PENDAHULUAN
Identifikasi Masalah
Kurangnya kesadaran guru terhadap multikulturalisme tercermin dari sikap toleransi, saling menghormati dan menghargai perbedaan suku dan ras di SMA Negeri 01 Kepahiang. Terjadi kasus perundungan, saling cemoohan antar suku dan ras hingga 15% per tahun, serta maraknya intoleransi di kalangan pelajar.
Batasan Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Terdapat kasus perundungan, saling olok-olok antar suku dan ras hingga 15% per tahun, serta wujud intoleransi di kalangan pelajar. a) Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai peran guru pendidikan agama Islam dalam pelaksanaan pendidikan multikultural bagi peserta didik dan faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pendidikan multikultural tersebut.
Sistematika Penulisan
LANDASAN TEORI
Peran Guru
Faktor penghambatnya antara lain: Masih ada siswa yang tidak akur dan malah menjadi pusat permasalahan. 18 Ashabul Kirom, “Peran Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Multikultural,” Al Murabbi Vol. 03, Tidak. 9 Desember 2017). Sebagai seorang guru, tugas guru adalah membantu siswa mengembangkan potensinya serta hal-hal yang belum diketahuinya.
Guru mengarahkan siswa berdasarkan pengalaman dan pengetahuan, sehingga guru dapat bertanggung jawab atas kelancaran proses pembelajaran. Sebagai pengawas, guru harus merumuskan tujuan pembelajaran dengan jelas dan menilai kelancaran proses pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan siswa. Guru sebagai pelatih artinya guru bertugas melatih peserta didik dalam proses pembelajaran, dari ketidaktahuan peserta didik menjadi pengetahuan, dari tidak terampil menjadi terampil.
Seorang guru harus berfungsi sebagai pengasuh, pelatih, pengasuh dan pembimbing serta pemberi ilmu dan keterampilan kepada masyarakat yang membutuhkan pada umumnya, dan siswa pada khususnya. Seorang pendidik mempunyai tugas untuk menyampaikan ilmu agama kepada peserta didiknya agar kemudian dapat diterapkan dalam kehidupan peserta didik sehari-hari. Guru harus mampu menerima dan membantu menyelesaikan permasalahan siswa dengan penuh simpati dan kesabaran.
Guru hendaknya menghindari siswa dari situasi yang membuat siswa merasa terancam dan tidak nyaman.
Pendidikan Multikultural
Nilai-Nilai Pendidikan Multikultural dalam Pendidikan Agama Islam (Kajian Materi dalam Panduan Pengembangan Kurikulum PAI Sekolah Menengah Departemen Pendidikan Nasional RI 2006). Bagaimana peranan guru pendidikan agama Islam dalam pelaksanaan pendidikan multikultural pada siswa di SMA Negeri 01 Kepahiang, serta faktor pendukung dan penghambat penerapan pendidikan multikultural tersebut. Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SMA Negeri 01 Kepahiang adalah membangun sikap kepedulian sosial.
Hal ini didukung dengan hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan Ibu Hermi Oktapia selaku guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SMA Negeri 01 Kepahiang yang menyatakan bahwa:. Hal ini didukung dengan hasil wawancara dengan Ibu Hermi Oktapia selaku guru PAI SMA Negeri 01 Kepahiang berikut ini :. Dalam melaksanakan pendidikan multikultural di kelas, guru pendidikan agama Islam (IRA) menggunakan pendidikan multikultural melalui kegiatan pelatihan dasar kepemimpinan (BLT).
Pernyataan diatas didukung oleh hasil wawancara dengan Ibu Hermi Oktapia selaku guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pembina Rohis Al-Fallah di SMA Negeri 01 Kepahiang yaitu:. Selain itu, penulis memverifikasi data melalui wawancara dengan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMA Negeri 01 Kepahiang. Ada beberapa faktor yang menghambat guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam melaksanakan pendidikan multikultural bagi siswa di SMA Negeri 01 Kepahiang.
Berdasarkan hasil wawancara mengenai faktor penghambat guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam implementasi pendidikan multikultural bagi siswa di SMA Negeri 01 Kepahiang. Dengan melakukan analisis mengenai peran guru pendidikan agama Islam dalam implementasi pendidikan multikultural siswa di SMA Negeri 01 Kepahiang. Selanjutnya peran guru PAI dalam melaksanakan pendidikan multikultural pada siswa di SMA Negeri 01 Kepahiang dilakukan melalui;
Dalam pelaksanaan pendidikan multikultural di luar kelas, guru Pendidikan Agama Islam (IRA) menerapkan pendidikan multikultural dengan melihat kegiatan bersama (nobar). Sarana dan prasarana di SMA Negeri 01 Kepahiang sudah memadai untuk mendukung terselenggaranya pendidikan multikultural bagi siswa. Nilai-nilai multikultural tersebut sudah ada dalam materi Pendidikan Agama Islam (IAI) yang mengajarkan tentang pendidikan multikultural, yang selanjutnya diajarkan oleh guru Pendidikan Agama Islam (IAI) kepada siswa di SMA Negeri 01 Kepahiang.
Peran Guru PAI dalam Menerapkan Pendidikan
Penelitian Terdahulu
Penelitian mengenai toleransi telah banyak dilakukan sebelumnya, jenis penelitian yang berkaitan dengan pendidikan multikultural bermacam-macam, hal ini dikarenakan subjek penelitian ini sangat relevan dengan keadaan di Indonesia yang mempunyai perbedaan suku, ras, adat istiadat dan agama. Dari beberapa penelitian terdahulu yang coba peneliti pahami untuk menjadi referensi dan rujukan serta menambah wawasan dalam penelitian ini. Dengan judul skripsi “Pengenalan Nilai Multikultural Melalui Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 22 Bengkulu Selatan” yang kemudian diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Tadris IAIN Bengkulu.
Dalam hal ini yang menjadi fokus penelitian adalah bagaimana proses pengenalan nilai-nilai multikultural melalui Pendidikan Agama Islam berkembang. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa penanaman nilai-nilai multikultural melalui Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 22 Bengkulu Selatan diberikan melalui kebiasaan-kebiasaan baik yang ada di lingkungan sekolah, mengingat adanya kegiatan yang dapat meningkatkan nilai-nilai sosial siswa, dll. . Di sekolah ini dapat dikatakan mampu menanamkan nilai-nilai keagamaan dan multikultural kepada siswanya, segala upaya dilakukan pihak sekolah dengan bantuan seluruh guru khususnya guru Pendidikan Agama Islam.
Persamaan penelitian diatas dengan penelitian ini adalah sama-sama menyelidiki pendidikan multikultural melalui pendidikan agama Islam. Perbedaan penelitian diatas dengan penelitian ini adalah penelitian ini menjelaskan lebih lanjut mengenai peran guru pendidikan agama Islam dalam penyelenggaraan pendidikan. 45 Anita Sari, Penanaman Nilai Multikultural Melalui Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 22 Bengkulu Selatan, Bengkulu: Institut Agama Islam Negeri Bengkulu, 2020.
Dengan judul skripsi “Implementasi Pendidikan Islam Multikultural dalam Sikap Toleransi Beragama Siswa di SMP Mardi Sunu Surabaya.”. Dalam hal ini yang menjadi fokus penelitian adalah melakukan analisis mendalam terkait aspek-aspek yang mempengaruhi sikap toleransi yang dianut peserta didik, yang harus dijabarkan lebih lanjut dengan mengaitkan fakta-fakta yang terjadi di lapangan dengan konsep-konsep yang ada dalam multikultural. pendidikan dan pendidikan agama Islam. Persamaan penelitian diatas dengan penelitian penulis adalah sama-sama sama-sama meneliti pendidikan multikultural.
Perbedaan penelitian diatas dengan penelitian ini adalah penelitian ini menjelaskan lebih lanjut tentang peranan guru Pendidikan Agama Islam dalam pelaksanaan pendidikan multikultural peserta didik, serta faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pendidikan multikultural, sedangkan penelitian-penelitian sebelumnya fokus pada penelitian ini. riset. 46 Faridhatus Sholihah, Penerapan Pendidikan Islam Multikultural Terhadap Sikap Toleransi Beragama Siswa di SMA Mardi Sunu Surabaya Surabaya: Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, 2016.
Kerangka Berpikir
METODE PENELITIAN
- Setting Penelitian
- Subjek dan Informan Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Penjamin Keabsahan Data
- Teknik Analisis Data
Selanjutnya hasil wawancara tersebut didukung dengan hasil wawancara dengan Hafis salah satu siswa SMA Negeri 01 Kepahiang sebagai berikut: 64 Hasil wawancara dengan Hafis sebagai siswa SMA Negeri 01 Kepahiang pada hari Selasa tanggal 26 Januari. Dari hasil wawancara kepada kedua orang guru Pendidikan Agama Islam (PAI) diketahui bahwa peran guru PAI dalam pelaksanaan pendidikan multikultural bagi siswa di SMA Negeri 01 Kepahiang telah berperan baik dalam membangun jiwa siswa. sensitivitas gender di kelas.
Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa peran guru Pendidikan Agama Islam (IRA) di SMA Negeri 01 Kepahiang dalam hal membangun sikap anti diskriminasi etnis dilakukan melalui penggunaan metode pembelajaran. Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa peran guru Pendidikan Agama Islam (IRA) di SMA Negeri 01 Kepahiang dalam hal membangun sikap anti diskriminasi etnis dilakukan melalui penggunaan metode pembelajaran.
HASIL PENELITIAN
Paparan Data
63 Hasil wawancara dengan Ny. Ferni Ade Lestari selaku guru Pendidikan Agama Islam (IRA) (Pada Selasa 26 Januari 2021 pukul 09:35 WIB). 65 Hasil wawancara dengan Ny. Hermi Oktapia selaku guru Pendidikan Agama Islam (IRA) (Pada Rabu 27 Januari 2021 pukul 08:35 WIB). 66 Hasil wawancara dengan Ny. Ferni Ade Lestari selaku guru Pendidikan Agama Islam (IRA) (Pada Rabu 27 Januari 2021 pukul 09:05 WIB). 4).
67 Hasil wawancara dengan Ny. Hermi Oktapia selaku guru Pendidikan Agama Islam (IRA) (Pada Rabu, 28 Januari 2021 pukul 09:00 WIB). 69 Hasil wawancara dengan Ny. Hermi Oktapia selaku guru Pendidikan Agama Islam (IRA) (Pada Kamis 28 Januari 2021 pukul 09:35WIB). Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam implementasi pendidikan multikultural pada siswa di SMA Negeri 01 Kepahiang, selain melalui metode pembelajaran yang mengarah pada pendidikan multikultural, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) juga berusaha menerapkan pendidikan multikultural melalui program-program yang berskala nasional dan daerah. lagu kebangsaan dinyanyikan.
70 Hasil wawancara dengan Ibu Ferni Ade Lestari selaku guru Pendidikan Agama Islam (PAI) (pada Kamis, 28 Januari 2021 pukul 09:44WIB). 72 Hasil wawancara dengan Ibu Hermi Oktapia selaku guru Pendidikan Agama Islam (PAI) (pada hari Jumat tanggal 29 Januari 2021 pukul 08:45 WIB). 73 Hasil wawancara dengan Ibu Ferni Ade Lestari selaku guru Pendidikan Agama Islam (PAI) (pada hari Senin tanggal 4 Februari 2021 pukul 10.40 WIB).
75 Hasil wawancara dengan Ibu Hermi Oktapia selaku guru pendidikan agama Islam (PAI) (pada hari Kamis, 4 Februari 2021 (09:10 WIB). 77 Hasil wawancara dengan Ibu Ferni Ade Lestari selaku guru Pendidikan Agama Islam (PAI) (Pada hari Jumat tanggal 5 Februari 2021 (08:40WIB) 1) 82 Hasil wawancara dengan Ibu Hermi Oktapia selaku Pembimbing Kerohanian Al-Fallah dan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) (pada hari Rabu, Februari 09, 2021 WIB (08:30 WIB).
Dalam melaksanakan pendidikan multikultural di luar kelas, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) menggunakan pendidikan multikultural melalui kegiatan melihat bersama (nobar) Rohis Al-Fallah. 83 Hasil wawancara dengan Ibu Hermi Oktapia selaku pembimbing spiritual Al-Fallah dan guru pendidikan agama Islam (PAI) (Rabu, 9 Februari 2021 jam (08:55WIB). 1). 92Hasil wawancara dengan Ibu Hermi Oktavia yang merupakan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) (Rabu 17 Februari 2021 pukul 11:15 WIB).
Selain itu, pernyataan tersebut didukung oleh hasil wawancara dengan guru Pendidikan Agama Islam (IRA) mengenai faktor-faktor penghambat terselenggaranya pendidikan multikultural, sebagai berikut: