• Tidak ada hasil yang ditemukan

implementasi profesional pengawas dalam

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "implementasi profesional pengawas dalam"

Copied!
231
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Sebagai pembimbing pendidikan dan bimbingan di sekolah bimbingan, sudah sewajarnya mereka dituntut untuk memiliki pemahaman tentang pengetahuan dan perkembangan berpikir mengenai perubahan staf binaan yaitu pimpinan sekolah dan terutama guru yang menjadi subjek pengawasan ketika konselor menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai konselor sekolah. Dari enam kompetensi profesional yang menjadi ukuran keberhasilan pengawas madrasah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, peneliti menekankan dua dalam penelitian ini, yaitu kompetensi kepemimpinan dan kompetensi supervisi akademik. Keberadaan pengawas sekolah dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya secara profesional dalam pengawasan akademik dan manajerial juga tertuang dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (MENPAN) dan Reformasi Birokrasi Nomor 21 Tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Penilaian Kredit, tugas utama pengawas sekolah adalah “melaksanakan tugas pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pelajaran”.

Dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pengawasan manajerial di bidang pengelolaan prasarana/material, pengawasan administrasi personal atau personalia dan pengawasan administrasi. Juga dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pembimbing akademik di bidang perencanaan kegiatan, bimbingan kegiatan dan/atau bimbingan pembelajaran, bimbingan pelaksanaan kegiatan/bimbingan pembelajaran dan bimbingan penilaian proses dan hasil belajar/bimbingan.

Rumusan Masalah

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini dapat menjadi solusi atas kasus-kasus permasalahan yang selama ini mengalami kendala di lapangan. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk meningkatkan dan memberdayakan para pelaksana pendidikan khususnya guru dan kepala madrasah di SD Islam swasta di daerah terpencil di kecamatan Sambalia.

Penelitian Terdahulu Yang Relevan

Bedanya pada penelitian sebelumnya, kinerja pengawas dilihat dari kontribusinya terhadap peningkatan kinerja guru PAI, sedangkan peneliti pada penelitian yang dilakukan membatasi diri untuk menggali data kinerja pengawas yang menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara profesional dalam kompetensi manajerial, akademik dan evaluasi pendidikan. Dengan persamaan dan perbedaan tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa keberadaan peneliti dalam penelitian ini hanya sebatas penguatan teori tugas dan tanggung jawab pengawas secara umum. Mengenai objek penelitian sebagai tujuan dalam pelaksanaan kegiatan supervisi terdapat perbedaan dimana pada penelitian sebelumnya objek penelitian ditetapkan pada guru pendidikan agama Islam di Madrasah Aliyah Provinsi Gorontalo untuk mendapatkan data peran pengawas dalam peningkatan kompetensi guru pendidikan agama Islam, sedangkan pada penelitian yang dilakukan peneliti menentukan fasilitas yang ada di Madrasah Ibtidaiyah se-KKM Sembila Lombok Timur. keahlian pengawas dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab dalam pelaksanaan kompetensi manajerial, akademik dan evaluasi pendidikan.

Selain posisi kedua penelitian yang juga berada pada posisi yang berbeda berdasarkan temuan data, keduanya memiliki posisi yang sama dalam memperkuat teori tugas dan tanggung jawab pengawasan. Pendekatan yang dilakukan pada penelitian sebelumnya adalah kuantitatif untuk mendapatkan data tentang pengaruh kinerja Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) terhadap kreativitas dan kompetensi pedagogik guru Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 02 Kabupaten Wonogir, sedangkan peneliti dalam penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif untuk memperoleh data tentang profesionalisme dan kinerja manajer pengawas. dan kompetensi evaluasi pendidikan.

Kerangka Teori

  • Konsep Dasar Pengawas Madrasah
  • Profesional Pengawas Madrasah
  • Supervisi Pengawas Madrasah
  • Dimensi Profil Pengawas Madrasah yang Profesional …. 36

17 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 143 Tahun 2014 Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Fungsi Fungsional Pengawas Sekolah Dan Angka Kredit, 1 Dan 7. Dalam Permendikbud Nomor 143 Tahun 2014 Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Fungsi Fungsional Pengawas Sekolah Dan Angka Kredit, dijelaskan rincian tugas pengawas sekolah sebagai berikut. Kriteria pengawas profesional diatur dalam undang-undang nomor 14 tahun 2005 tentang kriteria yang harus dimiliki oleh seorang guru dan pengawas sekolah.

Dari peraturan pemerintah di atas dapat dipahami bahwa seorang konselor sekolah harus memenuhi kualifikasi pendidikan dan keahlian profesional sebagai prasyarat dasar untuk menjadi seorang konselor sekolah. Konselor harus memiliki kompetensi manajerial, yaitu kemampuan konselor sekolah dalam melakukan supervisi manajerial, seperti menilai dan membina kepala sekolah dan tenaga pengajar lainnya di sekolah untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan dan administrasi sekolah. Kompetensi manajerial yang harus dikuasai oleh konselor sekolah dalam melaksanakan supervisi manajerial adalah sebagai berikut.

Selain kewenangan pengawasan manajemen, pengawas sekolah diharapkan memiliki kemampuan menganalisis, mengevaluasi, membimbing guru dan kepala sekolah dalam pekerjaan yang berkaitan dengan akademik.

Metode Penelitian

  • Pendekatan Penelitian
  • Kehadiran Penelitian
  • Lokasi Penelitian
  • Sumber Data
  • Prosedur Pengumpulan Data
  • Teknik Analisa Data
  • Validitas Data

Penelitian yang dilakukan adalah penelitian lapangan dan meliputi analisis literatur untuk mendapatkan data teoritis sebagai dasar penyajian. Dalam kegiatan penelitian kualitatif, terdapat dua jenis sumber data primer yaitu data yang berasal dari orang-orang dalam penelitian ini yang merupakan pengawas sekolah dan/atau madrasah di kecamatan Sembeliaa untuk menggali data berupa profesionalisme pengawas sekolah/madrasah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dalam kompetensi manajerial, akademik dan penilaian pendidikan. Prosedur pengumpulan data dalam kegiatan penelitian menunjukkan penggunaan sejumlah metode yang relevan dengan jenis data yang diperoleh.

Metode penelitian dalam suatu kegiatan penelitian adalah metode yang digunakan peneliti untuk memperoleh data-data yang diperlukan. Metode wawancara disebut juga wawancara; yaitu “metode pengumpulan data, yang dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan secara lisan kepada sumber data, dan dilakukan dalam bentuk tanya jawab yang sistematis, serta berdasarkan tujuan penelitian”84. Dalam kegiatan penelitian, metode pengumpulan data observasional merupakan teknik pengumpulan data yang memiliki ciri khusus dibandingkan dengan teknik pengumpulan data lainnya.

Dengan demikian, data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang jelas dan memudahkan peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya dan query data bila diperlukan. Validitas adalah derajat ketelitian antara data yang terjadi pada objek penelitian dengan kekuatan yang dapat dilaporkan oleh peneliti. Triangulasi adalah teknik validasi data yang menggunakan sesuatu di luar data untuk tujuan kontrol atau pembanding.

Triangulasi sumber untuk menguji reliabilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Triangulasi metode artinya pengecekan data dengan cara membandingkan data yang diperoleh melalui metode yang digunakan peneliti dengan metode observasi dan wawancara.98. Selain itu, triangulasi data juga diterapkan dimana data yang diperoleh dari penerapan metode observasi digabungkan dengan data yang diperoleh dari penerapan metode observasi dan dokumentasi.

Sistematika Penulisan

PAPARAN DATA DAN TEMUAN

  • Gambaran Umum Lokasi Penelitian
  • Profesional Pengawas dalam Melaksanakan Tugas dan
  • Profesional Pengawas dalam Melaksanakan Tugas dan
  • Kendala yang dihadapi Pengawas dalam Melaksanakan Tugas
  • Solusi yang Dilakukan Pengawas ketika Menghadapi kendala

Kendala yang dihadapi Pengawas Sekolah dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara Profesional Kompetensi Manajemen, 2. Kendala yang dihadapi Pengawas Sekolah dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara profesional dalam kompetensi akademik, 3. Solusi yang dilakukan pengawas untuk mengatasi kewajiban dan tanggung jawabnya dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.

Solusi yang dilakukan dosen pembimbing dalam mengatasi hambatan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dalam kompetensi akademik.

PEMBAHASAN

Profesional Pengawas dalam Melaksanakan Tugas dan

Keberadaan pendidik atau guru di MI Maraqitta'limat Obel-Obel dengan jumlah tersebut di atas memberikan keleluasaan kepada kepala madrasah untuk memberikan penugasan kepada guru yang tidak diangkat sebagai wali kelas untuk menjadi guru mata pelajaran. Dengan demikian berdasarkan ketentuan di atas dapat dikatakan bahwa 4 guru yang mengajar di Madrasah Ibtidaiyah Maraqitta'limat tidak memenuhi syarat akademik untuk menjadi guru, yaitu guru Kelas I, Kelas II, Kelas III dan guru SBK dan Prakarya. KKM, khususnya mata pelajaran Aqidah-Akhlak yang kami ajarkan, mengingat belum ada guru agama di madrasah kami.

119 Pengamatan, 27 Juli 2020 . sebagai guru wali kelas dan 1 orang guru mata pelajaran Agama Islam yaitu sebagai guru mata pelajaran Fikih, Aqidah-Akhlak, Al-Qur'an-Hadis dan Sejarah Kebudayaan Islam atau SKI. 123 Jumhur Hatim, Pengawas Pembangunan KKM V, Kecamatan Pringgabaya dan Sembelia, wawancara, 27 Juli 2020 . Maksimal dilakukan dengan mempersiapkan diri setiap hari untuk mata kuliah yang diberikan. 128 Saparudin, Guru Mata Pelajaran SKI dan Tenaga Kependidikan Pengelola Dana BOS Madrasah Ibtidaiyah Maraqitta'limat Obel-Obel Desa Obel-Obel Kecamatan Sembelia, Wawancara 27 Juli 2020 . diberikan oleh guru, yang digunakan dari laporan bulan ini sebagai dasar untuk laporan semester dan tahunan.

Meskipun demikian masih ada guru baik guru yang merangkap sebagai wali kelas maupun guru mata pelajaran yang kurang sempurna dalam menggunakan absensi kelas untuk mengecek kehadiran setiap siswa. Guru yang mengajar di Madrasah Ibtidaiyah NW Pekendangan, baik guru mata pelajaran umum yang juga wali kelas maupun guru mata pelajaran agama (Fiqh, Aqidah-Akhlak, Al-Qur'an-Hadis dan SKI) berdasarkan data yang diperoleh peneliti, tidak menyusun RPP sebelum mengajar. 152 Maryamah, Guru merangkap Wali Kelas Kelas IV, Sopianti, Guru merangkap Wali Kelas Kelas VI, Parihun, Guru Mata Pelajaran Fikih merangkap Al Quran Hadits, M. Paesal, Guru Mata Pelajaran Bahasa Arab Madrasah Ibtidaiyah Obel-Obel Kec. 20 Juli, Obel-Obel, Obel-Obel.

154 Jumhur Hatim, Pengawas Bina KKM V Kabupaten Pringgabaya dan Sembelia, Wawancara 30 Juli 2020.. yang juga menjabat sebagai wali kelas yaitu guru Kelas IV dan Kelas VI serta guru mata pelajaran Fikih dan Al-Hadits dan guru Mata Pelajaran Bahasa Arab memperhatikan pengawas yang didatangi pengawas oleh pengawas yang didatangi pengawas. memperhatikan RPP yang diperoleh dari guru binaan. Berdasarkan data dan temuan melalui pelaksanaan wawancara dengan guru yang mengajar di Madrasah Ibtidaiyah Maraqitta’limat Obel-Obel Desa Obel-Obel Kecamatan Sembelia, baik guru kelas yang sekaligus menjabat sebagai wali kelas maupun guru mata pelajaran agama (Fikih, Akidah-Akhlak, data terkait kelas dan SKI) dilakukan di kelas dan SKI. S. Hal ini dilakukan oleh guru, baik guru mata pelajaran umum atau guru kelas maupun guru mata pelajaran agama.

Kendala yang dihadapi Pengawas dalam Melaksanakan

PENUTUP

Kesimpulan

Kendala yang dihadapi pengawas dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara profesional dalam kompetensi manajerial dan akademik serta solusi untuk mengatasinya.

Saran-Saran

115 Zainal Abidin, Ketua Madrasah, M. Paesal Guru Bahasa Arab, yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala Madrasah, dan Guru SKI Sukurudin di Madrasah Ibtidaiyah Maraqitta'limat Obel-Obel Kecamatan Sembelia, Wawancara, 26 Juli 20 Masih banyak penelitian yang dilakukan. sebagai ruang belajar namun keberadaannya jauh dari standar kelas saat ini. 160 Merjemah, sekaligus guru kelas IV, Sopianti, guru sekaligus guru kelas VI, Parihun, guru fikih dan sekaligus guru hadits Al-Qur'an, M. Paesal, guru mata. 185 Pengamatan, 30 Juli 2020. Kendala pengasuhan direksi dan guru ditemui selama menjalani pengasuhan di Medresah Ibtidaih di Desa Pekendangan Belalanting Kecamatan Sembelia, karena berdasarkan hasil yang diperoleh selama melakukan pengawasan kelas selama guru, khususnya guru mata pelajaran agama di Ibtidaiyah Maraqita 2 atau Perut. 3 pertanyaan siswa.

Referensi