• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan Penelitian

Sebagaimana dimaksudkan program yaitu dilihat sejauh mana kesesuaian dari program La Sapi yang akan menjadi kebutuhan masyarakat. Untuk itu, untuk mengukur suatu program ada beberapa indikator yang baik untuk memuat beberapa aspek diantaranya:

a. Adanya tujuan yang ingin dicapai secara jelas

Aspek adanya tujuan merupakan satu rangkaian yang saling berkaitan sehingga dalam sub indikator ini akan dijelaskan secara bersamaan.

Program La sapi (Layanan Seluler Peternakan Terintegrasi) merupakan program yang memiliki tagline “ 5 Aksi Baper (Bantu Peternak) yaitu bantu jual ternak, bantu beli ternak, bantu dapat pelayanan (inseminasi buatan, kartunisasi, asuransi dan pelayanan kesehatan hewan), bantu informasi manajemen peternakan dan kesehatan hewan, dan bantu pengaduan ternak.

Pelaksanaan program La Sapi yang dilakukan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sinjai selaku pelaksana tidak sembarangan dalam proses penetapan suatu program. Akan tetapi sebelum ditetapkannya suatu program, terlebih dahulu dilakukannya

sebuah penelitian untuk mengetahui permasalahan dan kebutuhan yang diperlukan agar program tepat sasaran.

Hasil observasi di lapangan menunjukkan bahwa untuk mencapai tujuan dari program ini yaitu untuk meminimalisir kasus penipuan yang terjadi yang berawal dari kasus cybercrime yang menjerat banyak petani dan peternak di Kabupaten Sinjai yang akhirnya menjadikan inspirasi penciptanya untuk meluncurkan sebuah inovasi pelayanan kepada peternak melalui short message service (SMS) broadcast yang diberi nama La Sapi (layanan Seluler Peternakan Terintegrasi) yang dapat memudahkan masyarakat khususnya peternak dalam memperoleh dan memberi informasi juga sebagai solusi dari maraknya kasus kejahatan salah satunya penipuan.

b. Adanya strategi dalam pelaksanaan

Didalam suatu program strategi merupakan hal yang paling pokok karena menunjukkan arahan umum yang hendak dicapai dari sebuah organisasi. Strategi adalah pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan perencanaan, gagasan serta eksekusi sebuah aktivitas kerja dalam kurun waktu tertentu.

Program La Sapi merupakan program yang menggunakan short message service (sms) broadcast dimana hal tersebut sms center yang digunakan yaitu dengan cara membroadcast pesan terkait pelayanannya.

Berdasarkan hasil wawancara narasumber menunjukkan bahwa Adanya strategi dalam pelaksanaan yaitu adanya proses integrasi dan inovasi yang disosialisasikan secara massal ke masyarakat, kemudian inovasi yang dibuat yaitu program La Sapi ini memberikan kemudahan bagi masyarakat berupa pengiriman sms yang dimana masyarakat tidak perlu mengeluarkan dana, tidak terbebani biaya pulsa, tidak pakai jaringan data atau tanpa pulsa tetap masuk sms ke masyarakat.

Hasil observasi di lapangan menunjukkan bahwa Adanya strategi dalam pelaksanaan program La Sapi yaitu adanya proses integrasi dan inovasi yang disosialisasikan ke masyarakat, kemudian inovasi yang dibuat yaitu suatu pembaharuan yang dapat memudahkan masyarakat berupa pengiriman sms yang dimana masyarakat tidak perlu mengeluarkan dana, tidak terbebani biaya pulsa atau tanpa pulsa sms tetap masuk ke masyarakat.

2. Organisasi Pelaksana

Sebagaimana dimaksudkan organisasi pelaksana merupakan kesesuaian antara program La Sapi dengan organisasi pelaksana dalam mengembangkan program sesuai tugas yang diisyaratkan. Oleh karena itu, kemampuan implementor merupakan sumber daya manusia yang juga memengaruhi keberhasilan implementasi. Dan juga disposisi adalah watak dan karakteristik yang dimilki implementor. Apabila implementor memiliki disposisi yang baik, maka dia akan menjalankan kebijakan

dengan baik. Untuk itu, ada beberapa indikator yang menjadi pendukung untuk mengukur sikap pelaksana dalam mengimplementasikan program menurut Edward III:

a. Kognisi

Seberapa jauh pemahaman organisasi pelaksana terhadap program La Sapi. Karena dengan pemahaman terhadap tujuan program La Sapi sangat penting.

Berdasarkan hasil wawancara narasumber menyatakan bahwa pemahaman dan pengetahuan staf dapat ditingkatkan dengan cara melakukan pelatihan dan mengadakan training khusus tentang pengoperasian alat untuk program La Sapi kemudian memanfaatkan berbagai kegiatan serta informasi-informasi yang dibagikan ke masyarakat tanpa turun ke lapangan melalui program La Sapi.

Hasil observasi di lapangan menunjukkan bahwa pihak pelaksana sebelum program dilaksanakan terlebih dahulu mereka melakukan kegiatan berupa training khusus agar pelaksana dapat memahami akan tugas dan tanggungjawab mereka masing-masing.

Bukan hanya itu, pihak pelaksana juga dibekali dengan masalah kedisplinan. Kenapa masalah kedisplinan perlu ditanamkan karna program La Sapi merupakan program berupa sms broadcast dimana hal tersebut sangat berpengaruh ketika hendak menyampaikan pesan.

b. Arahan dan tanggapan pelaksanaan

Dalam hal ini meliputi penerimaan, ketidakberpihakan ataupun penolakan pelaksana dalam menyikapi program La Sapi.

Berdasarkan hasil wawancara narasumber menyatakan bahwa arahan dan tanggapan pelaksanaan dalam menyikapi program La Sapi yaitu mengikut pada aturan SOP lengkap kemudian dari petunjuk teknis yang terdapat pada pelaksanaan program La Sapi yaitu cukup dengan mengirimkan SMS ke petugas La Sapi, hal tersebut dapat memudahkan pekerjaan para pelaksana program.

Hasil observasi di lapangan menunjukkan bahwa arahan dan tanggapan pelaksanaan dengan adanya program La Sapi itu pihak pelaksana dapat menerima dengan baik mengenai inovasi baru tersebut.

c. Intensitas respons atau tanggapan pelaksana

Mengenai bagaimana tanggapan atau reaksi yang ditimbulkan oleh pelaksana sebagai suatu usaha memperoleh hasil yang maksimal pada program La Sapi.

Berdasarkan hasil wawancara narasumber menunjukkan bahwa Intensitas respons atau tanggapan pelaksana terhadap program La Sapi yaitu terintegrasi karena adanya kerjasama tim dengan melibatkan dinas peternakan dan kesehatan hewan yang merupakan penghubung setiap informasi terintegrasi kemudian adapun dari produksi, agribisnis serta sampai pada penerimaan keluhan masyarakat yang disediakan melalui SMS La Sapi.

Hasil observasi di lapangan menunjukkan bahwa Intensitas respons atau tanggapan pelaksana bisa dikatakan cukup baik karna dengan adanya program La Sapi dapat memudahkan pelaksana dalam melaksanakan tugasnya.

3. Sasaran

Kesesuaian antara kelompok sasaran dengan organisasi pelaksana untuk dapat memperoleh hasil program dengan apa yang dapat dilakukan oleh kelompok sasaran program. Sebagai bentuk tercapainya suatu sasaran maka ada beberapa indikator yang baik untuk memuat beberapa aspek diantaranya:

a. Tepat program

Pertama, sejauh mana program yang ada telah memuat hal- hal yang memang memecahkan masalah yang hendak dipecahkan.

Kedua, program dirumuskan sesuai karakter masalah yang hendak dipecahkan. Ketiga, program dibuat oleh lembaga yang dimilki kewenangan yang sesuai dengan karakteristik program.

Berdasarkan hasil wawancara narasumber menunjukkan bahwa tepat program dengan adanya program La Sapi belum dapat dikatakan mampu memecahkan masalah masyarakat terkhusus pada peternak secara keseluruhan, namun dengan sistem layanan SMS telah mampu meminimalisir adanya masalah peternak serta dapat menjangkau hingga ke masyarakat pelosok, cukup dengan mengirimkan pesan terkait masalah atau pertanyaan seputar ternaknya

dengan program ini dapat langsung ditanggapi oleh petugasnya untuk diarahkan atau ditanggapi sesuai dengan keluhan atau masalah yang dihadapi para peternak.

Hasil observasi di lapangan menunjukkan bahwa tepat program mampu memberikan manfaat bagi pihak pelaksana maupun masyarakat, dimana pihak pelaksana dengan adanya program La Sapi dapat memudahkan tugasnya tanpa turun lansung kelapangan adapun masyarakat dimana program La Sapi dapat memudahkan mereka untuk menyampaikan keluhan dan yang paling penting mereka bisa melakukan transaksi jual beli ternak dengan mudah terutama yang berlokasi jauh.

Dampak dan manfaat program La Sapi di tetapkan sebagai salah satu program pembangunan jangka panjang di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sinjai. Karena secara ekonomi mampu meningkatkan pendapatan peternak, secara sosial membantu terwujudnya kinerja pelayanan publik yang baik, dan secara lingkungan, informasi kesehatan hewan yang dikirimkan mampu melindungi kesehatan ternak sekaligus melindungi manusia dari penyebaran penyakit zoonosis (penyakit yang ditularkan dari hewan kemanusia atau sebaliknya.

Dilihat dari data respon 36,5 % menerapkan informasi yang diterima, 70,7 % responden mendapatkan pengalaman positif menggunakan La Sapi untuk jual beli ternak, 26 % menjual harga lebih

tinggi, 22 % membeli lebih murah dan 8,7 % lebih cepat dalam jual beli sapi.

b. Tepat pelaksanaannya

Aktor implementasi sesuai dengan program yang akan dijalankan. Maksudnya yang menjadi pelaksana program harus bergerak sesuai dengan sasaran program yang telah dicanangkan.

Berdasarkan hasil wawancara narasumber menunjukkan bahwa tepat pelaksanaannya belum dapat dikatakan sudah sesuai dengan yang diharapkan karena program la sapi ini merupakan inovasi pertama di Sulawesi Selatan yang masih butuh banyak sekali perbaikan-perbaikan dengan maksud masih dalam tahapan pengembangan karena setiap program masih terdapat adanya kesalahan juga kelemahan-kelemahan yang masih perlu diperbaiki.

Hasil observasi di lapangan menunjukkan bahwa tepat pelaksanaannya program La Sapi masih butuh banyak perbaikan dalam artian masih terus berusaha mengembangkan.

c. Tepat target

Berkenaan dengan tigal hal. Pertama, target yang diintervensi sesuai dengan yang direncanakan dan tidak saling tumpang tindih. Kedua, target dalam kondisi siap untuk diintervensi.

Target mendukung implementasi program yang akan dilakukan.

Ketiga, implementasi program bersifat baru atau memperbaharui

implementasi program sebelumnya demi tidak mengulang program yang lama.

Berdasarkan hasil wawancara narasumber menunjukkan bahwa tepat target dengan melihat dari tahun ke tahun jumlah kontak peternak makin bertambah hal ini membuktikan telah mencapai target, dibuktikan dengan bertambahnya nomor hp peternak di database La Sapi.

Hasil observasi di lapangan menunjukkan bahwa tepat target belum dapat dikatakan terpenuhi karna masih banyak peternak yang belum bergabung di program La Sapi.

d. Tepat lingkungan

Berkenaan dengan Interaksi baik didalam lingkungan maupun dengan interaksi diluar lingkungan.

Berdasarkan hasil wawancara narasumber menunjukkan bahwa tepat lingkungan mereka pertama melakukan door to door untuk mengumpulkan nomor-nomor peternak yang ingin bergabung dengan memperkenalkan inti dari tujuan mereka. terlepas dari itu untuk memperluas interaksi pihak dinas melakukan kerjasama dengan desa, kelurahan dan bhabinkamtibmas dan selebihnya interaksi penyuluh dengan masyarakat.

Hasil observasi di lapangan menunjukkan bahwa tepat lingkungan dalam memperkenalkan program La Sapi pihak pelaksana

melakukan kegiatan sosialisasi massal dengan tujuan agar masyarakat lebih mengetahui tujuan dalam pelaksanaan program La Sapi.

e. Tepat proses

Artinya antara lembaga pelaksana dengan masyarakat saling memahami sebuah aturan main bahwa lembaga pelaksana menerima, memahami dan melaksanakan program sebagaimana tugasnya. Sementara masyarakat menerima, memahami dan melaksanakan program.

Berdasarkan hasil wawancara dari narasumber menunjukan bahwa dimana sebagai pelaksana itu sudah mengikuti prosedur yang ditetapkan dan untuk masyarakat itu masih dikatakan pasif dalam artian meskipun masyarakat sudah menerima sms akan tetapi mereka masih sekedar membaca saja.

Hasil observasi di lapangan menunjukkan bahwa tepat proses pihak pelaksana semaksimal mungkin telah efektif dalam mengedepankan prioritas sedangkan masyarakat masih pasif.

93 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi program La Sapi (layanan seluler peternakan terintegrasi). Berdasarkan indikator implementasi pada program La Sapi menurut David C. Korten yang dilihat dari program, organisasi pelaksana, sasaran dapat ditarik kesimpulan bahwa:

1. Program, menunjukkan beberapa elemen dari implementasi program La Sapi, diantaranya:

a. Implementasi program berjalan sesuai dengan tujuannya yang ingin dicapai yaitu untuk menanggulangi kasus penipuan (cybercrime) yang marak terjadi juga memudahkan para peternak dalam memperoleh dan memberi informasi

b. Terdapat adanya strategi dalam pelaksanaan program La Sapi yang mendukung keberhasilan dari program tersebut yaitu terdapat proses integrasi dan inovasi yang disosialisasikan ke masyarakat yang dimana program dengan sistem pengiriman sms bertujuan untuk memudahkan masyarakat tanpa perlu mengeluarkan biaya dan sebagainya.

2. Organisasi pelaksana, untuk mengukur keberhasilan sikap pelaksana dalam mengimplementasikan program La Sapi maka terdapat elemen didalamnya, diantaranya.

a. Pemahaman dan pengetahuan dari pihak pelaksana terhadap program La Sapi sebelum melaksanakan kegiatan pertama-tama diberikan training khusus sehingga program tersebut dapat berjalan dengan optimal.

b. Dalam hal penerimaan arahan dan tanggapan pelaksanaan menunjukkan dengan adanya program La Sapi dapat diterima dengan baik mengenai inovasi dari program tersebut.

c. Adapun respon atau tanggapan pelaksana dalam hal ini sudah dapat dikatakan cukup baik karena dengan adanya program La Sapi dapat memudahkan tugas dari pihak pelaksana program.

3. Sasaran, sebagai bentuk tercapainya suatu sasaran maka diperlukan beberapa aspek didalamnya, diantaranya.

a. Tepat program, belum dapat dikatakan berjalan maksimal karena masih banyaknya peternak yang belum bergabung pada program La Sapi.

b. Tepat pelaksanaannya, bahwa belum dapat dikatakan berhasil karena masih butuh banyak perbaikan atau masih dalam proses pengembangan program La Sapi.

c. Tepat target, belum dapat dikatakan terpenuhi karena masih banyak peternak yang belum bergabung dalam program La Sapi.

d. Tepat lingkungan, sudah tepat memperkenalkan program La Sapi kepada masyarakat khususnya peternak dengan cara sosialisasi massal.

e. Tepat proses, bahwa pihak pelaksana telah melakukan upaya semaksimal mungkin mengefektifkan program berjalan dengan mengedepankan prioritas sedangkan pihak masyarakat yang masih pasif dalam upaya menerima program La Sapi.

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas, peneliti mencoba memberikan masukan dan saran kepada berbagai pihak yang terlibat agar program La Sapi dapat berjalan dengan maksimal, diantaranya:

1. Kepada pihak Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk lebih mengembangkan program La Sapi serta lebih aktif lagi dalam pemberian pemahaman kepada masyarakat atau peternak agar program La Sapi dapat berjalan dengan maksimal.

2. Kepada staff dan admin program La Sapi agar senantiasa ikut andil dalam setiap kegiatan khususnya mengikuti training guna meningkatkan kemampuan dan pemahaman mereka.

3. Kepada masyarakat khususnya para peternak agar senantiasa berperan aktif dalam proses pelaksanaan program baik berupa sosialisasi maupun kegiatan-kegiatan lain yang ada didalamnya.

96

DAFTAR PUSTAKA

Al-Qauri, M. Habib. 2017. Implementasi Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Usaha Ternak Kambing Lembaga Dompet Dhuafa Waspada di Desa Sidomulyo Kecamatan Binjai Kabupaten Langkat. Universitas Islam Negeri: Skripsi.

Anggara, Sahya. 2014. Kebijakan Publik. Bandung: Pustaka Setia. Nugroho.

Arikunto, Suharsimi. 1988. Penilaian Program Pendidikan. Jakarta: PT. Bina Aksara.

Hamalik, Oemar. 2007. Dasar-dasar Pengembangan Kurikulum. Bandung: PT.

Remaja Rosdakarya.

Jones, C. O. (1996). Pengantar Kebijakan Publik (Public Policy). Terjemahan Ricky Ismanto. Jakarta : Raja Grafindo Persada.

Mustari, Nuryanti. 2015. Pemahaman Kebijakan Publik. Yogyakarta:LeutikaPrio.

Padmaningrum, Dwiningtyas. 2012. Implementasi Program Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS) di Kabupaten Sragen. Universitas Sebelas Maret: Jurnal. Vol. 10 (1). ISSN 1693-8828.

Riant. Public policy. Jakarta: PT ElexMedia Komputindo.

Sanda, Antonius. 2016. Tinjauan Yuridis Terhadap Fenomena Cyber Bullying Sebagai Kejahatan di Dunia Cyber Dikaitkan Dengan Putusan Mahkama Konstitusi Nomor 50/PPU-VI/2008. Universitas Hasanuddin Makassar: Skripsi.

Sarah, Arianne. 2017. Implementasi Program Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Melalui Pendidikan Keuangan. Universitas Islam Negri Syarif Hidayatullah Jakarta: Skripsi.

Setiawan, Guntur. 2004. Implementasi dalam Birokrasi Pembangunan. Jakarta:

Balai Pustaka.

Sinjai (2020, 3 Juli). Jual Beli Ternak Via Online, Pemkab Sinjai Siapkan Aplikasi LA SAPI. Dikutip 1 Oktober 2020 dari Sinjaikab.go.id/v4/2020/07/03/jual-beli-ternak-via-online-pemkab- sinjai-siapkan-aplikasila-sapi/

Shelawati, Ria. 2016. Implementasi Program Penggemukan Sapi Dalam Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Peternak Sapi (Studi Pada Kelompok Tani Makmur Desa Karang Endah). Universitas Lampung: Skripsi.

Tayipnapis, Farida Yusuf. 2000. Evaluasi Program. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Usman, Nurdin. 2002. Konteks Implementasi Berbasis Kurikulum. Jakarta: PT.

Grasindo.

97 LAMPIRAN

Pedoman Wawancara

Pedoman wawancara ini berfungsi untuk untuk menjawab rumusan masalah pada penelitian yang berjudul “Implementasi program La Sapi (layanan seluler peternakan terintegrasi) di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sinjai”. Berikut Draft wawancara berdasarkan teori David C. Korten yang terdiri dari tiga indikator dalam menjawab rumusan masalah bagaimana implementasi program La Sapi (layanan seluler peternakan terintegrasi) di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sinjai.

Lokasi :Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sinjai

Fokus :Implementasi program La Sapi (layanan seluler peternakan terintegrasi) di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sinjai.

1. Program

a. Apa tujuan yang ingin dicapai dari program La Sapi?

b. Apa strategi yang diterapkan dalam pelaksanaan program La Sapi?

2. Organisasi Pelaksana

a. Bagaimana meningkatkan pemahaman staf tentang program La Sapi?

b. Apakah ada petunjuk teknis bagi pelaksanaan program La Sapi?

c. Seberapa aktif kerjasama tim program dalam pelaksanaan program La Sapi?

3. Sasaran

a. Apakah program La Sapi telah mampu menyelesaikan permasalahan masyarakat khususnya bagi para peternak?

(apakah program La Sapi telah mampu menyelesaikan permasalahan bapak/ibu?)

b. Apakah pelaksanaan program La Sapi telah tepat sasaran?

(apakah pelaksanaan program La Sapi telah dapat menjangkau bapak/ibu?) c. Apakah program La Sapi sudah sesuai dengan target yang diharapkan?

(apakah program La Sapi sudah sesuai dengan apa yang diharapkan ibu/bapak?)

d. Bagaimana interaksi dilapangan terhadap masyarakat dalam pelaksanaan program La Sapi?

(bagaimana interaksi anda sebagai masyarakat dalam pelaksanaan program La Sapi?)

e. Apakah sebagai pelaksana begitupun dengan masyarakat yang menjadi sasaran program La Sapi telah mengikuti prosedur yang ditetapkan?

(apakah anda sebagai pengguna La Sapi sudah mengikuti prosedur yang ditetapkan?)

Wawancara dengan Founder La Sapi

Wawancara dengan Kasubag Umum dan Kepegawaian

Wawancara dengan Admin La Sapi

Wawancara dengan Penyuluh

Matriks Wawancara

N o

Fokus Masalah

Indikator Fokus Masalah

Pertanyaan Penelitian

Jawaban Kesimpulan 1 Program a. Adanya

tujuan yang ingin dicapai secara jelas.

Apa tujuan yang ingin dicapai dari program La Sapi?

1. program La Sapi itu sendiri bertujuan untuk memberikan informasi seluas- luasnya,

semudah-

mudahnya dan sepraktis-

praktisnya kepada peternak dan masyarakat yang ada di Kabupaten Sinjai.

(Wawancara

dengan M,

tanggal 11/01/2021).

2. jadi intinya itu La Sapi sistem layanan digital yang untuk mempermudah.

jadi orang yang sudah ter input nomornya di La Sapi boleh bertanya apapun dan mendapatkan informasi apapun yang dikirim lewat counter sms La Sapi. Misal ada peternak yang ingin menjual sapinya dia ini harus menshare ke admin dan tugas admin yang menshare

keseluruh nomor kontak yang sudah terdaftar di sistem La Sapi.

Jadi intinya mereka bisa menshare ciri-ciri ternak mereka yang akan mereka

Berdasarkan hasil wawancara dari semua narasumber dapat disimpulkan bahwa adanya tujuan yang ingin dicapai secara jelas serta untuk mempermudah masyarakat khususnya kepada para peternak bahkan yang hidup di daerah

terpencil, sistem ini membuat peternak menjadi lebih mudah

memperoleh informasi peternakan dan kesehatan hewan dan juga lebih mudah dalam jual beli ternak melalui counter SMS La Sapi.

jual dan itu bisa ditau oleh seluruh peternak yang terdaftar di pangkalan sms La Sapi. (Wawancara dengan MT, tanggal

12/01/2021).

3. Tujuan dari program La Sapi yaitu untuk mempermudah masyarakat misal dalam melakukan transaksi jual beli hewan, layanan pe ngaduan hewan.

(wawancara dengan H, tanggal 13/01/2021).

4. Tujuan program La Sapi yang saya tau itu untuk mepermudah masyarakat dalam segala hal.

(wawancara dengan A, tanggal 15/01/2021).

b. Adanya strategi dalam pelaksanaan .

Apa strategi yang diterapkan dalam pelaksanaa n program La Sapi?

1. Jadi cukup banyak hambatan dan tantangan yang kami hadapi di pengembangan La Sapi ini, yang pertama bahwa ini adalah merupakan sesuatu yang baru.

Dan tidak semua orang bisa menerima sesuatu yang baru secara cepat. Hal-hal yang baru itu dibutuhkan waktu lama dan biasanya itu, proses integrasi dan inovasi ke masyarakat.

Makanya dalam pelaksanaan La Sapi

implementasinya

Berdasarkan hasil wawancara dari semua narasumber dapat disimpulkan bahwa adanya strategi dalam pelaksanaan yaitu adanya proses integrasi dan inovasi yang disosialisasikan secara massal ke masyarakat, kemudian inovasi yang dibuat yaitu program La Sapi ini memberikan kemudahan bagi masyarakat berupa

pengiriman sms yang dimana

ke masyarakat sosialisasi. Yang kedua dalam pembuatan inovasi itu sendiri kami berharap bahwa inovasinya memang inovasi yang mudah bagi masyarakat dalam artian mereka tidak usah melakukan apa-

apa, maka

informasinya mereka akan terima berarti pasti itu akan memudahkan.

Jadi ketika itu salah-satu jalan yang paling gampang adalah mengirim sms karena mereka tidak usah contoh pake aplikasi dan kita tau bahwa kebanyakan ditahun 2017 itu ketika inovasi ini muncul masih banyak

masyarakat yang tidak pake android makanya kami pake sistem broadcast, kan kalau mengirim sms strateginya mereka tidak usah pake dana, tidak ada pulsanya, tidak ada pulsa data atau pulsa biasanya tetap masuk sms kedia.

Jadi informasinya tetap sampai, itu salah satu kenapa strategi ini yang kami pakai dan setelah itu kami rutin melakukan sosialisasi.

masyarakat tidak perlu

mengeluarkan dana, tidak terbebani biaya pulsa, tidak pakai jaringan data atau tanpa pulsa tetap masuk sms ke masyarakat.

(Wawancara

dengan M,

tanggal 11/01/2021).

2. kalau kita melihat strategi saya kan sebagai kasubag

umum dan

kepegawaian jadi tugas saya yaitu kadang dibagian mempublikasikan kemedia entah itu ke facebook, instagram Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sinjai dalam artian Cuma dilayanan publiknya kalau untuk

dipegawaian. Jadi seperti itu salah satu strategi untuk program La Sapi itu sendiri.

(Wawancara dengan MT, tanggal

12/01/2021).

3. Kalau strategi pengenalan program La Sapi

lebih ke

sosialisasi lansung kepada

masyarakat.

(Wawancara dengan H, tanggal 13/01/2021).

4. Dari segi strategi saya sendiri sebagai penyuluh bertugas untuk mensosialisaskian lansung mengenai program La Sapi ini terlebih di daerah kita masing-masing.

(Wawancara dengan A, tanggal 15/01/2021).

2 Organisas a. kognisi Bagaimana 1. Kalau untuk staf Berdasarkan

Dokumen terkait