BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Lokasi Penelitian
1. Gambaran umum Kabupaten Sinjai
Kabupaten Sinjai adalah salah satu Daerah Tingkat II di Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Ibu kota Kabupaten ini terletak di Balangnipa atau Kota Sinjai yang berjarak sekitar ±220 km dari Kota Makassar.
Kabupaten ini memiliki luas wilayah 819,96 dan berpenduduk sebanyak kurang lebih 236.497 jiwa.
Kabupaten Sinjai terletak pada titik 5º2´56´´ - 5º21´16´´ Lintang Selatan dan 119º56´30´´ - 120º25´33´´ Bujur Timur. Dengan batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:
Table 4.1 Batas-batas wilayah Utara Kabupaten Bone
Timur Teluk Bone
Selatan Kabupaten Bulukumba dan Kabupaten Bantaeng Barat Kabupaten Gowa
Kabupaten Sinjai terdiri atas wilayah pesisir, dataran rendah dan dataran tinggi dengan ketinggian antara 0 - 2.871 meter di atas permukaan air laut (mdpl). Wilayahnya termasuk 9 pulau-pulau kecil di Teluk Bone yang masuk ke wilayah Kecamatan Pulau Sembilan. Pesisir di Kabupaten Sinjai berada di sepanjang batas sebelah timur dan tergolong sempit
meliputi Kecamatan Sinjai Timur, Sinjai Utara dan Kecamatan Tellu Limpoe. Selanjutnya daerah dataran tinggi yang merupakan lereng timur Gunung Lompobattang-Gunung Bawakaraeng meliputi Kecamatan Sinjai Barat dan Sinjai Borong. Serta dataran tinggi Pegunungan Bohonglangi meliputi sebagian wilayah Kecamatan Bulupoddo. Dengan beriklim sub tropis. Yang mengenal 2 (dua) musim, yaitu musim penghujan pada periode April-Oktober, dan musim kemarau yang berlansung pada periode Oktober-April. Sehingga mempunyai curah hujan berkisar antara 2.000 - 4.000 mm /tahun, dengan hari hujan yang bervariasi antara 100 -160 hari hujan/tahun. Kelembapan udara rata-rata, tercatat berkisar antara 64 – 87 persen, dengan suhu udara rata-rata berkisar antara 21,1ºC -32,4ºC.
2. Gambaran umum Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sinjai
Sejarah berdirinya Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sinjai diawali dengan terbentuknya Kantor Kehewanan pada tahun 1970. Dimana pada pejabat kepala kantor pada saat itu dipercayakan kepada A. Mappatoba oleh Bupati Sinjai ke-3, Drs. H. M. Nur Tahir.
Kantor yang terletak di jalan Veteran, Kelurahan Biringere, Kecamatan Sinjai Utara menampung 15 (lima belas) orang pegawai hingga Tahun 1974, dimana tahun ini juga terjadi penggantian pimpinan dari A.
Mappatoba kepada Hasanuddin.
Setahun kemudian (1975) terjadi kembali penggantian kepala kantor dari Hasanuddin ke Chaeruddin. Akibat pejabat lama beralih tugas menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sinjai, pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat tersebut dilakukan oleh Bupati Sinjai ke-4 yaitu Drs. H. Andi Bintang sekaligus ditandai dengan perubahan status dari kantor kehewanan menjadi Dinas Peternakan Kabupaten Sinjai. Oleh karena tuntutan tugas dan fungsi dinas yang semakin berat maka pada tahun 1989 kantor Dinas Peternakan dipindahkan dari jalan Veteran ke Jalan Basuki Rahmat Kelurahan Biringere dengan menempati rumah jaga RPH (Rumah Potong Hewan) sampai dengan selesainya bangunan kantor baru yang beralamat di jalan Wolter Monginsidi No. 7 Sinjai pada tahun 1991.
Pada tahun 1995, saat H. M. Roem, SH menjabat sebagai Bupati Sinjai terjadi lagi pergantian Pejabat Kepala Dinas dari Chaeruddin yang telah memasuki masa pensiun kepada Ir. Musdar Tamin Chairan yang sebelumnya Kepala Seksi Penyuluhan pada Dinas Peternakan Kabupaten Sinjai. Selama kurang lebih 5 (lima) tahun kepemimpinan Ir. Musdar Tamin Chairan, sebagai Kepala Dinas Peternakan relatif cukup banyak mengalami kemajuan diantarany Program Gerakan Menanam Rumput secara Serempak (GEMARAMPAK), intensifikasi kegiatan inseminasi buatan (IB) dan vaksinasi ternak secara berkala.
Pada penghujung Tahun 1999, telah terjadi pergantian pimpinan dari Ir. Musdar Tamin Chairan kepada Drh Aminuddin Zainuddin. Dimana
pejabat lama mendapat tugas baru pada Dinas Peternakan Provinsi Sulawesi Selatan. Sedangkan pejabat lama sebelumnya menjabat sebagai Kepala Seksi pada Dinas Peternakan Propinsi Sulawesi Selatan. Seiring dengan semangat reformasi dengan penerapan otonomi daerah pada setiap Kabupaten dan Kota, maka jajaran Dinas Peternakan dibawah kendali Drh Aminuddin Zainuddin mulai memasuki era baru yang ditandai dengan semakin beragamnya komoditi ternak yang dikembangkan, diantaranya:
Pengembangan Kambing Boerawa, Pengembangan Pusat Pembibitan Ayam Buras (RRMC), Penempatan Desa Gunung Perak Kecamatan Sinjai Barat, sebagai Kawasan Sentra Sapi Pengembanagn Agribisnis Sapi Perah di Kabupaten Sinjai.
Perampingan kelembagaan pemerintah yang ditandai dengan lahirnya PERDA Nomor 6 Tahun 2001 Tentang Organisasi Tata Kerja Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Sinjai, maka sejak 5 Februari 2001 sampai dengan 28 Januari 2003. Dinas Peternakan berubah status menjadi Sub Dinas Peternakan pada Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Sinjai dibawah pimpinan Ir. H. Muh Jamil, dengan alamat kantor Jalan Persatuan Raya No 27 Sinjai. Satu tahun kemudian Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Sinjai di pisah, Dinas Peternakan berdiri sendiri melalui Peraturan Daerah (PERDA) Nomor 22 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Peternakan Kab. Sinjai dan kembali berkantor di Jalan Wolter Monginsidi. Drh. Aminuddin Zainuddin resmi menjabat selaku Kepala Dinas Peternakan setelah di angkat dan
dilantik oleh Bupati Sinjai H. Moh. Roem, SH sesuai Surat Keputusan Bupati Sinjai Nomor 821.2001 tertanggal 28 januari 2003. Pada tahun 2004 karena adanya sangketa tanah yang dimenangkan oleh pihak penggugat, maka Dinas Peternakan pindah kantor di Gedung Pertiwi jalan Arief Rahman Hakim No. 2 selama kurang lebih dua tahun. Pada tahun 2006 Pemerintah Kabupaten Sinjai membangun kantor baru untuk Dinas Peternakan yang berlokasi dijalan Lamatti dan penggunaannya diresmikan oleh Bupati Sinaji Andi Rudiyanto Asapa pada Rabu tanggal 9 Mei 2006.
Pada tanggal 1 Januari 2012 Dinas Peternakan Kabupaten Sinjai kembali berubah nama menjadi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan melalui Peraturan Daerah (perda) Nomor 18 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Sinjai.
a. Tujuan dan Sasaran 1) Tujuan
a) Mewujudkan pengembangan usaha peternakan dalam skala ekonomis, menerapkan prinsip efesiensi usaha yang memiliki keunggulan kompetitif.
b) Mewujudkan eksploitasi potensi yang unggul dari genetic ternak lokal, untuk mndukung peningkatan produksi dan produktifitas ternak.
2) Mewujudkan ketersediaan pangan asal hewan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Sinjai. Sasaran
a) Terwujudnya upaya pelayanan dan pembinaan usaha peternakan yang didukung oleh penyediaan sarana produksi dan produktifitas.
b) Peningkatan produksi dan produktifitas ternak.
c) Terwujudnya ketersediaan pangan asal hewan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Sinjai.
b. Struktur Organisasi dan Susunan Personil
Gambar 4.1 Struktur Organisasi dan Susunan Personil
Sumber: Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
KEPALA DINAS
SEKRETARIAT
SUB BAGIAN PROGRAM
DAN KEUANGAN
SUB BAGIAN UMUM DAN KEPEGAWAIAN KELOMPOK
JABATAN FUNGSIONAL
BIDANG PRODUKSI DAN
PENGOLAHAN HASIL PETERNAKAN
BIDANG KESEHATAN
HEWAN &
KESEHATAN MASYARAKAT
VETERINEER
BIDANG USAHA DAN
AGRIBISNIS PETERNAKAN SEKSI
BUDIDAYA DAN PERBIBITAN
TERNAK RUMINANSIA
SEKSI BUDIDAYA DAN
PERBIBITAN TERNAK NON
ROMANSIA
SEKSI PENGOLAHAN
HASIL PETERNAKAN
SEKSI PELAYANAN &
PEMBERANTASAN PENYAKIT HEWAN
SEKSI PENGAWASAN
OBAT DAN PRODUK HEWAN
SEKSI KESEHATAN MASYARAKAT
VETERINEER
SEKSI PENGEMBANGAN TEKNOLOGI SDM
DAN PENYULUHAN PETERNAKAN
SEKSI PROMOSI DAN
PEMASARAN PRODUK PETERNAKAN
SEKSI PENGEMBANGAN
USAHA PETERNAKAN UPTD
c. Tugas Pokok dan Fungsi 1) Tugas pokok
Melaksanakan sebagian kewenangan urusan pemerintahan daerah berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan di bidang peternakan dan kesehatan hewan yang menjadi tanggungjawab dan kewenangannya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
2) Fungsi
a) Perumusan kebijakan teknis di bidang peternakan dan kesehatan hewan.
b) Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang peternakan dan kesehatan hewan.
c) Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang peternakan dan kesehatan hewan.
d) Pengelolaan administrasi umum meliputi ketatalaksanaan, keuangan, kepegawaian, perlengkapan dan peralatan.
e) Pelaksanaan tugas lainnya yang diberikan bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.
d. Visi dan Misi 1) Visi
Terwujudnya masyarakat tani yang maju berkembang secara mandiri melalui pembangunan peternakan tangguh dan berbasis sumber daya lokal.
2) Misi
a) Membina dan mengembangkan peluang usaha dibidang peternakan, meraih keunggulan dan daya saing dan berbasis pada peternakan rakyat.
b) Menciptakan kemandirian penyediaan pangan asal hewan yang bernilai gizi tinggi, bagi seluruh masyarakat sinjai.
3. Gambaran umum program La Sapi
La Sapi (Layanan Seluler Peternakan Terintegrasi) merupakan program yang memiliki tagline “5 Aksi Baper (Bantu Peternak) yaitu bantu jual ternak, bantu beli ternak, bantu dapat pelayanan (inseminasi buatan, kartunisasi, asuransi dan pelayanan kesehatan hewan), bantu informasi manajemen peternakan dan kesehatan hewan, dan bantu pengaduan ternak. Melalui 5 Aksi Baper tersebut, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sinjai sangat mendukung pokok-pokok pembangunan bidang peternakan yang telah di canangkan yaitu, menjadikan Sinjai sebagai Sentra Pengembangan Sapi Potong di Kawasan Timur Indonesia. La Sapi itu sendiri dengan melalui pelayanan SMS Broadcast telah melayani lebih dari 15.000 peternak dan masyarakat di Kabupaten Sinjai.
Adapun sistem kerja Program La Sapi ini sangat mudah. Setiap peternak yang akan menjual hewannya akan menginformasikan kepada petugas di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sinjai melalui SMS di Nomor 085 315 01 01 01. Petugas kemudian
memverifikasi informasi tersebut terkait dengan berbagai data seperti jenis kelamin, umur, berat, kondisi kesehatan, dan sebagainya. Setelah itu petugas dinas akan mem-broadcast informasi ini keseluruh pedagang sapi yang ada di Kabupaten Sinjai. Karena informasi bersifat terbuka dan semua pedagang mengetahuinya, harga jual menjadi lebih kompetitif dan menguntungkan peternak. Begitu pula ketika ada hewan yang sakit.
Peternak tinggal menginfokannya melalui handphone masing-masing dan langsung direspon melalui SMS broadcast. Apabila perlu penanganan lebih lanjut, petugas kesehatan hewan terdekat dari lokasi peternak bisa datang memeriksa. Dan Salah satu kelebihan sistem ini karena bisa diterima dan menjangkau siapa pun yang berada di dekat ternak. Jadi kalau misal suami peternak sedang tidak di rumah atau sedang bekerja di tempat yang jauh, informasi bisa diterima istrinya atau keluarga lain.
a. Standar pelayanan layanan seluler peternakan terintegrasi
Tabel 4.2 Standar pelayanan layanan seluler peternakan terintegrasi
1. Persyaratan : 1. No. HP Peternak Terdaftar dalam Sistem La Sapi
2. Layanan Jual Beli Ternak Memiliki Kartu Identitas Ternak
2 Prosedur : Tim Kreatif Merancang SMS Kreatif Manajemen Peternakan dan Kesehatan Hewan/Peternak mengirimkan info jual-beli
ternak
Operator La Sapi menerima SMS Kreatif/SMS info jual beli
Untuk SMS info jual beli dari peternak, Operator melakukan pengecekan nomor identitas ternak pada pusat data kartu ternak Operator La Sapi mengirimkan SMS info secara broadcast kepada penerima manfaat layanan Operator menginventarisasi respon masyarakat
terkait SMS yang dikirimkan dan menyampaikan ke Tim Kreatif Tim Kreatif memberikan Jawaban/Penjelasan Operator Mengirimkan Jawaban dan membuat
laporan Pengiriman SMS 3 Waktu Pelayanan : 8 JAM Sehari 5 Hari Seminggu
4 Biaya/Tarif : GRATIS untuk menerima SMS/Untuk Mengirim pertanyaan atau info jual-beli ke La Sapi Centre maka tariff sesuai dengan Tarif SMS Provider Seluler yang digunakan
5 Produk : SMS Info Manajemen Peternakan, Kesehatan Hewan dan Info Jual-Beli Ternak
6 Pengelolaan Pengaduan
: 1. La Sapi Centre Jl. Lamatti No. 1 Sinjai 2. Email: [email protected] 3. SMS Centre La Sapi 085 315 01 01 01
Sumber: Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
b. Standar operasional prosedur (SOP), layanan seluler peternakan terintegrasi La Sapi.
1) Jual beli ternak
Tabel 4.3 SOP Jual beli ternak No Uraian
Prosedur
Pelaksanaan / Participant Mutu Baku Ket
Jual-Beli Ternak
Pemohon Peternak Pedagan
g
Costume r Service
/ Operator
Target SMS Peternak /Pedagang
Kelengkap an
Waktu Outp ut
1 Ketik
SMS (Jual- Beli)(Spe sies)(Jeni
s Kelamin)
(Umur)(
Harga)
Handphon e
Senin- jumat 08.00- 16.00 wita
SMS jual beli
2 Memasti kan Perangka
t SMS Broadcas
ting Dalam Keadaan Berfungs
i
Perangkat SMS Broadcast
Senin- jumat 08.00- 16 wita
Infor masi peran gkat
3 Ketik
SMS (Jual- Beli)(Spe sies)(Jeni
s Kelamin)
(Umur)(
Harga)(N o HP Penjual)
Perangkat Broadcast
Maks setelah diterim
a
SMS broad cast
4 Terima SMS Informas
i Jual Beli Ternak
Handphon e
SMS diteri ma
5 Evaluasi Hasil Jual-Beli
Sudah Terjual
Atau Belum
Handphon e
3 hari setelah
sms broadca
st
Info penju alan
Sumber: Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
2) Layanan SMS berseri informasi peternakan dan keswan
Tabel 4.4 SOP layanan SMS berseri informasi peternakan dan keswan
No Uraian Prosedur
Participant / Pihak Yang Terlibat Ket
Mutu Baku Ket
Layanan SMS Berseri Informasi Peternakan dan Keswan
Creatif Tim
Operator Target Petani, Jagal Pedagang
Kelengka pan
Waktu Output
1 Merancang SMS berseri
sesuai tema dan tujuan yang ingin dicapai
Buku / sumber bacaan /pulpen,
hp
Senin- jumat 08.00- 16.00 wita
20 SMS perbula
n 1 SMS /
hari 2 Memastikan
perangkat SMS broadcast berfungsi
baik
Perangka t SMS gateway
Senin- jumat 08.00- 16.00 wita
Lapora n pengec
ekan
3 Mengirimka n SMS informasi
berseri tentang peternakan dan keswan
Perangka t SMS gateway
Senin- jumat 08.00- 16.00 wita
SMS terkiri m
4 Terima SMS informasi
berseri tentang peternakan dan keswan
handpho ne
Senin- jumat 08.00- 16.00 wita
SMS diterim a
Sumber: Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
3) SMS pengaduan layanan
Tabel 4.5 SOP SMS pengaduan layanan
No Uraian Prosedur
Pihak Yang Terlibat Mutu Baku Ket
SMS Pengaduan
Layanan
Pemohon Operator Kabid /Sek Kadis
Kelengkap an
Waktu Output
1 Ketik SMS saran
<SPASI> isi pengadaan
kirim ke 081…
Handphon e
Senin- jumat 08.00- 16.00 wita
SMS pengad uan terkiri
m
2 #
memastikan perangkat
SMS gateway
dalam keadaan berfungsi
# meneruskan
informasi pengadilan
kepada KABID /
SEK / KADIS
30 menit
Inform asi pengad
uan
3 # membuat telah pemecahan
masalah # menyusun rekomendasi
pemecahan masalah dan
redaksi jawaban
SMS
30 menit
Lembar / redaksi pemeca
han masala
h
4 Mengirim jawaban SMS sesuai
redaksi
10 menit
SMS pemeca
han masala
h 5 Menerima
jawaban SMS atas pengaduan
yang disampaikan
Handphon e
10 menit
SMS diterim a
Sumber: Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
4) SMS permintaan layanan
Tabel 4.6 SOP permintaan layanan
N o
Uraian
Prosedur Participant Mutu Baku K
et SMS
Permintaan Layanan
Pemohon Operator / Costume r Service
Kadis / Sek / Kabid
Bagian Pelaya
nan DPHK
Kelengka pan
Wakt u
Output
1 Pemohon cukup
SMS layanan
yang diminta ke
SMS center misalnya, jual / beli /
sakit / ib / melahirkan
/ birahi / ddl 2 Operator
menghubu ngi pemohon via telpon untuk mendapatk
an informasi
lengkap 3 Operator
melanjutka n informasi permintaan pelayanan
kepada KADIS / BIDANG TERKAIT 4 KADIS /
BIDANG melanjutka n informasi
kebagian pelayanan 5 Bagian
pelayanan mengunjun gi lokasi peternakan
6 Peternak menerima
layanan
Sumber: Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan c. Rekapitulasi hasil isian survey La Sapi
Tabel 4.7 Rekapitulasi hasil isian survey La Sapi
No Nama
Surveyor
Sering Baca SMS La Sapi
Penerapan SMS
Pengetahuan Tentang Info Jual
Beli La Sapi
Pernah Beli / Jual Lewat La
Sapi Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak
1 Isnawati 99 1 12 88 99 1 0 0
2
A. Nur Islamia Hasbi
97 3 39 61 96 4 9 91
3 Sudarmiana 100 0 43 57 98 2 3 97
4 A. Febri Astuti
100 0 53 47 78 22 5 95
5 Nur Fitri Amir
98 2 28 72 97 3 6 94
6 A. Inda Sari 100 0 44 56 83 17 18 82
7 Sri Armila 100 0 53 47 100 0 1 99
8 Fitrah Ramadhani
100 0 38 62 94 6 5 95
9 Sulfiana 100 0 20 80 100 0 6 94
10 Lisa Amaliah
98 2 35 65 95 5 4 96
Jumlah 992 8 365 635 940 60 57 843
Sumber: Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan
Berdasarkan tabel tersebut menunjukkan bahwa responden yang dipilih secara acak berdasarkan lokasi tempat tinggal responden diseluruh wilayah Kabupaten Sinjai. Jumlah responden sekitar 6,5 % (1000 responden) dari total penerima layanan La Sapi (15,182 orang).
Dari hasil awal yang diperoleh tentang profil responden salah satu unsur penting identitas yaitu jenis kelamin. Dari sisi jenis kelamin,
hasil survey menunjukkan bahwa responden terdiri atas 62,7 % laki- laki, 37,3 % perempuan. Jumlah total penerima layanan La Sapi terdiri 11,802 pengguna laki-laki dan 3,380 pengguna perempuan. Jumlah responden wanita cukup tinggi itu dikarenakan penerima telfon yang dihubungi tercatat atas nama laki-laki akan tetapi yang menerima dan menjawab telfon yaitu responden perempuan (istri). Hal ini merupakan hal lazim dimana dipedesaan terkadang cuma terdapat 1 HP dalam satu keluarga yang seakan menjadi nomor telfon keluarga secara umum. Selanjutnya dilihat dari respon responden terhadap SMS yang dikirimkan, berdasarkan besaran presentasenya 99,2 % responden membaca SMS yang dikirimkan. Dari jumlah tersebut 62,3 % adalah responden laki-laki dan 36,9 % responde perempuan. Sebanyak 0,8 % responden tidak membaca/menghiraukan SMS yang dikirimkan dalam posisi yang seimbang yaitu 0,4 % laki-laki dan 0,4 % perempuan. Bila ditinjau dari penerapan SMS yang dikirimkan 36,5 % responden mengaplikasikan SMS yang mereka terima. Berdasarkan jenis kelamin, responden laki-laki yang mengaplikasikan SMS La Sapi dua kali lipat lebih banyak dari responden wanita yang mengaplikasikan SMS La Sapi (laki-laki 24,9 % , perempuan 11,6 %) hal ini disebabkan karena secara utama, kaum laki-laki memang lebih berperan aktif dalam memelihara ternak. Sementara sisanya sekitar 63,5 % tidak mengaplikasikan sms (laki-laki 37,8 %, perempuan 25,7
%). Adapun dari sisi pengetahuan responden tentang peran La Sapi
dalam membantu jual beli ternak, sebanyak 94 % yang terdiri dari 59,1
% responden laki-laki dan 34,9 % responden perempuan yang sudah mengetahui bahwa La Sapi dapat digunakan sebagai media bantuan dalam jual beli ternak. Hal ini berarti bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan laki-laki dan perempuan dalam mengetahui fungsi La Sapi dalam membantu jual beli ternak. Dilihat dari responden yang pernah melakukan jual beli ternak melalui La Sapi 57 responden pernah memanfaatkan La Sapi untuk menjual/membeli ternak. Dari jumlah tersenut 70,7 % responden mendapatkan pengalaman positif dalam menjual/membeli ternak. Diantaranya mereka mampu menjual dengan harga yang lebih tinggi (26 %), ada pula yang mengalami bahwa membeli ternak melalui La Sapi lebih murah dari jual beli secara konvensioanal (22 %), selain itu ada juga responden yang berpendapat bahwa jual/beli ternak melalui La Sapi lebih mudah dan cepat (8,7 %).
Selain itu ada pula yang tidak membeli ternak secara lansung akan tetapi menyampaikan informasu jual/beli ternak tersebut kepada teman dan keluarga. Persentase responden laki-laki dalam jual beli ternak La Sapi jauh lebih tinggi dari responden perempuan yaitu mencapai 88 % hal ini disebabkan karena secara kebiasaan dimasyarakat masalah jual beli ternak memang menjadi urusan kaum laki-laki.
Berdasarkan sejumlah aspek yang dinilai dalam survey sederhana maka dapat disimpulkan bahwa La Sapi sudah sangat mampu mendorong dan meningkatkan pengetahuan masyarakat
penerima layanan dengan sangat baik (capacity change). Tingkat responden yang mengaplikasikan atau melakukan informasi yang disampaikan melalui La Sapi cukup tinggi (36,5 %), hasil ini lebih rendah dari yang ditargetkan disebabkan oleh informasi yang cukup terbatas yang disampaikan melalui SMS Broadcast selain itu juga disebabkan oleh tidak adanya kontak fisik antara pemberi informasi dan penerima informasi. Tingkat pemanfaatan jual beli masih rendah hal ini disebabkan masyarakat, khususnya masyarakat dipedesaan masih lebih condong untuk melakukan jual beli secara lansung. Akan tetapi dengan banyaknya pengalaman positif dalam jual beli ternak oleh para responden yang telah memanfaatkan La Sapi dalam jual beli.
Maka kedepannya pemanfaatan La Sapi untuk jual beli ternak oleh masyarakat sangat diminati.
d. Final acquittal report statement of financial expenditure
Tabel 4.8 Final acquittal report statement of financial expenditure
Subject Budget Plan Actual Spent
Printing and Publication Rp 37.600.000,00 Rp 45.350.000,00 Collecting and Inputting Cell Phone
Number
Rp 18.000.000,00 Rp 15.482.000,00 Integrated Livestock and Veterinary
Services
Rp 32.500.000,00 Rp 21.604.720,00 Software and Hardware Purchase Rp 34.300.000,00 Rp 34.228.060,00 Program Evaluation Rp 7.600.000,00 Rp 4.931.000,00
Total Rp 130.000.000,00 Rp 121.595.780,00
Sumber: Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan