PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut, yaitu Bagaimana penerapan sistem e-toll di Kota Makassar. Sebagai kontribusi kepada Pemerintah Kota Makassar dan instansi terkait mengenai penerapan manajemen dalam penerapan kebijakan e-toll dapat dijadikan acuan untuk merumuskan kebijakan yang lebih baik.
TINJAUAN PUSTAKA
Konsep Implementasi Sistem E-Toll
Menggunakan e-toll hanya perlu menyentuh kartu untuk membayar tol dalam waktu 4 detik, lebih cepat dibandingkan membayar dengan uang tunai yang membutuhkan waktu 7 detik. Penggunaan biaya elektronik juga mengurangi biaya operasional karena hanya diperlukan biaya untuk pengumpulan, penyetoran, dan transfer uang tunai dari bank. Selain sebagai langkah awal modernisasi pengumpulan uang, penggunaan tol elektronik juga bertujuan untuk mengurangi pelanggaran (moral hazard) karena petugas tol tidak menerima pembayaran secara langsung.
Dan rencananya kartu ini akan digunakan untuk membayar bahan bakar di SPBU dan sebagai alat pembayaran di pintu tol.
Kerangka Pikir
Fokus Penelitian
Deskripsi Fokus Penelitian
Demikian pula seseorang yang menjadi reseller barang akan memperoleh manfaat (kompensasi jasa), contoh indikator manfaat: peningkatan hal-hal positif dalam jangka menengah dan panjang, penurunan hal-hal negatif dalam jangka panjang. Output merupakan hasil masukan dan tepat sasaran atau tidak, apabila hasilnya jauh dari harapan yang dikeluarkan maka kebijakan atau masukan tersebut harus dievaluasi guna mencapai tujuan bersama demi kemajuan lembaga dan masyarakat, sehingga tidak ada yang dirugikan satu sama lain. Kenyataan di lapangan masih belum sesuai, dengan adanya inovasi sistem E-toll saat ini yang dulunya masih manual, sebagian besar masyarakat sudah merasakan dan terbantu dengan sistem E-toll, walaupun masih sedikit masyarakat yang merasakannya. tidak menggunakan kartu E-Toll yang dimiliki dan tidak digunakan, sehingga masih terjadi antrian panjang di titik pembayaran karena masih menggunakan sistem manual.
Outcome adalah suatu hasil yang akan dicapai dalam kurun waktu tertentu, dalam arti jangka waktu yang lama, namun harapan yang diharapkan berdasarkan hasil per kapita atau anggaran yang dikeluarkan akan menghasilkan keuntungan atau kerugian. Jika ada keuntungan maka kebijakan dipertahankan, namun jika ada kerugian maka kebijakan harus direvisi, misalnya indikator hasil: angka/.
METODE PENELITIAN
Jenis Dan Tipe Penelitian
Sumber Data
Informan Penelitian
Sutami Kota Makassar dan instansi terkait, dari hasil penelitian penerapan sistem E-toll di Kota Makassar. Misalnya saja membandingkan hasil observasi dengan wawancara, membandingkan apa yang disampaikan secara terbuka dengan apa yang disampaikan secara pribadi, membandingkan hasil wawancara dengan dokumen yang ada mengenai Penerapan Sistem E-Toll di Kota Makassar. Data yang diperoleh melalui wawancara misalnya kemudian dicetak dengan menggunakan observasi, dokumentasi atau kuesioner mengenai penerapan sistem E-toll di Kota Makassar.
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan ukuran kinerja implementasi sistem E-Tolling di kota Makassar dengan mengkaji 5 indikator (Donabedian, 2012), yaitu (1) input, (2) proses, (3) output, (4) manfaat, dan (5). Berdasarkan hasil wawancara dengan informan di atas mengenai indikator input dapat dipahami dan disimpulkan bahwa sistem informasi mengenai penggunaan sistem E-Tolling masih belum optimal sehingga pihak-pihak terkait wajib melakukan hal tersebut. Berdasarkan hasil wawancara dengan informan diatas terkait dengan indikator proses dapat dipahami dan disimpulkan bahwa penggunaan e-toll berjalan sesuai rencana yang diharapkan, walaupun masih terdapat masyarakat yang menggunakan pembayaran manual dikarenakan kurangnya informasi dan sosialisasi tentang pentingnya penggunaan kartu E-toll.
Maka kesimpulan keseluruhan terkait indikator proses ini dapat dipahami bahwa dengan inovasi sistem E-toll yang dapat dikatakan berjalan tidak sesuai dengan rencana sebelumnya, masih banyak permasalahan seperti keberadaan manusia atau tol. pengguna jalan yang belum memiliki kartu E-Toll dan masih melakukan pembayaran secara online, hal ini disebabkan oleh kurangnya sosialisasi dan informasi dari pihak terkait mengenai pentingnya penggunaan kartu E-Toll agar masyarakat memahami dan menggunakan E-Toll. - Kartu tol - sistem pajak. Berdasarkan hasil wawancara informan diatas mengenai indikator keluaran dapat dipahami dan disimpulkan bahwa sistem informasi mengenai penggunaan sistem E-Toll masih belum optimal, sehingga sebagian kecil masyarakat masih belum memiliki atau belum merasakan penggunaan kartu E-Toll. Maka kesimpulan keseluruhan mengenai indikator Output ini dapat dipahami bahwa dengan adanya inovasi sistem E-toll seperti saat ini yang dahulunya bersifat manual, sebagian besar masyarakat sudah merasakan dan terbantu dengan adanya sistem E-Toll, walaupun masih ada sebagian kecil yang merasa terbantu. Proporsi masyarakat yang tidak memiliki dan menggunakan E. -Kartu konstruksi membuat masih terjadi antrian panjang di titik pembayaran karena masih menggunakan sistem manual.
Berdasarkan hasil wawancara dengan informan diatas mengenai indikator manfaat dapat dipahami dan disimpulkan membantu masyarakat dalam hal waktu yang lebih efisien sehingga aktivitas masyarakat lainnya yang menggunakan kartu E-toll tidak terbebani. Berdasarkan hasil wawancara dengan informan di atas mengenai indikator hasil, dapat dipahami dan disimpulkan bahwa kartu E-toll mengalami peningkatan jumlah pengguna yang semakin baik setiap tahunnya. Berdasarkan hasil wawancara dengan informan di atas mengenai Indikator Outcome maka dapat dipahami dan disimpulkan bahwa informasi penggunaan E-toll card lebih komprehensif sehingga tidak ada lagi pengguna jalan tol yang masih menggunakan pembayaran manual. dan perlunya masyarakat merasakan kegunaan dan manfaat kartu E-Toll.
Maka kesimpulan keseluruhan terkait indikator Outcome ini dapat dipahami bahwa sistem E-toll card setiap tahunnya mengalami kemajuan sesuai hasil survei, namun masih perlu adanya kemajuan informasi agar sistem E-toll dapat digunakan secara luas. tol menjadi pengguna jalan di kota makassar sehingga pengguna yang masih melakukan pembayaran secara langsung. Penerapan sistem E-toll di Kota Makassar dilihat dari beberapa indikator, dilihat dari 5 indikator (Donabedian, 2012), yaitu (1) input, (2) proses, (3) output, (4) manfaat, dan ( 5) hasil. Kenyataan di lapangan sejalan dengan penjelasan di atas mengenai sistem E-toll card yang setiap tahunnya semakin meningkat menurut hasil survei namun masih perlu adanya informasi perkembangan agar sistem E-toll dapat dimanfaatkan secara luas untuk tol. pengguna jalan di kota Makassar sehingga pengguna yang masih melakukan pembayaran manual dapat menikmati manfaat dan kegunaan program kartu E-Toll yang efektif dan efisien.
Jalan keluarnya, sistem E-Toll seperti sekarang yang dulu masih manual, sebagian besar masyarakat sudah merasakan dan terbantu dengan sistem E-Toll, walaupun masih sedikit masyarakat yang belum memiliki dan menggunakan E-Toll. sistem. Kartu tol, sehingga masih terjadi antrian panjang di pintu tol karena masih menggunakan sistem manual. Berdasarkan hasil penelitian, sistem kartu e-toll semakin membaik setiap tahunnya, namun masih diperlukan informasi perkembangannya agar pengguna dapat sepenuhnya menggunakan sistem e-toll.