• Tidak ada hasil yang ditemukan

implementasi program pramuka dalam meningkatkan

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "implementasi program pramuka dalam meningkatkan"

Copied!
112
0
0

Teks penuh

(1)

IMPLEMENTASI PROGRAM PRAMUKA DALAM MENINGKATKAN DISIPLIN SISWA PADA KEGIATAN PRAMUKA SMP ISLAM SINAR

CENDIKIA SERPONG TANGSEL BANTEN

SKRIPSI

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan Studi Strata Satu (S1) Program Studi Pendidikan Agama Islam

Disusun oleh :

Nama : FEBY NUR AYU MONIKA NPM : 2016510091

FAKULTAS AGAMA ISLAM

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA

1442 H/2020 M

▸ Baca selengkapnya: contoh program semester pramuka siaga

(2)

LEMBAR PERNYATAAN

Yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama : Feby Nur Ayu Monika

NPM : 2016510091

Program Studi : Pendidikan Agama Islam Fakultas : Agama Islam

Judul Skripsi : Implementasi Program Pramuka dalam Meningkatkan Disiplin Siswa SMP Islam Sinar Cendikia Serpong Tangsel Banten

Dengan ini menyatakan bahwa skripsi yang berjudul diatas secara keseluruhan adalah hasil penelitian saya kecuali pada bagian-bagian yang menjadi sumber rujukan. Apabila ternyata di kemudian hari terbukti skripsi saya merupakan hasil plagiat atau penjiplakan terhadap karya orang lain, maka saya bersedia mempertanggungjawabkan sekaligus menerima sanksi berdasarkan ketentuan undang-undang dan aturan yang berlaku di Universitas Muhammadiyah Jakarta ini. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan tidak ada paksaan.

Jakarta, 7 Dzulhijah 1441 H 28 Juli 2020 M

Peneliti

Feby Nur Ayu Monika

(3)

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING

Skripsi yang berjudul “Implementasi Program Pramuka dalam Meningkatkan Disiplin Siswa SMP Islam Sinar Cendikia Serpong Tangsel Banten” yang disusun oleh Feby Nur Ayu Monika, Nomor Pokok Mahasiswa:

2016510091 Program Studi Pendidikan Agama Islam disetujui untuk diajukan Sidang Skripsi Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Jakarta, 17 September 2020 Pembimbing

Dra. Romlah Abdul Gani, M.Pd

(4)

LEMBAR PENGESAHAN PANITIA UJIAN SKRIPSI

Skripsi yang berjudul : Implementasi Program Pramuka Dalam Meningkatkan Disiplin Siswa SMP Islam Sinar Cendikia Serpong Tangsel Banten. Disusun oleh : Febi Nur Ayu Monika Nomor Pokok Mahasiswa : 2016510091. Telah diujikan pada hari/tanggal: Selasa, 10 November 2020 telah diterima dan disahkan dalam sidang skripsi (Munaqasyah) Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta untuk memenuhi persyaratan mencapai gelar sarjana Srata Satu (S1) Program Studi Pendidikan Agama Islam.

FAKULTAS AGAMA ISLAM Dekan,

Dr.Sopa, M.Ag

Nama Tanda Tangan Tanggal

Dr.Sopa M.Ag. ... ...

Ketua

Dr, Suharsiwi, M.Pd ... ...

Sekretaris

Dra. Romlah Abdul Gani, M.Pd. ... ...

DosenPembimbing

Dr. Ayuhan, MA ... ...

AnggotaPenguji I

Dr, Suharsiwi, M.Pd ... ...

AnggotaPenguji II

(5)

FAKULTAS AGAMA ISLAM

Program Studi Pendidikan Agama Islam Skripsi

Feby Nur Ayu Monika 2016510091

Implementasi Program Pramuka dalam Meningkatkan Disiplin siswa SMP Islam Sinar Cendikia Serpong Tangsel Banten

XIII

+ 85 halaman + 6 lampiran

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi program pramuka dalam meningkatkan disiplin siswa SMP Islam Sinar Cendikia Serpong Tangsel Banten.

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, dengan metode studi kasus. Sumber data primer adalah pelatih pramuka dan siswa anggota pramuka, sedangkan sumber data skunder adalah wakasek bidang kesiswaan, kepala sekolah, dan Pembina Pramuka. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi partisipan dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan analisis model interaktif dari Miles dan Hubemen (1994). Uji keabsahan data menggunakan triangulasi yang meliputi sumber data, tektik dan waktu pengmpulan data.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Disiplin siswa dalam kegiatan pramuka dan kegiatan sekolah SMP Islam Sinar Cendikia Serpong Tangsel Banten sudah lebih baikdan berjalan dengan lancar sesuai yang diharapkan oleh sekolah dan pelatih pramuka berdasarkan data wawancara. 2) Pelaksanaan program pelatihan pramuka yaitu program jangka pendek yang dilaksanakan seminggu sekali setiap hari Rabu mulai pukul 09:00 s/d 10:00 WIB. Untuk program jangka menengah yaitu kegiatan pengisian SKU (syarat keckapan umum), camping 6 bulan sekali, wide game, bakti sosial, dan program jangka panjang yaitu pelantikan kenaikan tingkat (ramu, rakit, terap), mengadakan camping di luar sekolah. 3) Faktor pendukung dalam kegiatan ini adalah Sebagian orang tua siswa dapat diajak kerja sama dalam mendukung setiap kegiatan pramuka di sekolah, bersedia mendukung dana kegiatan, dan memotivasi putra putrinya untuk partisipasi. Pihak sekolah yang memberikan fasilitas kepada siswa agar dapat mengembangkan potensi yang ada pada diri mereka dengan didukung oleh beberapa sarana dan prasarana yang dimiliki oleh sekolah sedangkan faktor penghambat diantaranya kurang tegasnya dewan penggalang terhadap anggotanya sehingga masih terjadi pelanggaran yang dilakukan siswa terhadap peraturan yang sudah dibuat oleh pelatih. Masih terdapat keraguan pada orang tua terhadap kegiatan yang ada di dalam pramuka. Anak kurang antusias dalam mengikuti semua kegiatan pramuka.

(6)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah yang Maha Esa atas segala nikmat yang diberikan-Nya. Karena telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk dapat menyelesaikan skripsi ini.

Pramuka adalah salah satu kegiatan yang sangat tepat untuk penerapan dasar dan bekal generasi penerus bangsa Indonesia menghadapi perkembangan jaman yang semakin maju, sikap disiplin, kemandirian, keberanian, cinta alam, gotong royong, berbudi luhur, berakhlak mulia, serta tentunya cinta tanah air diajarkan secara bersamaan dikegiatan pramuka. Selama ini mungkin keanggotaan yang paling banyak di Indonesia yaitu pramuka. Ada suatu kebanggaan tersendiri menjadi anggota pramuka, organisasi ekstrakulikuler paling besar di Indonesia.

Skripsi ini ditulis dalam upaya memenuhi salah satu tugas akhir dalam memperoleh gelar Sastra Satu (S.1) pada program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta, tahun

Pada kesempatan kali ini, penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas segala bimbingan, dan dukungan serta pengarahan- pengarahan sehingga proposal penelitian ini dapat terselesaikan. Ucapan terima kasih ini di tunjukkan kepada:

1. Prof. Dr. Syaiful Bahri, S.H., M.H., Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta.

2. Dr. Sopa, M.Ag., Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta.

(7)

3. Busahdiar, MA Selaku Ketua Program Studi Agama Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta yang selalu mensuport untuk menyelesaikan skripsi ini.

4. Dra. Romlah Abdul Gani, M.Pd selaku Dosen pembimbing yang sudah mau meluangkan waktu, tenaga dan fikiran unruk membantu menyeleaikan proses skripsi ini dengan sebaik mungkin.

5. Kepala Sekolah SMP Islam Sinar Cendikia Serpong Tangsel Banten, beserta seluruh Bapak/Ibu Guru sebagai responden yang telah membantu dan memberi izin tempat penelitian serta memberi dukungan data.

6. Siswa siswi SMP Islam Sinar Cendikia Serpong Tangsel yang telah menjadi responden penelitian. Tanpa bantuan mereka tidak mungkin skripsi ini terselesaikan

7. Seluruh dosen dan karyawan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta, yang telah memberikan pelayanan akademik dan pelayanan administrasi terbaik.

8. Sembah, sujud baktiku kepada Bapak Atin Sugiatin dan Ibu Mariyah yang senantiasa membantu memberi suport setiap harinya, dengan keikhlasan memberikan doa, motivasi dan memberikan bantuan moril maupun materil yang melangit luas sehingga bisa terselesainya skripsi ini.

9. Seluruh teman teman, sahabat, saudara yang telah memberikan suport tanpa henti sehingga terselesaikan skripsi ini.

Penulis menyadari bahwa dalam skripsi ini masi banyak kekuranan dan keterbatasan, Harapanku semoga semua pihak yang telah membantu penulis

(8)

dalam meyelesaikan skripsi ini mendapatkan balasan yang berlipat ganda dari Allah SWT.

Jakarta, 22 September 2020 Penulis

Feby Nur Ayu Monika

(9)

DAFTAR ISI

LEMBAR PERNYATAAN ...i

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING ...ii

LEMBAR PENGESAHAN PANITIA UJIAN SKRIPSI ...iii

ABSTRAK ...iv

KATA PENGANTAR ...vi

DAFTAR ISI ...ix

DAFTAR TABEL ...xii

DAFTAR GAMBAR ...xiii

DAFTAR LAMPIRAN ...xiv

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ...1

B. Identifikasi Masalah. ...9

C. Fokus dan Subfokus Penelitian ...10

D. Rumusan Masalah ...10

E. Tujuan Penelitian ...11

F. Kegunaan penelitian ...11

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Deskripsi Konseptual Fokus dan Subfokus Penelitian ...13

1. Disiplin Siswa ...13

a. Pengertian Disiplin ...13

b. Macam-macam Disiplin ...15

c. Tujuan Disiplin Siswa ...19

d. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kedisiplinan Siswa ...20

(10)

2. Program Pramuka ...23

a. Pengertian Pramuka ...23

b. Sejarah Pramuka ...27

c. Fungsi dan Tujuan Pramuka ...31

d. Kegiatan Pramuka ...34

3. Pengertian Program ...37

4. Pengertian Implementasi ...38

B. Penelitian yang Relevan ...39

C. Kerangka Berpikir ...41

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tujuan Oprasional Penelitian ...43

B. Latar/Setting Penelitian ...43

C. Tempat dan Waktu Penelitian ...46

D. Metode Penelitian dan Prosedur Penelitian ...46

E. Data dan Sumber Data (data primer dan skunder) ...48

F. Teknik dan Prosedur Pengumpulan Data ...49

G. Prosedur Analisis Data ...52

H. Pengambilan Kesimpulan ...55

I. Pemeriksaan Keabsahan Data ...55

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum SMP Islam Sinar Cendikia Serpong Tangsel ...57

(11)

1. Sejarah Singkat Berdirinya SMP Islam Sinar Cendikia Serpong Tangsel Banten ...57 2. Sarana dan Prasarana ...60 3. Keadaan Siswa, Guru dan Karyawan SMP Islam Sinar

Cendikia Serpong Tangsel Banten ...61 B. Temuan Penelitian ...63

1. Disiplin Siswa SMP Islam Sinar Cendikia Serpong

Tangsel Banten. ...65 2. Program Pramuka SMP Islam Sinar Cendikia Serpong

Tangsel Banten. ...67 3. Faktor Pendukung dan Penghambat Kegiatan Pramuka ....69 C. Pembahasan Temuan Penelitian ...70 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan ...83 B. Saran ...84 DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN-LAMPIRAN RIWAYAT HIDUP

(12)

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Prosedur Penelitian ...47

Tabel 3.2 Teknik dan Prosedur Pengumpulan Data ...52

Tabel 4.1 Data siswa Berdasarkan Kelas dan Jenis Kelamin ...61

Tabel 4.2 Data Guru Berdasarkan Status Kepegawaian ...62

Tabel 4.3 Data karyawan berdasakan Profesi ...62

(13)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.1 Analisis Data Model Inter ModelMiles and Huberman ...53 Gambar 4.1 Pelaksanaan Latihan Semaphore ...74 Gambar 4.2 Pelaksanaan Wide Game Disawah ...75 Gambar 4.3 Pelaksanaan Pelantikan Kenaikan Tingkat (Ramu, Rakit

dan Terap) ...76

(14)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Instrumen Penelitian Lampiran 2 Data Hasil Penelitian Lampiran 3 Surat-surat

Lampiran 4 Daftar Riwayat Hidup

(15)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi manusia untuk menjalani kehidupannya dan berguna untuk meningkatkan kecakapan serta kemampuan diri yang mampu menjadi faktor pendukung dalam menjalani kehidupan agar manusia dapat maju dan berkembang terutama pada saat era globalisasi. Dengan demikian manusia dituntut untuk mampu mematuhi berbagai ketentuan atau harus hidup secara berdisiplin sesuai dengan tata tertib yang berlaku. Tata tertib yang membatasi hidup itu ternyata merupakan kebutuhan manusia untuk dapat menjalani kehidupan dengan baik.

Ketaatan dan kepatuhan dalam menjalankan tata tertib kehidupan, tidak akan dirasa memberatkan bila dilaksanakan dengan kesadaran akan penting dan manfaatnya. Kemauan dan kesediaan mematuhi disiplin itu datang dari orang yang bersangkutan atau tanpa paksaan dari luar atau dari orang lain, khususnya dari siswa itu sendiri. Akan tetapi dalam keadaan seseorang belum memiliki kesadaran untuk memetuhi tata tertib, yang sering dirasakannya memberatkan atau tidak mengetahui manfaat dan kegunaannya, maka diperlukan tindakan memaksa dari luar atau orang lain yang bertanggung jawab dalam melaksanakan atau mewujudkan sikap disiplin. Kondisi seperti itu sering ditemui pada kehidupan remaja, yang mengharuskan pendidiknya melakukan pengawasan agar tata tertib kehidupan dilaksanakan, yang sering

(16)

kali mengharuskan untuk memberikan sanksi atau hukuman karena pelanggaran yang dilakukan oleh anak didiknya.

Dalam ayat al-quran surat al-huud ayat 112 menjelaskan tentang disiplin yang berbunyi :

َت ْهَمَو َتْرِمُأ اَمَك ْمِقَتْساَف َنوُلَمْعَت اَمِب ُهَوِإ ۚ اْوَغْطَت اَلَو َكَعَم َبا

ٌريِصَب

1

Dari ayat di atas menunjukkan bahwa, disiplin bukan hanya tepat waktu saja, tetapi juga patuh pada peraturan-peraturan yang ada.

Melaksanakan yang diperintahkan dan meninggalkan segala yang dilarang- Nya. Di samping itu juga melakukan perbuatan tersebut secara teratur dan terus menerus walaupun hanya sedikit. Karena selain bermanfaat bagi kita sendiri juga perbuatan yang dikerjakan secara kontinyu dicintai Allah walaupun hanya sedikit.

Sekolah merupakan suatu lembaga pendidikan yang bertanggung jawab memberikan berbagai pengetahuan dan keterampilan, serta mengembangkan berbagai nilai dan sikap. Didalam Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional; pasal (3) Undang-Undang bahwa dengan ditaatinya tata tertib sekolah, maka tujuan umum pendidikan akan dapat tercapai. Agar tata tertib tersebut ditaati diperlukan adanya suatu sikap yang dapat menunjang pentaatan tersebut, salah satunya yaitu sikap disiplin.

Karena dengan disiplin tata tertib dapat dilaksanakan tanpa paksaan. Idealnya

1Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas.

Sesungguhnya dia maha melihat apa yang kamu kerjakan” (al-huud 112)

(17)

sikap disiplin itu dimiliki oleh semua komponen sekolah. Bagi siswa disiplin dapat menumbuhkan perilaku antara lain: mengerjakan tugas dengan baik, tepat waktu, belajar dengan rutin tanpa paksaan, dan tentunya dapat mematuhi tata tertib sekolah dengan tanpa paksaan.2

Membangun kesadaran hidup disiplin merupakan kewajiban bagi semua pihak. Baik pelajar, guru sampai pengusaha sekalipun. Disiplin merupakan modal utama dalam menanggapi kesuksesan. Oleh karena itu kedisiplinan menjadi salah satu barang mewah yang harus dimiliki oleh siapapun.

Disiplin merupakan salah satu upaya dan perbuatan untuk meningkatkan disiplin anak bangsa karena dengan disiplin segala kegiatan akan teratur dan terarah sehingga tujuan yang diharapkan dapat dicapai dengan baik. Dengan demikian, sebagai salah satu upaya meningkatkan karakter anak bangsa. Disiplin memberikan pengaruh untuk anak bangsa lebih terarah, tertib, dan teratur sehingga tujuan yang diharapkan tercapai secara optimal dan kreativitas anak bangsa ke satu arah dan tujuan yang tepat.

Dengan disiplin, semua kegiatan anak bangsa akan lebih meningkat kualitasnya karena ia akan lebih peka terhadap pengaruh hal-hal yang sifatnya negative.3

Disiplin merupakan unsur moralitas seseorang yang menekankan pada peraturan tata tertib dalam prinsip-prinsip keteraturan, pemberian perintah,

2 Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 3

3A. Tabrani Rusyan, Membangun Disiplin Karakter Anak Bangsa, (Jakarta: PT. Pustaka Dinamika, 2013), h. 67.

(18)

larangan, pujian, dan hukuman dengan otoritas atau paksaan untuk mencapai kondisi yang baik.

Tata tertib adalah aturan yang lazim dimiliki oleh sebuah sekolah. Tata tertib sekolah merupakan peraturan tertulis yang telah dirancang dan disahkan oleh pihak sekolah sebagai acuan untuk mengatur perilaku dan tingkah laku agar dapat dipertanggungjawabkan. Sebuah tata tertib harus ditaati.

Dengan ditaatinya tata tertib sekolah, maka tujuan umum pendidikan akan dapat tercapai. Agar tata tertib tersebut ditaati diperlukan adanya suatu sikap yang dapat menunjang penataatan tersebut, salah yaitu sikap disiplin.

Melalui disiplin tata tertib dapat dilaksanakan tanpa paksaan. Idealnya sikap disiplin itu dimiliki oleh semua komponen sekolah. Tidak hanya milik siswa semata, namun juga harus dimiliki oleh kepala sekolah, guru, serta karyawan.

Bagi siswa disiplin dapat menumbuhkan perilaku antara lain: mengerjakan tugas dengan baik, tepat waktu, belajar dengan rutin tanpa paksaan, dan tentunya dapat mematuhi tata tertib sekolah tanpa paksaan.

Di tengah-tengah perkembangan dunia yang begitu cepat dan semakin kompleks dan canggih, prinsip-prinsip pendidikan untuk membangun etika, kedisiplinan dan karakter peserta didik tetap harus dipegang. Akan tetapi perlu dilakukan dengan cara yang berbeda atau kreatif sehingga mampu mengimbangi perubahan kehidupan. Guru harus memiliki komitmen yang kuat dalam melaksanakan pendidikan yang berpusat pada potensi dan kebutuhan peserta didik.

(19)

Kenyatan yang terjadi pada saat ini, anak kurang disiplin dan tidak memiliki rasa tanggung jawab di sekolah ketika kegiatan pramuka berlangsung, dan tidak merasa bangga menjadi anak pramuka sehingga tidak menggunakan atribut lengkap, datang tidak tepat waktu, tidak mengumpulkan tugas sesuai yang telah diperintahkan oleh pelatih. Hal ini merupakan dasar dalam pembentukan watak, kedisiplinan dan kepribadian siswa. Kalau kebiasaan ini tidak menemukan pemecahan masalahnya maka tujuan pendidikan nasional akan sulit terwujud.

Kegiatan pembinaan kesiswaan yang selama ini diselenggarakan sekolah merupakan salah satu media yang potensial untuk pendidikan karakter, kedisiplinan dan peningkatan mutu akademik peserta didik. Kegiatan pembinaan kesiswaan merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan tenaga pendidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah. Melalui kegiatan pembinaan kesiswaan diharapkan dapat mengembakan kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab sosial, serta potensi dan prestasi peserta didik.

Untuk memperoleh kedisiplinan siswa, siswa tidak cukup diberikan materi pelajaran yang terdapat dalam materi kurikulum yang ada dan berlaku di sekolah, melainkan perlu adanya kegiatan-kegiatan tambahan di luar kurikulum pelajaran. Kegiatan tambahan di luar kurikulum pelajaran tersebut dikemas dalam sebuah wadah atau program yang ditinjau demi menunjang

(20)

proses pendidikan yang kemudian dapat meningkatkan kemampuan keterampilan siswa kearah yang lebih maju. Salah satu wadah pembinaan siswa di sekolah adalah kegiatan pramuka. Kegiatan pramuka dapat dikembangkan sebagai sarana untuk menanamkan kedisiplinan siswa yang bersifat pembinaan karakter (akhlak, budi pekerti).

Banyaknya kegitan-kegiatan yang ada di sekolah Islam Sinar Cendikia tetapi salah satu kegiatan yang dapat meningkatkan disiplin siswa yaitu kegiatan pramuka. Karena dalam kegiatan pramuka siswa dituntut untuk hadir tepat waktu dan mematuhi apa yang sudah diperintahkan.

Kegiatan pramuka yang dikemas dalam kegiatan yang menarik dan menyenangkan tetapi juga mengandung nilai-nilai pendidikan serta untuk membentuk sifat dan kepribadian anak. Antara kegiatan wajib kepramukaan dan kedisiplinan memiliki hubungan yang sangat erat karena dalam kegiatan pramuka selalu membiasakan melaksanakan segala sesuatu dengan disiplin.

Hal ini di tegaskan dalam Dasa Dharma Pramuka pada poit yang ke-8, yaitu Disiplin, berani dan setia. Arti dari pernyataan tersebut adalah bahwa seorang Pramuka harus menepati waktu yang telah ditentukan, mendahulukan kewajiban terlebih dahulu dibandingkan haknya, berani mengambil keputusan, tidak pernah mengecewakan orang lain serta tidak pernah ragu dalam bertindak.

Pendidikan kepramukaan merupakaan proses belajar mandiri yang progresif bagi kaum muda untuk mengembangkan diri pribadi seutuhnya, meliputi aspek spiritual, emosional, social, intelektual, dan fisik, baik sebagai

(21)

individu maupun sebagai anggota masyarakat agar menjadi warga negara yang berkualitas serta mampu memberikan sumbangan positif bagi kesejahteraan dan kedamaian masyarakat baik nasional maupun internasional dan pendidikan kepramukaan secara luas diartikan sebagai proses pembinaan yang berkesinambungan bagi kaum muda, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Kepramukaan bukanlah suatu ilmu yang harus dipelajari secara tekun, bukan pula merupakan suatu kumpulan dari ajaran-ajaran dan naskah-naskah buku.

Gerakan pramuka adalah perkumpulan gerakan pendidikan kepanduan bangsa Indonesia untuk anak-anak dan warga Negara republic Indonesia (keputusan Presiden No. 238 Tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka). Pada perkembangan zaman sekarang ini, gerakan pramuka mengalami perkembangan yang baik, namun juga terdapat penurunan dalam pandangan masyarakat, karna hanya dipandang sebagai kegiatan anak-anak sekolah yang merupakan esktrakulikuler belaka. Bahkan sampai ada yang beranggapan bahwa kepramukaan hanyalah kegiatan seperti anak kecil yang bermain dan bernyanyi-nyanyi, bermain tali temali. Banyak remaja jaman sekarang di sekolah tingkat menengah yang masih kurang meminati dalam kegiatan kepramuaakan, mereka beranggapan bahwa kegiatan pramuka ialah kegiatan yang membosankan karna hanya bermain dan bernain atau hanya sekedar yel- yel dan tepuk-tepuk. Hal ini merupakan pekerjaan rumah tangga dan tantangan

(22)

bagi para anggota pramuka dalam berkegiatan yang juga harus mengikuti perkembangan zaman.4

Tujuan Gerakan Pramuka, bertujuan untuk membentuk setiap pramuka agar memiliki kepribadian yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, berjiwa politik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, dan memiliki kecakapan hidup sebagai kader bangsa dalam menjaga dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan pancasila, serta melestarikan lingkungan hidup..

Kegiatan ekstrakulikuler pramuka dilaksanakan di luar ruangan pada hari rabu pagi jam 09:00-10:00 WIB, setelah selesai kegiatan belajar mengajar yang diikuti oleh siswa kelas VII dan kelas VIII yang dijadwalkan seminggu sekali setiap pertemuan sehingga memberikan unsur kreatif pada siswa setelah seharian penuh melalui proses Pembina belajar. Kegiatan pramuka memberikan permainan-permainan yang mengandung unsur pendidikan yang bermanfaat untuk mereka dan dilanjutkan dengan materi kepramukaan.

Kegiatan pramuka yang ada di sekolah SMP Islam Sinar Cendikia merupakan sebuah kegiatan yang dikemas dalam kegiatan yang menarik dalam menyenangkan tetapi juga mengandung nilai-nilai pendidikan untuk membentuk sifat kepribadian tertentu diperlukan peningkatan disiplin dalam belajar, kedisiplinan belajar merupakan salah satu faktor penting yang harus ditanamkan sejak dini sehingga peningkatan kedisiplinan siswa dan menjadi karakter yang utuh dalam diri siswa. Dari observasi yang telah dilaksanakan

4 Akhmad Muhaimin, Azzet, Urgensi Pendidikan Berkarakter Di Indoneia : Revitalisasi Pendidikan Karakter Terhadap Keberhasilan Belajar dan Kemajuan Bangsa,(Jogjakarta: Ar-ruzz Media, 2011), h. 25.

(23)

bahwa tingkat disiplin siswa di SMP Islam Sinar Cendikia masih rendah ketika mengikuti kegiatan pramuka, masih banyak siswa yang tidak tepat waktu dalam kehadiran saat kegiatan berlangsung, bukan hanya dari segi kehadiran tetapi yang menggunakan atribut saat kegiatan pramuka sangatlah sedikit bahkan sampai ketika pemberian tugas sedikit dari mereka yang mengumpulkannya dan tugas sekolah lainnya.

Terkait dengan hal tersebut, untuk mengetahui seberapa besar kedisiplinan siswa dalam kegiatan pramuka di SMP Islam Sinar Cendikia sebagai alternatif dalam menanamkan rasa tanggung jawab dalam kegiatan tersebut, penulis tertarik untuk mengangkat masalah ini menjadi penelitian skripsi.

B. Identifikasi Masalah.

Berdasarkanlatar belakang diatas, maka dapat diidentifikasi masalah – masalah sebagai berikut :

1. Kurangnya tingkat disiplin siswa pada kehadiran, menggunakan atribut pramuka, dan tidak mengumpulkan tugas ketika kegaitan pramuka berlangsung di SMP Islam Sinar Cendikia Serpong Tangsel.

2. Program kerja pramuka belum terlaksana dengan optimal di SMP Islam Sinar Cendikia Serpong Tangsel.

3. Kurang tegasnya sanksi dari pelanggaran pada siswa yang melanggar 4. Masih banyaknya siswa yang belum menyukai kegiatan pramuka sehingga

yang menjadikan mereka kurang disiplin.

(24)

5. Penilaian kegiatan di sekolah hanya sebatas penilaian terhadap pembina tidak dikaitkan dengan penilaian sekolah

C. Fokus dan Subfokus Penelitian

Pramuka adalah dari salah satu ekstrakulikuler yang merupakan sarana untuk melatih kepemimpinan, ketangkasan, keterampilan dan kedisiplinan.

Fokus penelitian ini adalah Implementasi program pramuka dalam meningkatkan disiplin siswa SMP Islam Sinar Cendikia, dengan subfukos sebagai berikut :

1. Disiplin siswa pada kehadiran, penggunaan atribut dan menjalankan tugas-tugas sekolah pada siswa SMP Islam Sinar Cendikia Serpong Tangsel.

2. Pelaksanaan program latihan pramuka SMP Islam Sinar Cendikia.

3. Faktor pendukung dan penghambat kegiatan pramuka SMP Islam Sinar Cendikia Serpong Tangsel.

D. Rumusan Masalah

Dari fokus dan subfokus masalah diatas, maka dapat dirumuskan beberapa permasalahan, yaitu:

1. Bagaimana disiplin siswa dalam kegiatan pramuka dan kegiatan sekolah SMP Islam Sinar Cendikia Serpong Tangsel ?

2. Bagaimana pelaksanaan program pelatihan pramuka SMP Islam Sinar Cendikia Serpong Tangsel?

3. Apa saja Faktor pendukung dan penghambat kegiatan pramuka SMP Islam Sinar Cendikia Serpong Tangsel ?

(25)

E. Kegunaan Penelitian

Penelitian ini berguna secara teoritis dan praktis.

1. Secara Teoritis

Secara teoritis hasil penelitian ini dapat memberi sumbangan untuk memperkaya khasanan ilmiyah bagi Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta dalam mengembangkan pembinaan kegiatan pramuka untuk meningkatkan disiplin juga sebagai bahan penelitian lanjutan bagi peneliti lain dalam upaya pembina pramuka.

2. Secara Praktis

Secara praktis hasil penelitian bermanfaat bagi pihak-pihak berikut:

a. Peserta pramuka, dapat menumbuhkan disiplin pada kegiatan pramuka.

b. Pelatih, dapat memberi motivasi dan semangat dalam meningkatkan disiplin siswa dalam kegiatan pramuka.

c. Sekolah, dapat digunakan sebagai sumbangan pemikiran atau sebagai bahan masukan untuk memecahkan permasalahan-permasalahan baerkaitan dengan kegiatan pramuka dalam membentuk disiplin siswa.

d. Masyarakat, diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran pada masyarakat dalam meningkatkan peran dan kualitas pendidikan. Dan bagi orang tua diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran dalam menentukan pendidikan bagi anaknya.

e. Orangtua, diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap anak- anaknya agar mengikuti kegiatan pramuka dengan baik Kwartir

(26)

Cabang, diharapkan dapat membantu memberikan kenyamanan pada kegiatan pramuka terhadap siswa dari setiap acara yang diadakan.

(27)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Deskripsi Konseptual Fokus dan Subfokus Penelitian 1. Disiplin Siswa

a. Pengertian Disiplin

Secara etimologi disiplin berasal dari bahasa latin yaitu discre yang berarti belajar. Kemudian tibul kata diciplina yang berarti pengajaran atau pelatihan. Sedangkan disiplin dalam bahasa inggris disebut disciple yang berarti seorang yang sedang belajar dari atau secara sukarela mengikuti seorang pemimpin seperti pengikut atau murid. 5

Dalam hal ini disiplin diartikan sebagai ketaatan kepada peraturan yang berlaku sedangkan secara terminologis, istilah disiplin mengandung arti sebagai keadaan tertib dimana para pengikut itu tunduk dengan senang hati kepada ajaran-ajaran yang para pemimpimnya, orang tua serta guru merupakan pemimpin, sedangkan anak-anak merupakan murid yang belajar dari mereka cara hidup yang menuju kehidupan yang berguna, bahagia yang lebih baik. Jadi disiplin merupakan cara masyarakat mengajar anak dalam perilaku moral yang disetujui kelompok.6

5 Elizabeth B. Hurlock,

6 Ibid.

(28)

Dalam arti luas, disiplin mencangkup setiap macam pengaruh yang ditunjukkan untuk membantu siswa agar mereka dapat memahami dan menyesuaikan diri dengan tuntutan yang mungkin ingin diajukan siswa terhadap lingkungannya. Dengan disiplin, siswa diharapkan tunduk atau menuruti dan mengikuti peraturan tertentu dan menjauhi larangan tertentu. Kesediaan semacam ini harus dipelajari dan harus secara sabar di terima dalam rangka memelihara kepentingan bersama atau memelihara kelancaran tugas di sekolah sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai.7

Sesuai dengan pendapat tersebut, disiplin yang dilaksanakan di sekolah terhadap siswa, siswa akan belajar hidup dengan pembiasaan yang baik, positif, dan bermanfaat bagi dirinya dan lingkungannya, baik pada saat bersekolah maupun untuk bekal hidup dikemudian hari.

Akan tetapi, pendekatan dengan penegakan disiplin tersebut janganlah sampai membuat siswa tertekan dan penerapannya harus pula demokratis dalam artian mendidik.

Disiplin memiliki makna dan kondisi yang berbeda-beda. Ada yang mengartikan disiplin sebagai hukuman, pengawasan, pemaksaan, kepatuhan, latihan, kemampuan tingkah laku. Disiplin juga dimaksudkan sebagai pengembangan diri sendiri pada siswa yang timbul sendiri dari kesadaran diri tanpa adanya paksaan. Sedangkan menurut Feacher Bernard dijelaskan disiplin adalah faktor yang

7 Sri Minarti, Manajemen Sekolah Mengelola Lembaga Pendidikan Secara Mandiri, (Jogjakarta: Ar Ruzz Media, 2011), cet. ke 1, h. 192-193

(29)

esensial dalam mengembangkan potensi individu dan menciptakan kehidupan yang harmonis dan menimbulkan hasil dalam proses kelompok.8

Disiplin tidak lagi merupakan suatu yang datang dari luar yang memberikan keterbatasan tertentu, tetapi disiplin merupakan aturan yang datang dari dalam diri peserta didik sebagai suatu hal yang wajar dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Artinya, disiplin merupakan nilai yang telah tertanam dalam diri peserta didik yang menjadi bagian dalam kepribadiannya.

Jadi, sesuai pendapat ini, berarti disiplin harus diterapkan dalam diri peserta didik dari mulai usia dini sehingga dapat bermanfaat bagi di kemudian hari.

b. Macam-macam Disiplin

Menurut Piet A. Sahertian disiplin terbagi dalam tiga macam diantaranya: (1) Disiplin tradisional, adalah disiplin yang bersifat menekan, menghukum, mengawasi, memaksa, dan akibatnya merusak penilaian yang terdidik, (2) Disiplin modern, pendidikan hanya menciptakan situasi yang memungkinkan agar si terdidik dapat mengatur dirinya. Jadi situasi yang akrab, hangat, bebas dari rasa takut sehingga si terdidik mengembangkan kemampuan dirinya, (3) Disiplin liberal, yang dimaksud disiplin liberal adalah disiplin yang diberikan sehingga anak merasa memiliki kebebasan tanpa batas.

8 Piet A. Sahertian, Dimensi-Dimensi Administrasi Pendidikan di Sekolah, (Surabaya:

Usaha Nasional, 1994), cet ke 1, h. 126

(30)

Menurut Jamal Ma’mur Asmani dalam bukunya menerangkan bahwa macam-macam disiplin dibedakan menjadi tiga, yaitu: (a) waktu, (b) Disiplin Disiplin menegakkan aturan, dan (c) Disiplin sikap.

Menurut beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa disiplin membutuhkan proses untuk membentuk kedisiplinan dan disiplin harus dilakukan secara terus-menerus sehingga timbul kebiasaan dan dapat membentuk kepribadian seseorang. Disiplin juga sangat penting dan berpengaruh sangat besar dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Disiplin dibagi oleh berbagai macam yaitu berbentuk pengendalian diri dan membutuhkan pengawasan orang lain.

Siswa adalah salah satu komponen manusiawi yang menempati posisi sentral dalam proses belajar mengajar yang ingin meraih cita- cita dengan tujuan dalam menuntut ilmu. Siswa akan menjadi factor penentu dalam proses belajarnya yang mempengaruhi segala sesuatu yang diperlukan untuk tujuan utamanya. Siswa juga dapat dikatakan sebagai individu yang sedang dalam masa pertumbuhan dan berkembang, baik secara mental, fisik, psikologis dan religious dalam menjalani kehidupan di dunia dan akhirat. Tetapi istilah siswa bukan hanya orang yang belum dewasa jika dilihat dari factor usia, melainkan ada yang dari segi usia sudah dewasa, namun dari segi mental,

(31)

pengetahuan, dan pengalaman masih membutuhkan bimbingan orang lain. 9

Siswa merupakan pelajar yang duduk di bangku belajar setrata sekolah dasar maupun tingkat menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah keatas (SMA). Siswa tersebut belajar untuk mendapatkan ilmu yang mereka inginkan, baik ilmu pengetahuan maupun ketrampilan untuk mencapai pemahaman ilmu yang didapat di dunia Pendidikan.

Siswa adalah mereka yang diserahkan dari orang tuanya untuk mengikuti pelajaran di sekolah dengan tujuan untuk menjadi anak yang berilmu pengetahuan, berketrampilan, berpengalaman, berkepribadian, berakhlak mulia, dan mandiri.

Jadi peneliti menyimpulkan bahwa definisi siswa adalah, individua atau orang yang sedang menuntut ilmu dan masih membutuhkan bimbingan dari seorang guru baik dalam ilmu pengetahuan, ketrampilan, kegamaan dan kemandirian. Dengan tujuan agar menjadi seorang anak yang paham ilmu Pendidikan baik di dunia dan di akhirat.

Disiplin siswa adalah kegiatan yang membentuk sikap, penampilan, tingkah laku, serta akhlak peserta didik yang sesuai dengan nilai-nilai Pendidikan atau keagamaan yang berlaku di sekolah dan di kelas mereka masing-masing. Disiplin yang baik di dalam kelas

9 Abudin Nata, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: kencana Prenada Media Group, 2010)

(32)

merupakan hal penting yang diterapkan oleh sekolah kepada siswa atau peserta didik. Dalam peningkatan disiplin siswa, maka siswa harus berusaha untuk melakukan: a) hadir tepat waktu di sekolah sebelum pelajaran dimulai, b) mengikuti peraturan dalam proses belajar mengajar dengan baik, c) mengerjakan semua tugas yang diperintahkan oleh guru, d) aktif mengikuti ekstrakulikuler yang sudah mereka pilih di sekolah, e) memiliki kelengkapan alat belajar, f) mengikuti semua peraturan yang ada di sekolah baik dalam proses pembelajaran atau keagamaan.

Menurut Oteng Sutisna, standar perbuatan yang diharapkan dalam disiplin siswa ialah kehadiran yang baik, pemberitahuan bila tidak hadir yang dibenarkan, ketepatan waktu, sopan santun dan lain- lain.10

Dengan demikian menurut teori-teori di atas peneliti menyimpulkan bahwa disiplin siswa adalah, suatu pembentukan sikap disiplin pada diri siswa walaupun tanpa adanya aturan tertulis ataupun paksaan dari orang lain. Sehingga siswa tersebut bisa menciptakan kedisiplinan itu dalam diri mereka masing-masing, di mana pun dan kapanpun disiplin itu akan terus bertahan pada pribadi anak, Karena dengan kesadaran dalam diri sendiri maka disiplin itulah yang sebenarnya.

10 Oteng Sutisna, administrasi Pendidikan, Dasar Teoritis Untuk Praktek Profesional, (Bandung: Angkasa, 2000), h. 111

(33)

c. Tujuan Disiplin Siswa

Ellizabet B. Hurlock bahwa tujuan seluruh disiplin ialah membentuk perilaku sedemikian rupa sehingga siswa akan sesuai dengan peranan-peranan yang ditetapkan kelompok budaya, tempat individu itu diidentivikasikan.11

Adapun tujuan disiplin menurut Charles adalah: (1) Tujuan jangka panjang yaitu agar siswa terlatih dan terkontrol degan ajaran yang pantas. (2) Tujuan jangka panjang yaitu untuk mengembangkan dan pengendalian diri anak tanpa pengaruh pengendalian dari luar.12

Soekarno Indra Fachrudin menegaskan bahwa tujuan dasar diadakannya disiplin adalah: (1) membantu anak untuk menjadi matang pribadinya dan mengembangkan diri dari sifat-sifat ketergantungan dan ketidak bertanggung jawab menjadi tanggung jawab. (2) membantu anak mengatasi dan mencegah timbulnya problem disiplin dan menciptakan situasi yang favorebel begi kegiatan belajar mengajar di mana mereka menaati peraturan yang ditetapkan.13

Jadi dapat disimpulkan bahwa tujuan disiplin adalah membentuk perilaku kedalam pola yang lebih baik dalam keteraturan.

11 Hurlock EB, Perkembangan Anak, (Jakarta: Erlangga). h. 82

12 Charles Scahefer, Cara Efektif Mendidik dan Mendisiplinkan Anak, Mitra Utama, (Jakarta: 1980). h. 88.

13 Soekarno Indra fachrudin, Administrasi pendidikan, Tim publikasi, FIB IKIP malang, 1989, h.108.

(34)

d. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kedisiplinan Siswa

Kedisiplinan merupakan suatu hal yang terjadi secara spontan pada diri seseorang melainkan sikap tersebut atas dasar beberapa faktor yang mempengaruhinya, faktor-faktor tersebut yaitu:

1) Faktor intern yaitu faktor yang terdapat dalam diri orang yang bersangkutan, faktor-faktor tersebut meluiputi: (1) faktor pembawaan, Menurut aliran Netivisme bahwa nasib anak itu sebagian besar berpusat pada pembawaannya sedangkan pengaruh lingkungan hidupnya sedikit saja. Baik buruknya perkembangan anak, sepenuhnya bergantung pada pembawaannya.14 Pendapat ini menunjukkan bahwa salah satu faktor yang menyebabkan orang bersikap disiplin adalah pembawaan yang merupakan warisan dari keturunannya seperti yang dikatakan oleh John Brierly, “heridity and environment interact in the production of each and every character.”15 (keturunan dan lingkungan berpengaruh dalam menghasilkan setiap dan tiap-tiap perilaku). (2) Faktor kesadaran, kesadaran adalah hati yang terbuka atas pikiran yang telah terbuka tentang apa yang telah dikerjakan.16

Disiplin akan lebih mudah ditegakkan bila timbul dari kesadaran tiap insan, untuk selalu mau bertindak taat, patuh, terti,

14 Muhammad Kasiram, Ilmu Jiwa Perkembangan, Usaha Nasional, (Surabaya: 1983), h.

27.

15 John Brierly, Give Me A Child Until The Is Seven, Brain Studies Early Childhood Education, Falmer Press, London And Washington DC, 1994, h. 98.

16 Djoko Widagdho, dkk, Ilmu Budaya Dasar, (Jakarta : Bumi Aksara, 1994), h. 152.

(35)

teratur bukan karena ada tekanan atau paksaan dari luar.17 (3) Faktor Minat dan Motivasi, minat adalah suatu perangkat manfaat yang terdiri dari kombinasi, perpaduan dan campuran dari perasaan-perasaan, harapan, prasangka, cemas, takut, dan kecenderungan lain yang bisa mengarahkan individu kepada suatu pilihan tertentu.18 Sedangkan motivasi adalah suatu dorongan atau kehendak yang menyebabkan seseorang melakukan suatu perbuatan tertentu untuk mencapai tujuan tertentu.19 (4) Ahmad Amin dalam bukunya “Etika mengatakan bahwa, ahli ilmu menetapkan bahwa pikiran itu tentu mendahului perbuatan, maka perbuatan berkehendak itu dapat dilakukan setelah pikirannya.

2) Faktor Extern yaitu faktor yang berada di luar diri orang yang bersangkutan. Faktor ini meliputi: (1) Faktor contoh atau teladan adalah contoh dan perbuatan tindakan sehari-hari diri seseorang yang berpengaruh.20 (2) Faktor Nasihat, didalam jiwa terdapat pembawaan untuk berpengaruh oleh kata-kata yang didengar.

Dalam Al-Qur’an juga menggunakan kalimat-kalimat yang menyentuh hati untuk mengarahkan manusia kepada ide yang dikehendaki oleh Allah SWT. (3) Faktor latihan, melatih berarti memberi anak-anak pelajaran khusus atau bimbingan langsung

17 Soegeng Priyodarminto, Disiplin Menuju Kiat Suskses, Pradanya Paramita, (Jakarta:

1994), h. 23.

18 Dewa Ketut Sukardi, Bimbingan Karir di Sekolah, (Jakarta: Ghalia Indonesia, 1994), h.

46. 19

Tursan Hakim, Belajar Secara Efektif, Puspa Swara, (Jakarta: 2001), h. 26.

20 Charler Schaefer, Op Cit, hlm. 14

(36)

untuk mempersiapkan diri mereka menghadapi kejadian atau masalah-masalah yang akan dihadapinya. Untuk menjadi seseorang yang disiplin perlu dilakukan penerapan sejak kecil sehingga anak terbiasa dengan sikap disiplin disekolah maupun di rumah. (4) Faktor lingkungan, lingkungan sekitar atau masyarakat sangatlah berpengaruh terhadap pertumbuhan sikap anak, demikian juga terhadap disiplin. Seperti halnya dalam lingkungan sekolah siswa terbiasa disipin karena adanya peraturan atau sanksi yang diberikan ketika siswa melanggar dan itu yang akan memaksakan mereka untuk berdisiplin. (5) Faktor pengaruh kelompok, seperti yang dikemukan oleh Zakiyah Daradjat buku “Ilmu Jiwa Agama” bahwa para remaja sangat memperhatikan penerimaan sosial dari teman- temannya, ada yang ingin mendapatkan perhatian lebih dari temannya sendiri, ada yang ingin bersama dengan teman sebanku di kelasnmya, dan lain sebagainya, itulah yang mendorong remaja meniru apa yang dibuat, dipakai dan dilakukan oleh teman- temannya.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa disiplin siswa adalah perilaku yang ditanamkan oleh para siswa untuk menanamkan jiwa tentang tingkah laku dalam pribadi murid dan bentuk kebiasaan dalam diri mereka, tunduk dan patuh dengan sebenar-benarnya pada aturan-aturan yang sesuai dengan prinsip pendidikan yang sesungguhnya yang dijalankan pada setiap aktivitas sekolah yang

(37)

bertujuan untuk membentuk perilaku kedalam pola yang lebih baik dalam keteraturan dengan adanya faktor intern dan ekstern yang telah ditetapkan oleh sekolah.

2. Program Pramuka a. Pengertian Pramuka

Pramuka adalah proses pendidikan di luar sekolah dan di luar dari lingkungan keluarga, dengan kegiatan yang menarik, menyenangkan, sehat dan mampu menjadikan anak lebih bisa hidup mandiri yang dilakukan ditempat terbuka dengan prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan, dengan tujuan akhirnya mampu membentu akhlak, karakter dan moral peserta didik. 21

Ekstrakulikuler pramuka diselenggarakan oleh gerakan pramuka bermaksud untuk mempersiapkan generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa yang memiliki watak, kepribadian dan akhlak mulia serta ketrampilan hidup prima, Kegiatan pendidikan kepramukaan dilaksanakan melalui Gugus depan gerakan Pramuka yang berpangkalan di sekolah dengan upaya pembinaan melalui proses belajar dan mengajar disekolah. Melalui pendidikan kepramukaan dapat dilakukan pembinaan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kehidupan bangsa dan bernegara berdasarkan pancasila, pendidikan pendahuluan bela Negara.

21. Andri Bob Sunardi, op. cit., h. 4.

(38)

Kegiatan Pramuka memiliki bentuk lambang sebagai tanda pengenal untuk membedakan dengan kegiatan-kegiatan lain. Bentuk lambang Pramuka adalah bayangan tunas kelapa, terdapat arti kiasan pada lambang pramuka sebagai berikut:22

1) Buah nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal (tunas), yang istilahnya cikal bakal diIndonesia berrti penduduk asli yang pertama yang menurunkan generasi baru. Jadi lambang buat nyiur tumbuh itu mengkiaskan bahwa seorang pramuka merupakan inti bagi kelangsungan hidup bagi bangsa Indonesia.

2) Buah nyiur dapat bertahan lama dalam keadaan yang bagaimana juga, ini mengkiaskan bahwa seorang anggota pramuka adalah orang yang sehat jasmani dan rohaninya, kuat dan ulet besar tekadnya dalam menghadapi segala tantangan hidup dalam menempuh segala ujian dan kesukaran untuk mengabdikan pada tanah air dan bangsa Indonesia.

3) Buah nyiur dapat tumbuh dimana saja, yang membuktikan besarnya daya upaya dalam meyesuaikan dirinya dengan keadaan sekelilingnya. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa seorang pramuka dapat menyesuaikan diri dalam masyarakat dimana ia berada dalam keadaan bagaimanapun.

4) Buah nyiur tumbuh menjulang keatas dan merupakan salah satu pohon yang tertinggi di Indonesia. Jadi lambang itu mengkiaskan

22. Andri Bob Sunardi, op. cit., h. 7.

(39)

bahwa seorang pramuka mempunyai cita-cita yang tinggi dan lurus, mulia, jujur, dan tegak tidak mudah diombang-ambing oleh sesuatu.

5) Akar nyiur tumbuh kuat erat di dalam tanah. Lambang ini mengkiaskan tekad dan keyakinan seorang pramuka yang berpegang pada dasar-dasar atau landasan yang baik, benar, kuat, dan nyata, yaitu tekad dan keyakinan dapat dipakai olehnya untuk memperkuat diri guna untuk mecapai cita-cita.

6) Nyiur adalah pohom serba guna dari ujung atas hingga ujung akarnya. Lambang ini mengkiaskan bahwa seorang pramuka adalah manusia yang berguna, dan membaktikan kegunaannya pada tanah air, bangs dan NKRI serta kepada umat manusia. 23

Lambang pramuka menunjukkan bahwa kegiatan pramuka berbeda dengan kegiatan lainnya, pramuka harus mempunyai cita-cita yang tinggi, tidak gampang menyerah, dapat menghadapi segala hal dimanapun berada dan pramuka merupakan manusia yang berguna bagi bangsa dan NKRI serta pada umat manusia.

Pramuka merupakan salah satu kegiatan ektrakulikuler yang ada di sekolah, untuk lebih jelasnya mengenai pengertian pramuka:

Menurut Man Salim “Pramuka singkatan dari “Praja Muda Karana” yang artinya warga Negara muda yang bekerja. Nama Pramuka itu berasal dari Sri Sultan Hamengkubuwana IX, mengambil

23. Man Salim, Pedeoman Lengkap PRAMUKA Panduan Super Komplit Siaga-Penggalang- Penegak-Pandega, (Semarang: Syalmahat Publishing, 2016), h. 10.

(40)

dari istilah pramuka (dibunyikan “poromoko” dalam bahasa jawa) artinya semacam pasukan yang berdiri paling depan dalam peperangan.

Kata praja muda karana, yang memiliki arti Orang Muda Yang Suka Berkarya. 24

Kemudian Heri Gunawan Mengungkapkan Bahwa:Kegiatan pendidikan kepramukaan dilaksanakan melalui Gugus depan Gerakan Pramuka yang berpangkalan di setiap sekolah. Melalui pendidikan kepramukaan dapat dilakukan pembinaan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kehidupan berbangsa dan bernegara berdasarkan pancasila, pendidikan pendahuluan bela Negara, kepribadian dan budi pekerti luhur, berorganisasi, pendidikan kewirausahaan, kesegaran jasmani, daya kreasi, persepsi, apresiasi dan kreasi seni, tenggang rasa serta kerjasama.25

Menurut Dimas Rahmat, Kepramukaan pada hakekatnya adalah: 1) Suatu proses pendidikan dalam bentuk kegiatan yang menyenangkan bagi anak dan pemuda dibawah tanggung jawab orang dewasa, 2) Yang dilaksanakan di luar lingkungan pendidikan sekolah dan diluar lingkungan pendidikankeluarga dan di alam terbuka, 3) Dengan menggunakan Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan.

Berdasarkan uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa Gerakan pramuka Indonesia merupakan nama organisasi pendidikan

24 Man Salim, Pedeoman Lengkap PRAMUKA Panduan Super Komplit Siaga-Penggalang- Penegak-Pandega, (Semarang: Syalmahat Publishing, 2016), h. 15

25 Heri Gunawan, Pendidikan Karakter, dan Implementasi ( Bandung: Alfabeta, 2014), h.265

(41)

nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan yang dilaksanakan diIndonesia. Dan proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan diluar lingkungan keluarga dalam bentuk yang menarik, menyenangkan, terarah, sehat, praktis, yang dilakukan di alam terbuka.

Kepramukaan adalah system pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan masyarakat dan bangsa Indonesia. Oleh sebab itu kepramukaan menjadi salah satu ektrakulikuler di sekolah yang bertujuan untuk mempersiapkan generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa yang memiliki watak, kepribadian, dan akhlak mulia serta ketrampilan hidup prima serta peduli terhadap masyarakat dan bangsa Indonesia.

b. Sejarah Pramuka

Dalam buku pedoman lengkap PRAMUKA Man Salim mengungkapkan bahwa Sejarah Kepramukaan atau kepanduan ternyata telah berlangsung lebih dari satu abad, dimulai pada peralihan abad 19- 20. Pelopornya tidak lain adalah bapak Pandu Sedunia, Lord Baden Powell ( Lord Robert Powell of Gilwell ). Baden powell lahir pada tanggal 22 februari 1857 di London. Nama sesungguhnya beliau adalah Robert Stephenson Smyth. Pengalaman beliau yang mendasari pembinaan remaja dinegara inggirs. Pembinaan remaja inilah yang

(42)

kemudian tumbuh berkembang menjadi gerakan kepramukaan diseluruh dunia.26

Kepanduan (atau Gerakan Kepanduan) membantu pekembangan fisik, mental, dan spiritual kaum muda sehingga bisa berperan langsung dalam masyarakat kelak. Pada awal berkembangnya kepanduan terbagi kedalam tiga kelompok pandu putra yaitu siaga, penggalang, dan penegak dan ditahun 1910, organisasi baru, Girl Guides, dibuat untuk puteri.

Boy Scout, gerakan internasional yang bertujuan untuk meningkatkan karakter anak-anak dan remaja dan melatih mereka agar dapat bertanggung jawab di masa dewasa nanti. Gerakan ini bermula diinggris ditahun 1907 oleh Sir Robert Baden Powell, yang program- program dasar gerakannya diilhami oleh dua organisasi remaja yang telah lebih dahulu terbentuk. Organisasi kepanduan adalah kegiatan yang paling banyak menghabiskan waktunya dialam terbuka.

Berkemah adalah merupakan program tetap organisasi, yang terkandung didalamnya program konservasi alam, kehutanan, pertanian, aksi social dan bhakti kepada masyarakat. 27

Kepanduan di Indonesia tumbuh dan berkembang semakin banyak jumlah dan beraneka ragam pada kurun waktu tahun1950- 1960. Namun, organisasi kepanduan saat itu lebih banyak berafiliasi pada partai polotik yang ada di Indonesia. Tentu saja berafiliasinya

26 Man Salim, Pedoman Lengkap PRAMUKA Pedoman Super Komplit siaga-penggalang- penegak-pandega, (semarang: Syalmahat Publishing, 2016), h. 21

27 Ibid, h. 2-3

(43)

dengan partai politik, menyalahi prinsip dasar danmetode kepramukaan. Perkembangan kepanduan di Indonesia sangat dipengaruhi oleh buku yang ditulis oleh Lord Baden Powell yang berjudul “Scouting for Boys” Di Indonesia, istilah Scouting dikenal dengan kepanduan/kepramukaan. 28

Kepanduan masuk ke Indonesia (pada waktu itu masih Hindia Belanda, karena Negara kita sedag dijajah oleh orang belanda) pertama-tama dibawa oleh orang belanda. Organisasinya bernama Nederland Indische Padvinders Vereniging (NIPV) yang artinya adalah persatuan pandu Hindu Belanda.29 Bangsa kita mulai tertarik pada organisasi tersebut, dank arena sifatnya universal maka organisasi kepanduan dapat dengan cepat diterima oleh bangsa kita, apalagi kondisi pada waktu itu sangat memungkinkan. para remaja kita membutuhkan suatu organisasi yang dapat menampung aspirasi mereka terhadaap tanah airnya.

Maka berdirilah organisasi-organisasi kepanduan yang bercirikan basionalisme, dan organisasi kepanduan nasional yang pertama didirikan adalah pada tahun 1916, Javaanse Padvinders Organisatie (JPO) atas prakarsa Sultan Pangeran Mangkunegara VII di Surakarta. Pendirian JPO ini membuat para remaja dan pemuda didaerah lain tertarik mendirikan organisasi kepanduan. Yang memang

28 Hendri Cahya, Buku Pintar Praktis Pramuka, (Bekasi, Jawa Barat: Checklist, 2016), h.

12-13,

29 Andri Bob Sunardi, op. cit., h. 37.

(44)

pada waktu itu bisa dianggap sebagai salah satu cara perjuangan dalam usahanya mencapai kemerdekaan.

Tonggak kebangkitan bangsa Indonesia adalah berdirinya organisasi Boedi Oetomo, 20 Mei 1908. Lalu peristiwa Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928, yang menjiwai gerakan kepanduan nasional kita semakin bergerak maju (merupakan semangat nasionalisme).

Kemudian pemerintahan colonial belanda melarang pemakaianistilah Padvinder bagi organisasi-organisasi kepanduan bangsa kita. Istilah “PANDU” dan “KEPANDUAN” dikemukakan pertama kali dalam kongres SIAP tahun 1928 oleh KH. Agus Salim di kota Banjarnegara, Kab. Banyumas, Jawa Tengah.30

Gerakan Pramuka adalah nama organisasi yang merupakan suatu wadah peoses pendidikan kepramukaan yang ada di Indonesia.

Sebelum tahun 1961, di Indonesia pernah berdiri puluhan bahkan sampai ratusan organisasi kepanduan Bangsa Indonesia (KBI), Hizbul Wathon (HW), pandu kesultanan, Wira Tamtama, dan banyak lainnya.31

Gerakan Pramuka diberi tugas melaksanakan pendidikan kepanduan kepada anak-anak dan pemuda Indonesia. TUNAS KELAPA sebagai Lambang Gerakan Pramuka merupakan hasil keputusan presiden RI No. 38 tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961, dan keberadaan Gerakan Pramuka ditetapkan dengan keppres RI No. 238

30 Ibid., h. 38.

31 Andri Bob Sunardi, BOYMAN Ragam Latihan Pramuka, Bandung: Darma Utama Cetakan ke X, 2016, h. 7

(45)

tahun 1961. Namun, hari lahir Gerakan Pramuka jatuh pada tanggal 14 Agustus 1961, karena pada tanggal tersebut Gerakan Pramuka secara resmi di perkenalkan kepada khalayak sesaat setelah presiden menganugrahkan Panji Gerakan Pramuka dengan keppres No. 448 tahun 1961. Oleh sebab itu tanggal 14 Agustus 1961 dijadikan sebagai Hari Pramuka.

Berdasarkan uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa pelopor gerakan pramuka adalah Bapak Pandu Sedunia, yaitu Lord Baden Powell (Lord Robert Baden Powell of Gilwell). Gerakan ini bermula di inggris tahun 1907, dari penjelasan Baden Powell terkait kepramukaan diatas, kita dapat mengambil makna nya yaitu kepramukaan adalah suatu permainan yang di dalam nya mengandung unsur pendidikan. Pendidikan di dalamnya berupa pembinaan watak (mental), kepribadian anak, dan sikap positif lainnya yang harus ditanamkan kepada para anggota kepramukaan untuk kebutuhan individu maupun disekitarnya.

c. Fungsi dan Tujuan Pramuka

Gerakan Pramuka berfungsi sebagai penyelenggara pendidikan non formal di luar sekolah dan di luar keluarga dan sebagai wadah pembinaan dan perkembangan kaum muda dengan menerapkan Prinsip Dasar Kepramukaan dan kode kepramukaan serta berlandaskan system among (berdasarkan AD & ART Gerakan Pramuka, Pasal (5).32

32. Andri Bob Sunardi, op. cit., h. 5

(46)

Gerakan Pramuka merupakan pelengkap pendidikan sekolah dan pendidikan di lingkungan keluarga. Kegiatan kepramukaan akan mengisi kebutuhan peserta didik yang mungkin belum tercakup dalam pendidikan sekolah dan keluarga. Pramuka memilki berbagai fungsi sebagai wadah untuk mencapai tujuan Pramuka melalui :

1) Pendidikan dan Pelatihan Pramuka 2) Pengembangan pramuka

3) Pengabdian masyarakan dan orang tua

4) Permainan yang berorientasi pada pendidikan (pasal 3, UU No. 12 Tahun 2010 Tentang Gerakan Pramuka33

Dalam kepramukaan ada beberapa tingkatan salah satunya penggalang, pramuka penggalang adalah sebuah golongan setelah pramuka siaga dimana anggota pramuka penggalang berusia dari 11- 15 tahun. Disebut pramuka penggalang karena sesuai kiasan pada masa penggalangan perjuangan bangsa Indonesia, yaitu ketika rakyat indinesia menggalang dan mempersatukan dirinya untuk mencapai kemerdekaan, dengan adanya peristiwa bersejarah yaitu kongres para pemuda Indonesia yang dikenal “soempah pemoeda” pada tahun 1928.

Kode kehormatan bagi pramuka penggalang terdiri dari :

1) janji yang disebut Trisatya yang berbunyi : Trisatya demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh : a) Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan

33. Andri Bob Sunardi, op., cit. 5

(47)

Republik Indonesia, dan mengamalkan pancasila. b) Menolong sesame hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat. c) Menepati dasa darma.34

2) Ketentuan moral yang disebut dasa darma, yang berberbunyi : a) Takwa kepada Tuhan yang Maha Esa, b) Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia. c) Patriot yang sopan dan kesatria, d) Patuh dan suka bermusyawayah, e) Rela menolong dan tabah, f) Rajin trampil dan gembira, g) Hemat cermat dan bersahaja, h) Disiplin berani dan setia, i) bertanggung jawab dan dapat dipercaya, j) Suci dalam pikiran perkataan dan perbuatan.35

Andri bob sunardi mengatakan bahwa Gerakan pramuka bertujuan untuk membentuk setiap pramuka agar memiliki kepribadian yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotic, taat hukum, disiplin,menjungjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, dan memiliki kecakapan hidup sebagai kader bangsa dalam menjaga dan membangun Negara kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan

Ada pula tujuan dari gerakan pramuka ialah: 1) Para anggotanya menjadi manusia yang memiliki kecerdasan dan ketrampilan yang tinggi, 2) Para anggotanya menjadi manusia yang sehat dan kuat jasmaninya, 3) Para anggotanya menjadi warga Negara

34. Andri Bob Sunardi, BOYMAN Ragam Latihan Pramuka, Bandung: Darma Utama Cetakan ke X, 2016, h. 10.

35. Andri Bob Sunardi, BOYMAN Ragam Latihan Pramuka, Bandung: Darma Utama Cetakan ke X, 2016, h. 12.

(48)

Indonesaia yang berjiwa pacncasila, setia, dan patuh kepada Negara Kesatuan Repubik Indonesia dan menjadi anggota masyarakat yang baik dan berguna, serta sanggup ikut membangun bangsa dan Negara.36

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa kegiatan pramuka merupakan kegiatan pelengkap pendidikan sekolah karena memiliki fungsi dan tujuan yang berdampak positif bagi peserta didik.

Kegiatan pramuka ini sangat berpengaruh baik terhadap perkembangan diri peserta didik karena pada saat usia sekolah pembentukkan karakter menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan oleh pihak sekolah, maka mulai dari sekarang tanamkan kepribadian yang baik pada diri peserta didik agar dapat dilaksanakan melalui kegiatan pramuka.

d. Kegiatan Pramuka

Kegiatan pramuka memiliki beberapa kegiatan untuk memberi pengetahuan dan mengembangkan potensi yang dimiliki peserta didik, diantaranya adalah: (1) Berkemah, (2) Baris-berbaris, (3) Sistem Syarat Kecakapan Umum.

Berkemah adalah sebuah kegiatan rekreasi di luar ruangan.Kegiatan ini umumnya dilakukan untuk beristirahat dari ramainya perkotaan, atau dari keramaian secara umum untuk menikmati keindahan alam semesta. Berkemah juga dapat di katakan satu macam kegiatan dalam kepramukaan yang dilaksanakan secara

36 Ibid,. h. 39.

(49)

Out Bond. Kegiatan ini merupakan salah satu pertemuan pramuka.Tujuan berkemah antara lain: (1) Memberikan pengalaman yang seru karena adanya saling ketergantungan antara peserta didik dan unsur alam, mengembangkan sikap bertanggung jawab akan masa depan yang menghormati keseimbangan alam, (2) Mengembangkan kemampuan diri mengatasi tantangan yang dihadapi, menyadari tidak ada sesuatu yang berlebih dalam dirinya, menemukan cara hidup kembali yang menyenangkan dalam keserhanaan, (3) Membina kerja sama dan persatuan dan persaudaraan.

Baris berbaris adalah wujud latihan fisik, yang diperlukan guna menanamkan kebiasaan dalam tata cara kehidupan yang diarahkan kepada terbentuknya suatu perwatakan tertentu. Maksud dan tujuan baris berbaris adalah untuk menumbuhkan sikap jasmani yang kuat, tegap, tangkas, rasa panutan, rasa disiplin, dan tanggung jawab.

Syarat Kecakapan Umum (SKU) penting bagi setiap anggota pramuka untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan anggota pramuka. Tingkatan-tingkatan didalam masing-masing anggota didasarkan pada kemampuan setiap anggota dalam menempuh syarat- syarat kecakapan umum, hal tersebut disesuaikan dengan salah satu prinsip di dalam gerakan pramuka yaitu prinsip system syarat tanda kecakapan umum. Sistem tanda kecakapan umum dapat membuat anggota pramuka lebih bersemangat dalam berlatih dan dapat ijadikan

(50)

bahan evaluasi oleh Pembina tentang sejauh mana mereka menguasai materi yang telah diberikan oleh Pembina.

Andi Bob Sunardi ada beberapa cara yang dapat dilakukan di dalam menempuh syarat-syarat kecakapan umum, antara lain: a) Melaksanakan ujian langsung baik secara tulisan maupun lisan, b) Secara tidak langsung, Pembina dapat mengamati apakah anggotta pramuka tersebut sudah dianggap mampu atau tidak pada syarat-syarat tertentu, c) Bentuk ujian/tes dapat dilaksanakan berupa praktik (peragaan).

Kegiatan pramuka yang telah dijelaskan diatas merupakan kegiatanyang bertujuan untuk memberikan pengalaman, persatuan kedisiplinan, persaudaraan, kerjasama, dan menumbuhkan jasmani yang sehat. Pembinanan juga dapat memantau sejauh mana terjadi perubahan karakter peserta didik dari kegiatan-kegiatan yang di lakukan di dalam kegiatan pramuka ada sifat gerakan pramuka: 1) Gerakan Pramuka adalah gerakan pendidikan kepanduan Nasional Indonesia, 2) Gerakan Pramuka membantu pemerintah dan masyarakat dalam melaksanakan pembangunan di bandingkan pendidikan, khususnya pendidikan luar sekolah, 3) Gerakan Prammuka bukan organisasi kekuatan social politik, bukan bagian salah satu organisasi social polotik serta tidak menjalankan kegiatan politik yang onarkis, 4) Gerakan Pramuka menjamin kemerdekaan tiap-tiap anggota, pemeluk agama dan kepercayaan.

(51)

3. Pengertian Program

Program merupakan pernyataan yang berisi kesimpulan dari beberapa harapan atau tujuan yang saling bergantung dan saling terkait, untuk mencapai suatu sasaran yang sama. Biasanya suatu program mencakup seluruh kegiatan yang berada di bawah unit administrasi yang sama, atau sasaran-sasaran yang saling bergantung dan saling melengkapi, yang semuanya harus dilaksanakan secara bersamaan atau berurutan.37 Program sering dikaitkan dengan perencanaan, persiapan, dan desain atauran canagan. Desain berasal dari bahasa Inggris yaitu dari katadecine.

Jadi desain dalam perspektif pembelajaran adalah rencana pembelajaran.

Rencana pembelajaran disebut juga dengan program pembelajaran.38 Desain/perencanaan merupakan gambaran beberapa kegiatan, siapa yangbertanggung jawab mengerjakannya dan faktor pendukung berupa dana dan waktu, semakin jelas pekerjaan pencapaiannya karena ada petunjuk pelaksanaan.

Serta alat bantu yang mempermudah untuk melaksanakannya, semakin terarah suatu pekerjaan karena dalam perencanaan itu ada target yang menjadi sasaran pencapaian sekaligus barometer pencapaiaan serta persentase pencapaian kegiatan dalam waktu tertentu. Perencanaan dapat

37 Muhaimin, Suti’ah, dan Sugeng Listyo Prabowo, Manajemen Pendidikan, (Jakarta:

2009) Kencana, h. 349

38 Mudasir, Desain Pembelajaran, Indragiri Hulu : STAI Nurul Falah 2012, h. 1.

(52)

menjadi penentu keberhasilan serta menjadi bahan analisa terhadap kebenaran dan kenerja seseorang agar dapat diketahui ketepatan seseorang dan kelompok dalam bekerja.

Jadi dapat diuraikan dari penjelasan di atas bahwa program pramuka adalah suatu rencana yang dibuat untuk menggambarkan program dalam kegiatan pramuka yang merupakan kegiatan pelengkap pendidikan sekolah karena memiliki fungsi dan tujuan yang berdampak positif bagi peserta didik. Kegiatan pramuka ini sangat berpengaruh baik terhadap perkembangan diri peserta didik karena pada saat usia sekolah pembentukkan karakter menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan oleh pihak sekolah, maka mulai dari sekarang tanamkan kepribadian yang baik pada diri peserta didik agar dapat dilaksanakan melalui kegiatan pramuka.

4. Pengertian Implementasi

Implementasi Menurut Nurdin Usman “Implementasi adalah bermuara pada aktivitas, aksi, tindakan, penerapan atau adanya mekanisme atau system. Implementasi bukan sekedar aktivitas, tetapi juga suatu kegiatan yang terencana dan untuk mencapai tujuan kegiatan 39 jadi, maksud implementasi dalam penelitian ini yaitu penerapan dalam kegiatan pramuka yang mempunyai tujuan untuk membentuk karakter disiplin siswa.

39. Usman, Nurdin. Konteks Implementasi Berbasis Kurikulum. (Bandung : Pustaka Buana.

Kegiatan 2002), hlm. 70.

Gambar

Tabel 3.1  Prosedur Penelitian

Referensi

Dokumen terkait

On the other hand, there were some differences between researcher’s study and Alvian’s study; firstly, the purpose of Alvian’s research was to know the