• Tidak ada hasil yang ditemukan

Implementasi Program La Sapi (Layanan Seluler Peternakan Terintegrasi) di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sinjai

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Implementasi Program La Sapi (Layanan Seluler Peternakan Terintegrasi) di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sinjai"

Copied!
140
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Didukung dengan keputusan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sinjai Nomor 115 Tahun 2017 tentang Standar Pelayanan Sipil Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sinjai. Terlihat dari data statistik, peternak di Kabupaten Sinjai berjumlah 30.000, hanya 15.000 yang terdaftar. Berdasarkan fenomena diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Implementasi Program La Sapi (Pelayanan Keliling Ternak Terpadu) Pada Dinas Peternakan dan Kesehatan Kabupaten Sinjai”.

Rumusan Masalah

Sebab, jika dilihat dari respon masyarakat terhadap SMS La Sapi, sebagian masyarakat hanya membacanya. Jika kita melihat pemanfaatan SMS La Sapi dalam kaitannya dengan jual beli, masih banyak masyarakat yang lebih memilih melakukan jual beli langsung tanpa perantara La Sapi. Bagaimana organisasi pelaksana program La Sapi (Pelayanan Peternakan Terpadu) pada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sinjai. Apa tujuan program La Sapi (Pelayanan Ternak Terpadu Seluler) pada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sinjai.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

Penelitian Terdahulu

Implementasi program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui usaha ternak dompet di Lembaga Siaga Dhuafa di Desa Sidomulyo Kecamatan Binjai Kabupaten Langkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat melalui usaha peternakan kambing, lembaga dompet dhuafa sadar akan peningkatan perekonomian masyarakat khususnya kelompok peternakan kambing. Hasil dari pelaksanaan program edukasi keuangan yang dimotori oleh para peserta menunjukkan hasil yang baik sebagai upaya penguatan pemberdayaan keuangan perempuan.

Konsep Implementasi

Schubert menyatakan bahwa "implementasi sistem teknis." Dengan kata lain implementasi bermuara pada kegiatan, tindakan, tindakan atau mekanisme suatu sistem. Secara singkat dapat dipahami bahwa kinerja program tidak akan berhasil sesuai harapan jika tidak ada kesesuaian antara ketiga unsur pelaksanaan program. Oleh karena itu, kesesuaian antara ketiga unsur pelaksanaan program mutlak diperlukan agar program berjalan sesuai rencana yang telah dibuat.

Gambar 2.1  Model Implementasi Kebijakan Menurut George  Charles Edward III
Gambar 2.1 Model Implementasi Kebijakan Menurut George Charles Edward III

Konsep Program

Implementasi program La Sapi (Layanan Keliling Ternak Terpadu) di Dinas Peternakan dan Kesehatan Kabupaten. Berdasarkan hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa program La Sapi sangat membantu. Berdasarkan hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa program La Sapi sudah sesuai dengan apa yang diharapkan.

Gambar 2.4 Bagan Kerangka Pikir
Gambar 2.4 Bagan Kerangka Pikir

Kerangka Fikir

Fokus Penelitian

Organisasi pelaksana, kesesuaian antara program dan organisasi pelaksana, yaitu kesesuaian antara tugas-tugas yang diperlukan program dengan kemampuan organisasi pelaksana. Penetapan sasaran, kesesuaian antara kelompok sasaran dengan organisasi pelaksana untuk dapat memperoleh hasil program dengan apa yang dapat dilakukan oleh kelompok sasaran program. Oleh karena itu, untuk mengukur suatu tujuan program, terdapat beberapa prinsip utama dalam implementasi yang efektif yang harus memenuhi lima implementasi yang tepat, yaitu:.

Deskripsi Fokus

Organisasi pelaksana, kesesuaian antara program La Sapi dengan organisasi pelaksana dalam pengembangan program sesuai tugas yang diperlukan. Sasaran, kesesuaian tujuan antara masyarakat dengan organisasi pelaksana untuk dapat memperoleh hasil dari program La Sapi. Ketiga, sejauh mana program La Sapi mampu menyelesaikan permasalahan yang ingin diselesaikan oleh organisasi pelaksana terhadap permasalahan kelompok sasaran.

METODE PENELITIAN

  • Waktu dan Lokasi Penelitian
  • Jenis dan Tipe Penelitian
  • Sumber Data
  • Informan penelitian
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data
  • Teknik Pengabsahan Data

Berdasarkan hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa program La Sapi merupakan program untuk mempermudah pelayanan. Berdasarkan hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa dengan adanya program La Sapi masyarakat merasa terbantu. Berdasarkan hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa program La Sapi sudah disosialisasikan kepada masyarakat.

Tabel 3.1 Informan Penelitian
Tabel 3.1 Informan Penelitian

HASIL DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Lokasi Penelitian

Sejarah berdirinya Dinas Peternakan dan Kesehatan Wilayah Sinjai diawali dengan berdirinya Dinas Peternakan pada tahun 1970. Andi Bintang turut menandai perubahan status Dinas Peternakan menjadi Dinas Peternakan Wilayah Sinjai. Pada tanggal 1 Januari 2012, Dinas Peternakan Kabupaten Sinjai kembali berganti nama menjadi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dengan peraturan daerah (perda).

La Sapi (Layanan Ternak Terpadu Keliling) merupakan program yang memiliki tagline “Aksi 5 Baper (Bantu Petani)” yaitu membantu penjualan hewan ternak, membantu pembelian hewan ternak, membantu mendapatkan pelayanan (inseminasi buatan, kartun, asuransi dan pelayanan kesehatan hewan) , membantu informasi pengelolaan ternak dan kesehatan hewan, serta membantu pengaduan ternak. Setiap peternak yang ingin menjual ternaknya akan menginformasikan kepada petugas Dinas Peternakan dan Kesehatan Kabupaten Sinjai melalui SMS di nomor tersebut. Artinya tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara laki-laki dan perempuan dalam mengetahui fungsi La Sapi dalam membantu jual beli hewan ternak.

Dilihat dari responden yang pernah melakukan jual beli ternak melalui La Sapi, sebanyak 57 responden pernah menggunakan La Sapi untuk menjual/membeli ternak. Diantaranya ada yang bisa menjual dengan harga lebih tinggi (26%), ada juga yang merasa lebih murah membeli ternak melalui La Sapi dibandingkan jual beli konvensional (22%), selain itu ada juga responden yang berpendapat bahwa pembelian/penjualan ternak melalui Sapi La Sapi lebih mudah dan cepat (8.7. Proporsi responden laki-laki dalam pembelian dan penjualan ternak La Sapi jauh lebih tinggi dibandingkan responden perempuan yaitu mencapai 88%. Hal ini disebabkan oleh tradisi yang ada di masyarakat. Persoalan jual beli ternak Jual beli ternak adalah urusan laki-laki.

Namun banyak pengalaman positif dalam jual beli ternak dari responden yang pernah menggunakan La Sapi dalam jual beli.

Gambar 4.1 Struktur Organisasi dan Susunan Personil
Gambar 4.1 Struktur Organisasi dan Susunan Personil

Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa program La Sapi merupakan program untuk mempermudah. Berdasarkan hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa strategi pengenalan program La Sapi melalui sosialisasi langsung kepada masyarakat telah dilakukan. Berdasarkan hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa petunjuk pelaksanaan program La Sapi didasarkan pada SOP untuk memudahkan sistem kerja.

Berdasarkan hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa guru hanya mengikuti arahan yang dimaksudkan oleh program La Sapi ketika melaksanakan instruksi. Berdasarkan hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa program La Sapi telah meminimalkan kebutuhan masyarakat. Berdasarkan hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa masyarakat sebagai pengguna jasa La Sapi merasa terbantu.

Berdasarkan hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa dengan adanya program La Sapi masyarakat merasa terbantu khususnya di lingkungannya. Berdasarkan hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa La Sapi melakukan interaksi door to door di lapangan untuk memperkenalkan program tersebut. Berdasarkan hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa dilakukan penyadaran massal untuk pengenalan program La Sapi.

Berdasarkan hasil wawancara tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan adanya program La Sapi, masyarakat hanya perlu mengirimkan SMS mengenai keluhan atau pertanyaan seputar peternakan. Berdasarkan hasil wawancara dapat disimpulkan cukup dengan mengirimkan SMS ke La Sapi kemudian akan dikirimkan oleh Admin La Sapi. Berdasarkan hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa masyarakat sebagai pengguna La Sapi, jika ada sosialisasi maka akan berpartisipasi.

Pembahasan Penelitian

Hasil observasi di lapangan menunjukkan bahwa pelaksanaan program La Sapi yang benar masih memerlukan banyak perbaikan, dalam artian masih berusaha untuk dikembangkan. Hasil observasi di lapangan menunjukkan bahwa tujuan tersebut belum dapat dikatakan tercapai, karena masih banyak peternak yang belum mengikuti program La Sapi. Hasil observasi di lapangan menunjukkan bahwa lingkungan pelaksanaannya cocok untuk memperkenalkan program La Sapi.

Kami belum bisa mengatakan secara pasti bahwa program tersebut berjalan maksimal, karena masih banyak peternak yang belum mengikuti program La Sapi. Tujuan tersebut belum bisa dikatakan tercapai karena masih banyak peternak yang belum mengikuti program La Sapi. Adalah tepat bagi lingkungan untuk memperkenalkan program La Sapi kepada masyarakat, khususnya para peternak, melalui penyadaran massal.

Fokus : Implementasi Program La Sapi (Pelayanan Ternak Terpadu) di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sinjai. Berdasarkan hasil wawancara terhadap seluruh narasumber dapat disimpulkan bahwa arah dan reaksi pelaksana dalam menyikapi program La Sapi adalah dengan mengikuti aturan SOP secara lengkap. Sejauh yang saya lihat sebagai admin dengan program La Sapi, setidaknya Anda dapat mengatakan bahwa program tersebut memilikinya.

Berdasarkan hasil wawancara dari seluruh narasumber dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan yang tepat belum bisa dikatakan sesuai dengan apa yang diharapkan, melainkan dengan adanya program La Sapi.

PENUTUP

Kesimpulan

Implementasi program berjalan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai yaitu menanggulangi kasus-kasus penipuan (cybercrime) yang marak terjadi, serta memudahkan pengumpulan dan penyediaan informasi oleh para peternak. Terdapat strategi dalam pelaksanaan program La Sapi yang menunjang keberhasilan program yaitu adanya proses integrasi dan inovasi yang disosialisasikan kepada masyarakat, dimana program dengan sistem pengiriman SMS ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat. masyarakat tanpa mengeluarkan biaya dan sebagainya. Organisasi pelaksana, untuk mengukur keberhasilan sikap pelaksana dalam melaksanakan program La Sapi, terdapat unsur-unsur di dalamnya, antara lain:

Pemahaman dan pengetahuan pihak pelaksana terhadap program La Sapi terlebih dahulu dilatih secara khusus sebelum melaksanakan kegiatan, agar program dapat berjalan secara maksimal. Dari segi penerimaan indikasi dan tanggapan terhadap pelaksanaannya, terlihat bahwa program La Sapi dapat diterima dengan baik dari segi inovasi programnya. Respon pelaksana dalam hal ini dapat dikatakan cukup baik, karena program La Sapi dapat mempermudah tugas pelaksana program.

Implementasinya belum bisa dikatakan berhasil, karena masih perlu banyak perbaikan atau masih mengembangkan program La Sapi. Prosesnya sudah benar, bahwa pihak pelaksana telah berupaya semaksimal mungkin untuk menjalankan program secara lebih efektif dengan mengedepankan prioritas, sementara masyarakat masih pasif dalam upayanya menerima program La Sapi.

Saran

Pedoman wawancara ini berfungsi untuk menjawab rumusan masalah pada penelitian yang berjudul “Implementasi Program La Sapi (Pelayanan Seluler Ternak Terpadu) Di Dinas Peternakan dan Kesehatan Kabupaten Sinjai”. Singkat yang terdiri dari tiga indikator untuk menjawab rumusan masalah bagaimana pelaksanaan program La Sapi (layanan seluler ternak terpadu) di Dinas Peternakan dan Kesehatan Kabupaten Sinjai. Apakah program La Sapi dapat menyelesaikan permasalahan masyarakat khususnya para peternak? Bisakah program La Sapi menyelesaikan masalah Anda?).

Bagaimana interaksi di lapangan dengan masyarakat dalam pelaksanaan program La Sapi. Bagaimana Anda berinteraksi sebagai anggota masyarakat dalam pelaksanaan program La Sapi?). Apakah pelaksana dan masyarakat lokal yang menjadi sasaran program La Sapi telah mengikuti prosedur yang telah ditetapkan? Sebagai pengguna La Sapi, apakah Anda sudah mengikuti prosedur yang telah ditetapkan?). Tujuan dari program La Sapi adalah untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat, misalnya. melaksanakan jual beli hewan, pelayanan pengaduan hewan.

Berdasarkan hasil wawancara dari seluruh narasumber dapat disimpulkan bahwa sudah ada strategi yang dilakukan yaitu proses integrasi dan inovasi yang disosialisasikan secara masif di masyarakat, kemudian inovasi yang tercipta yaitu program La Sapi memberikan kemudahan. kepada masyarakat dalam bentuk. Sapi adalah tautan ke informasi apa pun. terintegrasi sehingga Anda dapat mencari apa pun melalui La Sapi. Berdasarkan hasil wawancara dari seluruh narasumber dapat disimpulkan bahwa program dengan program La Sapi belum bisa dikatakan menyelesaikan permasalahan masyarakat khususnya peternak ternak secara keseluruhan, namun sistem layanan SMS sudah mampu menyelesaikan permasalahan yang ada. .

Walaupun di daerah saya masih sedikit yang belum bergabung, namun program La Sapi sangat membantu. Pasalnya, program La Sapi merupakan inovasi pertama di Sulawesi Selatan yang masih memerlukan banyak perbaikan dan masih dalam tahap awal. Kalau kita sebagai masyarakat tinggal menunggu arahan, contoh sosialisasi di sana, kita bisa mengetahui bagaimana prosedur program La Sapi ini. (pemeliharaan.

Gambar

Gambar 2.1  Model Implementasi Kebijakan Menurut George  Charles Edward III
Gambar 2.2  Model Implementasi Kebijakan Menurut Van  Meter dan Van Horn
Gambar 2.3 Model David C. Korten
Gambar 2.4 Bagan Kerangka Pikir
+7

Referensi

Dokumen terkait

The results of this study indicate that recruitment has no positive effect on employee performance, placement has no positive effect on employee performance, organizational culture