebat Karai, pada 24 Agustus 2022
5Wawancara dengan ibu Desi Rofiah, S.Pd. selaku guru PAI SDN 03 Tebat Karai pada tanggal 24 Agustus 2022
yang dihadapi dalam implementasi nilai pen- didikan karakter di SD Negeri 03 Tebat Karai Kabupaten Kepahiang?
Landasan Teori
1. Pengertian Pendidikan Karakter
Pengetian pendidikan karakter kata karakter di- ambil dari Bahasa Yunani kharakter yang berakar dari diksi “kharassein” yang berarti memahat atau mengukir. Sedangkan dalam bahasa latin karakter bermakna membedakan tanda. Dalam Bahasa Indo- nesia, karakter dapat diartikan sebagai sifat-sifat, keji- waan/tabiat/watak.
Kata akhlak berasal dari Bahasa Arab yang sudah di Indonesiakan yang juga diartikan dengan istilah perangai atau kesopanan.Kata adalah jamak taksir dari kata yang secara etimologis mem- punyai arti tabiat (al sajiyyat), watak (al thab) budi pekerti, kebijaksanaan, agama (al din). Menurut para ahli akhlak adalah suatu keadaan yang melekat pada jiwa manusia, yang dari padanya lahir perbuatan- perbuatan dengan mudah, tanpa melalui proses pe- mikiran (secara spontan), pertimbangan, atau peneli- tian. Akhlak biasa disebut juga dengan dorongan jiwa manusia berupa perbuatan yang baik dan buruk.
2. Nilai-nilai Pendidikan Karakter
Terdapat beberapa nilai dari pendidikan karakter:religius, jujur, toleransi, disiplin kerja keras, kre- atif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat ke- bangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, karakter bersahabat/ komuniktif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung jawab.
Metode Pendidikan Karakter a. Metode keteladanan
Yang dimaksud dengan metode keteladanan yaitu
suatu metode pendidikan dengan cara memberikan contoh yang baik kepada peserta didik, baik didalam ucapan maupun perbuatan. Keteladanan merupa- kan salah satu metode pendidikan yang diterapkan Rasululullah dan paling banyak pengaruhnya terh- adap keberhasilan menyampaikan misi dakwahnya.
Ahli pendidikan banyak yang berpendapat bahwa pendidikan dengan teladan merupakan metode yang paling berhasil. Pendidik akan merasa mudah meng- komunikasikan pesannya secara lisan. Namun anak akan merasa kesulitan dalam memahami pesan itu apabila pendidiknya tidak memberi contoh tentang pesan yang disampaikannya.
b. Metode pembiasaan
Pembiasaan menurut merupakan proses pena- naman kebiasaan. Sedang kebiasaan (habit) ialah cara-cara bertindak yang persistent, uniform dan hampir-hampir otomatis (hampir tidak disadari oleh pelakunya). Metode atau model pembiasaan dalam pendidikan karakter merupakan salah satu cara den- gan membiasakan hal baik yang dilakukan agar men- jadikannya terbiasa dan berbudaya dalam kehidupan sehari-hari.
c. Metode memberi nasehat
Nasehat adalah penjelasan kebenaran dan ke- maslahatan dengan tujuan menghindarkan orang yang dinasehati dari bahaya serta menunjukkannya kejalan yang mendatangkan kebahagiaan dan man- faat. Metode nasehat dalam pendidikan karakter merupakah salah satu cara dalam pengembangan pendidikan karakter dengan memberikan pencerahan merupa nasihat atau masukan dalam mengembang- kan kepribadian diri untuk lebih baik lagi dalam be- rakhlaq.
d. Metode motivasi dan intimidasi
Metode motivasi dan intimidasi dalam Bahasa Arab disebut dengan Uslubal targhib wa al tarhib atau metode targhib dan tarhib. Targhib berasal dari kata kerja raggaba yang berarti menyenangi, menyukai, dan mencintai.Kemudian kata itu diubah menjadi kata benda targhib yang mengandung makna suatu
6Sri Narwanti, Pendidikan Karakter Pengintegrasian 18 Nilai Pembentuk Karakter Dalam Mata Pelajaran (Yogyakarta: Familia, 2011).h.1.
7Syafi;ah dan H. Ahmad Ismail M. M. Abdul Mujieb, Ensiklopedi Ta- sawuf Imam Al-Ghazali, in Tasawuf, ed. by Luqman Junaedi (Jakarta Sela- tan: Publika, Hikmah Mizan, 2009). h. 38.
8Syahidin, Metode Pendidikan Qurani Teori Dan Aplikasi (Jakarta: Mi- saka Galiza, 1999)..h. 135
9MA Hery Noer Aly, Ilmu Pendidikan Islam, ed. by Salimi ahmad (Ja- karta: Logos Wacana Ilmu, 1999). h. 178
harapan untuk memperoleh kesenangan, kecintaan dan kebahagiaan yang mendorong seseorang sehing- ga timbul harapan dan semangat untuk memperoleh- nya. Sedangkan targhib berasal dari rahhaba yang berarti menakut-nakuti atau mengancam.Manakut- nakuti dan mengancamnya sebagai akibat melakukan dosa atau kesalahan yang dilarang Allah atau akibat lengah dalam menjalankan kewajiban yang diperin- tahkan Allah.
e. Metode persuasi
Metode persuasi adalah menyakin-kan peserta didik tentang sesuatu ajaran dengan kekuatan akal.
Penggunaan metode persuasi didasarkan atas pan- dangan bahwa manusia adalah makhluk yang be- rakal.Artinya Islam memerintahkan kepada manusia untuk menggunakan akalnya dalam membedakan antara yang benar dan salah serta atau yang baik dan buruk.
f. Metode kisah
Metode ini sangat digemari khususnya oleh anak kecil, bahkan sering kali digunakan oleh seorang ibu ketika anak tersebut akan tidur. Apabila metode ini disampaikan oleh orang yang pandai bercerita, akan menjadi daya tarik tersendiri. Namun perlu diingat bahwa kemampuan setiap murid dalam menerima pesan yang disampaikan sangat dipengaruhi oleh tingkat kesulitan bahasa yang digunakan.Oleh karena itu, hendaknya setiap pendidik bisa memilih bahasa yang mudah dipahami oleh setiap anak.
Tujuan Pendidikan Karakter
Pembentukan karakter harus dikembangkan sejak dini yaitu sejak dibangku sekolah dasar untuk menin- gkatkan kemampuan dalam menjadikan manusia se- bagai makhluk yang berketuhanan dan mengembang
amanah di dunia yang diarahkan pada pembentukan watak dan kepribadianya.
Tujuan pembentukan karakter merupakan salah satu tujuan pendidikan nasional, sebagaimana dis- ebutkan dalam UU Sisdiknas tahun 2003 Pasal I yang menyatakan bahwa diantara tujuan pendidikan na- sional adalah mengembangkan potensi santri untuk memiliki kecerdasan, kepribadian, dan pembentukan karakter mulia.
Tujuan pembentukan karakter adalah untuk men- ingkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidi- kan yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter dan pembentukan karakter mulia santri se- cara utuh, terpadu, dan seimbang.
Faktor yang Mempengaruhi Pendidikan Karakter Pendidikan karakter dalam pelaksanaannya pas- tilah memiliki sesuatu yang menjadikannya sebuah kendala yang mana mempengaruhi dalam jalannya proses pembinaan nilai pendidikan karakter, adapun faktor yang mempengaruhinya antara lain sebagai berikut.insting (naluri, Adat kebiasaan, pola dasar bawaan dan lingkungan.
Metode Penelitian
Metode penelitian kualitatif adalah metode peneli- tian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi ob- jek alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara trianggu- lasi (gabungan), analisis bersifat induktif dan hasil pe- nelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi.
Alat pengumpulan data berarti instrumenatau perangkat yang digunakan untuk mengumpulkan data. Sebagai ilustrasi dapat dijelaskan sebagai beri- kut: penelitian yang mengumpulkan data dengan
10Hery Noer Aly. h. 134
11Hery Noer Aly. h. 190
12Syahidin.h. 121
13Hery Noer Aly. h. 190
14Hery Noer Aly. h. 193
15Pasal I UU Sisdiknas Tahun 2003
16Mansur Muslich, Pendidikan Karakter Menjawab Tantangan Krisis Multidimensional, Cetakan ke (Jakarta: Bumi Aksara, 2011). h. 81
17Sugiyono, ‘Memahami Penelitian Kualitatif’, in Penelitian, 1st, cet.ke- 10 (Bandung: Alfabeta, 2014). h. 1
18Endang Mulyatiningsih, Metode Penelitian Terapan Bidang Pendidi- kan, in Penelitian (Bandung: Alfabeta, 2019).) hal. 24-25
19Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif. h. 117
20Rahma Nurbaiti, Dkk. PembentukanKarakter Religius Siswa Melalui Pembiasaan Aktivitas Keagamaan, El Bidayah: Journal of Islamic Elemen- tary Education, 2.1 (2020). h. 63
21Betles Natalini and Agustina Tyas Asri Hardini, ‘Implementasi Program Pendidikan Karakter Di Sd Kanisius Gendongan Salatiga’, JRPD (Jurnal Riset Pendidikan Dasar), 3.1 (2020), 77–86 <https://doi.org/10.26618/jrpd.
v3i1.3253>. h. 83
metode tes maka memerlukan alat/instrument yang berupa soal-soal tes. Selanjutnya matode wawan- cara memerlukan alat berupa pedoman wawancara (interview guide), metode observasi memerlukan alat berupa lembarobservasi atau cek list, dsb. Validitas merupakan derajat ketepatan antara data yang terjadi pada objek penelitian dengan daya yang dilaporkan oleh peneliti.Dengan demikian data yang valid adalah data yang tidak berbeda anatar data yang dilaporkan peneliti dengan data yang sesungguhnya terjadi pada objek penelitian.
Pembahasan
Implementasi merupakan usaha yang dilakukan dalam mewujudkannya atau terciptanya sebuah pros- es yang dapat menghasilkan sebuah tujuan yang baik, implementasi nilai pendidikan karakter di SD Negeri 03 Tebat Karai telah dilaksanakan sesuai yang tertu- ang tujuan sekolah yang itu mencetak generasi ung- gul berkarakter, berwawasan luas dan peduli terhadap lingkungan, hal tersebut sudah sedang diusahakan oleh sekolah untuk menanampak pendidikan karak- ter di sekolah dan melaksanakan pembinaan melalui kegiatan di sekolah.
Kemudian mengenai penelitian ini dalam imple- mentasi nilai pendidikan karakter di sekolah dapat dijabarkan sebagiamana berikut ini.
1. Implementasi Nilai Pendidikan Karakter Siswa di SD Negeri 03 Tebat Karai Kabupaten Kepa- hiang.
a. Implementasi Kurikulum pedidikan karakter Implementasi nilai pendidikan karakter di sekolah tidak lepas dengan yang namanya kurikulum pem- belajarannya. Kurikulum berperan penting dalam sekolah, karena dalam kurikulum dijelaskan tentang tata kelola manajemen pendidikan dan sumber daya manusia (SDM) seluruh anggota masyarakat yang berkaitan di dalam sekolah. Kepemimpinan Kepala sekolah SD Negeri 03 Tebat Karai sedang menggagas program sekolah dalam hal pelaksanaan pendidikan
karakter sekolah yang akan melibatkan seluruh ele- men masyarakat di sekolah. Saat ini dalam pelasa- naannya upaya dalam implementasi kurikulum pen- didikan karakter sekolah telah menyusun kegiatan pembelajaran yang terhubung dengan kegiatan pem- belajarannya kemudian dilaksanakan kegiatan pe- nunjang pembelajaran dalm upaya untuk penguatan dan pembiasaan dalam nilai karakternya sehingga diharapkan mampu memperbaiki dan menanamkan nilai budipekerti yang baik di sekolah maupun dim- syarakat.
b. Implementasi nilai karakter dalam pembelajaran Kegiatan implementasi nilai pendidikan karak- ter dalam pembelajaran yang ada di SD negeri 03 Tebat Karai, hal yang penting pertama adalah guru dan kepala sekolah memberikan prilaku dan contoh yang baik dalam kesehariannya dalam berpilaku, berbusana yang baik sopan dan tegas bijak dalam keputusan di sekolah. Pembelajaran kurikulum 2013 dilaksanakan dengan baik kemudian dihubungkan dengan nilai pendidikan karakter dan diaplikasikan dalam perbuatan seperti guru memberikan ketela- danan atau memberikan kisah inspiratif yang dapat membangkitkan semangat dalam belajar, kemudian membiasakan kegiatan pembelajaran diawali dengan bersama sama melaksanakan murojaah (Mengulang bacaan) Al-Quran untuk menanamkan kan kebiasaan dan literasi dalam memperalajari Al-Quran, kemudi- an memberikan dorongan dan motivasi tentang amal yang dilakukan selama didunia akan mendapatkan ganjaran dikhirat sehingga mereka dapat terbuka dan menjadi lebih sadar dalam melaksanakan ibadah dan berprilaku yang baik.
c. Implementasi nilai karakter dalam kegiatan Sekolah
Pembiasaan selanjutnya kegiatan melaksanakan sholat dhuha dan sholat dhuhur berjamaah.sekolah hanya membiasakan shalat dhuha dan shalat dhuhur secara berjamaah dengan harapan khusus mereka terbiasa dalam melaksanakan shalat wajib lainnya, tu- juan yang lain sebagai supaya mendekatkan diri dan mengingat kepada Allah SWT sebagai pengaplikasian
22Rahma Nurbaiti.PembentukanKarakter Religius Siswa Melalui Pembi- asaan Aktivitas Keagamaan, h. 62
rasa syukur terhadap nikmat yang telah diberikan ke- pada mereka.
SD Negeri 03 Tebat Karai telah melaksanakan be- berapa kegiatan yang menunjang kegiatan pembela- jaran guna mengimplementasi pendidikan karakter di sekolah. Kegiatan itu antara lain yaitu, pertama pelaksanaan upacara bendera dalam kegiatan terse- but ditanamkan nilai pendidikan karkater yaitu berani dan tanggung jawab sebagai petugas upacara, tertib dan disiplin dalam mengikuti upacar tepat waktu dan guru memberikan keteladanan melalui amanat pem- bina ucapara. Kedua yaitu kegiatan kultum dan sholat dhuha, ketiagan tersebut merupakan kegaiatan yang membiasakan mereka untuk melaksanakan kegiatan keagamaan ibadah keseharian (Ibadah Alamiyah) se- bagai bentuk penanaman pendidikan karakter religius, harapannya siswa dapat melaksanakan kegiataan iba- dah dengan baik dan tertip, membiasakan kegiatan ibadah kesehraian, kemudian juga memberikan cerita nasihat dan memotivasi mereka untuk membangkit- kan semangat dalam melaksanakan ibadah dan mem- perbaiki prilaku. Ketiga yaitu kegiatan pramuka dan Jelajah alam merupakan kegiatan yang sejalan, keg- iatan tersebut bertujuan untuk memberikan pengala- man baru dan mengembangkan keterampilan siswa untuk cinta tanah air dan peduli lingkungan.Kegiatan ini juga mereka diajak untuk bersama melaksanakan pelatihan kemandirian dengan melaksanakan tugas yang diberikan oleh Pembina untuk diselesaikan dan berjalan-jalan diseputaran sekolah untuk mengamati keadaan alam dan lingkungan di sekitar sekolah.
d. Implementasi nilai karakter dalam keseharian di sekolah
Pengembangan budaya sekolah dan pusat kegia- tan belajar, pengembangan program pendidikan kara- kter dalam budaya sekolah diantaranya pembiasaan senyum, salam, dan sapa, doa dan pembacaan re- nungan, menjaga kebersihan diri dan lingkungan dan Jumat Kasih (kegiatan memberi persembahan berupa uang setiap hari Jumat). Penerapkan kebiasaan me- nyapa dan menghormati orang yang lebih tua, me- nanamkan akhlak kepada anakanak untuk tertib, sopan santun dan juga ramah kepada guru, bahkan
kepada teman- temannya bertujuan agar siswa terbi- asa bersikap ramah.Pembiasaan yang kedua dengan membaca do’a sebelum dan sesudah belajar dengan mengharapkan ridho dari Allah SWT.
Di SD Negeri 03 Tebat Karai dalam pelakasaan imle- mentasi nilai karakter dalam keseharian di sekolah juga telah menerapkan kebiasaan yang dijadikan budaya baik di sekolah untuk menumbuhkan jiwa dalam perpri- laku baik.beberapa kegiatan yang berikan melalui kete- ladanan dan nasihat dalam pelasnaaan kultum, nasihat Pembina upacara bendera, nasihat guru dalam pembe- lajaran dan teguran guru setiap bertemu menumbuhkan karakter siswa. Adapun nilai karakter dalam keseharian itu antara lain memberikan teguran salam sapa ramah ketika bertemu orang dijalan terkhusus disekolah den- gan guru, kepala sekolah dan teman sebayanya, me- mulai segala perbuatan dengan berdoa minimal mereka diajarkan memulai pekerjaan dengan “Bismillahirrohm- anirrohim” sebagai bentuk rasa syukur kepada tuhan, melaksanakan penggalangan dalam keadaan ben- cana dengan memberikan sumbangan sukarela untuk menumbuhkan rasa peduli lingkungan dan kepedulian social, kemudian membiasakan mereka untuk memiliki rasa tanggung jawab dan mandiri dalam membersihkan dan merawat lingkungan sekolah khususnya kelas mer- eka masing-masing. Dan kebersamaan mereka melak- sanakan gotong royong melaksanakan kebersihan seko- lah dalam upaya memberihan sekolah agar terhindar dari kotor dan juga menjadi kan seluruh warga sekolah terhindar dari bibit penyakit.
2. Faktor Pendukung dan Penghambat Imple- mentasi Nilai Pendidikan Karakter Siswa di SD Negeri 03 Tebat Karai Kabupaten Kepahiang Faktor-faktor yang mendukung dan mempern- garuhi pelaksanaan dalam rangkat pengimplementasi pendidikan karakter ini sangat memperngaruhi dalam keberhasil pelaksanaannya. Kemudian faktor-faktor yang mempengaruhi dan menghambat dijabarkan sebagai berikut:
a. Faktor Pendukung dalam Implementasi nilai pendidikan karakter di SD Negeri 03 Tebat Karai Kabupaten Kepahiang.
1. Komitmen Tenaga Pendidik
Tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang standar kompetensi guru yang dikembangkan dari empat kompetensi utama, yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial. Guru memiliki tanggung jawab atas mendidik peserta didik namun juga untuk ne- nanamkan benih untuk melaksanakan prilaku yang baik dikeseharian siswa, untuk itu guru harus memi- liki komitmen bersama kepada seluruh warga sekolah untuk sama-sama menjaga prilaku dan memberikan teladan (contoh) yang baik. Kemudian berkomitmen untuk memberikan pengetahuan dan membina siswa terhadap pelaksanaan pendidikan karakter di seko- lah. Karena komitmen bersama ini akan berpengaruh besar dalam berhasil atau tidak pelaksanaannya.
2. Sarana Prasarana Sekolah
Salah satu unsur pendukung dalam pelaksa- naan pendidikan karakter di SD Negeri 03 Tebat karai adalah sarana prasana. Beberapa sarana da- pat menunjang pelaksanaan pendidikan dan proses pembelajaran seperti ruang belajar yang nyaman untuk kelancaran belajar mengajar, ruang guru un- tuk melaksanakan rapat dan tata kelola administrasi guru, kemudian lapangan sebagai sarana dalam men- jaga dan melatih kebugaran jamani melalui olahraga dan senam, kemudian mushola dan lapangan yang digunakan untuk kulum dan sholat dhuha dan ling- kungan sekolah yang memiliki pagar pembatas un- tuk mengintenskan interaksi yang dilakukan siswa di sekolah. Semua sarana dan prasarana yang ada di sekolah sangatlah mempengahuri keberlangsungan dan kesuksesan pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah.
3. Dukungan orang tua
Orang tua memegang peranan penting dalam mendidik anaknya.Tugas sekolah sebagai sarana atau wadah dalam lembaga pendidikan sudah melak- sanakan perannya dalam pendidikan karakter, peran orang tua ketika di rumah memberikan pembinaan dan pengawasan terhadap tingkah laku dan akhlak
dalam pelaksaan pendidikan karakter.Harapannya orang tua dapat bekerjasama dengan ikhlas memberi- kan pengamalan di rumah sperti mebiasakan men- gulangi pembelajaran di rumah, mengecek kelengka- pan anaknya, mengawasi kegiatan ibadahnya yaitu mengaji dan sholat serta mengawasi tingkah laku dan ucapan anaknya dirumah maupun dilingkungan masyarakat.
4. Lingkungan
Menciptakan suasana pembelajaran yang aman dan nyaman merupakan hal yang utama, lingkungan sekolah sudah disesain sedemikian rupa untuk mem- buat kegiatan lebih nyaman kemudain lingkungan sekitar rumah dan masyarakat memegang peranan penting dalam kesusksesan pendidikan karakter, seko- lah sudah memberikan pembelajaran dan pembinaan karakraker yang baik, kemudian lingkungan yang baik akan mendorong terlaksananya pendidikan karakter yang telah dibina di sekolah.
b. Faktor Penghambat dalam Implementasi nilai pendidikan karakter di SD Negeri 03 Tebat Ka- rai Kabupaten Kepahiang
1. Kurangnya motivasi peserta didik
Saat ini kondisi mental anak sedikit terganggung terlebih lagi setelah dunia pendidikan diguncang den- gan wabah virus corona yang menyerang seluruh dunia terlebih khusus di Indonesia hampir 2 tahun lebih dan alhmadulillah saat ini kondisi mulai mem- baik namun meninggalkan bekas dan kebiasaan yang kurang baik pada peserta didik, kebiasaan dirumah ketika pandemi dalam jam belajar dengan tugas dan membelajaran online membuat mereka agak dalam kebiaan belajar, malas membuka buku pelajaran di rumah, senang dan padai memainkan hp dan bahkan sebagian sibuk dengan bermain terkadang pemainan- nya dibawa hingga ke sekolah.
2. Lingkungan teman sebaya
Lingkungan tempat tinggal saat berpengaruh akan perubahan sikap seseorang, untuk itu orang tua perlu menjaga dan mengawasi prilaku anaknya dilingkun- gan rumah agar terhindar dari hal yang menyele-
weng, biasa ditemukan di lingkungan skitar banyak yang ngelem, minuman keras, merokok, mengganggu orang lain dan merusak kepunyaan orang lain. Un- tuk itu perlu pemberian pemahaman kepada anak, memberikan teladan ekpada anak di rumah, orang tua mengawasi dan melaksanakan pegiatan sholat dan mengaji agak bisa terhidar dari kerusakan prilaku dimasyarakat.
3. Menyalahgunaan teknologi
Perkembangan teknologi membuat pekembangan perubahan pada peradaban umat manusia, memiliki sisi baik dan buruk, teknologi dapat membantu dalam pembelajaran dan pengajaran dalam dunia pendidikan namun teknologi yang ada lebih cendrung disalahgu- nakan oleh siswa, disekolah guru melarang keras dan menindak siswa yang membawa hp ke sekolah terkec- uali dalam kebutuhan dan didampingi guru,. Di rumah mereka memiliki kebebasandalam penggunaannya, apa lagi disekitar rumah mereka ada yang memasang inter- net berbayar di rumah yang dapat dipancarkan. Mereka biasa menghabiskan waktu bermain game bersama, mengabiskan waktu bermain internet, memparodikan tersebut dan membuat lalai akan pekerjaan lain seperti belajar, mengaji melaksanakan sholat dan membaca buku. Sering disebut generasi sekarang adalah generasi yang merunduk, merundung bukan taat akan tetapi merundung sambil memainkan hp, hal tersebut sangat merusak generasi sekarang dan menghambat dalam pendidikan karakter.
4. Kurangnya jam belajar Agama
SD Negeri 03 Tebat Karai merupakan salah satu sekolah yang bernaung dibawah Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Kepahiang, sekolah dasar pada umumnya dalam kurikulum 2013 dalam pembelajaran agama Islam dan budi pekeri (PAI-BP) dalam seminggu hanya 4 jam pelajaran didalamnya berisikan materi yang padat didalamnya terdapat materi pengetahuan, ibadah amaliyah (keseharian) kisah dll, untuk melaksanakan semua itu dengan sem- purna dan dalam penguatan nilai pendidikan karakter belum terlaksana dengan maksmimal, perlu adanya jam tambahan atau program khusus yang dapat me-
naungin langsung pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penlitian yang telah dilakukan dalam implementasi nilai pendidikan karakter di SD Negeri 03 Tebat karai Kabupaten Kepahiang, peneli- tian ini dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Implementasi nilai pendidikan karakter pada siswa di SD Negeri 03 Tebat Karai Kabupaten Kepahiang. Dilaksanakan melalui kegiatan implementasi kurikulum atau pembiasaan bu- daya karakter, implementasi nilai karakter da- lam pembelajaran, implementasi nilai karakter dalam kegiatan sekolah dan implementasi nilai karakter dalam keseharain disekolah.
2. Faktor-foktor pendung dan pengahambat da- lam implementasi nilai pendidikan karakter pada siswa di SD Negeri 03 Tebat Karai Ka- bupaten Kepahiang. Faktor Pendukung Antara lain yaitu: Komitmen Pendidik, Sarana Prasa- rana, Dukungan dari Orang tua, dan Lingkun- gan. Faktor penghambat Antara Lain: Kurang- nya jam pembelajaran PAI, Kurangnya motifasi peserta didik dan lingkungan dan penyalahgu- naan teknologi,
Daftar Pustaka
Ary Ginanjar, Rahasia Sukses Membangun Ke- cerdasan Emosi Dan Spiritual, ed. by Agra (Jakarta, 2007)
Dr. Quraish Shihab, ‘Nabi Muhammad Diutus Untuk Menyempurnakan Akhlak Manusia, Lipu- tan6.Com, 2020 <https://www.liputan6.com/islami/
read/4259096/quraish-shihab-nabi-muhammad-diu- tus-untuk-menyempurnakan-akhlak-manusia>
Hery Noer Aly, MA, ‘Ilmu Pendidikan Islam’, ed. by Salimi ahmad (Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1999)
Kementrian Agama RI, ‘Mushaf Al-Qur’an Digital’, Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, 2019 <https://
quran.kemenag.go.id/surah/33>
M. Abdul Mujieb, Syafi;ah dan H. Ahmad Ismail M., ‘Ensiklopedi Tasawuf Imam Al-Ghazali’, in Ta- sawuf, ed. by Luqman Junaedi (Jakarta Selatan: Pub-
lika, Hikmah Mizan, 2009)
Mulyatiningsih, Endang, Metode Penelitian Tera- pan Bidang Pendidikan, in Penelitian (Bandung: Al- fabeta, 2019)
Muslich, Mansur, ‘Pendidikan Karakter Menjawab Tantangan Krisis Multidimensional’, Cetakan ke (Ja- karta: Bumi Aksara, 2011)
Narwanti, Sri, ‘Pendidikan Karakter Pengintegra- sian 18 Nilai Pembentuk Karakter Dalam Mata Pelaja- ran’ (Yogyakarta: Familia, 2011)
Natalini, Betles, and Agustina Tyas Asri Hardini,
‘Implementasi Program Pendidikan Karakter Di Sd
Kanisius Gendongan Salatiga’, JRPD (Jurnal Riset Pendidikan Dasar), 3.1 (2020), 77–86 <https://doi.
org/10.26618/jrpd.v3i1.3253>
Rahma Nurbaiti, Dkk, ‘Pembentukan Karakter Reli- gius Siswa Melalui Pembiasaan Aktivitas Keagamaan’, El Bidayah: Journal of Islamic Elementary Education, 2.1 (2020)
Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif, in Pe- nelitian, 1st, cet.ke- edn (Bandung: Alfabeta, 2014)
Syahidin, ‘Metode Pendidikan Qurani Teori Dan Aplikasi’ (Jakarta: Misaka Galiza, 1999)